The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-book_Adisti Putri Permatasari_190543636432

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Adisti Putri Permatasari, 2020-11-07 10:18:42

E-book_Adisti Putri Permatasari_190543636432

E-book_Adisti Putri Permatasari_190543636432

1

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT
karena dengan rahmat-Nya buku ini dapat disusun dan
diselesaikan tepat pada waktunya. Buku tentang vitamin
ini dibuat untuk membantu mahasiswa maupun siswa
yang mempelajari mengenai vitamin. Selain itu buku ini
ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah “Ilmu Gizi”
yang sedang ditempuh oleh penulis.
Penulis menyadari bahwa penyusunan buku ini
belum sempurna dan terdapat kekurangan. Untuk itu
saran dan kritik dari pembaca dapat menjadi masukan
bagi penulis untuk kedepannya.

Malang, November 2020

Adisti Putri Permatasari

i

DAFTAR ISI
Kata Pengantar ................................................................. i
Daftar Isi ......................................................................... ii
Bab I................................................................................ 1

A. Pengertian Vitamin Larut dalam Air.................... 1
B. Sifat Vitamin Larut dalam Air ............................. 1
C. Macam-macam Vitamin Larut dalam Air............ 2
Bab II ............................................................................ 30
A. Pengertian Vitamin Larut Lemak....................... 30
B. Sifat Vitamin Larut dalam Lemak ..................... 30
C. Penyimpanan Vitamin Larut dalam Lemak ....... 31
D. Macam-macam Vitamin Larut dalam Lemak .... 31
Daftar Pustaka............................................................... 47

ii

DAFTAR GAMBAR
1.1 Sumber Vitamin C................................................. 4
1.2 Dampak Kekurangan Vitamin C ........................... 5
1.3 Dampak Kelebihan Vitamin C .............................. 6
1.4 Sumber Vitamin B1................................................ 8
1.5 Dampak Kekurangan Vitamin B1.......................... 9
1.6 Sumber Vitamin B2.............................................. 11
1.7 Dampak Kekurangan Vitamin B2........................ 12
1.8 Sumber Niasin ..................................................... 14
1.9 Dampak Kekurangan Niasin................................ 14
1.10 Sumber Biotin...................................................... 16
1.11 Dampak Kekurangan Biotin ................................ 17
1.12 Sumber Vitamin B5.............................................. 19
1.13 Sumber Vitamin B6.............................................. 21
1.14 Dampak Kekurangan Vitamin B6........................ 22
1.15 Dampak Kelebihan Vitamin B6 ........................... 23
1.16 Sumber Folat ....................................................... 25
1.17 Dampak Kekurangan Folat.................................. 25
1.18 Dampak Kelebihan Folat..................................... 26
1.19 Sumber Vitamin B12 ............................................ 28
1.20 Dampak Kekurangan Vitamin B12....................... 29

iii

2.1 Sumber Vitamin A............................................... 33
2.2 Dampak Kekurangan Vitamin A ......................... 33
2.3 Dampak Kelebihan Vitamin A ............................ 35
2.4 Sumber Vitamin D............................................... 37
2.5 Dampak Kekurangan Vitamin D ......................... 38
2.6 Dampak Kelebihan Vitamin D ............................ 39
2.7 Sumber Vitamin E ............................................... 41
2.8 Dampak Kekurangan Vitamin E ......................... 43
2.9 Sumber Vitamin K............................................... 44
2.10 Dampak Kekurangan Vitamin K ......................... 45
2.11 Dampak Kelebihan Vitamin K ............................ 46

iv

Bab I

Vitamin Larut dalam Air

A. Pengertian Vitamin Larut dalam Air
Vitamin larut dalam air adalah vitamin

yang hanya dapat disimpan dalam jumlah sedikit
dan akan segera hilang bersama dengan aliran
makanan dan bergerak bebas di dalam badan,
darah serta limpa. Vitamin larut dalam air
biasanya tidak disimpan di dalam tubuh dan
diekskresikan melalui urine dalam jumlah kecil.
Sehingga vitamin larut dalam air perlu
dikonsumsi setiap hari untuk mencegah
kekurangan dan untuk membantu proses
metabolisme energi.
B. Sifat Vitamin Larut dalam Air

Vitamin larut dalam air memiliki sifat mudah
rusak dalam pengolahan, mudah hilang karena
tercuci atau terlarut oleh air sehingga keluar dari

1

bahan. Selain itu, vitamin larut dalam air
memiliki sifat umum antara lain :
a. Tidak hanya tersusun atas unsur-unsur

karbon, hidrogen dan oksigen
b. Tidak memiliki provitamin
c. Terdapat di semua jaringan
d. Sebagai prekusor enzim-enzim
e. Diserap dengan proses difusi biasa
f. Tidak disimpan secara khusus dalam tubuh
g. Diekskresi melalui urin
h. Relatif lebih stabil, namun pada temperatur

berlebihan menimbulkan kelabilan
C. Macam-macam Vitamin Larut dalam Air

Vitamin larut dalam air terdiri dari vitamin C dan
vitamin B kompleks (B1 sampai B12).
1. Vitamin C (Asam Askorbat)

Vitamin C adalah vitamin yang paling mudah
rusak atau larut di dalam air. Dalam keadaan
larut, vitamin C mudah rusak rusak karena
teroksidasi terutama bila terkena panas.
Namun, dalam keadaan kering vitamin dan

2

dalam larutan alkali vitamin C menjadi stabil,
serta cukup stabil di dalam larutan asam.
a. Fungsi Vitamin C

Vitamin C memiliki banyak fungsi bagi
tubuh, diantaranya :

• Sintesis Kolagen
Kolagen merupakan senyawa
protein yang memengaruhi
struktur sel di semua jaringan ikat
pada tubuh, seperti pada tulang
rawan, matrik tulang, dentin gigi,
membran kapiler, kulit dan urat
otot. Vitamin C dibutuhkan
sebagai bahan penting untuk
oembentukan kolagen. Sehingga,
vitamin C memiliki peran dalam
proses penyembuhan luka, patah
tulang, pendarahan di bawah kulit
dan pendarahan di gusi.

3

• Absorpsi Kalsium
Vitamin C membantu absorpsi
kalsium dengan menjaga kalsium
agar tetap berbentuk larutan.

• Mencegah Infeksi
Vitamin C berfungsi untuk
meningkatkan daya tahan tubuh
agar terhindar dari infeksi. Hal ini
dikarenakan pemeliharaan pada
membram mukosa sehingga
berpengaruh terhadap kekebalan
tubuh.

b. Sumber Vitamin C pada Bahan
Pangan

Gambar 1.1 Sumber Vitamin C

4

Sumber vitamin C umumnya terdapat
pada pangan nabati, yaitu pada sayuran
dan buah-buahan terutama yang memiliki
rasa asam, seperti jeruk, nanas, rambutan,
pepaya, gandaria, dan tomat. Vitamin C
juga terdapat dalam sayuran hijau, daun-
daunan, dan jenis kol.
c. Dampak Kekurangan Vitamin C

Gambar 1.2 Contoh Dampak Kekurangan
Vitamin C

5

Kekurangan vitamin C dapat
mengakibatkan sariawan pada mulut,
kulit menjadi kasar, gusi tidak sehat
sehingga gigi mudah goyah dan tanggal,
mudah terjadi pendarahan di bawah kulit
dan gusi, cepat lelah, lemah otot, luka
sulit sembuh, mudah mengalami depresi,
dan anemia.
d. Dampak Kelebihan Vitamin C

Gambar 1.3 Contoh Dampak Kelebihan
Vitamin C

Kelebihan vitamin C dapat
mengakibatkan keracunan vitamin C.
Keracunan vitamin C biasanya bukan
dikarenakan dari kelebihan mengonsumsi
vitamin C dari buah dan sayur, melainkan

6

dikarenakan kelebihan mengonsumsi
suplemen vitamin C. Mengonsumsi
suplemen vitamin C secara overdosis
dapat mengakibatkan dampak yang buruk
bagi tubuh, seperti diare, mual, muntah,
mulas, kram perut, sakit kepala, insomia,
dan batu ginjal.
2. Vitamin B1 (Tiamin)
Vitamin B1 merupakan vitamin yang larut
dalam air. Dalam keadaan kering, vitamin B1
cukup stabil. Vitamin B1 akan tahan panas
bila dalam keadaan asam, dan dalam keadaan
alkali vitamin B1 mudah rusak oleh panas dan
teroksidasi.
a. Fungsi Vitamin B1 (Tiamin)
Vitamin B1 (tiamin) berfungsi sebagai
koenzim untuk reaksi metabolisme
karbohidrat untuk membentuk ATP
(energi).

7

b. Sumber Vitamin B1 pada Bahan
Pangan

Gambar 1.4 Sumber Vitamin B1
Sumber vitamin B1 berasal dari kacang-
kacangan, termasuk sayur kacang-
kacangan. Vitamin B1 juga dapat
diperoleh dari jeroan, daging tanpa lemak,
dan kuning telur. Daging unggas dan ikan
juga merupakan sumber vitamin B1 yang
baik. Selain itu, vitamin B1 juga terdapat
pada serealia utuh, seperti gandum.

8

c. Dampak Kekurangan Vitamin B1
(Tiamin)

Gambar 1.5 Penyakit Beri-beri Akibat
Kekurangan Vitamin B1

Kekurangan tiamin dalam jangka panjang
dapat mengakibatkan beri-beri yang dapat
merusak sistem syaraf dan keracunan
otot. Dampak lain dari kekurangan tiamin
adalah irama jantung yang tidak normal,
gagal jantung, kelelahan, susah berjalan,
dan kelumpuhan.
d. Dampak Kelebihan Vitamin B1
(Tiamin)
Kelebihan Vitamin B1 (tiamin) dapat
memengaruhi sistem syaraf. Hal ini
disebabkan karena reaksi hipersensitif

9

yang berakibat kelelahan, sakit kepala,
sifat mudah marah dan sulit tidur.
Kelebihan tiamin juga mengganggu
sistem darah karena denyut nadi menjadi
cepat.
3. Vitamin B2 (Riboflavin)
Vitamin B2 (Riboflavin) merupakan vitamin
yang larut air, tahan panas, oksidasi dan
asam. Namun, tidak tahan alkali dan cahaya
terutama sinar ultraviolet. Dalam proses
pemasakan tidak banyak yang rusak.
a. Fungsi Vitamin B2 (Riboflavin)
Vitamin B2 (Riboflavin) berfungsi
sebagai koenzim. Riboflavin membantu
enzim untuk menghasilkan energi untuk
tubuh manusia. Riboflavin berperan pada
tahap akhir dari metabolisme energi.
Vitamin ini juga memiliki fungsi dalam
pemrosesan lemak, karbohidrat, dan
protein dalam tubuh. Riboflavin juga
memiliki manfaat untuk memastikan
pertumbuhan dan perkembangan organ

10

reproduksi dan pertumbuhan jaringan
tubuh seperti kulit, mata, membram
mucous, sistem saraf, dan kekebalan
tubuh.
b. Sumber Vitamin B2 pada Bahan
Pangan

Gambar 1.6 Sumber Vitamin B2
Vitamin B2 (riboflavin) terdapat di dalam
pangan hewani dan nabati, seperti susu,
keju, ayam, hati, daging, brokoli, bayam,
jamur, dan sayuran berwarna hijau.
Vitamin B2 juga terdapat pada hasil-hasil
serealia.

11

c. Dampak Kekurangan Vitamin B2
(Riboflavin)

Gambar 1.7 Contoh Dampak Kekurangan
Vitamin B2

Kekurangan vitamin B2 dapat
mengakibatkan iritasi, kulit merah dan
keretakan pada kulit di sudut mata dan
keretakan kulit di sudut bibir (cheilosis).
Kekurangan vitamin B2 dapat pula
mengakibatkan bayi lahir sumbing dan
gangguan pertumbuhannya.

12

Gejala awal awal kekurangan vitamin B2
(Riboflavin), yaitu mata panas dan gatal,
tidak tahan cahaya, kehilangan ketajaman
mata, rasa sakit dan panas pada bibir,
mulut serta lidah, pembesaran kapiler
darah di sekeliling mata.
4. Niasin
Niasin merupakan vitamin yang lebih stabil
dibandingkan dengan tiamin dan riboflavin.
Niasin tahan terhadap suhu tinggi, cahaya,
asam, alkali, dan oksidasi. Niasin tidak rusak
oleh pengolahan dan pemanasan normal,
kecuali kehilangan melalui air masakan yang
dibuang.
a. Fungsi Niasin
Niasin berfungsi di dalam tubuh sebagai
koenzim yanh diperlukan untuk reaksi
oksidasi-reduksi pada glikolisis,
metabolisme protein, asam lemak,
pernapasan sel dan detoksifikasi, yang
perannya adalah melepas dan menerima
atom hydrogen. Niasin juga membantu

13

menjaga kesehatan kulit, sistem syaraf,
dan sistem pernapasan.
b. Sumber Niasin pada Bahan Pangan

Gambar 1.8 Sumber Vitamin B3 (Niasin)
Sumber niasin berasal dari bahan pangan
hewani dan nabati, seperti hati, ginjal,
ikan, daging, ayam, dan kacang tanah.
Sebagian besar sumber protein hewani
kaya akan niasin.
c. Dampak Kekurangan Niasin

Gambar 1.9 Penyakit Pellagra Akibat
Kekurangan Niasin
14

Kekurangan niasin pada tahap awal dapat
mengakibatkan kelemahan otot,
anoreksia, gangguan pencernaan dan kulit
memerah. Kekurangan dalam jangka
panjang dappat menyebabkan pellagra
dengan gejala dermatitis, diare, dan
demetia. Dampak kekurangan niasin
lainnya adalah kehilangan nafsu makan,
lemah, pusing dan kebingungan mental.
d. Dampak Kelebihan Niasin
Kelebihan niasin dapat mengakibatkan
racun pada sistem syaraf, lemak darah,
dan gula darah. Gejala-gejala yang
ditimbulkan seperti muntah, lidah
membengkak, dan pingsan dapat terjadi.
Hal ini juga dapat berpengaruh terhadap
fungsi hati dan mengakibatkan tekanan
darah rendah.
5. Biotin
Biotin merupakan vitamin yang tahan panas,
larut air dan alkohol serta mudah teroksidasi.

15

a. Fungsi Biotin
Biotin berfungsi sebagai koenzim pada
reaksi-reaksi penambahan atau
pengeluaran karbondioksida kepada atau
dari senyawa aktif. Biotin juga diperlukan
sebagai koenzim pada sintesis dan
oksidasi asam lemak, dan juga biotin
dibutuhkan dalam pembentukan DNA dan
RNA. Selain itu, biotin berfungsi untuk
menjaga kesehatan rambut, kulit, dan
kuku. Serta biotin dapat membantu
mengontrol tingkat glukosa darah pada
penderita diabetes.

b. Sumber Biotin pada Bahan Pangan

Gambar 1.10 Sumber Biotin

16

Sumber biotin yang baik berasal dari hati,
kuning telur, serealia, khamir, kacang
kedelai, kacang tanah, sayuran dan buah-
buahan tertentu, seperti pisang, jeruk,
semangka dan strawberri. Biotin juga
dapat disintesis di dalam tubuh oleh
bakteri saluran pencernaan.
c. Dampak Kekurangan Biotin

Gambar 1.11 Kehilangan Nafsu Makan
Akibat Kekurangan Biotin

Kekurangan biotin dapat mengakibatkan
gejala seperti kehilangan nafsu makan,
mual, depresi, kelemahan dan kelelahan.
6. Vitamin B5 (Asam Pantotenat)
Asam pantotenat adalah jenis vitamin yang
larut air, memiliki rasa pahit, lebih stabil

17

dalam keadaan larut dibandingkan kering,
serta mudah terurai oleh asam, alkali dan
panas kering. Dalam keadaan netral asam
pantotenat tahan terhadap panas basah.
a. Fungsi Asam Pantotenat

Asam pantotenat berperan dalam
metabolisme sebagai bagian dari koenzim
A. Koenzim ini berperan untuk membawa
molekul dalam proses pemecahan
glukosa, asam lemak dan metabolisme
energi. Asam pantotenat juga berfungsi
dalam sintesis hormon steroid, kolesterol,
fosfolipida, dan porfirin yang diperlukan
untuk pembentukan hemoglobin. Serta
asam pantotenat juga bermanfaat untuk
meredam stress, dan masalah mental
serius lainnya, seperti cemas dan depresi.

18

b. Sumber Vitamin B5 pada Bahan
Pangan

Gambar 1.12 Sumber Vitamin B5 (Asam
Pantotenat

Vitamin B5 banyak ditemukan pada
pangan nabati dan hewani, seperti brokoli
kubis-kubisan, kentang, sereal gandum
utuh, jamur, kacang polong, daging
unggas, susu, dan telur
c. Dampak Kekurangan Vitamin B5
Kekurangan asam pantotenat dapat
menimbulkan gejala seperti gangguan
pada saluran pencernaan, kesemutan dan
rasa panas pada kaki, muntah-muntah,
diare yang timbul sesekali, rasa lelah dan
susah tidur.

19

d. Dampak Kelebihan Vitamin B5
Kelebihan asam pantotenat dapat
menimbulkan gejala seperti diare, dan
perut kembung.

7. Vitamin B6
Vitamin B6 terdiri dalam tiga bentuk, yaitu
piridoksin, piridoksal, dan piridoksamin.
Piridoksin hidroklorida adalah bentuk sintetik
yang digunakan sebagai obat. Dalam keadaan
difosforilasi, vitamin B6 berperan sebagai
koenzim berupa piridoksal fosfat dan
piridoksamin dalam berbagai reaksi
transaminasi. Selain itu, piridoksal fosfat
berperan dalam berbagai reaksi lain.
a. Fungsi Vitamin B6
Vitamin B6 berfungsi dalam proses
metabolisme asam amino dan asam
lemak. Vitamin B6 membantu tubuh
untuk mensintesis asam amino
nonessensial dan membantu dalam
produksi sel darah merah. Vitamin B6
juga berfungsi untuk menjaga

20

keseimbangan hormon dan fungsi
kekebalan tubuh.
b. Sumber Vitamin B6 pada Bahan
Pangan

Gambar 1.13 Sumber Vitamin B6
Sumber vitamin B6 paling banyak
terdapat pada khamir, kecambah gandum,
hati, ginjal, serealia tumbuk, kacang-
kacangan, kentang, dan pisang. Vitamin
B6 dalam pangan hewani lebih mudah
diabsorpsi dibanding vitamin B6 pada
pangan nabati.

21

c. Dampak Kekurangan Vitamin B6

Gambar 1.14 Susah Tidur Akibat Kekurangan
Vitamin B6

Kekurangan vitamin B6 dapat
menimbulkan gejala seperti lemah.
Mudah marah dan insomia. Gejala lain
yang timbul yaitu kegagalan
pertumbuhan, kerusakan fungsi motorik
dan kejang-kejang, anemia, penurunan
pembentukan antibodi, peradangan pada
lidah, serta luka pada bibir, sudut-sudut
mulut dan kulit. Kekurangan vitamin B6
dalam skala besar dapat menimbulkan
kerusakan pada system saraf pusat.

22

d. Dampak Kelebihan Vitamin B6

Gambar 1.15 Kesemutan pada Kaki Akibat
Kekurangan Vitamin B6

Kelebihan dalam konsumsi vitamin B6
berdampak pada kerusakan saraf yang
tidak dapat diperbaiki, dan timbul gejala
yang dimulai dari kesemutan pada kaki,
mati rasa pada tangan, dan pada akhirnya
tubuh tidak mampu bekerja. Kelebihan
mengonsumsi vitamin B6 juga dapat
menyebabkan gejala keracunan, seperti
kesulitan berjalan, kelelahan, dan sakit
kepala.
8. Folat
Folasin dan folat adalah nama generic
sekelompok ikatan yang secara kimiawi dan

23

gizi sama dengan asam folat. Ikatan-ikatan ini
berperan sebagai koenzim dalam transportasi
pecahan-pecahan karbon tunggal dalam
metabolism asam amino dan sintesis asam
nukleat.
a. Fungsi Folat

Folat berfungsi sebagai bagian dari dua
koenzim dalam sintesa sel-sel baru, dan
berfungsi dalam pembentukan sel darah
merah dan sel darah putih dalam sumsum
tulang. Folat dapat meredam stress dan
mencegah kehilangan memori. Bagi
wanita yang sedang hamil mengonsumsi
makanan yang mengandung folat sangat
penting karena mendukung pertumbuhan
bayi dan mencegah cacat syaraf otak
sejak lahir.

24

b. Sumber Folat pada Bahan Pangan

Gambar 1.16 Sumber Folat
Folat banyak terdapat pada bahan
makanan terutama sayuran hijau, hati,
daging tanpa lemak, serealia utuh, biji-
bijian, kacang-kacangan, dan jeruk. Folat
pada makanan banyak terdapat dalam
bentuk poliglutamat, yaitu sebanyak 75%,
dan sisanya berupa monoglutamat.
c. Dampak Kekurangan Folat

Gambar 1.17 Kekurangan Darah Akibat
Kekurangan Folat
25

Kekurangan folat dapat mengakibatkan
kekurangan darah dengan gejala seperti
sel-sel darah yang kurang matang,
sehingga menyebabkan sintesa DNA
menjadi lambat. Gejala lain yang
ditimbulkan karena kekurangan folat,
yaitu panas pada jantung, diare, dan
mudah terkena infeksi karena penekanan
sistem kekebalan. Gejala tersebut dapat
memengaruhi sistem syaraf,
menyebabkan depresi, kelelahan,
kebingungan mental, serta pingsan.
d. Dampak Kelebihan Folat

Gambar 1.18 Dampak dari Kelebihan Folat
26

Kelebihan folat dapat menyebabkan
gejala keracunan seperti diare, insomia,
dan mudah marah. Namun kelebihan folat
juga dapat menutupi kekurangan akan
vitamin B12 karena kedua vitamin ini
saling berhubungan.
9. Vitamin B12
Vitamin B12 dapat rusak secara perlahan oleh
asam encer, alkali, cahaya, dan bahan-bahan
pengoksidasi dan pereduksi. Pada proses
pemasakan, sebanyak 70% dapat
dipertahankan.
a. Fungsi vitamin B12
Vitamin B12 memilik fungsi penting pada
saat pembelahan sel yang berlangsung
dengan cepat. Vitamin B12 juga berperan
dalam memelihara lapisan yang
mengelilingi dan melindungi serat syaraf
dan mendorong pertumbuhan normalnya.
Selain itu juga berfungsi dalam aktifitas
dan metabolisme sel-sel tulang. Vitamin
B12 juga dibutuhkan untuk melepaskan

27

folat, sehingga dapat membantu
pembentukan sel-sel darah merah.
b. Sumber Vitamin B12 pada Bahan
Pangan

Gambar 1.19 Sumber Vitamin B12
Vitamin B12 hanya terdapat pada pangan
hewani dan produk-produk olahan
hewani. Bagi vegetarian dapat memenuhi
kebutuhan vitamin B12 dengan
mengonsumsi susu kedelai.

28

c. Dampak Kekurangan Vitamin B12

Gambar 1.20 Dampak Kekurangan Vitamin
B12

Kekurangan vitamin B12 menngakibatkan
anemia yang disebabkan oleh sel-sel
darah merah belum cukup matang karena
vitamin B12 berperan dalam pembentukan
sel-sel darah merah. Kekurangan vitamin
B12 juga dapat memengaruhi sistem
syaraf sehingga dapat mengalami
kelumpuhan, dan menyebabkan
hipersensitif pada kulit.

29

Bab II

Vitamin Larut dalam Lemak

A. Pengertian Vitamin Larut Lemak
Vitamin larut dalam lemak adalah vitamin yang
diproses bersama lemak. Setelah masuk ke dalam
salurun pencernaan, jenis vitamin larut lemak ini
akan melewati sistem limfatik dan setelah itu
dialirkan ke peredaran darah. Apabila lemak
dalam tubuh kurang maka penyerapan vitamin ini
pun akan terganggu.

B. Sifat Vitamin Larut dalam Lemak
Vitamin larut dalam lemak memiliki sifat umum,
diantaranya :
a. Berhubungan dengan absorpsi dan transport
dari lipid atau lemak
b. Absorpsi vitamin terlarut dengan misel.
Dalam pembentukan misel dibutuhkan garam
empedu dan getah dari pankreas.
c. Transportasi ke hati oleh kilomikron melalui
pembuluh darah limfa

30

d. Penyimpanan vitamin A,D, dan K terutama di
hati dan vitamin E pada jaringan adiposa

e. Umumnya tidak diekskresikan melalui urine
melainkan melalui feses

C. Penyimpanan Vitamin Larut dalam Lemak
Vitamin larut dalam lemak akan disimpan di sel
lemak dan hati setelah diserap oleh tubuh.
Vitamin larut dalam lemak ini dapat disimpan
dalam jangka waktu lama di dalam tubuh,
sebagai persediaan bagi tubuh untuk digunakan
jika nanti dibutuhkan.

D. Macam-macam Vitamin Larut dalam Lemak
Vitamin larut dalam lemak terdiri dari Vitamin
A,D,E, dan K yang memiliki fungsi penting bagi
tubuh.
1. Vitamin A
Vitamin A ditemukan oleh Mc Collum dan
Davis pada tahin 1913. Vitamin A merupakan
vitamin antioksidan yang larut dalam lemak
dan penting bagi penglihatan dan
pertumbuhan tulang. Vitamin A merupakan

31

vitamin yang stabil terhadap panas asam dan
alkali, mudah teroksidasi oleh udara, dan
akan rusak apabila dipanaskan dengan suhu
tinggi. Menurut sifatnya, vitamin A terdiri
dari empat bentuk, antara lain :
- Retinol Vitamin A (Vitamin A alkohol)
- Retinol ester Vitamin A (Vitamin A

ester)
- Retinaldehid Vitamin A (Vtamin A

aldehid)
- Retinoic acid (Vitamin Acid/asam)
a. Fungsi Vitamin A

Vitamin A memiliki fungsi bagi tubuh,
yaitu :

• Membantu proses penglihatan
dengan menghasilkan rodopsin

• Membantu pembentukan kembali
se-sel dalam tubuh

• Membantu metabolisme protein

32

b. Sumber Vitamin A

Gambar 2.1 Sumber Vitamin A
Vitamin A bersumber pada pangan nabati
dan hewani serta olahannya seperti
wortel, cabai merah, tomat, bayam,
pepaya, buah naga, apel, pisang, umbi-
umbian, susu, keju, hati sapi, mentega,
kuning telur, dan minyak ikan.
c. Dampak Kekurangan Vitamin A

33

Gambar 2.2 Dampak Kekurangan Vitamin A

• Terhadap Mata :
- Buta senja, yaitu
ketidakmampuan dalam
menyesuaikan penglihatan
dari cahaya terang ke
cahaya samar atau senja.
- Mata kering, karena
kelenjar air mata tidak
mampu mengeluarkan air
mata sehingga terjadi
pengeringan pada mata.
- Bitot spot pada
konjungtiva, yaitu bercak
putih keabu-abuan pada
konjuungtiva.
- Selaput konjungtiva
mengering.

• Terhadap Kulit :
- Kulit kasar, dan
- Kulit mengering

34

• Pada darah mengakibatkan kadar
vitamin A berkurang

• Pertumbuhan terhambat, karena
kekurangan vitamin A dapat
menghambat pertumbuhan pada
sel-sel tulang.

d. Dampak Kelebihan Vitamin A

Gambar 2.3 Gejala dari Kelebihan Vitamin A
Kelebihan dalam mengonsumsi vitamin A
dapat mengakibatkan keracunan dengan
gejala seperti berikut :

35

• Cepat lelah
• Kulit kasar
• Rambut rontok
• Pusing
• Mual dan muntah
2. Vitamin D
Vitamin D pertama kali ditemukan oleh oleh
Steenbook dan Hess pada tahun 1924, yang
menyatakan makanan yang terpapar sinar
ultraviolet mempunyai daya anti rakitis.
Vitamin D dalam tubuh dapat dibentuk
dengan adanya sinar matahari. Apabila tubuh
mendapatkan cukup sinar matahari, maka
kebutuhan vitamin D dari makanan dapat
berkurang, karena kebutuhan vitamin D dapat
disintesis oleh tubuh.
a. Fungsi Vitamin D
• Membantu transportasi kalsium

dalam sel
• Membantu absorsi kalsium dan

fosfor dari usus halus

36

• Pembentukan tulang dan gigi
bersama-sama dengan kalsium
dan fosfor

• Menjaga keseimbangan kalsium
dan fosfor

b. Sumber Vitamin D

Gambar 2.4 Sumber Vitamin D
Vitamin D dapat diperoleh dari hati ikan,
susu, telur, penyinaran makanan yang
mengandung provitamin D. Pada
manusia, kulit yang terpapar sinar UV
akan menghasilkan vitamin D.

37

c. Dampak Kekurangan Vitamin D

Gambar 2.5 Dampak Kekurangan Vitamin D
• Osteomalacia pada orang dewasa
• Penyakit rakhitis pada anak-anak
• Rakhitis dan osteomalacia di
daerah tropik
• Menyebabkan tetani karena serum
kalsium kurang sehingga
mengakibatkan kejang-kejang dan
gangguan parathyroid
• Hypoplasia dan kerusakan gigi
geligi
38

d. Dampak Kelebihan Vitamin D
Dampak kelebihan vitamin D hanya
terjadi pada anak-anak dengan gejala
sebagai berikut :

Gambar 2.6 Sakit Kepala Salah Satu Gejala
Kelebihan Vitamin D

• Sakit kepala dan pusing-pusing
• Muntah-muntah
• Sering kencing dan mencret
• Rasa sakit pada gigi dan gusi
• Neuralgia (nyeri syaraf urat)
• Rasa sakit pada otot-oto dan

tulang
3. Vitamin E

Vitamin E ditemukan pada tahun 1920 oleh
Evans dan Bishop. Asal kata vitamin E atau

39

tokopherol yaitu dari bahasa Griek yang
berarti :

• Tokos yang memilik arti kelahiran
• Pherein yang memiliki arti

mengandung atau membawa
• Menggunakan akhiran ol karena

vitamin ini membawa suatu senyawa
sterol.
Oleh karena itu, vitamin E atau
tokopherol memiliki peran penting untuk
proses reproduksi. Vitamin E juga sering
disebut sebagai anti sterilitas.
a. Fungsi Vitamin E
Vitamin E memiliki fungsi bagi tubuh
antara lain :

• Dapat mencegah oksidasi
vitamin A dan karoten dalam
usus halus

• Dapat membantu menutupnya
luka karena mempengaruhi

40

pembentukan prothrombin di
dalam hati
• Membantu pada proses
reproduksi atau kesanggupan
untuk memperoleh keturunan
• Mencegah keguguran
• Merupakan obat bagi
gangguan menstruasi
• Meningkatkan reproduksi air
susu
• Dapat membantu
memperpanjang usia bagi
manusia
b. Sumber Vitamin E

Gambar 2.7 Sumber Vitamin E

41

Sumber vitamin E dapat berasal dari
pangan nabati, seperti minyak nabati,
kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Minyak tauge mengandung banyak
sumber vitamin E.
c. Dampak Kekurangan Vitamin E
Kekurangan vitamin E dalam keadaan
ekstrem dapat mengakibatkan :

• Menyebabkan jangka hidup
butir darah merah menjadi
lebih pendek, yaitu hanya 110
hari, yang seharunya 123 hari
pada kondisi normal.

• Dapat mengakibatkan
kegagalan dalam mempunyai
keturunan

• Pada wanita hamil akan
menyebabkan bayi lahir
prematur dan berat badan bayi
yang lahir relatif rendah.

42

• Menyebabkan kulit kusam dan
kering.

Gambar 2.8 Kulit Kusan & Kering Akibat Kekurangan
Vitamin E

d. Dampak Kelebihan Vitamin E
Kelebihan vitamin E dapat
mengakibatkan keracunan dengan
gejala yang ditimbulkan adalah rasa
mual.

4. Vitamin K
Vitamin K ditemukan pada tahun 1935 oleh
De. Dam dari Kopenham.Vitamin E disebut
juga vitamin koagulasi karena mempercepat
penggumpalan darah ketika terjadi
pendarahan pada luka.

43

a. Fungsi Vitamin K
• Membantu pembentukan
prothrombin dan zat pembeku
darah lainnya.
• Sebagai kofaktor dalam
pembentukan carboxy glutamic
acid dari glutamic acid.

b. Sumber Vitamin K
Vitamin K dapat diperoleh dari sayuran
berdaun hijau, dan banyak ditemukan
pada minyak kedelai, minyak bunga
matahari, minyak wijen, dan minyak
zaitun.

Gambar 2.9 Sumber Vitamin K

44

c. Dampak Kekurangan Vitamin K
Kekurangan vitamin K dapat
mengakibatkan prothrombin tidak dapat
dibentuk oleh hati, sehingga
menyebabkan darah sulit membeku ketika
terluka. Namun kekurangan vitamin K
jarang terjadi, karena vitamin K banyak
dijumpai dalam makanan.

Gambar 2.10 Dampak Kekurangan Vitamin K
• Penyebab kekurangan vitamin K
pada orang dewasa :
- Gangguan sintesa dalam
usus disebabkan oleh diare
- Gangguan penyerapan
karena adanya
penyumbatan pada saluran
empedu

45


Click to View FlipBook Version