The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by aztec110490, 2023-03-27 21:21:34

BAHAN AJAR IPAS BENTANG ALAM

BAHAN AJAR IPAS BENTANG ALAM

2 DAFTAR ISI A.PENDAHULUAN …………………………………………………………………………………… 1 1.Deskripsi Singkat ………………………………………………………………… 1 2.Relevansi ….…………………………………………………………………………….. 1 3.Petunjuk Belajar ……………………………………………………………………….2 4.Capaian Pembelajaran………………………………………………………….. 2 B.INTI …………………………………………………………………………………………………. 3 1.Orientasi Masalah …………………………………………………………………… 3 2.Uraian Materi ………………………………………………………………………….. 3 C.RANGKUMAN …………………………………………………………………………… ……. 12 DAFTAR PUSTAKA


1 PENDAHULUAN 1. Deskripsi Singkat Bahan ajar ini menyajikan bahasan mengenai bentang alam di Indonesia. Pada pembelajaran ini siswa diharapkan dapat menganalisis karakteristik atau ciri-ciri bentang alam dan keterkaitannya dengan kegiatan ekonomi dan profesi masyarakat di sekitarnya. Bahan ajar ini disusun sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai dalam implementasi Kurikulum Merdeka fase B mata pelajaran IPAS di Sekolah Dasar. Materi yang disajikan pun disesuaikan dengan elemen dan capaian pembelajaran untuk bab ini. 2. Relevansi Kegiatan belajar ini juga relevan dengan kompetensi pedagogik. Melalui pembelajaran dengan bahan ajar ini diharapkan siswa dapat lebih memahami tentang bentang alam daratan dan perairan, dengan contoh-contoh bentang alam yang dekat dengan lingkungan tempat tinggal siswa. Setelah mempelajari modul ini, siswa diharapkan tidak hanya mengetahui ciri-ciri tiap bentang alam, tetapi juga


2 mampu mengenali kekayaan alam dan kondisi lingkungan yang mendukung kegiatan ekonomi di sekitarnya.


3 3. Petunjuk Belajar Untuk memudahkan memahami modul ini, perhatikan terlebih dahulu beberapa petunjuk belajar berikut ini: a) Bacalah dengan cermat uraian-uraian penting yang terdapat dalam bahan ajar ini. b) Temukanlah kata-kata kunci dari kegiatan belajar ini. Alangkah lebih baik apabila kamu mencatat dan meringkas halhal penting tersebut. c) Pahamilah modul ini melalui pemahaman dan pengalaman sendiri serta diskusikanlah dengan dengan teman atau gurumu. d) Bacalah dan pelajarilah sumber-sumber lain yang relevan. Kamu bisa menemukan bacaan dari berbagai sumber, termasuk dari internet. e) Diskusikanlah apa yang telah dipelajari, termasuk hal-hal yang dianggap masih sulit, dengan teman-temanmu. 4. Capaian Pembelajaran Berikut capaian pembelajaran pada kegiatan belajar ini:


4 a) Menganalisis bentang alam di sekitar lingkungan melalui peta. b) Menguraikan karakteristik jenis-jenis bentang alam. c) Mengaitkan ragam bentang alam dengan profesi sesuai daerah.


5 A. INTI 1. Orientasi Masalah Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari daratan dan lautan. Negara kita Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Berkaitan dengan hal tersebut, Indonesia bukan hanya indah tetapi juga memiliki banyak kekayaan alam yang tersimpan di dalamnya, baik di darat maupun di laut. Wilayah Indonesia yang luas tentunya terdiri dari berbagai bentang alam yang berbeda-beda. Setiap wilayah bentang alam memiliki karakteristiknya masing-masing. Misalnya di daerah dataran tinggi seperti Batu, Malang, udaranya dingin dan banyak terdapat usaha perkebunan. Berbeda dengan Surabaya yang tidak cocok untuk perkebunan, tetapi didominasi oleh kegiatan industri dan pertanian atau peternakan. Setelah mempelajari bahan ajar ini, siswa diharapkan dapat mengetahui karakteristik berbagai bentang alam di Indonesia dan mengetahui keterkaitan


6 kondisi lingkungan dengan profesi dan kegiatan ekonomi masyarakat. 2. Uraian Materi Berikut ini disampaikan uraian materi tentang pecahan.


7 BENTANG ALAM A. Pengertian Tahukah kamu bahwa Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia? Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia mempunyai 17.504 pulau, di mana hanya sekitar 7.000 pulau yang berpenghuni. Selain memiliki banyak pulau, kita juga memiliki lautan yang tidak kalah luas. Luas wilayah Indonesia mencapai 5.180.054 km2, terdiri atas daratan seluas 1.922.570 km2 dan lautan seluas 3.257.483 km2. Wah, ternyata jauh lebih luas wilayah lautan kita daripada daratannya ya! Daratan di Indonesia memiliki karakteristik bentang alam yang berbeda-beda. Apa itu bentang alam? Bentang alam adalah pemandangan alam atau daerah dengan aneka ragam bentuk permukaan bumi.


8 Amati peta di atas. Perbedaan warna pada perta tersebut menunjukkan perbedaan karakteristik bentang alam masing-masing daerah di Indonesia. Warna coklat menunjukkan daerah pegunungan, warna hijau menunjukkan daerah perbukitan, warna oranye menunjukkan dataran tinggi, dan warna kuning menunjukkan dataran rendah. Indonesia memiliki banyak karakteristik bentang alam yang berbeda di setiap wilayahnya, yang mana di setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda. Mengenal kondisi alam daerah tempat tinggal sangatlah penting. Dengan mengenal kondisi alam, manusia dapat memanfaatkan alam untuk kehidupan dengan bijak dan sebaik-baiknya. Selain yang sudah disebutkan di atas, bentang alam apa lagi yang ada di Indonesia? Apa saja karakteristiknya? Mari kita pelajari bersama! B. Jenis-Jenis Bentang Alam Bentang alam dapat dilihat pada permukaan bumi yang meliputi wilayah daratan dan wilayah perairan. Bentang alam suatu wilayah dipengaruhi oleh perbedaan letak ketinggian dari permukaan bumi. 1. Daratan Daratan adalah tempat di mana kita berpijak. Wilayah daratan adalah bagian dari permukaan bumi yang tidak digenangi air dan berbentuk padat. Wilayah daratan


9 biasanya dimanfaatkan untuk lahan pemukiman, pertanian, perkebunan, kegiatan tambang, dan lain-lain. Berdasarkan bentuk dan ketinggiannya, daratan dibagi menjadi gunung dan pegunungan, lembah, dataran tinggi, bukit, dan dataran rendah. a. Gunung atau Pegunungan Gunung adalah daratan yang menjulang lebih tinggi daripada daerah sekitarnya. Tingginya di atas 600 meter, bahkan sampai ribuan meter di atas permukaan laut. Ada dua macam gunung, yaitu gunung berapi dan gunung tidak berapi. Gunung berapi menghasilkan barangbarang tambang, seperti, batu, pasir, belerang, dan sumber air panas. Sumber air panas dapat menjadi daya tarik pariwisata bagi daerah. Gunung yang tidak berapi bisa dimanfaatkan untuk kegiatan perkebunan, kehutanan, suaka margasatwa, atau tempat rekreasi. Gunung tertinggi di Indonesia adalah Puncak Jaya Wijaya yang berada di Papua Tengah. Sementara itu, gunung yang ada di Jawa Timur antara lain gunung Semeru, gunung Arjuno, gunung Bromo, gunung Raung, dan lain-lain. Puncak Jawa Wijaya yang merupakan puncak tertinggi di Indonesia adalah bagian dari pegunungan Barisan Sudirman. Apa bedanya gunung dan pegunungan? Pegunungan adalah bagian dari dataran


10 yang bergunung-gunung. Pegunungan merupakan rangkaian gunung yang sambung menyambung satu sama lain. Contoh pegunungan lain di Indonesia adalah Pegunungan Kendeng (Jawa Tengah), Pegunungan Sibolangit (Aceh), Pegunungan Bukit Barisan (Bengkulu-Jambi). Gambar 1. Gunung Arjuno-Welirang (sumber: https://tahuraradensoerjo.or.id/) Udara di gunung cenderung dingin. Sebagian besar tanah gunung berupa lereng dan lekukan tanah sehingga tidak cocok untuk dijadikan kegiatan bercocok tanam dan pemukiman. Selain itu, tanah gunung biasanya lunak dan mudah terbawa aliran air hujan. Meskipun jarang dimanfaatkan untuk pertanian dan pemukiman, gunung banyak dimanfaatkan sebagai obyek wisata dan rekreasi. b. Lembah Lembah merupakan sebuah wilayah atau tanah rendah yang dikelilingi oleh pegunungan atau perbukitan. Ukuran, bentuk, dan penyebab terbentuk lembah


11 bermacam-macam. Biasanya lembah terbentuk secara bertahap dari aliran air yang tetap sehingga membentuk sebuah daratan. Lembah juga dapat terbentuk dari tenggelamnya permukaan bumi yang retak, atau karena lelehan gletser. Biasanya daerah lembah memiliiki tanah yang subur dan dilewati aliran air atau sungai. Tanah yang subur dan dekat dengan sungai sangat cocok dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Gambar 2. Lembah Lengkehan (Sumber: Facebook Lembah Lengkehan Sumber Brantas Cangar) Contoh lembah di pulau Jawa antara lain Lembah Kera (Malang), Lembah Dieng (Malang), Lembah Kijang (Pasuruan) dan Lembah Lengkehan (Malang). c. Dataran Tinggi Dataran Tinggi adalah wilayah daratan luas yang terletak pada ketinggian di atas 500 meter dari permukaan air laut. Dataran tinggi disebut juga plateau atau plato. Pada peta, dataran tinggi biasanya digambarkan dengan warna coklat.


12 Dataran tinggi memiliki udara yang segar dan sejuk. Biasanya tanahnya subur. Di dataran tinggi juga terkadang ditemukan sumber air panas mineral. Dataran tinggi sangat cocok untuk kegiatan wisata dan perkebunan. Masyarakat yang tinggal di dataran tinggi bekerja sebagai petani di perkebunan teh, cengkeh, kopi, sayuran dan buah-buahan. Selain itu, penduduk di dataran tinggi juga ada yang bermata pencaharian sebagai peternak, pedagang, pemandu wisata, dan perajin. Gambar 3. Dataran Tinggi Dieng (Sumber: Google Earth) Contoh dataran tinggi di Indonesia adalah Dataran Tinggi Dieng (Jawa Tengah), Puncak (Bogor), Bandung, dan Batu. d. Bukit Bukit adalah wilayah daratan yang permukaan tanahnya lebih tinggi daripada


13 permukaan tanah di sekitarnya. Akan tetapi lokasinya lebih rendah daripada gunung. Ketinggian bukit biasanya 200-300 meter di atas permukaan laut. Ada beberapa perbedaan antara bukit dengan gunung, diantaranya adalah gunung mempunyai tingkat kemiringan dan lereng yang curam jika dibandingkan dengan bukit. Selain itu, gunung juga memiliki titik tertinggi yang biasanya disebut dengan puncak, sementara bukit tidak memiliki titik tertinggi karena bagian atasnya membulat. Ada juga yang disebut perbukitan. Perbukitan adalah rangkaian bukit yang berjajar di suatu daerah yang cukup luas. Gambar 4. Perbukitan Wairinding (Sumber: kkp.go.id) Salah satu contoh perbukitan yang ada di Indonesia yaitu Bukit Wairinding di Sumba Timur. Bukit ini berupa gundukan tanah yang ditutupi oleh padang rumput yang luas dan asri. Hamparan padang asri yang luas akan berwarna kuning saat musim kemarau dan akan hijau saat musim penghujan.


14 e. Dataran Rendah Dataran rendah adalah wilayah datar yang memiliki ketinggian kurang dari 500 meter di atas permukaan laut. Dataran rendah merupakan wilayah yang paling diminati oleh manusia. Hal ini karena dataran rendah memiliki struktur tanah yang tidak terlalu berkelok dan tidak terlalu curam sehingga daerah ini memiliki akses jalan yang sangat baik dan banyak fasilitas transportasi umum. Daerah dataran rendah di Indonesia tersebar di sepanjang pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Papua, Bali dan Nusa Tenggara. Wilayah dataran rendah sering dijadikan tempat tinggal bagi sebagian masyarakat Indonesia, karena suhu di dataran rendah cukup nyaman yaitu tidak terlalu dingin seperti di dataran tinggi dan tidak terlalu panas seperti di pantai. Gambar 5. Kota Surabaya (Sumber: https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=75496072)


15 Letaknya yang strategis dan kondisi alam yang mendukung menjadikan dataran rendah banyak dijadikan pusat kegiatan masyarakat seperti kegiatan industri dan pusat pemerintahan. Ibu kota propinsi di Indonesia hampir semuanya berada di dataran rendah dan dekat dengan laut, seperti kota Surabaya, Jakarta dan Pontianak. Dataran rendah juga dimanfaatkan sebagai jalur transportasi karena akses jalan yang mudah dan struktur tanah yang tidak berkelok-kelok. Tanah yang subur membuat dataran rendah cocok untuk bercocok tanam seperti padi dan tebu. Rumput pun mudah tumbuh di tanah yang subur, sehingga cocok digunakan untuk kegiatan ternak.


16 C. RANGKUMAN 1. Wilayah Indonesia terdiri atas daratan dan perairan. 2. Berdasarkan bentuk dan ketinggiannya, daratan dapat dibagi menjadi gunung dan pegunungan, lembah, dataran tinggi, bukit, dan dataran rendah. 3. Gunung merupakan daratan yang menjulang lebih tinggi daripada daerah sekitarnya. 4. Lembah merupakan sebuah wilayah atau tanah rendah yang dikelilingi oleh pegunungan atau perbukitan. 5. Dataran tinggi terletak pada ketinggian di atas 500 meter di atas permukaan laut. 6. Bukit adalah wilayah daratan yang permukaan tanahnya lebih tinggi daripada permukaan tanah di sekitarnya, akan tetapi lebih rendah daripada gunung. 7. Dataran rendah memiliki ketinggian 0-500 meter di atas permukaan laut. 8. Penduduk sekitar dataran tinggi biasanya berprofesi sebagai petani teh, sayur, dan buah-buahan. 9. Penduduk dataran rendah memiliki profesi yang lebih beragam, misalnya petani, pekerja industri, guru, dokter, dan lain-lain.


17 DAFTAR PUSTAKA Achmad, Widya Karmila Sari, dkk. 2018. Konsep Dasar IPS. Sulawesi Selatan: AGMA. Julianto, dkk. 2022. Merdeka Belajar Serunya Belajar dan Berkegiatan IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial). Surabaya: PT Jepe Press Media Utama. Pratama, Oki. 2020. “Konservasi Perairan Sebagai Upaya menjaga Potensi Kelautan dan Perikanan Indonesia”, https://kkp.go.id/djprl/artikel/21045- konservasi-perairan-sebagai-upaya-menjagapotensi-kelautan-dan-perikanan-indonesia diakses pada 30 September 2022 pukul 08.53. Pujiati, Retno Heni, dan Yuliati, Umi. 2008. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. P., Tantya Hisnu, dan Winardi. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial 4. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.


Click to View FlipBook Version