FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Penerapan Warna
Dalam Fashion
TEORI
WARNA
Dr. Cholilawati, M.Pd
Sri Listiani, S.Pd.,M.Ds
DISUSUN OLEH
DESNEYSHA MUJI NUGRAHENI
1509520009
D3 Perdagangan Mode 2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan Rahmat
dan Hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan buku ini.
Semoga buku yang saya buat dapat dipergunakan sebagai salah satu
acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam pendidikan.
Saya juga berterimakasih kepada Ibu Dosen Dr. Cholilawati, M. Pd dan Ibu
Sri Listiani, S.Pd., M.Ds. Harapan saya semoga buku ini membantu
menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca, sehingga saya
dapat memperbaiki bentuk maupun isi buku ini sehingga kedepannya
lebih baik.
Buku ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang
saya miliki belum cukup, oleh karena itu saya harapkan kepada para
pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun
untuk kesempurnaan buku ini.
Bekasi, 8 Juli 2021
Penyusun,
DESNEYSHA MUJI NUGRAHENI
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………………………………….......................................................2
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………...........................................................…………….………………………………………3
BAB I KONSEP WARNA………………………………………………………………………………………………...............................................………………4
A. Pengertian Warna…………………………………………………………………………………….................................................…….……………..…….4
B. Jenis - Jenis Warna………………………………………………………………………………………………………………................................................4
C. Dimensi Warna……………………………………………………………………………………………………………….....................................................……7
D. Karakter Warna…………………………………………………………………………………………………...................................................………….……..9
E. Sistem Warna………………………………………………………………………………………………......................................................………………………9
BAB II PSIKOLOGI WARNA…………………………………………………………………............................................…………………………………….11
A. Pengertian Psikologi Warna………………………………………………………………………........................................……………………...11
B. Pengertian Psikologi Warna Menurut Para Ahli…………………………......................………………………………………11
C. Fungsi Warna Dalam Ilmu Psikologi………………………………………………………………………………...............................…..12
D. Jenis dan Arti Warna Dalam Ilmu Psikologi………………………………………………………………………..........................12
E. Pengaruh Psikologi Warna Terhadap Psikologi Manusia……………………………………………………............15
F. Perlambangan Warna………………………………………………………………………………………………………...............................................15
BAB III KOMPOSISI WARNA……………………………………………………………………………………………………............................................17
A. Pengertian Komposisi Warna…………………………………………………………………………………………….......................................17
B. Skema Warna……………………………………………………………………………………………………………………......................................................17
C. Macam - Macam Komposisi Warna…………………………………………………………………………………..................................18
BAB IV IDENTITAS WARNA…………………………………………………………………………………………………….............................................24
A. Pengertian Identitas Warna……………………………………………………………………………………………...........................................24
B. Macam - Macam Identitas Warna……………………………………………………………………………………...................................24
BAB V WARNA DAN USIA………………………………………………………………………………………………………..............................................37
A. Usia 0-2 Tahun………………………………………………………………………………………………………………….....................................................37
B. Usia 3-6 Tahun………………………………………………………………………………………………………………….....................................................37
C. Usia 7-13 Tahun……………………………………………………………………………………………………………….....................................................38
D. Usia 13-17 Tahun………………………………………………………………………………………………………………..................................................39
E. Pasca Remaja………………………………………………………………………………………………………………….......................................................39
F. Dewasa Usia 25-50 Tahun………………………………………………………………………………………………...........................................40
G. Tua Usia 50 Tahun Keatas………………………………………………………………………………………………...........................................41
BAB VI WARNA DAN STYLE……………………………………………………………………………………………………...........................................42
A. Pengertian Style Busana…………………………………………………………………………………………………............................................42
B. Macam – Macam Style Busana………………………………………………………………………………………......................................42
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………………………………………….....................................................47
BAB I
KONSEP WARNA
A. Pengertian Warna
Warna termasuk salah satu unsur keindahan dalam seni dan desain selain
unsur–unsur visual yang lain (Sulasmi Darma Prawira, 1989: 4). Lebih lanjut,
Sadjiman Ebdi Sanyoto (2005: 9) mendefinisikan warna secara fisik dan
psikologis. Warna secara fisik adalah sifat cahaya yang dipancarkan,
sedangkan secara psikologis sebagai bagian dari pengalaman indera
penglihatan. Ali Nugraha (2008: 34) mengatakan bahwa warna adalah kesan
yang diperoleh mata dari cahaya yang dipantulkan oleh benda–benda yang
dikenai cahaya tersebut. Selanjutnya, Endang Widjajanti Laksono (1998: 42)
mengemukakan bahwa warna merupakan bagian dari cahaya yang diteruskan
atau dipantulkan. Terdapat tiga unsur yang penting dari pengertian warna,
yaitu benda, mata dan unsur cahaya. Secara umum, warna didefinisikan
sebagai unsur cahaya yang dipantulkan oleh sebuah benda dan selanjutnya
diintrepetasikan oleh mata berdasarkan cahaya yang mengenai benda
tersebut.
Warna merupakan unsur desain yang pertama paling menarik perhatian
seseorang dalam kondisi apapun. Setiap permukaan benda akan tampak
berwarna, karena benda tersebut menyerap dan memantulkan cahaya secara
selektif yang disebut dengan cahaya visual. Suatu benda akan tampak
berwarna apabila suatu peristiwa eksternal dan internal bersatu dalam suatu
pengalaman. Warna sebagai gejala eksternal adalah jajaran panjang
gelombang (λ) cahaya yang berasal dari sumber cahaya atau berasal dari
suatu permukaan yang dapat memantulkan cahaya. Sedangkan warna
sebagai pengalaman internal adalah sejumlah perasaan (sensation) yang
diakibatkan oleh persepsi visual dan penafsiran mental terhadap panjang
gelombang cahaya sampai mata.
B. Jenis - Jenis Warna
1. Warna Primer
Gambar 1.1 Warna Primer
(Sumber: https://materibelajar.co.id/pengertian-warna/ )
17 Maret 2021, 14:35.
Warna primer merupakan warna pokok atau pertama yang pembentukannya
tidak disertai dengan warna yang lain. Warna ini digunakan sebagai bahan
campuran pokok sehingga menghasilkan warna warna lain. Adapun warna
primer yaitu:
• Merah, yang sebenarnya bernama Magenta yakni merah semu ungu.
• Biru, yang sebenarnya bernama Cyan yakni biru semu hijau.
• Kuning, yang sebenarnya bernama Yellow.
2. Warna Sekunder
Gambar 1.2 Warna Sekunder
(Sumber: https://materibelajar.co.id/pengertian-warna/)
17 Maret 2021, 14:42.
Warna sekunder merupakan warna yang dihasilkan dari pencampuran dua
warna primer. Misalanya warna merah di campur warna kuning maka akan
menjadi warna orange (Sekunder). Berikut ini adalah macam-macam warna
sekunder diantaranya:
• Orange atau Jingga hasil pencampuran warna merah dengan kuning.
• Hijau yaitu warna hasil pencampuran warna kuning dengan biru.
• Ungu/Violet yaitu warna hasil dari pencampuran warna biru dengan merah.
3. Warna Intermediate
Gambar 1.3 Warna Intermediate
(Sumber: https://materibelajar.co.id/pengertian-warna/ )
17 Maret 2021, 14:45.
Warna intermediate merupakan warna pada lingkaran warna yang letaknya
diantara warna primer dan warna sekunder. Berikut ini adalah macam-macam
warna intermediate diantaranya:
• Merah Violet (Red Violet) ialah warna yang letaknya diantara merah dan
violet/ungu.
• Merah Jingga (Red Orange) ialah warna yang letaknya diantara merah dan
jingga.
• Kuning Jingga (Yellow Orange) ialah warna yang letaknya diantara kuning
dan jingga.
• Kuning Hijau (Yellow Green) ialah warna yang letaknya diantara kuning
dengan hijau.
• Biru Hijau (Blue Green) ialah warna yang letaknya diantara biru dan hijau.
• Biru Violet (Blue Violet) ialah warna yang letaknya diantara biru dan violet
atau ungu.
4. Warna Tersier
Gambar 1.4 Warna Tersier
(Sumber: https://materibelajar.co.id/pengertian-warna/ )
17 Maret 2021, 14:53.
Warna tersier merupakan warna yang berasal dari pencampuran antara warna primer
dengan warna sekunder. Berikut ini adalah macam macam warna tersier yaitu:
• Coklat Merah merupakan warna yang dihasilkan dari campuran warna merah
dengan warna hijau.
• Coklat Kuning merupakan warna yang dihasilkan dari campuran warna kuning
dengan warna ungu.
• Coklat Biru merupakan warna yang dihasilkan dari campuran warna biru dengan
warna jingga atau orange.
5. Warna Kuarter
Warna kuarter merupakan warna yang berasal dari campuran 2 warna tersier. Berikut
ini adalah macam macam warna kuarter yaitu:
• Coklat jingga merupakan warna yang berasal dari campuran merah tersier dengan
warna kuning tersier.
• Coklat ungu merupakan warna yang berasal dari campuran biru tersier dengan
warna merah tersier.
• Coklat hijau merupakan warna yang berasal dari campuran kuning tersier dengan
warna biru tersier.
C. Dimensi Warna
1. Warna Netral
Gambar 1.5 Warna Netral
(Sumber: https://www.pintarnesia.com/pengertian-warna/ )
17 Maret 2021, 15:47.
Ada warna-warna yang tidak memiliki pemurnian warna atau bukan warna primer dan
bukan juga termasuk dalam warna sekunder. Warna netral terdiri dari warna putih
juga hitam, yang berguna untuk memudahkan warna atau membuat warna menjadi
lebih terang atau dapat juga gelap.
2. Warna Kontras (Contrast)
Gambar 1.6 Warna Kontras
(Sumber: https://www.pintarnesia.com/pengertian-warna/)
17 Maret 2021, 15:49.
Warna kontras adalah warna yang memiliki kesan perlawanan antara warna satu
dengan warna yang lainnya. Warna kontras bisa didapatkan dari warna yang
berseberangan yang terdiri dari warna primer dan juga warna sekunder.
3. Hue
Warna pokok adalah macam-macam warna yang terdiri dari 1 jenis warna. Jenis
warna yang merupakan warna hue, contohnya adalah : Merah darah, merah hati,
merah terang, merah jingga, merah rose dan juga merah jambu.
4. Warna Monokrom (Monochrome)
Warna monokrom adalah warna yang mempunyai ciri khas yang hampir sama
dengan warna Hue atau warna yang sejenisnya. Warna yang memiliki kesamaan
dengan Hue, contohnya berbagai jenis komponen warna merah yang terdiri dari
warna warna coklat, merah muda, merah jambu dan merah hitam.
5. Warna Monoton (Monotone)
Warna monoton adalah warna yang memiliki kesan ataupun romansa yang sama atau
senada. Warna-warna yang termasuk kedalam warna monoton antara lain adalah
warna coklat, warna hijau tua dan juga warna biru tua. Dapat disimpulkan bahwa
warna monoton adalah warna yang memiliki kesan gelap.
6 Warna Value (Gelap Terang)
Gambar 1.7 Warna Value
(Sumber: https://www.pintarnesia.com/pengertian-warna/ )
17 Maret 2021, 15:55.
Warna value atau warna gelap terang adalah tingkat gelap dan tingkat terangnya
suatu warna. Warna yang memiliki tingkatan keterangan paling tinggi adalah warna
putih apabila warna yang memiliki tingkat kegelapan paling tinggi adalah warna
hitam. Apabila semakin terang suatu warna semakin tinggi pula valuenya.
7. Warna Analog
Gambar 1.8 Warna Analog
( Sumber: https://www.pintarnesia.com/pengertian-warna/ )
17 Maret 2021, 15:57.
Istilah warna yang terakhir adalah warna analog atau warna yang berbeda ataupun
berdekatan adalah warna tidak kontras dan juga tidak komplementer. Yang
merupakan jenis warna warna analog antara lain yaitu: warna biru yang berdekatan
dengan merah atau ungu atau juga merah keunguan.
D. Karakter Warna
Gambar 1.9 Karakter Warna
(Sumber: https://www.pintarnesia.com/pengertian-warna/ )
17 Maret 2021, 16:01.
Dalam warna juga memiliki berbagai jenis karakter seperti yang telah dijelaskan oleh
Junaedi (2003) bahwa warna memiliki sifat yang dapat digolongkan 2 golongan.
Kedua sifat tersebut akan dijelaskan di bawah ini sebagai berikut.
1. Warna Dingin
Jenis-jenis warna yang termasuk ke dalam warna dingin memiliki sifat yang tenang
dan juga sunyi, semakin tua warna yang dihasilkan maka semakin gelap arahnya
semakin membuat tenggelam dan depresi dalam perasaan. Warna dingin yang
apabila digunakan untuk memberi warna dalam suatu ruangan makan berikan lari
jarak yang akan terasa tenggelam dan mundur. Yang termasuk kedalam warna dingin
adalah warna-warna seperti: biru dan hijau.
2. Warna Panas
Warna yang memiliki sifat panas atau hangat akan memberi kesan jarak yang lebih
pendek. Yang termasuk kedalam warna panas adalah yang hampir senada dengan
warna merah atau jingga warna tersebut memiliki pengaruh yang hangat serta
menyenangkan dan segar, perangsang, bergairah.
E. Sistem Warna
Gambar 1.10 Warna Additive dan Subractive
(Sumber: http://edupaint.com/warna/415-read-110609-mengenal-2-sistem-warna )
17 Maret 2021, 16:40.
1. Warna Additive
Adalah pencampuran warna primer yang terdiri dari warna red (merah), green (hijau)
dan blue (biru) yang disebut dengan istilah RGB, dimana pencampuran ketiga warna
primer dengan jumlah yang sama akan menghasilkan warna putih. Kombinasi antara
dua warna primer akan menghasilkan warna skunder. warna skunder adalah Cyan
(biru kehijau-hijauan) yaitu gabungan warna green dan blue, magenta (merah
keungu-unguan) yaitu gabungan warna blue dan red dan yellow (kuning) yaitu
gabungan warna red dan green. cara pencampuran warna additive diterapkan pada
monitor, TV, Video, Scanner dan lain-lain
2. Warna Subtractive
Adalah warna sekunder dari warna additive, namun secara material warna subtractive
berbeda dengan warna additive. warna additive dibentuk dari cahaya, sedangkan
warna subtractive dibentuk dengan pigment warna yang bersifat transparan. tinta
cetak adalah contoh dari pencampuran warna subtractive. warna subtractive terdiri
atas cyan, magenta dan yellow, secara teori pencampuran ketiga warna subtractive
akan menghasilkan warna hitam, tetapi kenyataan dilapangan adalah warna coklat
tua (karena keterbatasan pigment tinta cetak) oleh sebab itu ditambahkan warna
hitam (black) dinyatakan dengan simbol K berasal dari kata Key untuk menambah
kepekatannya. saat ini warna CMYK menjadi standard dalam proses cetak warna di
industri grafika.
BAB II
PSIKOLOGI WARNA
A. Pengertian Psikologi Warna
Psikologi warna merupakan cabang dari ilmu psikologi yang mempelajari tentang
warna sebagai faktor yang mempengaruhi perilaku manusia. Ilmu ini mempelajari
tentang pengaruh warna terhadap emosi dan juga perilaku manusia. Semua warna
memiliki efek tersendiri terhadap psikologi seseorang, karena setiap warna
memancarkan panjang gelombang energi tertentu dan berbeda satu sama lain.
Pemilihan warna adalah salah satu hal yang sangat penting dalam menentukan
respon dari calon pemakai. Warna adalah hal yang pertama dilihat oleh seseorang
(terutama warna background). Warna akan membuat kesan atau mood untuk
keseluruhan gambar atau grafis, warna meruapkan unsur penting dalam grafis karena
dapat memberikan dampak psikologis kepada orang yang melihat. Warna mampu
memberikan sugesti yang mendalam kepada manusia.
Seorang psikolog bernama Carl Gustav menggunakan warna sebagai alat psikoterapi.
Jung, seorang psikolog lainnya juga percaya bahwa setiap warna memiliki potensi
dan kekuatan untuk mempengaruhi psikologi seseorang. Hal ini disebabkan karena
setiap warna memiliki efek emosi, perubahan suasana hati bahkan dapat
mempengaruhi produktivitas seseorang.
B. Pengertian Psikologi Warna Menurut Para Ahli
1. Menurut Avicenna
Pada tahun 980-1037, dokter dari Arab yang bernama Avicenna menyatakan bahwa
warna dapat digunakan untuk mendiagnosa atau melihat tanda-tanda sebuah
penyakit di dalam tubuh manusia. Selain itu, warna juga dapat digunakan sebagai alat
terapi seperti warna merah untuk memperlancar pencernaan, warna kuning untuk
meredakan nyeri dan peradangan, serta warna biru dan putih digunakan untuk
memperlambat sirkulasi darah.
2. Menurut Max Luscher
Seorang psikolog dari Basel University pada abad ke-10 menjelaskan bahwa
pengertian psikologi warna adalah bisa menunjukkan kondisi pikiran dan
ketidakseimbangan kelenjar dalam tubuh seseorang. Argumen tersebut sebagai
landasan bahwa warna dapat dijadikan untuk diagnosa baik secara fisik maupun
psikis.
3. Menurut Johann Wolfgang von Goethe
Menurut Goethe dalam bukunya yang berjudul Theory of Colours, menyatakan
bahwa setiap warna memiliki kesan dan pengaruh tertentu, baik itu kesan positif
maupun negatif, terhadap emosi seseorang. Warna kuning menurutnya memberikan
kesan positif atau memberikan pengaruh emosi berupa efek suka cita. Sedangkan
warna biru lebih memberikan kesan negatif, yakni efek emosi berupa sedih.
4. Menurut Johannes Itten
Dalam buku The Elements of Color, Johannes Itten menyatakan bahwa setiap warna
memiliki kesan dan efek yang berbeda pada seseorang. Seperti warna merah yang
memberikan kesan kekuatan, warna biru berarti keyakinan, kuning memberi kesan
ceria, orange adalah kesombongan, hijau adalah kasih sayang dan ungu adalah
kesucian.
C. Fungsi Warna Dalam Ilmu Psikologi
1. Fungsi identitas, orang mengenal sesuai dari warnanya, seperti seragam, bendera,
logo perusahaan, dan lain-lain;
2. Fungsi isyarat, warna memberikan tanda-tanda atas sifat dan/atau kondisi, seperti
merah dapat memberikan isyarat marah atau bendera putih mengisyaratkan
menyerah;
3. Fungsi psikologis, warna juga memberikan kesan terhadap yang melihat, seperti
misalnya warna hijau rumput dapat memberikan kesan yang menyegarkan;
4. Fungsi alamiah, warna adalah properti benda tertentu, seperti buah tomat berwarna
merah jarang ada yang berwarna hitam.
D. Jenis dan Arti Warna Dalam Ilmu Psikologi
1. Arti Warna Merah
Warna merah adalah warna yang beraura kuat, memberi arti gairah dan memberi
energi untuk menyerukan terlaksananya suatu tindakan. Dalam psikologi warna
merah memberi arti sebuah simbol keberanian, kekuatan dan energi, juga gairah
untuk melakukan tindakan (action), serta melambangkan kegembiraan. Merah
merupakan warna yang paling mendalam di antara warna-warna yang ada, warna ini
termasuk golongan warna yang hangat. Makna warna merah bisa menggambarkan
reaksi fisik terkuat dari diri kita sendiri. Arti warna ini juga bisa disebut mengartikan
kehidupan, seperti darah dan juga kehangatan (warm). Disebut juga sebagai warna
kehebatan di dalam dunia romansa serta dalam dunia kakuasaan. Dalam benak kita
semua itu terikat erat dengan segi psikologi warna ini. Negatifnya warna merah
identik dengan kekerasan. Untuk menjaga keseimbangannya warna merah baik jika
dipadukan dengan warna biru muda. Dalam makna yang positif warna merah adalah
simbol keberanian.
2. Arti Warna Oranye
Oranye merupakan kombinasi antara warna merah dan kuning. Warna oranye
memberi kesan hangat dan bersemangat serta merupakan simbol dari petualangan,
optimisme, percaya diri dan kemampuan dalam bersosialisasi. Warna oranye adalah
peleburan dari warna merah dan kuning, sama-sama memberi efek yang kuat dan
hangat. Oranye merupakan warna ketenangan yang berkaitan dengan kehangatan
sebuah hubungan. Warna ini menyatu dengan nuansa musim gugur dan juga nuansa
keindahan seperti matahari terbenam (sunset). Warna yang hangat ini punya kulitas
tersendiri. Seperti alasan kenapa orang sering menggunakan warna kuning dan
oranye untuk memperingati sebuah kenangan manis.
3. Arti Warna Kuning
Warna kuning memberi arti kehangatan dan rasa bahagia dan seolah ingin
menimbulkan hasrat untuk bermain. Dengan kata lain warna ini juga mengandung
makna optimis, semangat dan ceria. Secara psikologi, makna warna kuning mengarah
pada warna yang paling bahagia, mencolok dan juga menyatu dengan ekstrovert.
Warna ini biasanya digunakan oleh orang yang ingin tampil atau ingin diperhatikan
oleh orang lain. Kuning ini disebut-sebut sebagai warna matahari yang terlihat alami.
Keberadaannya dapat merangsang aktivitas pikiran dan mental. Aura yang terdapat
pada warna kuning sangat baik digunakan untuk membantu penalaran secara logis
dan analitis. Oleh karena itu individu penyuka warna kuning cenderung lebih bijaksana
dan cerdas dari sisi akademis, sehingga mereka lebih kreatif dan pandai menciptakan
ide yang orisinil.
4. Arti Warna Biru
Warna biru umumnya memberi efek menenangkan dan diyakini mampu mengatasi
insomnia, kecemasan, tekanan darah tinggi dan migraine. Didalam dunia bisnis warna
biru disebut sebagai warna corporate karena hampir sebagian besar perusahaan
menggunakan biru sebagai warna utamanya. Hal ini dikarenakan warna biru mampu
memberi kesan profesional dan kepercayaan. Biru diyakini bisa merangsang
kemampuan berkomunikasi, ekspresi artistic dan juga sebagai simbol kekuatan.
Berdasarkan cara pandang ilmu psikologi warna biru tua mampu merangsang
pemikiran yang jernih dan biru muda membantu menenangkan pikiran dan
meningkatkan konsentrasi. Jika dikaitan dengan tipe kepribadian, warna biru berkaitan
dengan tipe orang yang melankolis. Biru dengan cahaya yang dikurangi dapat
memberikan nuansa ketenangan. Apabila cahayanya ditambah menjadi seperi warna
dingin atau es, maka dapat digunakan untuk menciptakan perasaan kesedihan,
kesendirian atau juga relaksasi dan refleksi sabuah kesunyian.
5. Arti Warna Hijau
Warna hijau adalah warna yang identik dengan alam dan mampu memberi suasana
yang santai. Berdasarkan cara pandang ilmu psikologi warna hijau sangat membantu
seseorang yang berada dalam situasi tertekan untuk menjadi lebih mampu dalam
menyeimbangkan emosi dan memudahkan keterbukaan dalam berkomunikasi.
Hal ini diyakini sebagai efek rileksasi dan menenangkan yang terkandung dalam
warna ini. Didalam bidang design warna hijau memiliki nilai tersendiri karena dapat
memberi kesan segar dan membumi terlebih jika dikombinasikan dengan warna
coklat gelap. Warna hijau adalah aura untuk orang dengan tipe kepribadian
plegmatis, yaitu kedamaian yang mendominasi di dalam diri seseorang tersebut.
Orang dengan tipe kepribadian ini selalu bisa menjadi pengengah dalam setiap
perbedaan, dan juga lebih memilih menghindari hal-hal yang berbau konflik.
Kebanyakan orang merasakan bahwa warna hijau merupakan warna yang paling
seimbang. Warna hijau terang bisa fokus secara langsung pada reseptor (sel
rangsangan) mata kita. Makna warna hijau itu mengarah pada sesuatu yang
menenangkan, karena sebagai warna mayoritas tumbuhan, dan juga makna warna ini
bernuansa mata uang.
6. Arti Warna Hitam
Warna hitam adalah warna yang akan memberi kesan suram, gelap dan menakutkan
namun juga elegan. Karena itu elemen apapun jika dikombinasikan dengan warna
hitam akan terlihat menarik. Hitam mempunyai arti yang melambangkan keanggunan
(elegance), kemakmuran (wealth) dan kecanggihan (sopiscated), juga merupakan
warna yang independent dan penuh misteri. Sering kali anak remaja suka dengan
warna ini, karena jiwa muda adalah jiwa ajang penuh misteri dalam menemukan jati
diri. Kesukaannya tampak saat pemilihan warna busana. Di dalam dunia fashion
sendiri, warna hitam juga sering digunakan untuk menunjukkan kesan kurus dan
langgeng. Filosofi warna hitam mengandung makna positif diantaranya:
1.) Mencerminkan keberanian
2.) Pusat perhatian (terutama lawan jenis)
3.) Ketenangan dan dominasi
4.) Keteguhan, kekuatan dan keteguhan hati
5.) Lebih menyukai yang alami daripada yang palsu.
Jika seseorang yang suka dengan warna hitam, ia merupakan orang yang cuek dan
tidak memikirkan omongan orang terhadap dirinya. Warna hitam juga melambangkan
perlindungan, sesuatu yang negatif, mengikat, kekuatan, formalitas, misteri, perasaan
yang dalam, kesedihan, kemarahan, harga diri. Warna ini seringkali juga digunakan
untuk menunjukkan kekuatan dan ketegasan seseorang.
7. Arti Warna Putih
Salah satu kelebihan warna putih adalah kemampuannya untuk membantu
mengurangi rasa nyeri. Ini dikarenakan warna putih memberi kesan kebebasan dan
keterbukaan. Kekurangan warna putih adalah dapat memberi rasa sakit kepala dan
mata lelah jika warna ini terlalu mendominasi. Bagi pekerja kesehatan warna putih
memberi kesan steril. Putih sebagai warna yang murni dan tidak menggunakan
campuran apapun memberi arti yang suci dan bersih. Untuk design yang minimalis
penggunaan warna putih dapat menjadi pilihan yang tepat.
8. Arti Warna Coklat
Warna coklat adalah salah satu warna yang mengandung unsur bumi. Dominasi
warna ini akan memberi kesan hangat, nyaman dan aman. Secara psikologis warna
coklat akan memberi kesan kuat dan dapat diandalkan. Warna ini melambangkan
sebuah pondasi dan kekuatan hidup. Kelebihan lainnya adalah warna coklat dapat
menimbulkan kesan modern, canggih dan mahal karena kedekatannya dengan warna
emas.
Biasanya rumah-rumah mewah menerapkan warna-warna bernuansa coklat, hal ini
memberi kesan ketengan jiwa tersendiri bagi pemiliknya. Coklat akan berkesan buruk
jika dikombinasikan dengan warna lain yang tidak tepat, semisal ungu dan biru. Dalam
hal yang negatif coklat dianggap sebagai warna kotor dan tidak ada kejujuran. Untuk
itu warna ini tidak baik sebagai simbol sebuah hubungan.
9. Arti Warna Pink
Pink atau merah muda merupakan warna campuran antara warna merah dan putih.
Namun secara keseluruhan, terdapat arti warna yang berbeda apabila dibandingkan
dengan kedua warna asalnya. Makna warna ini merepresentasikan prinsip feminim
dan banyak disukai oleh para wanita, auranya yang kuat memberi benak kita nuansa
kelemah lembutan, peduli, dan romansa.
E. Pengaruh Psikologi Warna Terhadap Psikologi Manusia
Berikut ini adalah beberapa pengaruh psikologi warna terhadap psikologi kepribadian
manusia dalam kehidupan sehari-hari.
1. Warna memiliki pengaruh bagi psikologi manusia yakni dapat menciptakan agar
semakin bergairah terhadap sesuatu.
2. Apabila digunakan dan memilih warna yang tepat maka warna dapat memberikan
efek ketenangan, lebih berkonsentrasi dan kesan gembira.
3. Warna juga dapat memberikan energi, membangkitkan mood agar manusia lebih
aktif dalam melakukan suatu kegiatan.
4. Warna dapat digunakan sebagai alat bantu komunikasi non verbal, yakni digunakan
untuk mengungkapkan sebuah pesan dengan makna yang mudah diserap secara
instan.
F. Perlambangan Warna
1. Warna Panas
Disebut sebagai warna panas, karena warna ini adalah simbol dari warna api dan
kemarau. Secara psikologis, penampakan warna ini terkesan panas dan bergairah.
Setidaknya, memberi citra visual yang hangat. Yang termasuk golongan warna panas
adalah merah, jingga, oranye dan kuning.
2. Warna Dingin
Disebut sebagai warna dingin, karena warna-warna dalam kelompok ini, merupakan
simbol dari hijaunya dedaunan, birunya langit dan laut. Secara psikologis,
penampakan warna ini terkesan dingin, sejuk, damai, alami, bersahaja, sunyi dan
tenang. Yang tergolong warna dingin yaitu biru, hijau dan ungu.
3. Warna Gelap
Semakin banyak unsur hitam bercampur pada sebuah warna, maka warna tersebut
akan tampak semakin gelap. Warna Gelap memiliki kesan yang sempit, berat, kuat
dan kadang suram. Namun warna gelap juga memiliki kesan elegan karena elemen
apapun jika digabungkan dengan warna gelap tetap akan terlihat cocok dan menarik.
4. Warna Terang
Semakin banyak unsur putih pada sebuah warna, maka warna tersebut akan tampak
semakin terang. Warna ini memiliki kesan lembut, tenang, damai, dan halus.
5. Warna Kusam
Ketika sebuah warna ditambahkan warna abu-abu akan memliki kesan yang kusam
dan melunak. Warna kusam bersifat mebosankan dan juga terlihat seperti kotor,
tetapi terkadang warna kusam juga terlihat indah jika seseorang pandai dalam
memadukan sebuah warna.
6. Warna Cerah
Warna ini terlihat mencolok tetapi memiliki kesan segar, tegas, dan mengandung
makna optimis, semangat dan ceria.
BAB III
KOMPOSISI WARNA
A. Pengertian Komposisi Warna
Kata “komposisi” berasal dari bahasa inggris composition, berarti menyusun,
mengarang atau mengubah. Komposisi warna adalah adalah penataan antar elemen
warna dalam satu bidang atau ruang. Selain itu, komposisi warna adalah susunan
warna-warna yang diatur untuk tujuan seni, baik seni rupa maupun desain. Penataan
itu bisa mencakup posisi, proporsi, irama dan aksen. Semua itu harus diramu menjadi
sebuah harmoni yang menarik. Efek sebuah warna dalam komposisi ditentukan oleh
situasi, karena warna selalu dilihat dalam hubungannya dengan lingkungan. Artinya,
nilai dan kepentingan sebuah warna dalam komposisi atau sebuah karya tidak berdiri
sendiri, kualitas dan kuantitas keluasannya merupakan faktor-faktor yang sangat
menunjang (Johannes Itten, 1970). Selain ditentukan oleh situasi, efek komposisi juga
bergantung kepada bentuk, hal-hal yang ditonjolkan atau yang dipentingkan.
Pada dasarnya setiap warna indah jika digunakan sesuai dengan tujuannya. Dalam
bidang fashion komposisi warna sangat mempengaruhi keindahan sebuah karya.
Komposisi warna yang tepat akan menghasilkan kesenangan dan kenyamanan.
Sebaliknya, komposisi warna yang tidak tepat akan melahirkan kekecewaan. Jadi,
komposisi warna bertujuan untuk melihat susunan warna, apa yang terjadi diantara
warna-warna itu dapat mempengaruhi penglihatan; apakah menyenangkan,
menyakitkan, membosankan atau membuat kejutan pada mata. Saat mendesain
komposisi warna pada sebuah karya busana, selera yang berbeda sering kali menjadi
masalah. Untuk mengatasi hal tersebut, perancang busana seharusnya tetap
mengikuti kaidah warna. Color design dan fashion merupakan satu kesatuan yang
sangat erat sehingga diperoleh penampilan yang utuh (fullness performance). Sudah
tentu bagi seorang desainer, interaksi warna harus sangat diperhitungkan dengan
tepat karena berhubungan erat dengan penggunaan dan pemakaian karya desainnya.
B. Skema Warna
Skema warna adalah penggabungan dua atau lebih warna yang berbeda-beda ke
dalam sebuah komposisi. Contoh penggunaan skema warna bisa dilihat pada website
maupun blog yang memiliki beberapa warna didalamnya, misalnya background
warna putih dipadukan dengan huruf hitam dan widget warna merah. Fungsi dari
skema warna adalah untuk melihat efek yang akan dihasilkan saat sebuah warna
yang berbeda dicampur dengan warna yang lainnya. Dengan adanya teori tentang
skema warna, kita bisa lebih mudah melihat warna apa yang cocok digabungkan
dengan warna utama.
C. Macam - Macam Komposisi Warna
1. Warna Monokromatis
Warna monokromatis adalah warna yang diperoleh dari hasil gradasi warna yang kita
pilih terhadap warna gelap ataupun warna terang dari warna tesebut atau
menggunakan perpaduan warna-warna yang sama, tetapi berbeda kemurniannya
sehingga jika dilihat sepintas akan tampak sama, padahal kecemerlangannya
berbeda. Penggunaan warna monokromatis dirasakan lebih “aman” karena dapat
menghindari kesalahan pemilihan warna dan mempermudah dalam pemilihan
komposisi warna. Satu warna yang sama, tapi berbeda turunan warna (tints, tones,
shades). Kombinasi ini menciptakan suasana sesuai dengan persepsi warna dasar
yang akan digunakan.
Gambar 3.1 Warna Monokromatis
Sumber : https://www.vogue.com/fashion-shows/spring-2020-ready-to-
wear/emporio-armani/slideshow/collection ) 19 April 2021, 13:27.
2. Warna Akromatis
Warna akromatis (achromatic colors) adalah hitam, putih dan abu-abu diantaranya.
Dengan kata lain, warna akromatik adalah warna gradasi dari hitam ke putih, dimana
terdapat tahapan abu-abu diantaranya.
Gambar 3.2 Warna Akromatis
(Sumber : https://www.vogue.com/fashion-shows/tokyo-fall-2017/asian-fashion-
meets-tokyo/slideshow/collection ) 19 April 2021, 14:35.
3. Warna Polikromatis
Warna Polikromatis adalah warna sekunder yang dicampur dengan putih dan hitam
sehingga akan menghasilkan intensitas berbeda-beda. jadi warna sekunder ini adalah
warna hasil campuran warna-warna primer.
Gambar 3.3 Keselarasan Polikhromatis
(Sumber: https://www.vogue.com/fashion-shows/fall-2020-ready-to-wear/ulla-
johnson ) 23 April 2021, 22:33.
4. Warna Analog
Warna analog merupakan perpaduan warna-warna yang bersebelahan letaknya
dalam lingkaran warna. Contoh warna anolog yakni, merah-oranye, oranye-kuning,
kuning-hijau. Perpaduan warna busana menggunakan warna analog dianggap
merupakan cara teraman untuk tampil menarik tanpa terlihat membosankan. Warna
yang dipadupadankan menggunakan turunan warna utama sehingga keseluruhan
penampilan busana akan terlihat harmonis. Dalam permainan kombinasi warna
analog diperlukan intuisi pemahaman warna desain untuk menentukan warna
dominan yang akan menjadi warna utama dalam satu gaya penampilan.
Gambar 3.4 Warna Analog
(Sumber : https://www.vogue.com/fashion-shows/fall-2018-couture/alberta-
ferretti-limited-edition/slideshow/collection#15 ) 20 April 2021, 12:59.
5. Warna Komplementer/Kontras
Warna komplementer didapat dari panduan warna-warna dari dua corak warna yang
saling berhadapan dalam lingkaran warna. Kombinasi komplementer menghasilkan
perpaduan warna sangat menarik yang berkesan merangsang, untuk mendapatkan
kesan yang lebih baik, di antaranya salah satu bagian memberikan tekanan terhadap
bagian tertentu. Kombinasi warna-warna kontras terpecah yang selaras adalah
warna–warna yang hampir sama dengan sebuah warna kontrasnya dan jumlah
perbedaan nilainya akan sesuai dengan keselarasan kontras lainnya. Didalam warna
komplementer terdapat warna yang terkesan panas dan warna yang terkesan sejuk.
Ketika setiap warna tersebut disandingkan satu sama lainnya, maka akan terjadi efek-
efek atau kesan visual tertentu. Contoh warna komplementer adalah ungu-kuning,
hijau-merah, biru-oranye.
Gambar 3.5 Warna Komplementer
(Sumber : https://www.vogue.com/fashion-shows/spring-2009-couture/armani-
prive/slideshow/collection#17 ) 19 April 2021, 13:10.
6. Warna Split Komplementer
Warna split komplementer merupakan sebuah warna dengan warna yang ada di
dekat warna komplementernya, contohnya, warna kuning berbias komplementer
dengan ungu-biru maupun ungu-merah. Penerapan komposisi warna split
komplementer ini dilihat dari poros warna yang digunakan. Secara umum, poros
warna ini dapat dibagi menjadi poros warna primer dan poros warna sekunder.
Gambar 3.6 Warna Split Komplementer
(Sumber : https://closetcasepatterns.com/notes-from-the-runway-spring-2020-
haute-couture/ ) 26 April 2021, 10:18.
7. Warna Triad Komplementer
Warna triad komplementer merupakan warna-warna yang terletak pada titik sudut
segitiga sama sisi dalam lingakaran warna. Warna triad komplementer juga bisa
merusak penampilan secara keseluruhan jika porsi penempatan warna yang
dilakukan terlalu berlebihan.
Gambar 3.7 Warna Triad Komplementer
(Sumber:http://m.stylebistro.com/runway/Milan+Fashion+Week+Spring+2011/Gucci/
1Ge7xK58S4y ) 19 April 2021, 14:13.
8. Warna Tetra Komplementer
Warna tetra komplementer adalah kombinasi warna yang menggunakan pola
persegi. Posisinya menjadi 90⁰ untuk masing-masing jarak warna pada roda brewster.
Akan di dapatkan 4 warna, 2 warna berdekatan namun kontras dengan 2 warna
selanjutnya.
Gambar 3.8 Warna Tetra Komplementer
(Sumber: https://www.whowhatwear.co.uk/london-fashion-week-february-2018-
street-style--5a8850f631a58/slide16 ) 23 April 2021, 23:44.
9. Warna Netral
Warna-warna yang disebut netral dalam busana adalah warna hitam, putih, abu-abu,
dan termasuk dalamnya adalah warna cokelat, perak, dan emas. Warna-warna
tersebut tidak bisa dianggap warna utama dalam padu padan busana karena warna
netral tidak akan pernah salah jika dikombinasikan ke semua hue yang ada dalam
color wheel. Warna netral bisa berdiri sendiri dengan penerapan warna
monochromatic, sehingga warna akan terlihat harmonis dan menyenangkan di mata.
Gambar 3.9 Warna Netral
(Sumber : https://www.vogue.com/fashion-shows/fall-2020-
menswear/jacquemus) 19 April 2021, 14:49.
10. Susunan Warna Perulangan
Pengulangan warna artinya menggunakan warna yang sama lebih dari sekali yang
diatur pada tempat yang berbeda pada sebuah komposisi. Pengulangan adalah
prinsip yang paling mudah dan mendasar diamtara semua prinsip desain.
Pengulangan warna itu dapat dibuat teratur dengan jarak yang tetap. Biasanya pada
pengulangan yang teratur akan memperkuat arah perulangan. Pengulangan warna
juga bias dibuat tidak teratur, hanya warna yang berulang tetapi intervalnya tidak
tetap atau bervariasi. Secara psikologis pengulangan yang teratur dalam sebuah
desain memberikan kesan tenang dan halus, tetapi bila terlalu sering ada
kecenderungan membosankan.
Gambar 3.10 Warna Perulangan
(Sumber : https://www.vogue.com/fashion-shows/fall-2018-ready-to-
wear/versace/slideshow/collection#32 ) 19 April 2021, 16:25.
11. Susunan Warna Selaras
Warna selaras adalah kombinasai warna yang menyenangkan untuk suatu kegunaan.
Dengan adanya keselarasan warna tersebut maka keseluruhan desain mempunyai
kesatuan harmonis, saling memiliki satu sama lain. Keselarasan warna merupakan
kepuasan psikologi yang unik, suatu kombinasi antara dorongan dan kepuasan
(Sulasmi Darmaprawira, 2002).
Gambar 3.11 Warna Selaras
(Sumber : https://nancymenendez.wordpress.com/2019/02/28/look-for-less-
zendayas-paris-sally-lapointe-mint-green-look/ ) 24 April 2021, 13:50.
BAB IV
IDENTITAS WARNA
A. Pengertian Identitas Warna
Warna dan identitas menjadi satu kesatuan karena warna berhubungan dengan
pribadi pemakai. Baik itu dipakaikan pada manusia atau pada merek. Warna bisa
membawa kita memahami karakter ruang, membawa kita pada tempat tujuan, dan
warna bisa membuat kita membeli suatu barang yang sebenarnya tidak kita
butuhkan. Warna secara langsung akan membentuk sikap dan preferensi dari target
market. Secara psikologi, warna dipercaya mampu mempengaruhi mood. Warna
mampu mempengaruhi keputusan pembeli dan menginspirasi aksi yang akan diambil
membeli, membangun loyalitas, menggambarkan keseriusan, kewenangan. Warna
memiliki pengaruh yang luar biasa bagi yang melihatnya.
B. Macam-Macam Identitas Warna
1. Energizing Colours
Energizing colour atau yang bisa disebut sebagai warna yang dapat menimbulkan
gairah yaitu warna yang kuat, cerah, dan warna neon dapat memiliki efek yang kuat
pada emosi dan dapat membangkitkan semangat. Energizing colour umumnya
digunakan pada pakaian anak-anak, remaja, dan pakaian yang bergaya Arty of Beat.
Warna-warna seperti merah terang, kuning cerah dan hijau neon dapat memberikan
energi dan membuat Anda merasa lebih waspada, tetapi juga dapat menyebabkan
iritasi pada mata. Warna-warna ini akan menarik perhatian Anda dan menonjol dari
lingkungannya. Sangat berpigmen, warna-warna kuat seperti biru tua, pirus, magenta,
dan hijau zamrud juga dapat memiliki efek merangsang dan membuat Anda merasa
segar dan berenergi.
Gambar 4.1 Energizing Colours
(Sumber: https://www.instagram.com/p/BbabblXnkFC/?taken-by=aliceandolivia )
4 Juni 2021, 16:59.
2. Found Colours
Found Colour atau yang bisa disebut sebagai warna yang dapat mengungkapkan ciri
pribadi seorang perancang/artis. Found Color biasa digunakan oleh para perancang
untuk menjadi suatu ciri khas pada rancangan desainnya. Warna ini juga dapat
menggambarkan sifat yang ada pada seorang perancang itu sendiri. Warna yang
dipilih oleh perancang biasanya betujuan untuk membedakan brand miliknya dengan
brand milik orang lain.
Gambar 4.2 Found Colours pada Rancangan Biyan Wanaatmadja
(Sumber: https://www.kirani.id/koleksi-spring-summer-2020-studio-133-biyan-hadir-
di-jd-id/ ) 4 Juni 2021, 18:33.
3. Product Colours
Warna pada suatu produk dapat membuat seseorang mengingat suatu produk
tertentu. Warna memberikan peran yang sangat penting dalam menciptakan suasana
pembelian, memperkuat citra sebuah produk serta meningkatkan citra bisnis. Warna
juga mempengaruhi kenyaman lingkungan dimana orang berbelanja atau membeli
suatu produk.
- Arti dan Pengaruh Warna Pada Logo Suatu Produk
a.) Kuning
Gambar 4.3 Logo yang berwarna kuning
(Sumber: https://vatih.com/bisnis/makna-warna-dalam-logo/ ) 17 Mei 2021, 14:35.
Warna matahari ini sangat mudah dipahami dan mampu membangkitkan perasaan
optimisme, kejelasan, dan kehangatan. Warna terang seperti kuning dapat menonjol,
bahkan ketika ia digunakan di lingkungan yang ramai. Namun terlalu banyak
menggunakan warna kuning dapat meningkatkan frustasi dan juga ketakutan.
b.) Oranye
Gambar 4.4 Logo yang berwarna oranye
(Sumber: https://vatih.com/bisnis/makna-warna-dalam-logo/ ) 17 Mei 2021, 14:39.
Warna jingga adalah warna yang selalu menarik perhatian. Jingga melambangkan
antusias, percaya diri, dan gembira. Warna jingga juga menggambarkan kreativitas
dan juga kerjasama. Warna jingga sering dipadukan dengan warna merah dan juga
hitam. Warna jingga juga identik dengan usaha kuliner dan juga perusahaan sumber
daya manusia.
c.) Merah
Gambar 4.5 Logo yang berwarna merah
(Sumber: https://gravstudio.com/psicologia-del-color-rojo/ ) 17 Mei 2021, 14:45.
Warna ini dapat meningkatkan perhatian dan emosi seseorang oleh karena itu banyak
marketer menggunakan warna merah sebagai warna promosi seperti diskon. Warna
juga menjadi warna yang sangat riskan untuk digunakan dalam brand karena kesan
yang terlalu berani. Merah adalah warna kuat yang hangat, menarik, seksi, dan
mendesak. Banyak rumah makan atau yang berhubungan dengan makanan dan
minuman menggunakan nuansa warna merah. Karena warna merah dipercaya dapat
memberikan efek penambah nafsu makan. Contohnya KFC, Kellogg’s, Coca Cola dan
lain-lain.
d.) Ungu
Gambar 4.6 Logo yang berwarna ungu
(Sumber: https://padukata.com/macam-macam-warna-ungu/ ) 17 Mei 2021, 14:51.
Warna ungu menggambarkan keseimbangan. Dapat digunakan untuk konsumen laki-
laki dan juga perempuan. Warna ungu juga melambangkan kemewahan, luas, dan
juga kebijaksanaan. Karena warna ungu adalah campuran biru dan merah, warna ini
menjadi warna yang sangat komplit dan dapat digunakan dalam kesempatan apa
pun.
e.) Biru
Gambar 4.7 Logo yang berwarna biru
(Sumber: https://vatih.com/bisnis/makna-warna-dalam-logo/ ) 17 Mei 2021, 14:56
.
Jika warna merah adalah raga, warna biru adalah jiwa. Warna biru juga
menggambarkan kejelasan, komunikasi, ketenangan, dan juga keberhasilan. Menurut
laporan oleh banyak peneliti, warna biru menjadi warna yang paling disukai oleh
orang-orang di seluruh dunia. Warna biru juga banyak digunakan oleh perusahaan-
perusahaan. Namun penempatan warna biru yang tidak tepat dapat menggambarkan
konservatif, kesedihan, dan juga ketidak-berdayaan.
f.) Hijau
Gambar 4.8 Logo yang berwarna hijau
(Sumber: https://www.koalahero.com/arti-warna-dalam-logo/ ) 17 Mei 2021, 15:00.
Warna hijau dapat menyampaikan perasaan tenang, damai, dan menyampaikan
gagasan pertumbuhan. Produk yang menggunakan desain warna hijau akan terkesan
menawarkan kesegaran dan bersifat natural dari alam. Warna hijau juga banyak
digunakan oleh perusahaan-perusahaan start-up sebagai identitas warna mereka.
g.) Hitam
Gambar 4.9 Logo yang berwarna hitam
(Sumber: https://vatih.com/bisnis/makna-warna-dalam-logo/ ) 17 Mei 2021, 15:05.
Secara teknis, warna hitam merupakan ketiadaan warna. Hitam melambangkan
ketegasan, profesional, dan kredibilitas sebuah produk. Makin besar seseorang ingin
memberikan kesan kuat pada perusahaan, maka makin banyak warna hitam yang bisa
ditambahkan. Warna hitam juga menggambarkan pada nilai religi dan kedekatan
pada Tuhan.
h.) Cokelat
Gambar 4.10 Logo yang berwarna cokelat
(Sumber: https://vatih.com/bisnis/makna-warna-dalam-logo/ ) 17 Mei 2021, 15:08.
Warna ini akan memberikan kesan kesederhanaan dan klasik. Jika seseorang memiliki
sebuah produk yang ingin ditampilkan dengan kesan sederhana, maka coklat adalah
sebuah pilihan yang tepat. Beberapa produk yang bersifat retro atau kebahagiaan
dalam bernostalgia juga cocok menggunakan warna coklat. Warna cokelat juga
menggambarkan sesuatu yang menyenangkan namun tetap memiliki keseriusan dan
kedewasaan.
i.) Putih
Gambar 4.11 Logo yang berwarna putih
(Sumber: https://vatih.com/bisnis/makna-warna-dalam-logo/ ) 17 Mei 2021, 15:09.
Warna ini dapat menyiratkan sesuatu yang bersifat suci, bersih, murni. Pemakaian
warna putih dalam logo branding perusahaan juga akan memberi kesan santun.
Warna putih akan terlihat kontras dan tegas jika dipadukan dengan warna hitam.
- Manfaat Warna Dalam Usaha Bisnis Suatu Produk
1. Warna Meningkatkan Pengenalan Merek
Beberapa penelitian yang pernah dilakukan menyebutkan bahwa warna bisa
memberikan pengenalan merek hingga 80%. Banyak produsen yang berkonsultasi
dengan psikolog warna atau ahli merek untuk menemukan warna yang menarik
untuk digunakan dalam pembuatan merek. Warna yang dipilih nantinya akan
membedakan suatu produk dengan produk milik orang lain.
2. Identifikasi Demografi Produk
Warna dapat digunakan untuk mengidentifikasi kesesuaian produk dengan
konsumen, meliputi usia dan jenis kelamin. Contoh, apabila menjual produk untuk
perempuan tentu akan menggunakan warna feminisme seperti merah muda dan
coklat muda. Begitupun ketika ingin menjual produk untuk segmen usia tua, maka
warna yang digunakan harus sesuai dengan segmen tersebut.
3. Sebagai Bentuk Visual Produk
Warna dalam pemasaran merupakan faktor terpenting dalam tampilan visual
pengemasan suatu produk, logo maupun situs website. Dimana warna akan membuat
orang lain mudah mengingat brand, bahkan untuk brand dengan jenis usaha yang
sama. Warna dalam dunia bisnis menjadi sebuah alat identifikasi produk oleh seorang
konsumen.
4. Sebagai Bentuk Pembeda dengan Pesaing
Ketika menentukan warna yang akan digunakan, perlu juga untuk menganalisa
pesaing utama dan produk lain yang cenderung serupa. Dengan adanya psikologi
warna akan membuat sebuah perbedaan dengan pesaing yang ada. Untuk brand
baru pastikan menggunakan warna diferensiasi atau berbeda dengan produk yang
sudah ada.
5. Membuat Visibilitas untuk Berbagai Produk
Memilih warna yang digunakan akan mampu membedakan atau memisahkan dengan
produk lain. Sebuah brand yang inovatif pasti membutuhkan perbedaan warna.
Seperti contoh produk makanan akan menggunakan warna kuning klasik untuk chip
original dan warna lain untuk membedakan rasa dari makanan tersebut.
6. Bisa Menyorot Budaya, Citra Merek, Produk atau Layanan
Manfaat psikologi warna untuk branding dan marketing bisnis yaitu biasa menyorot
budaya, citra merek, produk dan juga layanan. Dalam hal ini orang-orang
mempercayai dan memahami informasi nonverbal jauh lebih besar dibandingkan
isyarat verbal. Menggunakan warna yang tepat bisa berguna untuk
mengkomunikasikan konsep-konsep abstrak. Contohnya seperti kepercayaan,
kegembiraan dan juga kejelasan.
- Menentukan Warna Brand (Merek)
Gambar 4.12 Rencana Memilih Warna Brand
(Sumber: https://koentjoro.wordpress.com/2018/09/07/menentukan-warna-brand-
merek/ ) 17 Mei 2021, 16:00.
1. Berencana Memilih Warna
Basis Anda, aksen dan netral. Skema warna merek bisa di dapat antara 1 hingga 4
warna tergantung pada jenisnya. Bahkan, skema monokrom akan memerlukan
beberapa variasi dalam warna untuk tujuan agar tidak terlihat membosankan.
2. Memilih Basis Warna
Dari semua ciri kepribadian merek, mana yang paling penting? Warna dasar
seharusnya tidak hanya mencerminkan kepribadian merek yang paling dominan,
tetapi juga menarik bagi audiens target yang ingin dijangkau. Seseorang akan memilih
warna yang tersisa berdasarkan pada seberapa baik mereka cocok dengan warna
yang lainnya.
3. Memilih Prioritas Kita
Prioritas warna apa yang akan kita gunakan setelah warna dasar. Ini sedikit lebih sulit
daripada memilih warna dasar, karena mereka lebih membatasi: selain dari
mencocokkan karakter kepribadian merek, warna aksen juga harus berpasangan
secara visual dengan warna dasar, belum lagi menenangkan audiens kita.
4. Memilih Warna Netral
Warna netral kemungkinan besar akan menjadi warna latar belakang, sesuatu yang
dipilih untuk menghindari perhatian. Biasanya warna ini adalah warna yang berbeda
dari abu-abu, tetapi krem, putih dan putih gading. Hitam juga merupakan pilihan,
tetapi berhati-hatilah karena hitam cenderung mendominasi skema warna apa pun.
- Skema Warna Merek Suatu Produk yang Umum digunakan
a.) Monokromatis
Gambar 4.13 Merek yang menggunakan warna monokromatis
(Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Oreo ) 17 Mei 2021, 19:11.
Warna monokromatis pada suatu brand yaitu ciri kepribadian yang ingin difokuskan.
Sifatnya minimalis, elegan tetapi terkadang terlihat monoton. Untuk menghindarinya
yaitu dengan cara menggunakan satu warna yang sama, tapi berbeda turunan warna
(tints, tones, shades).
b.) Analog
Gambar 4.14 Merek yang menggunakan warna analog
(Sumber: https://logoapaaja.blogspot.com/2017/11/logo-master-card-format-cdr-
png.html ) 17 Mei 2021, 19:03.
Warna yang bersebelahan pada roda warna terlihat harmonis untuk logo suatu brand
(Merek). Karena warna yang berdekatan biasanya memiliki kesamaan sifat dan kesan
pada warna tersebut. Skema warna analog adalah skema warna yang aman untuk
digunakan pada suatu brand, tetapi terkadang terlihat tidak menarik perhatian.
c.) Komplementer
Gambar 4.15 Merek yang menggunakan warna komplementer
(Sumber: https://kursusdesaingrafis.com/pesan-tersembunyi-dari-logo-terkenal-
part-1/ ) 17 Mei 2021, 19:37.
Warna komplementer adalah warna yang bersebrangan dalam roda warna. Warna
komplementer banyak digunakan oleh berbagai brand (Merek) karena didalam warna
komplementer terdapat warna yang terkesan panas dan warna yang terkesan sejuk.
Ketika setiap warna tersebut disandingkan satu sama lainnya, maka akan terjadi efek-
efek atau kesan visual tertentu.
d.) Triadic
Gambar 4.16 Merek yang menggunakan warna triadic
(Sumber: https://www.marketeers.com/penggantian-logo-burger-king-tidak-
hanya-soal-rebranding/ ) 17 Mei 2021, 19:08.
Warna triadic didapat dari tiga warna yang membentuk segitiga sama sisi pada
lingkaran warna. Skema triadic bersifat stabil karena terdapat skema pelengkap
didalamnya. Hal tersulit dalam menyesuaikan warna triadic dengan ciri dari suatu
brand itu sendiri.
4. Theatrical Colours
Warna-warna yang menjadi ciri khas sebuah panggung teater yaitu bersifat exotic,
glamour dan dramatic. Warna-warna yang digunakan memiliki kesan kuat dan berani.
Pencahayaan pada panggung teater juga merupakan faktor yang membuat
panggung terlihat megah dan glamour. Warna-warna yang digunakan lebih ke arah
earth tone dan juga warna-warna yang memiliki kesan semangat juga berani,
biasanya disesuaikan dengan tema teater itu sendiri.
Gambar 4.17 Theatrical Colours pada Teater Jawa
(Sumber:https://www.flickr.com/photos/27143060@N08/albums/721576136280440
74/page1 ) 4 Juni 2021, 20:47.
5. Cultural Colours
Secara dramatis arti warna bebeda dari budaya ke budaya. Warna kultural atau warna
kebudayaan di setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing sesuai dengan
karakter yang dimiliki oleh budaya itu sendiri. Dengan adanya asosiasi budaya yang
berbeda untuk warna di seluruh dunia, sangatlah penting untuk memahami warna
pada budaya sendiri.
Gambar 4.17 Cultural Colours pada Baju Tradisional China
(Sumber: https://www.cozyladywear.com/red-woven-floral-long-qipao-
cheongsam-wedding-dress-p-3187.html ) 4 Juni 2021, 21:22.
6. Ambient Colours
Warna ambient ialah warna suatu objek dimana objek itu berada dalam bayangan.
Warna yang biasa digunakan ialah warna-warna netral, warna inilah yang dipantulkan
oleh objek ketika diterangi oleh cahaya sekitar daripada cahaya langsung. Walaupun
menggunakan warna-warna yang netral karena terkena cahaya sekitar akan
menonjolkan elemen yang ada pada suatu objek itu.
Gambar 4.18 Ambient Colours pada Gaun
(Sumber: http://madame.lefigaro.fr/defiles/alexandre-vauthier/printemps-ete-
2019/haute-couture-0/163268 ) 4 Juni 2021, 21:37.
7. Natural Colours
Warna natural memberikan kesan elegan pada suatu busana. Warna-warna natural
sering dikaitkan dengan alam atau lingkungan sekitar. Dibeberapa negara yang
memiliki berbagai macam musim (cuaca) contohnya musim winter, fall, spring dan
summer, selalu mengeluarkan rancangan busana yang terkait dengan musim yang
sedang terjadi di negara itu.
Gambar 4.19 Natural Colours pada Busana Musim Gugur/Fall
(Sumber: https://www.vogue.com/fashion-shows/fall-2019-ready-to-
wear/burberry-prorsum/slideshow/collection ) 4 Juni 2021, 22:06.
Gambar 4.20 Natural Colours pada Busana Musim Dingin/Winter
(Sumber: https://www.harpersbazaar.com/uk/fashion/shows-
trends/g23394539/paris-fashion-week-best-catwalk-highlights/ ) 4 Juni 2021, 22:16.
Gambar 4.21 Natural Colours pada Busana Musim Semi/Spring
(Sumber: https://www.vogue.com/fashion-shows/spring-2020-ready-to-
wear/blumarine ) 4 Juni 2021, 22:21.
Gambar 4.22 Natural Colours pada Busana Musim Panas/Summer
(Sumber: https://www.crfashionbook.com/fashion/g29340623/spring-summer-
2020-runway-color-trends-pantone-color-institute/?slide=38 ) 4 Juni 2021, 22:26.
BAB V
WARNA DAN USIA
A. Usia 0-2 Tahun
Anak usia 0-2 tahun, dimana pada masa itu dikenal dengan kemampuan untuk
mempelajari keterampilan dan konsep baru, keterampilan untuk memahami apa yang
terjadi di lingkungannya, serta keterampilan menggunakan daya ingat. Sejak lahir,
anak sudah menjadi pemelajar yang aktif. Ia sudah memiliki rasa ingin tahu dan ingin
memahami semua yang terjadi di lingkungan sekitarnya, Ketika ia sudah bisa
bergerak (merangkak dan berjalan), area jelajahnya semakin luas. Ia pun mulai
memahami lingkungannya melalui hubungannya dengan anak lain. Bayi usia 0-2
tahun memiliki kulit yang lembut. Maka dari itu, biasanya bayi lebih sering
menggunakan pakaian yang berwarna soft/lembut.
Gambar 5.1 Bayi Usia 0-2 Tahun
(Sumber:https://www.marieclaire.fr/idees/patrons-de-tricot-bebe-nos-25-
modeles-preferes,1268638.asp ) 5 Juni 2021, 09:24.
B. Usia 3-6 Tahun
Hurlock (1993) menulis bahwa masa usia prasekolah (3-6 tahun) merupakan periode
keemasan (golden age) dalam proses perkembangan anak, karena di usia ini anak
mengalami kemajuan fisik, intelektual, sosial maupun emosional yang menakjubkan.
Usia prasekolah merupakan masa genting dalam kehidupan anak, masa anak berada
dalam keadaan yang sangat peka untuk menyerap segala informasi yang ada di
sekitarnya. Pada usia ini pula warna adalah salah satu media yang dapat membantu
melatih mereka membedakan berbagai macam warna.
Gambar 5.2 Anak Usia 3-6 Tahun
(Sumber: https://luluandrooclothing.com/ ) 5 Juni 2021, 09:50.
C. Usia 7-13 Tahun
Anak pada usia dasar 7-13 tahun merupakan suatu perkembangan yang sangat
komprehensif yang berkaitan dengan kemampuan berfikir, seperti kemampuan
mengingat, bernalar, berimajinasi dan kreatifitas. Mengingat, anak usia dasar belum
memiliki kematangan dalam berfikir. Pada masa ini anak harus lebih diasah dalam
pengetahuan jenis-jenis warna dan pada periode ini warnapun lebih berkembang.
Gambar 5.3 Anak Usia 7-13 Tahun
(Sumber:https://i.pinimg.com/originals/fa/c0/c5/fac0c5044523a25bd26fa0513386d
818.jpg ) 5 Juni 2021, 10:14.
D. Usia 13-17 Tahun
Dunia remaja adalah dunia yang penuh warna dan unik. Dalam perkembangan
seseorang, masa remaja memiliki arti yang khusus, namun begitu masa remaja
mempunyai tempat yang tidak jelas dalam rangkaian proses perkembangan
seseorang. Hal itu dikarenakan remaja tidak termasuk golongan anak, tetapi ia tidak
pula termasuk golongan orang dewasa. Remaja usia 13-17 tahun memiliki karakter
yang aktif dan memiliki imajinasi yang luas. Pada usia ini tren warna sangat
mempengaruhi remaja usia 13-17 tahun dalam memakai busana.
Gambar 5.4 Anak Usia 13-17 Tahun
(Sumber: https://www.instagram.com/p/CEw6vb-DV65/?igshid=1550u24127191i )
5 Juni 2021, 10:46.
E. Pasca Remaja
Pasca remaja berasal dari kata latin yaitu adolescene yang berarti tumbuh kearah
kematangan fisik, sosial, dan psikologis (Sarwono, 2012). Menurut Piaget, secara
psikologis masa remaja merupakan masa individu tidak lagi merasa berada di bawah
tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan masa remaja merupakan masa individu
berintegrasi dengan masyarakat dewasa dan berada pada tingkatan yang sama
(Hanifah, 2013). Jika individu gagal melewati periode ini maka tak jarang akan terjebak
dalam perkembangan psikis yang tidak sehat, salah satunya kenakalan remaja
(Syafitri, 2015) seperti merokok, minuman keras, memakai riasan wajah yang
berlebihan, dsb.
Gambar 5.5 Pasca Remaja
(Sumber: https://daniwalkerofficial.com/2020/05/06/fallwintercapsulewardrobe/ )
5 Juni 2021, 11:12.
F. Dewasa Usia 25-50 Tahun
Masa dewasa tengah biasa disebut dengan masa paruh baya. Masa dewasa awal
tampak lebih awal di usia 25 tahun. Kebanyakan orang mulai mampu menentukan
masalah-masalah mereka dengan cukup baik sehingga menjadi cukup stabil dan
matang secara emosinya. Dalam California Longitudinal Study, pada waktu individu
berusia 25-50 tahun, mereka adalah kelompok usia yang paling sehat, tenang, bisa
mengontrol diri dan juga paling bertanggung jawab (Levinson & Peskin, 1981 dalam
Santrock,2002).
Gambar 5.6 Dewasa Usia 25-50 Tahun
(Sumber: https://www.hellofashionblog.com/2017/05/6-ways-to-make-life-easier-
as-a-mom.html ) 5 Juni 2021, 11:43.
G. Tua Usia 50 Tahun Keatas
Manula atau manusia lanjut usia atau disebut juga lansia akan mengalami penurunan
fungsi kognitif dan psikomotor. Fungsi kognitif meliputi proses belajar, persepsi,
pemahaman, pengertian, perhatian dan lain-lain sehingga menyebabkan reaksi dan
perilaku lansia menjadi makin lambat. Sementara fungsi psikomotorik (kognitif)
meliputi hal-hal yang berhubungan dengan dorongan kehendak seperti gerakan,
tindakan, koordinasi, yang berakibat bahwa lansia menjadi kurang cekatan. Dengan
adanya penurunan kedua fungsi tersebut, lansia juga terkadang menjadi sulit untuk
membedakan warna karena penglihatannya yang semakin sulit.
Gambar 5.7 Tua Usia 50 Tahun Keatas
(Sumber:http://www.terrymacey.com/terry_macey_collections_spring_summer_201
8.html#9) 5 Juni 2021, 12:01.
BAB VI
WARNA DAN STYLE
A. Pengertian Style Busana
Secara general, style fashion sendiri merujuk pada karakater seseorang atau juga
tema khusus dari cara berpakaiannya. Sehingga, selain menjelaskan tema
penampilan, gaya fashion juga bisa mencerminkan karakter si pemakaianya. Di setiap
style sendiri terdapat warna-warna yang mencerminkan karakter suatu style busana
tersebut.
B. Macam - Macam Style Busana
1. Classic Elegant
Classic elegant adalah tipe penyuka warna casual dan gaya yang simple. Biasanya
penyuka style ini lebih memilih bahan-bahan yang memberi kesan formal. Tipe
classic elegant selalu tampil canggih. Istilah klasik mengandung pengertian abadi.
Suatu gaya yang bersifat klasik adalah gaya yang selalu digemari, up to date dan
memukau. Gaya classic elegant adalah identik dengan personal yang rapih,
terorganisir, dan terkendali. Gaya classic elegant ialah gaya yang menghadirkan
keluwesan yang abadi. Mereka tidak berlebihan, tidak suka bereksperimen, sangat
memperhatikan kualitas yang sempurna. Motif yang cocok untuk style ini adalah motif
geometris yang teratur. Warna yang cocok untuk style ini ialah warna netral dan soft,
coklat, cream, maroon, dongker, nuansa ungu.
Gambar 6.1 Busana Classic Elegant
(Sumber: http://www.vogue.com/fashion-shows/fall-2015-ready-to-wear/oscar-de-
la-renta/slideshow/collection ) 11 Juni 2021, 21:50.
2. Feminine Romantic
Tipe feminin romantis cenderung lebih menyukai warna-warna lembut seperti warna
merah muda. Tipe pribadi ini ramah, lembut, penuh kasih sayang, ramah, sederhana,
sedikit manja dan agak pemalu.
Ciri berpakaian mereka yaitu memiliki garis desain lembut dengan garis leher tinggi
yang dihiasi renda, kerut, bunga atau pita. Bahan yang digunakan bahan yang halus
dan lembut seperti sutera, bludru, creepe, voile dan chiffon. Motif yang dipakai
cenderung motif tumbuhan dengan warna pastel terutama putih gading dan pink.
Gambar 6.2 Busana Feminine Romantic
(Sumber: https://nowfashion.com/ralph-russo-couture-spring-summer-2019-paris-
26480/shots/1272155 ) 11 Juni 2021, 22:09.
3. Sporty Casual
Sporty casual adalah type yang simple, apa adanya, menyukai hal yang membuatnya
nyaman, dan memiliki pribadi yang cuek dan aktif. Tipe ini biasanya lebih menyukai
busana yang praktis untuk menunjang keseharian mereka. Mereka menyukai warna
natural, sportif dan jarang bermotif.
Mereka juga memiliki ciri pribadi yang modern dan gaya yang dinamis. Ciri berpakaian
mereka praktis dan nyaman dengan bahan yang lentur dan tidak mudah kusut, dan
memakai aksesoris yang sederhana. Item fashion yang wajib dimiliki oleh wanita
dengan style sporty casual di antaranya t-shirt, jeans, sweater dan sneakers.
Gambar 6.3 Busana Sporty Casual
(Sumber: https://www.vogue.com/fashion-shows/spring-2020-ready-to-
wear/tommynow/slideshow/collection) 11 Juni 2021, 22:24.
4. Exotic Dramatic
Exotic dramatic adalah unsur yang memiliki budaya dan drama. Tipe ini cenderung
menyukai hal-hal yang berbeda, unik, etnik, dan originial. Tipe Classic Elegant
memiliki kepribadian yang mantap dan memiliki selera yang berbeda. Ciri berpakaian
tipe ini adalah atasan dengan potongan classic dari tenun ikat dan rok berbentuk
longgar. Tipe ini lebih menyukai kombinasi warna seperti magenta, hitam, dan warna
tanah. Tipe ini juga suka memadukan antara warna terang dengan warna gelap. Motif
yang digunakan memberikan kesan dramatis, berukuran besar, artistik dan etnik.
Gambar 6.4 Busana Exotic Dramatic
(Sumber: https://www.vogue.com/fashion-shows/fall-2018-ready-to-
wear/etro/slideshow/collection#17 ) 11 Juni 2021, 22:42.
5. Arty Off Beat
Style Arty off beat, biasanya wanita dengan style fashion ini menyukai sesuatu
dengan bentuk dan warna yang unik dan tidak biasa, pakaiannya harus tunduk pada
dua syarat, yaitu individual dan tidak mahal dan juga tidak berpengaruh pada tren.
Tipe ini biasanya tidak menyukai sesuatu yang basic, pemilihan busana dan
aksesorinya lebih bervariasi misalnya anting dengan bentuk-bentuk lucu atau
kacamata yang berukuran lebih besar dari pada umumnya. Warna yang dipilih juga
warna-warna yang tidak biasa seperti neon atau silver metalik. Tipe wanita dengan
gaya ini cenderung kreatif, antimainstream, menyukai seni dan memiliki pola fikir yang
tidak biasa.
Gambar 6.5 Busana Arty Off Beat
(Sumber: https://www.vogue.com/fashion-shows/fall-2018-ready-to-wear/manish-
arora/slideshow/collection#14 ) 11 Juni 2021, 22:56.
6. Sexy Alluring
Style yang terakhir adalah sexy alluring. Style sexy alluring ini biasanya menyukai
sesuatu yang glamor, mewah, berkilau dan terkesan sempurna. Pemilihan busananya
lebih berfokus pada model dan warna, mereka menyukai warna-warna gelap yang
mewah seperti hitam, merah, dan ungu.
Tipe wanita dengan gaya ini cenderung berani, sensual, agresif, suka menjadi pusat
perhatian, dan bangga dengan keindahan tubuhnya dan selalu di eksploitasi pada
setiap kesempatan.
Gambar 6.6 Busana Sexy Alluring
(Sumber: https://www.livingly.com/runway/Couture+Fall+2002/Versace/Ldgl3bR-
QgU) 11 Juni 2021, 23:06.
DAFTAR PUSTAKA
Buku :
Yuliarma. 2016. Mendesain Motif Ragam Hias Bordir dan Sulaman. Kepustakaan
Populer Gramedia.
Jurnal :
Universitas Negeri Yogyakarta. 2008. Warna (Bab II). Yogyakarta: Universitas Negeri
Yogyakarta.
Tresna, Pipin. Warna (Bagian III). Bandung: Jurusan Pendidikan Kesejahteraan
Keluarga, UPI.
Binus. Library. 2017. Landasan Perancangan (BAB 2). Jakarta: BINUS University.
Sari. Diana. 2018. Warna. Bandung.
Meilani. 2013. Penerapan Lingkaran Warna dalam Berbusana. Jakarta Barat: Jurusan
Desain Komunikasi Visual, School of Design, BINUS University.
Junaedi, Deni. 2019. Komposisi Warna. Yogyakarta: Program StudiSeni Rupa Murni,
JurusanSeni Murni, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Christina. Laura. 2011. Efek Warna Dalam Dunia Desain dan Periklanan. Jakarta Barat:
Jurusan Desain Komunikasi Visual, School of Design, BINUS University.
Pujiyanto. Warna Berbicara. Semarang: Program Studi Desain Komunikasi Visual,
Universitas Dian Nuswantoro Semarang.
Kemendikbud. Sahabat Keluarga. 2011. Mengasah Kecerdasan di Usia 0-2 Tahun.
Kementerian Pendidikan Nasional.
Mayang Sari. Sriti. 2004. Peran Warna Interior Terhadap Perkembangan dan
Pendidikan Anak di Taman Kanak-Kanak. Surabaya : Jurusan Desain Interior, Fakultas
Seni dan Desain, Universitas Kristen Petra Surabaya.
Andesta Bujuri. Dian. 2018. Analisis Perkembangan Kognitif Anak Usia Dasar dan
Implikasinya dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Daerah Istimewa Yogyakarta: Fakultas
Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Fatmawaty. Riryn. Memahami Psikologi Remaja. Jawa Timur : Universitas Islam
Lamongan.
Sinta. Tinjauan Pustaka (Bab 2). Bali : Universitas Udayana.
Etheses. Kajian Teori (Bab 2). Malang : Universitas Negeri Malang
Nova. Miranda. Preferensi Manula Terhadap Warna. Yogyakarta : Serviens in Lumine
Veritatis, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Mutiara Wahyuningrum. Yasmin. 2019. Desain Busana. Jakarta: Jurusan Pendidikan
Vokasional Desain Fashion, Universitas Negeri Jakarta.
Laman Internet :
Materi. Admin. 2020. “Jenis-Jenis Warna”. Diakses pada 17 Maret 2021, pukul 14:30.
https://materibelajar.co.id/pengertian-warna/
Utami. Arwina Nur Dyah. 2021. “Pengertian Warna”. Diakses pada 17 Maret 2021, pukul
15:45. https://www.pintarnesia.com/pengertian-warna/
Edupaint. 2021. “ Mengenal 2 Sistem Warna”. Diakses pada 17 Maret 2021, pukul 16:38.
http://edupaint.com/warna/415-read-110609-mengenal-2-sistem-warna
Epsikologi. 2020. “Psikologi Warna”. Diakses pada 1 April 2021, pukul 22:05.
https://epsikologi.com/psikologi-warna/
Permana, Yoga. 2018. “Apa Itu Skema Warna”. Diakses pada 19 April 2021, pukul 12:40.
https://id.scribd.com/document/387966753/Apa-Itu-Skema-Warna
Wahidiyat, Mita. 2016. “ WARNA DAN PERMAINANNYA (SATU)”. Diakses pada 19 April
2021, pukul 14:30.
https://dkv.binus.ac.id/2016/06/13/6660/#:~:text=Putih%20(warna%20terang)%20da
n%20hitam,sangat%20jelas%2C%20kontras%20yang%20tajam.&text=Warna%20akroma
tik%20(achromatic%20colors)%20adalah,terdapat%20tahapan%20abu%2Dabu%20diant
aranya.
grafis-media.website: https://www.grafis-media.website/2017/08/pengertian-
warna-monokromatik-polikromatik.html . Diakses pada 23 April 2021, pukul 22:41
Amalia. Ratna. 2020. “Warna dan Identitas”. Diakses pada 4 Juni 2021, pukul 16:05.
https://binus.ac.id/bandung/2020/11/warna-dan-identitas/
Gremillion. Allison S. 2019. “How Color Impacts Emotions and Behaviors”. Diakses pada
4 Juni 2021, pukul 17:04. https://99designs.com/blog/tips/how-color-impacts-
emotions-and-behaviors/
Koentjoro. 2018. “Menentukan Warna Brand (Merek). Diakses pada 17 Mei 2021, pukul
16:01. https://koentjoro.wordpress.com/2018/09/07/menentukan-warna-brand-
merek/
Mekari. 2021. “ Psikologi Warna pada Branding”. Diakses pada 4 Juni 2021, pukul 16:13.
https://www.jurnal.id/id/blog/psikologi-warna-pada-branding/
Zain Fauzziyah. Salwa. 2018. “Kenali Kepribadianmu Lewat 6 Dasar Style Fashion Ini,
Kamu yang Mana?”. Diakses pada 11 Juni 2021, pukul 22:17.
https://nova.grid.id/read/05942629/kenali-kepribadianmu-lewat-6-dasar-style-
fashion-ini-kamu-yang-mana?page=all
Admin. 2016. “Style Busana Menurut Karakter”. Diakses pada 11 Juni 2021, pukul 22:37.
https://blog.tuneeca.com/fashion-tips/4798/