The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by defypuryanti, 2021-08-17 22:04:19

MATERI AJAR IKATAN ION

MATERI AJAR IKATAN ION

Keywords: IKATAN ION

MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 2

MATERI AJAR

KIMIA

KELAS X

MATERI AJAR
IKATAN ION

Oleh : Defy Puryanti
SMAN 1 BELITANG

MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 3

KATA PENGANTAR

Segala puji kepada Allah, yang telah melimpahkan rahmat serta karunia-
Nya sehingga Modul Bahan Ajar ini dapat diselesaikan dengan baik dan dapat
digunakan oleh peserta didik untuk mempelajari mata pelajaran Kimia SMA
khususnya kelas X.

Modul Bahan Ajar ini terdiri dari 1 Bab materi pelajaran yang setara
dengan 1 Kompetensi Dasar (KD) yang secara umum terdiri dari materi Ikatan
Ion. Untuk materi Ikatan Ion terdiri dari beberapa pokok bahasan yaitu : 1)
Struktur Lewis, 2) Kestabilan Unsur , 3) Pembentukan Ikatan Ion, 4) Sifat Fisis
Senyawa Ion.

Modul ini diperuntukkan bagi peserta didik khususnya kelas X untuk
mendalami materi kimia khususnya materi Ikatan Ion di SMA. Besar harapan
saya bahwa para peserta didik dapat dengan sungguh-sungguh mempelajari dan
menguasai materi di modul ini sehingga modul ini dapat membantu mereka dalam
menyelesaikan permasalahan yang ada dalam kehidupannya sehari-hari
khususnya yang berkaitan dengan konsep ikatan ion.

Kritik dan saran saya harapkan dari para pembaca, agar kedepannya saya
bisa lebih baik lago. Semoga berkat dan karunia Allah menyertai kita semua.

Sekadau,Juni 2020
Penyusun

MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 4

DAFTAR ISI 3
4
Kata Pengantar ................................................................... 5
Daftar Isi ............................................................................ 6
Daftar Gambar.................................................................... 7
Daftar Tabel....................................................................... 8
Peta Konsep......................................................................... 8
Pendahuluan ........................................................................ 9
A. Deskripsi Singkat ....................................................... 9
B. Relevansi ....................................................................... 10
C. Kompetensi Dasar ....................................................... 11
D. Petunjuk Belajar .......................................................... 11
Kegiatan Belajar.................................................................. 11
A. Tujuan Pembelajaran ................................................... 12
B. Uraian Materi ................................................................. 14
16
1. Struktur Lewis......................................................... 18
2. Kestabilan Unsur..................................................... 19
3. Pembentukan Ikatan Ion........................................ 20
4. Sifat Fisis Senyawa Ion ....................................... 22
C. Rangkuman ...................................................................... 24
D. Penugasan Mandiri ........................................................ 26
E. Latihan Soal ................................................................... 28
Kunci Jawaban dan Pembahasan ...............................
F. Penilaian Diri ..................................................................
Daftar Pustaka ...................................................................

MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 5

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 NaCl adalah senyawa garam 10
dapur..................................................................................... 13
18
Gambar 2 Garam dan memasak dengan 20
garam.................................................................................. 20
22
Gambar 3 Unsur-unsur pembentuk anion dan kation
............................................................................................

Gambar 4 Ilustrasi struktur kristal NaCl ................................

Gambar 5 Ilustrasi sifat rapuh senyawa ion
Gambar 6 ...........................................................................................

Rancangan kartu ion golongan utama SPU ...............

MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 6

DAFTAR TABEL
Tabel 1 Kompetensi Dasar..........................................................................11
Tabel 2 Penulisan struktur lewis ............................................................. 15
Tabel 3 Konfigurasi elektron beberapa unsur gas mulia................. 16

MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 7

PETA KONSEP

IKATAN ION
MELIBATKAN

UNSUR UNSUR
ELEKTROPOSITIF ELEKTRONEGATIF

MEMBENTUK MEMBENTUK

KATION ANION

MENGHASILKAN
SENYAWA ION

MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 8

PENDAHULUAN

A. Deskripsi Singkat

Gambar 1 NaCl adalah senyawa garam dapur
NaCl atau yang biasa disebut dengan garam dapur adalah gabungan
dari senyawa ion Na+ dengan Cl-. Pergabungan kedua ion ini menghasilkan
sebuah senyawa ion yang biasa kita sebut sebagai senyawa garam dapur.
Senyawa ion atau biasa disebut senyawa ionik adalah salah satu
jenis senyawa yang merupakan gabungan antara ion-ion menjadi satu oleh
gaya yang disebut dengan ikatan ionik. Jadi gabungan antara antara ion-
ion positif (kation) dengan ion-ion negatif (anion). Pergabungan kedua ion
bertentangan ini menghasilkan senyawa baru.
Pada modul ini akan dijelaskan mengenai ikatan ion, dimulai dari
penjelasan struktur lewis, kestabilan unsur dan proses pembentukan
pada ikatan ion dan sifat senyawa ikatan ion.

MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 9

B. Relevansi

Modul bahan ajar ini membahas tentang ikatan ion. Setelah
mempelajari modul bahan ajar ini diharapkan peserta didik dapat
memahami 1) Struktur Lewis, 2) Kestabilan Unsur, 3) Proses
Pembentukan Ikatan Ion, 4) Sifat Senyawa Ion. Kompetensi- kompetensi
di atas harus dikuasai peserta didik untuk memudahkan menguasai
materi selanjutnya. Pemahaman yang baik tentang ikatan ion akan
memudahkan untuk memahami proses pembentukan ikatan kimia lainnya.
Materi ikatan ion menjadi dasar untuk mempelajari memprediksi sifat-
sifat senyawa dapat meramalkan reaksi yang akan terjadi dan
selanjutnya sebagai dasar mempelajari materi lainnya.

C. Kompetensi Dasar

Tabel 1. Kompetensi Dasar

Kompetensi Dasar

3.5. Membandingkan 4.5. Merancang dan
ikatan ion, ikatan melakukan percobaan
kovalen, ikatan untuk menunjukkan
kovalen karakteristik senyawa
koordinasi, dan ion atau senyawa
ikatan logam serta kovalen (berdasarkan
kaitannya dengan titik leleh, titik didih,
sifat zat daya hantar listrik,
atau sifat lainnya)

MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 10

D. Petunjuk Belajar
Sebelum menggunakan modul ini, diharapkan mengikuti langkah-

langkah pembelajaran sebagai berikut :
1. Bacalah peta konsep yang disajikan di awal, agar mendapatkan garis

besar materi ikatan ionnya
2. Baca dan pahami materi di modul, untuk lebih memahami materi

pembelajaran, bukalah semua jenis media dan link media
pembelajaran yang ada di modul ini.
3. Untuk memudahkan mengingat kembali uraian materi, maka bacalah
rangkuman.
4. Kerjakan soal evaluasi di akhir materi.

MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 11

KEGIATAN PEMBELAJARAN

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan peserta didik dapat:
1. Memahami struktur lewis.
2. Memahami kestabilan unsur.
3. Memahami pembentukan senyawa ion.
4. Memahami sifat-sifat fisis senyawa ion.

B. Uraian Materi

Gambar 2. Garam dan memasak dengan garam
Dalam kehidupan sehari-hari garam banyak digunakan sebagai salah
satu bumbu masak yang terpenting. Dengan garam kita dapat memberikan
rasa asin dalam sup, sayuran dan berbagai makanan olahan, bahkan garam
juga digunakan untuk proses pengawetan makanan. Namun sebenarnya
garam yang digunakan di masakan hanya salah satu dari beragam jenis
garam, yaitu yang biasa kita kenal dengan garam dapur. Garam sendiri
merupakan senyawa kimia yang terdapat secara alami dan umumnya larut
dalam air. Garam terbuat dari senyawa ion dan karena ion inilah garam
dapat mudah larut dalam air dan larutannya dapat menghantarkan listrik.
Garam merupakan salah satu senyawa ion yang

MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 12

terdapat dalam kehidupan sehari-hari. Senyawa ion merupakan hasil dari
unsur-unsur yang berikatan kimia yaitu ikatan ion. Apa itu ikatan ion ? Mari
pelajari uraian materi-materi di modul ini dengan baik dan semangat.

1.Struktur Lewis

Struktur Lewis adalah penggambaran distribusi elektron dalam
struktur molekul dengan menggunakan tanda elektron. Jumlah dan
susunan elektron pada kulit terluar atom menentukan sifat kimia dan
fisika unsur-unsur serta jenis ikatan kimia yang terbentuk (Whitten,
2009: 271).

Dalam teori Lewis, elektron valensi unsur dilambangkan sebagai
titik-titik yang mengelilingi lambang unsur. Elektron valensi adalah
elektron yang berada di kulit terluar. Struktur Lewis disebut juga
struktur titik. Struktur lewis sangatlah penting untuk dipelajari, karena
dengan struktur lewis dapat digambarkan kestabilan suatu unsur.
Kestabilan unsur dilihat berdasarkan elektron valensinya yang
tergambarkan melalui struktur lewisnya.

Langkah-langkah dalam menuliskan struktur lewis:
1. Buatlah konfigurasi unsurnya.
2. Tentukan elektron valensi dari unsur tersebut.
3. Gambarkan elektron valensi tersebut dengan menggunakan titik di

sisi-sisi unsur tersebut.

MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 13

Contoh penulisan lewis unsur sebagai berikut:

Tabel. 2. Penulisan struktur lewis

Unsur Konfigurasi elektron Elektron valensi Rumus lewis
17Cl 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 7

8O 1s2 2s2 2p4 6
1
11Na 1s2 2s2 2p6 3s1

Untuk menambah pemahaman anda tentang struktur
lewis, pindailah code barcode di bawah ini !

MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 14

2. Kestabilan Unsur

Unsur-unsur dialam umumnya tidak stabil sehingga ditemukan dalam bentuk senyawanya.
Atom-atom unsur tersebut saling berikatan membentuk molekul unsur atau molekul senyawa,
untuk mencapai keadaan yang lebih stabil.

Gas mulia merupakan unsur golongan VIII A dan bersifat inert. Hal ini karena gas mulia
sulit bereaksi dengan atom unsur lainnya. Di alam, gas mulia berada sebagai atom tunggal.
Atom-atom gas mulia bersifat stabil karena kulit terluarnya terisi penuh oleh elektron.
Perhatikan Tabel 1 konfigurasi elektron gas mulia.

Tabel 3. Konfigurasi elektron beberapa unsur gas mulia

Unsur Konfigurasi elektron Elektronvalensi

Helium, 2He 1s2 2
Neon, 10Ne 1s2 2s2 2p6 8
Argon, 18Ar 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 8
Kripton, 36Cr 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 8
Xenon, 54Xe 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 8
Radon, 86Rn 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 6s2 4f14 5d10 6p6 8

G.N. Lewis (Amerika) dan W. Kossel (Jerman) menjelaskan bahwa kestabilan suatu atom

unsur dalam ikatan kimianya, terkait dengan upaya atom unsur tersebut untuk memiliki
konfigurasi elektron seperti gas mulia terdekat.
- Dikemukakan bahwa jumlah elektron pada kulit terluar dari dua atom yang berikatan akan berubah

sedemikian rupa sehingga konfigurasi elektron kedua atom tadi sama dengan konfigurasi elektron
gas mulia yaitu mempunyai 8 elektron pada kulit terluarnya. Pernyataan ini disebutaturan
oktet
- Unsur-unsur dengan nomor atom kecil seperti H dan Li, stabil dengan 2 elektron valensi seperti He,
disebut aturan duplet

Aturan duplet : konfigurasi elektron stabil
dengan 2 elektron pada kulit terluar.

Aturan oktet : konfigurasi elektron
stabildengan 8 elektron pada

MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 15

Suatu atom dapat mencapai kestabilan konfigurasi elektron gas mulia
dengan caramelepaskan elektron, menangkap elektron, atau berbagi
elektron.

Contoh:

- Unsur natrium, 11Na : 1s2 2s2 2p6 3s1 , mempunyai elektron valensi satu, sesuai
kaidah oktet unsur ini akan stabil dengan cara melepaskan 1e tersebut membentuk
ion Na+
Na → Na+ + e
1s2 2s2 2p6 ( sama dengan konfigurasi elektron 10Ne )

- Unsur 13Al : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p1 , mempunyai elektron valensi tiga, sesuai kaidah oktet
unsur ini akan stabil dengan cara melepaskan 3e tersebut membentuk ionAl3+ .
Al → Al3+ + 3e
1s2 2s2 2p6 ( sama dengan konfigurasi elektron 10Ne )

- Unsur 8O : 1s2 2s2 2p4 , mempunyai elektron valensi 6, sesuai kaidah oktet unsur ini
akan stabil dengan cara menyerap 2e membentuk ion O2- .
O + 2e → O2-
1s2 2s2 2p6 ( sama dengan konfigurasi elektron 10Ne )

- Unsur 17Cl : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 , mempunyai elektron valensi 7, sesuai kaidah oktet
unsur ini akan stabil dengan cara menyerap 1 elektron membentuk ion Cl-
Cl + e → Cl-
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 ( sama dengan konfigurasi elektron 18Ar )

Jadi unsur logam akan melepaskan elektron valensinya membentuk ion positif
(+), sedangkan unsur nonlogam akan menangkap elektron membentuk ion
negatif (-)

MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 16

3.Pembentukan ikatan ion

Ikatan ion atau elektrovalen umumnya terbentuk antara atom logam
dan non logam. Hal ini terjadi karena atom unsur logam cenderung melepas
elektron membentuk ion positip (+) dan atom unsur non logam cenderung
menangkap elektron sehingga membentuk ion negatip (-). Ikatan antara ion
positip dengan ion negatip melalui gaya elektrostatis disebut ikatan ion.
Perhatikan gambar berikut:

Gambar 3. Unsur-unsur pembentuk anion dan kation (Sumber :
Masterton, Hurley, 2010)

MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 17

a. Senyawa garam dapur, NaCl , terbentuk dari ikatan ion antara atom Na

denganatom Cl.

- 11Na : 1s2 2s2 2p6 3s1

Na → Na+ + e
- 17Cl : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5

Cl + e → Cl-
- Ikatan ion

Na+ + Cl- → NaCl

Ilustrasi pembentukan ikatan ion

b. Senyawa garam dapur, NaCl , terbentuk dari ikatan ion antara atom Na
denganatom Cl.

- 20Ca : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2
Ca → Ca2+ + 2e

- 17Cl : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5
Cl + e → Cl-

- Ikatan ion
Ca2+ + 2Cl- →
CaCl2

Ilustrasi pembentukan ikatan ion

Untuk menambah pemahaman mengenai pembentukan ikatan ion, pindailah
barcode dibawah ini !

MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 17

4.Sifat fisis senyawa ion

Sifat fisis senyawa ion ditentukan oleh gaya elektrostatis yang
kuat antara ion positif dan negatif senyawa tersebut. Dalam fase
padat, membentuk struktur kristal. Contoh Susunan ion-ion Na+ dan
Cl- yang membentuk struktur kristal NaCl. Setiap ion Na+ dikelilingi oleh
6 ion Cl- dan setiap ion Cl- dikelilingi oleh 6 ion Na+.

Gambar 4. Ilustrasi struktur
kristal NaCl(Sumber :
Setiyana, 2015)

Beberapa sifat fisis senyawa ion lainnya adalah :
a. Bersifat keras tetapi rapuh

Jika senyawa ion dikenakan suatu energi, misalnya dipukul
menggunakan palu, lapisan yang terkena pukulan akan bergeser. Ion-
ion yang muatannya sama akan saling menolak. Tolak-menolak antar
ion inilah yang menyebabkan kekuatan ikatan ion akan berkurang
sehingga senyawa ion bersifat mudah rapuh. Perhatikan ilustrasi
berikut:

Gambar 5. Ilustrasi sifat rapuh
senyawa ion(Sumber :
Setiyana, 2015)

b. Mempunyai titik leleh dan titik didih yang tinggi.
Ikatan ion antara kation dan anion sangat kuat. Untuk memutuskan
ikatan ion diperlukan energi yang cukup besar. inilah penyebab senyawa
ion mempunyai
MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 18

titik didih dan titik leleh yang cukup tinggi. Contohnya : NaCl
mempunyai titikleleh 801 oC dan titik didih 1.465 oC.

i. Larut dalam pelarut air, tetapi umumnya tidak larut dalam
pelarut organik.

ii. Bersifat konduktor listrik
c. Tidak menghantarkan listrik pada fase padat, tetapi

menghantarkan listrikdalam fase cair (lelehannya) atau jika larut
dalam air.
d. Umumnya dapat larut dalam pelarut polar, tidak dapat larut dalam
pelarut non polar.

C. Rangkuman

1. Struktur lewis melambangkan elektron valensi dengan titik.
2. Suatu atom dapat mencapai kestabilan konfigurasi elektron gas mulia dengan

cara melepaskan elektron, menangkap elektron, atau berbagi elektron.
3. Ikatan ion atau elektrovalen adalah ikatan yang terbentuk karena gaya

elektrostatik antara ion positif (+) dari unsur logam dengan ion negatif (-)
dari unsur non logam
4. Sifat fisis senyawa ion antara lain dalam wujud padat berupa kristal, titik
leleh dan titik didih yang tinggi, larut dalam pelarut air, bersifat konduktor
listrik.

MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 19

D. Penugasan Mandiri

KARTU ION BERBASIS LOKAL MATERIAL
1. Untuk memahami pembentukan ikatan ion kalian dapat membuat alat peraga

sederhana menggunakan material lokal yang ada di sekitarmu.
2. Unsur-unsur logam golongan I A, II A, III A , stabil dengan cara melepas

elektron membentuk ion positif, sedangkan unsur-unsur non logam golongan
V A, VI A , VII A stabil dengan cara menangkap elektron membentu ion
negatif. Kalian dapatmembuat kartu ion seperti gambar berikut:

Gambar 6. Rancangan kartu ion golongan
utama SPU (Sumber : Setiyana,
2015)

MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 20

Jadi semua unsur golongan IA yaitu Li, Na, K, Rb, Cs mempunyai model

kartu ion yang sama dengan kartu Na+ , golongan II A yaitu Be, Mg, ca,

Sr Ba mempunyai model kartu ion yang sama dengan kartu Ca2+, begitu

seterusnya
- Cara menggunakan :

a. misalnya kamu ingin mengetahui pembentukan CaF 2 maka kamu sediakan
kartu ion Ca2+ dan kartu ion F- Kemudian pasangkan kedua kartu tersebut
sehingga membentuk persegi yang KLOP..! maka

dibutuhkan 1 kartu Ca2+ dan 2 kartu F-

Ca2+ + 2 F- → CaF2

.

Mudah bukan ? sekarang saatnya kamu cek sendiri untuk

pembentukansenyawa-senyawa ion lainnya.
b. Pembentukan ikatan ion antara atom Al dan atom O , caranya : Sediakan

kartu ion Al3+ dan O2-, kemudian rangkai menjadi persegi KLOP..!

sesuaicontoh diatas

berapa dibutuhkan kartu Al3+ dan O2-

MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 21

E. Latihan Soal

Petunjuk :
Pilihlah salah satu jawaban yang dianggap paling benar. Selamat
berlatih menjadi pribadi yang terbaik, ya !

1. Unsur kalsium mempunyai konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 . Untuk
mencapai kondisi yang stabil seperti golongn gas mulia, maka yang terjadi pada
kalsium adalah … .
A. Pelepasan 1 elektron sehingga bermuatan +1
B. Pelepasan 2 elektron sehingga bermuatan +2
C. Penyerapan 1 elektron sehingga bermuatan +2
D. Penyerapan 2 elektron sehingga bermuatan +2
E. Memasangkan dua elektron dengan dua elektron lain.

2. Diketahui konfigurasi elektron sebagai berikut :

2He : 1s2 13Al : 1s2 2s2 2p6 3s2
6C : 1s2 2s2 2p2 3p1 16S : 1s2 2s2 2p6 3s2
8O : 1s2 2s2 2p2
10Ne : 1s2 2s2 2p6 3p4 17Cl : 1s2 2s2 2p6
3s2 3p5 18Ar : 1s2 2s2
11Na : 1s2 2s2 2p6 3s1 2p6 3s2 3p6
19K : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1

Maka kelompok unsur yang cenderung membentuk ion positip adalah ….
A. He,Al, dan O
B. He,Ne, dan Ar
C. Na, Al dan K
D. C,O dan Cl
E. Ne, Na dan K

3. Perhatikan gambar struktur Lewis beberapa senyawa berikut!

Senyawa yang tidak mengikuti kaidah oktet atau duplet adalah ....
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)

MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 22

4. Diketahui unsur X dan Z memiliki konfigurasi elektron sebagai
berikut:X : [Ar] 4s2 3d6
Z : [Ne] 3s2 3p5
Apabila X dan Z bersenyawa, rumus senyawa yang terbentuk adalah ….
A. X3Z
B. X3Z2
C. X2Z3
D. XZ3
E. X2Z

5. Siapa yang tak mengenal garam ? Garam merupakan senyawa ion yang sangat
banyak manfaatnya dalam kehidupan. Salah satu manfaat garam adalah
sebagai penyedia natrium, garam tidak hanya baik untuk otak, tapi juga otot
dan fungsi sistem saraf. Natrium adalah pengatur air dalam tubuh Anda.
Hal inilah diperlukan untuk transmisi sinyal listrik dalam tubuh.
Berikut ini yang bukan merupakan sifat garam adalah . . . .
A. Mudah larut dalam air
B. Dapat menghantarkan listrik dalam fase cair
C. Titik didih dan titik lelehnya tinggi
D. Dapat larut dalam kloroform
E. Tidak dapat menghantarkan listrik dalam fase padat

MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 23

Kunci Jawaban dan pembahasan

No Kunci Pembahasan

1 B Unsur kalsium mempunyai konfigurasi elektron

1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 ., berarti elektron valensi = 2,

maka untuk mencapai kondisi yang stabil cenderung
melepas 2e
membentuk ion Ca2+
2 C Konfigurasi elektron Keterangan

2He : 1s2 Gas mulia, stabil
6C : 1s2 2s2 2p2 Elektron valensi 4,

8O : 1s2 2s2 2p4 cenderung menangkap
4emembentuk C4-
Elektron valensi 6,
cenderung menangkap

10NNae :: 11ss22 22ss22 22pp66 3s1 2emembentuk 02-
Gas mulia, stabil
11 Elektron valensi 1,

13Al : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p1 cenderung melepas
1emembentuk Na+

Elektron valensi 3,
cenderung melepas
1emembentuk Al3+

16S : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4 Elektron valensi 6,
cenderung menangkap

17Cl : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 2emembentuk S2-
Elektron valensi 7,
cenderung menangkap

1emembentuk Cl-

18Ar : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 Gas mulia, stabil
19K : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 Elektron valensi 1,

cenderung melepas

1emembentuk K+

Jadi pembentuk ion positip adalah Na, Al dan K
3 E Suatu senyawa mengikuti kaidah oktet apabila

elektron terluar tiap unsurnya berjumlah 8, termasuk
elektron yangdiikat. Sedangkan pada kaidah duplet
elektron terluarnya berjumlah 2.

Pada soal di atas, hanya gambar nomor 5 yang tidak
mengikutikaidah oktet maupun duplet. Perhatikan gambar
ilustrasi berikut ini.

MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 24

Pada gambar di atas, tampak bahwa tiap unsur Cl telah
memenuhi kaidah oktet karena mempunyai elektron
terluar(termasuk elektron ikatan) berjumlah 8.
Sedangkan unsur
barium (B) hanya mempunyai elektron terluar berjumlah 6.
4 D Perhatikan konfigurasi elektron

unsur X.X : [Ar] 4s2 3d6

Elektron valensinya adalah 8 (2 + 6). Elektron valensi
seperti ini cenderung melepas 2 elektron dari subkulit s
sehingga membentuk ion X2+, atau melepas 3 elektron (2
dari subkulit sdan 1 dari subkulit d) sehingga membentuk
ion X3+. Keadaan yang terakhir ini lebih stabil karena
subkulit d terisi setengahpenuh.

X2+ : [Ar] 4s0 3d6
X3+ : [Ar] 4s0 3d5 (lebih stabil)

Sementara itu unsur Z mempunyai elektron valensi 7 (2
+ 5).Dengan valensi 7 ini, unsur Z cenderung menangkap
1 elektron agar tercapai valensi gas mulai (8) sehingga
membentuk ion Z−.
Ikatan yang terbentuk antara unsur X dan Z
adalahX3+ + Z− → XZ3
5 D Sifat garam (senyawa ion) :
- Mudah larut dalam air.
- Dapat menghantarkan listrik dalam fase cair. tidak

dapat menghantarkan listrik dalam fase padatan.
- Titik didih dan titik lelehnya tinggi.
- Tidak dapat larut dalam pelarut nonpolar

(kloroform merupakan pelarut non polar).
Jadi sifat garam (senyawa ion) tidak dapat larut
dalam kloroform (pelarut non polar)

Norma penilaian

MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 25

Cocokkanlah jawaban kamu dengan Kunci Jawaban Latihan yang terdapat

di bawah ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus

berikut untuk mengetahui tingkat penguasaanmu terhadap materi di modul

ikatan ion ini.
- Pedoman penilaian

Nilai = (Jawaban benar/5) x 100

- Kategori tingkat

penguasaanmu 90 - 100 =

baik sekali
80 - 89 = baik
70 - 79 = cukup
< 70 = kurang
- Apabila mencapai tingkat penguasaan ≥ 80 , Ananda dapat meneruskan dengan

Kegiatan Belajar 2. Bagus! Namun, jika masih di bawah 80, Ananda harus

mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum dikuasai.

Semangat….!

F. Penilaian Diri

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur
dan bertanggungjawab!

NO PERTANYAA JAWABAN
N YA TIDAK

1 Saya dapat memahami dan menuliskan struktur
lewis

2 Saya dapat memahami aturan octet dan aturan
duplet dalam kestabilan unsur

4 Saya memahami pembentukan senyawa ion
4 Saya memahami sifat-sifat fisis senyawa ion

- Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pada bagian ini
- Bila semua jawaban "Ya", maka Anda dapat melanjutkan ke pembelajaran

berikutnya.

MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 26

Norma Penilaian
Cocokkanlah jawaban kamu dengan Kunci Jawaban Latihan 1 yang terdapat di
bawah ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut
untuk mengetahui tingkat penguasaanmu

Pedoman penilaian
Nilai = (Jawaban benar/10)
x 100 Konversi tingkat
penguasaan:
90 - 100% = baik sekali
80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang

MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 27

DAFTAR PUSTAKA

Andromeda, dkk. 2019.Modul 2 Ikatan Kimia. Padang : Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan.

https://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id/sumberbelajar/tampil/Sel-
Elektrokimia- 2015/konten1.html. Diakses 9 September 2020

Mcmurry , John e & Fay , Robert c & Fantini , Jordan. 2012. Chemistry.
London: Prentice Hall.

Masterton , William L., Hurley , Cecile N., Neth ,Edward. 2011. Chemistry:
Principles andReactions. Cengage Learning Published

Setiyana. 2015. My Dream In Chemistry, Kelas XII MIPA semester 1.
Bandung : Tinta Emas Publishing

Whitten. 2009. General Chemistry. Volume 5. New York: Saunders Bandung :
College Publisher.

Silberbeg, M. S. 2010. Principles of General Chemistry, 2th Edition. New York:
The McGraw-Hill Companies, Inc.

MATERI AJAR IKATAN ION-SMA_X 28


Click to View FlipBook Version