The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Rezky Putri, 2020-10-26 11:31:00

Tanti

MEDICAL BOOK










TANTI JULIANTI



ZT. ALFINA NUR

















































“Diet pemeriksaan adalah diet yang diberikan kepada

seseorang sebelum dilakukannya pemeriksaan”

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha
Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-

Nya kami dapat menyelesaikan modul kesehtan tentang Diet
Pemeriksaan ini dengan baik meskipun banyak kekurangan

didalamnya



Kami sangat berharap model ini dapat berguna dalam

rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai

Jenis Diet Pemeriksaan. Kami juga menyadari sepenuhnya
bahwa di dalam modul ini terdapat kekurangan dan jauh dari

kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik,

saran dan usulan demi perbaikan modul yang telah kami buat
di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang

sempurna tanpa saran yang membangun.



Semoga modul sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun

yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila

terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami
memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di

masa depan.





















DIET PEMERIKSAAN

Daftar Isi







BAB I ................................................................................................................................................... 2

PENDAHULUAN ............................................................................................................................... 2
A. Latar Belakang ........................................................................................................................... 2
B. Rumusan Masalah ...................................................................................................................... 2

C. Tujuan ......................................................................................................................................... 2
BAB II .................................................................................................................................................. 3

PEMBAHASAN .................................................................................................................................. 3
1. Pengertian Diet Pemeriksaan ..................................................................................................... 3
2. Jenis-Jenis Diet Pemeriksaan ..................................................................................................... 3

a) Diet pemeriksaan kolonoskopi .............................................................................................. 3
b) Diet pemeriksaan pra-esophagogastroduodenoscopy ............................................................ 3

c) Diet pemeriksaan pra dan pasca ERCP ................................................................................. 3
d) Diet pemeriksaan pasca-ligasi ............................................................................................... 3

e) Diet pemeriksaan pra dan pasca argon plasma coagulation ................................................... 3
f) Diet pemeriksaan tindakan ablasi tiroid ................................................................................ 3
g) Diet pemeriksaan benzidin .................................................................................................... 3

h) Diet pemeriksaan pielografi intravenus ................................................................................. 3
i) Diet pemeriksaan kolesistografi ............................................................................................ 3

j) Diet pemeriksaan tes toleransi glukosa oral (TTGO) ............................................................ 3
k) Diet pemeriksaan keseimbangan lemak ................................................................................ 3
3. Pengertian dan Tujuan Diet serta Syarat/Prinsip Diet dari Berbagai Jenis Diet
Pemeriksaan .................................................................................................................................... 3

4. Makanan Yang dianjurkan dan Makanan Yang Tidak dianjurkan .................................... 13
BAB III .............................................................................................................................................. 17

PENUTUP ......................................................................................................................................... 17
A. Kesimpulan ............................................................................................................................... 17
B. Saran ......................................................................................................................................... 17













1 DIET PEMERIKSAAN

BAB I

PENDAHULUAN



A. Latar Belakang

Diet merupakan kegiatan yang sedang menjadi tren, terutama bagi yang

memiliki kelebihan berat badan. Banyak yang menganggap diet itu adalah memangkas
waktu makan atau bahkan tidak makan sama sekali agar berat badan cepat turun. Ini

adalah anggapan yang sama sekali tidak benar, diet yang sebenarnya adalah mengatur

pola makan dan memilah jenis makanan sehat yang seharusnya dikonsumsi untuk
menunjang penurunan berat badan.

Pengaturan pola makan adalah hal terpenting dalam menjalankan diet.
Keseimbangan antara kebutuhan nutrisi dan jumlah energi yang dibakar dalam tubuh

harus seimbang sehingga akan menghasilkan berat badan yang ideal pula. Kebiasaan

hidup sehat terutama berolahraga juga sangat menunjang keberhasilan diet. Diet yang
dilakukan hanya dengan mengurangi jumlah makan atau bahkan tidak makan sama

sekali, jika tidak diimbangi dengan kebiasaan hidup sehat dan pola makan yang benar,
hanya akan memberikan gangguan kesehatan pada tubuh.


B. Rumusan Masalah
1. apa yang dimaksud dengan diet pemeriksaan?

2. apa saja jenis-jenis diet pemeriksaan?
3. apa pengertian dan tujuan serta syarat/prinsip dari berbagai macam diet pemeriksaan?

4. apa saja makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan/dibatasi pada berbagai jenis

diet pemeriksaan?

C. Tujuan
1. untuk mengetahui pengertian dari diet pemeriksaan

2. untuk mengetahui jenis-jenis diet pemeriksaan

3. untuk mengetahui pengertian dan tujuan serta syarat/prinsip dari berbagai macam
diet pemeriksaan

4. untuk mengetahui makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan/dibatasi pada

berbagai jenis diet pemeriksaan.







2 DIET PEMERIKSAAN

BAB II

PEMBAHASAN


1. Pengertian Diet Pemeriksaan
Diet pemeriksaan adalah diet yang diberikan kepada seseorang sebelum dilakukannya

pemeriksaan.


2. Jenis-Jenis Diet Pemeriksaan

a) Diet pemeriksaan kolonoskopi
b) Diet pemeriksaan pra-esophagogastroduodenoscopy

c) Diet pemeriksaan pra dan pasca ERCP

d) Diet pemeriksaan pasca-ligasi
e) Diet pemeriksaan pra dan pasca argon plasma coagulation

f) Diet pemeriksaan tindakan ablasi tiroid
g) Diet pemeriksaan benzidin

h) Diet pemeriksaan pielografi intravenus
i) Diet pemeriksaan kolesistografi

j) Diet pemeriksaan tes toleransi glukosa oral (TTGO)

k) Diet pemeriksaan keseimbangan lemak
3. Pengertian dan Tujuan Diet serta Syarat/Prinsip Diet dari Berbagai Jenis Diet
Pemeriksaan

a) Diet pemeriksaan kolonoskopi
Kolonoskopi adalah prosedur diagnostik untuk mengetahui kelainan pada kolon dengan

menggunakan alat endoskopi, yaitu lensa serat optik yang sangat lentur yang
dimasukkan melalui anus (dubur) sampai menjangkau usus besar atau kolon.

Pemeriksaan kolonoskopi bertujuan memeriksa keadaan dinding usus besar dari adanya

polip atau kelainan yang dicurigai sebagai keganasan. Sebelum menjalankan
pemeriksaan atau tindakan pasien dianjurkan untuk menjalani diet guna persiapan

kolonoskopi.
 Pengkajian Gizi














3 DIET PEMERIKSAAN

Penerapan diet pada pemeriksaan kolonoskopi bukan untuk keperluan terapi melainkan

untuk diagnostik sehingga pengkajian gizi
yang dilakukan mengikuti proses asuhan

gizi sebelumnya. Beberapa hal yang perlu
diperhatikan antara lain:

- Riwayat alergi

- Penggunaan obat alergi, obat oral anti-
diabetes (OAD), insulin, dan obat

pengencer darah
- Resiko dehidrasi jika pasien tidak

patuh terhadap aturan minum setelah

konsumsi obat pencahar
- Kondisi ginjal pasien, kemampuan minum dalam jumlah banyak atau adanya

anjuran membatasi jumlah minuman setiap hari dari dokter
 Tujuan Diet

Tujuan diet ini untuk memberikan makanan secukupnya yang meninggalkan sisa
minimal dalam usus agar pada saat pemeriksaan kolonoskopi, usus besar dalam

keadaan bersih atau tidak ada sisa makanan sehingga hasil pemeriksaan kolonoskopi

akurat
 Syarat/Prinsip Diet

- Energi dan protein sesuai kebutuhan atau sedikit diatas kebutuhan basal
- Rendah sisa agar kolon menjadi bersih. Diet mengandung serat makanan kurang

dari 10 gram/hari selama 1-3 hari sebelum tindakan kolonoskopi. Diet juga rendah
atau bebas lemak dan laktosa jika diketahui atau diperkirakan malabsobsi terhadap

zat gizinya sehingga hanya diberikan untuk jangka pendek

- Banyak minum untuk melancarkan defekasi atau buang air besar
- Makanan diberikan secara bertahap, yaitu 2 hari dan 1 hari sebelum pemeriksaan

kolonoskopi serta pada hari pemeriksaan kolonoskopi.

- Dua hari pra-kolonoskopi, pasien minum yang banyak sekitar 2 liter perhari dan
makan makanan rendah sisa. Bahan makanannya seperti tepung beras 100 gram,

roti/crackers 80 gram, gula merah/gula pasir 100 gr, enteral komersial (susu rendah
sisa) 150 gr, dan telur/ikan ayam 55 gram.

- Satu hari pra-kolonoskopi, pasien hanya dapat diberikan makanan cair jernih
(tembus pandang). Tidak dianjurkan makan semua makanan padat



4 DIET PEMERIKSAAN

seperti nasi, roti, buah, sayur, daging, hindari minum susu, jus buah dan ampasnya,

krimer, santan, dan makanan lain yang berwarna biru, merah, atau ungu. Minuman
yang diperbolehkan adalah teh, kopi, kuah sup, minuman isotonik, wedang jahe,

dan dapat ditambahkan gula, garam, air jeruk kedalam cairan untuk menambah rasa.
Malam hari sebelum endoskopi, sekitar pukul 20.00 pasien minum obat pencahar

30-40 gram garam inggris/ 30-40 ml castor oil. Setelah itu, pasien puasa tetapi

masih boleh minum air putih atau teh manis
- Pada hari pemeriksaan kolonoskopi pukul 5.00-6.00 pasien menjalani klisma 1-2

kali sampai bersih atau diberi pencahar/laksatif supositoria, pukul 08.00 pasien
diantar ke ruang endoskopi. Setelah tindakan kolonoskopi, pasien secara bertahap

dapat makan ke pola makan gizi seimbang.

Adapun video Diet pemeriksaan kolonoskopi dapat dilihat :
b) Diet pemeriksaan pra-esophagogastroduodenoscopy

Esophagogastroduodenoscopy (EGD) adalah pemeriksaan untuk melihat lapisan dari
esophagus, lambung, dan duodenum atas dengan

kamera kecil (endoskopi fleksibel) yang
dimasukkan ke dalam tenggorokan. Diet pra-EGD

ini digunakan sebagai persiapan sebelum

melakukan endoskopi pada saluran cerna tubuh
bagian atas.

 Pengkajian Gizi
Beberapa hal yang umumnya digali dari pasien untuk membantu kelancaran prosedur

pemeriksaan dan menghindari komplikasi yang timbul antara lain penggunaan obat-
obatan, seperti obat diabetes, aspirin, atau sejenis obat pengencer darah, riwayat alergi

obat atau makanan serta obat anti-hipertensi dan sebagainya. Informasi ini akan

membantu dokter dalam penanganan pasien selama pemeriksaan.
 Tujuan diet

Tujuan diet ini memberikan makanan cair bening kepada pasien sehingga memudahkan

pemeriksaan pra-EGD
 Syarat dan Prinsip Diet

- Sehari sebelum EGD dilaksanakan, menu makanan dengan bentuk biasa atau
normal tetap dapat diberikan

- Pada hari pelaksanaan EGD, pasien dipuasakan dari makanan padat 6-8 jam
sebelum EGD. Minuman cair bening dapat diberikan



5 DIET PEMERIKSAAN

- Menjelang 2 jam sebelum pemeriksaan EGD,

pasien diminta berhenti mengunyah termasuk
permen karet dan berhenti minum semua jenis

minuman yang bening
c) Diet pemeriksaan pra- dan pasca- ERCP

Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP) adalah teknik

menggabungkan penggunaan prosedur endoskopi dan fluoroskopi untuk mendiagnosis
dan mengobati masalah tertentu dari bilier atau sistem duktus pankreas. Prosedur

endoskopi digunakan dengan memasukkan alat endoskopi hingga duodenum dan
dilanjutkan dengan prosedur fluoroskopi dengan injeksi bahan kontras pada saluran

empedu dan saluran pankreas sehingga dapat terlihat dengan teknik radiograf.

 Pengkajian Gizi
Pengkajian gizi dilakukan sesuai dengan

masalah gizi yang umumnya dengan beberapa
informasi yang perlu digali. Selain melakukan

pengkajian gizi secara umum, dapat membantu
dokter menanyakan obat yang digunakan ,

vitamin, dan suplemen yang mungkin

mempengaruhi pemeriksaan ERCP antara lain
alergi, penggunaan obat diabetes, aspirin atau yang sejenis, obat artritis, obat tekanan

darah dan obat pengencer darah atau koagulan.
 Tujuan Diet

Tujuan diet ini mengatur pemberian makanan agar pemeriksaan ERCP berjalan lancar
dan saluran cerna empedu dan pankreas dapat terlihat dengan jelas

 Syarat dan Prinsip Diet

- Pasien diminta untuk tidak makan, minum, merokok, atau mengunyah permen karet
atau berpuasa selama 8 jam sebelum tindakan ERCP karena pasien akandiberikan

obat sedasi dan agar dapat melihat saluran pencernaan dengan jelas

- Pasca-ERCP, pasien dapat diberikan diet normal ketika kemampuan menelan sudah
kkembali normal

- Pasien yang beresiko sedang atau tinggi menderita pankreatritis setelah tindakan
ERCP dapat diberikan makanan cair bening atau sama sekali tidak diberikan apa-

apa. Pasein dengan resiko rendah menderita pankreatitis paska tindakan dapat
diberikan diet rendah lemak atau diet normal (Ferreira, 2010)



6 DIET PEMERIKSAAN

d) Diet pemeriksaan pasca-ligasi

Ligasi adalah pengikatan suatu organ berongga dengan suatu ligatur untuk mengikat
pembuluh darah agar dapat menghentikan pendarahan, yaitu pada pendarahan di

esophagus dan lambung.
 Pengkajian Gizi

Selain pengkajian gizi secara umum, dapat dikaji kemampuan pasien menelan makanan

padat dan/atau makanan cair serta adanya gejala makanan yang mudah menempel pada
esophagus































 Tujuan Diet
Tujuan diet memberikan diet bertahap sesuai kondisi pemulihan pasien sehingga

asupan gizi sehari dapat terpenuhi
 Syarat dan Prinsip Diet

- Makanan cair penuh sesuai kondisi pasien hingga diet makanan lunak dapat
diberikan 24-48 jam setelah tindakan terapi ligasi pada perdarahan varises

esophagus dan gester

- Diet makanan lunak dapat diberikam lebih dini kepada pasien dengan kesadaran
normal. Pemberian makanan lunak lebih dini menghasilkan asupan gizi yang lebih

baik dan insiden infeksi lebih rendah dibandingkan kelompok pasien yang diberikan
makanan lebih lambat (Sidhu, 2019)

- Mencegah pemberian diet lewat pipa nasogastric tube (NGT) pada 24 jam setelah

tindakan ligasi. Jika terjadi perdarshan aktif sebelum tindakan ligasi, diet dapat
diberikan melalui NGT jika diperlukan




7 DIET PEMERIKSAAN

e) Diet pemeriksaan pra- dan pasca- argon plasma coaguation

Argon Plasma Coagulation (APC) adalah pengobatan dengan panas untuk
menghentikan perdarahan pada pembuluh darah kecil. Sebuah gastroskop dimasukkan

kedalam saluran cerna. Gastroskop adalah pipa panjang yang fleksibel dengan sinar
teranhg diujungnya. Laser atau APC tersebut kemudian masuk melalui gastroskop

untuk memeriksa dan menangani kondisi yang terjadi.

 Pengkajian gizi
Selain pengkajian gizi secara umum, dapat membantu dokter menanyakan kondisi

alergi, penggunaan obat antara lain obat diabetik, obat tekanan darah dan asma inhaler
yang dapat memengaruhi tindakan

 Tujuan Diet

Tujuan diet memberikan diet sesuai
tahapan pemeriksaan dan kondisi pasien

untuk dapat melihat kondisi lambung
dengan jelas

 Syarat dan Prinsip Diet
- Dianjurkan uintuk tidak makan

makanan selama 6 jam sebelum

tindakan agar dapat melihat kondisi
lambung dengan jelas. Minuman

jernih tetap dapat diberikan hingga 2 jam sebelum tindakan
- Setalah kondisi pasien pulih sekirar 1 jam setelah tindakan, pasien dapat diberikan

minuman hangat. Diannutkan dengan minuman jernih atau bening selama 6 jam
berikutnya, kemudian dapat diberikan diet makanan lunak

f) Diet pemeriksaan tindakan ablasi tiroid


























8 DIET PEMERIKSAAN

Pascaoperasi pengangkatan kanker tiroid beberapa pasien yang memiliki indikasi akan

dianjurkan untuk melakukan terapi ablasi tiroid, yakni pemberian zat radioaktif
sehingga sel kanker pada kelenjar tiroid hilang secara total. Iodium-131 merupakan

salah satu yodium radioaktif yan dimanfaatkan dalam kedokteran nuklir untuk terapu
hipertiroid dan kanker tiroid.

Satu-satunya organ tubuh manusia yang membutuhkan yodium adalah kelenjar tiroid.

Yodium dalam tubuh yang dibawa melalui darah akan diserap oleh kelenjar tiroid untuk
menghasilkan hormon tiroid. Ketika yodium radioaktif (iodium-131) masuk kedalam

tubuh, yodium tersebut akan berkonsentrasi pada sel-sel tiroid. Radiasi dari yodium
tersebut dapat membunuh kelenjar tiroid dan sel-sel tiroid apa saja (termasu sel kanker)

yang menyerap yodium radioaktif.. terapi yodium radioaktif hanya dapat diterapkan

pada pasien yang menderita kanker tiroid papiler dan folikel karena pada kanker jenis
ini sel-sel kanker bekerja secara aktif dalam mengikat yodium.

 Pengkajian gizi
Pengkajian gizi pada pasien terutama terhadap status gizi sebagai resiko berkurangnya

hormon tiroid yang mengontrol penggunaan energi dari makanan. Riwayat gizi
terutama untuk penilaian kecukupan yodium berkaitan dengan diet rendah yodium yang

dijalankan, obat yang mengandung yodium dan sebagainya. Guna menilai keberhasilan

diet rendah yodium satu diantaranya adalah dengan melihat kecukupan yodium.
Kecukupan yodium berdasarkan ekskresi yodium dengan urine (EIU) sesuai

rekomendasi WHO, UNICEF, ICCIDD adalah sebagai berikut:
1. defisisensi berat nilai EIU <20 ug/L

2. defisiensi sedang jika nilai EIU 20-49 ug/L
3. defisiensi ringan jika nilai EIU 50-99 ug/L

4. cukup nilai EIU 100-199 ug/L

5. lebih dari cukup nilai EIU 200-299 ug/L
6. berlebihan jika nilai EIU >300 ug/L

 Tujuan Diet


















9 DIET PEMERIKSAAN

Tujuan diet rendah yodium adalah menurunkan kadar yodium dalam darah. Kadar

yodium yang rendah dalam darah akan memudahkan kerja yodium radioaktif sehingga
meningkatkan efektivitas terapi ablasi tiroid. Pasien yang akan menjalani terapi ablasi

tiroid disarankan menjalani diet rendah yodium satu minggu sebelum tindakan dan satu
minggu sesudah tindakan ablasi.

 Syarat dan Prinsip Diet

- Kebutuhan energi disesuaikan dengan kebutuhan pasien kanker tiroid, yakni 35-40
kalori/kg BB ideal

- Kebutuhan protein disesuaikan dengan kebutuhan pasien kanker tiroid, yakni 1,2-
1,5 g/kg BB

ideal

- Kebutuhan
lemak moderat

yaitu 20-25%
dari kebutuhan

energi
- Kebutuhan

karbohidrat

dalam kategori
cukup, yakni

55-60% dari
kebutuhan energi

- Kebutuhan yodium perhari disarankan <50 ug/L. Jika mengonsumsi makanan atau
inuman siap saji, dianjurkan rendah yodium (<5 ug/saji) dan menghindari tinggi

yodium (>20 ug/saji)

- Perbanyak konsumsi air putih minimal 2 liter/hari untuk membantu melancarkan
metabolisme tubuh sehingga membantu membuang sisa radiasi iodin yang

tertinggal dalam tubuh.

g) Diet pemeriksaan benzidin
Diet pemeriksaan benzidin digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perdarahan pada

saluran cerna bagian atas. Prosedur pemeriksaan yaitu pasien akan diperiksa, setelah
melakukan diet untuk pemeriksaan benzidin. Keesokan harinya, feses pasien di periksa

dengan test benzidin. Jika timbul warna biru gelap pada kertas saring menandakan
hasilnya positif (+)



10 DIET PEMERIKSAAN

 Syarat dan Prinsip Diet

- Bahan makanan yang mengandung
hemoglobin dan klorofil tidak

diperbolehkan karena dapat menimbulkan
reaksi dengan larutan benzidin

- Diberikan 2-3 hari

- Bentuk makanan saring/lunak



h) Diet pemeriksaan Pielografi Intravenus

Pielografi Intravenus (IVP) adalah pemeriksaan dengan x-ray

terhadap ginjal, ureter, air kencing dan kandung kemih yang
menggunakan bahan kontras yang disuntikkan ke veins. Bila

bahan kontras disuntikkan ke dalam pembuluh darah di lengan
pasien, maka perjalanan melalui aliran darah dan di

kumpulkan di ginjal dan urinary tract, kembali daerah-daerah
terang putih. Pemeriksaan ini menggunakan sinar x dengan

menyuntikkan suatu cairan kontras ke dalam darah

 Indikasi pemeriksaan IVP
- Pembesaran prostat jinak

- Batu kandung kemih
- Radang ginjal

- Batu ginjal
 Contoh indikasi IVP

- Ginjal mengalami kelainan, sehingga air seni tidak bisa dikandung kemih yang

menyebabkan ginjal penuh dengan cairan, sehingga fungsi ginjal
terganggu/hydronephrosis

- Kasus hipertensi untuk mengetahui kelainan ginjal

- Penyempitan ginjal
 Kontraindikasi IVP

- Pemeriksaan intravena pielografi (IVP) tidak dilakukan pada kelainan-kelainan
seperti penyakit kencing manis, penyakit hati/liver, kegagalan jantung serta anemia

- Pemeriksaan kadar kreatinin (normal 0,6 – 1,5 mg/100 ml) dan ureum (8 – 25
mg/100 ml)



11 DIET PEMERIKSAAN

- Tekanan darsh normal

- Makan makanan lunak tidak berserat satu sampai dua hari sebelum pemeriksaan
 Syarat dan Prinsip Diet

- Diet diberikan sehari sebelum pemeriksaan
- Bentuk makanan cair atau makanan lunak mudah dicerna

- Minuman dibatasi

- Pada hari pemeriksaan pasien diminta untuk puasa


i) Diet Pemeriksaan Kolesistografi
Meskipun sudah diganti dengan USG sebagai

pemeriksaan pilihan, kolesistografi masih

digunakan jika alat USG tidak tersedia/bila hasil
USG meragukan. Kolesistografi oral dapat

dilakukan untuk mendeteksi batu empedu dan
mengkaji kemampuan kandung empedu untuk

melakukan pengisian, memekatkan isinya,
berkontraksi serta mengosongkan isinya

 Syarat dan Prinsip Diet

- Pemberian diet 2 hari
- Hari pertama diet berbentuk makanan lunak tanpa lemak

- Dilakukan klisma
- Hari kedua difoto, dan diberikan diet tinggi lemak






















j) Diet Pemeriksaan Toleransi Glukosa (DPTG)
Diet ini digunakan untuk memeriksa toleransi terhadap glukosa.

 Syarat dan Prinsip Diet




12 DIET PEMERIKSAAN

- Tiga hari berturut-turut sebelum pemeriksaan

pasien diberikan diet DM VII (350 gram
Karbohidrat)

- Pada hari ke empat (hari pemeriksaan) pasien
hanya diberikan cairan (50-100 glukosa dan

½ gelas sari jeruk)

- Gula darah diukur sebelum cairan glukosa
diberikan, kemudian setengah jam, satu, dua,

dan tiga jam setelah cairan glukosa diberikan


k) Diet Pemeriksaan Keseimbangan Lemak (DPKL)

Diet ini digunakan untuk mengetahui pengeluaran lemak dalam feses (steatorea apabila
>5 gram lemak dalam feses/hari atau 15 gram/3 hari)

 Syarat dan Prinsip Diet
- Diberikan makanan mengandung 100 gram lemak selama 5 hari

- Hari ke 3 sampai ke 5 dilakukan pemeriksaan kadar lemak dalam feses


4. Makanan Yang dianjurkan dan Makanan Yang Tidak dianjurkan

a. Diet pemeriksaan Kolonoskopi

Makanan Yang Makanan Yang Tidak
Sumber
Dianjurkan Dianjurkan

Karbohidrat Nasi, mie atau pasta, sereal Nasi merah, pasta berserat,

tanpa serat, makaroni, roti sereal tinggi, havermut,

putih, biskuit, kentang lentil, roti tinggi serat
tanoa kulit direbus dipure

dipanggang, meizena,
semolina

Protein hewani Daging sapi masak tanpa Susu full cream, telur

lemak, daging cincang, digoreng,
ikan, kerang, ayam, telur daging/ayam/ikan

rebus, telur ceplok digoreng atau berlemak,
sosis, burger







13 DIET PEMERIKSAAN

Protein nabati Tahu, susu/yoghurt rendah -

lemak/susu skim, keju,
margarin, butter

secukupnya

Snack, buah, bumbu Gula, pemanis buatan, jelly Buah termasuk buah segar,
bening, jus apel/bening, air, kering, dalam kaleng

kaldu bening, saus tomat,
kecap, mayonaise rendah

lemak
Sayuran - Sayuran; kacang-

kacangan, biji-bijian

terutama yang digoreng;
keripik


Minuman Teh, kopi, sedikit cokelat, Jam, jelly merah, jus buah,

madu, sirup alkohol

b. Diet pemeriksaan Pra-Esopagogastroduodenoscopy
Minuman dan makanan cair yang Minuman dan makanan cair yang

dianjurkan tidak dianjurkan

Minuman isotonik Air kaldu ayam, daging sapi, atau sayur
Kopi atau teh tanpa susu atau krim nabati Susu dan krim nabati

Minuman bersoda atau soft drink Jus dengan bagian buahnya (pulp)
Minuman dengan aroma buah Permen yang keras

Jus buah antara lain jus apel dan jus Cairan lainnya yang tidak bening
anggur

Jelly dan es popsicle


c. Diet Pemeriksaan Tindakan Ablasi Tiroid
Bahan makanan yang Bahan makanan yang
Sumber
dianjurkan tidak dianjurkan
Karbohidrat Nasi, pasta, gandum, oats, Bahan makanan yang
quinoa, kentang, umbi- mengandung tinggi
umbian, jagung, biskuit, roti yodium seperti garam
tawar beryodium (garam meja),








14 DIET PEMERIKSAAN

Protein Daging sapi, daging ayam, ikan laut, seafood,
ikan air tawar, putih telur, rumput laut, kunijg telur,
kacang kedelai dan olahannya, susu sapi, obat-obatan
kacang-kacangan dan suplemen vitamin
yang mengandung
yodium.

Sayuran dan buah Semua jenis buah dan sayuran
yang segar boleh dikonsumsi
Untuk mengursngi yodium
pada makanan tanpa
mengurangi cita rasa
masakan, dianurkan
penggunaan himalaya Salt
(Garam Himalaya) dan garam
krosok sebagai pengganti
garam beryodium (garam
meja)

d. Diet pemeriksaan Benzidin
Sumber Yang boleh dimakan Yang tidak boleh
dimakan
Karbohidrat Beras dibubur atau dibubur Dalam bentuk nasi,
kemudian disaring, kentang digoreng, ubi, singkong
pure, makaroni, roti, biskuit,
tepung-tepungan diolah
menjadi bubur atau puding
putih
Protein hewani Telur, ikan berdaging putih, Daging, ikan berdaging
susu merah, ayam
Protein nabati Tahu , tempe ditim atau Kacang-kacangan kering
disetup
Sayuran Kembang kol, labu siam dan Sayuran hijau seperti
labu kuning bayam, kangkung, buncis,
atau kacang panjang
Buah-buahan Pisang ambon, sari sirsak, Buah yang berwarna hijau
pepaya seperti alpukat, buah yang
dimakan dengan kulitnya
seperti jambu biji dan apel
lemak Mentega, margarin Minyak goreng, lemak
daging

e. Diet pemeriksaan keseimbangan lemak
Sumber Yang dapat dikonsumsi Yang tidak dapat
dikonsumsi
Karbohidrat Beras dibuat nasi, bubur atau
bubur saring; kentang dipure;
produk olahan tepung-
tepungan seperti makaroni,




15 DIET PEMERIKSAAN

roti putih, biskuit, mie dan
bihun
Protein hewani Daging, ikan, telur, keju, susu Susu rendah lemak, susu
full cream, dan yoghurt skim, sarden
Tempe, tahu, kavang-
Protein nabati kacangan
Margarin, mentega, minyak,
Lemak krim dalam jumlah banyak
Bebas (dimasak)
Semua jenis buah-buahan
Sayuran
Buah-buahan









































16 DIET PEMERIKSAAN

BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan
Diet pemeriksaan adalah diet yang diberikan kepada pasien sebelum melakukan
pemeriksaan. Didalam diet pemeriksaan ini, terdapat berbagai jenis diantaranya diet

pemeriksaan kolonoskopi, diet pemeriksaan pra-esophagogastroduodenoscopy, diet
pemeriksaan pra- dan pasca- ERCP, diet pemeriksaan pasca-ligasi, diet pemeriksaan

pra- dan pasca- argon plasma coagulation, diet pemeriksaan tindakan ablasi tiroid, diet

pemeriksaan benzidin, diet pemeriksaan pielografi intravenus, diet pemeriksaan
kolesistografi, diet pemeriksaan toleransi glukosa (DPTG) dan diet pemeriksaan

keseimbangan lemak. Di semua jenis diet pemeriksaan tersebut terdapat tujuan, syarat
dan prinsip diet yang berbeda-beda dan juga terdapat makanan yang dianjurkan dan

makanan yang tidak dianjurkan untuk dimakan.


B. Saran
Sebaiknya pasien menjalankan diet sesuai yang dianjurkan oleh ahli gizi sebelum

melakukan pemeriksaan




























17 DIET PEMERIKSAAN

DAFTAR PUSTAKA









a. https://dokumen.tips/documents/38475573-diet-untuk-
pemeriksaan.html

b. https://id.scribd.com/doc/119255310/Diet-Untuk-Pemeriksaan

c. https://id.scribd.com/doc/265946971/Diet-Untuk-Pemeriksaan

































































18 DIET PEMERIKSAAN


Click to View FlipBook Version