The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by annisakumala58, 2022-06-16 02:11:30

Presentation1

Presentation1

Cover Modul

Daftar Isi

Cover Modul

TUJUAN
Berdasarkan permasalahan yang berkaitan dengan masih kurangnya sumber ajar dan bahan ajar kurang interaktif yang menyebabkan
pembelajaran kurang tersampaikan dengan baik serta tujuan pembelajaran menjadi tidak tercapai. Maka dari itu siswa membutuhkan media
interaktif dan sumber ajar yang lebih lengkap seperti penggunaan modul digital. Dengan adanya media pembelajaran modul digital pada mata
pembelajaran sejarah Indonesia khususnya materi sejarah lokal. Pada Kelas XI KD 3.10 yang membahas Perjuangan Mempertahankan
Kemerdekaan dapat diintegrasikan dalam pembelajaran Sejarah Lokal. Penggunaan Modul Digtal pada materi Pertempuran 4 hari di Surakarta
ini digunakan agar siswa lebih antusias saat belajar dibanding sebelumnya yang hanya menggunakan media pembelajaran LKS. Selain itu
inovasi modul digital dalam bentuk flip dapat dengan mudah diakses oleh siswa menggunakan telepon pintar yang mereka miliki dengan mudah.
Tampilan yang menarik serta kemudahan dalam penggunaan diharapkan akan lebih meningkatkan keingintahuan siswa untuk mempelajari lebih
dalam mengenai materi sejarah lokal tersebut. Siswa juga diharapkan dapat meningkatkan literasi secara mandiri, menambah pengetahuan
dengan lebih antusias, mengimplementasikan serta melestarikan nilai hingga makna yang terkandung dalam setiap peristiwa maupun materi
yang telah disampaikan dalam modul digital tersebut. Dengan begitu selain ilmu pengetahuan mengenai sejarah, siswa juga memperoleh ilmu
berkaitan dengan nilai yang terkadung tersebut. Tingkat literasi siswa juga akan meningkat dengan media pembelajaran yang interaktif yakni

disertai berbagai macam ilustrasi yang menambah semangat siswa untuk terus belajar.

Uraian Materi

Menanggapi desas-desus yang terjadi selama perundingan belum menemui hasil Mayor
Achmadi mengmbil keputusan untuk “Rencana MasukKota” pada wilayah “straal 15 km” dari
kota Solo apabila terjadi gencatan senjata, sebagaipegangan para komando rayon dan para
perwirastaff (Imran, A., & Wiadi, A., 1985: 112).Keputusan ini dicetuskan oleh Mayor
Achmadidengan tujuan mengantisipasi melemahnya semangat tempur pasukan kota
Solo.Namun, hasil keputusan Room-Royenmemberatkan kota Solo.Mencapaikurang lebih
2000 orang, para gerilyawan telahtersebar di Seluruh kota dengan diperlengkapianeka
senjata yang dimiliki.Serangan umum dipimpin sendiri olehLetnan Kolonel Slamet Riyadi,
Kota Solo dikepung dari empat jurusan oleh anggota-anggotagerilya yang sejak pagi buta
sudah menyusupmemasuki kota
Dari pengalaman kolonel A.Hnasution di Jawa barat terbukti betapa pentingnya tenaga
terpelajar turut serta dalampimpinan kantong distrik dan onderdistrik militer, kemudian hal
serupa terjadi di daerah Solo Pada tanggal 27 maret 1948 Tentara Pelajar Solo bertindak
menertibkan keadaankota Solo, terutama terhadap kelaskaran yang terkenal dengan
tindakanya yang kasarterhadap warga di Solo.

• Pada tanggal 3 agustus 1949 Mayor Achmadi selaku Komandan SWK
Artjuna106 elah memanggil Komandan-Komandan Rayon beserta stafnya
bertempat diWonosido Jenggrik Rayon II, di samping mengadakan pengecekan
terakhir, MayorAchmadi menyampaikan petunjuk serta intruksi untuk
melaksanakan Serangan Umummenduduki Kota Solo dengan
mengikutsertakan pasukan yang ada Tanggal 5 Agustus 1949 komandan SWK
Arjuna 106 menyampaikan intruksikepada komandan-Komandan Rayon
tentang penetuan hari H Serangan umum untukmenduduki Kota Solo yaitu
pada tanggal 7 Agustus 1949 mulai pukul 06.00 yang jatuhpada hari
minggu.Sejak pukul 03.00 pagi hampir seluruh kesatuan yang bertugas
untukmelaksanakan serangan telah berada di dalam kota, dan selebihnya siaga
mengelilingidibagian pinggirnya yaitu dari Dawung ke timur di Semanggi, di
Puncaksawit,kemudian di utara yaitu Mojosongo, kandangsapi, Ngemplak,
Nusukan/Gilingan,Sumber, Karangasem dan kemudian kebagian selatan yaitu
Wangkung, Panjang, Tipesdan Serengan16Pagi berikutnya serangan diteruskan
dengan sasaran-sasaran yang lebih aktif,sebaliknya pihak Belanda mengambil
posisi atau sikap bertahan Pada hari ketiga yaitu selasa tanggal 9 Agustus 1949
Komandan Regu FNB(Flying Night brigade) yaitu Sahir Seksi I Kompi I
terkena tembakan dalam peristiwapertempuran di Panularan.

Bunyi ledakan bom dan granat maupun tembakan senjata terdengardimana-mana dan diwarnai
dengan kepulan asap dan percikan api di beberapa tempatyang terkena tembakan, enam pesawat
terbang Belanda menjatuhkan bom ataupunmenembak sasaran-sasaran yang terdapat Geriliyanya,
Bomber dan pemburu-pemburuBelanda itu menyerang secara membabi buta tanpa ampun dari siang
hingga sore hari,sehingga yang banyak menjadi korban ialah penduduk sekitar, beberapa rumah
warga diWangkung, Lawiyan, Kabangan, Pasar Kembang, Sambeng, Pasar Nongko dan lain-
lainhangus terbakar, jumlah bangunan yang terbakar lebih dari 100 jumlahnya17. Pada tanggal 11
agustus di Pasar Nongko dan sekitarnya di Pasar Kembang,Pasar Legi masing masing tempat itu
kedatangan 1 pasukan Green-cap ( Baret Hijau)yang dengan derta merta menyiksa penduduk yang
ada dijalan.Pasukan Belanda Green-cap tanpa ampun membunuh warga dengan
semenamena,tindakan mereka itu sampai meluas ke Srambatan, Madiotaman, Petetan,jayengan,
Kratonan, Serengan, Nirbitan, Patangpuluhan, Gajahan dan Markas palangmerah Padmonegaran
Gading Kota Solo adalah satu-satunya kota di Jawa dan Sumatra yang mendapatserangan 10 kali
selama perang kemerdekaan II dan kota yang diserang selama 4 haripenuh oleh Pasukan Indonesia,
Hasil pertempuran serangan umum 4 hari di Sopuncaknya jatuh tanggal 10 Agustus 1949 diakui
menguntungkan p dibidang militer maupun Politik, Belanda terpaksa mengakui bahwa pejuang-
pejuang Rimempunyai posisi yang kuat didalam Kota Solo, tiga perempat kota telah dikuasi

.olehIndonesia, sehingga didalam perundingan menghadapi Belanda posisi Indonesia sangatkuat

• Pertempuran 4 hari di Solo hanya merupakan salah satu di samping 134 serangankota TNI
yang tersebar di Jawa dan Sumatra.Van Royen selama sidang Dewan Angket Parlemen
Belanda berkata bahwakarena sadar perlawanan TNI dan rakyat yang begitu meluas di seluruh
Jawa danSumatra untuk itu tidak ada pilihan lain selain tunduk pada syarat pimpinan
RISoekarno Hatta di Bangka dan menghasilkan persetujuan Roem-Royen antara lainYogya
akan dikembalikan secara simbolis dulu, itu berarti Belanda harus mengakui satukekalahan
Politik karena sesuai dengan rencana Yogya akan dikembalikan secarasimbolis saja,
sedangkan nyatanya lain.

Tugas Observasi

Lakukanlah kunjungan ke Monumen 45 Banjarsari
a. Catat lokasi objek yang dikunjungi
b. Waktu kunjungan
c. Kemudian buat kesimpulan atas hasil kegiatan observasi

dalam bentuk laporan dan sertakan lampiran berupa foto

Latihan Soal

TES
1) Analisislah kondisi Surakarta sebelum dan sesudah kemerdekaan Indonesia!
2) Bagaimana jalannya pertempuran 4 hari di Surakarta?
3) Sebut dan jelaskan nilai-nilai yang bisa diambil dari peristiwa pertempuran 4 hari di Surakarta!




Click to View FlipBook Version