The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Pengertian, konsep dan pendekatan Biodiversity

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dwi setyorini02, 2024-06-15 22:21:11

Kelompok 1

Pengertian, konsep dan pendekatan Biodiversity

Pengertian, Konsep Dasar dan Pendekatan Biodiversity Kelompok 1: ABDUL HADI A22121112 AISYAH A22121012 Di Buat Oleh


CPMK “Mahasiswa mendeskripsikan pengertian, konsep dasar dan pendekatan kajian biodiversity” INDIKATOR · Ketepatan menjelaskan pengertian biodiversity · Ketepatan menjelaskan konsep dasar · Ketepatan menjelaskan pendekatan


1. Pengertian Biodiversity Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati sangat tinggi (megabiodiversity). Keanekaragaman hayati adalah ketersediaan keanekaragaman sumberdaya hayati berupa jenis maupun kekayaan plasma nutfah (keanekaragaman genetik di dalam jenis), keanekaragaman antar jenis dan keanekaragaman ekosistem (Sudarsono 2005). Gambar 1. Taman Nasional Lore Lindu Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah keanekaragaman organisme yang menunjukkan kesuluruhan atau totalitas variasi gen, jenis, dan ekosistem pada suatu daerah. Keanekaragaman makhluk hidup ini merupakan kekayaan bumi yang meliputi hewan, tumbuhan, mikroorganisme dan semua gen yang terkandung di dalamnya, serta ekosistem yang dibangunnya.


Biodiversitas didefinisikan sebagai keragaman semua bentuk kehidupan di planet bumi, termasuk semua tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme serta ekosistem tempat mereka hidup. Ini mencakup variasi genetik di dalam setiap spesies, keragaman spesies, dan keragaman ekosistem. Biodiversitas adalah hasil dari proses evolusi yang berlangsung selama miliaran tahun dan merupakan fondasi bagi keberfungsian seluruh ekosistem di dunia. 2. Konsep Dasar Biodiversity Konsep keanekaragaman hayati didasari pada prinsip bahwa tidak ada makhluk hidup yang sama persis di dunia ini. Setiap makhluk hidup mempunyai sifat, wujud dan perilaku berbeda. Keberagaman sifat atau bentuk inilah yang membentuk keanekaragaman hayati. Diperkirakan, hampir 30% spesies makhluk hidup yang ada di bumi terdapat di Indonesia. Indonesia terletak di daerah tropik, sehingga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan daerah subtropik dan kutub. Indonesia terkenal sebagai negara yang memiliki kenekaragaman hayati. Sayangnya beberapa populasi spesies endemik terancam punah. Menurut data yang dimiliki Badan Pusat Statistika tahun 2017, jenis satwa yang terancam punah yaitu


harimau sumatera, gajah sumatera, badak, banteng, owa, orang utan, bekantan, komodo, jalak bali, maleo, babi rusa, anoa, elang, tersius, dan monyet hitam sulawesi. Rata-rata jumlah dari masing-masing spesies tersebut di bawah 2000 ribu ekor. Hanya komodo yang tercatat masih ada 5.954 ekor pada tahun 2017. Apabila tidak di lindungi, maka satwa tersebut bisa terancam punah sepenuhnya pada tahun yang akan datang. Dengan keragaman tersebut sehingga kajian biodiversity dilakukan untuk melihat setiap peristiwa pada aspek genetik, jenis dan ekosistem. 3. Pendekatan Kajian Biodiversity 1. Inventarisasi Keanekaragaman Hayati Inventarisasi keanekaragaman hayati bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan spesies yang ada di suatu wilayah. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan berbagai metode, seperti pengamatan lapangan, pengumpulan sampel, dan analisis DNA. Gambar 2. Penggumpulan Sampel Jenis-Jenis Jamur di Donggala Sulawesi Tengah


2. Pemantauan Keanekaragaman Hayati Pemantauan keanekaragaman hayati bertujuan untuk melacak perubahan populasi spesies dan ekosistem dari waktu ke waktu. Ini dapat dilakukan dengan berbagai metode, seperti survei lapangan, analisis citra satelit dan pemodelan komputer. Gambar 3. Proses Pemantauan Data Biodiversitas 3. Penelitian Biodiversitas Penelitian keanekaragaman hayati bertujuan untuk memahami bagaimana spesies dan ekosistem bekerja dan bagaimana interaksi antara satu dengan yang lain. Penelitian biodiversitas dapat dilakukan dengan berbagai metode, seperti eksperimen laboratorium, studi lapangan, dan pemodelan komputer.


4. Konservasi Biodiversitas Konservasi keanekaragaman hayati bertujuan untuk melindungi spesies dan ekosistem dari kepunahan dan degradasi. Metode yang dapat dilakukan yaitu dengan pendirian kawasan lindung, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan serta edukasi publik baik dilakukan secara mandiri, Lembaga dan pemerintah. Gambar 4. Penanaman Hutan Sebagai Upaya Konservasi Hutan


KESIMPULAN 1.Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah keanekaragaman organisme yang menunjukkan kesuluruhan atau totalitas variasi gen, jenis, dan ekosistem pada suatu daerah. 2.Biodiversitas (atau keanekaragaman hayati) merujuk pada derajat keanekaragaman alam yang mencakup genetik, spesies, dan ekosistem di dalam suatu wilayah. 3. Konsep keanekaragaman hayati didasari pada prinsip bahwa tidak ada makhluk hidup yang sama persis di dunia ini. Setiap makhluk hidup mempunyai sifat, wujud dan perilaku berbeda. Keberagaman sifat atau bentuk inilah yang membentuk keanekaragaman hayati. 4. Pendekatan Kajian Biodiversity meliputi: Inventarisasi Keanekaragaman Hayati, Pemantauan Keanekaragaman Hayati; Penelitian Biodiversitas dan Konservasi Biodiversitas


DAFTAR PUSTAKA Balthasar kambuaya, MBA. 2015. Keanekaragaman Hayati Indonesia 2014. LIPI Press, Jakarta. Djarwaningsih, T. (2017). Keanekaragaman jenis flora dan fauna endemik di Indonesia . Jurnal Biodjati, 2(2), 89-94. Hartono. 2009. Geografi 2: Jelajah Bumi dan Alam Semesta. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.


Click to View FlipBook Version