BAB 8
FRANCHISE
Pengertian Franchise (Waralaba) secara umum merupakan Hak khusus yang dimiliki
oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha
dalam rangka memasarkan barang atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat
dimanfaatkan atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba.
Istilah Waralaba “Franchise” berasal dari bahasa Perancis affranchir yang berarti to
free yang artinya membebaskan. Dapat diartikan bahwa Waralaba (Franchise) merupakan hak
seseorang memberikan kebebasan dari ikatan yang menghalangi kepada orang untuk
menggunakan atau membuat atau menjual sesuatu. Waralaba atau franchise sangat erat
kaitannya dalam bidang Ekonomi dan Bisnis. Waralaba dalam bidang bisnis maksudnya
kebebasan yang diperoleh seorang wirausaha untuk menjalankan sendiri suatu usaha
tertentu di wilayah tertentu.
Definisi Franchise diartikan sebagai suatu sistem pemasaran atau distribusi barang dan
jasa, di mana sebuah perusahaan induk (franchisor) memberikan kepada individu atau
perusahaan lain yang berskala kecil dan menengah (franchisee), hak-hak istimewa untuk
melaksanakan suatu sistem usaha tertentu dengan cara yang sudah ditentukan, selama waktu
tertentu, di suatu tempat tertentu.
• Sejarah Bisnis Franchise
Berdasarkan sejarahnya, sistem waralaba bermula dari praktik bisnis di Eropa. Pada
abad pertengahan, para bangsawan diberi wewenang oleh raja-raja di wilayah tertentu untuk
menjadi tuan tanah dan memanfaatkan lahan tersebut. Syaratnya, bangsawan harus
memberi imbalan pajak dan upeti kepada kerajaan atau menyerupai royalti dalam sistem
waralaba saat ini. Serian Wijatno dalam bukunya ‘Pengantar Entrepreneurship’ menjelaskan
sejarah perjalanan bisnis franchise. Diawali di Jerman sekitar tahun 1840-an, pembuat bir
menjalankan sistem waralaba di sejumlah kedai minuman untuk menjadi distributor eksklusif
di wilayah tersebut.
Di Amerika pada 1850-an, Isaac Singer dari perusahaan mesin jahit Singer memulai
bentuk usaha waralaba untuk mesin jahitnya dan mempelopori kesepakatan kerja sama
waralaba. Meskipun usaha yang dijalankan gagal. Singer adalah pihak pertama yang
memperkenalkan format bisnis waralaba di Amerika Serikat. Sampai akhirnya diikuti John S.
Pemberton, pendiri Coca Cola. Selain Coca Cola, perusahaan lain yang mengikuti jejak Singer
ialah General Motors Industries pada 1898. Pada akhirnya, waralaba didominasi oleh bisnis
rumah makan siap saji (fast food) ketika A&W Root Beer membuka restoran yang dimulai
pada tahun 1919.
1
• Kriteria Franchise
Franchise Industrial hubungan yg terjalin antara perusahaan manufaktur dan pedagang
besar. Franchise generasi pertama hubungan yg terjalin antara perusahaan manufaktur dan
pedagang eceran. Bisnis Franchise antara pedagang besar dan pedagang eceran.
J.Poin-poin yang harus diperhatikan dalam memilih waralaba makanan
tradisional :
a) Punya Hasrat
Memiliki hasrat untuk menjual makanan yang Anda inginkan juga menjadi modal penting.
Untuk berbisnis retail (perdagangan eceran), memang harus menyukai
bidang yang akan digeluti. Sehingga, kondisi usaha sedang naik maupun turun, Anda tetap
tekun menjalaninya.
b) Riset dan Berunding
Teliti dulu terwaralaba atau pihak yang menjual waralaba, yang disebut juga franchisor,
yang Anda inginkan. Bandingkan dengan terwaralaba lain yang sejenis.
Jangan membeli usaha dari terwaralaba yang tak jelas identitasnya. Jika perlu, cek ke
lembaga waralaba yang ada di Indonesia. Jika memang terwaralaba tersebut resmi dan
bagus, bisa dipastikan akan terdaftar di sana. Bila memang duka, barulah berunding untuk
mendapatkan kesepakatan.
c) Cek
Tak ada salahnya mengecek usaha terwaralaba yang Anda inginkan ke orang yang dudah
lebih dulu menjadi pewaralabanya, baik yang masih berjualan maupun yang
tidak. Tanya pendapat mereka. Meski satu sama lain belum tentu punya kepuasanyang
sama, setidaknya Anda mendapat gambaran lebih.
d) Hak Cipta
Teliti lebih dulu hak cipta makanan milik terwaralaba yang sudah diincar untuk dibeli. Jangan
sampai hak cipta yang diklaim olehnya, ternyata milik pihak lain dan akhirnya bisa
bermasalah.
e) Lama Dan Kuat
Jika Anda tak suka risiko tinggi dan kurang berjiwa bisnis, pilih terwaralaba yang sudah lama
berjalan, setidaknya lima tahun, memiliki sistem kuat, misalnya memiliki banyak cabang dan
2
manajemen bagus, serta bermodal besar. Usaha yang nasih baru, belum cukup teruji
menghadapi siklus roda bisnis.
f) Kondisi Keuangan
Sebelum memutuskan membeli, periksa dulu kondisi keuangan terwaralaba. Jika perlu,
minta bantuan akuntan publik atau pakar keuangan untuk membaca laporan keuangan
terwaralaba.
g) Bayar di muka
Hati-hati bila terwaralaba meminta seluruh modal harus disetorkan di muka. Cari
penyebabnya. Bukan tidak mungkin kondisi keuangan terwaralaba tidak bagus. Selain itu,
kini banyak terwaralaba yang baru muncul, meminta modal di muka hanya karena ingin
menarik initial fee (biaya yang diperlukan untuk memulai bisnis) dari pewaralaba, lalu kabur.
Lebih baik, cari terwaralaba yang pembayarannya fleksibel. Artinya, pembayarannya bisa
dilakukan bertahap.
• Beberapa istilah dasar dalam Franchise
a) Franchise
Franchise (waralaba) adalah suatu strategi pengembangan produk, jasa atau teknologi yang
saling berkerjasama secara erat antara perusahaan baik secarahukum maupun finansial dan
independen yaitu franchisor (pemberi waralaba) dan franchisee (penerima waralaba).
b) Franchisor
Franchisor(pemberi waralaba) memberikan kepada franchisee hak untuk menggunakan
kekayaan intelektual yang dimilik franchisor dan berkewajiban mematuhi peraturan yang
berlaku. Franchisor sebagai pemimpin perusahaan yang harus memiliki keahlian dan
kompeten dan menghindari tindakan tanpa pertimbangan matang Franchisor juga
memberikan teknik berkesinambungan, sesuai dengan kontrak franchise tertulis.
c) Franchisee
Franchisee, dalam memberikan kontribusi keuangan/finansial, baik secara langsung dan
tidak langsung, metode dan teknik komersial, prosedur, dsb.
d) Initial service
jasa-jasa pendahuluan
e) Continuing service
jasa terus-menerus
3
f) Initial fee
biaya keseluruhan item untuk membuka bisnis
g) Frenchise fee
biaya yag menutupi jasa franchisor
h) Continiung fee
biaya akan jasa frenchisor nantinya yg secara terus-menerus.
i) Kriteria Franchising
Franchise Industrial hubungan yg terjalin antara perusahaan manufaktur dan pedagang
besar. Franchise generasi pertama hubungan yg terjalin antara perusahaan manufaktur dan
pedagang eceran. Bisnis Franchise antara pedagang besar dan pedagang eceran.
• Pengertian Franchise Menurut Para Ahli
Beberapa ahli juga telah menjelaskan Definisi Waralaba (Franchise) berdasarkan
pemikirannya masing-masing. Berikut adalah penjelasan Waralaba menurut Pakar :
1. Charles L. Vauhn
Charles L. Vauhn mengartikan Franchise sebagai bentuk kegiatan pemasaran dan distribusi
yang didalamnya sebuah perusahaan memberikan hak atau priviledge untuk menjalankan
bisnis secara tertentu dalam waktu dan tempat tertentu kepada individu atau perusahaan
yang relatif lebih kecil.
2. Douglas J. Queen
Douglas J. Queen menyatakan bahwa Franchise ialah suatu metode perluasan pemasaran dan
bisnis. Pemegang franchise yang membeli suatu bisnis menarik manfaat dari kesadaran
pelanggan akan nama dagang, sistem teruji dan pelayanan lain yang disediakan pemilik
franchise.
3. David J. Kaufmaan
Menurut David J. Kaufmaan pengertian Waralaba (Franchise) adalah sistem pemasaran dan
distribusi yang dijalankan oleh suatu institusi bisnis kecil yang memiliki jaminan dengan
membayar sejumlah uang, memperoleh hak terhadap akses pasar yang dijalankan dengan
standar operasi yang mapan di dalam pengawasan asistensi franchisor.
4. Harjowidigdo
Menurut Harjowidigdo pengertian Waralaba adalah kerjasama di bidang perdagangan atau
jasa yang dipandang sebagai salah satu cara untuk mengembangkan sistem usaha di lain
tempat, dimana franchisor secara ekonomi sangat untung karena ia mendapatkan
4
management fee dari franchisee, barang produknya bisa tersebar ke tempat lain dimana
franchisee mengusahakan franchisenya, dan bagi konsumen yang memerlukan barang hasil
produksinya franchisee cepat didapat serta dalam keadaan fresh dan belum atau tidak rusak.
5. Dominique Voillemont
Pengertian Franchise adalah Dominique Voillemont sebagai suatu cara melakukan kerjasama
di bidang bisnis antara dua atau lebih perusahaan, satu pihak bertindak sebagai franchisor
dan pihak lain sebagai franchisee, pada mana didalamnya diatur, bahwa pihak franchisor
sebagai suatu pemilik merek dan know how, memberikan haknya kepada franchisee untuk
melakukan kegiatan bisnis berdasarkan merek know how itu.
6. Winarto
Menurut Winarto Franchise merupakan hubungan kemitraan yang usahanya kuat dan sukses
dengan usahawan yang relatif baru dalam usaha yang tergolong baru dalam usaha tersebut,
yang bertujuan untuk saling menguntungan di dalam bidang penyediaan jasa dan produk
kepada konsumen.
7. Lyden, Roberts, Severance dan Reitzel
Pengertian Franchise adalah sebuah kontrak atas barang yang dimiliki seseorang, contohnya
seperti merek yang diberikan kepada orang lain untuk mempergunakan merek tersebut di
dalam usahanya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.
8. International Franchise Association
Pengertian Franchise merupakan hubungan kontraktual antara franchisor dan franchisee
yang menawarkan waralaba atau berkewajiban untuk menjaga minat melanjutkan dalam
bisnis franchisee di daerah tersebut, seperti bagaimana dan pelatihan, di mana dalam
franchisee beroperasi di bawah nama umum perdagangan, format dan atau prosedur yang
dimiliki atau dikendalikan oleh franchisor, dan di mana franchisee memiliki atau akan
membuat investasi modal substansial dalam bisnis dari sumber daya sendiri.
9. PP No. 42 Tahun 2007
Menurut Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 2007 pengertian Franchise (Waralaba) adalah
hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap suatu sistem
bisnis dengan ciri khas usaha di dalam rangka memasarkan barang dan jasa yang sudah
terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan atau dipergunakan oleh pihak lain berdasarkan
perjanjian franchise (waralaba).
5
• Kesempatan Mendirikan usaha franchise
Suatu bentuk kegiatan usaha yang baru bagi masyarakat Indonesia pada dewasa ini
adalah waralaba (franchise). Waralaba atau franchise adalah suatu bisnis yang didasarkan
pada perjanjian dua pihak, yaitu franchisor (pemilik hak) dan franchisee (yang diberi hak)
untuk menjalankan bisnis dari franchisor menurut sistem yang ditentukan oleh franchisor.
Dengan kata lain, waralaba adalah suatu pengaturan bisnis di mana sebuah perusahaan
(franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) untuk menjual produk atau
jasa perusahaan tersebut dengan peraturan yang ditetapkan oleh franchisor.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2007, adalah
hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis
dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti
berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian
waralaba. Waralaba pada hakekatnya adalah sebuah metode pemasaran dalam rangka
memperluas jaringan usaha secara cepat.
Konsep bisnis waralaba sebagai bentuk terobosan pengembangan usaha bukanlah
sebuah alternatif melainkan salah satu cara yang sama kuatnya dan strategsinya dengan cara
konvensional dalam mengembangkan usaha. Mengingat usaha yang diwaralabakan adalah
usaha-usaha yang telah teruji dan sukses dibidangnya, sehingga dianggap dapat “menjamin”
mendatangkan keuntungan, faktor ini yang kemudian menjadi “magnet” untuk menarik
animo masyarakat secara luas. Bahkan sistem waralaba dianggap memiliki banyak kelebihan
terutama menyangkut pendanaan, sumber daya manusia (SDM) dan manajemen.
Waralaba juga dikenal sebagai jalur distribusi yang sangat efektif untuk mendekatkan
produk kepada konsumennya melalui tangan-tangan penerima waralaba. Melalui konsep
waralaba seseorang tidak perlu memulai usaha dari nol, karena telah ada sistem yang terpadu
dalam waralaba, yang memungkinkan seorang penerima waralaba menjalankan usaha
dengan baik. Pertumbuhan waralaba lokal saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan
pertumbuhan waralaba asing di Indonesia. Fakta ini disebabkan karena pewaralaba lokal
memberikan berbagai kemudahan dalam persyaratan pembelian waralaba mereka. Toleransi
yang diberikan juga cukup luas ditambah promosi dan marketing yang terus menerus.
Penjelasan Umum Peraturan Pemerintah Republik Nomor 42 Tahun 2007 tentang
Waralaba menyebutkan dalam rangka meningkatkan pembinaan usaha dengan konsep
waralaba di seluruh Indonesia, maka perlu mendorong pengusaha nasional terutama
pengusaha kecil dan menengah untuk tumbuh sebagai pemberi waralaba nasional yang
handal dan mempunyai daya saing di dalam negeri dan luar negeri khususnya dalam rangka
memasarkan produk dalam negeri. Bisnis waralaba adalah pola bisnis dengan resiko
kegagalan yang kecil dimana pertumbuhannya sangat pesat dan memberi warna tersendiri
6
dalam perekonomian Indonesia. Popularitas bisnis waralaba sebagai suatu cara pemasaran
dan distribusi barang dan jasa yang efektif, karena keberadaan waralaba dianggap mampu
menjangkau pangsa pasar suatu jenis produk ke seluruh Indonesia.
Besarnya peluang bisnis waralaba di Indonesia menjadikan waralaba baik asing
maupun lokal bermunculan dan mengalami peningkatan yang sangat luar biasa. Untuk
seorang pemula dalam dunia bisnis, bentuk waralaba ini merupakan alternatif untuk memulai
sebuah bisnis.6 Negara Indonesia masuk dalam lima besar negara yang memiliki
perkembangan waralaba terbesar di dunia, yang meliputi berbagai bidang usaha baik
makanan, pelayanan kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya. Waralaba yang berkembang
di Indonesia banyak didominasi oleh waralaba lokal, namun tidak menutup kemungkinan
waralaba asing juga dapat ditemui. Hal ini tergantung dari jumlah besarnya modal yang
dimiliki.7 Seiring dengan besarnya animo pelaku usaha untuk memilih bentuk usaha
waralaba, Pemerintah Indonesia melengkapi rangkaian peraturan tentang waralaba. Secara
terperinci pedoman dan tata cara praktek penyelenggaraan usaha waralaba terakhir diatur
dalam Peraturan Menteri Perindustrian Dan Perdagangan Nomor 53/M-DAG/PER/8/2012
Tentang Penyelenggaraan Waralaba sebagai tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah
Republik Nomor 42 Tahun 2007 tentang Waralaba
Peluang Bisnis Franchise saat ini masih menjadi pilihan yang sangat menjanjikan
walau telah terbit peraturan baru tentang usaha franchise yang sedikit membuat bisnis
franchise menurun dalam perkembangannya tetapi pilihan membeli bisnis franchise tetapi
prioritas utama menjadi pilihan memulai usaha dan tetap saja beberapa pengusaha
franchise yang kewalahan akan permintaan dari masyarakat menbeli bisnis franchisenya,
bahkan banyak sekali permintaan masyarakat didaerah yang ingin membeli bisnis franchise
dari Jakarta untuk membuka didaerahnya masing-masing.
Peraturan yang dimiliki saat ini yaitu No. 16 tahun 1997 tentang waralaba ini telah
dicabut dan diganti dengan PP No 42 tahun 2007 tentang Waralaba. Selanjutnya ketentuan-
ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam format bisnis waralaba adalah
sebagai berikut:
1) Undang-undang No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang.
2) Undang-undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten.
3) Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek.
4) Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No.
259/MPP/KEP/7/1997 Tanggal 30 Juli 1997 tentang Ketentuan Tata Cara Pelaksanaan
Pendaftaran Usaha Waralaba.
5) Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 31/MDAG/PER/8/2008 tentang
Penyelenggaraan Waralaba.
7
Menurut pasal 1 PP No. 16 Tahun 1997 tentang tata cara pelaksanaan pendaftaran
waralaba, pengertian waralaba (franchisee) adalah : "perikatan dimana salah satu pihak
diberikan hak untuk memanfaatkan dan/atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual
atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan
berdasarkan persyaratan yang ditetapkan pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan
dan/atau penjualan barang atau jasa”. Peluang Bisnis Franchise tetap memiliki daya tarik
tersendiri tetapi perlu diingat memulai usaha tidak hanya dengan konsep franchise tetapi
beberapa cara berbisnis lain yang juga cukup menarik misalnya Lisensi atau Business
Opportunity, dan perlu diingat dengan konser franchise mungkin memang sudah teruji
kemampuan bisnisnya karena pengalaman dan Jaringan usahanya yang sudah kuat tetapi
Lisensi juga tidak kalah menariknya dengan franchise mungkin masih banyak yang belum
memahami antara franchise, liserisi dan Business Opportunity.
Saat ini usaha franchise di Indonesia semakin berkembang. Salah satu keuntungannya
adalah namanya yang sudah terkenal sehingga tidak perlu banyak melakukan usaha promosi.
Selain itu perhitungan waktu kembali modal juga lebih bisa dicapai sesuai sepanjang
melakukan tahapan-tahapan yang diperlukan. Tentu saja dengan semakin cepat kembali
modal, keinginan untuk berwirausaha tersebut semakin tinggi pula. Lengkapnya panduan
mengoperasikat usaha oleh waralaba juga mampu menarik minat pebisnis pemula untuk
membeli hak franchise ini. Banyak perusahaan asing yang membuka usaha franchise di
Indonesia, antara lain McDonald's, Popeye, KFC, dan Starbucks. Namun tak sedikit pula
penisahaan domestik yang ikut meramaikan pasar. Tiap tahun diselenggarakan pameran
franchise di Indonesiaberlokasi di JCC. Senayan, Jakarta.
Menurut penyelenggara, 50% dari belasan ribu pengunjung pameran tersebut yang
berlangsung di penghujung tahun 2009 saja menyatakan akan berinvestasi pada bisnis dalam
jenis usaha franchise ini dan 40% peserta mendapatkan kontrak haru membuka cubang. Biaya
musuk Rp 50 ribu yang dikenakan per pengunjung untuk 3 hari pameran tak menyurutkan
niat para peminat usaha franchise di Indonesia untuk datang melihat-lihat peluang usaha
franchise.
Membuka usaha franchise memang langkah yang lebih tepat dilakukan oleh calon
pengusaha yang betul-betul belum memiliki pengalaman menerjuni dunia usaha. Banyak
pengusaha baru yang berhasil dengan menjadi pewaralaba ini, sekalipun tidak sedikit pula
yang gagal total. Memilih usala franchise itu sendiri memerlukun langkah tepat agar tidak
salah jalan. Hanya saja besarnya investasi yang harus dilakul, membuat banyak calon
pengusaha berpikir ulang. Peluang usaha franchise merupakan ide yung cukup cerdas dalam
usaha pengembangan bisnis dengan jumlah modal lebih rendah bila dibandingkan dengan
pengembangan usaha secara manual. Siapapun dapat menggunakan strategi bisnis dengan
peluang usaha franchise. Walaupun dengan usaha yang cukup kecil, semua orang dapat
membuka dan menjalankan peluang usaha franchise.
8
Pemilik franchise akan mempunyai kesempatan untuk mengembangkan usaha serta
mendapatkan keuntungan berlipat ganda. Tentunya dengan sistem pengelolaan yang baik.
Misalnya saja seorang wirausaha mempunyai sebuah usaha dengan satu jenis makanan
sebagai produk utama yang dipasarkan. Membuka sebuah peluang usaha franchise untuk
usaha si wirausahawan tersbut merupakan cara yang efektif untuk sebuah perluasan usaha.
Jika suatu peluang usaha franchise mempunyai hasil yang baik. yung ditunjukkan dengan
jumlah pelanggan yang cukup banyak serta kualitas produk yang dapat diandalkan. Peluang
usaha franchise dapat dipromosikan pada semua orang melalui berbagai media seperti brosur
ataupun surat kabar lokal.
Para pemilik franchise juga harus berperan serta secara aktif pada acara-acara daerah
yang dapat menjadi peluang usata bagi franchise untuk tampil dan dikenal banyak orang.
Misalnya saja pada sebuat festival musikal atau jajanan, hal tersebut merupakan kesempatan
emas untuk mengembangkan peluang usaha fracchise yang telah dimiliki. Para pemilik
franchise dapat temperkenalkan produknya pada semua orang baik perorangan maupun
masyarakat yang mungkin berniat untuk mencoba memainkan modal pada peluang usaha
franchise yang dimiliki.
• Perjanjian Franchise (Waralaba).
Kontrak atau perjanjian adalah sangat penting kedudukannya dalam merangkai hubungan
hukum dalam bentuk hak dan kewajiban yang telah disepakati oleh para pelaku usaha (para
pihak) yang harus ditaati dan dilaksanakan dengan penuh iktikad baik demi untuk
mengamankan transaksi bisnisnya. Perjanjian franchise atau waralaba, yang disyaratkan oleh
Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2007 dalam penyelenggaraan waralaba, sangat
penting kedudukannya dalam hubungan hukum antar para pihak guna menjamin dan
melindungi hak dan kewajiban yang telah disepakati oleh para pelaku bisnis (para pihak). Pada
dasarnya franchise terbentuk ketika francisor menjalin hubungan hukum berupa perjanjian
kerjasama secara terpadu, termasuk memperjanjikan kerjasama untuk memanfaatkan Merek
dan Rahasia Dagang milik Franchisor dalam suatu periode tertentu dengan Francisee
berdasarkan pedoman penyelenggaraan usaha yang ditetapkan oleh Franchisor. Idealnya
perjanjian franchise atau waralaba harus ditaati dan dilaksanakan dengan penuh iktikad baik
oleh para pihak, termasuk ketaatan untuk menjaga dan tidak membuka Rahasia Dagang
kepada pihak manapun tanpa seijin franchisor.
Namun karena peluang pelanggaran terhadap Rahasia Dagang memang selalu terbuka
maka perjanjian franchise harus tetap mengantisipasi berbagai kemungkinan terjadinya
pelanggaran, termasuk apabila terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh Franchisee yaitu
berupa perbuatan atau tindakan dengan sengaja membuka atau mempergunakan Rahasia
Dagang di luar yang diperjanjikan tanpa persetujuan dari Franchisor, sehingga merugikan
9
pihak Franchisor, dan pada akhirnya menimbulkan akibat hukum yang menyebabkan
sengketa antara pihak Franchisor dan Franchisee.
Dalam Pasal 50 huruf b Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek
Monopoli dan Persaingan Usaha Yang Tidak Sehat disebutkan bahwa bentuk usaha waralaba
termasuk yang dikecualikan. Maksudnya larangan-larangan yang diatur dalam Undang-
Undang tersebut dapat atau boleh disimpangi oleh pelaku usaha waralaba. Namun karena
dalam waralaba potensi terjadinya praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat sangat
dimungkinkan maka pengecualiannyapun diberlakukan tidak mutlak. Pembuatan perjanjian
waralaba harus tunduk pada Peraturan Komisi Pengawas.
• Jenis-jenis Waralaba
1. Waralaba Produk
Merupakan waralaba di mana produk yang ditawarkan berupa barang dan bukannya jasa,
contohnya makanan atau pakaian.
Contoh: McDonalds, Kebab Turki, Chatime, dan lain-lain.
2. Waralaba Jasa
Waralaba yang menawarkan produk berwujud layanan jasa, contohnya waralaba spa
keluarga, agen perjalanan (travel), pendidikan atau kursus, dan sebagainya.
Contoh: Martha Tilaar Salon Day Spa, Young Chefs Academy, dan sebagainya.
3. Waralaba Gabungan
Merupakan jenis waralaba yang menggabungkan produk dan jasa dalam penawarannya,
contohnya spa keluarga yang juga menjual produk-produk kesehatan.
Contoh: Martha Tilaar Salon Day Spa, selain menjual jasa spa keluarga, juga menyediakan
berbagai produk perawatan dan kesehatannya.
4. Franchise Primagama.
Saat ini sektor bisnis waralaba sudah sangat beragam artinya tidak hanya didominasi oleh
sektor makanan saja tetapi mulai dari sektor usaha salon, retail, laundry, kebugaran,
pencucian mobil, aksesoris kendaraan sudah banyak yang diwaralabakan, tidak terkecuali
usaha pendidikan dibidang bimbingan belajar. Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan
lembaga bimbingan belajar sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam rangka membantu
meningkatkan prestasi para pelajar. Primagama merupakan salah satu lembaga yang
bergerak dalam bidang pendidikan non formal berupa bimbingan belajar yang dijalankan oleh
perusahaan dengan sistem franchise atau sistem waralaba.. Merek Primagama telah terdaftar
di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia
dengan Nomor Pendaftaran IDM 000 226 564 berlaku sejak tanggal 13 Agustus 2009 sampai
10
dengan 12 Agustus 2019. Yang berkedudukan sebagai Franchisor Primagama saat ini adalah
PT Prima Edu Pendamping Belajar terdaftar di Departemen Hukum dan Hak Azasi Manusia
dengan Nomor AHU 0001335.AH.01.03.
Franchise atau waralaba Primagama adalah lisensi atau ijin franchisor yang diberikan
kepada franchisee untuk menyelenggarakan aktivitas bimbingan belajar berupa jasa
bimbingan belajar dan jasa lainnya, yang berkaitan dengan pendidikan luar sekolah dengan
menggunakan merk dagang Primagama beserta spesifikasi produk dan sistem pengelolaan
termasuk rahasia dagangnya. Pelaku usaha yang menyelenggarakan bimbingan belajar dan
jasa lainnya dengan menggunakan merk dan rahasia dagang Primagama harus membayar
sejumlah uang tertentu kepada frenchisor sebagai franchise fee.
• Perjanjian Franchise Primagama.
Memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun
2007 bahwa usaha waralaba harus didasarkan pada perjanjian waralaba maka Franchise
Primagama juga didasarkan pada Perjanjian Franchise Primagama yang dituangkan dalam
bentuk akta notaris (notariil). Selain memperjanjikan pemanfaatan Merek Primagama, dalam
perjanjian tersebut para pihak juga memperjanjian tentang pemakaian dan perlindungan
Rahasia Dagang milik Franchisor Primagama yang dipergunakan dalam penyelenggaraan
bisnis Franchise Primagama.
Klasifikasi Waralaba
• Menurut Asalnya
Waralaba juga bisa diklasifikasikan berdasarkan lokasi asalnya, dan dibagi menjadi 2 jenis
berikut ini:
1. Waralaba dari Luar Negeri
Merupakan bisnis yang dilahirkan di luar negeri. Waralaba jenis ini cenderung lebih disukai
masyarakat Indonesia dengan alasan brand yang sudah dikenal dan biasanya sudah
menjamin sistem dan kualitas yang baik.
Namun jangan lupa kalau biasanya harganya juga cenderung lebih mahal daripada bisnis
waralaba lokal ya!
Contoh: McDonalds, KOI, KFC, dan sebagainya.
2. Waralaba dari Dalam Negeri
Merupakan waralaba yang berasal dari tanah air dan merupakan hasil karya pebisnis dalam
negeri. Kini sudah sangat banyak waralaba tanah air yang sukses dan bahkan merambah ke
luar negeri. Dengan demikian, bisa dibilang waralaba jenis ini biasanya dijadilkan batu
loncatan bagi mereka yang ingin berbisnis dengan cepat tanpa harus memulai dari awal.
Contoh: Alfamart, Campina, dan masih banyak lagi.
11
• Klasifikasi Waralaba
• Menurut IFA
Klasifikasi ketiga merupakan pengelompokan berdasarkan International Franchise
Association (IFA).
Dalam kategori ini terdapat empat jenis waralaba yang umum digunakan di Amerika
Serikat yakni sebagai berikut:
1. Product Franchise
Dalam product franchises, produsen memiliki kontrol penuh terhadap retail yang
mendistribusikan produknya. Dalam kontrak yang disepakati kedua belah pihak, produsen
memperbolehkan pemilik toko untuk menggunakan merek dan hak ciptanya. Pemilik toko
diwajibkan membayar sejumlah uang untuk memperoleh hak tersebut atau untuk membeli
sejumlah produk yang menjadi kualifikasi waralaba.
Contoh: sebuah toko komputer dimana pemiliknya menjual printer merek Epson, biasanya
produsennya akan memperoleh untung lebih besar daripada penjualnya.
2. Manufacturing Franchise
Sebagai ilustrasi, bayangkan jika Anda ingin membuka sebuah pabrik Coca Cola. Untuk
melakukannya, Anda perlu memperoleh hak dari perusahaan coke untuk menggunakan
namanya dan hak ciptanya. Anda kemudian akan membangun sebuah pabrik di mana Coca
Cola Company akan menjual ekstrak coke yang tetap dirahasiakan bahan bakunya. Anda
memiliki hak untuk mencampur seluruh bahan yang diberikan dan mengemasnya menjadi
produk akhir untuk kemudian diperjualbelikan. Artinya, franchise diberikan hak, untuk
menjual produknya kepada masyarakat tanpa mengetahui resep rahasia perusahaan.
Biasanya jenis waralaba ini ditemukan dalam industri makanan dan minuman.
Contoh: Coca Cola, KFC, dan McDonalds.
3. Business Opportunity Ventures
Dalam waralaba jenis Business Opportunity Ventures, pemilik bisnis diwajibkan
membeli dan mendistribusikan produk-produk dari suatu perusahaan tertentu. Selain itu
perusahaan tersebut harus menyediakan pelanggan dan rekening bagi pemilik bisnis. Pada
praktiknya, pemilik bisnis akan membayar biaya atau prestasi sebagai kompensasinya atau
bukti timbal balik.
12
Contoh: Pengusaha mesin-mesin penjualan otomatis atau distributor.
4. Business Format Franchising
Dalam business format franchise, integrasi bisnis lebih menyeluruh dan lengkap.
Pihak franchisee mendistribusikan produk dan jasa franchisor di bawah hak cipta
pihak franchisor sekaligus mengimplementasikan format dan prosedur yang diberlakukan
oleh pihak franchisor dalam bisnis tersebut.
Keuntungan waralaba :
Sesuai tujuan waralaba yaitu mengekspansi brand-nya dengan cara memperbolehkan
orang lain mendistribusikan produknya, diharapkan pemilik waralaba (franchisor)
memperoleh keuntungan berupa ekspansi brand dan penerimanya (franchisee) bisa memulai
bisnis dengan sebuah sistem yang sudah terbukti pernah berjalan dengan baik.
Keuntungan berbisnis waralaba:
1. Memberikan manfaat jaringan bisnis yang luas bagi pemiliki usaha kecil.
2. Kita tidak terlalu membutuhkan pengalaman bisnis yang memadai untuk
menjalankan sebuah bisnis waralaba. Penjual waralaba akan memberikan
pelatihan yang kita butuhkan dalam menjalankan bisnis tersebut.
3. Pelaku bisnis waralaba memiliki peluang sukses yang lebih cepat dari pada
pelaku bisnis yang memulai usaha sendiri dari nol.
4. Untuk jenis usaha dengan skala yang sama, anda akan membutuhkan dana
yang lebih kecil jika ikut waralaba ketimbang memulai usaha sendiri dari
nol.
5. Bisnis waralaba sering kali telah memiliki reputasi dan citra yang mapan,
manajemen dan praktik kerja yang terbukti, akses ke iklan nasional dan
dukungan kerja secara berkelanjutan.
Kerugian berbisnis waralaba:
1. Membeli waralaba berarti membuat perjanjian formal dengan pemilik
waralaba anda, perjanjian tersebut baik secara hukum maupun tata kelola
finansial.
2. Perjanjian waralaba akan mendikte dan mengatur cara dan langkah anda
dalam menjalankan bisnis, tidak akan ada banyak ruang untuk
meningkatkan kreativitas anda dalam bisnis tersebut.
3. Penjual waralaba biasanya akan memberikan batasan-batasan tentang
dimana saja anda boleh menjual produk-produknya, jenis produk apa saja
yang boleh anda jual, dan pemasok mana saja yang boleh anda gunakan.
13
4. Performa atau kinerja buruk dari pembeli waralaba lain juga akan
menurunkan reputasi bisnis waralaba anda.
5. Membeli waralaba berarti anda harus siap untuk membagi keuntungan
dengan penjual waralaba anda.
Bagaimana cara membangun usaha franchise memang memerlukan beberapa
tahapan dan perlu persiapan yang cukup matang sehingga usaha yang akan di
franchisekan benar-benar merupakan usaha franchise yang dapat memberikan
keuntungan dan dapat bertahan lama, berikut adalah langkah langkah bagaimana
cara memfranchisekan usaha yang dimiliki:
1. Langkah awal sebelum memfranchisekan usaha adalah menentukan bisnis
konsep dan bisnis model yang standart ini merupakan dasar lerperling daliri
proses menganbungkan satu dengan konsep franchise. Para pemilik franchise
perlu evaluasi terhadap bisnisnya dengan bagaimana cara para pemilik franchise
membuat konsep bisnis dan model bisnis menjadi standart sehingga usaha yang
dimiliki akan sama dan seragam dengan yang dimiliki mitra pemilik franchise.
2. Langkah berikutnya adalah melakukan kajian franchisability, dalam melakukan kajian
franchisability dapat kita ketahui apakah bisnis kita layak atau tidak jika dijalankan
dengan konsep franchise karena dalam proses ini kita dapat mengetahui berapa besar
berapa lama pengembalian modalnya.
3. Langkah Selunjulaya adalah melakukan pembuatan dokumen franchise (System
Development) seperti penyusunan SOP pembuatan perjanjian franchise dan
dokumen yang lainnya.
4. Langkah selanjutnya melakukan persiapan pemasaran dan launching misalnya dengan
mengikuti pameran beriklan di media massa atau pembuatan brosur-brosur yang
dapat memberikan daya tarik bagi calon pembeli franchise.
5. Langkah terakhir adalah melakukan monitoring dan penyempurna.
Dengan melakukan 5 langkah tersebut diatas tentunya para pemilik franchise dapat
menjadikan usahanya dengan konsep franchise dan yang terpenting adalah apakah para
pemilik franchise sudah mempersiapkan diri untuk menjadi pemberi usaha franchise atau
franchisor karena akan banyak hal yang tak terduga yang akan ditemukan dalam menjalankan
usaha dengan konsep franchise, dan akan lebih baik jika dibantu oleh konsultan franchise
yang sudah berpengalaman.
Di Indonesia ada 20 kategori usaha yang sering atau pernah menjadi objek bisnis franchise:
1. Bidang usaha makanan:
• Restoran, contoh: Rumah makan Wapo
• Makanan siap hidang. contoh: McD. KTC, A&W, Burger King
• Makanan ringan (es krim, yogurt, txaked goods, donat, pastry), contoh: Mama Oven,
Ilagen daaz, Baskin Robins, J.CO
• Makanan khusus (speciality this), contoh: Ayam goreng Solo
14
Jasa konsultan dan keperluan bisnis
2. Aneka jasa konsultan (business aids and services)
• Jasa pencarian dan penempatan tenaga kerja (employment services)
• Periklanan dan direct mail
3. Jasa pemeliharaan, perbaikan dan kebersihan
• Pemeliharaan dan perbaikan gedung dan rumah (maintenance, cleanding and
sanitation)
• Jasa kebersihan gedung dan rumah (janitorial, maid and personal services)
• Jasa pertamanan (lawn garden, agricultural supplies and services)
4. Jasa pialang pembelian rumah dan penyewaan property.contoh: Ray While, Century 21
5. Jasa penjualan, pemeliharaan dan reparasi kendaraan bermotor
6. Toko pengecer keperluan pribadi dan rumah tangga:
• Toko pengecer barang khusus (speciality retail stores)
• Toko keperluan schari-hari (convenience store)
• Toko pakaian dan seputu.
7. Hotel dan tempat penginapan
8. Kontraktor perumahan dan tempat komercial
9. Percetakan dan fotocopy
10. Penjualan dan pemeliharaan perabot rumah tangga seperti home furnishing, retail and
repair services)
11. Penyewaan mobil dan truck
12. Rekreasi
• Exercise, sports, entertainment and services
• Penyewaan video, audio products and services
13. Penjualan computer dan electronic
14. Jasa dan produk pemeliharaan keschatan
15. Hiro perjalanan
10. Pruduk dan jasa pendidikan (health aids products and services)
17. Jasa pengepakar dan pengiriman package preparation shipment' trail services!
18. Salon rambut dan kecantikan.
19. Binatu (laundry and dry cleaning)
20. Jasa untuk anak (children Services)
Kecenderungan masyarakat Indonesia untuk menekuni dunia usaha terus meningkat,
dengan berbagai latar belakang yang menjadi alasannya. Tentu saja kondisi ini sangat haik
karena artinya antrian para penganggur yang mencari pekerjaan bisa sedikit terlanggulangi
dengan banyak bermunculan peluang pekerjaan. Kecenderungan untuk berwirausaha juga
15
merupakan sikap yang patut diacungi jempol, karena akan menepis sligina yang selama ini
berlaku bahwa selesai sekolah kuliah adalah mencari pekerjaan. Namun menurut
ormitamedia.com, tumbuhnya jiwa wirausaha atau keinginan untuk berwirausaha tersebut
juga harus mendapat bimbingan yang baik dan benar, agar para calon pengusaha ini tidak
menemui salah langkah kekeliruan dalam melangkah ketika memulai usaha, menyebabkan
akan mudah mengalami kerugian. Dan bila hal ini terjadi kondisi yang telah kondusif untuk
berusaha atau berwirausaha itu akan teracuni.
Selain itu berbagai fasilitas dan perijinan yang dipermudah juga akan membuat para
calon pengusaha itu semakin tertarik. Ini memang tugas dari pemerintah sebagai pengambil
kebijakan. Jangan sampai di satu sisi dikampanyekan terus agar masyarakat berwirausaha,
namun ketika keinginan untuk berwirausaha itu sudah tumbuh justru dimatikan secara pelan-
pelan dengan sulitnya mengurus perijinan.
Memulai membuka usaha baru memang tidak semudah membalikkan tangan. Perlu
berbagai persiapan yang dijalankan, agar usahanya benar-benar bisa berkembang dengan
baik. Namun ada kalanya sekalipun telah melakukan persiapan dan perhitungan yang matang,
usaha itu kemudian terseok-seok di tengah jalan dan akhirnya mengalami kerugian bahkan
tidak sedikit yang gulung tikar. Untuk mengantisipasi berbagai kendala yang dihadapi para
calon pengusaha, ada langkah jitu yang bisa dilakukan yaitu dengan memulai usaha yang telah
difranchaiska. Bidang usaha franchise memang telah teruji di lapangan dan telah memiliki
pengalaman untuk mengatasi berbagai kendala.
• Panduan Memulai Usaha Franchise di Indonesia
Beberapa kesalahan pebisnis pemula saat membeli franchise adalah kurang selektif
dalam memilih pewaralaha, kekurangan dana operasional, terlalu mengandalkan pewaralaba,
dan tidak bisa menentukan lokasi bisnis yang tepat dan strategis sebagai tempat usaha. Tentu
saja hal-hal seperti ini harus dipersiapkan sejak awal. Beberapa perusahaan yang membuka
kesempatan franchise telah menyediakan waktu untuk berkonsultasi termasuk membantu
dalam menentukan lokasi usaha. Ilal ini dilakukan agar waralaba yang mereka kembangkan
juga semakin berkembang, yang salah satu cirinya adalah dengan semakin banyaknya orang
yang mengajukan diri untuk menjadi bagian dari sistem waralaba tersebut.
Perlu disadari bahwa memang saat ini usaha franchise di Indonesia sedang booming.
Namun Anda jangati mudah terpukau oleh janji muluk pewaralaba. Jika anda memang betul-
betul awam dalam masalah bisnis. ajaklah rekan atau kerabat anda yang lebih paham untuk
mendampingi anda pada saat akan memulai usaha t0ersebut. Selain itu kecerdikan Anda
dalam memilih produk yang akan dijual juga merupakan kunci keberhasilan usaha yang akan
dikembangkan.
Saat ini perusahaan yang baru buka dan baru memiliki 1-2 cabang saja sudah bisa
menawarkan hak franchise. Pilihlah pewaralaba yang betul-betul sudah berpengalaman
berbisnis di Indonesia. Yang sudah terbukti bahwa produk danjasa bisnis mereka memang
terpercaya dan berprospek baik pada perkembangan ekonomi di Indonesia. Tentang hal ini
16
Anda bisa mencari berbagai informasi terkait dengan produk atau perusahaan yang sedang
diwaralabakan lersebut.
Hal yang tak kalah pentingnya bila Anda akan membuka usaha waralaba ini adalah
pelajari betul proyeksi investasi dan balik modal yang mereka tunjukkan. Mintalah business
plan atau tidak. Kondisikan prediksi yang mereka buat dengan kondisi masyarakat yang ada
di tempat Anda, sehingga perencanaannya dalam memperkirakan pasar dan penipuan until
melihat apakah mereka realistis.
Kekurangan dana operasional juga bisa menjadi salah satu penyebab cepatnya bisnis
franchise 0gulung tikar. Dengan memiliki nama terkenal, Anda memang tak perlu lagi
mengeluarkan biaya promosi yang tinggi. Namun jangan lupa, semakin terkenal dan semakin
besar sebuah nama bisnis di Indonesia, biaya franchise-nya pun semakin tinggi. Sehingga
diperlukan modal yang tidak sedikit. Selain itu laba yang Anda peroleh juga masih harus
dikurangi dengan franchise fee yang lamanya tergantung dari kesepakatan.
Pada sebagian franchise. Anda pun harus membayar biaya royalti setiap bulannya.
Biasanya biaya royalti yang dikenakan berupa persentase (antara 5-10%) dari total penjualan
atau laba Anda. Jadi semakitt besar pendapatan Anda semakin besar pula royalti yang Anda
harus bayar. Jangan sampai biaya ini itu yang wajib Anda bayarkan di awal maupun rutin,
mengurangi kemampuan Anda untuk membayar biaya operasional bisnis seperti untuk
menggaji karyawan, biaya listrik, dari biaya telepon. Perhitungkan benar semuanya, sediakan
cash keras di awal bisnis yang aman untuk operasional selama 1 tahun.
Jika Anda terlalu mengandalkan panduan dari pewaralaba, Anda juga bisa kehilangan
pelanggan Anda. Ingat, bukan hanya Anda yang memiliki bisnis yang sama, lapi juga
terwaralaba lainnya. Jika Anda kurang inovatif dalam menjalankan bisnis, tidak mustahil
pelanggan Anda akan lari ku bisnis milik pewaralaba lainnya.
Hal lain yang mutlak perlu diperhatikan dalam menjalankan bisnis adalah lokasi. Selisih
beberapa meter saja bisa membuat penjualan Anda naik drastis atau turun drastis. Mintalah
panduan pihak pewaralaba untuk membantu survei lokasi. Namun beberapa pewaralaba
besar sudah memasukkan biaya survei lokasi kedalam paket investasi awal.
17
• Upaya mempertahankan bisnis franchise
Dalam konfrensi pers virtual, Selasa (29/9/2020).
Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar mengatakan digitalisasi
bisa menjadi cara bagi pelaku usaha waralaba untuk bertahan"Saya kira tentu saja dengan
skill penjualan. Kita perlu mengatasi masalah yang dihadapi dalam hal cashflow. Misalnya,
kalau restoran tidak diperbolehkan dine in, ya jualannya secara online. Dan itu sudah
dilakukan secara digital, "Selain itu, menurut Anang, inovasi produk juga diperlukan demi
mempertahankan usaha "Bisa juga muncul dengan suatu produk baru. Itu bisa juga dilakukan
oleh pelaku bisnis untuk mencoba cara-cara baru. Misalnya, ibu-ibu membatasi diri hanya
menjual gado-gado, kemudian bisa menambahkan menu balado,"Anang kembali
berpendapat, kondisi Indonesia dinilai masih lebih baik dibandingkan Singapura dan Australia.
Pasalnya, di kedua negara itu sudah alami kontraksi minus dua kali triwulan pertumbuhan
ekonominya. Untuk Indonesia, baru terkontraksi pada triwulan II sehingga dia beranggapan
masih ada peluang positif. "Peluangnya karena kita masih ada kelompok yang di bawah,
katakanlah UMKM, franchise, atau lisensi. Mengaktifkan usahanya dengan demikian kita
menciptakan domestik demand. Domestik demand akan membuat perekonomian Indonesia
berputar," Berikut beberapa tahapan yang harus di lakukan :
1. Berinovasi ikut perkembangan pasar
Setiap tahunnya akan ada banyak peluang baru bermunculan, tentunya tidak sama
dengan yang sebelumnya. Maka dari itu, kamu harus jeli dalam melihat dan menangkap
peluang tersebut. Dengan mengamati perkembangan yang ada di pasaran, kamu bisa
mengikuti tren yang ada dan update dengan keadaan sekitar konsumen, sehingga bisnis tidak
akan ketinggalan zaman. Saat ada peluang baru yang muncul ke permukaan, kebutuhan dari
konsumen biasanya juga cenderung mengikuti perkembangan zaman.
Makanya, sangat penting bagi kamu untuk memperhatikan hal-hal yang terjadi di sekitar
lalu pahami perubahan perilaku konsumen dan sesuaikan dengan bisnis yang kamu jalani
sekarang. Melakukan inovasi adalah strategi mempertahankan bisnis yang harus dilakukan.
Hal ini agar bisnis kamu bisa memuaskan keinginan dan memenuhi kebutuhan konsumen. Bila
sudah begini, mempertahankan bisnis kamu terus tumbuh bukanlah sesuatu yang tak
mungkin.
18
2. Upragde kualitas SDM
Kualitas SDM atau Sumber Daya Manusia sangatlah berpengaruh dalam jalannya dunia
bisnis kamu. Jika kamu ingin menghasilkan produk-produk luar biasa, mempunyai kinerja
bisnis yang baik dan juga melayani pelanggan dengan maksimal, perhatikan selalu kualitas
kerja karyawan. Bila kamu menemukan karyawan yang terus menunjukan kemunduran,
segerlah ditindak. Berilah ia kesempatan untuk memperbaikinya, jika tidak kunjung membaik,
jangan terlalu banyak kompromi dan langsung tindak sesuai kebijakan yang ada. Idealnya,
kamu bisa merekrut karyawan-karyawan baru yang memiliki kemampuan tertentu tetapi tak
ada salahnya untuk me-maintan karyawan lama sehingga mereka tidak kehilangan
kualitasnya.
3. Jaga selalu loyalitas pelanggan
Hal ini juga strategi mempertahankan bisnis yang wajib kamu lakukan tanpa terkecuali.
Dalam berbisnis, menjaga kepercayaan pelanggan sangatlah penting. kamu harus benar-
benar memastikan bahwa pelanggan terus puas dan jangan sampai kecewa, karena itu
mengakibatkan mereka meninggalkan bisnis kamu. Ketika kamu mampu mempertahankan
loyalitas pelanggan, pertumbuhan bisnis kamu naik satu tingkat, karena tanpa diminta
nantinya mereka akan dipastikan terus kembali dan memberikan kamu keuntungan.
Sebenarnya bisa saja kamu mencari pelanggan baru, namun hal tersebut perlu tenaga dan
biaya lebih karena kamu harus kembali mengedukasi mereka tentang bisnis kamu. Maka dari
itu, menjaga loyalitas tak hanya bisa menekan biaya tetapi juga menumbuhkan bisnis kamu.
Lagipula pelanggan yang sudah loyal, bahkan tak segan untuk membantu kamu mendapatkan
pelanggan baru. Mereka akan secara sukarela dan tidak ragu merekomendasikan bisnis kamu.
Hal tersebut tentu akan membuat reputasi bisnis milik kamu semakin kuat di mata
masyarakat.
4. Waspada dengan pergerakan pesaing
Saat bisnis kamu tumbuh secara signifikan, tentunya pesaing pasti tidak akan tinggal diam
melihatnya. Mereka akan mencari cara dan celah, agar bisa menyaingi bisnis kamu. Bahkan,
mereka juga bisa merebut pelanggan-pelanggan kamu. Jadi, kamu harus waspada dan
perhatikan selalu pergerakan dari pesain. Siapkan strategi mempertahankan bisnis yang
matang untuk selalu bisa memenangkan pasar. Hal ini bisa membuat produk atau layanan
kamu bisa tetap unggul dari yang lainnya.
Masih ingat cerita tentang Nokia atau BlackBerry? Bisnis mereka sangat sukses di eranya.
Tetapi saat Android dan Apple muncul mereka seakan kehilangan sayap, tidak bisa mengejar
ketinggalan dan bahkan sulit menyesuaikan diri dengan tren yang ada. Hasilnya? Pelanggan
yang tadinya loyal memilih untuk beralih dan meninggalkannya. Tetapi perlu diingat,
bersainglah dengan cara yang sehat. Jangan jadikan pesaing bisnis sebagai musuh, tetapi
anggap saja mereka adalah inspirasi untuk meningkatkan kualitas bisnis yang sedang
dijalankan.
19
5. Tetap cermat dalam kelola keuangan
Ketika bisnis kamu tumbuh, tentunya keuntungan juga pasti meningkat. Tetapi perlu
kamu tahu, bahwa hal itu bukan menjadi alasan untuk lebih bebas dalam memakai uang bisnis
kamu. Mengontrol keuangan menjadi strategi mempertahankan bisnis yang harus dilakukan.
Buatlah selalu kondisi kas selalu aman terkendali dan pastikan kamu menyesuaikan serta
merincikan anggaran keuangan sesuai kebutuhan.
Memang, bisnis yang tumbuh selalu diikuti dengan adanya peningkatan pengeluaran.
Sebagai contoh, mungkin kamu perlu menyiapkan biaya lebih untuk membeli bahan produksi
atau menambah sumber daya manusia baru. Jangan sampai boros, kamu harus selalu cermat
dan hati-hati agar arus kas bisnis tetap lancar dan dapat diputar kembali dengan baik.
20
Daftar Pustaka
Ir.Eriyani M.Pd Medan Juni 2020,
Wikipedia, bisnisukm.com/tips-memilih-waralaba-2.html
https://www.kumpulanpengertian.com/2015/04/pengertian-waralaba-menurut-para-
ahli.html?m=1
https://id.scribd.com/document/467223901/Makalah-bisnis-waralaba
https://blog.investree.id/bisnis/apa-itu-franchising-simak-pengertian-lengkapnya-di-
sini/?gclid=CjwKCAiAn5uOBhADEiwA_pZwcM_aJR-
EBqMQHHP8KVTJamtn5HwFFPUKSS8filSOdaM6BYRRSOeHYxoCPCcQAvD_BwE
https://www.jurnal.id/id/blog/keuntungan-dan-kekurangan-bisnis-waralaba/
https://koinworks.com/blog/strategi-mempertahankan-bisnis/
http://rikihidayathidayat.blogspot.co.id/2012/04/franchise.html
http://ruhayamuliana.blogspot.com/2009/07/franchise-makalah-presentasi-kelompok.html
http://lovetya.wordpress.com/2008/12/24/leasing-franchise/
21