The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Rangsang Tari dalam proses penciptaan karya tari

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by acundtelbolong79, 2023-03-28 22:36:31

Seni Budaya X/genap

Rangsang Tari dalam proses penciptaan karya tari

Keywords: Rangsang tari

Seni Budaya Kelas X/Semester 2 Acun Dina Fattuloh


Perhatikan gambargambar berikut


Dalam membuat karya tari, koreografer harus memiliki ide atau gagasan awal. Ide atau gagasan dapat timbul melalui adanya sebuah rangsang. Konsep dasar dari rangsang menurut Jacqueline Smith (Suharto: 1985) didefinisikan sebagai sesuatu yang membangkitkan semangat, atau mendorong kegiatan. Rangsang yang biasanya menjadi awal dari lahirnya sebuah karya tari adalah rangsang visual dan audio. Dalam membuat karya tari, koreografer harus memiliki ide atau gagasan awal. Ide atau gagasan dapat timbul melalui adanya sebuah rangsang. Konsep dasar dari rangsang menurut Jacqueline Smith (Suharto: 1985) didefinisikan sebagai sesuatu yang membangkitkan semangat, atau mendorong kegiatan. Rangsang yang biasanya menjadi awal dari lahirnya sebuah karya tari adalah rangsang visual dan audio.


Rangsang Visual Rangsang visual dalam membuat karya tari adalah segala sesuatu yang dapat ditangkap oleh panca indera penglihat atau mata. Contohnya mengamati alam sekitar, benda-benda atau fenomena sosial. Rangsang visual dapat juga menginspirasi desain gerak tari dan tempo gerak tari, misalnya saat koreografer bermain ke kebun binatang kemudian mengamati perilaku satwa, akhirnya merangsang koreografer tersebut untuk membuat desain gerak meniru tingkah laku binatang seperti melompatlompat pada gerak tari bertema satwa kijang, atau desain gerak terbang pada tari bertema burung. Rangsang visual dalam membuat karya tari adalah segala sesuatu yang dapat ditangkap oleh panca indera penglihat atau mata. Contohnya mengamati alam sekitar, benda-benda atau fenomena sosial. Rangsang visual dapat juga menginspirasi desain gerak tari dan tempo gerak tari, misalnya saat koreografer bermain ke kebun binatang kemudian mengamati perilaku satwa, akhirnya merangsang koreografer tersebut untuk membuat desain gerak meniru tingkah laku binatang seperti melompatlompat pada gerak tari bertema satwa kijang, atau desain gerak terbang pada tari bertema burung.


Rangsang Audio Rangsang musik atau rangsang audio adalah rangsang membuat karya berdasarkan segala sesuatu yang dapat ditangkap melalui pancaindera pendengaran. Rangsang musik pada tari dapat berupa iringan dari alat musik, karya-karya musik berupa rekaman atau lagu. Selain itu rangsang musik juga dapat diperoleh dari suara atau bunyi dari lingkungan sekitar, seperti suara hewan, suara deburan ombak di laut, bunyi kicau burung, suara manusia yang sedang berbicara, tertawa atau menangis, suara kendaraan atau suara-suara yang mengingatkan kita pada sebuah fenomena sosial. Rangsang musik atau rangsang audio adalah rangsang membuat karya berdasarkan segala sesuatu yang dapat ditangkap melalui pancaindera pendengaran. Rangsang musik pada tari dapat berupa iringan dari alat musik, karya-karya musik berupa rekaman atau lagu. Selain itu rangsang musik juga dapat diperoleh dari suara atau bunyi dari lingkungan sekitar, seperti suara hewan, suara deburan ombak di laut, bunyi kicau burung, suara manusia yang sedang berbicara, tertawa atau menangis, suara kendaraan atau suara-suara yang mengingatkan kita pada sebuah fenomena sosial.


Tugas Buatlah satu pose/gaya tari sesuai imajinasi kalian,dari rangsang visual maupun audio. Foto 1 pose tari tersebut,dan kumpulkan melalui link Drive yang saya bagikan. Contoh gerakannya seperti gambar-gambar yang ada di materi ini. Tugas bersifat individu!


Terimakasih


Click to View FlipBook Version