i
EMOLASI
E-Module Laju Reaksi Berbasis Inkuiri Terbimbing Terintegrasi SETS (Science, Environment,
Technology, and Society)
Untuk SMA/MA Kelas XI MIPA
Penulis
Elly Dwi Yulianti
E-mail: [email protected]
Dibimbing Oleh:
1. Wirda Udaibah, M.Si
2. Apriliana Drastisianti, M.Pd
Divalidasi Oleh:
Didukung Oleh:
Orang tua, keluarga dan teman-teman
Program Studi Pendidikan Kimia
Fakultas Sains dan Teknologi
UIN Walisongo Semarang
“Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya” (Ali bin Abi Thalib)
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah swt atas limpahan rahmat, nikmat dan karunia-Nya, tak
lupa sholawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw sehingga
penulis dapat menyelesaikan modul pembelajaran kimia berjudul “E-Molasi (E-Module Laju
Reaksi) Berbasis Inkuiri Terbimbing Terintegrasi SETS (Science, Environment, Technology and
Society)” untuk SMA/MA Kelas XI MIPA ini.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua, seluruh dosen program
studi Pendidikan Kimia Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, khususnya
kepada Ibu Wirda Udaibah, M.Si dan Ibu Apriliana Drastisianti, M.Pd selaku dosen
pembimbing, serta rekan-rekan sekalian atas doa, bimbingan, bantuan dan dukungannya
dalam pembuatan e-module ini.
E-module ini mencoba menyajikan materi yang dikemas lebih interaktif dan menarik
agar tidak terkesan membosankan pembaca. Materi yang disajikan pada e-module ini yaitu
laju reaksi. Materi laju reaksi disusun dengan menggunakan sintaks inkuiri terbimbing agar
peserta didik lebih mandiri dan aktif dalam mempelajari kimia. E-module ini menekankan
pada hubungan antara aplikasi materi yang sedang dibahas dengan teknologi, masyarakat,
dan lingkungan yang tida dapat dipisahkan. E-module ini diharapkan mampu menciptakan
pembelajaran kimia yang lebih bermakna.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa e-module ini masih jauh dari sempurna, baik
dari segi materi, penampilan, dan yang berkaitan di dalamnya. Oleh karena itu, kritik dan
saran yang membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan e-module ini. Penulis
berharap kepada Allah swt, semoga apa yang tertulis dalam e-module bisa bermanfaat,
khususnya bagi penulis dan bagi para pembaca pada umumnya. Aamiin.
Semarang, Mei 2022
Penulis
iii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................................................... iii
DAFTAR ISI ................................................................................................................................. iv
KOMPETENSI DASAR .................................................................................................................. v
PETUNJUK PENGGUNAAN E-MODULE ...................................................................................... vi
PETA KONSEP ........................................................................................................................... vii
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 ..................................................................................................... 1
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 ................................................................................................... 11
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 .................................................................................................. 20
EVALUASI .................................................................................................................................. 29
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................................... 32
iv
KOMPETENSI DASAR
Kompetensi Dasar:
3.4 Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi menggunakan teori tumbukan
4.5 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan faktor-
faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan orde reaksi
3.5 Menentukan orde reaksi dan tetapan laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan
Indikator Pembelajaran:
KEGIATAN PEMBELAARAN 1
3.4.1 Menjelaskan pengertian laju reaksi
3.4.2 Memahami penentuan laju reaksi dalam suatu reaksi kimia
3.5.1 Memahami bentuk persamaan laju reaksi.
3.5.2 Menjelaskan makna dari orde reaksi.
3.5.3 Menganalisis penentuan persamaan laju reaksi dan orde reaksinya
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
3.4.4 Menjelaskan teori tumbukan
3.4.5 Menganalisis terjadinya tumbukan efektif dan tidak efektif
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3
3.4.3 Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
4.5.1 Merancang percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
4.5.2 Melakukan percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
4.5.3 Menyimpulkan percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
4.5.4 Menyajikan hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
v
PETUNJUK PENGGUNAAN E-MODULE
Peserta Didik
Keberhasilan belajar dengan e-module bergantung pada ketekunan masing-masing individu.
E-module ini dapat digunakan untuk belajar secara individu maupun kelompok. Berikut ini
terdapat langkah-langkah penggunaan e-modul yang perlu diperhatikan:
1. Baca doa
7. Periksa 2. Baca dan
jawaban pada pahami
kunci jawaban indikator
3. Baca dan
6. Kerjakan pahami materi
latihan soal
5. Jika
mendapatkan 4. Baca dan pahami
kesulitan, informasi menarik
diskusikan dengan sseputar materi
teman terlebih
dahulu
Gambar 1. Skema gambar petunjuk penggunaan e-module
vi
Bagi Guru
E-module kimia berbasis inkuiri terbimbing terintegrasi Science, Environment, Technology,
Society (SETS) ini dirancang untuk membantu peserta didik dalam proses belajar. Oleh sebab
itu diharapkan peran guru adalah sebagai berikut:
• Memberi pemahaman awal
1
• Membimbing dalam diskusi dan praktikum
2
• Menjadi fasilitator dan memecahkan kendala
3
• Mengorganisasikan kegiatan pembelajaran secara tatap muka ataupun
4 virtual
• Melakukan evaluasi dan penilaian
5
Gambar 2. Skema gambar petunjuk penggunaan e-module bagi guru
vii
PETA KONSEP
LAJU REAKSI
Konsep Laju Teori Faktor-faktor yang
Reaksi Tumbukan Mempengaruhi Laju
Reaksi
Pengertian Penentuan Laju Persamaan Laju
Laju Reaksi Reaksi Reaksi
Konsentrasi Suhu Luas Permukaan Katalis
Orde Reaksi
Orde Nol Orde Satu Orde Dua Orde Tiga
Katalis Homogen Katalis Heterogen Bio Katalis
viii
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
PENDAHULUAN
Alokasi Waktu (2 x 45 menit)
Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Peserta didik dapat 2. Peserta didik dapat memahami
menjelaskan pengertian penentuan laju reaksi dalam suatu
laju reaksi reaksi kimia
Nah, pada Kegiatan Pembelajaran 1 kita akan membahas
tentang konsep laju reaksi. Mari kita simak!
KONSEP LAJU REAKSI
Perhatikan gambar berikut!
https://youtu.be/h5iUILi_Wx0
Gambar 1. Perkaratan
Besi
https://youtu.be/wgBj-wk2uko
Gambar 2. Percikan
Kembang Api
1
Contoh gambar di atas menunjukkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari ada reaksi kimia
yang berlangsung sangat cepat ada pula yang berlangsung lambat. Kecepatan proses
reaksi kimia berlangsung inilah yang dinamakan laju reaksi kimia.
Pengetahuan tentang laju reaksi sangat bermanfaat dalam
kehidupan sehari-hari, misalnya dalam kegiatan industri.
Kegiatan industri menggunakan berbagai reaksi kimia dalam
proses produksinya. Waktu, tenaga dan biaya sangat penting
dalam industri. Pengetahuan laju reaksi dalam proses industri
memungkinkan kita mendapatkan produk yang berkualitas dan
ekonomis. dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam proses
industri.
Oleh karena itu, dalam pembahasan laju reaksi perlu
dipelajari faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
dan teori tumbukan yang menjelaskan bagaimana faktor-
faktor tersebut mempengaruhi laju reaksi. Pengetahuan
ini memungkinkan kita bisa mengontrol laju dari suatu
reaksi kimia untuk diterapkan
2
Pengertian Laju Reaksi
Laju reaksi adalah perubahan konsentrasi pereaksi atau produk dalam suatu satuan
waktu. Laju reaksi dapat dinyatakan sebagai laju berkurangnya konsentrasi suatu
pereaksi atau laju bertambahnya konsentrasi suatu produk persatuan waktu, satuannya
adalah mol per liter per detik atau mol L s .
-1 -1
Reaksi R P
waktu
Gambar 3. Konsep Laju Reaksi
Laju reaksi, vA = ⦋ ⦌ atau vB = ⦋ ⦌
⦋ ⦌
: laju pengurangan konsentrasi pereaksi R tiap satuan waktu
⦋ ⦌ : laju penambahan konsentrasi P tiap satuan waktu
3
Hubungan Laju Reaksi dengan Koefisien Reaksi
Soal Uji Nyali
Gas ammonia dapat diperoleh dari reaksi antara gas hydrogen dan nitrogen, seperti pada
persamaan reaksi berikut:
N2(g) + 3H2(g)→2NH3(g)
Jika laju pengurangan gas nitrogen sebesar 2,5 x 10 M/s, maka laju pengurangan gas hidrogen
-4
dan laju pembentukan gas ammonia adalah…
v H2 laju pengurangan gas N2
v H2 2,5 x 10 = - 7,5 x 10 M/s
-4
-4
v NH3 laju pengurangan gas N2
v NH3 2,5 x 10 = +5 x 10 M/s
-4
-4
4
Uji Nyali
Wah, kaliah sudah selesai
mengerjakan soalnya ya,
Hebat! Sekarang kita latihan
soal lagi yuk, biar lebih
paham tentang laju reaksi.
5
Persamaan Laju Reaksi
Laju reaksi dipengaruhi oleh konsentrasi pereaksi. Persamaan laju reaksi menyatakan
hubungan antara laju reaksi dengan konsentrasi dari pereaksi dipangkatkan bilangan
tertentu.
Reaksi: pA + qB rC + sD
y
x
Persamaan laju reaksi, r k ⦋A⦌ ⦋B⦌ (2.2)
Keterangan:
k: tetapan laju reaksi
x: orde reaksi terhadap A
y: orde reaksi terhadap B
Orde persamaan laju reaksi hanya dapat ditentukan secara eksperimen dan tidak dapat
diturunkan dari koefisien persamaan reaksi.
6
Orde Reaksi
Orde reaksi adalah bilangan pangkat yang menyatakan naiknya laju reaksi akibat naiknya
konsentrasi. Orde reaksi tidak ada hubungan dengan koefisien reaksi, jika keduanya
menunjukkan angka yang sama itu hanya merupakan kebetulan saja. Orde reaksi hanya
dapat ditentukan melalui eksperimen.
Jenis-jenis orde reaksi, grafik menunjukkan orde reaksi tersebut serta persamaan lau reaksi
yang terkait orde tersebut adalah sebagai berikut:
a Orde 0
Gambar 4. Grafik laju reaksi terhadap konsentrasi pada orde 0
Sumber: quipper.com
Reaksi penguraian ammonia pada katalis wolfram
2NH 3(g) → N 2(g) + 3H 2 (g)
Persamaan laju reaksinya adalah:
0
0
⦍NH 3⦎ karena ⦍NH 3⦎ = 1, r= k, r= M/s
Persamaan laju reaksi tersebut bermakna perubahan konsentrasi NH 3
(pereaksi) tidak berpengaruh terhadap laju reaksi. Reaksi berorde nol berarti
laju reaksi tidak bergantung pada konsentrasi pereaksi.
7
b Orde 1
Reaksi orde satu adalah reaksi yang menunjukkan hubungan laju reaksi berbanding
lurus dengan konsentrasi pereaksi.
Gambar 5. Grafik laju reaksi terhadap konsentrasi pada orde satu
Sumber: quipper.com
Reaksi penguraian N2O5
2N2O5(g) → 4NO2(g) + O2(g)
1
r = k ⦍N2O5⦎
Persamaan laju reaksi orde satu dalam bentuk umum dan grafiknya adalah:
r = k ⦍A⦎
k = M/s
⦍ ⦎
k = s -1
8
c Orde dua
v
Gambar 6. Grafik laju reaksi terhadap konsentrasi pada orde dua
Sumber: quipper.com
Reaksi orde dua adalah reaksi yang menunjukkan hubungan laju reaksi kuadrat
dengan konsentrasi pereaksi, yakni jika konsentrasi pereaksi dinaikkan x kali, maka
2
reaksi akan bertambah x kali.
Reaksi:
2NO 2(g) → 2NO (g) + CO 2(g)
2
r = k ⦍NO 2⦎
Persamaan laju reaksi orde dua dalam bentuk umum dan grafiknya adalah:
2
r = k ⦍A⦎
2
k r/⦍A⦎
-1 -1
k M s
Suatu reaksi dapat dikelompokkan berdasarkan ordenya. Orde reaksi suatu pereaksi
sama dengan pangkat konsentrasi pereaksi tersebut dalam hukum laju, yang hanya
dapat ditentukan secara percobaan. Orde keseluruhan reaksi sama dengan jumlah
orde spesi-spesi yang terdapat dalam hukum laju.
9
Siklopropana, C 3H 6. Ketika dipanaskan, cincin karbon terbuka membentuk propena.
Oleh karena senyawa tersebut berisomeri (struktur senyawa berbeda tetapi rumus
molekul sama).
Hukum lajunya adalah:
C 3H 6(g) → CH 2= CH ̶ CH 3(g) (1.3)
Laju = k ⦋C3H6⦌, reaksinya adalah orde pertama terhadap siklopropana dan
keseluruhan reaksi juga orde pertama.
Nitrit oksida, NO, bereaksi dengan hidrogen menurut persamaan:
2NO(g) +H2(g) → N2(g) + 2H2O(g) (1.4)
Hukum laju yang diperoleh secara percobaan adalah: Laju = k ⦋NO⦌ ⦋H2⦌
2
Jadi, reaksinya orde kedua terhadap NO, orde pertama terhadap H2 , dan untuk
seluruh reaksi adalah orde ketiga (Sunarya, 2012).
Soal Uji Nyali
10
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
PENDAHULUAN
Alokasi Waktu (2 x 45 Menit)
Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Peserta didik dapat 2. Peserta didik dapat
menjelaskan teori menganalisis terjadinya
tumbukan tumbukan efektif dan
tidak efektif
Nah, pada Kegiatan Pembelajaran 1 kita sudah
membahas mengenai konsep laju reaksi. Selanjutnya
pada Kegiatan Pembelajaran 2, kita akan membahas
mengenai Teori Tumbukan
Teori Tumbukan
Perhatikan video berikut!
https://youtu.be/pMVX4eaTMgg
Menurut Teori tumbukan, suatu zat dapat bereaksi dengan zat lain apabila partikel-
partikel pereaksi sering bertumbukan. Reaksi kimia terjadi apabila ada tumbukan efektif
antar-partikel yang bereaksi. Tumbukan terjadi jika dua molekul atau lebih permukaannya
saling bersentuhan pada satu titik. Terjadinya tumbukan disebabkan setiap partikel dalam
suatu zat memiliki energi kinetik, sehingga partikel-partikel tersebut selalu bergerak dengan
arah tidak teratur. Gerakan ini memungkinkan terjadinya tumbukan antar-partikel tersebut
yang menyebabkan terjadinya reaksi kimia.
11
Saya izin bertanya, Prof. Apakah dalam suatu
partikel yang saling bertumbukan selalu
menghasilkan reaksi kimia?
Tidak, Aca.
Mengapa bisa seperti itu
Prof?
Seperti yang sudah dijelaskan pada video, syarat
terjadinya reaksi kimia apabila zat pereaksi saling
bertumbukan secara efektif. Tumbukan efektif terjadi
karena arah orientasi tumbukan antar-partikel tepat
serta mempunyai energi kinetik yang cukup besar.
Apabila syarat di atas tidak terpenuhi, maka tidak bisa
terjadi reaksi kimia. Bagaimana Aca, ada gambaran?
Ada Prof. Aca baru ingat, kalau dalam teori tumbukan ada yang
namanya tumbukan tidak efektif. Tumbukan tidak efektif berarti
orientasinya tidak tepat serta energi kinetiknya kurang. Hal
tersebut yang menyebabkan reaksi kimia tidak terjadi.
Betul sekali, Aca.
12
Syarat terjadinya reaksi kimia
Orientasi tepat
Tumbukan Efektif
Energi kinetik
Syarat terjadinya reaksi kimia yaitu antar-partikel pereaksi mengalami
tumbukan efektif. Ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya tumbukan
efektif, yaitu orientasinya tepat, dan energi kinetik cukup besar.
Simak penjelasan berikut!
Tumbukan antara pereaksi ada yang menghasilkan reaksi dan tidak, sebagai contoh amati
gambar reaksi antara hidrogen dan iodium berikut:
Gambar 2.1 Tumbukan Hidrogen dan Iodium yang Tidak Menghasilkan Reaksi
13
Gambar 2.2 Tumbukan Hidrogen dan Iodium yang Menghasilkan Reaksi
Reaksi kimia terjadi juga karena orientasi
tumbukkannya tepat ya guys! Simak
video berikut
Video orientasi dua molekul HCl
KALIAN HARUS TAU!
Laju reaksi bergantung pada
banyaknya molekul yang
mengalami tabrakan atau
tumbukan efektif. Oleh karena
itu, jumlah tumbukan efektif
harus lebih tinggi untuk
meningkatkan laju reaksi.
14
TUMBUKAN EFEKTIF
Tumbukan efektif merupakan tumbukan yang dapat menghasilkan reaksi kimia.
Syarat terjadinya tumbukan efektif adalah orientasi tumbukan molekul harus tepat
dan energi kinetik yang cukup besar. Orientasi merupakan arah atau posisi antar-
molekul yang bertumbukan dan energi hasil tumbukan harus mencapai energi
aktivasi.
POSISI/ORIENTASI MOLEKUL
Molekul pereaksi dalam wadah selalu bergerak ke segala arah, dan kemungkinan
besar bertumbukan satu sama lain, baik dengan molekul yang sama maupun berbeda.
Tumbukan itu dapat memutuskan ikatan dalam molekul pereaksi dan kemudian
membentuk ikatan baru yang menghasilkan molekul hasil reaksi. Akan tetapi, tidak
semua tumbukan menghasilkan molekul hasil reaksi.
Perhatikan gambar berikut!
Gambar 2.3 Tumbukan tidak efektif (atas), Tumbukan efektif (bawah)
Sumber gambar: repo-dosen.ulm.ac.id
15
Tumbukan yang efektif terjadi bila spesi-spesi yang bereaksi memiliki arah orientasi
yang tepat. Molekul yang bereaksi haruslah memiliki arah orientasi yang tepat. Jika
arah orientasi molekul yang bertumbukan tepat, maka akan terbentuk kompleks
teraktivasi dan dengan segera akan menjadi molekul hasil reaksi. Sedangkan jika arah
orientasi molekul yang bertumbukan tidak tepat, maka tidak akan terbentuk
kompleks teraktivasi dan produk, melainkan tetap menjadi molekul pereaksi (Hamid,
2019).
Energi Kinetik Tumbukan
Pada proses tumbukan, partikel-partikel saling mendekat dan terjadi gaya tolak-
menolak antar-elektron terluar masing-masing partikel. Gaya tolak menolak ini dapat
diatasi apabila partikel memiliki energi kinetik yang cukup sehingga dapat terjadi
tumbukan efektif. Energi tumbukan pereaksi harus dapat membuat awan elektron
kedua atom yang bertumbukan saling tumpang tindih sehingga akan terbentuk ikatan
baru. Energi tumbukan yang cukup maka orbital akan saling tumpang tindih lalu
bergabung sehingga kedua atom yang bertumbukan akan tarik menarik. Energi kinetik
telah berubah menjadi energi potensial (gaya tarik menarik). Besarnya energi
minimum yang harus dimiliki oleh molekul pereaksi agar tumbukan antar-molekul
menghasilkan zat hasil reaksi disebut energi aktivasi (Ea).
DISCUSSION WITH PROFESSOR
Prof. mengapa untuk tumpang tindih atom
diperlukan energi?
16
Karena orbital kulit terluar atom mengandung elektron
yang saling tolak menolak. Dengan energi tumbukan
yang cukup maka orbital akan saling tumpang tindih
lalu bergabung sehingga kedua atom yang
bertumbukan akan tarik menarik.
Energi Aktivasi (Ea)
Perhatikan gambar berikut!
Gambar 2.5 Analogi energi aktivasi
Seseorang mengendarai mobil dari titik A menuju titik B dengan menaiki bukit
untuk mencapai tujuan. Mobil tersebut harus mempunyai energi kinetik yang tinggi
agar dapat melewati bukit. Bukit inilah yang dimaksudkan dengan energi aktivasi
(Ea).
17
Energi aktivasi (Ea) adalah energi minimum yang harus dimiliki oleh
suatu reaktan untuk dapat bereaksi (Purba et al., 2012). Jadi, jika
energi aktivasi terlampaui, reaksi dapat berlangsung. Sebaliknya, jika
energi aktivasi tidak terlampaui, reaksi kimia tidak akan berlangsung.
.
Jenis reaksi yang dapat dijelaskan dengan energi aktivasi (Ea) adalah reaksi
eksoterm dan endoterm. Berikut gambar grafik energi untuk reaksi eksoterm
(melepas kalor) dan endoterm (menyerap kalor) pada tumbukan.
KALIAN HARUS TAU!
Energi aktivasi untuk reaksi
eksoterm lebih besar daripada
energi aktivasi eksoterm.
Reaksi kimia yang memiliki
harga Ea lebih besar akan
berlangsung lambat, karena
hanya sebagian kecil dari
tumbukan-tumbukan yang
Gambar 2.6 Grafik Reaksi Eksoterm memiliki energi cukup untuk
memenuhi energi aktivasi (Ea)
yang diperlukan.
18
Gambar 2.7 Grafik Reaksi Endoterm
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
19
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3
PENDAHULUAN
Faktor-faktor Laju Reaksi
Indikator Pencapaian Kompetensi
Peserta didik dapat menjelaskan
faktor-faktor yang mempengaruhi
laju reaksi
1 Konsentrasi
Konsentrasi menyatakan jumlah mol zat terlarut yang terkandung dalam larutan.
Pengaruh konsentrasi pereaksi berkaitan dengan jumlah partikel yang terlibat dalam
tumbukan efektif. Semakin tinggi konsentrasinya maka akan semakin banyak partikelnya.
Semakin tinggi konsentrasi, semakin besar pula kemungkinan terjadinya tumbukan antar-
partikel, sehingga semakin tinggi pula laju reaksinya. Laju reaksi umumnya naik dengan
bertambahnya konsentrasi pereaksi dan turun dengan berkurangnya konsentrasi pereaksi.
Gambar 3.1 Jumlah partikel pada larutan berkonsentrasi tinggi dan rendah
20
SEKILAS INFORMASI
Laju reaksi umumnya naik dengan bertambahnya konsentrasi
pereaksi dan turun dengan berkurangnya konsentrasi pereaksi.
Rokok terbakar lebih lambat ketika berada di
udara terbuka. Sedangkan pada udara
tertutup, rokok terbakar lebih cepat dan
timbul nyala api yang hebat. Hal tersebut
disebabkan karena konsentrasi oksigen pada
udara terbuka lebih rendah daripada di udara
tertutup.
Luas Permukaan
2
Luas permukaan meyatakan jumlah luas seluruh permukaan/ bidang suatu bangun
ruang atau dalam hal ini adalah partikel. Pengaruh luas permukaan berkaitan dengan area
sentuhan ketika partikel saling bertumbukan efektif. Partikel yang kecil mempunyai luas
permukaan yang lebih besar dibandingkan partikel yang berukuran besar. Permukaan yang
lebih luas memungkinkan semakin banyak area terjadinya tumbukan efektif.
21
Gambar 3.2 Luas permukaan partikel besar dan kecil
Reaksi akan lebih cepat jika partikel pereaksi berukuran kecil, dan sebaliknya reaksi
akan berjalan lebih lambat jika partikel berukuran besar.
ANIMASI LUAS PERMUKAAN
MEMPENGARUHI LAJU REAKSI
https://youtu.be/x6BBpd-Hj_0
Suhu
3
Suhu menyatakan derajat panas dinginnya suatu benda. Kalor atau panas yang dimiliki
benda bersuhu tinggi menyebabkan energi kinetik partikelnya juga tinggi sehingga bergerak
lebih cepat. Pengaruh suhu terhadap laju reaksi berkaitan dengan energi kinetik partikel
yang saling bertumbukan efektif.
Gambar 3.3 Pergerakan partikel pada suhu tinggi dan rendah
Setiap partikel selalu bergerak, dengan menaikkan temperatur, energi gerak atau energi
kinetik partikel bertambah, sehingga tumbukan lebih sering terjadi. Pada frekuensi
22
tumbukan yang semakin besar, maka kemungkinan terjadinya tumbukan efektif yang
mampu menghasilkan reaksi juga semakin besar. Begitu pula sebaliknya, apabila suhu
diturunkan maka gerakan partikel akan lebih lambat sehingga energi kinetik dari partikel
tersebut lebih kecil, sehingga semakin kecil pula kemungkinan tumbukan yang akan
menghasilkan tumbukan efektif.
TANYA PROFESSOR
Prof., mengapa makanan yang disimpan di dalam
kulkas lebih bertahan lama?
Karena suhu di dalam kulkas lebih rendah daripada
suhu di ruang terbuka. Jika makanan diletakkan di
ruang terbuka maka rentan tergadap kontaminasi
dengan bakteri yang menyebabkan pembusukan,
sehingga jika makanan diletakkan di dalam kulkas
maka reaksi pembusukan tersebut lebih lambat
karena bakteri tida bereaksi (non-aktif) pada suhu
rendah. Oleh karena itu, makanan menjadi tahan
lama.
4
Katalis
Katalis adalah zat yang dapat memperbesar laju reaksi, tetapi tidak mengalami
perubahan kimia secara permanen, sehingga pada akhir reaksi zat tersebut dapat diperoleh
kembali. Pengaruh katalis terhadap laju reaksi terkait dengan Ea. Katalis yang digunakan
memberikan suatu mekanisme reaksi atau jalan baru dengan nilai Ea yang lebih rendah
dibandingkan Ea reaksi tanpa katalis. Meskipun katalis menurunkan energi aktivasi, tetapi
tidak mempengaruhi perbedaan energi antara produk dan pereaksi.
23
Gambar 3.4 Reaksi dengan katalis dan tanpa katalis
Penambahan katalis membuat jalan baru bagi reaksi dengan energi ativasi rendah, sebab
dengan katalis memungkinkan reaksi terjadi, sehingga lebih banyak fraksi molekul yang
bertumbukan secara efektif pada suhu normal dan laju reaksi semakin cepat. Katalis dapat
digolongkan sebagai katalis homogen dan katalis heterogen. Katalis homogen adalah katalis
yang berada dalam fase yang sama dengan pereaksi. Sedangkan katalis heterogen berada
dalam fase yang berbeda dengan pereaksi dan biasanya berbentuk padatan.
Katalis Heterogen
Katalis heterogen adalah jenis katalis yang mempunyai fase tidak sama dengan reaktan
dan/atau fase produk. Jenis katalis heterogen yaitu zeolit . Keunggulan dari katalis heterogen
yaitu dapat dipisahkan dari campuran reaksi hanya dengan cara penyaringan, sehingga
mudah untuk diregenerasi, tahan dan stabil terhadap suhu yang relatif tinggi. Katalis
heterogen juga mempunyai kekurangan, yaitu permukaan katalis telah jenuh oleh molekul
reaktan, maka reaksi tidak dapat dilanjutkan .
Contoh katalis heterogen yaitu katalis padat Fe untuk Proses Haber pada pembuaan
ammonia:
N 2(g) + 3H 2(g) 2NH 3(g)
24
Katalis Homogen
Katalis homogen adalah jenis katalis yang mempunyai fase yang sama dengan
reaktan dan fase produk. Jenis katalis homogen yang banyak digunakan adalah
katalis asam seperti HCl, H 2SO 4, dan HNO 3 (Praputri et al., 2018). Keunggulan dari
katalis homogen yaitu tidak mudah teracuni oleh kotoran, setiap molekul katalis
berfungsi aktif sebagai katalis. Kekurangan dari katalis homogen yaitu sulit
dipisahkan dari campuran reaksi, kurang stabil pada suhu tinggi. Contoh katalis
homogen, fase gas yaitu
CO (g) + O 2 (g) CO 2(g) katalis: NO (g)
Katalis: Al 2O 3, Pt,CaO 2
Reaksi utama:
CO (g) + O 2(g) CO 2(g)
H 2C 2 (g)+3O 2(g) 2 CO 2(g) +2H 2O (l)
CO +NOx CO 2 + N 2
Sumber gambar: geraiteknologi.com
Converter katalitik pada sistem pembuangan gas kendaraan bermotor
menggunakan katalis heterogen. Gas buangan dilewatkan melalui converter yang
mengandung katalis padat. Katalis tersebut membantu mengubah gas buangan
menjadi gas yang lebih berdampak kecil bagi lingkungan.
25
PENERAPAN SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY, SOCIETY
(SETS) PADA LAJU REAKSI
Society
Kesehatan
masyarakat terjaga
Science
Katalisator
Environment Technology
Terhindar dari Catalitic converter
pencemaran udara,
terhindar dari
terjadinya lubang ozon
dan hujan asam yang
diakibatkan oleh gas
NO dan NO2
Gambar 3.5 SETS pada laju reaksi
Berdasarkan gambar di atas dapat dijelaskan bahwa gas buang kendaraan
bermotor merupakan sumber utama polusi udara yang mengandung gas
berbahaya, antara lain gas CO, gas NO, gas NO2. Gas CO berbahaya karena dapat
meracuni darah, sedangkan gas NO dan NO2 menyebabkan lubang ozon dan
hujan asam. Salah satu upaya untuk mencegah terbentuknya gas-gas berbahaya
26
pada gas buang kendaraan bermotor yaitu dengan menggunakan catalytic
converter.
Catalytic converter merupakan komponen yang dapat mengubah gas
karbonmonoksida (CO) dengan menggunakan media yang bersifat katalis, di
mana media tersebut dapat mempercepat terjadinya proses perubahan gas
menjadi CO2 (Sihabuddin, 2022). Salah satu penelitian dari Suharwanto (2020)
mengemukakan bahwa catalytic converter pada sepeda motor honda dengan
menggunakan media katalis tembaga berhasil menurunkan emisi CO antara
17,74-47,93% pada beberapa variasi percobaan.
Salah satu penelitian menyebutkan guna mencegah terbentuknya gas buang
yaitu dengan mengondisikan reaksi yang terjadi antara gas CO dengan gas NO
serta reaksi antara hidrokarbon dengan NO2
2NO(g) + 2CO(g) → N2(g)+ 2CO2(g) (1)
CH4(g) +2NO2(g) → CO2(g) + N2(g) +H2O(g) (2)
Reaksi tersebut hanya dapat berlangsung pada suhu yang sangat tinggi.
Suhu yang sangat tinggi menjadikan mesin tidak dapat bekerja secara efektif.
Oleh karena itu diperlukan suatu katalis yang dapat mempercepat reaksi
tersebut pada suhu rendah. Katalis yang digunakan biasanya terbuat dari logam
seperti Paladium (Pd), Platinum (Pt), dan Rodium (Rh). Beberapa bahan yang
diketahui sebagai oksidasi yaitu Platinum, Plutonium, Nikel, Mangan,
Chromium. Beberapa logam sebagai katalis reduksi yaitu Besi, Tembaga, Nikel
paduan dan oksida dari bahan-bahan tersebut (Unjanto et al, 2015). Irawan, et
al (2013) meneliti tentang reduksi CO pada katalis dari tembaga. Hasil dari
penelitian tersebut menyebutkan bahwa dengan penggunaan tembaga sebagai
katalis converter dapat mereduksi CO dari 6,2% hingga menjadi 1,2%.
27
SEKILAS INFORMASI
Cangkang Telur
Sumber: jogja.tribunnews.com
Cangkang telur adalah lapisan terluar dari telur yang berfungsi melindungi semua bagian
telur dari kerusakan. Komponen utama yang terdapat pada cangkang telur yaitu kalsium
karbonat (CaCO 3). Penggunaan kalsium karbonat dalam bidang farmasi adalah sebagai
antasida. Antasida adalah obat maag yang digunakan untuk menetralkan asam lambung.
Namun kalsium karbonat dapat menyebabkan sembelit (konstipasi). Selain sebagai
antasida, dalam bidang farmasi, kalsium karbonat digunakan sebagai suplemen kalsium
untuk mencegah osteoporosis. Osteoporosis adalah kondisi saat kualitas kepadatan tulang
menurun. Selain itu, karena cangkang telur mengandung kalsium karbonat (CaCO 3),
sehingga bisa juga dimanfaatkan sebagai salah satu bahan untuk melakukan percobaan
kimia. Kalsium karbonat (CaCO 3) dapat direaksikan dengan asam cuka (CH 3COOH)
Reaksi antara CaCO 3(s) dengan CH 3COOH (aq) :
CaCO 3 (s) + 2CH 3COOH→Ca(CH 3COO) 2(aq) + H 2O (l) + CO 2 (g)
SOAL UJI NYALI
28
EVALUASI
Kejujuran membawa keberuntungan
Selamat mengerjakan, semoga
sukses!
29
RANGKUMAN
1. Menurut teori tumbukan, reaksi akan terjadi ketika partikel pereaksi saling
bertumbukan. Tumbukan antar-partikel hanya terjadi apabila memiliki energi
minimum tertentu dan arah yang tepat menghasilkan reaksi. Jadi kelajuan reaksi
bergantung pada:
a. Frekuensi tumbukan
b. Fraksi partikel yang memiliki energi minimum tertentu
c. Fraksi partikel yang memiliki arah tumbukan sesuai
2. Tumbukan yang menghasilkan reaksi disebut tumbukan efektif.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi, yaitu:
a. Konsentrasi
b. Luas Permukaan
c. Suhu
d. Katalis
4. Laju reaksi dapat dipercepat dengan cara:
a. memperbesar konsentrasi pereaksi
b. menaikkan suhu
c. memperkecil ukuran zat padat
d. menggunakan katalis
30
GLOSARIUM
Laju reaksi adalah perubahan konsentrasi pereaksi atau produk dalam suatu satuan
waktu.
Persamaan laju reaksi menyatakan hubungan antara lau reaksi dengan konsentrasi
dari pereasi dipangkatkan bilangan tertentu.
yang menyatakan naiknya laju reaksi akibat
Orde reaksi adalah bilangan pangkat
naiknya konsentrasi.
Teori tumbukan teori yang menjelaskan tentang terjadinya suatu reaksi akibat adanya
tumbukan.
Tumbukan efektif tumbukan yang menghasilkan zat hasil reaksi karena
posisi/orientasi molekul tepat dan energi kinetik yang dimiliki cukup.
Orientasi merupakan arah atau posisi antar-molekul yang bertumbukan dan energi
hasil tumbukan harus mencapai energi aktivasi.
Energi aktivasi besarnya energi minimum yang harus dimiliki oleh molekul pereaksi
agar bertumbukan menghasilkan zat hasil reaksi.
31
DAFTAR PUSTAKA
Hamid, R. A. (2019) ‘Buku Ajar Guru Laju Reaksi’.
Mulyanti, Sri dan Moh. Nurkhozin, Kimia Dasar Jilid 2. Bandung: Alfabeta.
Oxtoby, David W., H. P Gills dan Norman H. Nachtrieb. 2001. Prinsip-prinsip Kimia Modern.
Jakarta: Erlangga.
Pakesa, C. M. and Yusmaita, E. (2019) ‘Perancangan Assesmen Literasi Kimia Pada Materi
Laju Reaksi Kelas XI SMA/MA’, Edukimia, 1(3), pp. 84–89. doi:
10.24036/ekj.v1.i3.a61.
Praputri, E. et al. (2018) ‘Penggunaan katalis homogen dan heterogen pada proses hidrolisis
pati umbi singkong karet menjadi glukosa’, Jurnal Litbang Industri, 8(2), p. 105. doi:
10.24960/jli.v8i2.4189.105-110.
Purba, E. et al. (2012) ‘Kajian Awal Laju Reaksi Fotosintesis untuk Penyerapan Gas CO 2
Menggunakan Mikroalga Tetraselmis Chuii’, Jurnal Rekayasa Proses, 6(1), p. 7.
S., Syukri.1999. Kimia Dasar 2. Bandung: Penerbit ITB
Sunarya. 2012. Kimia Dasar 2. Bandung: Penerbit: ITB.
32
PROFIL PENULIS
Elly Dwi Yulianti, biasa dipanggil Elly. Lahir di
Banjarnegara, 2 Juli 2000. Setelah lulus dari SMA
Negeri 1 Banjarnegara, ia melanjukan studi
Pendidikan Kimia di Universitas Islam Negeri
Walisongo Semarang. Sejak kecil, ia menekuni
dunia kejurnalistikan dan seni membaca al-quran
seperti tartil. Penghargaan yang pernah diperoleh,
IG: @elly_dwiy sebagai juara 1 Lomba Mengarang Bahasa
Indonesia tingkat Kecamatan, sebagai juara 2 MTQ
E-mail: ke-29 Cabang Tartil tingkat SLTP Kabupaten
mentari7ellydy@gmail. Banjarnegara, dst. Saat di bangku perkuliahan, ia
com mengikuti Lembaga Pers Mahasiswa (LPM)
Frekuensi serta aktif mendampingi mahasiwa
IG: @kitaberkibar_id
melakukan praktikum. Belakangan ini ia aktif
mengajar kimia secara privat dan mengajar di
program Belajar Kimia Bareng (Berkibar).
33