MAKALAH PENDIDIKAN LINGKUNGAN UNTUK SD
“Pentingnya Mengajar Dengan Pendekatan Alam Sekitar”
Dosen Pengampu : Arif Syaf’i, S.Pd.I., M.Pd
Iis Munawaroh Di Usulkan Oleh: 2017
Asmaul Khoiriyah 2017
Soli Nurkarim 1786206008 2017
M. Sukandar 1766206101 2017
1786206107
1786206033
UNIVERSITAS NAHDHLATUL ULAMA LAMPUNG
LAMPUNG TIMUR
2019
1
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang,
Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
tentang Pentingnya Mengajar Dengan Pendekatan Lingkungan Alam Sekitar .
Makalah ini telah kami susun dengan semaksimal mungkin dan mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk
itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi
dalam pembuatan makalah ini. Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa
masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami
dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang Pentingnya Mengajar Dengan
Pendekatan Lingkungan Alam Sekitar ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi
terhadap pembaca.
Purbolinggo, 25 Maret 2019
Penulis
2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................................. 2
DAFTAR ISI......................................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 4
1.1 Latar Belakang.................................................................................................... 4
1.2 Rumusan Masalah ......................................................................................................... 4
1.3 Tujuan............................................................................................................................. 4
BAB II KAJIAN TEORI ............................................................................................... 5
2.1 Ruang Lingkup Pembelajaran dengan Pendekatan Lingkungan Alam Sekitar................ 5
2.2 Etika Lingkungan dan Pendidikan…………………………………......................... 5
2.3 Harapan Pembelajaran dengan Pendekatan Lingkungan Alam Sekitar………………6
2.4 Kelebihan Pembelajaran dengan Pendekatan Lingkungan Alam Sekitar …………….7
BAB III PENUTUP ..................................................................................................8
3.1 Kesimpulan.................................................................................................................8
Daftar Pustaka ...................................................................................................... 9
3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pembelajaran bukan hanya sekedar mengajar atau mentransfer ilmu dari guru
kepada siswa saja, tetapi memiliki makna yang lebih luas. Di dalam mengajar perlu
pemahaman yang cukup baik untuk mendidik seseorang diantaranya memahami cara-
cara mendidik, memahami karakteristik anak dan menentukan hal-hal yang dibutuhkan
anak, dsb. Hal ini bertujuan agar pendidikan yang dilakukan tidak hanya memenuhi satu
aspek tujuan pendidikan saja melainkan keseluruhan pendidikan dapat tercapai dengan
baik. Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan yang ada, banyak inovasi-
inovasi pembelajaran yang terus dikeluarkan dalam rangka meningkatkan mutu
pendidikan Indonesia.
Seiring dengan perkembangan zaman dan melihat kondisi atau keadaan sekarang.
Banyak ide-ide yang mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan, dan salah
satunya dalah pendidikan dengan pendekatan lingkungan alam sekitar. Pendekatan ini
terus menerus ditingkatkan dalam rangka menciptakan generasi yang tidak hanya
pandai saja, melainkan juga peduli dan mampu menjaga lingkungan dengan baik. Oleh
karena itu agar pendekatan ini dapat menciptakan hasil yang berkualitas dan tujuan
tercapai dengan baik, maka pendidik harus mampu memahami teknik-teknik mengajar
dengan pendekatan lingkungan alam sekitar.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dikaji dalam makalah ini adalah sebagai
berikut :
a. Bagaimana ruang lingkup pembelajaran dengan pendekatan lingkungan alam sekitar
?
b. Bagaimana keterkaitan etika lingkungan dan pendidikan ?
c. Apa harapan dari pembelajaran dengan pendekatan lingkungan alam sekitar ?
d. Apa kelebihan pembelajaran dengan PLAS ?
1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka didapatkan tujuan penulisan makalah ini
adalah sebagai berikut :
a. Mamahami ruang lingkup pembelajaran dengan pendekatan lingkungan alam sekitar
(PLAS)
b. Memahami keterkaitan etika lingkungan dan pendidikan
c. Memahami harapan dari pembelajaran dengan pendekatan lingkungan alam sekitar
d. Memahami kelebihan pembelajaran dengan PLAS
4
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 Ruang Lingkup Pembelajaran dengan Pendekatan Lingkungan Alam Sekitar
Pembelajaran lingkungan alam sekitar adalah pembelajaran dengan pendekatan
lingkungan alam sekitar memiliki makna bahwa pembelajaran bukan hanya sekedar
mengajarkan anak mengenai lingkungan alam melainkan kita libatkan lingkungan alam
sekitar dalam proses pembelajaran sehingga timbul rasa tanggung jawab anak terhadap
lingkungan sekitarnya. Dengan demikian hal yang menjadi kajian utama dalam
pembelajaran dengan pendekatan lingkungan alam sekitar adalah kajian mengenai etika
lingkungan.
Etika memiliki makna pola pikir seseorang mengenai suatu hal yang dapat dilihat
melalui perilaku individu tersebut dalam lingkungannya. Istilah etika ini hanya berlaku
untuk manusia sebagai makhluk yang memiliki akal dan hati, sehingga manusia yang
bijak adalah manusia yang beradab (nilai, moral). Lingkungan memiliki makna seluruh
alam beserta isinya yang terdiri atas unsur biotik (hewan, tumbuhan, manusia) dan
abiotik (tanah, udara, air, dsb) yang saling mempengaruhi satu sama lain. “Tumbuhan,
hewan, serta unsur-unsur kehidupan yang ada dibumi diciptakan lebih dahulu dan
kemudian diikuti dengan diturunkannya manusia di muka bumi ini”. Hal ini
menunjukkan bahwa sesungguhnya alam sekitar kita sangatlah memegang andil besar
dalam kehidupan kita (manusia) ini, sehingga tidak diherankan apabila orang-orang
primitif banyak yang berpola pikir bahwa alam adalah unsur alam yang mempunyai
kendali besar dalam kehidupan manusia dan mengakibatkan manusia primitif lebih
menghargai dan menjaga alam ini.
Sudjoko, dkk (2011 : 7.3) lambat laun, sikap mental (pola pikir) tersebut bergeser
sejalan dengan berkembangnya intelektualitas, keterampilan dan interaksi sosial yang
bermuara pada peradaban yang lahir dalam sejarah populasi manusia selanjutnya.
Sehingga muncullah kalimat etika lingkungan yang merupakan teguran terhadap
manusia terhadap perilaku mereka terhadap alam ini. Karena sesungguhnya alam ini
akan memunculkan perilaku yang tak terduga dengan atas ijin Allah SWT. Oleh karena
itu dewasa ini marak sekali ditekankan pendidikan lingkungan hidup atau pembelajaran
dengan pendekatan lingkungan alam sekitar, sebagai bentuk upaya untuk mengurangi
krisis mental manusia terhadap alam ini.
2.2 Etika Lingkungan dan Pendidikan
Etika lingkungan erat kaitannya dengan pendidikan, bagaikan uang logam yang
terdiri atas dua sisi yang tidak dapat terpisahkan. Etika lingkungan lebih
menitikberatkan terhadap nilai-nilai moral yang harus ditanamkan kepada umat
manusia. Dan melalui pendidikan nilai-nilai tersebut dapat ditanamkan dengan mudah
kepada anak-anak bangsa.
5
Sudjoko (2011 : 7.10) Pendidikan etika lingkungan ini merupakan suatu upaya
untuk merubah cara pandang, pemahaman, dan perilaku mereka terhadap alam sehingga
mereka dapat berfikir, merasakan, memilih dan mengambil keputusan, serta bertindak
penuh pertimbangan dan tanggung jawab dalam memanfaatkan, mengelola dan
menyelesaikan masalah lingkungan hidupnya kelak. Adapun pendekatan pembelajaran
untuk menanamkan etika lingkunga kepada anak dapat dilakukan sebagai berikut :
A. Deep Ecology
Deep Ecology adalah istilah yang dikemukakan oleh Arne Naes yang ber-
orientasi terhadap teori Ekosentris dimana menuntut etika yang tidak hanya berpusat
pada manusia, tetapi pada makhluk hidup secara keseluruhan dalam kaitannya
mengatasi permasalahan lingkungan hidup (Rizki Wan Okta Bina).
Implementasi deep ecology dalam pendidikan baik formal ataupun nonformal,
subjek didik (peserta didik) akan dihadapkan pada permasalahan lingkungan yang
ada di lingkungan mereka dan diajak untuk memecahkan permasalahan tersebut,
dengan memberdayakan seluruh potensi yang ada pada peserta didik baik potensi
kognitif, afektif, psikomotor, intrapersonal dan interpersonal bahkan spiritual
(Sudjoko, 2011 : 7.10-7.11).
Dengan demikian diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak
dini dan menanamkan pembiasaan peduli terhadap lingkungan dengan cara
melibatkan anak-anak secara aktif terhadap permasalahan lingkungan yang berada
disekitar mereka, sehingga etika terhadap lingkungan dapat dipahami dengan baik
oleh anak-anak.
B. Fieldtrip atau Studi Wisata
Kegiatan ini adalah kegiatan yang dilakukan diluar lingkungan sekolah dan
biasanya lokasi wisata yang dikunjungi erat kaitannya dengan pengetahuan yang
harus dipahami oleh peserta didik. Namun kegiatan ini sangat jarang dilakukan
karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan tidak dianjurkan untuk
melakukan kegiatan ini secara terus-menerus, karena dikhawatirkan akan
menimbulkan protes dari wali murid peserta didik.
Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan sebagai refreshing siswa dan untuk
menumbuhkan semangat belajar yang baru karena telah berkunjung ke tempat yang
dapat memacu motivasi belajar mereka. Kunjungan wisata tersebut bukan hanya
untuk kesenangan atau hiburan semata, melainkan siswa diberikan tugas untuk
membuat laporan kunjungan wisata yang sedang dilakukan. Hal ini menunjukkan
bahwa kegiatan yang dilakukan diluar ruangan bukan hanya sekedar bermain-main
saja, tetapi dapat pula menambahkan pemahaman siswa tentang suatu hal.
Melalui pendekatan ini maka siswa akan memperoleh pemahaman melalui
pengalaman secara langsung. Dimana seluruh panca indera peserta didik akan
digunakan untuk menumbuhkan rasa keingintahuan mereka dan juga digunakan
6
untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari hasil pengamatan
mereka.
C. Inkuiri
Pembelajaran inkuiri adalah suatu bentuk pembelajaran aktif, di mana kemajuan
dinilai dengan bagaimana siswa mengembangkan keterampilan, eksperimental, dan
analitik dari pada seberapa banyak pengetahuan yang mereka miliki. Dan mencakup
keinginan bahwa pembelajaran seharusnya didasarkan pada pertanyaan-pertanyaan
siswa.
Inkuiri merupakan kegiatan mencari data-data lain, biasanya melalui proses
sebagai berikut : (a) dengan membuat pertanyaan-pertanyaan, yang dilanjutkan
dengan proses investigasi. Proses penemuan (discovery) terjadi ketika investigator,
yang dalam hal ini adalah anak didik, mendapatkan pengetahuan atau menyadari
tentang sesuatu yang sebelumnya tidak dikenal atau diketahuinya. (b) proses inkuiri
dan penemuan, saling berkaitan dan menunjang proses pemecahan masalah tentang
hal-hal yang merupakan bagian penting untuk dipelajari dan dipahami.
Penggunaan pendekatan inkuiri dalam pembelajaran lingkungan alam sekitar
ini, pada hakekatnya bertujuan untuk membimbing anak didik agar dapat mencari
sesuatu hal yang belum ia ketahui dan mencari bagaimana cara menyelesaikannya.
D. Problem Solving
Problem solving atau pemecahan masalah adalah sebuah metode pembelajaran
yang berupaya membahas permasalahan untuk mencari pemecahan atau
jawabannya.
Metode ini juga digunakan untuk memotivasi siswa agar mampu menggunakan
pengetahuannya untuk memecahkan masalah yang dihadapi ataupun untuk
menjawab suatu pertanyaan akan berbeda dengan metode yang digunakan untuk
tujuan agar siswa mampu berpikir dan mengemukakan pendapatnya sendiri di
dalam menghadapi persoalan. Masalah yang diberikan harus yang pemecahannya
terjangkau oleh kemampuan siswa. Masalah yang diluar jangkauan kemampuan
siswa dapat menurunkan motivasi mereka.
Pembelajaran pemecahan masalah adalah suatu kegiatan yang didesain oleh
guru dalam rangka memberi tantangan kepada siswa melalui penugasan atau
pertanyaan matematika (Tim PPPG Matematika, 2005:93).
2.3 Harapan Pembelajaran dengan Pendekatan Lingkungan Alam Sekitar
Setiap pembelajaran yang dilakukan haruslah memiliki tujuan ataupun capaian yang
dihasilkan dari proses pembelajaran tersebut, dengan demikian maka pembelajaran
tersebut akan dapat dikatakan berhasil. Begitu pula dengan pembelajaran PLAS yang
memiliki tujuan ataupun capaian yaitu mampu membentuk manusia yang memiliki
kepekaan, kepedulian, dan komitmen yang tinggi terhadap lingkungan dan pemecahan
masalah-masalah lingkungan, sehingga mampu menciptakan dan mewujudkan
7
keberlanjutan bumi yang sehat, sejahtera, dan berdaya guna sepanjang waktu (Sudjoko,
2011:7.11).
Dengan harapan yang begitu besar harus didukung dengan kemampuan guru atau
pendidik untuk dapat mampu membimbing dan mendidik anak didik-nya agar mampu
memiliki etika lingkungan. Selain guru, untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka
pembelajaran ini juga harus dapat dilakukan dilingkungan rumah, melalui interaksi
orang tua dengan anak-nya dengan mengajarkan hal-hal sederhana namun memberikan
makna yang luas jika dilakukan secara kontinue dan dalam jumlah besar. Yakinlah
bahwa kita bisa memperbaiki seluruh kesalahan kita dengan bekerja sama untuk
memperbaikinya, “Usaha dan Do’a” adalah kunci untuk perubahan di dunia ini.
2.4 Kelebihan Pembelajaran dengan Pendekatan Lingkungan Alam Sekitar
Walaupun pembelajaran dengan pendekatan lingkungan alam sekitar sangat jarang
dilakukan di pendidikan formal pada umumnya. Namun sangat disayangkan apabila
pendekatan ini tidak dilakukan atau diimplementasikan dengan baik di sekolah, karena
dengan pendekatan ini siswa akan merasa lebih nyaman untuk melakukan proses
pembelajaran. Adapun kelebihan pembelajaran dengan pendekatan lingkungan alam
sekitar menurut Lily Barlia (2014 : 34-35), antara lain sebagai berikut :
a. Anak akan lebih cepat memahami materi pelajaran
b. Mampu menumbuh kembangkan kepribadian peserta didik
c. Pembelajaran akan lebih bermakna
d. Memotivasi anak untuk belajar
e. Akan memunculkan banyak argumen atas materi yang sedang dipelajari
f. Melatih keterampilan anak dalam memecahkan suatu permasalahan
8
BAB III
KESIMPULAN
Mengajar dengan pendekatan lingkungan alam sekitar memiliki makna yang lebih
luas, bukan hanya sekedar mengajarkan anak mengenai lingkungan alam melainkan kita
libatkan lingkungan alam sekitar dalam proses pembelajaran sehingga timbul rasa tanggung
jawab anak terhadap lingkungan sekitarnya. Pembelajaran ini akan berlangsung dengan
sangat menyenangkan apabila ada kesiapan baik dari guru ataupun seluruh instrumen
pembelajaran yang mendukung, sehingga generasi yang memiliki etika terhadap
lingkungan akan terbentuk dengan sangat baik dan diharapkan mampu menciptakan
individu yang mampu hidup dan mengembangkan masyarakat serta lingkungan alam
sekitarnya
9
DAFTAR PUSTAKA
Barlia, Lily. 2014. Mengajar dengan Pendekatan Lingkungan Alam Sekitar. Subang
: Royyan Press. Sudjoko, dkk. 2011. Pendidikan Lingkungan Hidup. Jakarta : Universitas
Terbuka. Nasar , Adrianus. Pendekatan Inkuiri Dalam Pembelajaran Sains. 27 Februari
2011. Dapat diakses di : http://wwwpojokfisikauniflorblogspot.co.id/2011/02/pendekatan-
inkuiri-dalam-pembelajaran.html?m=1. Diakses pada 25 Maret 2019, jam 20:12.
Aisyah, dkk. Problem Based Learning dan Problem Solving. 28 Juli 2011. Dapat diakses
pada:http://susantojk.blogspot.co.id/2011/07/problem-based-learning-dan-
problem.html?m=1 . Diakses pada 25 maret 2018, jam 20:15.
Anomim.Contoh Laporan PTK IPA SD: Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar
Siswa Menggunakan Pendekatan Problem Solving Siswa dalam Pembelajaran IPA pada
Konsep Fotosintesis di Kelas V SD. 28 Juni 2011.Dapat diakses pada :
http://senengemaca.blogspot.co.id/2011/06/contoh-laporan-ptk-ipa-sd-peningkatan.
html?m=1. Diakses pada 25 Maret 2019, jam 20:30.
Bina, Rizki Wan Okta. Deep Ecology dan Etika Lingkungan dalam Islam. 1 May
2011. Dapat diakses pada : http://www.lintasgayo.com/23663/deep-ecology-dan-etika-
lingkungan-dalam-islam.html. Diakses pada 25 maret 2019, jam 20:45.
10