The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by anaspppgt, 2022-07-13 22:33:08

uji coba

mencoba

Keterampilan Sosial dan
Emosional

Penyamaan Persepsi Pendamping
Implementasi Pembelajaran (PIP)

Kamis, 2 Juni 2022

Halo!

saya Rusi/Usi (Rusiati Yo)

Teman belajar Anda

S.Psi. – Fakultas Psikologi UGM Bulaksumur
M.Pd – Teknologi Pendidikan UPH Karawaci

“Kebahagiaan adalah pada saat kita dapat
menghargai apa yang ada di sini dan sekarang dan
dapat membangun hubungan maupun kerja sama

dengan orang lain atas dasar hormat dan saling
menghargai”

(Rusdy Rukmarata, budayawan)

2

TULISKAN 1 kata yang Anda pilih untuk

menggambarkan diri Anda

(kata benda/tumbuh-tumbuhan/ hewan) dan
alasan memilih kata tersebut?

Agenda Hari ini

1. Perkenalan dan Pengantar (10’)

2. Pemaparan dan Simulasi 6 Konsep kunci
(50’)
-Kesadaran Penuh
-5 KSE (Kesadaran Diri, Manajemen Diri,
Kesadaran Sosial, Keterampilan Relasi, dan
Pengambilan Keputusan)

3. Penutup (15’)

4

Mari bersepakat

Renungan Aktivitas Diskusi Kesimpulan

Tujuan Sesi

• Peserta dapat menjelaskan makna penting KSE
berbasis kesadaran penuh

• Peserta dapat menjelaskan konsep dasar dan
penerapan kesadaran penuh (mindfulness)

• Peserta dapat menjelaskan 5 konsep dasar KSE

Pertanyaan Pemantik

1. Apa yang dimaksud dengan pembelajaran sosial dan
emosional dan implikasinya terhadap kesejahteraan
psikologis (well-being)?

Wellbeing: Sebuah kondisi dimana individu
memiliki sikap yang positif terhadap diri sendiri dan orang lain,
dapat membuat keputusan,
dan mengatur tingkah lakunya sendiri,
dapat memenuhi kebutuhan dirinya,
dengan menciptakan dan mengelola lingkungan dengan baik,
memiliki tujuan hidup,
dan membuat hidup mereka lebih bermakna,
serta berusaha mengeksplorasi dan mengembangkan dirinya.

________________________________________________
Oxford English Dictionary

Pertanyaan Pemantik

1. Apa yang dimaksud dengan pembelajaran sosial dan
emosional dan implikasinya terhadap kesejahteraan
psikologis (well-being)?

2. Apa saja 5 keterampilan sosial dan emosional?
3. Apa yang dimaksud KSE berbasis kesadaran penuh?

Keterampilan Sosial Emosional dalam
Bahasa Sehari-hari

KSE 1. Kesadaran KSE 2. KSE 3. Kesadaran KSE 4. KSE 5.
diri Manajemen diri sosial Keterampilan Pengambilan

• Mengenal diri • Pandai • Empati, berelasi keputusan
mengelola emosi • paham perasaan
• memahami orang lain, • Pandai bergaul, • Adil
emosi sendiri • Kelola pikiran, • toleransi, • open minded • Penuh
• Peka dengan pertimbangan
• tahu prinsip • Kelola perilaku • Pengertian perbedaan, • Peduli dengan
hidupnya sendiri • dll • percaya diri, sesama
(kejujuran • Tidak cepat • Supel • Tidak egois,
integritas, dll) / marah • Alus, sopan, • bertanggung
Berprinsip ramah jawab,
• tidak cemasan. • dll • tenggang rasa,
• memahami tubuh • dll
sendiri • termotivasi,

• Mengenal • tidak mudah
kebiasaan baik menyerah,
dan buruk
dirinya • bisa tahan
stress, optimis,
dll.

Definisi Keterampilan Sosial Emosional

• Keterampilan yang berhubungan dengan pengetahuan,
kecakapan dan sikap mengenai aspek sosial dan emosional

Sosial Emosional

Keterampilan berelasi dengan orang lain Keterampilan mengelola diri sendiri

Kesadaran Penuh
(Mindfulness)

Apakah saya sudah cukup mindful / sadar penuh /
eling dalam menjalani hidup sehari-hari?

Renungan

Ketiadaan kesadaran penuh dalam kehidupan
sehari-hari

● Ketika cuci piring tiba-tiba saja sudah selesai
● ketika naik kendaraan tiba-tiba saja sudah sampai (untung dengan

selamat!)
● Ketika berjalan kaki tiba-tiba sudah sampai
● Duduk di kursi depan kelas saat narasumber berbicara tetapi pikiran

Anda melamunkan hal lain
● Tidak memahami poin-poin yang disampaikan lawan bicara Anda

(rekan kerja, istri/suami, anak, saudara) karena sibuk dengan gawai
Anda

hidup tidak sadar penuh

Rasanya waktu cepat habis
kerjaan belum selesai
tapi lelah (karena pikiran ke sana kemari)

Kesadaran penuh dalam kehidupan sehari-hari

• Tidak melampiaskan amarah ke anak atau pasangan Ketika
stress di kantor

• Tidak melampiaskan amarah ke bawahan saat ada masalah
rumah tangga

• Tidak makan banyak karena stress
• Tidak merokok lebih banyak karena stress
• Membawa kendaraan tidak sambil melamun
• Bercakap-cakap dengan orang tanpa bolak balik mengecek

smartphone

Definisi Kesadaran Penuh

Kesadaran penuh (mindfulness) adalah kesadaran yang muncul
ketika seseorang memberikan perhatian secara sengaja pada
kondisi saat ini dilandasi rasa ingin tahu (tanpa menghakimi) dan
kebaikan. Memberikan perhatian artinya kita secara sengaja fokus
pada apa yang sedang kita kerjakan. Rasa ingin tahu artinya kita
penuh dengan keingintahuan, kekaguman dan tanpa penghakiman
atas sesuatu yang sedang kita beri perhatian. Kebaikan artinya kita
menggunakan prinsip cinta kasih untuk menghargai, bersyukur atas
apapun yang sedang kita hadapi atau kita lakukan.

Kesadaran Penuh dapat
dilatih dan ditumbuhkan

melalui berbagai kegiatan
sehari-hari yang dilakukan
secara sadar penuh/ mindful
Misalnya, mengerjakan
pekerjaan rumah tangga,
menekuni hobi

Fakta menarik:

• Secara saintifik, latihan berkesadaran
penuh yang konsisten dapat
memperkuat hubungan sel-sel saraf
(neuron) otak yang berhubungan
dengan fokus, konsentrasi, dan
kesadaran (Hawn Foundation, 2011)

Mari Latihan Mendengarkan dengan Sadar
(Mindful Listening)

Aktivitas

• Jeda sejenak dari apapun yang dikerjakan
• Duduklah dengan nyaman, tegak, tidak

membungkuk, bahu tetap rileks

• Kedua tangan dapat diletakkan di pangkuan atau

di atas meja

• Pejamkan mata jika merasa nyaman atau cukup

rilekskan kelopak mata

• Dengarkan musik yang mengalun
• Jika pikiran mengembara, perlahan kembalikan

perhatian pada alunan musik dan perasaan yang
muncul saat mendengarkan musik

Apakah ada perbedaan pada sensasi tubuh, perasaan
dan pikiran Anda sebelum dan sesudah kegiatan
“Mendengarkan dengan Sadar” ini? Apa
perbedaannya?

Silakan berbagi di kolom obrolan
(2 menit)

Diskusi

Jelaskan emosi “cinta” tanpa menuliskan
kata “cinta”.

Bagikan di kolom obrolan (1 menit)

Aktivitas

Sepakatkah Anda?
Dalam kehidupan sehari-hari kata “emosi”
sering disandingkan dengan sesuatu yang
negatif

• “Dia emosional banget sih!”
• “Saya tuh emosi ya!”

Padahal emosi adalah bagian yang penting untuk kita kenali dan kelola sebagai
manusia.

Faktanya keberhasilan karir seseorang secara profesional, kesejahteraan psikologis diri
sendiri, dan juga kualitas hubungan dengan orang lain (keluarga, teman, dll) amat
ditentukan oleh kecerdasan emosi seseorang.

Untuk melatih kecerdasan emosi, langkah awal adalah
mampu menyadari dan mengenali emosi yang kita rasakan.

Kesadaran Diri

KSE 1.

Dalam kehidupan sehari-hari, apakah
selama ini saya menyadari dan
mengenal emosi-emosi saya?

Renungan

Definisi Kesadaran Diri

• Kesadaran diri merupakan keterampilan yang
cakupannya luas meliputi emosi, pikiran,
nilai-nilai pribadi, dan pemahaman akan
kekuatan dan kekurangan diri

Berlatih mengidentifikasi
emosi dengan jujur

• Identifikasi setidaknya 4 emosi
yang cukup sering muncul
selama dua minggu belakangan

(cukup ketik nama emosinya saja)

Aktivitas

• Apakah kita sudah benar-benar jujur dengan diri kita saat
menyebutkan emosi yang muncul? Apakah kita berusaha
menutupi emosi negatif dengan emosi positif karena malu
mengakuinya? Apakah kita terlalu banyak fokus ke emosi
negatif saja?

Renungan

Apa yang bisa kita pelajari dari sesi
kesadaran diri?
(1 menit)

Kesimpulan

Manajemen
Diri

KSE 2.

Apakah selama ini saya lebih sering
mengelola emosi atau dikuasai emosi?

Renungan

Daniel Goleman (penulis buku “Emotional Intelligence, co-founder Casel.org)

Emosi yang tak terkendali membuat
orang pintar menjadi bodoh

____________________

CEO dipekerjakan di perusahaan karena
intelektualitas dan keahlian bisnisnya,
lalu dipecat karena kurangnya
kecerdasan emosi

_________________

Definisi Manajemen Diri

Kemampuan untuk mengelola emosi, pikiran, dan
perilaku diri secara efektif dalam berbagai situasi dan
untuk mencapai tujuan dan aspirasi.

Manajemen diri dimulai dari..

• Manajemen diri dimulai dari kesadaran diri, yakni kita
menyadari apa yang terjadi di dalam diri kita (pikiran apa
yang memenuhi kepala kita, emosi apa yang kita rasakan)
sebelum akhirnya pikiran dan emosi itu kita wujudkan
menjadi perilaku

• Namun, ada kalanya pikiran dan emosi kita tidak
terbendung. Sehingga kita perlu mengambil jeda untuk
menenangkan diri kita

Mari Tarik Napas…

• Rilekskan badan
• Tarik napas yang dalam
• Hembuskan…
• Tarik napas yang dalam
• Tahan 3 hitungan
• Hembuskan perlahan…

(ulangi beberapa kali)

Aktivitas

STOP! Mari kita praktikkan.

Amati perbedaan tubuh, perasaan dan pikiran Anda

setelah mempraktikkan STOP

Stop Berhenti sejenak
Take a breath
Observe Ambil nafas dalam

Proceed Amati sensasi pada tubuh, perasaan,
pikiran, dan lingkungan

Selesai dan lanjutkan kembali aktivitas

Aktivitas

APA YANG ADA DIBALIK “STOP”
MENGAMBIL JEDA - MENYADARI NAPAS (BERSYUKUR)

● Syaraf parasimpatik > menenangkan tubuh dengan memperlambat
detak jantung, menurunkan tekanan darah, mempertajam fokus.

● Napas yang terkontrol > mengurangi kecemasan/tingkat stress dan
mendukung kekuatan otak bagian atas (korteks prefrontal) yang
berhubungan dengan fokus, konsentrasi dan kesadaran.

● Hal ini dapat dilatih dan dikembangkan > neuroplasticity.

~ mind-up curriculum (2011)

Apa yang dapat Anda
pelajari dari teknik STOP?

Kesimpulan

Kesadaran
Sosial

KSE 3.

Ketika berelasi dengan orang lain, apakah saya
sadar dengan kondisi, situasi, perspektif, cara
berpikir dan perasaan orang-orang di sekitar

saya?

Renungan

Definisi Kesadaran Sosial

Kesadaran sosial adalah kemampuan untuk memahami
sudut pandang dan dapat berempati dengan orang lain
termasuk mereka yang berasal dari latar belakang,
budaya, dan konteks yang berbeda-beda.

Kisah Bapak Tua dan Dua Anak Berisik di
Kereta

Kasus

Respon keadaan yang Anda hadapi dalam cerita ini dengan 3 pertanyaan dasar
*) Pada suatu hari, bayangkan Anda sedang dalam perjalanan naik kereta dari
Surabaya ke Jakarta. Anda ingin tidur di perjalanan karena sudah seminggu ini
begadang mengerjakan banyak proyek dengan deadline yang berdekatan.
Saat itu pukul 20.00 baru saja Anda hampir terlelap, tiba-tiba dua anak kecil
berusia sekitar 4 dan 6 tahun berteriak, tertawa dan berlari-lari mondar-mandir.
Anda melihat situasi sekitar dan mendapati ayah dari kedua anak itu persis di
belakang Anda. Orang-orang di sekitar yang sedang bermain game di
smartphone, sedang bercengkrama atau sedang makan terlihat agak terganggu,
tetapi semuanya diam saja.
Anak-anak itu sesekali diam, tapi kemudian tertawa kencang lagi,
memperebutkan mainan, lari ke sana kemari. Anda yang sudah kurang tidur
seminggu ini tidak bisa menahan diri lagi...

Bagaimana Tanggapan Anda atas kasus di atas?

3 pertanyaan dasar

1. Apa yang dirasakan orang tersebut? Mengapa dia dapat
merasa begitu?

2. Apa yang mungkin akan dia lakukan? Mengapa dia
melakukan itu?

3. Apa yang saya rasakan jika mengalami kejadian atau
berada pada situasi yang sama?

Diskusi

Anda segera menegur ayah dari anak-anak tersebut dengan bahasa yang
cukup tajam, “Pak, ini tempat umum, banyak yang terganggu dan tidak
bisa istirahat. Anaknya tolong dikondisikan ya, Pak”.
Sekilas, dari matanya terpancar kelelahan dan kesedihan. Namun, Bapak
itu tersenyum sedikit, menatap mata Anda dan berkata,
“Maaf, ibu dari kedua anak ini baru saja meninggal. Tiga hari ini mereka
tidak bisa tertawa karena mereka menangis terus. Baru sekarang mereka
bisa tertawa, dan kami akan turun di Bandung beberapa saat ini, jadi
semoga mereka tidak mengganggu terlalu lama lagi. Saya coba panggil
mereka ya…”

*) diadaptasi dari: Covey, S. R. (2013). The 7 habits of highly effective people: Powerful
lessons in personal change. Simon and Schuster.

Empati

Empati adalah kemampuan untuk mengenali dan
memahami serta ikut merasakan perasaan-emosi
orang lain

Empati untuk menghapus prasangka

• Sering kali kita sudah melakukan judgment (penghakiman)
terhadap seseorang

• Bapak tua dan anak kecil berisik “Pasti Bapaknya tidak bisa
mendidik anak”

• Pada banyak kasus, kita berperilaku sesuai dengan judgment
kita terhadap orang lain dan meniadakan empati dari diri kita

• Dengan mengambil jeda, berusaha membayangkan situasi orang
lain, atau dengan bertanya mengenai situasi orang lain, kita akan
mampu memberikan respon yang lebih empatik dalam sebuah
situasi sulit

• Setiap orang memiliki alasan untuk berperilaku
tertentu (seperti sang Ayah yang membiarkan
anaknya berlari dan berteriak di kereta)
Apakah mungkin kita bisa membaca situasi dan
memahami setiap orang yang perilakunya kita
anggap sulit?

Kesimpulan


Click to View FlipBook Version