secara rohani. Semua ini sepenuhnya dilakukan oleh Roh Kudus,
sedangkan manusia bertindak pasif. Lahir baru bukan merupakan
hasil kerjasama antara kehendak/kemampuan manusia dengan
kehendak/kemampuan Allah, melainkan seluruhnya merupakan
kehendak dan pekerjaan Allah.
Pertobatan
Pertobatan merupakan pengalaman rohani yang terjadi bersamaan
dengan lahir baru. Untuk memahami tentang pertobatan, kita perlu
membedakan dua pengertian tentang pertobatan. Dalam bahasa
Inggris dikenal dua kata yaitu conversion dan repentance. Keduanya
berarti pertobatan.
Pertobatan dalam pengertian konversi adalah respon terhadap
berita Injil dan tindakan yang sadar dari seseorang yang telah
mengalami lahir baru terhadap panggilan Allah. Orang tersebut
sungguh-sungguh menyadari keberdosaannya, sehingga menerima
Yesus Kristus sebagai Juruselamat bagi pengampunan dosanya
dengan beriman kepada-Nya. Ia ________________ dan hidup
_________________ [Kis 11:18; 15:3, 19; 1 Tes 1:9]. Pertobatan dalam
pengertian konversi ini terjadi seumur hidup hanya satu kali.
Pertobatan dalam pengertian repentance adalah ____________ dalam
sikap hidup, tingkah laku, karakter atau kebiasaan yang buruk/dosa,
hidup yang tidak berkenan atau tidak memuliakan Allah [2 Kor 7:10].
Seseorang yang sudah bertobat dan menerima Yesus Kristus
sebagai Juruselamat [conversion], bukanlah manusia yang
sempurna tanpa kekurangan dan kelemahan. Ia masih memiliki
kekurangan atau kebiasaan buruk yang harus ia tinggalkan. Ia masih
memiliki kelemahan, sehingga ia bisa hidup jauh dari Tuhan, jatuh
dalam dosa atau membuat dirinya mempertahankan kebiasaan
buruknya. Untuk itu, ia perlu bertobat [repentance] dengan
meninggalkan dan membuang segala sesuatu yang tidak berkenan
kepada Allah. Pertobatan semacam ini harus terus berlangsung
dalam kehidupan setiap orang Kristen.
Sudahkah Yesus Kristus menjadi Tuhan dan Juruselamat pribadi
dalam hidup Anda?
Lagu Amazing Grace (Sangat Besar AnugerahNya) menyaksikan
bagaimana anugerah keselamatan di dalam Kristus sanggup
mengubah kehidupan yang kelam dan tak berpengharapan oleh
karena dosa menjadi indah dan bermakna. Disinilah letak keindahan
dan kedahsyatan dari anugerah Allah seperti yang dialami oleh John
Newton, sang penggubah lagu tersebut! Sejauh mana anugerah
keselamatan di dalam Tuhan Yesus itu dialami dan berdampak dalam
kehidupan Anda secara nyata?
Permulaan pengalaman seseorang menjadi anak Allah atau murid
Kristus selalu dan harus dimulai dengan lahir baru dan pertobatan.
Bagaimanakah pengalaman Anda mengenai kedua hal ini? (Ceritakan
secara singkat).
Look
Took
Tuliskanlah pengalaman lahir baru dan pertobatan Anda dalam selembar
kertas. Lalu lembar yang telah terisi diserahkan kepada pengajar untuk
dibaca dan ditindakjanjuti.
BAB 6
ROH KUDUS DAN
PERANANNYA
A. ROH KUDUS SEBAGAI PRIBADI
Roh Kudus adalah Oknum dari Allah Tritunggal. Karena adanya
kesulitan dalam memahami Allah Tritunggal, Roh Kudus seringkali
dipahami hanya sebagai kuasa atau kekuatan Allah, bukan sebagai
satu pribadi. Kata “roh” dalam bahasa Ibrani ruakh dan bahasa
Yunani pneuma memang dapat berarti: “nafas,” “angin,” “kekuatan,”
“daya hidup,” atau “roh.” Tetapi apabila kata ini dikenakan pada Roh
Kudus, Roh Allah, Roh Tuhan, kata ini tidak mengacu pada suatu
kekuatan, kuasa atau daya hidup yang dipersonifikasikan, tetapi
mengacu pada suatu pribadi atau oknum [Kej 1:2; Yes 63:10; 11:2-3].
Dalam PB terdapat banyak petunjuk yang sangat jelas yang
menyatakan Roh Kudus sebagai satu pribadi:
Roh Kudus disebut ________ [Yoh 14:16; 15:26].
Roh Kudus mengajar dan memimpin pada ___________[Yoh 14:26; 16:13].
Roh Kudus ____________ [Yoh 15:26].
Roh Kudus ___________ [Kis 13:2; Why 2:7].
Roh Kudus mempunyai __________, kehendak dan mengerjakan [Kis 13:2; 16:6-7; 1
Kor 12:11].
Roh Kudus membantu dan ___________ doa [Rm 8:26-27].
Roh Kudus bisa dihujat, didustai, atau ___________[Luk 12:10; Kis 5:1-6; Ef 4:30,31].
PB juga mengungkapkan dengan jelas bahwa Roh Kudus juga
adalah Allah, karena hal-hal berikut:
Roh Kudus mempunyai atribut kekekalan [Ibr 9:14].
Roh Kudus mempunyai atribut maha tahu [1 Kor 2:10-11].
Roh Kudus setara dan identik dengan Allah [Mat 28:19; Kis 5:1-6; 1 Kor 12:4-6; 2
Kor 13:13].
C. PERANAN ROH KUDUS
Setelah Yesus Kristus menggenapkan karya keselamatan-Nya dan
naik ke surga, umat percaya tidak ditinggalkan sendiri. Allah Bapa
dan Allah Anak mengutus Allah Roh Kudus ke dalam dunia untuk
menopang, memimpin, menolong dan senantiasa hadir dalam
kehidupan umat percaya, baik secara komunal maupun secara
individual. Apakah peranan Roh Kudus dalam kehidupan umat
percaya? Peranan-Nya dapat dikategorikan sebagai berikut:
Dalam _________________ Alkitab.
Roh Kudus menginspirasikan penulisan Alkitab [2 Tim 1:21]. Ia juga
memimpin para rasul pada kebenaran [Yoh 16:13]. Dalam
pemeliharaan-Nya, Ia memimpin dalam proses penyalinan kitab-
kitab Suci hingga proses pengumpulan [kanonisasi] Alkitab.
Dalam ________________
Roh Kudus bersaksi tentang Kristus [Yoh 15:26; 1 Kor 12:3];
menginsafkan/menyadarkan manusia akan dosa [Yoh 16:8-11; Kis
7:51] dan mengakibatkan kelahiran baru/pertobatan [Yoh 3:5-6; Tit
3:5]. Roh Kudus juga menguduskan/memperbaharui hidup orang
percaya [1 Kor 6:11; 2 Tes 2:13; 1 Pet 1:2].
Dalam kehidupan ______________
Setelah seseorang lahir baru/bertobat, kehidupannya selalu disertai
Roh Kudus. Karena Roh Kudus diam di dalam setiap diri orang
percaya secara permanen [Rm 8:9; 1 Kor 3:16]. Dikaruniakannya
Roh Kudus dalam diri orang yang percaya dan menerima Yesus
seringkali disebut dengan “dibaptis dengan Roh Kudus” [1 Kor
12:13; Kis 1:5; 11:17]. Dan Roh Kudus yang berdiam dalam diri kita
itu akan terus memperbaharui kita hari demi hari [Tit 3:5], supaya
kita semakin bertumbuh secara rohani dan menghasilkan buah Roh
Kudus.
Salah satu tanda dari orang yang telah lahir baru adalah
menghasilkan buah Roh Kudus. Adapun sifat-sifat yang terkandung
dalam buah Roh Kudus adalah kasih, sukacita, damai sejahtera,
kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan
penguasaan diri [Gal 5:22-23]. Adalah keliru bila ada yang
menganggap bahwa buah Roh itu berjumlah sembilan. Yang benar
adalah buah Roh Kudus itu satu, tetapi memiliki sembilan sifat. Buah
Roh Kudus tidak seperti karunia-karunia Roh Kudus yang berjumlah
banyak dan beragam. Dalam kenyataannya, memang ada orang
Kristen yang lebih bertumbuh dalam sifat-sifat tertentu, namun
kurang dalam hal sifat-sifat lainnya. Tugas orang Kristen adalah
mewujudkan sifat-sifat dari buah Roh Kudus itu dalam
kehidupannya. Buah Roh yang dihasilkan sekaligus merupakan
tanda kesejatian orang Kristen [Mat 7: 16, 20].
Roh Kudus juga memimpin kehidupan kita. Pimpinan Roh Kudus di
sini jangan diartikan sepertinya kita adalah robot. Roh Kudus
senantiasa memimpin kita dalam kebebasan kita [untuk taat atau
tidak taat pada pimpinan-Nya]. Pimpinan Roh Kudus dalam
kehidupan orang-orang percaya juga tidak harus diartikan secara
dramatis atau luar biasa, seperti pimpinan Roh Kudus atas diri
Filipus [Kis 8:29] atau atas diri Petrus [Kis 10:19-20; 11:12]. Roh
Kudus lebih banyak menyatakan pimpinan-Nya dalam kehidupan
kita sehari-hari agar kita hidup dalam kebenaran, kesucian,
berkenan kepada Allah, dan hidup selaras dengan firman-Nya [Rm
8:14; Gal 5:18; Ef 5:17, 18]. Alkitab menyebut pula hidup dipimpin
oleh Roh dengan istilah “hidup dipenuhi” atau “penuh dengan” Roh
Kudus [Ef 5:18; bdk Luk 4:1; Kis 6:1-7; 7:55; 11:24]. Orang Kristen
harus senantiasa di penuhi oleh Roh Kudus, supaya ia dapat hidup
berkenan kepada Tuhan. Bertolak belakang dengan sikap
mendukakan atau memadamkan Roh Kudus, [Ef 4:30,31; 1 Tes
5:19]. Hidupnya ada dalam ketidaktaatan terhadap pimpinan Roh
Kudus yang membuahkan kehidupan yang tidak berkenan kepada
Tuhan. Kepenuhan Roh adalah untuk kemuliaan Allah, yang
diwujukan melalui ketaatan terhadap firman Allah, keberanian
memberitakan Injil, senantiasa mengucap syukur, antusias dalam
melayani, menghasilkan keteladanan hidup secara moral.
Bagaimana kita dapat mengetahui pimpinan Roh Kudus atas hidup
kita? Roh Kudus selalu memberi pimpinan yang sesuai dengan
firman Tuhan, yang tidak pernah bertentangan dengan firman Allah.
Ia akan selalu memimpin kita pada kebenaran. Roh Kudus juga
dapat memimpin orang percaya melalui hati nurani, teguran,
khotbah atau nasihat dari rohaniwan atau teman.
Dalam _____________ dan _____________ jemaat.
Karunia Roh Kudus adalah kemampuan yang diberikan oleh Roh
Kudus atas orang percaya. Di dalam pengertian ini terkandung
tujuan dari pemberian karunia Roh Kudus ialah untuk pelayanan
dan pembangunan tubuh Kristus sampai Kristus datang kembali
kedua kalinya [1 Kor 1: 7; Ef 4: 12].
Ada enam bagian Alkitab yang mendaftarkan karunia-karunia Roh
Kudus [1 Kor 12: 28; 12: 8-10; Ef 4: 11; Rm 12: 6-8; 1 Pet 4: 11].
Daftar-daftar ini mencantumkan karunia-karunia yang berbeda-
beda, meskipun ada yang serupa. Ada kemungkinan Paulus dan
Petrus tidak bermaksud membuat daftar tentang karunia yang
lengkap, namun ingin menunjukkan bahwa Allah memberikan rupa-
rupa karunia dengan berbagai tujuan pula. Gereja yang sehat
ditandai dengan keberagaman karunia.
Dalam hal karunia Roh Kudus, tidak boleh ada anggapan bahwa
karunia tertentu lebih baik atau lebih unggul daripada yang lainnya.
Orang percaya harus menghargai karunia yang diterimanya dan
sekaligus menghargai karunia orang lain juga. Jadi, adalah keliru bila
ada yang mengatakan bahwa setiap orang percaya harus memiliki
karunia-karunia tertentu, misalnya karunia berbahasa lidah. Apakah
karunia Roh Kudus bersifat temporer atau permanen?
Perumpamaan Paulus tentang anggota tubuh memberikan kesan
yang kuat bahwa karunia itu bersifat permanen [1 Kor 12: 12-26].
Selain itu, Paulus juga menyebut karunia dengan sebutan jabatan,
yang menggambarkan fungsi yang kontinu, seperti nabi, pengajar [1
Kor 12:29], dan pemberita Injil [Ef 4:11]. Namun demikian, ada
pengecualian bahwa karunia tertentu mungkin saja bersifat
temporer, misalnya karunia menyembuhkan. Karunia ini bersifat
temporer karena memang hanya pada saat-saat tertentu
dibutuhkan, misalnya dalam kasus Stefanus [Kis 7:55]. Sifat
temporer ini juga dapat terjadi bila orang percaya mengabaikan
karunia yang telah diberikan oleh Roh Kudus [1 Tim 4:14].
Pemahaman ini selaras dengan sifat dasar dari karunia itu sendiri,
yaitu pemberian Roh Kudus. Roh Kudus akan memberikan karunia-
Nya sesuai dengan kehendak-Nya [1 Kor 12:11].
Perlu dipahami pula bahwa karunia adalah alat pelayanan, tapi tidak
berhubungan dengan kedewasaan rohani. Roh Kudus memberikan
karunia kepada setiap orang percaya pada tingkat kerohanian
apapun, termasuk mereka yang kerohaniannya masih kanak-kanak
[1 Kor 3:1]. Jadi, jelaslah bahwa karunia tidak menandakan
kedewasaan rohani seseorang. Dengan demikian, kita tidak dapat
mengukur kedewasaan rohani seseorang berdasarkan manifestasi
karunia yang dimilikinya.
Dalam hal ini kita perlu berhati-hati, karena kita perlu menyadari
bahwa karunia-karunia yang supranatural adalah karunia-karunia
yang sangat khusus dan tidak semua orang diberi oleh Roh Kudus
karunia-karunia yang demikian.
Dalam __________________
Dalam karya penciptaan, Alkitab menyatakan peranan Roh Kudus
sebagai yang melengkapi dan menopang apa yang Allah Bapa dan
Allah Anak telah kerjakan [Kej 1:2]. Roh Kudus memberi kehidupan
atas ciptaan [Mzm 104:30].
Siapakah Roh Kudus yang Anda ketahui atau kenal selama ini?
Sebutkan peranan Roh Kudus yang mana yang secara langsung Anda
rasakan atau alami!
Apa perbedaan dan fungsi antara buah Roh dengan Karunia Roh
dalam kehidupan orang percaya?
Look
Temukanlah keunikan peran Roh Kudus dalam diskusi kelompok
Took
Salah satu peran Roh Kudus yang penting adalah memberikan karunia-
karunia rohani kepada setiap orang percaya untuk dijadikan alat agar
dapat melayani dengan efektif. Apakah Anda memiliki kerinduan untuk
melayani sesuai karunia? Ceritakanlah kepada peserta yang duduk di
sebelah Anda! Sebelum bubar, baca dan terapkanlah langkah-langkah
konkret untuk mengenali karunia rohani, sbb:
Mengenal karunia-karunia rohani dengan mempelajari bagian firman
Tuhan yang berbicara mengenai karunia-karunia rohani, seperti Roma
12:3-8, 1 Korintus 12:8-11; Efesus 4:10-12, 1 Petrus 4:11.
Mengikuti tes deteksi karunia rohani.
Meminta konfirmasi dari orang-orang terdekat atau rohaniawan.
Menjalin hubungan dengan Tuhan lebih intim. Sebab Dia-lah yg
paling tahu, karunia rohani apa yg ada pada kita.
Pekalah dengan kemampuan kita sendiri. Pikirkanlah tentang cara-
cara Tuhan memakai kita sekarang. Manakah di antara hal-hal itu
yang paling menonjol.
Terlibat dalam banyak pelayanan. Tidaklah mungkin mengenali
karunia rohaninya dgn hanya berdiam diri saja dan merenung. Tidak
ada salahnya kita mencoba berbagai pelayanan. Dapatkan sebanyak
mungkin pengalaman di berbagai bidang pelayanan yang bisa kita
lakukan, setidaknya hal itu akan membuat semakin jelas di dalam
memperoleh gambaran karunia apa yang ada pada kita melalui hasil
dari pelayanan yang kita lakukan.
BAB 7
HAKIKAT GEREJA
A. PENGERTIAN GEREJA
Banyak orang salah mengerti dalam memaknai hakikat Gereja yang
sesungguhnya. Mereka memahami gereja sebagai bangunan atau
denominasi [aliran atau organisasi gereja]. Pengertian yang demikian
adalah salah. Gereja bukanlah bangunan fisik atau gedung; juga
bukan suatu denominasi atau organisasi. Sebenarnya gereja adalah
________________ [semua orang percaya yang telah ditebus oleh darah
Yesus Kristus] dari seluruh abad dan tempat. Gereja pada hakikatnya
adalah manusianya, bukan gedung atau organisasinya. Pengertian ini
selaras dengan kata Yunani κυριακός, kuriakos[arti: kepunyaan
Tuhan], dan kata inilah yang menjadi asal-usul dari kata Church
(Inggris), Kirche (Jerman), atau Kerk (Belanda).
Kata “gereja” dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Portugis
igreja, yang artinya sama dengan kata-kata di atas. Dalam PB kata
yang dipakai untuk “gereja” adalah ἐκκλησία, ekklesia [berasal dari ek
= keluar dan kaleo = memanggil]. Padanan kata untuk ekklesia dalam
PL adalah qahal, yang mengandung makna umat Allah [Ul 4:10 bdk.
Kis 7:38; Mzm 22:22 bdk. Ibr 2:12].
B. UNGKAPAN DAN KIASAN UNTUK GEREJA.
Dalam Alkitab terdapat banyak ungkapan dan kiasan yang dipakai
untuk menggambarkan Gereja:
_____________ |Ef 1:22-23|
Kiasan ini dipakai untuk menggambarkan bahwa gereja, baik secara
universal maupun lokal, merupakan komunitas orang-orang percaya
yang tidak terpisahkan dengan Kristus sebagai Kepala Gereja [Ef
1:10; Kol 1:18]. Jadi, sekalipun ada banyak orang percaya, yang
berasal dari berbagai suku, bangsa dan denominasi, semuanya
merupakan satu kesatuan, yaitu tubuh Kristus [1 Kor 12:12-13].
Gereja sebagai tubuh memperlihatkan kesatuan dan keberagaman.
_____________ |2 Kor 6:16; 1 Pet 2:9|
Ungkapan ini menekankan bahwa gereja merupakan umat
kepunyaan Allah yang didasarkan atas pemilihan dan inisiatif Allah.
Gereja merupakan umat atau komunitas yang ditebus dalam Yesus
Kristus sehingga menjadi umat kepunyaan Allah.
_____________ |1 Kor 3:16-17; Ef 2:21; 1 Pet 2:5|
Kiasan ini menunjukkan bahwa gereja, baik dalam diri setiap pribadi
maupun dalam keseluruhan komunitas didiami oleh Roh Kudus.
Gereja digambarkan sebagai bait Roh Kudus karena Roh Kudus
memberi kehidupan dalam gereja itu sendiri. Roh Kudus memberi
kuasa dan kekuatan kepada gereja, sehingga gereja dapat bertahan,
berbuah dan memberi dampak bagi pertumbuhan individu-individu
dan komunitas gereja itu sendiri.
___________________ |Ef 5:22-33|
Kiasan ini menggambarkan betapa eratnya hubungan antara Kristus
dan umat-Nya. Kiasan ini juga menekankan keharusan adanya
kesucian dan kesetiaan gereja kepada Tuhannya hingga kedatangan
Kristus kedua kali dan penggenapan keselamatannya.
Yerusalem baru atau ____________|Why 20|
Dalam kitab Wahyu, gereja digambarkan sebagai pengganti
Yerusalem lama, yaitu Israel yang telah menolak Tuhan. Gereja
digambarkan sebagai Yerusalem karena sebagaimana dalam PL
Yerusalem sebagai pusat penyembahan dan ibadah kepada Allah,
demikian juga gereja. Namun julukan untuk gereja adalah
Yerusalem baru atau Yerusalem surgawi, karena Yerusalem lama
telah menolak Tuhan.
Pengertian yang demikian sama dengan pengertian Israel lama dan
Israel baru. Israel lama [umat Israel yang lama] telah gagal dalam
menaati perjanjian dengan Allah. Kini Allah telah mengadakan
perjanjian baru dan mewujudkan umat-Nya yang baru juga—Israel
baru, yaitu Gereja [Yer 31:31-34].
_____________ |Ef 2:19; 1 Tim 3:15|
Kiasan ini menggambarkan bahwa gereja bukan sekadar komunitas
organisatoris, melainkan komunitas yang organis. Komunitas
persaudaraannya diikat oleh kasih Kristus. Setiap pribadi di
dalamnya adalah anak-anak Allah, di mana satu pribadi dengan yang
lainnya merupakan saudara-saudara seiman. Karena itu kasih,
kepedulian, saling menolong, kesehatian harus ada dalam
kehidupan komunitas umat Tuhan.
Tiang penopang dan _____________|1 Tim 3:15|
Dengan ungkapan ini Rasul Paulus menekankan bahwa gereja
mempunyai peranan sebagai penegak, pengajar dan pembela
kebenaran Firman Allah dan berita Injil.
C. KARAKTERISTIK GEREJA YANG FUNDAMENTAL
Sebagai komunitas dan umat Allah yang Allah wujudkan di muka
bumi ini, gereja pada dirinya [secara natur atau intrinsik]
mempunyai karakteristik yang fundamental, yang tidak dapat
dipisahkan dan harus ada dalam kehidupan Gereja:
___________ |Ef 4:1-6|
Sekalipun komunitas orang-orang percaya terdiri dari berbagai
bangsa, etnis dan budaya, tetapi pada dasarnya merupakan satu
kesatuan komunitas, yaitu umat Allah. Dan sekalipun secara
organisatoris gereja terdiri dari berbagai denominasi, tetapi secara
teologis (di hadapan Allah) gereja merupakan satu tubuh Kristus,
yaitu satu kesatuan umat Allah. Gereja memiliki karakteristik ini
karena seluruh komunitas orang percaya memiliki satu Allah/Bapa,
satu Tuhan/Juruselamat, satu Roh Kudus, satu panggilan, satu
pengharapan, satu iman dan satu baptisan.
____________|1 Pet 1:15,16|
Sesuai dengan panggilan Allah dan penebusan Yesus Kristus, gereja
dan setiap pribadi di dalamnya harus memiliki karakteristik
kekudusan. Kekudusan Gereja bukan kekudusan yang berdasarkan
legalisme [misalnya tentang makan dan minum], juga bukan
berdasarkan pengisolasian diri atau cara hidup yang eksklusif,
melainkan berdasarkan kehidupan gereja yang tidak tercemar oleh
dosa dan kebobrokan dunia, di mana gereja hidup ditengah-
tengahnya. Gereja dipanggil bukan untuk mengisolir diri dari dunia
[eskapisme] dan juga bersikap kompromi dengan dunia, sebab jika
demikian gereja tidak bisa memberi dampak dan kehilangan fungsi
serta identitasnya. Gereja dipanggil untuk menjadi umat yang kudus
dan untuk berfungsi sebagai garam dan terang di tengah-tengah
dunia yang cemar ini.
____/______/__________ |1 Kor 1:2|
Sebagai umat Allah, gereja tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.
Maksudnya, ia tidak dipisahkan oleh tempat, letak geografis,
perbedaan masa dan berlangsungnya waktu, bahkan ia tidak
dipisahkan dari budaya, suku dan bangsa. Karena semua manusia di
muka bumi ini—yang pernah hidup dulu, sekarang dan yang akan
datang, yang percaya dan ditebus dalam Yesus Kristus merupakan
umat Allah. Oleh sebab itu, umat Allah bersifat am/katolik/ universal.
___________/__________ |Ef 2:20|
Gereja berdiri di atas pengajaran para rasul, yang bersumber dari
Yesus Kristus dan dari PL [Pengakuan para rasul terhadap PL] serta
berdasarkan pimpinan Roh Kudus dan otoritas dari Allah.
Pengajaran-pengajaran para rasul tersebut tertuang dalam Alkitab.
Jelaslah bahwa gereja berdiri di atas pengajaran Alkitab.
D. TUGAS DAN PANGGILAN GEREJA
Sebagai suatu umat yang Allah panggil dan Allah selamatkan dalam
Yesus Kristus, Gereja mempunyai tugas, panggilan atau tanggung
jawabnya.
____________ kepada Allah dan melayani Allah (lateria)
Gereja dipanggil untuk kembali pada hubungan yang semula
dengan Allah, dimana Allah adalah Pencipta dan satu-satunya Allah
yang patut disembah oleh ciptaan-Nya. Ibadah atau kebaktian yang
kita lakukan setiap hari minggu merupakan ibadah formal, yang
dilakukan secara kolektif dengan orang-orang percaya. Dalam
komunitas orang-orang percaya kita memuji dan melakukan
penyembahan kepada Allah [Ef 1:12; Kol 3:16]. Namun demikian,
perlu dipahami bahwa ibadah yang demikian hanya merupakan
salah satu wujud atau bentuk ibadah yang harus ada dalam
kehidupan umat Allah. Sesungguhnya ibadah juga berarti melayani.
Dalam pengertian yang luas ibadah mencakup semua perbuatan
dan aktivitas yang kita lakukan bagi kemuliaan Allah. Itu sebabnya
perwujudan iman atau kebajikan dalam kehidupan kita merupakan
ibadah di hadapan Allah [Yak 1:26-27].
____________ kepada dunia (marturia)
Pemberitaan Injil atau bersaksi merupakan panggilan dan tanggung
jawab gereja baik secara keseluruhan maupun bagi setiap orang
Kristen [Mat 28:19]. Gereja akan kehilangan fungsinya, jikalau gereja
tidak memberitakan Injil. Di samping itu, gereja juga mempunyai
tugas untuk memberitakan kebenaran Firman Allah [2 Tim 4:2].
___________ dan pelayanan sosial (diakonia)
Misi Yesus Kristus tidak hanya mencakup hal memberitakan Injil
Firman Allah dan memberi pengajaran, tetapi juga mencakup hal
memberikan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan,
memberi makan kepada mereka yang lapar, dan memberi
penyembuhan kepada mereka yang sakit [Mat 14:13-21; 15:29-31].
penyembuhan kepada mereka yang sakit [Mat 14:13-21; 15:29-31].
Semua ini berlaku juga bagi gereja. Itulah peran gereja dalam dunia
ini. Kepedulian dan pelayanan sosial harus ada dalam kehidupan
gereja Tuhan, karena dengan cara demikianlah kita menyatakan
kasih Allah dan kasih kita kepada sesama manusia [2 Kor 8: 4-15].
_____________ bagi umat Allah (didaskalia)
Tugas gereja bukan hanya menginjili, sehingga mereka yang belum
percaya menjadi percaya. Lebih daripada itu, gereja bertanggung
jawab atas mereka yang sudah percaya. Gereja bertanggung jawab
untuk mengajar, memberikan bimbingan, penggembalaan dan
pembinaan, agar iman dan kehidupan rohani mereka semakin
bertumbuh [1 Tim 4:6; 2 Tim 1:13; Ef 4:11].
_____________ bersama warga Tubuh Kristus (koinonia)
Gereja memiliki tanggung jawab untuk menyelenggarakan
persekutuan bagi setiap anggota keluarga Allah [Kis 5:12; Ef 2:19].
Persekutuan mencakup hubungan yang didasarkan pada
pengenalan timbal balik yang saling menyapa, saling membangun,
saling mengampuni, saling melayani, saling mendoakan, sampai
semua orang hidup saling mengasihi [1 Ptr 1:22; Ibr 10:24; Ef 4:2].
Persekutuan adalah suatu pertemuan yang mencerahkan,
menyegarkan, meneguhkan panggilan Tuhan, sehingga
menimbulkan sikap saling berbagi dalam memelihara kesatuan
iman-kasih-pengharapan menghadapi segala tantangan hidup.
Mengapa dikatakan salah apabila gereja dipahami sebagai gedung
atau denominasi? Apakah arti gereja yang sebenarnya?
Jelaskan tentang bagaimana kekudusan gereja dan setiap pribadi di
dalamnya dapat berdampak di tengah-tengah dunia yang cemar ini!
Dalam hal tugas dan panggilan gereja, diskusikanlah perbedaan
ibadah yang formal dan ibadah yang sejati!
Look
Perhatikanlah kartu yang membuat kata-kata mengenai tujuh gambar
tentang ungkapan dan kiasan gereja. Pilihlah salah satu kartu yang berisi
gambar, ungkapan dan kiasan gereja yang paling Anda ingat lalu
jelaskanlah secara ringkas dengan kata-kata Anda sendiri!
Took
Jika seseorang mau bertumbuh, mau tidak mau ia harus terus rajin
mengevaluasi diri. Evaluasi diperuntukkan agar kita tahu kondisi yang
sesungguhnya saat ini, pergumulan, dan langkah apa yang bisa diambil
supaya bisa menjadi lebih baik lagi. Melihat tugas panggilan sebagai
gereja, apakah Anda sudah menjalankan panggilan Anda selama ini dan
juga telah bertumbuh di dalamnya?
Jadikanlah tabel di bawah berikut panduan untuk kita refleksi dan
membuat komitmen:
Setelah selesai, akhiri refleksi dengan doa ucapan syukur atas anugerah-
Nya yang telah memimpin Anda sebagai gereja dan memohon hikmat
serta penyertaan Tuhan di dalam mengatasi kesulitan Anda di dalam
tugas dan panggilan serta di dalam Anda menghidupi komitmen yang
telah Anda buat.
BAB 8
SAKRAMEN
KRISTIANI
A. PENGERTIAN SAKRAMEN
Ketika Yesus Kristus masih hidup di dunia, Dia pernah memberi
perintah kepada murid-murid-Nya untuk melakukan dua hal di
sepanjang zaman sebagai peringatan akan Dia dan kasih-Nya.
Pertama, perintah untuk ___________. Tuhan Yesus memberikan
perintah ini kepada murid-murid-Nya sewaktu Dia akan naik ke surga
dan berpisah dengan murid-murid-Nya [Mat 28:16-20]. Kedua,
perintah untuk mengadakan ______________. Tuhan Yesus memberikan
perintah ini kepada murid-murid-Nya sewaktu Dia mengadakan
perjamuan malam terakhir. Yesus menyelenggarakan perjamuan
malam untuk merayakan Paskah orang Yahudi dan untuk
mengadakan perjamuan perpisahan, sebelum Ia menggenapkan
misi-Nya dengan kematian-Nya di kayu salib [Mat 26:26-29; Mrk
14:22-25; Luk 22:15-20; 1 Kor 11:23-25].
Kedua hal ini, yakni baptisan dan perjamuan kudus, disebut
“sakramen.” Kata “sakramen” berasal dari bahasa Latin sacramentum,
yang berarti: (1) hal yang kudus, (2) sumpah kesetiaan. Gereja-gereja
reformasi hanya mengakui dua sakramen di atas karena di dalam
Alkitab hanya keduanya yang diperintahkan langsung oleh Tuhan
Yesus. Keduanya harus dilakukan untuk mengingat karya
keselamatan-Nya dan meneruskan misi agung-Nya.
Sakramen adalah bentuk komunikasi yang berotoritas dari Tuhan
kepada kita. Sakramen mengajar kita bukan dengan perkataan,
tetapi dengan gambaran melalui tindakan. Sakramen adalah firman
Tuhan yang kelihatan. Pengajaran sempurna dari Tuhan adalah
melalui firman Tuhan dan sakramen. Di dalam sakramen, benda
material dipakai untuk menunjuk kepada sesuatu yang jauh lebih
besar dan bernilai dibandingkan harga materialnya, yakni berkat-
berkat yang muncul dari perjanjian Allah dengan umat-Nya. Di
dalam baptisan, material itu adalah air dan di dalam perjamuan
kudus, materialnya adalah roti dan anggur.
a. Sakramen Baptisan
1. Apa Makna/Arti Baptisan?
Baptisan bukan sekadar sebuah ritual untuk mengesahkan
seseorang menjadi Kristen atau anggota gereja melainkan memiliki
makna teologis dan spiritual mendalam:
Baptisan adalah ____________________.
Dengan dibaptis, seseorang secara eksplisit menyatakan di hadapan
umum (jemaat) bahwa ia telah mengalami lahir baru: bertobat dari
dosanya, percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai juruselamat
pribadinya. Dengan demikian, baptisan adalah tindakan iman
sekaligus kesaksian akan anugerah keselamatan yang diterima oleh
seseorang.
Baptisan adalah tanda dan meterai ____________.
Di dalam Perjanjian Lama, Allah berjanji akan memberkati Abraham
dan keturunannya (umat Tuhan = Israel) dan akan menjadi Allah
mereka. Tanda dan meterai dari perjanjian itu adalah sunat [Kej.
17:10-13]. Gereja adalah umat Allah dalam Perjanjian Baru yang ada
berdasarkan karya penebusan Yesus Kristus dan setiap orang
percaya diperhitungkan juga sebagai keturunan Abraham secara
rohani dan turut dalam perjanjian berkat Allah [Gal. 3:26, 29]. Tanda
dan meterai bagi orang percaya di Perjanjian Baru adalah baptisan
[Kol 2:11-13, bdk Rm 6:3-4].
Baptisan adalah ungkapan simbolis dari ___________ dan
____________ dalam Kristus.
Proses pembaptisan seseorang, baik dengan cara selam maupun
percik (dengan baptisan percik/tuang seakan-akan air di kepala
menggenangi dirinya), secara simbolis menunjukkan bahwa
manusia lamanya mati dalam Kristus tetapi manusia barunya
dibangkitkan dan hidup oleh Kristus [Rm 6:1-11]. Baptisan menjadi
simbol bahwa orang tersebut telah berubah secara batiniah dan
menjadi ciptaan baru dalam Kristus [2 Kor 5:17].
Baptisan adalah tanda lahiriah dan simbolis bersatunya
seseorang ke dalam ______________ yang kelihatan.
Gereja secara universal menjadikan baptisan sebagai bukti formal
bahwa seseorang telah mengalami lahir baru dan karenanya
dipersatukan ke dalam gereja yang kelihatan [Kis 2:41, 47].
2. Apakah baptisan menyelamatkan?
Bagi gereja-gereja reformasi, baptisan adalah kesaksian dan
pernyataan iman seseorang bahwa ia menerima anugerah Allah,
yaitu keselamatan dan penebusan dosa dalam Yesus Kristus. Jadi,
sakramen baptisan itu sendiri tidak menyelamatkan atau memberi
pengampunan dosa bagi yang menerimanya. Allah memberi
anugerah keselamatan dan pengampunan berdasarkan iman
seseorang yang sungguh-sungguh akan Yesus Kristus sebagai
juruselamat pribadinya.
3. Apakah baptisan merupakan keharusan?
Kalau baptisan tidak menyelamatkan, apakah memang baptisan
tetap perlu dilakukan? Tentu saja perlu! Alasannya antara lain:
Baptisan merupakan ____________ Yesus Kristus [Mat 28:19].
Karena ini merupakan perintah Tuhan, maka baptisan merupakan
keharusan. Gereja harus taat kepada perintah Tuhan, dan
seseorang yang sungguh-sungguh sudah percaya kepada Yesus
Kristus harus menaati perintah ini.
Baptisan merupakan tanda dan bukti dari gereja secara
___________ [Kis 2:38, 41, 47].
Karena baptisan merupakan tanda dari gereja secara universal,
maka komunitas atau denominasi suatu gereja hanya memiliki satu
tanda keanggotaan, yaitu baptisan [Ef 4: 3-6]. Suatu gereja tidak bisa
menerima atau mengakui seseorang sebagai orang Kristen dan
sebagai anggotanya, jikalau orang tersebut belum memberi dirinya
untuk dibaptis.
Baptisan merupakan sakramen yang dengannya iman
dinyatakan secara eksplisit dan ________.
Seseorang yang sungguh-sungguh menerima dan percaya kepada
Yesus Kristus pasti memberi dirinya dibaptis, sebagai bukti eksplisit
dan formal akan kesungguhan hatinya. Tetapi sebaliknya,
seseorang yang telah dibaptis belum tentu sungguh-sungguh telah
percaya dan menerima Yesus Kristus.
4. Cara Baptisan
Gereja pada umumnya mengenal dua cara baptisan: baptisan selam
dan baptisan percik atau tuang. Masalah mengenai cara baptisan ini
merupakan masalah yang sudah berlangsung berabad-abad, yang
sampai sekarang masih ada perbedaan pendapat. Alkitab
sebenarnya tidak memberi pengajaran secara definitif tentang cara
baptisan [bdk Ibr 6:2 LAI, NIV]. Baik baptisan selam maupun
baptisan percik, keduanya merupakan simbol lahiriah, yang
melambangkan hal yang sama, yaitu mati dan bangkit dalam Kristus.
Gereja Protestan/Reformasi berpandangan bahwa baptisan percik
sah tetapi tetap menganggap baptisan selam sebagai baptisan yang
sah pula.
b. Sakramen Perjamuan Kudus
Gereja-gereja di sepanjang sejarahnya sependapat bahwa
perjamuan kudus adalah ketetapan Kristus yang harus dilakukan
oleh umat Kristiani sepanjang zaman [Luk 22:19; 1 Kor 11:23-26].
Ada tiga hal berbeda tetapi merupakan satu kesatuan yang perlu
dipahami dan dihayati terkait perjamuan kudus, yakni hakikat roti
dan anggur, kehadiran Kristus serta tujuan dan makna perjamuan
kudus itu sendiri.
1. Hakikat roti dan anggur dalam perjamuan kudus.
Pada waktu perjamuan malam bersama murid-murid-Nya, Yesus
Kristus mengambil roti, memecah-mecahkannya dan mengambil
cawan berisi anggur. Atas roti dan anggur dalam cawan itu, Yesus
Kristus berkata: “. . . inilah tubuh-Ku. . . inilah darah-Ku. . . “. [Mat
26:26-28].
Gereja-gereja reformasi menafsirkan perkataan Yesus Kristus secara
simbolis, bukan hurufiah. Roti melambangkan tubuh Yesus Kristus
yang disalibkan dan anggur melambangkan darah Yesus Kristus
yang dicurahkan di atas kayu salib. Jadi, roti dan anggur dalam
perjamuan kudus tetap adalah roti dan anggur yang sesungguhnya,
tidak berubah, tidak juga bertambah atau berkurang hakikatnya.
Roti dan anggur hanya sebagai simbol dari pengorbanan Kristus,
yaitu kematian-Nya bagi penebusan dosa orang-orang percaya.
Kehadiran Kristus dalam perjamuan kudus
Bagi gereja-gereja reformasi, kehadiran Kristus dalam perjamuan
kudus adalah aspek yang sangat ditekankan. Alasannya adalah: (1)
Sebagaimana Kristus hadir dalam perjamuan malam dengan murid-
murid-Nya (perjamuan kudus pertama), Dia juga hadir dalam
perjamuan kudus selanjutnya, karena perjamuan kudus yang
pertama merupakan contoh bagi perjamuan kudus selanjutnya dan
(2) perjamuan kudus yang pertama merupakan inisiatif Kristus dan
diadakan oleh Kristus.
Perjamuan tersebut adalah milik Kristus, dan melalui itu Dia
menghubungkan diri-Nya dengan penuh kehangatan kepada murid-
murid-Nya. Sebagaimana Dia pernah hadir dan makan bersama
murid- murid-Nya, demikian juga sekarang Dia mengundang kita
sebagai murid-murid-Nya untuk menikmati persekutuan dengan-
Nya dalam perjamuan-Nya, sebuah persekutuan yang didasarkan
pada undangan Kristus yang telah bangkit dan
ditinggikan/dimuliakan.
Bagaimana tepatnya kehadiran Kristus dalam perjamuan kudus?
Mengikuti pandangan Zwingli, GII mengimani bahwa kehadiran
Kristus adalah kehadiran dalam iman ketika kita mengucap syukur
atas anugerah Allah dalam Kristus. Semua yang Kristus lakukan
secara fisik dalam perjamuan kudus pertama, seakan-akan hadir
dalam perjamuan kudus yang dilakukan oleh orang-orang percaya.
2. Tujuan dan makna perjamuan kudus
Apa tujuan dan makna perjamuan kudus bagi orang percaya?
Jawabannya dapat dilihat melalui tiga aspek perjamuan kudus.
Pertama, aspek masa lalu, yakni mengenang pengorbanan dan
kesengsaraan Kristus di kayu salib dan bersyukur untuk
keselamatan yang kita terima. Inilah tujuan utama perjamuan kudus
menurut pandangan Zwingli. Kedua, aspek masa kini, yakni
persekutuan bersama umat percaya dalam perjamuan kudus dan
mengikrarkan kembali iman kita sebagai bagian komunitas Kristen
sekaligus bersaksi di dunia melalui kehidupan yang diubahkan.
Ketiga, aspek masa depan, yakni mengimani akan kedatangan
Kristus yang kedua kalinya, saat di mana kita akan merayakan
perjamuan kawin Anak Domba Allah [Why 19:6-10].
3. Persiapan dan sikap mengikuti perjamuan kudus
Mengingat pentingnya perjamuan kudus, kita harus memiliki sikap
yang benar dalam mengikutinya. Hukuman Allah bisa saja terjadi
atas seseorang yang mengikutinya dengan sikap yang salah, seperti
yang dialami oleh jemaat Korintus, sehingga di antara mereka ada
yang lemah, sakit bahkan meninggal [1 Kor 11:23-32]. Untuk
menghindari sikap yang salah dalam mengikuti perjamuan kudus,
maka:
a. Kita perlu mempersiapkan _______________ kita sebelum tiba
hari perjamuan kudus diadakan.
Beberapa minggu sebelum perjamuan kudus diadakan, GII selalu
mengumumkan tanggal pelaksanaannya kepada jemaat.
Tujuannya supaya jemaat dapat menyiapkan hati dan kelayakan diri
pada waktu mengikuti perjamuan kudus.
b. Kita harus ___________ panggilan dan keselamatan yang
diberikan oleh Tuhan. Kita perlu mengingat pengorbanan Kristus
di kayu salib untuk menebus dosa kita setiap kali kita turut serta
dalam perjamuan kudus dan melakukannya dengan taat dan penuh
kasih.
c. Kita harus mengikuti perjamuan kudus dengan
______________. Sebelum menerima roti dan cawan perjamuan kudus,
kita perlu menguji/mengintrospeksi hati dan pikiran kita, memohon
pengampunan Tuhan atas dosa yang kita sadari maupun tidak kita
sadari.
d. Kita harus mengikuti perjamuan kudus dengan ___________
dan ___________.
Kita mengakui bahwa roti dan anggur yang diterima adalah simbol
dari tubuh dan darah Kristus [1 Kor 11:27-29], yang dengan
penderitaan telah dikorbankan di atas kayu salib bagi penebusan
dosa kita. Jika kita tidak mengakui pengorbanan Kristus dalam hati
dan pikiran kita ketika mengambil bagian dalam perjamuan kudus,
maka berarti kita tidak menghargai pengorbanan Tuhan yang mulia.
e. Kita perlu _______________ diri kita dalam hal hubungan kita
dengan Tuhan dan sesama. Kita perlu memiliki hati yang terbuka
di hadapan Tuhan, agar melalui perjamuan kudus dan pemberitaan
firman Tuhan, kita diberi kekuatan rohani yang baru untuk menjalani
hidup dengan takut akan Tuhan.
Mengingat tujuan dari masing-masing sakramen ini, maka Sakramen
Baptisan dilakukan hanya satu kali seumur hidup sedangkan
Sakramen Perjamuan Kudus dilakukan secara berulangkali sampai
akhir hidup kita.
Bagaimana baptisan dan perjamuan kudus dapat mengingatkan Anda
akan kasih Kristus?
Apakah Anda setuju bahwa baptisan dan perjamuan kudus dapat
menyelamatkan Anda dari kuasa dosa atau dari hidup yang miskin,
tidak sukses dan malapetaka di dunia? Mengapa?
Sebutkan hakikat dari Sakramen Perjamuan Kudus dan sebutkan
sikap-sikap yang benar dalam mengikuti Sakramen Perjamuan Kudus
ini!
Look
Isilah bagian kosong dari bagan yang tertera di bawah ini:
Took
Ketika seorang gadis yang bernama Frances Ridley Havergal melihat sebuah
gambar Yesus tersalib dengan kata-kata dibawahnya: “Aku melakukan hal ini
untukmu, apa yang kau perbuat bagi-Ku?” Maka segera ia menulis sebuah sajak.
Tetapi ia tidak puas dengan sajaknya dan dilemparkan di dalam perapian.
Ternyata kertas sajak itu tidak terbakar! Kemudian atas anjuran ayahnya, ia
menerbitkan sajak itu dan menyanyikannya. Lagu buku Kidung Puji-Pujian Kristen
399, I Gave My Live for Thee, syairnya sebagai berikut:
Nyawaku Ku dibrikan, darah-Ku tercurah,
Kau dapat tebusan, dari mati bangkitlah.
Nyawa Ku dibrikan bagimu, apa kau bri padaKu?”
Renungkan kembali bagaimana Kristus menyelamatkan Anda dari kuasa dosa
dengan mengorbankan Diri-Nya demi keselamatan kekal Anda. Sebagai respon,
ambilah komitmen untuk sungguh-sungguh hidup bagi Dia! Tuliskan komitmen
konkrit tersebut dalam kotak kosong berikut ini (sambil diiringi lagu tersebut
dalam versi instrumental):
BAB 9
IBADAH KRISTIANI
A. PENGERTIAN TENTANG IBADAH KRISTIANI
Ibadah Kristiani (ibadah yang dilakukan umat Kristiani) sebenarnya
tidak hanya mencakup kebaktian pada hari Minggu di gereja. Dalam
pengertian yang luas, ibadah Kristiani mencakup kebaktian,
pelayanan, persembahan dan kehidupan sehari-hari. Sesungguhnya
kekristenan tidak dapat dipisahkan dari ibadah. Dalam kekristenan,
tanpa ibadah setiap orang Kristen akan kehilangan jati diri atau
hakikatnya, karena panggilan gereja [umat Kristiani] pada hakikatnya
adalah untuk beribadah kepada Allah.
Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan ibadah Kristiani itu?
Ibadah berkaitan dengan relasi antara Allah dengan umat-Nya. Relasi
ini dimulai dengan Allah yang berinisiatif untuk menyatakan diri
kepada umat-Nya, kemudian umat-Nya merespon. Ibadah adalah
respon manusia terhadap penyataan Allah. Di dalam Alkitab, pola
penyataan dan respon ini merupakan karakteristik relasi antara Allah
dan manusia [contoh: Kej 12:1-8, Kel 19:3-8, Maz 95:1-7, 2 Kor 1:20,
Ibr 2:11-12]. Prinsip ini terjadi di dalam ibadah secara pribadi,
maupun ibadah secara komunal atau bersama dengan orang-orang
percaya lainnya.
Ibadah Kristiani mencakup semua aktivitas, perbuatan/tindakan dan
ekspresi hidup yang memuliakan Allah, yang mengungkapkan kasih
dan hormat kepadaNya, serta yang memperkenan hati-Nya. Jadi,
ibadah Kristiani mencakup seluruh aspek dalam kehidupan kita,
dimana ___________ kehidupan kita adalah bagi kemuliaan Allah.
B. KEBAKTIAN MINGGU
Kebaktian Minggu merupakan ibadah komunal yang
diselenggarakan pada hari Minggu oleh suatu gereja bagi jemaatnya
pada khususnya dan bagi umat Kristiani pada umumnya. Kebaktian
Minggu merupakan penyataan Allah kepada umat-Nya melalui
pembacaan dan pemberitaan Firman Tuhan (khotbah) dan respon
pujian, hormat dan syukur umat Allah secara ___________ di dalam
bentuk nyanyian, doa, dan persembahan. Ini semua dilakukan
secara tertib dan formal (menurut liturgi kebaktian).
Mengapa hari Minggu?
Hampir semua gereja dan umat Kristiani (secara universal)—
termasuk GII—melaksanakan kebaktian pada hari Minggu.
Alasannya ialah karena para Rasul dan gereja mula-mula
melaksanakan kebaktian pada hari Minggu (hari pertama, tidak
seperti Gereja Advent Hari Ketujuh, yang melaksanakan kebaktian
pada hari Sabtu, sebagai hari Sabat/hari ketujuh), sebagai hari
____________ Kristus dan hari ______________ [1 Kor 16:2].
Mengapa kita berbakti?
Karena kebaktian adalah ibadah secara komunal, maka kebaktian
merupakan ____________ (kecuali berhalangan berat) bagi setiap
orang Kristen. Tidak ada alasan bagi kita (kecuali berhalangan berat)
untuk tidak kebaktian, baik alasan suasana/warna kebaktian atau
khotbahnya, maupun alasan kesibukan. Allah memberi kita satu hari
24 jam, 12 jam anggap saja kita pakai untuk tidur/istirahat. Ini
berarti bahwa waktu efektif yang kita gunakan untuk aktivitas kita
(kerja, makan, bepergian, nonton televisi, dll.) adalah 12 x 7 = 84
jam. Adalah tidak logis dan tidak wajar, jika kita tidak dapat
memprioritaskan waktu 2 jam dari 84 jam untuk Tuhan dalam wujud
berbakti kepadaNya di gereja. Dari 84 jam, 2 jam (kebaktian +
perjalanan pergi dan pulang) secara perbandingan berarti 1
banding 42; secara prosentase berarti hanya 2,3 %.
Di samping itu, kebaktian juga harus dilihat sebagai persekutuan kita
dengan Tuhan dan saudara-saudara seiman kita. Melalui
persekutuan ini kita mendekatkan diri kepada Tuhan dan saudara-
saudara seiman, agar kita memperoleh kekuatan rohani. Tanpa
kekuatan rohani, kita tidak mungkin kuat dalam menghadapi segala
pengaruh kehidupan dunia dan bujukan Iblis, yang senantiasa ingin
menghancurkan kita sebagai anak-anak Allah.
Mengapa kita memberi persembahan?
Persembahan dalam kebaktian Minggu merupakan bagian dari
ibadah yang kita lakukan. Persembahan merupakan respon
ungkapan syukur kita kepada Allah, yang telah memenuhi segala
kebutuhan kita, bahkan telah memberi kita berkat yang
berkelimpahan. Karena itu, persembahan yang kita berikan haruslah
berdasarkan atau disertai rasa syukur kepada Tuhan.
Mengapa kita bernyanyi?
Bernyanyi dalam kebaktian merupakan ekspresi respon kita untuk
memuliakan Allah melalui puji-pujian. Puji-pujian yang kita nyanyikan
bisa menyatakan syukur dan mengagungkan Allah Tritunggal atas
anugerah-Nya, karya-Nya atau bisa juga untuk memohon
pertolongan, kekuatan dan penghiburan-Nya. Puji-pujian dalam
kebaktian harus dinyanyikan dengan segenap hati dan penuh
_____________.
Mengapa kita harus mendengar khotbah?
Khotbah dalam kebaktian merupakan pemberitaan tentang
kebenaran firman Tuhan yang dipersiapkan dengan pertolongan
dan pimpinan Tuhan oleh seorang hamba Allah untuk disampaikan
dan dijelaskan kepada jemaat. Tujuan khotbah adalah agar jemaat
memahami dan memperoleh berkat dari kebenaran firman Tuhan,
serta membawa jemaat semakin kuat dan dewasa secara rohani.
Dengan khotbah, jemaat __________ dengan kebenaran firman Tuhan
dan prinsip-prinsip rohani. Isi khotbah dapat berupa kesaksian
tentang kebesaran Allah dan anugerah-Nya, kehendak dan rencana-
Nya, teguran/nasihat atau penghiburan/kekuatan, prinsip-prinsip
moral/etis Kristiani, atau juga tentang keselamatan dalam Yesus
Kristus.
Mengapa kita harus mengucapkan Pengakuan Iman Rasuli?
Pengucapan Pengakuan Iman Rasuli bertujuan untuk mengajak
jemaat mengingat akan iman dan pengharapan yang agung dan
mulia. Dengan mengucapkan Pengakuan Iman Rasuli, jemaat juga
diajak melihat bahwa mereka adalah bagian dari Gereja Tuhan dari
seluruh abad dan tempat, yang memiliki ____________ iman yang
sama.
Mengapa kita berdoa syafaat?
Doa syafaat merupakan doa perantara. Karena kebaktian juga
merupakan persekutuan orang-orang percaya, maka dalam
kebersamaan dan kesehatian dengan saudara-saudara seiman
jemaat berdoa syafaat. Dalam doa syafaat jemaat yang hadir dalam
kebaktian menjadi __________ bagi kepentingan orang lain atau pihak
lain, seperti bangsa/negara/pemerintah, anggota keluarga, saudara-
saudara seiman, dll. Dalam kebaktian, jemaat sebagai umat Kristiani
diajak untuk memperdulikan orang lain dalam doa. Jadi, doa syafaat
merupakan wujud kasih dan harapan kita bagi kebaikan orang atau
pihak lain.
C. PERSEMBAHAN
Persembahan pada hakikatnya merupakan pemberian sesuatu yang
mulia (umumnya berwujud uang) kepada Allah. Persembahan yang
kita berikan tentu saja tidak diberikan langsung kepada Allah, tetapi
diberikan melalui gereja dan dikelola oleh gereja atau orang-orang
yang bertanggung jawab kepada Allah. Hal ini tidak berarti bahwa
persembahan itu semata-mata hanya diberikan kepada
gereja/lembaga manusia. Persembahan adalah _____________ (yaitu
ibadah), sehingga persembahan harus dinilai dan dilakukan (dengan
motivasi) secara rohani (1 Pet 2:5). Secara rohani, uang tersebut
sebenarnya dipersembahkan kepada Allah dan bagi kemuliaan
Allah. Dengan memberikan sesuatu atau uang persembahan,
berarti kita mengungkapkan syukur kepada Allah dan kasih kepada
saudara-saudara seiman atau orang lain yang membutuhkan
bantuan. Ada beberapa macam persembahan yang perlu kita
pahami.
1. Persembahan Persepuluhan.
Persembahan persepuluhan merupakan persembahan yang kita
berikan kepada Allah dari setiap penghasilan yang kita dapatkan,
baik berupa honorarium/gaji atau keuntungan dari usaha kita.
a. Mengapa kita memberi persepuluhan?
Dalam PB persembahan persepuluhan memang tidak ditegaskan
dengan jelas. Lalu, bagaimanakah sepatutnya kita melihat
persembahan persepuluhan ini? Persembahan persepuluhan patut
dilihat sebagai keharusan (obligation) bagi setiap orang Kristen,
karena persepuluhan merupakan prinsip persepuluhan yang sudah
ada dan sudah dipraktikkan sebelum hukum Taurat diberikan
melalui Musa. Misalnya, Abraham dan Yakub, bapak leluhur umat
Israel sudah mengenal dan menjalankan prinsip ini [Kej 14:20; Ibr
7:4,6; 28:20-22]. Hal ini menunjukkan bahwa persepuluhan bukan
hanya sekedar peraturan PL (Taurat) yang hanya berlaku bagi umat
Israel, sebab sebelum peraturan PL (Taurat) ada, prinsip/praktek
persepuluhan sudah menjadi kebiasaan yang berlaku. Dari
manakah bapak leluhur umat Israel seperti Abraham dan Yakub,
mengenal prinsip persepuluhan ini? Kemungkinan prinsip yang
mereka tetapkan berasal dari wahyu Allah kepada Adam.
Jika prinsip/praktik persepuluhan sudah ada sebelum peraturan PL
(Taurat) dan bangsa Israel ada, maka ini berarti bahwa ada atau
tidak adanya atau berlaku dan tidaknya prinsip persepuluhan tidak
ditentukan oleh masih berlaku atau tidaknya hukum Taurat
(peraturan-peraturan PL). Jadi, persepuluhan tidak bersifat
kondisional (tergantung pada berlakunya hukum PL) dan
sementara, tetapi bersifat _____________ dan ___________.
Prinsip/peraturan persepuluhan adalah keharusan dan tanggung
jawab moral (obligation) kepada Allah yang masih berlaku hingga
sekarang.
b. Apakah makna dan tujuan persepuluhan?
Suatu prinsip atau peraturan moral yang Allah kehendaki berlaku
dalam kehidupan kita, pasti mempunyai makna dan tujuannya.
Demikian juga halnya dengan prinsip/peraturan persepuluhan.
(1). Perlu kita sadari bahwa persepuluhan bukanlah persembahan
sukarela kepada Allah. Kalau dikatakan persembahan sukarela,
maka persepuluhan boleh dijalankan dan boleh juga tidak.
Persepuluhan pada hakikatnya adalah ______ dan____________ Allah
atas apa yang kita peroleh dari usaha dan pekerjaan kita. Jika
memperhatikan dan berpikir secara akal sehat (common sense), kita
dapat hidup karena karunia Allah. Hidup dan pekerjaan kita di atas
bumi/alam ini adalah kepunyaan Allah. Maka dari itu, adalah
tanggung jawab moral kita (memberi persepuluhan) kepada Sang
Pemberi karunia kehidupan, Yang Empunya dan Pencipta
bumi/alam ini. Persepuluhan pada hakikatnya adalah hak dan
kepunyaan Allah. Itu sebabnya, Allah menyebut sikap bangsa Israel
yang tidak memberi persepuluhan sebagai menipu Allah [Mal 3:8-9].
(2). Persepuluhan merupakan persembahan yang mencerminkan
relasi kita yang konkret dengan Allah. Selain itu, kita juga mengakui
Dia sebagai Tuhan (Tuan) yang berotoritas atas totalitas diri kita dan
segala yang kita miliki.
(3). Karena hidup yang kita miliki adalah karunia Tuhan dan kita
hidup dalam alam ciptaan-Nya, bahkan kita telah menikmati hidup
dalam anugerah-Nya, maka persepuluhan yang kita sisihkan untuk
Tuhan merupakan bagian yang proporsional. Allah tidak
menetapkan seperlima atau seperduapuluh, tapi sepersepuluh,
karena sepersepuluh adalah suatu bagian yang proporsional dan
wajar bagi Tuhan.
(4). Tujuan atau motivasi kita dalam memberikan persepuluhan
bukan (dan tidak boleh) untuk mengharapkan berkat dari Allah.
Sekalipun Allah berkata: “Bawalah seluruh persembahan
persepuluhan,. . .ujilah Aku,. . ., apakah Aku tidak membukakan
bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu
sampai berkelimpahan” [Mal 3:10]. Allah adalah Allah yang murah
hati (penuh kebaikan), tetapi Ia juga adalah Allah yang memiliki
kedaulatan, sehingga Ia berdaulat untuk mencurahkan berkat dan
juga berdaulat untuk tidak mencurahkan berkat.
2. Persembahan Diakonia
Sesuai dengan arti diakonia, yaitu “pelayanan,” persembahan
diakonia merupakan persembahan yang ditujukan bagi saudara-
saudara seiman yang kekurangan atau membutuhkan bantuan.
a. Mengapa kita memberi persembahan diakonia?
Persembahan diakonia pada hakikatnya merupakan wujud
______________ kita (gereja) kepada saudara-saudara seiman (anggota
gereja) yang kekurangan atau membutuhkan bantuan finansial. Kita
perlu menyadari bahwa dari sekian banyak anggota gereja, ada di
antara mereka yang sudah tua dan tidak mempunyai sanak-
keluarga yang dapat menunjang kehidupan mereka; ada juga yang
sudah janda, yang harus menunjang kebutuhan anak-anaknya; ada
juga yang sakit berat tetapi penghasilan dan kemampuan finansial
tidak mencukupi, dll. Sebagai saudara-saudara seiman, kita harus
membantu mereka yang berada dalam kondisi yang demikian.
Semua persembahan diakonia yang diberikan jemaat disalurkan
oleh gereja (Unit Pelayanan Diakonia Filadelfia) kepada saudara-
saudara seiman yang membutuhkannya.
b. Apakah makna dan tujuan dari persembahan diakonia?
Persembahan diakonia tidak hanya sekedar wujud kepedulian dan
tanggung jawab sosial, secara rohani persembahan diakonia juga
adalah wujud kasih dan pelayanan kita kepada orang-orang kudus.
Oleh sebab itu, persembahan diakonia dapat juga disebut
_____________. Lebih dari sekedar kerelaan, partisipasi kita dalam
pelayanan ini merupakan suatu hak istimewa/kharis [2 Kor 8:4].
3. Persembahan Iman
Persembahaan iman adalah persembahan yang berdasarkan _______
______________ kita kepada Tuhan. Dengan iman kita yakin bahwa
komitmen kita (yang menjadi tekad kita) pasti akan terwujud atau
terpenuhi sesuai dengan rencana, meskipun untuk sekarang ini
belum ada atau belum terpenuhi seluruhnya. Kita percaya bahwa
Tuhan akan mencukupi dan menyediakan apa yang ingin kita
persembahkan kepadaNya dengan tulus hati.
Di gereja kita, jemaat setiap tahun diajak untuk
bertekad/berkomitmen dalam memberikan persembahan iman bagi
pekerjaan Tuhan dalam rangka misi penginjilan. Misi penginjilan
merupakan tugas gereja dan tugas kita bersama. Karena itu, kita
sebagai anggota jemaat patut mengambil bagian dalam pekerjaan
Tuhan ini. Dengan persembahan iman dalam misi penginjilan ini,
kita beriman dan bertekad/berkomitmen untuk mempersembahkan
uang atau sesuatu kepada Tuhan bagi pekerjaan-Nya dalam rangka
misi penginjilan yang dilakukan oleh gereja.
4. Persembahan Syukur
Orang Kristiani senantiasa melihat bahwa kemurahan, berkat dan
pemeliharaan Allah senantiasa ada. Seperti yang dikatakan dalam
Kitab Ratapan: “Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-
habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaanMu”
[3:22]. __________ kita kepada Allah atas segala hal dalam kehidupan
kita adalah sikap rohani yang sangat mulia [bdk. 1 Tes 5:18]. Kita
bersyukur atas segala sesuatu yang biasa/lazim dan yang istimewa,
atas berkat yang besar dan yang kecil. Rasa syukur kita kepada Allah
dapat kita nyatakan melalui persembahan syukur kita kepadaNya.
Kita memberi persembahan syukur karena kita ingin meresponi
secara konkrit atas berkat, kemurahan dan pemeliharaan Tuhan
atas hidup kita.
Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan ibadah Kristiani itu?
Diskusikanlah!
Mengapa orang Kristen harus mengikuti kebaktian hari Minggu?
Bahaslah tentang hakekat persembahan secara umum!
Look
Ibadah Kristiani mencakup totalitas hidup sebagai persembahan yang
sejati (ibadah yang holistik). Lakukanlah penelusuran di google tentang
apa itu holistic worship. Laporkan temuan Anda dalam forum kelas.
Took
Ibadah tidak hanya dibatasi sekadar di hari Minggu dalam sebuah
kebaktian (ibadah korporat). Pada hakikatnya ibadah mencakup seluruh
kehidupan kita seutuh dan seluruhnya, yaitu 7 x 24 jam [Rm 12:1]. Dengan
demikian, hidup yang seharusnya ditampilkan oleh setiap orang percaya
adalah sebuah ibadah atau penyembahan kepada Allah. Apakah hidup
Anda sudah mengekspresikan sebagai sebuah ibadah kepada Allah?
Silahkan Anda mengeceknya dengan men-ceklist ciri-ciri hidup yang
mengekspresikan penyembahan kepada Allah sbb:
Hidup yang mengejar kekudusan dengan menghidupi firman Allah [1 Ptr 1:15;
Yoh 14:15]
Hidup yang mengutamakan kehendak Allah dalam mengambil setiap
keputusan [Mat 6:33]
Hidup yang dipenuhi dengan syukur dalam segala situasi [1 Tes 5:18; Ef 5:20]
Hidup yang bergairah untuk kemuliaan Allah dalam melakukan segala
sesuatu [Kol 3:23; Flp 1:22]
Hidup yang memiliki dampak dan menjadi berkat bagi orang lain [Mat 5:13-16;
2 Kor 2:15]
BAB 10
PERTUMBUHAN
IMAN KRISTIANI
A. HAKIKAT PERTUMBUHAN IMAN
Orang Kristen adalah orang yang percaya kepada Yesus Kristus
sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kepercayaan ini merupakan suatu
bentuk tindakan seseorang yang mempercayakan diri sepenuhnya
kepada seorang pribadi yang dipercayai, dalam hal ini adalah Allah
dalam diri Yesus Kristus. Itulah makna utama dari iman. Seorang
yang beriman kepada Kristus sesuai dengan janji-Nya, akan beroleh
hidup yang kekal [Yoh 3: 15-16]. Kehidupan kekal adalah hidup baru
yang merupakan sesuatu yang membedakan antara orang Kristen
dan non-Kristen.
Kehidupan yang ada dalam diri orang Kristen adalah kehidupan Allah
sendiri, karena Roh Allah tinggal di dalam diri-Nya [1 Kor 3: 16]. Itulah
yang disebut iman sebagai kehidupan. Iman seperti ini pada
hakikatnya mengandung potensi pertumbuhan, karena adanya benih
kehidupan. Rasul Petrus dalam suratnya kepada orang-orang Kristen
di perantauan mengatakan, “Karena kamu telah dilahirkan kembali
bukan dari kasih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh
firman Allah yang hidup dan yang kekal” [1 Pet 1: 23]. Orang Kristen
yang beriman kepada Kristus memiliki potensi dan seharusnya
bertumbuh. Pertumbuhan merupakan sesuatu yang wajar dan
normal. Setiap benih mengandung kehidupan dan pasti akan
bertumbuh seiring dengan berjalannya waktu.
B ANALOGI PERTUMBUHAN IMAN: BERAKAR, BERTUMBUH
DAN BERBUAH
Pertumbuhan iman orang Kristen digambarkan sebagai suatu
pertumbuhan tanaman, dimana benih kehidupan akan membuat
suatu benih tanaman menjadi berakar, bertumbuh dan berbuah.
a. ____________
Paulus menyerukan: “Hendaklah kamu berakar di dalam Dia”
kepada jemaat Kolose, yang notabene telah menerima Tuhan Yesus
Kristus [Kol 2: 6,7]. Dalam seruannya itu, tersirat suatu himbauan
agar setiap orang Kristen yang sudah lahir baru pun bertumbuh
makin kuat dengan kedalaman pengenalan akan Yesus dan
pemahaman akan segala pengajaran-Nya.
Ibarat tanaman cepat menjadi kering karena tidak berakar secara
mendalam, demikian pula halnya dengan iman Kristiani. Ia akan
cepat menjadi layu bahkan terancam mati, kalau tidak dipelihara
dalam persekutuan dengan Kristus sendiri. Agar iman kita tetap
tegak, kita harus berdiri di atas dasar kebenaran firman Tuhan dan
pengenalan akan Dia. Dengan demikian iman memperoleh vitalitas
hidup spiritual yang berakar pada Sang Firman itu sendiri.
b. ___________
Berakar saja tidaklah cukup. Benih yang baik akan menumbuhkan
akar ke bawah tanah dan menumbuhkan tunas ke atas dalam
bentuk batang dan daun. Dalam hal ini, jelaslah bahwa orang
Kristen harus bertumbuh, karena Firman Tuhan berkata, ”Tetapi
bertumbuhlah dalam kasih karunia dalam pengenalan akan Tuhan
dan Juruselamat kita, Yesus Kristus ..." [2 Pet 3:18]. Ayat ini
menyatakan pentingnya orang percaya menuntut diri agar
mengalami kemajuan dalam pengenalan akan Kristus.
Apabila ada orang Kristen yang tidak bertumbuh imannya, mereka
tidak akan menjadi orang Kristen yang beranjak dewasa seperti yang
seharusnya [Ef 4:13]. Orang yang belum dewasa dalam Kristus akan
tetap menjadi bayi atau anak-anak yang mudah dipengaruhi oleh
pengajaran yang sesat atau menyimpang, dan menunjukkan ciri-ciri
manusia duniawi, seperti iri hati, suka berselisih, dan suka memihak
[Ef 4:14; 1Kor 3:1-9].
c. ___________
Tuhan Yesus pernah mengatakan: “Dalam hal inilah BapaKu
dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan
demikian kamu adalah murid-muridKu.” [Yoh 15:8]. Kalimat ini
menandaskan kerinduan Tuhan agar para pengikut-Nya hidup
berbuah bagi kemuliaan Bapa. Allah menghendaki agar setiap orang
percaya tidak sekadar diselamatkan, titik. Dia berharap agar orang
Kristen hidup menghasilkan buah-buah iman yang berlipat ganda
secara maksimal [Mat 13:23; Gal 5:22-23]. Bukankah iman tanpa
perbuatan adalah mati?Demikian juga hidup Kristen tanpa buah
Roh pada hakikatnya iman tak berarti apa-apa.
Kehidupan yang berbuah bagi Tuhan merupakan hasil atau
konsekuensi dari hidup yang berakar dan terus bertumbuh di dalam
Kristus dan kasih karunia-Nya. Dasar dan syarat utama bagi
pertumbuhan iman adalah menyatu dalam persekutuan dan tetap
tinggal teguh di dalam Kristus. Apabila carang tidak melekat pada
pokoknya, ia tidak dapat berbuat apa-apa, apalagi menghasilkan
buah [Yoh 15:5].
Tujuan akhir daripada pertumbuhan rohani adalah kedewasaan
rohani yang ditandai dengan kehidupan yang berbuah lebat [Ef
4:13]. Perubahan hidup semakin serupa dengan Kristus menjadi ciri
yang tampak dari kehidupannya [Rm 8:29; 1 Yoh 2:6; Ef 4:12-13].
C. ASPEK-ASPEK PERTUMBUHAN IMAN
a. Aspek personal
Pertumbuhan iman orang Kristen secara pribadi haruslah bersifat
kontinyu. Pertumbuhan pribadi merupakan keinginan yang terus
menerus, karena keinginan yang pudar akan berakibat pada
terhentinya pertumbuhan. Rasul Petrus memerintahkan orang
Kristen demikian: “Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir,
yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya
olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan“ [1Pet 2:2]
Pertumbuhan iman orang Kristen secara terus menerus ini sangat
penting, karena orang Kristen harus bertumbuh tambah kuat,
tambah teguh dan tambah taat. Mengapa harus demikian? Karena
orang Kristen sekalipun sudah beroleh hidup kekal, namun masih
hidup di dunia yang penuh dengan segala kejahatan, segala tipu
muslihat, segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.
Dengan pertumbuhan iman, orang Kristen dapat membuang segala
hal ini [1 Pet 2:1].
b. Aspek __________
Pertumbuhan iman orang Kristen bertumpu pada pengajaran yang
benar yaitu pengajaran para nabi dan para rasul. Rasul Paulus
sangat menekankan pentingnya doktrin yang benar atau pengajaran
yang sehat yang berdasarkan Injil dari Allah [1 Tim 1:10-11]. Sebagai
orang yang dipercaya oleh Allah, Ia menyuruh Timotius untuk
menasehati orang-orang yang mengajarkan ajaran yang salah atau
menyesatkan [1 Tim 1:3]. Baik kepada Timotius dan Titus—anak-
anak rohani Paulus—Rasul Paulus memerintahkan mereka untuk
mengajarkan ajaran yang benar/sehat seiring dengan kehidupan
yang benar pula [1 Tim 4:16; Tit. 2:1].
Pertumbuhan iman orang Kristen yang bertumpu pada pengajaran
yang benar akan menghasilkan pengetahuan akan kebenaran yang
semakin bertambah dalam wujud ibadah atau kesalehan hidup [Tit.
1:1]. Jika tidak demikian, orang yang tidak bertumbuh secara
doktrinal akan dengan mudah diombang-ambingkan, dikacaukan,
dibingungkan oleh rupa-rupa pengajaran dan oleh permainan palsu
manusia dengan kelicikannya yang menyesatkan [Ef 4:14]. Orang
seperti ini tidak mempunyai kemampuan untuk membedakan atau
menilai mana yang benar dan mana yang tidak.
Sebab itu, baik Rasul Petrus maupun Rasul Paulus menasihatkan
agar orang Kristen bertumbuh pengetahuannya akan Allah dan
akan Kristus [1Pet 3: 18; Kol 1: 10]. Rasul Paulus memerintahkan
jemaat Kolose demikian, “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan
segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala
hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil
menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu
mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu” [Kol 3: 16].
c. Aspek ____________
Aspek ministerial adalah aspek pelayanan dari setiap orang Kristen.
Aspek ini bersifat hakiki mengingat statusnya di hadapan Tuhan
sebagai imamat. 1 Pet 2:9 berbunyi demikian, “Tetapi kamulah
bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat
kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-
perbuatan yang besar dari ia, yang telah memanggil kamu keluar dari
kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.“ Ayat ini menunjukkan bahwa
umat pilihan Tuhan terdiri dari imam-imam, bukan dalam pengertian
imam Perjanjian Lama yang dipilih dan diangkat dari keturunan suku
Lewi dan secara khusus bertugas melayani umat Allah di bait suci-Nya.
Dalam Perjanjian Baru pun keimaman seperti ini memang masih
berlangsung, namun pemahamannya telah mengalami perubahan
yang radikal dalam terang Injil. Sejak Injil diberitakan yaitu Injil
Keselamatan Yesus Kristus sebagai Imam Besar Agung, maka peran
imam merupakan peran setiap orang percaya untuk melayani di dunia
agar dunia dimenangkan bagi Dia.
Pelayanan berkaitan erat dengan pertumbuhan iman. Seorang
Kristen yang bertumbuh adalah seorang yang karena imannya telah
menghasilkan buah-buah ketaatan dan pelayanan [2 Kor 8:1-15; 1
Tes 1:2-10]. Jadi, setiap orang yang beriman kepada Yesus Kristus
patut melayani karena Kristus telah terlebih dahulu melayani dan
memberikan teladan [Mrk 10:45; Yoh 13:15].
d. Aspek ___________
Aspek disiplinal merupakan satu aspek yang sangat penting bagi
orang percaya yang disebut murid Kristus. Mengapa demikian? Kata
“murid” dalam bahasa Inggris ialah disciple yang mempunyai akar
kata yang sama dengan kata 'dicipline.' Di sini tersirat bahwa
seorang murid Kristus adalah seorang pengikut Kristus yang
berdisiplin. Seorang murid wajib memahami pengajaran gurunya
dan meneladani hidup serta karakter gurunya. Pemahaman dan
peneladanan tidak akan terwujud tanpa disiplin yang sungguh-
sungguh serius. Disiplin terdiri dari dua macam: disiplin pribadi dan
disiplin secara bersama-sama dengan jemaat Tuhan. Disiplin rohani
dapat berbentuk saat teduh, doa, puasa, berdiam diri, dll.
Ironisnya, ternyata zaman sekarang banyak orang tidak atau kurang
mengenal lagi istilah disiplin. Bahkan ada yang mengatakan bahwa
disiplin sudah hilang tidak berbekas. Dalam aspek rohani pun,
ternyata disiplin juga sudah merupakan sesuatu yang asing di
telinga atau di dalam kehidupan generasi yang jarang sekali
membaca Alkitab apalagi merenungkannya siang dan malam.
D. WADAH DAN SARANA PERTUMBUHAN IMAN
a. Wadah __________
Keluarga merupakan unit kecil dari gereja yang amat efektif bagi
penginjilan dimana pertobatan satu orang telah membawa
pertobatan semua anggota keluarga. Contohnya, Kornelius [Kis
10:1-48], Lidia [Kis 16:13-15], kepala penjara di Filipi [Kis 16:19-34],
Krispus [Kis 18:8] dan Stefanus [1 Kor 1:16]. Iman seseorang yang
bertumbuh akan membawa buah kesaksian yang hidup bagi sanak
keluarga yang lain. Dalam keluarga Kristen, iman bertumbuh karena
\adanya hubungan yang saling menguatkan dan membangun.
Timotius adalah seseorang yang beriman sejak kecil dan terus
bertumbuh karena nenek dan ibunya yang saleh [2 Tim 3:14-15].
b. Wadah _________
Pada saat seseorang bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus
sebagai Tuhan dan Juruselamat, ia juga menerima baptisan Roh ke
dalam satu tubuh yaitu tubuh Kristus, dimana Kristus menjadi
Kepala dan setiap orang percaya menjadi anggotanya. Setiap
anggota tubuh Kristus mempunyai karunia yang berbeda satu
dengan yang lainnya, namun saling membutuhkan dan melengkapi,
sehingga kehadiran yang satu mempunyai keterikaitan yang erat
dengan yang lain. Hubungan yang dinamis antar anggota akan
berdampak pada pertumbuhan tubuh Kristus/gereja.
Masing-masing anggota adalah penting dan bernilai. Sekalipun
mungkin ada anggota yang paling kecil dan lemah, tetap
mempunyai sesuatu kontribusi yang berarti dalam partisipasi
pembangunan tubuh. Jadi, dalam hal ini tidak boleh ada anggota
yang dianggap sepele/tidak berarti oleh yang lain atau pun oleh
dirinya, sebagai alasan untuk tidak aktif dalam hal saling melayani
antar orang percaya.
Gaya hidup yang diajarkan Tuhan Yesus kepada para murid-Nya
ialah gaya hidup komunitas yang saling melayani. Ia sendiri telah
meninggalkan teladan dengan cara membasuh kaki para murid-Nya.
Ia berbuat demikian agar para murid-Nya pun berbuat hal yang
sama [Yoh 13: 1-17].
Setelah Kristus naik ke surga, gaya hidup inilah yang diwujudkan di
antara para rasul dan yang mereka ajarkan kepada jemaat:
Apabila setiap anggota berfungsi menurut karunianya, maka
pelayanannya akan memberi andil bagi pertumbuhan tubuh secara
individual dan komunal. Rasul Paulus menasihatkan agar “dengan
teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di
dalam segala hal ke arah Dia, Kristus yang adalah Kepala. Dari pada-
Nyalah seluruh tubuh, - yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh
pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap
anggota menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam
kasih” [Ef 4:15-16].
Dalam konteks komunitas yang lebih sempit, Care Group (Sebutan
unik kelompok kecil yang berlaku di GII Hok Im Tong) menjadi
wadah yang sangat menunjang bagi terciptanya pertumbuhan
rohani. Setiap anggota memiliki komitmen yang sama untuk
menempuh perjalanan rohani yang sama, yaitu masuk dalam
proses menjadi murid Kristus. Dalam Care Group terjadi kesalingan
yang membangun, yaitu melalui saling melayani, menguatkan,
mengenal, memperhatikan, mendoakan, mengasihi, satu dengan
yang lain dalam jalinan relasi yang intim dan penuh keterbukaan.
Hal ini ditunjang pula dan menjadi yang utama, dimana setiap
anggota belajar untuk menaati firman Tuhan. Sebagaimana murid
Kristus dipanggil Tuhan untuk belajar mengerti dan melakukan
segala sesuatu yang Tuhan ajarkan (bukan sekadar mengetahui)
secara riil di dalam kehidupan sehari-hari [Mat 28: 20].
c. Wadah ______________.
Sebatang besi tidak akan menjadi tajam jika tidak ditempa, sebatang
pohon tidak akan berakar kuat jika tidak diterpa angin, demikian
pula seorang Kristen tidak akan bertumbuh tanpa mengalami
didikan, disiplin, dan dinamika hidup yang riil. Sekalipun orang
percaya sudah dipanggil keluar dari kegelapan dunia ini, namun
tetap hidup dalam dunia. Yesus berkata bahwa murid-murid-Nya
tidak berasal dari dunia, namun diutus ke dalam dunia untuk
memberikan kesaksian hidup yang nyata agar dunia dimenangkan
[lihat Yoh 17:18; Kis 1:8; Mat 28:19-20]. Dengan mengalami banyak
pencobaan, godaan, dan penderitaan di dunia [1 Kor 10:13; Yak 1:2-
3; 1Pet 1:6], kita teruji dalam iman dan bertumbuh, bahkan Tuhan
sendiri akan mendisiplin kita supaya kita kudus, sama seperti Allah
Bapa yang adalah kudus adanya [1Pet 1:7; Yak 1:4; Ibr 12:10; 1Pet
1:15-16].
Dunia dengan segala tantangannya seharusnya membuat orang
Kristen selalu bersikap optimis—selalu berpengharapan kepada
Tuhan, dan bukan sebaliknya. Dunia akan menjadi cermin agar kita
jangan menjadi semakin serupanya, tetapi semakin berbeda [Rm
12:2]. Dunia ini seharusnya menjadi tempat dimana kita berfungsi
sebagai garam dan terang [Mat 5:13-16].
d. Sarana __________
Pertumbuhan iman tidak terjadi begitu saja dalam waktu satu
malam. Banyak orang Kristen setia pergi ke gereja hari Minggu
untuk beribadah dan mendengar firman Tuhan, tetapi hidupnya
tetap tidak berubah. Di antara banyak sebabnya ialah karena
mereka tidak melakukan salah satu cara utama yang dipakai Tuhan
untuk mengubah kita, yaitu belajar.
Apa yang diartikan dengan belajar sebenarnya? Belajar dalam
rangka pertumbuhan iman dapat didefinisikan sebagai proses
pemahaman akan kebenaran Tuhan secara mendalam dan ketaatan
berdasarkan pemahaman tersebut. Belajar berarti melibatkan aspek
pikiran, emosi dan perilaku. Belajar firman Tuhan tidak sekadar
menguasai isi/materinya, tapi juga sikap dan tindakan. Natur dari
belajar adalah berubah, berubah dari gaya hidup lama yaitu hidup
dalam dosa menjadi gaya hidup yang sesuai dengan kehendak
Tuhan dalam kebenaran dan kekudusan [Ef 4:20-24].
Sesungguhnya, memang ada hubungan yang erat antara belajar
dan pertumbuhan iman orang Kristen. Semakin belajar, semakin
banyak pengetahuan akan kebenaran dan semakin taat, sehingga
semakin bertumbuhlah iman seseorang. Proses pertumbuhan ini
bukanlah suatu proses yang pasif melainkan aktif. Artinya,
seseorang yang mau bertumbuh imannya harus menuntut diri
secara aktif untuk belajar dan bertekun. Orang-orang Kristen/jemaat
mula-mula yang bertekun dalam pengajaran para rasul sungguh
telah menjadi suatu teladan yang nyata [Kis 2:42]. Barangkali ada
orang percaya bertanya sampai taraf mana seorang Kristen harus
bertumbuh dalam pengetahuan/pemahaman imannya? Jawabnya
ialah sampai taraf penuh atau maksimal, dimana ia mengetahui
kehendak Allah dalam hidupnya dan menyenangkan Allah dalam
setiap aspek kehidupannya [Ef 4:13; Kol 1:9-10].
Penulis surat Ibrani menyerukan: “Sebab itu marilah kita tinggalkan
asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada
perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakan lagi dasar
pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar
kepercayaan kepada Allah, yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan,
penumpangan tangan, kebangkitan orang- orang mati dan hukuman
kekal” [Ibr 6:1-2]. Di sini, penulis menghimbau orang-orang Kristen
yang berlatar belakang agama Yahudi untuk bertumbuh ke arah
kedewasaan. Caranya adalah memacu diri untuk belajar kebenaran
tentang ajaran yang lebih sulit dan lebih mendalam. Mereka tidak
boleh puas atau terus berpegang pada pengajaran dasar yang
kurang mendalam atau dangkal.
Mungkinkah ada orang Kristen yang tidak mengalami pertumbuhan
iman? Mengapa hal demikian dapat terjadi?
Dari keempat aspek pertumbuhan iman Kristen, aspek manakah yang
paling sulit dikembangkan? Sebutkan alasannya!
Gereja merupakan salah satu wadah penting yang dapat menunjang
untuk pertumbuhan iman. Apakah gereja dimana Anda menjadi
bagian di dalamnya telah menjadi wadah yang subur bagi
pertumbuhan iman Anda?
Look
Tunjukanlah di forum pohon yang sudah ditugaskan sebelumnya (bisa
berbentuk powerpoint yang sudah di desain sendiri). Pohon ini bebas
asalkan dapat digantungkan berbagai label yang sudah disiapkan oleh
pengajar.
Took
Lakukan pre-test untuk mengetahui tingkat kerohanian sebelum di baptis
dengan menggunakan instrumen SMI-Spiritual Maturity Index atau Indeks
Kedewasaan Rohani. Perhatikanlah hasil dari test tersebut dan Anda
simpan. Hasil analisa ini penting untuk melakukan post-test satu tahun
kemudian, sehingga akan terlihat jelas apakah Anda sebagai anggota GII
mengalami pertumbuhan rohani atau tidak.