UNIVERSITAS MUSAMUS FKIP-PGSD Draf E-Modul Pengembangan Konsep
Dasar IPA
dapat tegak atau terbalik. Untuk ukuran sifat bayangan pada cermin dan lensa dapat lebih
besar dari benda (diperbesar) atau lebih kecil dari benda (diperkecil).
Cermin adalah sebuah benda dengan permukaan licin dan mengkilap yang mampu
memantulkan cahaya sehingga dapat membentuk bayangan. Lensa adalah benda tembus
cahaya yang dibatasi oleh bidang lengkung dengan kemampuan membelokkan/membiaskan
berkas cahaya yang melewatinya. Cermin dan lensa memiliki karakteristik yang berbeda
dalam memproses cahaya yang mengenainya sehingga membuat sifat bayangan pada cermin
dan lensa dapat berbeda-beda.
Cermin terdiri dari tiga jenis yang meliputi cermin datar, cermin cembung, dan cermin
cekungSe. dangkan lensa terdiri dari dua jenis yaitu lensa cembung dan lensa cekung.
Gambaran bentuk cermin dan lensa sesuai dengan bentuk-bentuk berikut.
Gambar 6.5 Jenis-jenis cermin
Sumber: https://idschool.net/wp-content/uploads/2020/07/Cermin-dan-Lensa.jpg
Cermin memiliki permukaan yang licin dan mengkilap yang terdiri dari tiga jenis cermin
yaitu cermin datar, cermin cekung, dan cermin cembung. Sinar yang mengenai permukaan
cermin akan dipantulkan sehingga dapat terbentuk bayangan suatu benda. Pemantulan sinar
yang mengenai permukaan setiap jenis cermin berbeda, sehingga bayangan yang terbentuk
juga akan berbeda.
a. Cermin Datar
Cermin datar adalah sebuah cermin yang permukaannya memiliki pantuan berupa sebuah
bidang datar. Cermin datar sangat mudah dijumpai di sekitar. Pemanfaatan cermin datar
paling umum digunakan untuk melihat penampilan ketika bercermin. Hal ini dikarenakan
bayangan yang dihasilkan cermin datar yang menyerupai bayangan asli dengan posisi yang
PGSD Page 43
UNIVERSITAS MUSAMUS FKIP-PGSD Draf E-Modul Pengembangan Konsep
Dasar IPA
saling berkturkar antara kiri dan kanan. Seperti tangan kanan pada bayangan menjadi tangan
kiri, begitu juga sebaliknya.
Cermin datar memiliki sifat – sifat yaitu sebagai berikut :
Jarak bayangan ke cermin sama dengan jarak benda ke cermin
Tinggi bayangan yang terbentuk sama dengan tinggi bendanya
Bayangan yang dibentuknya maya, karena terletak di belakang cermin yang dibentuk
oleh perpanjangan perpotongan sinar pantul
Bayangan yang dihasilkan cermin datar memiliki sifat maya, tegak, dan sama besar
Gambar 6.6 sifat cermin datar
Sumber: https://3.bp.blogspot.com/- /cermin_datar.jpg
b. Cermin Cembung
Cermin cembung merupakan cermin yang memiliki permukaan bidang pantulnya berupa
sebuah kelengkungan yang sferis, dapat berupa permukaan cembung.
Cermin cembung memiliki sifat bayangan benda pada menyebarkan berkas sinar/cahaya
(divergen). Cermin cembung memiliki titik fokus dan titik pusat kelengkungan cermin yang
berada di belakang cermin. Sebagai penanda, nilai fokus pada cermin cembung selalu negatif
karena letaknya berada di belakang cermin.
Ruang di belakang cermin cembung di bagi menjadi tiga bagian, yaitu ruang I, II, dan III.
Antara cermin dan cermin dan titik fokus merupakan bagian dari ruang I. Ruang antara titik
fokus dan titik pusat kelengkungan cermin adalah ruang II. Bagian terakhir dari ruang di
belakang cermin cembung adalah ruang III, yaitu ruang yang berada dibelakang titik
kelengkungan cermin sampai titik tak berhingga.
Sedangkan ruang pada bagian depan cermin merupakan ruang IV. Benda pada cermin
cembung umumnya berada pada ruang IV dan bayangan yang terbentuk jatuh pada ruang I di
PGSD Page 44
UNIVERSITAS MUSAMUS FKIP-PGSD Draf E-Modul Pengembangan Konsep
Dasar IPA
belakang cermin. Kondisi ini yang menyebabkan sifat bayangan pada cermin cembung
memiliki sifat yang sama, dimanapun letak bendanya.
Sifat bayangan yang dihasilkan oleh cermin cembung selalu maya, tegak, dan
diperkecil.
Gambar 6.7 Sifat cermin cembung
c. Cermin Cekung
Cermin Cekung merupakan cermin yang permukaannya cekung dan memiliki sifat yang
konvergen (mengumpulkan sinar). Cermin cekung dapat membentuk bayangan nyata dan
semu dari sebuah benda. Bayangan nyata terbentuk kalau benda jauh dari cermin.
Sifat dari cermin cekung adalah mengumpulkan berkas sinar/cahaya (konvergen).
Letak titik fokus cermin cekung tidak seperti cermin cembung yang berada di belakang
cermin. Posisi titik fokus cermin cekung berada di depan cermin pada sumbu utama. Sebagai
penanda, nilai fokus cermin cerkung adalah positif karena letaknya berada di depan cermin.
Cermin cekung adalah cermin yang permukaannya melengkung ke dalam. Cermin cekung
sering digunakan pada lampu sorot di lampu mobil dan sifatnya mengumpulkan cahaya. Sifat
bayangan cermin cekung sebenarnya tergantung pada letak benda.
- Jika benda berada di ruang I bayangan maya tegak dan diperbesar.
- Benda di ruang II maka bayangannya nyata, terbalik dan diperbesar.
- Kalau benda berada di ruang III maka bayangan nyata, terbalik dan diperkecil.
Sedangkan bagian belakang dari cermin cekung semuanya merupakan ruang IV.
Jika letak benda dekat dari cermin cekung, maka bayangannya berbentuk maya, lebih
besar, dan tegak.
Sifat bayangan yang dihasilkan oleh cermin cekung dapat berbeda-beda berdasarkan
letak benda di depan cermin. Bayangan benda yang berada pada benda yang diletakkan pada
ruang I akan berbeda dengan benda pada ruang II, begitu juga untuk posisi benda pada ruang
PGSD Page 45
UNIVERSITAS MUSAMUS FKIP-PGSD Draf E-Modul Pengembangan Konsep
Dasar IPA
lainnya. Satu hal yang dapat dipastikan adalah jumlah ruang letak benda (pada ruang I, II, II)
dan ruang bayangan benda sama dengan 5.
Tabel ringkasan sifat bayangan benda pada cermin cekung diberikan seperti berikut.
Gambar 6.8 Sifat cermin cekung
Sumber: https://media.suara.com/pictures/sifat-cermin-cekung-dok-kemendikbud.webp
Ayo Kerjakan Soal Berikut Ini!
1. Cahaya 1. Apa yang menyebabkan cahaya
2. Sifat-sifat cahaya dapat mengalami pembiasan?
3. Pembentukan
2. Bagaimana sifat bayangan pada
cahaya pada cermin datar?
cermin dan lensa
3. Jelaskan sifat dari cermin
cembung!
4. Jelaskan sifat dari cermin
cekung!
5. Pada saat seseorang tidak bisa
melihat jarak dekat. Lensa apa
yang pas untuk digunakan?
Jelaskan!
PGSD Page 46
UNIVERSITAS MUSAMUS FKIP-PGSD Draf E-Modul Pengembangan Konsep
Dasar IPA
Setelah saya mempelajari materi tersebut, saya
dapat merangkum:
1.
2.
3.
4.
5.
PGSD Page 47
UNIVERSITAS MUSAMUS FKIP-PGSD Draf E-Modul Pengembangan Konsep
Dasar IPA
BAB VII
GAYA DAN PESAWAT SEDERHANA
A. Sub Capaian Mata Kuliah
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa mampu:
Menganalisis gaya dan pesawat sederhana
Menerapkan gaya dan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari
B. Uraian Materi
Gaya dan pesawat ? Menerapkan Gaya dan
Sederhana pesawat Sederhana
dalam kehidupan sehari-
hari
1. Gaya dan Pesawat Sederhana
Pernahkah kamu mendengar tentang gaya dan pesawat sederhana? Sebelumnya, mari
perhatikan video berikut ini!
https://youtu.be/u-Mg96j_T3s
Setelah kamu melihat video tersebut, Apakah kamu sudah paham tentang gaya dan pesawat
sederhana?. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas!
Pernah kah kamu memindahkan meja dengan cara mendorongnya? Pada saat kamu
mendorong meja tersebut membutuhkan yang namanya gaya. Gaya merupakan tarikan atau
dorongan yang mempengaruhi keadaan suatu benda.
2. Menerapkan Gaya dan Pesawat Sederhana dalam Kehidupan Sehari-hari
-Video pembelajaran
- Melakukan praktikum terkait materi Pesawat sederhana
- Melakukan diskusi
- Mengerjakan soal-soal
- Merangkum materi
PGSD Page 48
UNIVERSITAS MUSAMUS FKIP-PGSD Draf E-Modul Pengembangan Konsep
Dasar IPA
BAB VIII
PERPINDAHAN PANAS
A. Sub Capaian Mata Kuliah
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa mampu:
Menganalisis berbagai cara perpindahan panas
Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perpindahan panas
B. Uraian Materi
Perpindahan Panas ? Faktor-faktor yang
mempengaruhi
perpindahan panas
1. Perpindahan Panas
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi perpindahan panas
-Video pembelajaran
- Melakukan praktikum terkait materi perpindahan panas
- Melakukan diskusi
- Mengerjakan soal-soal
- Merangkum materi
PGSD Page 49
UNIVERSITAS MUSAMUS FKIP-PGSD Draf E-Modul Pengembangan Konsep
Dasar IPA
BAB IX
LISTRIK STATIS
A. Sub Capaian Mata Kuliah
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa mampu:
Menganalisis muatan listrik
Menganalisis hukum coulomb dalam kehidupan sehari-hari
B. Uraian Materi
?Muatan listrik Hukum coulomb
dalam kehidupan
sehari-hari
1. Pengertian Muatan Listrik
2. Hukum coulomb dalam kehidupan sehari-hari
-Video pembelajaran
- Melakukan praktikum terkait materi listrik
- Melakukan diskusi
- Mengerjakan soal-soal
- Merangkum materi
PGSD Page 50
UNIVERSITAS MUSAMUS FKIP-PGSD Draf E-Modul Pengembangan Konsep
Dasar IPA
BAB X
LISTRIK DINAMIS
A. Sub Capaian Mata Kuliah
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa mampu:
Menganalisis besaran listrik
Menganalisis rangkaian listrik
Menganalisis hukum Ohm dan Kirchooff
B. Uraian Materi
Rangkaian listrik
Besaran listrik ?
Hukum Ohm dan
Kirchooff
1. Besaran Listrik
2. Rangkaian Listrik
3. Hukum Ohm dan Kirchooff
-Video pembelajaran
- Melakukan praktikum terkait materi Rangkain listrik
- Melakukan diskusi
- Mengerjakan soal-soal
- Merangkum materi
PGSD Page 51
UNIVERSITAS MUSAMUS FKIP-PGSD Draf E-Modul Pengembangan Konsep
Dasar IPA
BAB XI
ENERGI
A. Sub Capaian Mata Kuliah
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa mampu:
Menganalisis energi dalam kehidupan sehari-hari
menganalisis manfaat energi dalam kehidupan sehari-hari
B. Uraian Materi
Energi ? Manfaat energi dalam
kehidupan sehari-hari
1. Pengertian Energi
2. Manfaat Energi dalam Kehidupan Sehari-hari
-Video pembelajaran
- Melakukan praktikum terkait materi energi
- Melakukan diskusi
- Mengerjakan soal-soal
- Merangkum materi
PGSD Page 52
UNIVERSITAS MUSAMUS FKIP-PGSD Draf E-Modul Pengembangan Konsep
Dasar IPA
BAB XII
MAGNET
A. Sub Capaian Mata Kuliah
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa mampu:
Menganalisis sifat-sifat magnet
membuat magnet buatan
B. Uraian Materi
Sifat-sifat magnet ?
Magnet buatan
1. Pengertian Magnet dan sifat-sifatnya
2. Magnet Buatan
-Video pembelajaran
- Melakukan praktikum terkait materi magnet
- Melakukan diskusi
- Mengerjakan soal-soal
- Merangkum materi
PGSD Page 53
UNIVERSITAS MUSAMUS FKIP-PGSD Draf E-Modul Pengembangan Konsep
Dasar IPA
BAB XIII
BUMI DAN ALAM SEMESTA
A. Sub Capaian Mata Kuliah
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa mampu:
Menganalisis susunan tata surya
menganalisis gerakan bumi dan bulan
B. Uraian Materi
Susunan tata surya ? Gerakan bumi dan bulan
1. Tata Surya
2. Gerakan bumi dan Bulan
-Video pembelajaran
- Melakukan praktikum terkait materi susunan tata surya
- Melakukan diskusi
- Mengerjakan soal-soal
- Merangkum materi
PGSD Page 54
UNIVERSITAS MUSAMUS FKIP-PGSD Draf E-Modul Pengembangan Konsep
Dasar IPA
BAB XIV
MATERI DAN PERUBAHANNYA
A. Sub Capaian Mata Kuliah
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa mampu:
Menganalisis konsep zat / materi
Menganalisis klasifikasi zat / materi
Menganalisis pemisahan campuran
B. Uraian Materi
Konsep zat/materi ? Klasifikasi zat / materi
Pemisahan campuran
1. Pengertian Zat /Materi
2. Kalsifikasi zat/Materi
3. Pemisahan campuran
-Video pembelajaran
- Melakukan praktikum terkait materi Pemisahan campuran
- Melakukan diskusi
- Mengerjakan soal-soal
- Merangkum materi
PGSD Page 55
UNIVERSITAS MUSAMUS FKIP-PGSD Draf E-Modul Pengembangan Konsep
Dasar IPA
BAB XV
ASAM, BASA DAN GARAM
A. Sub Capaian Mata Kuliah
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa mampu:
Menganalisis perbedaan asam, basa, dan garam
Menganalisis penerapan asam, basa, dan garam dalam kehidupan sehari-hari.
B. Uraian Materi
Penerapan asam, basa,
?Asam, basa, dan garam dan garam dalam
kehidupan sehari-hari.
1. Pengertian Asam, Basa, dan Garam
2. penerapan asam, basa, dan garam dalam kehidupan sehari-hari.
-Video pembelajaran
- Melakukan praktikum terkait materi menguji asam dan basa pada benda
- Melakukan diskusi
- Mengerjakan soal-soal
- Merangkum materi
PGSD Page 56
UNIVERSITAS MUSAMUS FKIP-PGSD Draf E-Modul Pengembangan Konsep
Dasar IPA
DAFTAR PUSTAKA
Giancoli, Douglas c. 2014. FISIKA EDISI KETUJUH JILID I. Jakarta. ERLANGGA
Ginting, Syahfitriani. 2019. Pengembangan Media Video Praktikum IPA Berbasis
Pendekatan Saintifik Topik Klasifikasi zat dan Perubahannya di Kelas VII SMP. Masters
thesis: UNIMED
Ishaq, Mohamad.2007. FISIKA DASAR ELEKTIVITAS & MAGNETISME.
Yogyakarta:GRAHA ILMU.
Kustaman, Rusli. 2017. BUNYI DAN MANUSIA. Vol. 1, No. 2: Hal. 117-124: ProTVF
Mukhlish. 2017. PEMBELAJARAN MODEL INQUIRI. TERBIMBING MATERI BESARAN
DAN SATUAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS DAN
HASIL BELAJAR MAHASISWA. Vol. 1. No.1: Lantanida Journal.
Ruwanto, Bambang.2009. Asas-asas Fisika 2A. Yogyakarta: Yudhistira.
Salam, Agus. 2007. Ensiklopedia Fisika Listrik dan Magnet. Jakarta: Geneca Exact.
Soeyati, Sri dan Agus Salam. 2007. Ensiklopedia Fisika Gaya, usaha, dan Energi. Jakarta:
Geneca Exact.
Strathern, Paul. 2002. Newton dan Gravitasi. Jakarta: Erlangga.
SEQIP, Tim. 2002. Buku IPA Guru Kelas 4. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
SEQIP, Tim. 2002. Buku IPA Guru Kelas 5. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
SEQIP, Tim. 2002. Buku IPA Guru Kelas 6. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Sutarno.2013. FISIKA untuk UNIVERSITAS. Yogyakarta. GRAHA ILMU
https://id.wikipedia.org/wiki/Besaran_fisika
https://id.wikipedia.org/wiki/Gerak.
https://id.wikipedia.org/wiki/Cahaya
https://mediaindonesia.com/humaniora/439005/pengertian-cahaya-beserta-macam-macam-
sifatnya
PGSD Page 57