PRODI MODUL STARTING MOTOR LISTRIK
TEKNIK SIMULASI DAN PRAKTIK
KOMPUTER
UMAHA
Oleh Ahsan Muafa ST, M.Pd
BAB 1
KOMPONEN SISTEM PENGENDALI MOTOR LISTRIK
A. Tujuan :
1. Mahasiswa dapat menggambar dan merakit komponen pengendali Push button,
Normaly open, Normaly close, Relay, Kontaktor, Limit Switch, proximity limit dan
Timer
2. Mahasiswa dapat mensimulasikan dan melakukan pengujian komponen pengendali
Push button, Normaly open, Normaly close, Relay, Kontaktor, Limit Switch, proximity
limit dan Timer
B. Ringkasan Teori:
1. Push button
Push button merupakan peralatan control yang bekerja dengan cara ditekan
(push). Prinsip kerja push button sama dengan saklar lampu yang terdapat pada rumah
pada umumnya, yaitu menghubungkan dua buah titik terminal dimana pada salah satu
terminal terdapat sumber listrik. Sehingga, saat push button ditekan, dua terminal
akan terhubung dan timbul arus listrik. Arus listrik inilah yang akan menyalakan alat
listrik yang terhubung pada push button tersebut.
Secara umum, meskipun push button dan saklar memiliki fungsi yang sama,
namun pada push button dan saklar terdapat perbedaan baik secara fisik maupun
prosedur operasionalnya. Kalo saklar secara umum terdiri dari satu keadaan. Yaitu
bila ditekan pada salah satu bagian saklar maka kedua terminal akan terhubung.
Begitu juga sebaliknya. Bila ditekan pada satu bagian saklar yang lain maka
hubungan antara kedua terminal akan terputus. Sedangkan pada push button, secara
umum terdapat dua pasang terminal dalam keadaan berbeda pada saat yang sama.
Pada saat belum ditekan, ada pasangan terminal yang sudah terhubung. Keadaan ini
dikenal dengan istilah normaly close. Pada saat yang sama, ada juga pasangan
terminal yang tidak terhubung yang dikenal dengan istilah normaly open. Keadaan
pasang terminal ini akan berbeda saat push button ditekan. Yang semula dalam
keadaan terhubung akan berubah menjadi tidak terhubung. Demikian juga pasang
terminal yang semula dalam keadaan tidak terhubung akan berubah menjadi saat push
button ditekan.
Perbedaan antara saklar dan push button juga terdapat pada kondisi setelah
ditekan. Sebuah saklar apabila ditekan akan tetap dalam keadaan On meskipun
1
tekanan sudah dilepaskan. Keadaan On akan bertahan selama tidak ditekan lagi untuk
mengembalikan ke keadaan Off. Sedangkan pada sebuah push button, apabila ditekan
sesaat akan On dan bila tekanan dilepaskan maka push button akan mengembalikan
ke keadaan Off. Mekanisme On – Off inilah yang menjadikan Push button digunakan
sebagai alat bantu untuk memulai dan mengakhiri operasional motor listrik.
Gambar 1. Type Push button yang umum digunakan pada system pengendali start
stop motor listrik
Pada push button dikenal istilah normally open dan normally close. Normaly
open merupakan kontak yang tidak terhubung saat diam dan akan terhubung saat
ditekan. Fungsi ini sama dengan fungsi saklar. Sedangkan Normaly close merupakan
kontak dengan keadaan sebaliknya. Kontak telah terhubung saat diam dan akan tidak
terhubung saat ditekan. Fungsi ini sama merupakan kebalikan dari normally open.
Dalam system start stop motor, push button secara umum dapat digunakan
secara langsung untuk start stop pada motor dengan kapasitas hingga batasan 5 A
pada tegangan 220 V. Namun penggunaan push button secara langsung untuk supply
power utama listrik jarang dilakukan. Push button lebih banyak digunakan untuk
membantu peralatan control listrik.
2. Relay
Fungsi relay sama persis dengan push button ataupun saklar. Perbedaan
antara kontaktor dan push button terdapat pada cara kerjanya. Bila push button
bekerja setelah adanya tekanan maka kontaktor bekerja justru setelah adanya listrik
yang membangkitkan medan magnet didalam kontaktor.
Relay terdiri atas beberapa bagian. Secara umum relay terdiri atas koil
(gulungan) dan kontak. Kontak berfungsi sebagai penghubung antara dua komponen
listrik yang berbeda. Sedangkan koil berfungsi sebagai penggerak kontak. Koil
merupakan sebuah gulungan yang akan menimbulkan gaya magnet bila diberi
2
tegangan listrik. Medan magnet pada relay ini yang akan menarik kontak sehingga
terhubung ataupun terputus.
Untuk menimbulkan medan magnet pada koil dapat dilakukan dengan cara
memberikan tegangan listrik pada koil. Pada umumnya tegangan kerja pada relay
berkisar pada tegangan 5 V, 12 V, 24 V, 110 dan 220 V. Tegangan 5-24 V
digunakan untuk relay yang difungsikan pada peralatan power elektronik.
Sedangkan untuk tegangan 110-220 V digunakan untuk relay yang difungsikan pada
peralatan listrik secara langsung utamanya pengendali start stop motor listrik.
(a) (b)
Gambar 2. (c) (d)
(a) Skematik Relay yang digunakan pada peralatan elektronik
(b) Skematik Relay yang digunakan pada sistem kendali start
stop motor
(c) Contoh Relay yang digunakan pada peralatan elektronik
(a) Contoh Relay yang digunakan pada sistem kendali start
stop motor
Dalam system start stop motor, relay secara umum juga dapat digunakan
secara langsung untuk start stop pada motor dengan kapasitas hingga batasan 5 A
pada tegangan 220 V. Namun penggunaan relay secara langsung untuk supply power
utama listrik juga jarang dilakukan. Relay lebih banyak digunakan untuk membantu
peralatan control listrik.
3
3. Kontaktor
Fungsi kontaktor sama persis dengan relay. Perbedaan antara kontaktor dan
relay terdapat pada kontaknya. Bila relay mempunyai satu kelompok kontak maka
kontaktor mempunyai dua kelompok kontak.
Kontaktor terdiri atas beberapa bagian. Secara umum kontaktor terdiri atas
koil(gulungan), kontak utama dan konmtak bantu. Koil berfungsi sebagai penggerak
kontak kontak utama dan kontak bantu. Kontak utama berfungsi sebagai
penghubung power utama menuju peralatan listrik seperti motor. Sedangkan kontak
bantu berfungsi sebagai kontak bantu dalam hal system pengendalian kontaktor
maupun dalam hal interaksi dengan peralatan lain.
Gambar 3.(a). Skematik Kontaktor
(b) Contoh kontaktor
Berbeda dengan relay yang digunakan pada kapasitas peralatan listrik yang
rendah, kontaktor dapat digunakan untuk mengendalikan start stop motor dengan
kapasitas yang tinggi. Kontaktor didesain untuk dapat mengendalikan motor hingga
kapasitas 800 Ampere pada tegangan 3 phase 380 V. Untuk kapasitas di atas 800
Ampere dapat digunakan peralatan semacam kontaktor seperti Air Circuit
Breaker(ACB).
Selain perbedaan kontak utama dan kontak bantu, pada kontaktor juga terdapat
pengaman thermal overload yang tidak terdapat pada relay. Peralatan ini berfungsi
mengamankan kontaktor dari bahaya arus atau beban lebih pada kontaktor bila
kelebihan beban atau terdapat gangguan short circuit. Thermal overload ini
terpasang menyatu dengan kontaktor dan terdapat setting arus maksimal yang
diperbolahkan. Bila terjadi gangguan diantara gangguan tersebut hingga melebihi
4
batas setting arus maksimal maka thermal overload akan memutuskan supply power
pada koil kontaktor sehingga kontaktor akan off.
Gambar 4. Skematik dan macam-macam thermal overload relay
4. Timer
Sebuah relay maupun kontaktor dalam melaksanakan fungsi sebagai
pengendali start stop motor, kadang membutuhkan jeda waktu untuk melaksanakan
start maupun stop motor. Untuk itu digunakan timer sebagai komponen peralatan
listrik. Peralatan ini berfungsi sebagai penunda waktu On atau penunda waktu Off.
Timer terdiri atas dua jenis. Timer On delay dan timer Off delay. Timer on
delay berfungsi untuk menunda on sebuah relay atau kontaktor hingga beberapa
waktu sesuai setting. Prinsip kerja timer sama dengan kontaktor maupun relay.
Perbedaannya hanya pada saat pertama kali koil timer mendapatkan supply tegangan
maka timer mulai menghitung waktu. Bila waktu setting sudah terlampaui maka
timer akan on. Sedangkan untuk timer off delay saat pertama kali koil timer
mendapatkan supply tegangan maka timer mulai menghitung waktu. Bila waktu
setting sudah terlampaui maka timer akan off.
5
Gambar 5 Skematik Timer dan contoh timer On delay
5. Limit Switch
Limit switch digunakan sebagai komponen pendukung dalam system kendali
start stop motor listrik. Prinsip kerja Limit switch sama dengan push button ataupun
saklar. Bila ada tekanan pada roda atau handle bagian switch maka akan ada
perubahan konektifitas ujung terminal dari limit switch tersebut.
Gambar 6. Skematik dan macam-macam bentuk limit Switch
6. Proximity Limit
Komponen pendukung dalam system kendali start stop motor listrik yang
juga sering digunakan adalah proximity limit. Prinsip kerja proximity limit sama
dengan limit switch. Perbedaan mendasar kedua switch ini adalah pada stimulus
pengaktifannya. Bila pada limit switch digunakan tekanan mekanis untuk mengubah
konektifitas terminalnya sedangkan pada proximity limit digunakan transduser yang
akan mengaktifkan konektifitas pada proximity limit. Jadi, proximity limit
membutuhkan komponen lain berupa transduser untuk bekerja.
6
Gambar 7. Skematik dan contoh macam-macam Proximity Limit
7. Karakteristik dasar relay dan kontaktor pada sistem tenaga listrik
Sebuah relay atau kontaktor memiliki koil serta kontak utama. Koil berfungsi
sebagai penggerak kontak terminal utama sehingga terminal input dan output
kontaktor atau relay terhubuntg. Kebutuhan kontrol Bila koil relay atau kontaktor
diberikan power listrik maka terminal kontak utama akan terhubung ke dalam sistem
tenaga listrik,
a. Kontaktor tanpa holding
Konsep kerja kontaktor tanpa holding sama dengan push button. Saat koil
kontaktor bekerja maka terminal-terminal utama pada kontaktor akan terhubung.
Perbedaan hanya pada penggeraknya. Jika pada push button digerakkan oleh
tangan dengan cara menekan maka pada kontaktor penggeraknya diganti dengan
koil yang dialiri arus listrik yang mengubah inti besi koil menjadi magnet dan
menarik terminal kontaktor.
b. Kontaktor dengan holding
Konsep kerja kontaktor dengan holding sama dengan saklar. Saat koil kontaktor
bekerja maka terminal-terminal utama pada kontaktor akan terhubung. Terminal
tersebut akan terhubung terus selama koil masih dialiri arus listrik.
Dibandingkan dengan kontaktor tanpa holding dan push button, perbedaan
terdapat pada penggerak utama dan cara mematikan kontaktor. Untuk
mengaktifkan kontaktor cukup dengan menekan push button maka kontaktor
akan aktif dan kontaktor tersebut akan terus aktif meskipun tekanan push button
dilepas. Hal ini terjadi karena kontaktor ditahan oleh sebuah sistem holding
yang juga digerakkan oleh push button yang lain. Jadi pada kontaktor dengan
holding dibutuhkan dua buah push button yaitu push button on dan push button
off. Push button on dihubungkan dengan cara normaly on sedangkan push
button off dihubungkan dengan cara normaly off.
c. Kontaktor dengan holding limit switch
Secara umum konsep kerja kontaktor dengan holding limit switch sama dengan
kontaktor dengan holding. Perbedaan hanya terdapat pada holding kontaktor.
Sistem holding kontaktor dilakukan oleh limit switch. Jadi pada kontaktor
dengan holding limit switch dibutuhkan minimal satu buah push button dan satu
7
buah limit switch. Push button dihubungkan dengan cara normaly on sedangkan
limit switch dihubungkan dengan cara normaly off
C. Langkah simulasi :
1. Pahami gambar rangkaian 8.a, 8.b dan 8.c.
2. Jalankan program EKTS
3. Gambarlah rangkaian 8.a, 8.b dan 8.c menggunakan program EKTS
4. Simulasikan gambar yang telah dibuat
(a) (b) (c)
Gambar 8a. Kontaktor tanpa holding
b. Kontaktor dengan holding
c. Kontaktor dengan holding dan limit switch
5. Apakah rangkaian berjalan dengan baik? Bila “YA”,teruskan ke langkah 6. Bila
“TIDAK”, kembali ke langkah 1
D. Keselamatan kerja:
1. Periksalah tegangan yang diperlukan
2. Jangan bekerja bila ada sumber tegangan masuk komponen
3. Pergunakan peralatan dan bahan sesuai dengan penggunaannya
E. Bahan dan Alat:
1. Push button, Relay, Kontaktor, Thermal Overload, Limit Switch
2. Saklar
3. Kabel
4. Obeng
5. Tang potong
6. Pengupas kabel
8
7. AVO meter
F. Langkah praktek :
1. Identifikasi bahan dan alat
2. Periksalah bahan yang diperlukan, kalau ada kerusakan laporkan pada instruktur
3. Pasang instalasi rangkaian kontrol terlebih dahulu
4. Periksalah kebenaran rangkaian kontrol dengan menggunakan AVO meter
5. Pasang instalasi rangkaian utama
6. Periksalah kebenaran rangkaian utama dengan menggunakan AVO meter
7. Jalankan rangkaian yang telah dibuat
G. Tugas :
1. Jelaskan Proses kerja komponen
2. Jelaskan cara mengoperasikan komponen
9
BAB 2
MERAKIT SISTEM PENGENDALI MOTOR
DIRECT ON LINE (DOL)
A. Tujuan :
1. Mahasiswa dapat menggambar dan merakit sistem pengendali motor Direct On Line
2. Mahasiswa dapat mensimulasikan dan melakukan pengujian Direct On Line
B. Ringkasan Teori:
Menjalankan motor listrik pada dasarnya adalah memberikan power supply ke motor
listrik yang akan dijalan. Untuk menjalankan motor dapat dilakukan dengan 2 cara:
a. Manual starter, alat-alat kontrolnya secara langsung digerakkan dengan oleh tangan.
Sebagai contoh saklar dan push button. Bila kedua komponen ini langsung
digunakan untuk memutus dan menghubungkan power listrik ke motor maka saklar
atau push button tersebut berfungsi sebagai kontrol start stop motor secara mekanis
langsung (mechanical direct on line)
b. Magnetik starter, peralatan kontrolnya tidak secara langsung digerakkan oleh tangan.
Tangan hanya digunakan sebagai sarana memberikan stimulus yang akan
menggerakan komponen tertentu berupa koil atau lilitan. Stimulus akan
menimbulkan medan magnet pada koil. Bila pada koil sudah timbul medan magnet
maka bagian yang menghubungkan/memutuskan power listrik utama ke motor akan
terhubung. Sehingga, motor mendapatkan power listrik dan mulai start. Sebagai
contoh adalah relay dan kontaktor. Kontak utama kedua komponen tersebut bekerja
berdasarkan interaksi gaya magnet yang terjadi dikoil. Koil yang sudah memiliki
gaya magnet akan menarik kontak utama dan mengalirkan power listrik ke motor.
Berdasarkan cara membangkitkan medan magnet pada koil maka kontaktor dan relay
terdiri atas dua jenis :
a. Magnetik kontaktor dan relay untuk arus searah (DC)
Dikatakan magnetik kontaktor dan relay DC karena kontaktor atau relay DC
membutuhkan power supply DC untuk membangkitkan gaya magnet pada koilnya.
b. Magnetik kontaktor dan relay untuk arus bolak-balik (AC)
10
Dikatakan magnetik kontaktor AC karena kontaktor atau relay AC membutuhkan
power supply AC untuk membangkitkan gaya magnet pada koilnya.
Magnetik kontaktor untuk arus searah inti kumparannya tidak menggunakan
kumparan hubung singkat sedangkan untuk arus bolak-balik intinya menggunakan
kumparan hubung singkat.
Untuk mengontrol motor dengan menggunakan magnetik kontaktor, sistem
dilengkapi dengan tombol-tombol tekan Nornal Open (NO) dan tombol tekan
Normally Close (NC). Pada Direct On Line tegangan penuh sesuai rating motor
langsung masuk ke sistem melalui kontaktor.
C. Langkah simulasi dan kerja:
1. Pahami gambar rangkaian
2. Jalankan program EKTS
3. Gambarlah rangkaian percobaan 1 dengan program EKTS
4. Simulasikan gambar yang telah dibuat
Gambar 9 Pengendali motor system DOL
5. Apakah rangkaian berjalan dengan baik? Bila “YA”,teruskan ke langkah 6. Bila
“TIDAK”, kembali ke langkah 1
6. Identifikasi bahan dan alat
7. Periksalah bahan yang diperlukan, kalau ada kerusakan laporkan pada instruktur
8. Pasang instalasi rangkaian kontrol terlebih dahulu
9. Periksalah kebenaran rangkaian kontrol dengan menggunakan AVO meter
10. Pasang instalasi rangkaian utama
11. Periksalah kebenaran rangkaian utama dengan menggunakan AVO meter
11
12. Periksakan pekerjaan anda pada instruktur
13. Apakah instruktur menyatakan rangkaian dapat digunakan? Bila “YA”,teruskan ke
langkah 14. Bila “TIDAK”, kembali ke langkah 6
14. Jalankan rangkaian yang telah dibuat
15. Setelah selesai kembalikan peralatan dan bahan ke tempat semula
D. Keselamatan kerja:
1. Periksalah tegangan yang diperlukan
2. Jangan bekerja bila ada sumber tegangan masuk komponen
3. Jangan mencoba sebelum melaporkan pada instruktur
4. Jangan bercanda sewaktu melaksanakan pekerjaan
5. Pergunakan peralatan dan bahan sesuai dengan penggunaannya
6. Jangan meletakkan peralatan dan bahan secara sembarangan
E. Bahan dan Alat:
1. Push button, Relay, Kontaktor, Thermal Overload, Limit Switch
2. Saklar
3. Kabel
4. Obeng
5. Tang potong
6. Pengupas kabel
7. AVO meter
F. Tugas :
1. Jelaskan Proses kerja komponen
2. Jelaskan cara mengoperasikan komponen
12
BAB 3
MERAKIT SISTEM PENGENDALI MOTOR TIGA FASA
DARI SATU TEMPAT
A. Tujuan :
1. Mahasiswa dapat menggambar dan merakit sistem pengendali motor tiga fasa dari
satu tempat
2. Mahasiswa dapat mensimulasikan dan melakukan pengujian sistem pengendali
motor tiga fasa dari satu tempat
B. Ringkasan Teori:
Suatu perusahaan skala besar pada umumnya memiliki lokasi yang berbeda
antara unit produksi dan unit kontrol. Unit produksi berisikan mesin-mesin produksi
sedangkan unit kontrol berisikan peralatan yang membangun sistem kontrol start stop
motor serta proses kendali yang lain. Kabel-kabel power motor maupun kabel kontrol
pengendali motor terhubung dari pusat ruang distribusi tenaga listrik dan ruang kontrol
ke ruang mesin produksi. Sehingga, walaupun antara ruang kontrol dan ruang mesin
produksi tidak terkumpul dalam satu lokasi maka proses produksi dapat berlangsung.
Semua proses produksi dapat dikontrol dari ruang kontrol.
Untuk membuat sebuah kontrol start stop motor dengan sistem DOL pada ruang
yang jauh dari pusat mesin produksi memerlukan beberapa komponen umum dalam
pembangunan sistem kontrol. Beberapa komponen yang diperlukan antara lain kontaktor,
thermal overload relay, push button serta kabel power dan kabel kontrol. Dengan
beberapa komponen ini saja kita sudah bisa membuat kontrol sistem DOL secara remote
dari raung kontrol yang jauh dari mesin produksi. Pada ruang kontrol cukup diletakkan
push button yang digunakan untuk start stop. Sedangkan kontaktor dan thermal overload
relay bisa diletakkan satu lokasi dengan mesin produksi. Sehingga ruang kontrol bisa
dikelola untuk kenyamanan operator tanpa terganggu suara kontaktor yang start stop.
C. Langkah Kerja:
1. Pahami gambar rangkaian
2. Jalankan program EKTS
3. Gambarlah rangkaian percobaan 1 dengan program EKTS
4. Simulasikan gambar yang telah dibuat
13
5. Apakah rangkaian berjalan dengan baik? Bila “YA”,teruskan ke langkah 6. Bila
“TIDAK”, kembali ke langkah
L
F1
OL
S0
S1 K1 K1 K1 OL
K1 L1 L2 L3
N
F2
L1
L2
L3
K1
U VW
M
14
Gambar 10 Rangkaian Pengendalian motor tiga fasa dari satu tempat
6. Identifikasi bahan dan alat pada papan percobaan
7. Periksalah bahan yang diperlukan, kalau ada kerusakan laporkan pada instruktur.
8. Pasang instalasi rangkaian kontrol terlebih dahulu
9. Periksalah kebenaran rangkaian kontrol dengan menggunakan AVO meter.
10. Pasang instalasi rangkaian utama
11. Periksalah kebenaran rangkaian utama dengan menggunakan AVO meter.
12. Periksakan pekerjaan anda pada instruktur.
13. Apakah instruktur menyatakan rangkaian dapat digunakan? Bila “YA”,teruskan ke
langkah 14. Bila “TIDAK”, kembali ke langkah 6.
14. Jalankan rangkaian yang telah dibuat.
15. Setelah selesai kembalikan peralatan dan bahan ke tempat semula
D. Keselamatan kerja:
1. Periksalah tegangan yang diperlukan
2. Jangan bekerja pada sumber tegangan
3. Jangan mencoba sebelum melaporkan pada instruktur
4. Jangan bercanda sewaktu melaksanakan pekerjaan
5. Pergunakan peralatan dan bahan sesuai dengan penggunaannya
6. Jangan meletakkan peralatan dan bahan secara sembarangan
E. Bahan dan Alat:
1. Motor induksi tiga fasa
2. Magnetik kontaktor, sesuaikan tegangan kumparan pada kontaktor dengan tegangan
pada jala-jala.
3. Magnetik Circuit Breaker(MCB) tiga fasa
4. Relay OL (Over Load)
5. Sakelar tekan (push button) NO/NC
6. Kabel
7. Obeng
8. Tang potong
9. Pengupas kabel
10. AVO meter
F. Tugas :
1. Jelaskan Proses kerja rangkaian.
15
2. Gambarkan proses rangkaian keseluruhan instalasi
3. Jelaskan cara mengoperasikan rangkaian
BAB 4
MERAKIT SISTEM PENGENDALI MOTOR TIGA FASA
DARI DUA TEMPAT
A. Tujuan :
1. Mahasiswa dapat menggambar dan merakit sistem pengendali motor tiga fasa dari
dua tempat
2. Mahasiswa dapat mensimulasikan dan melakukan pengujian sistem pengendali
motor tiga fasa dari dua tempat
B. Ringkasan Teori:
1. Dengan menggunakan magnetik kontaktor, pengendalian motor dapat
dilakukan lebih dari satu tempat.
2. Dalam pekerjaan ini anda akan mengendalikan motor dari dua tempat
3. Pada suatu pabrik yang cukup besar, pengontrolan motor dilakukan dari
beberapa tempat, sehingga bila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk
menghentikan / menjalankan motor kita dapat melakukannya dari tempat
yang jauh dari motor yang kita kontrol itu sendiri.
4. Untuk mengotrol motor lebih dari dua tempat dapat dilakukan dengan
merangkai secara seri dua buah push button stop (NC) dan merangkai
secara paralel dua buah push button start (NO), sehingga bila salah satu
atau kedua push button start ditekan maka kumparan magnet akan aktif.
Sedangkan bila salah satu atau kedua push button stop ditekan maka
kumparan magnet tidak aktif.
C. Langkah Kerja:
1. Pahami gambar rangkaian percobaan 2
2. Jalankan program EKTS
3. Gambarlah rangkaian percobaan 2 dengan program EKTS
4. Simulasikan gambar yang telah dibuat.
5. Apakah rangkaian berjalan dengan baik? Bila “YA”,teruskan ke langkah 6. Bila
“TIDAK”, kembali ke langkah 1.
6. Identifikasi bahan dan alat pada papan percobaan
7. Periksalah bahan yang diperlukan, kalau ada kerusakan laporkan pada instruktur.
16
8. Pasang instalasi rangkaian kontrol terlebih dahulu
9. Periksalah kebenaran rangkaian kontrol dengan menggunakan AVO meter.
10. Pasang instalasi rangkaian utama
11. Periksalah kebenaran rangkaian utama dengan menggunakan AVO meter.
12. Periksakan pekerjaan anda pada instruktur.
13. Apakah instruktur menyatakan rangkaian dapat digunakan? Bila “YA”,teruskan ke
langkah 14. Bila “TIDAK”, kembali ke langkah 6.
14. Jalankan rangkaian yang telah dibuat.
15. Setelah selesai kembalikan peralatan dan bahan ke tempat semula
D. Keselamatan kerja:
1. Periksalah tegangan yang diperlukan
2. Jangan bekerja pada sumber tegangan
3. Jangan mencoba sebelum melaporkan pada instruktur
4. Jangan bercanda sewaktu melaksanakan pekerjaan
5. Pergunakan peralatan dan bahan sesuai dengan penggunaannya
6. Jangan meletakkan peralatan dan bahan secara sembarangan
E. Bahan dan Alat:
1. Motor induksi tiga fasa
2. Magnetik kontaktor, sesuaikan tegangan kumparan pada kontaktor dengan tegangan
pada jala-jala.
3. Magnetik Circuit Breaker(MCB) tiga fasa
4. Relay OL (Over Load)
5. Sakelar tekan (push button) NO/NC
6. Kabel
7. Obeng
8. Tang potong
9. Pengupas kabel
10. AVO meter
F. Tugas :
1. Jelaskan Proses kerja rangkaian.
2. Gambarkan proses rangkaian keseluruhan instalasi
3. Jelaskan cara mengoperasikan rangkaian.
17
L
F1
OL1
S1
S2
S3 S4 K1 K1 OL
L1 L2
K1
N
L1
L2
L3
F2
K1
U VW
M
18
Gambar 11 Rangkaian kendali motor listrik dari dua tempat
BAB 5
MERAKIT SISTEM PENGENDALI MOTOR TIGA FASA
YANG BEKERJA BERURUTAN
A. Tujuan :
1. Mahasiswa dapat menggambar dan merakit sistem pengendali motor tiga fasa yang
bekerja berurutan
2. Mahasiswa dapat mensimulasikan dan melakukan pengujian sistem pengendali
motor tiga fasa yang bekerja berurutan
B. Ringkasan Teori :
Pada suatu industri, kadang-kadang dibutuhkan mesin yang bekerja secara bersama-sama
untuk mendukung sebuah proses. Starting motor bisa bersama-sama namun juga bisa
secara berurutan. Dalam praktikum ini anda akan melakukan instalasi pengendalian
motor yang starting secara berurutan. Untuk melakukan starting beberapa motor secara
berurutan maka dibutuhkan interlock antar kontaktor, sehingga bila ada satu motor
belum berjalan maka motor berikutnya juga tidak bisa start.
C. Langkah simulasi dan kerja:
1. Pahami gambar rangkaian percobaan 3
2. Jalankan program EKTS
3. Gambarlah rangkaian percobaan 3 dengan program EKTS
4. Simulasikan gambar yang telah dibuat.
5. Apakah rangkaian berjalan dengan baik? Bila “YA”,teruskan ke langkah 6. Bila
“TIDAK”, kembali ke langkah 1.
6. Identifikasi bahan dan alat pada papan percobaan
7. Periksalah bahan yang diperlukan, kalau ada kerusakan laporkan pada instruktur.
8. Pasang instalasi rangkaian kontrol terlebih dahulu
9. Periksalah kebenaran rangkaian kontrol dengan menggunakan AVO meter.
10. Pasang instalasi rangkaian utama
11. Periksalah kebenaran rangkaian utama dengan menggunakan AVO meter.
12. Periksakan pekerjaan anda pada instruktur.
13. Apakah instruktur menyatakan rangkaian dapat digunakan? Bila “YA”,teruskan ke
langkah 14. Bila “TIDAK”, kembali ke langkah 6.
19
14. Jalankan rangkaian yang telah dibuat
15. Setelah selesai kembalikan peralatan dan bahan ke tempat semula
D. Keselamatan kerja:
1. Periksalah tegangan yang diperlukan
2. Jangan bekerja pada sumber tegangan
3. Jangan mencoba sebelum melaporkan pada instruktur
4. Jangan bercanda sewaktu melaksanakan pekerjaan
5. Pergunakan peralatan dan bahan sesuai dengan penggunaannya
6. Jangan meletakkan peralatan dan bahan secara sembarangan
E. Bahan dan Alat:
1. Motor induksi tiga fasa
2. Magnetik kontaktor, sesuaikan tegangan kumparan pada kontaktor dengan
tegangan pada jala-jala.
3. Magnetik Circuit Breaker(MCB) tiga fasa
4. Relay OL (Over Load)
5. Sakelar tekan (push button) NO/NC
6. Kabel
7. Obeng
8. Tang potong
9. Pengupas kabel
10. AVO meter
F. Tugas :
1. Jelaskan Proses kerja rangkaian.
2. Gambarkan proses rangkaian keseluruhan instalasi
3. Jelaskan cara mengoperasikan rangkaian
20
L
F1
OL1
OL2
S1 K2
S2 K1
S3
K1 K2 OL1 OL2
S4 K2
L1 L2 L3
K1 K2
N
L1
L2
L3
F2
K1 K2
OL1 OL2
U VW U VW
M M
M1 M2
Gambar 3.1 Rangkaian Kontrol Percobaan 3
21
Gambar 3.2 Rangkaian Utama Percobaan 3
BAB 6
MERAKIT SISTEM PENGENDALI MOTOR TIGA FASA
DENGAN DUA ARAH PUTARAN
Tujuan :
Petunjuk 1. Mahasiswa dapat menggambar dan merakit sistem pengendali motor
tiga fasa yang berputar searah dan berlawanan arah dengan jarum jam
2. Mahasiswa dapat mensimulasikan dan melakukan pengujian sistem
pengendali motor tiga fasa yang berputar searah dan berlawanan arah
dengan jarum jam
:
1. Untuk motor tiga fasa yang akan dibalik putarannya dilakukan dengan
menukar dua buah hubungan kawat fasa.
2. Bila hendak memutar motor searah jarum jam (forward), pastikan
motor telah mati dengan menekan push button STOP. Kemudian tekan
push button Fstart untuk memulai putaran motor.
3. Bila hendak membalik putaran motor berlawanan arah jarum jam
(reverse), pastikan motor telah mati dengan menekan push button
STOP. Kemudian tekan push button Rstart untuk memulai putaran
motor
4. Untuk menjaga agar tidak terjadi crash antara fasa karena perubahan
koneksi maka diperlukan interlock antara kontaktor yang memutar
arah forward dan reverse
UVW
UVW UVW
Gambar 4.1 Koneksi untuk membalik arah putaran motor
Keselamatan kerja:
1. Periksalah tegangan yang diperlukan
2. Jangan bekerja pada sumber tegangan
22
3. Jangan mencoba sebelum melaporkan pada instruktur
4. Jangan bercanda sewaktu melaksanakan pekerjaan
5. Pergunakan peralatan dan bahan sesuai dengan penggunaannya
6. Jangan meletakkan peralatan dan bahan secara sembarangan
Bahan dan Alat:
1. Motor induksi tiga fasa
2. Magnetik kontaktor, sesuaikan tegangan kumparan pada kontaktor
dengan tegangan pada jala-jala.
3. Magnetik Circuit Breaker(MCB) tiga fasa
4. Relay OL (Over Load)
5. Sakelar tekan (push button) NO/NC
6. Kabel
7. Obeng
8. Tang potong
9. Pengupas kabel
10. AVO meter
Tugas :
1. Jelaskan Proses kerja rangkaian.
2. Gambarkan proses rangkaian keseluruhan instalasi
3. Jelaskan cara mengoperasikan rangkaian.
Langkah Kerja:
1. Pahami gambar rangkaian percobaan 4
2. Jalankan program EKTS
3. Gambarlah rangkaian percobaan 4 dengan program EKTS
4. Simulasikan gambar yang telah dibuat.
5. Apakah rangkaian berjalan dengan baik? Bila “YA”,teruskan ke
langkah 6. Bila “TIDAK”, kembali ke langkah 1.
6. Identifikasi bahan dan alat pada papan percobaan
7. Periksalah bahan yang diperlukan, kalau ada kerusakan laporkan pada
instruktur.
8. Pasang instalasi rangkaian kontrol terlebih dahulu
9. Periksalah kebenaran rangkaian kontrol dengan menggunakan AVO
meter.
10. Pasang instalasi rangkaian utama
23
11. Periksalah kebenaran rangkaian utama dengan menggunakan AVO
meter.
12. Periksakan pekerjaan anda pada instruktur.
13. Apakah instruktur menyatakan rangkaian dapat digunakan? Bila
“YA”,teruskan ke langkah 14. Bila “TIDAK”, kembali ke langkah 6.
14. Jalankan rangkaian yang telah dibuat.
15. Setelah selesai kembalikan peralatan dan bahan ke tempat semula
L
F1
OL1
S0
S1 S1
S2 K1 S2 K2
K1 K2 OL
K2 K1
L1 L2 L3
K1 K2
N
L1
L2
L3
F2
K1 K2
OL1
U VW
M
24
Gambar 4.2 Rangkaian Kontrol Percobaan 4
Gambar 4.3 Rangkaian Utama Percobaan 4
BAB 7
MERAKIT SISTEM PENGENDALI MOTOR TIGA FASA
BINTANG DELTA MANUAL
Tujuan :
Petunjuk 1. Mahasiswa dapat menggambar dan merakit sistem pengendali motor
tiga fasa Bintang Delta secara manual
2. Mahasiswa dapat mensimulasikan dan melakukan pengujian sistem
pengendali motor tiga fasa Bintang Delta secara manual
:
1. Bila pada plat nama (name plate) dituliskan U 220 Δ, 380 Y artinya
kumparan tiap fasa dari motor itu dirancang untuk tegangan 220 Volt
bila dihubungkan dengan delta dan 380 Volt bila dihubungkan dengan
bintang. Jadi bila tegangan jala-jala 220 Volt maka motor itu akan
memberikan daya nominal bila dihubungkan delta. Bila dihubungkan
bintang, tegangan nominal tidak terpenuhi.
2. Bila motor dihubungkan pada tegangan tetap 220 V dalam hubung
bintang, kumparan motor menerima tegangan √ tegangan jala-jala
hingga arus fasa turun √ bila dihubungkan segitiga.
3. Bila sambungan motor itu diubah ke Delta maka setiap kumparan
motor disambung langsung pada jala-jala (mendapat tegangan jala-
jala). U fasa = U jala. Arus -arus fasa pada hubung segitiga sama
dengan √ arus jala-jala.
Gambar 5.1 Koneksi Delta dan Bintang
25
4. Jadi arus jala-jala hubung bintang sama dengan √ arus jala-jala hubung
delta.
5. Dengan adanya arus yang kecil pada hubungan bintang itu maka
rangkaian itu cukup dipasang sebesar arus nominalnya, sebab arus
mula sudah diperkecil dengan hubung bintang tadi.
6. Sebab arus jala-jala pada hubung bintang hanya √ arus jala-jala pada
hubung delta maka daya motor dalam hubungan bintang juga hanya √
daya motor dalam hubungan delta (pada tegangan jala-jala yang sama).
7. Hubungan bintang delta ini dapat dilakukan dengan beberapa cara,
yaitu:
a. Melalui hubungan terminal motor
b. Memakai sakelar-sakelar mekanis
c. Mempergunakan dua buah kontaktor yang dilayani sakelar
tekan(push button)
d. Mempergunakan dua buah kontaktor yng dilayani sakelar tekan
dan timer.
e. Mempergunakan tiga buah kontaktor yang dilayani sakelar
tekan
f. Mempergunakan tiga buah kontaktor yang dilayani sakelar
tekan dan timer.
Keselamatan kerja:
1. Periksalah tegangan yang diperlukan
2. Jangan bekerja pada sumber tegangan
3. Jangan mencoba sebelum melaporkan pada instruktur
4. Jangan bercanda sewaktu melaksanakan pekerjaan
5. Pergunakan peralatan dan bahan sesuai dengan penggunaannya
6. Jangan meletakkan peralatan dan bahan secara sembarangan
Bahan dan Alat:
1. Motor induksi tiga fasa
2. Magnetik kontaktor, sesuaikan tegangan kumparan pada kontaktor
dengan tegangan pada jala-jala.
3. Magnetik Circuit Breaker(MCB) tiga fasa
4. Relay OL (Over Load)
26
5. Sakelar tekan (push button) NO/NC
6. Kabel
7. Obeng
8. Tang potong
9. Pengupas kabel
10. AVO meter
Tugas :
1. Jelaskan Proses kerja rangkaian.
2. Gambarkan proses rangkaian keseluruhan instalasi
3. Jelaskan cara mengoperasikan rangkaian.
Langkah Kerja:
1. Pahami gambar rangkaian percobaan 5
2. Jalankan program EKTS
3. Gambarlah rangkaian percobaan 5 dengan program EKTS
4. Simulasikan gambar yang telah dibuat.
5. Apakah rangkaian berjalan dengan baik? Bila “YA”,teruskan ke
langkah 6. Bila “TIDAK”, kembali ke langkah 1.
6. Identifikasi bahan dan alat pada papan percobaan
7. Periksalah bahan yang diperlukan, kalau ada kerusakan laporkan pada
instruktur.
8. Pasang instalasi rangkaian kontrol terlebih dahulu
9. Periksalah kebenaran rangkaian kontrol dengan menggunakan AVO
meter.
10. Pasang instalasi rangkaian utama
11. Periksalah kebenaran rangkaian utama dengan menggunakan AVO
meter.
12. Periksakan pekerjaan anda pada instruktur.
13. Apakah instruktur menyatakan rangkaian dapat digunakan? Bila
“YA”,teruskan ke langkah 14. Bila “TIDAK”, kembali ke langkah 6.
14. Jalankan rangkaian yang telah dibuat.
15. Setelah selesai kembalikan peralatan dan bahan ke tempat semula
27
L
F1
OL1
S0
S1 K1
S2 K2 S2
K2 K3 OL1
L3
K3 K2
L1 L2
K1 K2 K3
N
L1
L2
L3
F2
K1 K2 K3
OL1
U1 V1 W1
M
W2 U2 V2
28
Gambar 5.2 Rangkaian Kontrol Percobaan 5
Gambar 5.3 Rangkaian Utama Percobaan 5
BAB 8
MERAKIT SISTEM PENGENDALI MOTOR TIGA FASA
BINTANG DELTA OTOMATIS
Tujuan :
1. Mahasiswa dapat menggambar dan merakit sistem pengendali motor
tiga fasa Bintang Delta secara otomatis
2. Mahasiswa dapat mensimulasikan dan melakukan pengujian sistem
pengendali motor tiga fasa Bintang Delta secara otomatis
Petunjuk :
1. Untuk mengendalikan secara otomatis perpindahan hubungan star ke
delta pada starting motor dapat digunakan sebuah timer.
2. Timer disetting pada nilai 1 detik hingga 10 menit, tergantung besarnya
kapasitas motor yang dikendalikan
3. Timer digunakan untuk menggantikan peran push button S2 pada
percobaan 5 sebelumnya, sehingga perpindahan koneksi berlangsung
secara otomatis sesuai setting waktu pada timer.
Keselamatan kerja:
1. Periksalah tegangan yang diperlukan
2. Jangan bekerja pada sumber tegangan
3. Jangan mencoba sebelum melaporkan pada instruktur
4. Jangan bercanda sewaktu melaksanakan pekerjaan
5. Pergunakan peralatan dan bahan sesuai dengan penggunaannya
6. Jangan meletakkan peralatan dan bahan secara sembarangan
Bahan dan Alat:
1. Motor induksi tiga fasa
2. Magnetik kontaktor, sesuaikan tegangan kumparan pada kontaktor
dengan tegangan pada jala-jala.
3. Magnetik Circuit Breaker(MCB) tiga fasa
4. Relay OL (Over Load)
5. Relay Timer
6. Sakelar tekan (push button) NO/NC
29
7. Kabel
8. Obeng
9. Tang potong
10. Pengupas kabel
11. AVO meter
Tugas :
1. Jelaskan Proses kerja rangkaian.
2. Gambarkan proses rangkaian keseluruhan instalasi
3. Jelaskan cara mengoperasikan rangkaian.
Langkah Kerja:
1. Pahami gambar rangkaian percobaan 6
2. Jalankan program EKTS
3. Gambarlah rangkaian percobaan 6 dengan program EKTS
4. Simulasikan gambar yang telah dibuat.
5. Apakah rangkaian berjalan dengan baik? Bila “YA”,teruskan ke
langkah 6. Bila “TIDAK”, kembali ke langkah 1.
6. Identifikasi bahan dan alat pada papan percobaan
7. Periksalah bahan yang diperlukan, kalau ada kerusakan laporkan pada
instruktur.
8. Pasang instalasi rangkaian kontrol terlebih dahulu
9. Periksalah kebenaran rangkaian kontrol dengan menggunakan AVO
meter.
10. Pasang instalasi rangkaian utama
11. Periksalah kebenaran rangkaian utama dengan menggunakan AVO
meter.
12. Periksakan pekerjaan anda pada instruktur.
13. Apakah instruktur menyatakan rangkaian dapat digunakan? Bila
“YA”,teruskan ke langkah 14. Bila “TIDAK”, kembali ke langkah 6.
14. Jalankan rangkaian yang telah dibuat.
15. Setelah selesai kembalikan peralatan dan bahan ke tempat semula
30
L
F1
OL1
S0
S1 K1
T K2 T
K2 K3 OL1
K2 K3 K2
L1 L2 L3
K1 T K2 K3
N
L1
L2
L3
F2
K1 K2 K3
OL1
U1 V1 W1
M
W2 U2 V2
31
Gambar 6.1 Rangkaian Kontrol Percobaan 6
Gambar 6.2 Rangkaian Utama Percobaan 6
BAB 9
MERAKIT SISTEM PENGENDALIAN MOTOR TIGA FASA
BINTANG DELTA OTOMATIS DUA PUTARAN
Tujuan :
1. Mahasiswa dapat menggambar dan merakit sistem pengendali motor
tiga fasa Bintang Delta secara otomatis dua putaran
2. Mahasiswa dapat mensimulasikan dan melakukan pengujian sistem
pengendali motor tiga fasa Bintang Delta secara otomatis dua putaran
Petunjuk :
1. Pada pengendalian motor tiga fasa bintang delta otomatis dua putaran,
pada dasarnya sama dengan percobaan 6 dengan menambahkan satu
kontaktor untuk membalik masukan tegangan utama
2. Untuk mendapatkan arah putar berbeda maka diperlukan interlock agar
tegangan masukan tak mengalami crash saat dibutuhkan untuk
membalik putaran motor.
3. Seluruh proses starting motor dilengkapi timer sebagai piranti otomatis
yang memindah koneksi motor dari bintang ke delta
Keselamatan kerja:
1. Periksalah tegangan yang diperlukan
2. Jangan bekerja pada sumber tegangan
3. Jangan mencoba sebelum melaporkan pada instruktur
4. Jangan bercanda sewaktu melaksanakan pekerjaan
5. Pergunakan peralatan dan bahan sesuai dengan penggunaannya
6. Jangan meletakkan peralatan dan bahan secara sembarangan
Bahan dan Alat:
1. Motor induksi tiga fasa
2. Magnetik kontaktor, sesuaikan tegangan kumparan pada kontaktor
dengan tegangan pada jala-jala.
3. Magnetik Circuit Breaker(MCB) tiga fasa
4. Relay OL (Over Load)
5. Relay Timer
32
6. Sakelar tekan (push button) NO/NC
7. Kabel
8. Obeng
9. Tang potong
10. Pengupas kabel
11. AVO meter
Tugas :
1. Jelaskan Proses kerja rangkaian.
2. Gambarkan proses rangkaian keseluruhan instalasi
3. Jelaskan cara mengoperasikan rangkaian.
Langkah Kerja:
1. Pahami gambar rangkaian percobaan 7
2. Jalankan program EKTS
3. Gambarlah rangkaian percobaan 7 dengan program EKTS
4. Simulasikan gambar yang telah dibuat.
5. Apakah rangkaian berjalan dengan baik? Bila “YA”,teruskan ke
langkah 6. Bila “TIDAK”, kembali ke langkah 1.
6. Identifikasi bahan dan alat pada papan percobaan
7. Periksalah bahan yang diperlukan, kalau ada kerusakan laporkan pada
instruktur.
8. Pasang instalasi rangkaian tenaga
9. Periksalah kebenaran rangkaian instalasi tenaga dengan menggunakan
AVO meter.
10. Pasanglah instalasi rangkaian control
11. Periksalah rangkaian instalasi control dengan menggunkan Avo meter.
12. Periksakan pekerjaan anda pada instruktur.
13. Apakah instruktur menyatakan rangkaian dapat digunakan? Bila
“YA”,teruskan ke langkah 14. Bila “TIDAK”, kembali ke langkah 6.
14. Jalankan rangkaian yang telah dibuat.
15. Setelah selesai kembalikan peralatan dan bahan ke tempat semula
33
L
F1
OL1
S1
S2 K1 S2 K2 K1 K2
TT K1 K2 OL1
K4 K3
K2 K1
L1 L2 L3
K1 K2 T K3 K4
N
L1
L2
L3
F2
K1 K2 K4
OL1 K3
U1 V1 W1
M
W2 U2 V2
34
Gambar 7.1 Rangkaian Kontrol Percobaan 7
Gambar 7.2 Rangkaian Utama Percobaan 7
BAB 10
SISTEM PENGENDALIAN MOTOR TIGA FASA
MENGGUNAKAN INVERTER
Tujuan :
1. Mahasiswa dapat menggambar dan merakit sistem pengendali motor
tiga fasa menggunakan inverter
2. Mahasiswa dapat melakukan setting pada inverter
3. Mahasiswa dapat melakukan pengujian sistem pengendali motor tiga
fasa menggunakan inverter
Petunjuk :
1. Pengendalian kecepatan motor listrik terutama motor arus bolak balik,
sangat susah dilakukan. Namun dengan teknologi inverter, anda dapat
mengendalikan kecepatan putaran motor AC hanya dengan memutar
sebuah potensiometer.
2. Dengan inverter yang terprogram, anda dapat memberikan supply daya
berupa tegangan supply dan frekuensi yang dapat dikontrol mulai 0
hingga 400 Hz. Anda juga dapat memutar arah putaran dan
menghentikan putaran motor hanya dengan mengkoneksikan satu
kabel kontrol untuk mendapatkan pengontrolan.
Keselamatan kerja:
1. Periksalah tegangan yang diperlukan
2. Jangan bekerja pada sumber tegangan
3. Jangan mencoba sebelum melaporkan pada instruktur
4. Jangan bercanda sewaktu melaksanakan pekerjaan
5. Pergunakan peralatan dan bahan sesuai dengan penggunaannya
6. Jangan meletakkan peralatan dan bahan secara sembarangan
Bahan dan Alat:
1. Motor induksi tiga fasa
2. Magnetik kontaktor, sesuaikan tegangan kumparan pada kontaktor
dengan tegangan pada jala-jala.
3. Magnetik Circuit Breaker(MCB) tiga fasa
35
4. Relay OL (Over Load)
5. Sakelar tekan (push button) NO/NC
6. Kabel
7. Obeng
8. Tang potong
9. Pengupas kabel
10. AVO meter
Tugas :
1. Jelaskan Proses kerja rangkaian.
2. Gambarkan proses rangkaian keseluruhan instalasi
3. Jelaskan cara mengoperasikan rangkaian.
Langkah Kerja:
1. Pahami gambar rangkaian percobaan 9
2. Identifikasi bahan dan alat pada papan percobaan
3. Periksalah bahan yang diperlukan, kalau ada kerusakan laporkan pada
instruktur.
4. Pasang instalasi rangkaian utama
5. Periksalah kebenaran rangkaian instalasi tenaga dengan menggunakan
AVO meter.
6. Settinglah inverter untuk pengendalian menggunakan keypad
7. Periksalah rangkaian instalasi control dengan menggunkan Avo meter.
8. Periksakan pekerjaan anda pada instruktur.
9. Jalankan rangkaian yang telah dibuat.
10. Settinglah inverter untuk pengendalian menggunakan potensiometer
11. Periksalah rangkaian instalasi control dengan menggunkan Avo meter.
12. Periksakan pekerjaan anda pada instruktur.
13. Jalankan rangkaian yang telah dibuat
14. Setelah selesai kembalikan peralatan dan bahan ke tempat semula
36
BAB 11
MERAKIT SISTEM PENGENDALIAN MOTOR TIGA FASA
MENGGUNAKAN INVERTER
Tujuan :
4. Mahasiswa dapat menggambar dan merakit sistem pengendali motor
tiga fasa menggunakan inverter
5. Mahasiswa dapat melakukan setting pada inverter
6. Mahasiswa dapat melakukan pengujian sistem pengendali motor tiga
fasa menggunakan inverter
Petunjuk :
3. Pengendalian kecepatan motor listrik terutama motor arus bolak balik,
sangat susah dilakukan. Namun dengan teknologi inverter, anda dapat
mengendalikan kecepatan putaran motor AC hanya dengan memutar
sebuah potensiometer.
4. Dengan inverter yang terprogram, anda dapat memberikan supply daya
berupa tegangan supply dan frekuensi yang dapat dikontrol mulai 0
hingga 400 Hz. Anda juga dapat memutar arah putaran dan
menghentikan putaran motor hanya dengan mengkoneksikan satu
kabel kontrol untuk mendapatkan pengontrolan.
Keselamatan kerja:
7. Periksalah tegangan yang diperlukan
8. Jangan bekerja pada sumber tegangan
9. Jangan mencoba sebelum melaporkan pada instruktur
10. Jangan bercanda sewaktu melaksanakan pekerjaan
11. Pergunakan peralatan dan bahan sesuai dengan penggunaannya
12. Jangan meletakkan peralatan dan bahan secara sembarangan
Bahan dan Alat:
11. Motor induksi tiga fasa
12. Magnetik kontaktor, sesuaikan tegangan kumparan pada kontaktor
dengan tegangan pada jala-jala.
13. Magnetik Circuit Breaker(MCB) tiga fasa
37
14. Relay OL (Over Load)
15. Sakelar tekan (push button) NO/NC
16. Kabel
17. Obeng
18. Tang potong
19. Pengupas kabel
20. AVO meter
Tugas :
4. Jelaskan Proses kerja rangkaian.
5. Gambarkan proses rangkaian keseluruhan instalasi
6. Jelaskan cara mengoperasikan rangkaian.
Langkah Kerja:
15. Pahami gambar rangkaian percobaan 9
16. Identifikasi bahan dan alat pada papan percobaan
17. Periksalah bahan yang diperlukan, kalau ada kerusakan laporkan pada
instruktur.
18. Pasang instalasi rangkaian utama
19. Periksalah kebenaran rangkaian instalasi tenaga dengan menggunakan
AVO meter.
20. Settinglah inverter untuk pengendalian menggunakan keypad
21. Periksalah rangkaian instalasi control dengan menggunkan Avo meter.
22. Periksakan pekerjaan anda pada instruktur.
23. Jalankan rangkaian yang telah dibuat.
24. Settinglah inverter untuk pengendalian menggunakan potensiometer
25. Periksalah rangkaian instalasi control dengan menggunkan Avo meter.
26. Periksakan pekerjaan anda pada instruktur.
27. Jalankan rangkaian yang telah dibuat.
28. Setelah selesai kembalikan peralatan dan bahan ke tempat semula
38
L1
N
Modul
Inverter
U VW
M
Gambar 9.1 Rangkaian Utama Percobaan 9
Pengenalan Pemrograman PLC
39
BAB 12
SISTEM PENGENDALIAN MOTOR TIGA FASA
BERBANTUAN PLC
Tujuan :
Petunjuk 1. Mahasiswa dapat menggambar dan merakit sistem pengendali motor
tiga fasa dengan bantuan PLC
2. Mahasiswa dapat mensimulasikan dan melakukan pengujian sistem
pengendali motor tiga fasa dengan bantuan PLC
:
1. Bila pada percobaan sebelumnya anda melakukan instalasi motor
dengan bantuan beberapa kontaktor dengan berbagai piranti serta
interlock-nya, dengan menggunakan PLC anda akan memangkas
beberapa piranti serta interlock yang diperlukan dengan hanya
melakukan pemrograman pada PLC.
2. Dengan PLC, kita dapat dengan mudah melakukan pengontrolan motor
hanya dari sebuah ruang kontrol saja.
3. Dengan PLC kita juga bisa mendapatkan data parameter listrik seperti
arus dan tegangan secara realtime.
Gambar 8.1 Layout Input Output PLC
4. PLC terdiri atas input, prosesor dan output. Jumlah masing-masing
terminal input dan output tergantung pada spesifikasi yang telah
ditentukan pabrik pembuatnya.
5. Secara umum, PLC bekerja berdasarkan cara kerja rangkaian
elektronika digital yang hanya mengenal besaran 0 dan 1. Namun
40
seiring perkembangan zaman, kini PLC dapat menerima dan
mengeluarkan sinyal analog.
Keselamatan kerja:
1. Periksalah tegangan yang diperlukan
2. Jangan bekerja pada sumber tegangan
3. Jangan mencoba sebelum melaporkan pada instruktur
4. Jangan bercanda sewaktu melaksanakan pekerjaan
5. Pergunakan peralatan dan bahan sesuai dengan penggunaannya
6. Jangan meletakkan peralatan dan bahan secara sembarangan
Bahan dan Alat:
1. Motor induksi tiga fasa
2. Magnetik kontaktor, sesuaikan tegangan kumparan pada kontaktor
dengan tegangan pada jala-jala.
3. Magnetik Circuit Breaker(MCB) tiga fasa
4. Relay OL (Over Load)
5. Sakelar tekan (push button) NO/NC
6. Kabel
7. Obeng
8. Tang potong
9. Pengupas kabel
10. AVO meter
Tugas :
1. Jelaskan Proses kerja rangkaian.
2. Gambarkan proses rangkaian keseluruhan instalasi
3. Jelaskan cara mengoperasikan rangkaian.
Langkah Kerja:
1. Pahami gambar rangkaian percobaan 8
2. Jalankan program PLC simulator
3. Gambarlah rangkaian percobaan 8 dengan program PLC
4. Simulasikan gambar yang telah dibuat.
5. Apakah rangkaian berjalan dengan baik? Bila “YA”,teruskan ke
langkah 6. Bila “TIDAK”, kembali ke langkah 1.
6. Identifikasi bahan dan alat pada papan percobaan
41
7. Periksalah bahan yang diperlukan, kalau ada kerusakan laporkan pada
instruktur.
8. Pasang instalasi rangkaian tenaga
9. Periksalah kebenaran rangkaian instalasi tenaga dengan menggunakan
AVO meter.
10. Pasanglah instalasi rangkaian control
11. Periksalah rangkaian instalasi control dengan menggunkan Avo meter.
12. Periksakan pekerjaan anda pada instruktur.
13. Apakah instruktur menyatakan rangkaian dapat digunakan? Bila
“YA”,teruskan ke langkah 14. Bila “TIDAK”, kembali ke langkah 6.
14. Jalankan rangkaian yang telah dibuat.
15. Setelah selesai kembalikan peralatan dan bahan ke tempat semula
42
BAB 13
MERAKIT SISTEM PENGENDALIAN MOTOR TIGA FASA
BERBANTUAN PLC
Tujuan :
Petunjuk 3. Mahasiswa dapat menggambar dan merakit sistem pengendali motor
tiga fasa dengan bantuan PLC
4. Mahasiswa dapat mensimulasikan dan melakukan pengujian sistem
pengendali motor tiga fasa dengan bantuan PLC
:
6. Bila pada percobaan sebelumnya anda melakukan instalasi motor
dengan bantuan beberapa kontaktor dengan berbagai piranti serta
interlock-nya, dengan menggunakan PLC anda akan memangkas
beberapa piranti serta interlock yang diperlukan dengan hanya
melakukan pemrograman pada PLC.
7. Dengan PLC, kita dapat dengan mudah melakukan pengontrolan motor
hanya dari sebuah ruang kontrol saja.
8. Dengan PLC kita juga bisa mendapatkan data parameter listrik seperti
arus dan tegangan secara realtime.
Gambar 8.1 Layout Input Output PLC
9. PLC terdiri atas input, prosesor dan output. Jumlah masing-masing
terminal input dan output tergantung pada spesifikasi yang telah
ditentukan pabrik pembuatnya.
43
10. Secara umum, PLC bekerja berdasarkan cara kerja rangkaian
elektronika digital yang hanya mengenal besaran 0 dan 1. Namun
seiring perkembangan zaman, kini PLC dapat menerima dan
mengeluarkan sinyal analog.
Keselamatan kerja:
7. Periksalah tegangan yang diperlukan
8. Jangan bekerja pada sumber tegangan
9. Jangan mencoba sebelum melaporkan pada instruktur
10. Jangan bercanda sewaktu melaksanakan pekerjaan
11. Pergunakan peralatan dan bahan sesuai dengan penggunaannya
12. Jangan meletakkan peralatan dan bahan secara sembarangan
Bahan dan Alat:
11. Motor induksi tiga fasa
12. Magnetik kontaktor, sesuaikan tegangan kumparan pada kontaktor
dengan tegangan pada jala-jala.
13. Magnetik Circuit Breaker(MCB) tiga fasa
14. Relay OL (Over Load)
15. Sakelar tekan (push button) NO/NC
16. Kabel
17. Obeng
18. Tang potong
19. Pengupas kabel
20. AVO meter
Tugas :
4. Jelaskan Proses kerja rangkaian.
5. Gambarkan proses rangkaian keseluruhan instalasi
6. Jelaskan cara mengoperasikan rangkaian.
Langkah Kerja:
16. Pahami gambar rangkaian percobaan 8
17. Jalankan program PLC simulator
18. Gambarlah rangkaian percobaan 8 dengan program PLC
19. Simulasikan gambar yang telah dibuat.
20. Apakah rangkaian berjalan dengan baik? Bila “YA”,teruskan ke
langkah 6. Bila “TIDAK”, kembali ke langkah 1.
44
21. Identifikasi bahan dan alat pada papan percobaan
22. Periksalah bahan yang diperlukan, kalau ada kerusakan laporkan pada
instruktur.
23. Pasang instalasi rangkaian tenaga
24. Periksalah kebenaran rangkaian instalasi tenaga dengan menggunakan
AVO meter.
25. Pasanglah instalasi rangkaian control
26. Periksalah rangkaian instalasi control dengan menggunkan Avo meter.
27. Periksakan pekerjaan anda pada instruktur.
28. Apakah instruktur menyatakan rangkaian dapat digunakan? Bila
“YA”,teruskan ke langkah 14. Bila “TIDAK”, kembali ke langkah 6.
29. Jalankan rangkaian yang telah dibuat.
30. Setelah selesai kembalikan peralatan dan bahan ke tempat semula
45
L
F1
S1 S2 S3
OL1
P00 P01 P02 P03 P04 P05 P06 P07 P08 P09 P0A P0B
AC 100-240 V COM0
COM0 P40 COM1 P41 COM2 P42 P43 COM3 P44 P45 P46 P47
L1 L2 L3
K1 K2 K3 K4
L
L1
L2
L3
F2
K1 K2 K4
OL1 K3
U1 V1 W1
M
W2 U2 V2
Gambar 8.2 Rangkaian Kontrol Percobaan 8
46
Gambar 8.3 Rangkaian Utama Percobaan 8
Daftar Pustaka
47
Lampiran 1 Petunjuk Operasional EKTS
48
Lampiran 2 Petunjuk Operasional Zelio
49