The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

UAS- MODUL PUISI TERJEMAHAN- EVA FAJRIAH 7C

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by evafajrii22, 2022-07-20 04:19:47

UAS- MODUL PUISI TERJEMAHAN- EVA FAJRIAH 7C

UAS- MODUL PUISI TERJEMAHAN- EVA FAJRIAH 7C

MODUL

&

PENDAHULUAN

A. Indentitas Modul

Mata pelajaran : Bahasa Indonesia

Kelas : XII

Judul Modul : Puisi terjemahan dan prosa

B. Kompetensi Inti dan kompetensi dasar

KI-1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI-2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI-3: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI-4 : Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan
metoda sesuai kaidah keilmuan.

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.6 Menganalisis unsur fisik dan batin 3.6.1 Mengidentifikasi puisi terjemahan
puisi terjemahan 3.6.2 Menganalisis puisi terjemahan

4.6 Mengalihwahanakan puisi dengan memperhatikan unsur fisik
terjemahan ke dalam bentuk prosa dan unsur batin.
4.6.1 Mengalihwahanakan puisi
terjemahan ke dalam bentuk prosa

C. Pendahuluan

Pernahkah kalian membaca atau mendengar puisi terjemahan? Setelah kalian
membacanya, bagaimana tanggapan kalian mengenai puisi tersebut? Nah, dalam
pembelajaran kali ini, kalian akan menganalisis puisi terjemahan serta
mengalihwahanakan puisi tersebut kedalam bentuk prosa. Untuk dapat menganalis
puisi tersebut, tentunya kalian harus memahami terlebih dahulu isi yang terkandung di
dalam puisi terjemahan tersebut dengan memperhatikan unsur fisik serta unsur batin
puisi.

Namun, sebelum kalian mencermati lebih lanjut hendaknya kalian tetap menjaga
protokol kesehatan agar kalian terhindar dari wabah Covid-19 yang melanda dunia
termasuk Indonesia. Hanya dengan kondisi sehat kalian akan dapat mempelajari modul
ini dengan baik pula. Sudah siapkah kalian? Berikut beberapa contoh puisi terjemahan
yang dapat kalian baca sebagai pengayaan. Tetap semangat!

D. Tujuan Pembelajaran

Modul pembelajaran ini terbagi menjadi dua kegiatan pembelajaran. Di dalamnya
terdapat uraian materi dan soal pelatihan berkaitan dengan puisi terjemahan. Pertama,
mengidentifikasi puisi terjemahan. Kedua, mengalihwahanakan puisi terjemahan ke
dalam bentuk prosa.

Setelah mempelajari modul ini diharapkan siswa dapat memahami cara
menganalisis unsur fisik dan batin puisi terjemahan dan dapat mengalihwahanakan
puisi terjemahan tersebut ke dalam bentuk prosa, menarik bukan?

Karena dengan membaca akan memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan. Itu
semua adalah tugas dan kewajiban kita sebagai hamba Tuhan di muka bumi ini.
Selamat membaca untuk menjadikan kalian sebagai generasi yang literat. Selamat
belajar dan Tetap Semangat!

PETA KONSEP

Analisis Puisi Terjemahan

Menganalisis Mengalihwahanakan
puisi terjemahan Puisi ke prosa

Unsur Fisik Unsur Batin Membaca puisi dengan
saksama
Diksi Tema Menguraikan bahasa
Tipografi Rasa kiasan
Imaji Nada Menyusun kerangka
Kata Konkret Amanat Mengembangkan
Bahasa Figuratif naskah puisi
Verifikasi (rima, ritma
dan Metrum)

E. Petunjuk Penggunaan Modul

1. Pastikan dan fokuskan apa yang akan kalian
pelajari hari ini.

2. Baca dan pahami petunjuk untuk membantu
kalian memfokuskan permasalahan yang akan
dipelajari.

3. Kerjakan soal-soal pelatihan yang terdapat
dalam modul ini.

4. Jika sudah lengkap mengerjakan soal pelatihan
cobalah buka kucni jawaban yang ada pada
bagian akhir dari modul ini. Hitunglah skor
yang kalian peroleh.

5. Jika skor masih di bawah 70, cobalah baca
kembali materinya, usahakan jangan
mengerjakan ulang soal yang salah sebelum
kalian membaca ulang materinya

6. Jika skor kalian sudah mencapai minimal tujuh
puluh kalian bisa melanjutkan ke pembelajaran
berikutnya.

7. Cocokkanlah jawaban kalian dengan kunci
jawaban pelatihan soal. Hitunglah jawaban
yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut
untuk mengetahui tingkat penguasaan kalian
terhadap materi.

Jumlah skor perolehan
Nilai = jumlah skor maksimum x100%

Konversi tingkat penguasaan:

90 – 100% = baik sekali

80 – 89 = baik

70 – 79 = cukup

< 70 % = kurang

MENGANALISIS UNSUR FISIK DAN BATIN
DALAM PUISI TERJEMAHAN

Kegiatan Pembelajaran 1

A. Puisi Terjemahan
Puisi merupakan bentuk ekspresi seorang penyair melalui kata-kata yang

sarat dengan makna. Baik puisi terjemahan maupun puisi Indonesia, puisi pada
umumnya memiliki unsur yang sama, yaitu berupa tema dan amanat yang
merupakan salah satu unsur pembentuk puisi. Puisi terjemahan bukanlah genre
baru di dalam khazanah sastra Indonesia. Dalam menerjemahkan puisi seorang
penerjemah harus mampu menyampaikan isi dan makna yang ada di dalam
bahasa sumber.

Puisi-puisi terjemahan banyak menghadirkan ide ataupun pemikiran-
pemikiran yang relative sulit. Penerjemahan puisi tidak serta merta
mengalihkan teks puisi dari bahasa sumber ke bahasa sasaran Penerjemah
harus mempertahankan pesan karya asli dan pada waktu bersamaan harus
mempertahankan keindahan bentuk aslinya. Selain itu, di balik proses
pengalihan tersebut terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu proses
pengalihan makna dengan padanan kata yang alamiah.

1. Mengidentifikasi Puisi Terjemahan

Perhatikan puisi berikut ini.
Datang Dara, Hilang Dara

“Dara, dara yang sendiri
Berani mengembara
Mencari di pantai senja,
Dara, ayo pulang saja, dara!”

“Tidak, aku tidak mau!

Biar angin malam menderu
Menyapu pasir, menyapu gelombang
Dan sejenak pula halus menyisir rambutku
Aku mengembara sampai menemu.”

“Dara, rambutku lepas terurai
Apa yang kaucari.
Di laut dingin di asing pantai
Dara, Pulang! Pulang!”

“Tidak, aku tidak mau!
Biar aku berlagu, laut dingin juga berlagu
Padaku sampai ke kalbu
Turut serta bintang-bintang, turut serta bayu,
Bernyanyi dara dengan kebebasan lugu.”

“Dara, dara, anak berani
Awan hitam mendung mau datang menutup
Nanti semua gelap, kau hilang jalan
Ayo pulang, pulang, pulang.”

“Heeyaa! Lihat aku menari di muka laut
Aku jadi elang sekarang, membelah-belah gelombang
Ketika senja pasang, ketika pantai hilang
Aku melenggang, ke kiri ke kanan
Ke kiri, ke kanan, aku melenggang.”

“Dengarkanlah, laut mau mengamuk
Ayo pulang! Pulang dara,
Lihat, gelombang membuas berkejaran
Ayo pulang! Ayo pulang.”

“Gelombang tak mau menelan aku
Aku sendiri getaran yang jadikan gelombang,
Kedahsyatan air pasang, ketenangan air tenang
Atap kepalaku hilang di bawah busah & lumut.”

“Dara, di mana kau, dara
Mana, mana lagumu?
Mana, mana kekaburan ramping tubuhmu?
Mana, mana daraku berani?

Malam kelam mencat hitam bintang-bintang
Tidak ada sinar, laut tidak ada cahaya
Di pantai, di senja tidak ada dara
Tidak ada dara, tidak ada, tidak –

Karya: Chairil Anwar (di terjemahkan d Hsu Chih-Mo, A Song of the Seari)

Setelah membaca puisi terjemahan karya Chairil Anwar, berdasarkan
identifikasi umum baik dari segi isi, struktur maupun kebahasaan puisi
terjemahan tersebut menunjukan karakteristik sebuah puisi secara umum. Puisi
tersebut bercerita tentang kerinduan, rasa sayang, dan pada akhirnya sebuah
rasa kesepian. Pada bentuk puisi, teks puisi berbait-bait dan berlarik-larik
dengan penggunaan bahasa yang mengutamakan keindahakan bunyi dan
kepadatan makna.

Bila dikaitkan dengan pengarangnya akan tampak nama pengarangnya dan
judul asing di bawahnya yang menunjukan bahwa puisi tersebut adalah puisi
terjemahan. Dengan memperhatikan isi serta ke universalan dengan kata lain
tidak terdapat kekhasan pada puisi terjemahan masih sama seperti puisi pada
umunya.

2. Unsur-Unsur Puisi Terjemahan
a. Unsur fisik puisi terjemahan

Unsur fisik puisi adalah unsur pembangun puisi yang bersifat fisik atau
nampak dalam bentuk susunan kata-katanya. Struktur fisik puisi terdiri dari
beberapa macam, yaitu:
1) Diksi

Diksi merupakan pemilihan kata yang dilakukan oleh seorang penyair
dalam mengungkapkan puisinya sehingga didapatkan efek sesuai
dengan yang diinginkan. Pemilihan kata pada puisi sangat berkaitan
dengan makna yang ingin disampaikan oleh si penyair.
2) Perwajahan Puisi (Tipografi)
Tipografi ialah bentuk format suatu puisi, seperti pengaturan baris, tepi
kanan-kiri, halaman yang tidak dipenuhi kata-kata. Perwujutan puisi ini
sangat berpengaruh pada pemaknaan isi puisi itu sendiri.
3) Imaji
Imaji ialah susunan kata dalam puisi yang bisa mengungkapkan
pengalaman indrawi sang penyair (pendengaran, penglihatan, dan
perasaan) sehingga dapat memengaruhi audiens seolah-olah merasakan
yang dialami sang penyair.
4) Kata Kongkret
Kata konkret merupakan bentuk kata yang bisa ditangkap oleh indra
manusia sehingga menimbulkan imaji. Kata-kata yang dipakai
umumnya berbentuk kiasan (imajinatif), misalnya penggunaan kata
“salju” untuk menjelaskan kebekuan jiwa
5) Gaya Bahasa
Gaya bahasa merupakan penggunaan bahasa yang bisa menimbulkan
efek dan konotasi tertentu dengan bahasa figuratif sehingga
mengandung banyak makna. Gaya bahasa ini bisa disebut juga dengan
majas (metafora, ironi, repetisi, pleonasme, dan lain-lain).
6) Rima/Irama
Rima ialah adanya persamaan bunyi dalam penyampaian puisi, baik di
awal, tengah, maupun akhir puisi. Beberapa bentuk rima yakni :

(a) Onomatope, yakni tiruan terhadap suatu bunyi. Misalnya ‘ng’ yang
mengandung efek magis.

(b) Bentuk intern pola bunyi, yakni aliterasi, asonansi, persamaan
akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak
penuh, repetisi, dan sebagainya.

(c) Pengulangan kata, yakni penentuan tinggi-rendah, panjang-
pendek, keras-lemah suatu bunyi.

b. Unsur batin Puisi terjemahan
Struktur batin puisi bisa disebut juga sebagai hakikat suatu puisi yang

terdiri dari beberapa hal, seperti :
1) Tema

Tema adalah unsur utama dalam puisi karena dapat menjelaskan
makna yang ingin disampaikan oleh seorang penyair yang medianya
berupa bahasa.
2) Rasa
Rasa adalah sikap yang penyair terhadap suatu masalah yang
diungkapkan dalam puisi. Pada umumnya, ungkapan rasa ini berkaitan
dengan latar belakang sang penyair, misalnya agama, pendidikan, kelas
sosial, jenis kelamin, pengalaman sosial dan lain-lain.
3) Nada
Nada adalah sikap seorang penyair terhadap audiensnya serta sangat
berkaitan dengan makna dan rasa. Melalui nada, seorang penyair dapat
menyampaikan suatu puisi dengan nada mendikte, menggurui,
memandang rendah, dan sikap lainnya terhadap audiens.
4) Amanat
adalah suatu pesan yang ingin disampaikan oleh sang penyair kepada
audiensnya.

Kegiatan Belajar 2

MENELAAH

Berikut ini contoh analisis unsur batin dan fisik dalam Puisi terjemahan.
Baca dan cermatilah puisi berikut ini dengan saksama!
Huesca

Karya: chairil anwar

Jiwa di dunia yang hilang jiwa
Jiwa sayang, kenangan padamu
Adalah derita di sisiku,
Bayangan yang bikin tinjauan beku.

Angin bangkit ketika senja,
Ngingatkan musim gugur akan tiba.
Aku cemas bisa kehilangan kau,
Aku cemas pada kecemasanku.

Di batu penghabisan ke Huesca,
Pagar penghabisan dari kebanggaan kita,
Kenanglah, sayang, dengan mesra
Kau kubayangkan di sisiku ada.

Dan jika untung malang menghamparkan
Aku dalam kuburan dangkal.
Ingatlah sebisamu segala yang baik
Dan cintaku yang kekal.

(diterjemahkan dari puisi John Cornford,
Huesca)

No Analisis unsur batin puisi Analisis unsur fisik puisi
1 a. Tema a. Diksi

Tema pada puisi tersebut Diksi-diksi yang digunakan adalah
adalah perpisahan kata-kata bernada kecemasan karena
b. Rasa sebuah perpisahan.
Rasa dalam puisi tersebut Contoh:
adalah kata-kata dari seorang Aku cemas bila kehilangan kau.
penyair mengenai b. Tipografi
kecemasannya karena sebuah Puisi tersebut disusun setiap bait
perpisahan saat berperang. terdiri atas empat baris dengan
c. Nada kalimat agak Panjang.
Nada yang tergambar pada c. Imaji
puisi tersebut menceritakan

tentang kegelisahan akan Imaji yang muncul dalam puisi
berperang. tersebut adalah imaji penglihatan
d. Amanat pada kalimat aku dalam kuburan
Amanat yang disampaikan dangkal. Penyair mengajak
penyair dalam puisi tersebut pembicara untuk mleihat dirinya
jadilah seseorang yang akan apabila gugur di dalam perang.
selalu di kenang dengan d. Kata Konkret
kenangan yang baik. Kata yang digunakan penyair
diantaranya adalah kata:
- Pada kata batu yang

mengkonkretkan kecemasan
penyair ketika di medan perang.
- Kata angin yang
mengkongkretkan jika waktu
perang penyair akan tiba.
e. Bahasa Figuratif
Pada kata puisi tersebut terdapat
majas personifikasi , yaitu
menyamakan benda mati dapat
bergerak seperti manusia seperti
pada kalimat:
angin bangkit ketika senja
f. Rima
Rima pada puisi tersebut tidak
berarturan.
Pada bait pertama, a-b-b-b
Pada bait kedua, a-a-b-b
Pada bait ketiga, a-a-a-a
Pada bait keempat a-a-b-a

LATIHAN 1

Pilihlah salah satu jawaban yang benar.

1. Puisi terjemahan memiliki unsur pembangun puisi berikut ini, kecuali.....
a. Tema
b. Amanat
c. Diksi
d. Enjambemen

2. Dilihat dari bentuk penulisannya, puisi memiliki suatu tata wajah atau
penamilan khusus di atas kertas, yang biasa disebut….
a. Penampilan
b. Tipografi

c. Antropologi
d. Susunan
3. Amanat merupakan pesan dari penyair kepada pembaca atau pendengar setelah
memahami tema, bunyi, dan makna dalam puisi tersebut. Amanat dalam suatu
puisi biasanya disampaikan secara….
a. Tersirat
b. Tersurat
c. Bersampaikan
d. Terpendam
4. Perhatikan penggalan puisi berikut!
Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Nada yang ingin ditunjukan dalam puisi “sajak putih” ini adalah….
a. Kegembiraan dan kebahagiaan
b. Kesedihan
c. Keindahan
d. Kebaikan
5. Puisi merupakan karya sastra hasil ungkapan pemikiran dan perasaan manusia
yang bahasanya terikat oleh hal-hal berikut, kecuali….
a. Ragam
b. Irama
c. Matra
d. Rima
6. Perhatikan puisi terjemahan berikut ini!
………
Pendidikan…
Kau bagai ibu yang melindungi anak-anaknya
Kau mengajarkan kami melalui para guru
Kau menyediakan pilihan
Untuk tetap bergerak maju

Dalam kehidupan ada hal yang sangat berguna
Jadi saya mengatakan
Ayo pendidikan!
Membantu bangsa
Ayo pendidikan!

Karya: sylvia Chindi
Sikap penyair terhadap puisi terjemahan diatas adalah
a. Putus asa terhadap pendidikan
b. Cemas
c. Pemberontakan sistem pendidikan
d. Mendukung peran pendidikan
7. Tema yang terkandung dalam puisi terjemahan diatas adalah
a. Semangat pendidik
b. Pendidikan maju

c. Kemunduran pendidikan
d. Peranan pendidikan
8. Amanat yang terkandung dalam puisi terjemahan diatas adalah
a. Pendidikan harus dijaga untuk membantu bangsa
b. Pendidikan harus didasari dengan perasaan semangat
c. Pendidikan memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam

kemajuan bangsa
d. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang maju
9. Bacalah Kutipan Puisi Berikut !
Judul: Menyesal

Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah dimasa muda
Kini hidup meracuni hati
Miskin ilmu miskin harta
.... (A. Hasyim)

Kata petang pada larik ketiga puisi tersebut mempunyai makna lambang ...
a. Waktu sore hari
b. Kehidupan malam
c. Suasana senja
d. Masa tua
10. Persamaan bunyi yang terdapat pada bari spertama puisi di atas adalah ...
a. hilang dan melayang
b. pagiku dan hilang
c. pagiku dan melayang
d. sudah dan melayang

MENGALIHWAHANAKAN PUISI
TERJEMAHAN KE DALAM BENTUK PROSA

Kegiatan Pembelajaran 3
A. Mengalihwahanakan Puisi

Istilah alih wahana menurut Damono adalah perubahan dari jenis kesenian ke
dalam jenis kesenian lain yang secara harfiah berbeda dengan terjemahan. alih
wahana juga bisa terjadi ketika puisi di ubah ke dalam bentuk prosa atau bahkan
puisi lahir dari lukisan dan sebaliknya. Alih wahana puisi ke dalam bentuk prosa
juga disebut juga parafrase.

Penerjemahan puisi ke prosa adalah penerjemahan makna ke teks sasaran
dalam bentuk prosa. Puisi terjemahan merupakan salah satu sumber ide di dalam
penulisan prosa (cerpen atau pun novel), yang di dalamnya banyak terdapat ide
manarik dan khas untuk dialihwahanakan. Langkah awal yang di persiapkan untuk
mengalihwahanakan puisi kedalam bentuk prosa adalah sebagai berikut:

1. Menentukan ide atau tema prosa
2. Membuat sinopsis
3. Menyusun kerangka
4. Mengembangkan naskah

Dalam mengalihwahanakan puisi ke dalam bentuk prosa terdapat tahapan-
tahapan yang harus dilakukan penulis.
1. Membaca puisi terjemahan dengan seksama.
2. Menguraikan bahasa kias yang terdapat pada puisi. Terdapat beberapa cara

menguraikan bahasa kiasan, yaitu sebagai berikut:
a. Menambahkan imbuhan, banyak kata pada puisi yang pada dasarnya tidak

lengkap sebagai kata berimbuhan. Oleh karena itu, untuk memudahkan
pemahaman perlu adanya penambahan imbuhan.
b. Menyisipkan kata-kata tertentu pada kalimat yang kata-katanya di
lepaskan.
c. Mengubah susunan kalimatnya ke pola umum.
d. Mengganti tafsiran kalimat-kalimat yang sulit dimengerti.

e. Mengganti atau menjelaskan kata yang silit dipahami maknanya dengan
sinonim kata tersebut.

B. Hasil alihwahana Puisi terjemahan ke dalam bentuk Prosa
Berikut ini merupakan puisi “Mirliton” yang diterjemahkan oleh Chairil

Anwar dari puisi karya E. Du Perron. Sebelum mengalihwahanakan puisi tersebut,
bacalah puisi berikut ini dengan saksama.

MIRLITON

Karya : Chairil anwar

Kawan, jika usia kelak
Meloncer kita sampai habis-habisan,
Jika seluruh tubuh, pehong lagi bengkok,
Hanya encok tinggal menentu kemudi,
Menyerah : “Sampai sini sajalah”,
Akan menyingkirkah kita bertambur bisu
mencari jalan belakang kawan?

Ini tersurat juga bagi pengantin pilihan:
Sekeras batu laun ‘kan terkikis,
dan ini karkas, barang sewaan,
Meninggalkan kita, tidak lagi memaling –
Cukup! Berkeras sampai gerum penghabisan
Kawan.

(diterjemahkan dari puisi E. Du Perron, Mirliton)

Perhatikan hasil alihwahana puisi ke dalam bentuk prosa berikut.

Wahai kawan, jika kelak nanti usia kita habis tak tersisa. Meloncer kita sampai
habis-habisan memperjuangakan hal yang kita mau. Walaupun jika seluruh tubuh
akan pehong bahkan lagi bengkok. Hanya encok yang tinggal menentu kemudian.
Jangan sampai terucap menyerah: “sampai disini sajalah” Akankah segini
perjuangan kita, menyingkir berhambur bisu, bungkam dan mencari jalan belakang
kawan? Ini tak hanya tersurat untuk mu saja, tetapi juga bagi penggantin yang telah

menjadi pilihan. Di ibaratkan sekeras batu lambat laun pun kan terkikis habis, dan
ini jelas karkas. Ketika semua meninggalkan kita. Tak kan terulang memalingkan
muka. Cukup! Bersikeras lah sampai gerum penghabisan perjuangan kawan. Jangan
pernah menyerah.

Latihan 2

Pilihlah salah satu jawaban yang benar.

1. Bacalah puisi berikut!

Pelitaku

Guruku
Ilmu yang engkau berikan
Laksana pelita yang tak pernah padam
Menerangi jalan gulita
Agar kaki tak salah melangkah

Puisi tersebut jika diubah menjadi bentuk prosa menjadi ....
a. Guruku memberikan ilmu yang bermanfaat agar aku tidak salah

melangkah.
b. Ilmu yang guru berikan bagaikan pelita yang memberi penerangan di

gelap gulita agar kita tidak salah mengambil keputusan.
c. Guru memberikan ilmu seperti pelita yang tidak pernah padam dan

menerangi jalan yang gelap agar kaki tidak salah melangkah.
d. Guru memberikan ilmu tidak pernah mengeluh agar generasi penerus

tidak salah melangkah.

2.
Tuan konsol hantam meja dan berakata:
Kalau tidak punya pas jalan, kau resmi tidak ada.
Ah, kita lah yang dimaksudnya, sayangku, ah kitalah yang
Mdaimjaaskysaundgnyteardapat pada cuplikan puisi terjemahan tersebut adalah…
a. Repetisi
b. Metafora
c. Alegori
d. Paralelisme

3. Sebagai penyair, hal yang perlu di persiapkan pada saat megalihwahanakan
puisi terjemahan ke dalam bentuk prosa kecuali:
a. Mengganti ide atau tema prosa
b. Membuat sinopsis
c. Menyusun kerangka
d. Mengembangkan naskah

4. Perhatikan puisi terjemahan berikut ini!

MATAHARI TERBENAM

Matahari

melompat masuk ke samudera
mencium gelombang
dara molek tersipu
dan berembun
kemilau yang terpantul
di kejauhan oleh
langit barat dan biru

(karya: Sheila Gujral)
Puisi terjemahan di atas menyuarakan...

a. Kedamaian
b. Kesendirian
c. Kepasrahan
d. Kepiluan

5. Cermati puisi berikut!
Tanda Tangan Sunyi

Taufan mengamuk
Dalam gurun hatiku
Mengangkat lapisan-lapisan keluhan
Tampil di bawahnya

Lapisan luas
Penyelesaian, yang menyambung
Pada kerak dingin

Sengsara
Lapis demi lapis
Kesemuanya tercabik-cabik
dan menetes melalui genangan mata
Sehingga tanda tangan sunyi

Turun lebut
Pada canvas kosong
Hati yang itu-itu juga

(Karya: Sheila Gujral)
Puisi terjemahan diatas menyatakan…

a. Kedamaian

b. Kesendirian
c. Kebahagiaan
d. Kepiluan

6.

Sayup-sayup terdengar bunyi-bunyian
Beberapa katak bermandikan hujan
Bernyanyi bergembira riang
Sambil bercanda dan berdendang

Kalimat yang dapat mewakili bait puisi di atas adalah…

a. Suasana pagi hari itu sangat menyenangkan.
b. Pemandangan di sawah itu sangat menakjubkan
c. Berhari-hari keadaan di tempat itu sangat meriah.
d. Kami Bahagia, kami tertawa, kami sangat bahagia
7. Bangkitlah, untukmu bendera itu berkibaran, untukmu terompet membahana

Untukmu karang-karangan bunga berpita, untukmu penuh sesak pantai ini
Untukmu mereka berseru, kerumunan itu riuh rendah, semuanya mencarimu
Kemarilah Kapiten! Ayahku tercinta!
Biarkan lenganku membopong kepalamu;
Seolah mimpi, kau di geladak ini,
Terkapar dingin tak bernyawa.

Kata yang berkorelasi dengan bendera adalah …

a. Bangkitlah
b. Berpita
c. Berkibar
d. Membahana
8. Bacalah puisi berikut.

Sahabat
Katakan pada dunia
Kita adalah sahabat
Suka dan duka kita kan selalu bersama
Walau jurang memisahkan kita

Makna kata jurang pada puisi tersebut adalah ....

a. Perbedaan agama
b. Jarak pemisah
c. Lembah yang dalam
d. Sesuatu yang tak mungkin
9. Pesan yang terdapat dalam puisi berjudul “sahabat” adalah…
a. Menjalin persahabatan

b. Kesetiaan seorang sahabat
c. Persahabatan tidak terbatas jarak dan waktu
d. Sahabat setia
10. Parafrase yang tepat untuk penggalan puisi tersebut adalah ....
a. Kita ini bersahabat, kita tidak akan berjauh-jauhan. Kita selalu bersama

hingga jurang memisahkan kita.
b. Katakanlah pada dunia bahwa kita adalah sahabat yang selalu bersama

dalam keadaan suka maupun duka. Kita juga akan tetap bersama meski
jurang memisahkan kita.
c. Katakan pada dunia, kita ini sahabat setia satu selamanya.
d. Sahabat untuk selamanya. Kau dan aku sahabat untuk selama-lamanya.

UMPAN BALIK

Bagaimana Setelah kalian belajar bertahap dan berlanjut melalui kegiatan
belajar 1, 2 dan 3 ? berikut kalian akan diberikan tabel untuk mengukur diri kalian
terhadap materi yang sudah dipelajari. Jawablah sejujurnya terkait dengan
penguasaan materi pada Modul ini, dan Isilah tabel refleksi diri terhadap
pemahaman materi di tabel berikut.

Berilah tanda centang (√) pada format di bawah ini sesuai dengan jawaban
kalian!

No Pertanyaan Ya Tidak
1 Saya memahami pengertian puisi terjemahan
2 Saya dapat memahami unsur batin pada puisi

terjemahan
3 Saya dapat memahami unsur fisik pada puisi terjemahan
4 Saya dapat memberikan contoh menganalisis unsur fisik

dan batin yang terdapat pada puisi terjemahan.
5 Saya dapat menjelaskan unsur fisik dan batin puisi yang

terkandung dalam puisi terjemahan.
Keterangan:

Jika menjawab “TIDAK” pada salah satu pertanyaan di atas, maka pelajarilah
kembali materi tersebut dan pelajari ulang kegiatan belajar 2, yang sekiranya
perlu kalian

ulang dengan bimbingan Guru atau teman sejawat. Jangan putus asa untuk
mengulang lagi!

RANGKUMAN

1. Puisi merupakan bentuk ekspresi seorang penyair melalui kata-kata yang sarat
dengan makna. Penerjemahan puisi tidak serta merta mengalihkan teks puisi
dari bahasa sumber ke bahasa sasaran Penerjemah harus mempertahankan
pesan karya asli dan pada waktu bersamaan harus mempertahankan keindahan
bentuk aslinya.

2. Unsur puisi terjemahan terdiri atas unsur fisik dan unsur batin. Unsur fisik,
yaitu diksi, tipografi, imaji, kata kongkret, gaya bahasa dan rima/irama. Unsur
batin puisi, yaitu tema, rasa, nada dan amanat.

3. Alihwahana puisi ke dalam bentuk prosa merupakan penerjemahan makna ke
teks sasaran dalam bentuk prosa. Puisi terjemahan merupakan salah satu
sumber ide di dalam penulisan prosa yang di dalamnya banyak terdapat ide
manarik dan khas untuk dialihwahanakan.

4. Tahapan-tahapan dalam mengalihwahanakan puisi terjemahan kedalam prosa,
yaitu membaca puisi dengan saksama, menguraikan bahasa kiasan
(menambahkan imbuhan, menyisipkan kata, mengumah susunan, mengganti
tafsiran kalimat)

KUNCI JAWABAN

No Latihan 1 No Latihan 2
1 D1 C
2 B2 A
3 A3 A
4 A4 B
5 A5 D
6 E6B
7 D7 C
8 C8 A
9C9 B
10 A 10 C

DAFTAR PUSTAKA

Abdi, M. N. (2013, November 3). Kepada Puisi. Retrieved Januari 2022, dari Chairil
Anwar Pelopor Angkatan 45: diakses di
http://kepadapuisi.blogspot.com/2013/11/chairil-anwar-pelopor-angkatan-
45_887.html

Ahsa. (2020, November 23). MateiBindo. Retrieved Januari 18, 2022, dari 60 Contoh
Soal Puisi Pilihan Ganda dan Jawabannya:
https://www.materibindo.com/2020/11/contoh-soal-puisi.html

Ario, F. (2020). Modul Pembelajaran SMA Bahasa Indonesia. Kemendikbud.


Click to View FlipBook Version