The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Kelompok 2, 2023-03-13 04:11:03

Kerajaan Bali Kuno

Tugas Sejarah Kelompok 2

Keywords: Kelompok 2

KE RAJAA N BAL I KU N O B Y K E L O M P O K 2 OKI NADIA NGARTIASIH SATYA WIGUNA


L E TAK S UMBE R SE JARAH Pada abad ke-11, sudah ada berita dari Tiongkok yang menjelaskan tentang tanah Po-Li (Bali). Berita Tiongkok itu menyebutkan bahwa adat istiadat penduduk di tanah Po-Li hampir sama dengan masyarakat Ho-ling (Kalingga). Bila orang meninggal, mulutnya di masukan emas kemudian dibakar. Adat semacam ini masih berlangsung di Bali. Adat itu dinamakan Ngaben. Prasasti Blanjong adalah peninggalan bersejarah yang memuat pesan berbahasa Bali dan dibuat oleh Sri Kesari Warmadewa. Prasasti ini ditemukan di Sanur Kauh, Denpasar Selatan. PRASASTI ANAK WUNGSU PE N I N G G ALA N Prasasti Panglapuan adalah peninggalan kerajaan Bali yang berisi pesan tentang para penguasa kerajaan seperti Udayana, Jayapangus dan Anak Wungsu. PRASASTI BLANJONG Pura Agung Besakih merupakan tempat pemujaan yang menjadi cikal bakal agama Hindu di Bali. Lokasinya di Desa Besakih, Karangasem. Kerajaan Bali atau yang disebut juga dengan Kerajaan Bedahulu atau Bedulu adalah kerajaan kuno di Pulau Dewata. Kerajaan ini berpusat di sekitar Pejeng, Kabupaten Gianyar, Bali. PRASASTI PANGLAPUAN Prasasti Anak Wungsu adalah peninggalan dari Raja Anak Wungsu yang berjumlah 28 buah. Selain prasasti, ada Goa Gajah, Pura Gunung Penulisan, dan Pura Gunung Kawi. CANDI PADAS CANDI MAGENING PURA AGUNG BESAKIH Candi Padas adalah situs purbakala pada masa pemerintahan Raja Udayana hingga Raja Anak Wungsu yang letaknya di Sungai Pakerisan, Gianyar, Bali. Candi Mangening termasuk peninggalan masa Kerajaan Bali yang ditemukan pada 1925 di Gianyar. Salah satu arca sakralnya yang masih ada yaitu Lingga Yoni. CANDI WASAN Candi Wasan yang pernah menjadi tempat spiritual pada masanya dengan bukti ditemukan sejumlah arca, salah satunya arca Ganesa.


KEHI D U PA N P O L I T IK Raja Bali yang pertama ialah Sri Kesari Warmadewa. Ia bertakhta di istana Singhadwala dan ialah raja yang mendirikan Dinasti Warmadewa. SRI KESARI WARMADEWA RAJA UGRASENA Raja Ugrasena bertakhta di istana Singhamandawa. Masa pemeritahannya sezaman dengan pemerintahan Empu Sendok dari keluarga Isana di Jawa Timur. AJI TABANENDRA WARMADEWA Aji Tabanendra Warmadewa ( 955- 967). Raja ini memerintah bersamasama permaisurinya yang bernama Sri Subadrika Dharmadewi. JAYASINGHA WARMADEWA Jayasingha Warmadewa (968-975). Raja ini membangun sebuah pemandian dari sebuah mata air yang ada di Desa Manukaya. Pemandian itu disebut Tirtha Empul yang terletak di dekat Tampaksiring. Janasadhu Warmadewa adalah seorang raja dari Wangsa Warmadewa, yang memerintah di Bali pada sekitar akhir abad ke-10 M. JANASADHU WARMADEWA SRI WIJAYA MAHADEWI Pada tahun 983 muncul seorang raja wanita yang bernama Sri Maharaja Sri Wijaya Mahadewi. Pengganti Sri Wijaya Mahadewi ialah Udayana Warmadewa. RAJA UDAYANA Udayana diduga merupakan raja yang besar wibawa dan pengaruhnya, Udayana menikah dengan Mahendradatta. Perkawinan mereka membuahkan beberapa putra: Airlangga, Marakata, dan Anak Wungsu. Airlangga menikahi salah seorang puteri Raja Darmawangsa Teguh Setelah Dharmawangsa tewas akibat pemberontakan Wura-wuri, Airlangga mengambil alih kekuasaan Medang Kamulan dan memindahkan ibukota ke Kahuripan.


DHARMAWANGSA MARAKATA Dharmawangsa Marakata wafat pada tahun 1025 M dan dimakamkan di Camara di kaki Gunung Agung. Sedangkan ibunya, Mahendradatta, wafat pada tahun 1010 dan dimakamkan di Burwan dekat Gianyar yang diarcakan sebagai Dewi Durga. ANAK WUNGSU Anak Wungsu mulai memerintah pada 1049. Selama pemerintahannya, ia meninggalkan 28 buah prasasti, di antaranya Prasasti Gua Gajah, Gunung Penulisan, dan Sangit. memerintah selama 28 tahun, sampai tahun 1077, dan wafat pada tahun 1080 M dan dimakamkan di Candi Padas Tampaksiring. SRI MAHARAJA WALAPRABU Sri Maharaja Walaprabu yang diduga memerintah tahun 1079-1088. Berbeda dengan raja-raja Bali sebelumnya yang memakai gelar Sang Ratu atau Paduka Haji, Walaprau malah menggunakan gelar Sri Maharaja yang berbau Sansekerta. JAYAPANGUS Raja yang terkenal dari Bali adalah Jayapangus yang berkuasa dari tahun 1177 hingga 1181. Sebanyak 35 prasasti tentang Jayapangus telah ditemukan.


KEHI D U PA N S O SIAL B U DAYA 1. Sistem Kasta (Caturwarna) Kemasyarakatannya dibedakan dalam beberapa kasta. Namun, untuk masyarakat yang berada di luar kasta disebut budak atau njaba. 2. Sistem Hak Waris Pewarisan Anak laki-laki memiliki hak waris lebih besar dibandingkan anak perempuan. 3. Sistem Kesenian Kesenian Sistem kesenian keraton dan sistem kesenian rakyat. 4. Agama dan Kepercayaan mempertahankan tradisi kepercayaan nenek moyangnya. Dengan demikian, di Bali dikenal ada penganut agama Hindu, Buddha, dan kepercayaan animisme. H A L A M A N E M P A T | P E R J A L A N A N Kehidupan Ekonomi Kerajaan Bali Sejak abad ke-10, masyarakat Bali sudah mengenal sistem pertanian yang kemudian dikembangkan sebagai sumber perekonomian. Raja-raja di Bali memusatkan ekonomi dari sektor pertanian. Sebagian besar warga bekerja mengelola sawah, ladang, dan perkebunan. Selain pertanian, peternakan, dan perburuan turut dikembangkan. Beberapa warga lainnya juga ada yang bekerja untuk menjalankan pusat kerajinan dari emas dan perak. KEHI D U PA N EK O N OMI


Click to View FlipBook Version