The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Iis Robiah Hasanah, 2024-04-29 22:18:19

E book Akidah Akhlak

Adab Dalam Bermedsos

Keywords: Akidah Akhlak

44 1) Guru kurang maksimal dalam memotivasi siswa dan dalam menyampaikan tujuan pembelajaran 2) Guru kurang maksimal dalam pengelolaan waktu 3) Siswa kurang aktif selama pembelajaran berlangsung d. Refisi Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada siklus I ini masih terdapat kekurangan, sehingga perlu adanya revisi untuk dilakukan pada siklus berikutnya. 1) Guru perlu lebih terampil dalam memotivasi siswa dan lebih jelas dalam menyampaikan tujuan pembelajaran. Dimana siswa diajak untuk terlibat langsung dalam setiap kegiatan yang akan dilakukan. 2) Guru perlu mendistribusikan waktu secara baik dengan menambahkan informasi-informasi yang dirasa perlu dan memberi catatan. 3) Guru harus lebih terampil dan bersemangat dalam memotivasi siswa sehingga siswa bisa lebih antusias. 2. Siklus II a. Tahap perencanaan Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 2, soal tes formatif 2 dan alat-alat pengajaran yang mendukung. b. Tahap kegiatan dan pelaksanaan


45 Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakan pada tanggal 13 Februari 2024 di Kelas VIII dengan jumlah siswa 29 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pengajar. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus I, sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus I tidak terulang lagi pada siklus II. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar. a. Rubrik Aktivitas Siswa dalam proses pembelajaran. No Nama Aspek penilaian Jumlah Nilai Ketepatan jawaban Estetika(nilai seni) paparan 1 Ade Rehhan 4 5 9 2 Ade Yusuf Supriatna 7 6 13 3 Aira Maharani 4 5 9 4 Bang Bang Ardiansyah 7 6 13 5 Bayu Nur Putra 7 6 13 6 Cecep 7 6 13 7 Denis Aditia Nur Pratama 4 5 9 8 Fajar Dewantara 7 5 12 9 M. Galang Nazril Ibrahim 5 5 10 10 Muhamad Restu Maulana 7 6 13 11 Muhamad Rifki 7 6 13 12 Muhammad Gilan Solihin 5 5 10 13 Nani Sri Mulyani 5 5 10 14 Neng Arly Oktaviani 7 5 12 15 Novi Yulianti 7 5 12 16 Raditia Putra Permana 4 5 9


46 17 Ramdani 7 5 12 18 Rangga Permana 7 5 12 19 Ridha Khoirunnisa 7 6 13 20 Rindiani 4 5 9 21 Sahrul Ali Ramdani 4 5 9 22 Sakila Insani 7 5 12 23 Salsabila Nazwa 7 6 13 24 Salwa Sadiah 7 5 12 25 Siti Julianti 7 6 13 26 Sofia Nazwa Lubis 7 5 12 27 Tantan Riyana 7 6 13 28 Zivara Arsiena Khaira Wiffa 7 5 12 29 M. Wahib F 7 5 12 Pedoman Skor No Skor Predikat Kriteria 1 8 Sangat baik Semua jawaban/paparan benar/ tepat, menarik 2 6 Baik Sebagian besar jawaban/paparan benar, menarik 3 4 Cukup Separuh jawaban/paparan benar, menarik 4 2 kurang Sebagian kecil jawaban/paparan benar, menarik Nilai Akhir : Jumlah skor yang diperoleh x 100 16 b. Penilaian sikap No Nama Siswa Aspek perilaku yang dinilai Rata-rata (Nilai


47 Sikap) BS JJ TJ DS 1 Ade Rehhan 4 4 4 4 4 2 Ade Yusuf Supriatna 4 4 4 3 4 3 Aira Maharani 3 4 4 4 4 4 Bang Bang Ardiansyah 3 4 4 4 4 5 Bayu Nur Putra 4 4 4 4 4 6 Cecep 3 3 4 4 4 7 Denis Aditia Nur Pratama 4 4 4 4 4 8 Fajar Dewantara 4 3 4 4 4 9 M. Galang Nazril Ibrahim 3 4 4 4 4 10 Muhamad Restu Maulana 4 4 4 4 4 11 Muhamad Rifki 3 4 4 4 4 12 Muhammad Gilan Solihin 4 4 4 4 4 13 Nani Sri Mulyani 3 3 4 4 4 14 Neng Arly Oktaviani 4 4 4 4 4 15 Novi Yulianti 3 3 4 4 4 16 Raditia Putra Permana 3 4 4 4 4 17 Ramdani 4 4 4 4 4 18 Rangga Permana 3 3 3 4 3 19 Ridha Khoirunnisa 4 4 4 4 4


48 20 Rindiani 3 4 4 4 4 21 Sahrul Ali Ramdani 4 4 4 4 4 22 Sakila Insani 4 4 4 4 4 23 Salsabila Nazwa 3 4 4 4 4 24 Salwa Sadiah 4 4 4 4 4 25 Siti Julianti 4 4 3 4 4 26 Sofia Nazwa Lubis 4 4 4 3 4 27 Tantan Riyana 4 4 4 4 4 28 Zivara Arsiena Khaira Wiffa 4 4 4 4 4 29 M. Wahib F 3 3 4 4 4 Ket: BS : Bis abekerjasama JJ : Jujur TJ : Tanggung jawab Ds : Displin Aspek penilaian periku dengan kriteria 4 : sangat baik 3: baik 2 : cukup 1 : kurang


49 Dari tabel di atas, tanpak aspek-aspek yang diamati pada kegiatan belajar mengajar (siklus II) yang dilaksanakn oleh guru dengan menerapkan metode pembelajarn Two Stay Two Stray mendapatkan penilaian yang cukup baik dari pengamat. Maksudnya dari seluruh penilaian tidak terdapat nilai kurang. Namun demikian penilaian tesebut belum merupakan hasil yang optimal, untuk itu ada beberapa aspek yang perlu mendapatkan perhatian untuk penyempurnaan penerapan pembelajaran selanjutnya. Aspek-aspek tersebut adalah memotivasi siswa, membimbing siswa merumuskan kesimpulan/ menemukan konsep, dan pengelolaan waktu. Dengan penyempurnaan aspek-aspek I atas alam penerapan metode pembelajarn Two Stay Two Stray diharapkan siswa dapat menyimpulkan apa yang telah mereka pelajari dan mengemukakan pendapatnya sehingga mereka akan lebih memahami tentang apa yang telah mereka lakukan. Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif II dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Instrumen yang digunakan adalah tes formatif II. Adapun data hasil penelitian pada siklus II adalah sebagai berikut. Tabel 4.5. Nilai Tes Formatif Pada Siklus II No Nama Siswa Skor Keterangan T TT 1. Ade Rehhan 95 2. Ade Yusuf Supriatna 68


50 3. Aira Maharani 88 4. Bang Bang Ardiansyah 78 5. Bayu Nur Putra 78 6. Cecep 88 7. Denis Aditia Nur Pratama 87 8. Fajar Dewantara 68 9. M. Galang Nazril Ibrahim 82 10. Muhamad Restu Maulana 65 11. Muhamad Rifki 85 12. Muhammad Gilan Solihin 85 13. Nani Sri Mulyani 69 14. Neng Arly Oktaviani 85 15. Novi Yulianti 78 16. Raditia Putra Permana 85 17. Ramdani 75 18. Rangga Permana 85 19. Ridha Khoirunnisa 88 20. Rindiani 88 21. Sahrul Ali Ramdani 65 22. Sakila Insani 68 23. Salsabila Nazwa 80 24. Salwa Sadiah 80 25. Siti Julianti 80 26. Sofia Nazwa Lubis 80 27. Tantan Riyana 80 28. Zivara Arsiena Khaira Wiffa 88 29. M. Wahib F 85 Jumlah 2326 23 6 Keterangan:


51 T : Tuntas TT : Tidak tuntas Jumlah Siswa yang tuntas : 23 Jumlah Siswa yang tidak tuntas : 6 Skor Maksimal Ideal : 2900 Skor Tercapai : 2326 Rata-rata Skor Tercapai : 80 Prosentase Ketuntasan : 79% Tabel 4.6. Rekapitulasi Hasil Tes Formatif Siswa Pada Siklus II No Uraian Hasil Siklus II 1 2 3 Nilai rata-rata tes formatif Jumlah siswa yang tuntas belajar Persentase ketuntasan belajar 80 23 79 Dari tabel di atas diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa 80 dan ketuntasan belajar mencapai 79% atau ada 23 siswa dari 29 siswa sudah tuntas belajar. Hasil ini menunjukkan bahwa pada siklus II ini ketuntasan belajar secara klasikal telah mengalami peningkatan sedikit lebih baik dari siklus I. Adanya peningkatan kemampuan berbicara siswa ini karena setelah guru menginformasikan bahwa setiap akhir pelajaran akan selalu diadakan tes sehingga pada pertemuan berikutnya siswa lebih termotivasi untuk belajar. Selain itu siswa juga sudah mulai mengerti apa yang dimaksudkan dan diinginkan guru dengan menerapkan pembelajaran dengan Metode Pembelajaran Two Stay Two Stray. c. Refleksi


52 Dalam pelaksanaan kegiatan belajar diperoleh informasi dari hasil pengamatan sebagai berikut. 1) Memotivasi siswa 2) Membimbing siswa merumuskan kesimpulan/menemukan konsep 3) Pengelolaan waktu d. Revisi Rancangan Pelaksanaan kegiatan belajar pada siklus II ini masih terdapat kekurangan-kekurangan. Maka perlu adanya revisi untuk dilaksanakan pada siklus II antara lain: 1) Guru dalam memotivasi siswa hendaknya dapat membuat siswa lebih termotivasi selama proses belajar mengajar berlangsung. 2) Guru harus lebih dekat dengan siswa sehingga tidak ada perasaan takut dalam diri siswa baik untuk mengemukakan pendapat atau bertanya. 3) Guru harus lebih sabar dalam membimbing siswa merumuskan kesimpulan/menemukan konsep. 4) Guru harus mendistribusikan waktu secara baik sehingga kegiatan pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. 5) Guru sebaiknya menambah lebih banyak contoh soal dan memberi soalsoal latihan pada siswa untuk dikerjakan pada setiap kegiatan belajar mengajar.


53 3. Siklus III a. Tahap perencanaan Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pelajaran 3, soal tes formatif 3 dan alat-alat pengajaran yang mendukung. b. Tahap kegiatan dan pengamatan Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus III dilaksanakan pada tanggal 20 februari 2024 di Kelas VIII dengan jumlah siswa 29 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pengajar. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus II, sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus II tidak terulang lagi pada siklus III. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar. a. Rubrik Aktivitas Siswa dalam proses pembelajaran. No Nama Aspek penilaian Jumlah Nilai Ketepatan jawaban Estetika(nilai seni) paparan 1 Ade Rehhan 6 7 13 2 Ade Yusuf Supriatna 8 8 16 3 Aira Maharani 6 7 13 4 Bang Bang Ardiansyah 8 8 16 5 Bayu Nur Putra 8 8 16 6 Cecep 8 8 16 7 Denis Aditia Nur Pratama 6 7 13 8 Fajar Dewantara 8 7 15


54 9 M. Galang Nazril Ibrahim 7 7 14 10 Muhamad Restu Maulana 8 8 16 11 Muhamad Rifki 8 8 16 12 Muhammad Gilan Solihin 7 7 14 13 Nani Sri Mulyani 7 7 14 14 Neng Arly Oktaviani 8 7 15 15 Novi Yulianti 8 7 15 16 Raditia Putra Permana 6 7 13 17 Ramdani 8 7 15 18 Rangga Permana 8 7 15 19 Ridha Khoirunnisa 8 8 16 20 Rindiani 6 7 13 21 Sahrul Ali Ramdani 6 7 13 22 Sakila Insani 8 7 15 23 Salsabila Nazwa 8 8 16 24 Salwa Sadiah 8 7 15 25 Siti Julianti 8 8 16 26 Sofia Nazwa Lubis 8 7 15 27 Tantan Riyana 8 8 16 28 Zivara Arsiena Khaira Wiffa 8 7 15 29 M. Wahib F 8 7 15 Pedoman Skor No Skor Predikat Kriteria 1 8 Sangat baik Semua jawaban/paparan benar/ tepat, menarik 2 6 Baik Sebagian besar jawaban/paparan benar, menarik 3 4 Cukup Separuh jawaban/paparan benar, menarik 4 2 kurang Sebagian kecil jawaban/paparan benar, menarik


55 Nilai Akhir : Jumlah skor yang diperoleh x 100 16 b. Penilaian sikap No Nama Siswa Aspek perilaku yang dinilai Rata-rata (Nilai Sikap) BS JJ TJ DS 1 Ade Rehhan 4 4 4 4 4 2 Ade Yusuf Supriatna 4 4 4 4 4 3 Aira Maharani 4 4 4 4 4 4 Bang Bang Ardiansyah 4 4 4 4 4 5 Bayu Nur Putra 4 4 4 4 4 6 Cecep 4 4 4 4 4 7 Denis Aditia Nur Pratama 4 4 4 4 4 8 Fajar Dewantara 4 4 4 4 4 9 M. Galang Nazril Ibrahim 4 4 4 4 4 10 Muhamad Restu Maulana 4 4 4 4 4 11 Muhamad Rifki 4 4 4 4 4 12 Muhammad Gilan Solihin 4 4 4 4 4 13 Nani Sri Mulyani 4 4 4 4 4 14 Neng Arly Oktaviani 4 4 4 4 4 15 Novi Yulianti 4 4 4 4 4 16 Raditia Putra Permana 4 4 4 4 4 17 Ramdani 4 4 4 4 4 18 Rangga Permana 4 4 4 4 4 19 Ridha Khoirunnisa 4 4 4 4 4


56 20 Rindiani 4 4 4 4 4 21 Sahrul Ali Ramdani 4 4 4 4 4 22 Sakila Insani 4 4 4 4 4 23 Salsabila Nazwa 4 4 4 4 4 24 Salwa Sadiah 4 4 4 4 4 25 Siti Julianti 4 4 4 4 4 26 Sofia Nazwa Lubis 4 4 4 4 4 27 Tantan Riyana 4 4 4 4 4 28 Zivara Arsiena Khaira Wiffa 4 4 4 4 4 29 M. Wahib F 4 4 4 4 4 Ket: BS : Bis abekerjasama JJ : Jujur TJ : Tanggung jawab Ds : Displin Aspek penilaian periku dengan kriteria 4 : sangat baik 3: baik 2 : cukup 1 : kurang


57 Dari tabel di atas, dapat dilihat aspek-aspek yang diamati pada kegiatan belajar mengajar (siklus III) yang dilaksanakan oleh guru dengan menerapkan metode pembelajaran Two Stay Two Stray mendapatkan penilaian cukup baik dari pengamat adalah memotivasi siswa, membimbing siswa merumuskan kesimpulan/menemukan konsep, dan pengelolaan waktu. Penyempurnaan aspek-aspek diatas dalam menerapkan metode pembelajaran Two Stay Two Stray diharapkan dapat berhasil semaksimal mungkin. Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif III dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Instrumen yang digunakan adalah tes formatif III. Adapun data hasil penelitian pada siklus III adalah sebagai berikut. Tabel 4.8 Nilai Tes Formatif Pada Siklus III No Nama Siswa Skor Keterangan T TT 1. Ade Rehhan 100 2. Ade Yusuf Supriatna 90 3. Aira Maharani 80 4. Bang Bang Ardiansyah 80 5. Bayu Nur Putra 80 6. Cecep 80 7. Denis Aditia Nur Pratama 85 8. Fajar Dewantara 80 9. M. Galang Nazril Ibrahim 85 10. Muhamad Restu Maulana 85


58 11. Muhamad Rifki 95 12. Muhammad Gilan Solihin 85 13. Nani Sri Mulyani 80 14. Neng Arly Oktaviani 85 15. Novi Yulianti 85 16. Raditia Putra Permana 88 17. Ramdani 85 18. Rangga Permana 85 19. Ridha Khoirunnisa 90 20. Rindiani 85 21. Sahrul Ali Ramdani 89 22. Sakila Insani 92 23. Salsabila Nazwa 93 24. Salwa Sadiah 87 25. Siti Julianti 85 26. Sofia Nazwa Lubis 96 27. Tantan Riyana 92 28. Zivara Arsiena Khaira Wiffa 86 29. M. Wahib F 87 Jumlah 2515 29 0 Keterangan: T : Tuntas TT : Tidak tuntas Jumlah Siswa yang tuntas : 29 Jumlah Siswa yang tidak tuntas : 0 Skor Maksimal Ideal : 2900 Skor Tercapai : 2515 Rata-rata Skor Tercapai : 86 Prosentase Ketuntasan : 100% Tabel 4.9. Hasil Formatif Siswa Pada Siklus III No Uraian Hasil Siklus III


59 1 2 3 Nilai rata-rata tes formatif Jumlah siswa yang tuntas belajar Persentase ketuntasan belajar 86 29 100% Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai rata-rata tes formatif sebesar 86 dan dari 29 siswa telah mencapai ketuntasan belajar. Maka secara klasikal ketuntasan belajar yang telah tercapai sebesar 100% (termasuk kategori tuntas). Hasil pada siklus III ini mengalami peningkatan lebih baik dari siklus II. Adanya peningkatan kemampuan berbicara pada siklus III ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran dengan metode Pembelajaran Two Stay Two Stray sehingga siswa menjadi lebih terbiasa dengan pembelajaran seperti ini sehingga siswa lebih mudah dalam memahami materi yang telah diberikan. c. Refleksi Pada tahap ini akan dikaji apa yang telah terlaksana dengan baik maupun yang masih kurang baik dalam proses belajar mengajar dengan penerapan pembelajaran dengan Two Stay Two Stray. Dari data-data yang telah diperoleh dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Selama proses belajar mengajar guru telah melaksanakan semua pembelajaran dengan baik. Meskipun ada beberapa aspek yang belum sempurna, tetapi persentase pelaksanaannya untuk masing-masing aspek cukup besar. 2) Berdasarkan data hasil pengamatan diketahui bahwa siswa aktif selama proses belajar berlangsung.


60 3) Kekurangan pada siklus-siklus sebelumnya sudah mengalami perbaikan dan peningkatan sehingga menjadi lebih baik. 4) Kemampuan berbicara siswa pada siklus III mencapai ketuntasan. d. Revisi Pelaksanaan Pada siklus III guru telah menerapkan pembelajaran dengan Two Stay Two Stray dengan baik dan dilihat dari aktivitas siswa serta kemampuan berbicara siswa pelaksanaan proses belajar mengajar sudah berjalan dengan baik. Maka tidak diperlukan revisi terlalu banyak, tetapi yang perlu diperhatikan untuk tindakan selanjutnya adalah memaksimalkan dan mempertahankan apa yang telah ada dengan tujuan agar pada pelaksanaan proses belajar mengajar selanjutnya penerapan model pengajaran Two Stay Two Stray dapat meningkatkan proses belajar mengajar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. C. Pembahasan 1. Ketuntasan Kemampuan berbicara Siswa Melalui hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan Two Stay Two Stray memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari siklus I, II, dan III) yaitu masing-masing 68%, 79%, dan 100%. Pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai. 2. Kemampuan Guru dalam Mengelola Pembelajaran


61 Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar dengan menerapkan model pengajaran Two Stay Two Stray dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap prestasi belajar siswa yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai ratarata siswa pad setiap siklus yang terus mengalami peningkatan. 3. Aktivitas Siswa Dalam Pembelajaran Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran Akidah Akhlak dengan model pengajaran Two Stay Two Stray yang paling dominan adalah, mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru, dan diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru. Jadi dapat dikatakan bahwa aktivitas siswa dapat dikategorikan aktif. Sedangkan untuk aktivitas guru selama pembelajaran telah melaksanakan langkah-langkah kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan pengajaran konstekstual model pengajaran berbasis masalah dengan baik. Hal ini terlihat dari aktivitas guru yang muncul di antaranya aktivitas membimbing dan mengamati siswa dalam menemukan konsep, menjelaskan materi yang sulit, memberi umpan balik/evaluasi/tanya jawab dimana prosentase untuk aktivitas di atas cukup besar.


62 BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan selama tiga siklus, hasil seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Model pengajaran Metode Two Stay Two Stray dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Akidah Akhlak 2. Pembelajaran dengan Metode Two Stay Two Stray memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (68%,), siklus II (79%), siklus III (100%). 3. Model pengajaran Metode Two Stay Two Stray dapat menjadikan siswa merasa dirinya mendapat perhatian dan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, gagasan, ide dan pertanyaan. 4. Siswa dapat bekerja secara mandiri maupun kelompok, serta mampu mempertanggungjawabkan segala tugas individu maupun kelompok. 5. Penerapan pembelajaran dengan Metode Two Stay Two Stray mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan kreatifitas belajar siswa.


63 B. Saran Dari hasil penelitian yang diperoleh dari uraian sebelumnya agar proses belajar mengajar Akidah Akhlak lebih efektif dan lebih memberikan hasil yang optimal bagi siswa, maka disampaikan saran sebagai berikut: 1. Untuk melaksanakan model pengajaran Metode Two Stay Two Stray memerlukan persiapan yang cukup matang, sehingga guru harus mampu menentukan atau memilih topik yang benar-benar bisa diterapkan dengan pembelajaran dengan Metode Two Stay Two Stray dalam proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang optimal. 2. Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa, guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan berbagai metode pengajaran, walau dalam taraf yang sederhana, dimana siswa nantinya dapat menemukan pengetahuan baru, memperoleh konsep dan keterampilan, sehingga siswa berhasil atau mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. 3. Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut, karena hasil penelitian ini hanya dilakukan di MTsN 2 Bandung tahun pelajaran 2023-2024 4. Untuk penelitian yang serupa hendaknya dilakukan perbaikan-perbaikan agar diperoleh hasil yang lebih baik.


64 KAJIAN PUSTAKA Amin, M. (2007). Apa Itu Two Stray Two Stay?. [Online]. Tersedia: http://lubisgrafura.wordpress.com [08 April 2023]. Anggraeni, D. (2008). Penerapan Two Stray Two Stay dan Metode Example Non Example dalam Pembelajaran Sel dan Jaringan Tumbuhan untuk http://biologyeducationresearch.blogspot.com/2023/03/penerapan-hands-onactivity-dan-metode.html [08 April 2023]. Baharuddin, & Wahyuni, E. N. (2015). Teori Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Ar Ruzz Media. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Tesis PPS UPI: tidak diterbitkan. Rohayati, A. (2008). Evaluasi Dampak Kegiatan Lesson Study pada Kemampuan Burnaliza. 2013. “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) Dilengkapi dengan LKS Terhadap Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Diklat Menangani Surat/Dokumen Kelas X PKAP2 Di SMKN Bukit Tinggi”. Tahun 2013. Djamarah, SB dan Zain. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta Hamalik, Oemar. 2010. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara Ismawati, N dan Hindarto. (2011). “Penerapan Model Pembelajaraan Koopertif dengan Pendekatan Struktural Two Stay Two Stray Mulyana, D. (2004). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Rosdakarya. Yusuf. (2012). “Penerapan Pembelajaraan Kooperatif Model Two Stay Two Stray (TSTS) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Diklat


65 Kewirausahaan (Studi pada Kelas X SMK Ardjuna 2 Malang). Tahun 2012


66 MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA AKIDAH AKHLAK FASE D 8 INFORMASI UMUM A. IDENTITAS MODUL Penyusun : Iis Robiah Hasanah, S.Ag Instansi : MTs Negeri 2 Bandung Tahun Penyusunan : Tahun 2023 Jenjang Madrasah : MTs Mata Pelajaran : Akidah Akhlak Fase : D 7 Bab / Tema : Iman kepada Rasul Materi Pembelajaran : Rasul Ulul ‘Azmi Alokasi Waktu : 8 JP B. Awal Kompetensi ❖ Peserta didik memiliki akhlak mulia dengan didasari keimanan dan ketakwaan Kepada Tuhan yang Maha Esa ❖ Peserta didik dapat memahami pengertian rasul Ulul ‘Azmi ❖ Peserta didik dapat menganalisis sifat utama rasul Ulul ‘Azmi ❖ Peserta didik dapat menyajikan hasil analisis sifat utama rasul Ulul ‘Azmi C. Profil Pelajar Pancasila ❖ Beriman dan bertakwa pada Tuhan Yang Esa ❖ Ta’addub (berkeadaban) ❖ Qudwah (keteladanan) ❖ Tasamuh (toleransi) ❖ I’tidal (lurus,tegas) ❖ Tawazun (berimbang) ❖ Bergotong royong ❖ Bernalar kritis ❖ kreatif D. Sarana dan Prasarana ❖ Sumber Belajar : Buku Akidah Akhlak Pedoman Guru, PPT dan LKPD E. Target Peserta Didik ❖ Peserta didik reguler tipikal : Umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar ❖ Peserta didik dengan kesulitan belajar : memiliki gaya belajar yang terbatas hanya satu gaya misalnya dengan audio memiliki kesulitan dengan bahasa dan pemahaman materi ajar, kurang percaya diri, dan kesulitan berkonsentrasi jangka panjang dsb. ❖ Peserta didik dengan pencapaian tinggi : Mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir kritis (HOTS) dan memiliki keterampilan memimpin F. Jumlah Peserta Didik ❖ Minimum 25 peserta didik dan maksimum 32 peserta didik G. Model Pembelajaran ❖ Pembelajaran tatap muka


67 KOMPONEN INTI A. Tujuan Kegiatan Pembelajaran ❖ Peserta didik memiliki akhlak mulia dengan didasari keimanan dan ketakwaan Kepada Tuhan yang Maha Esa ❖ Peserta didik dapat memahami pengertian rasul Ulul ‘Azmi ❖ Peserta didik dapat menganalisis sifat utama rasul Ulul ‘Azmi ❖ Peserta didik dapat menyajikan hasil analisis sifat utama rasul Ulul ‘Azmi B. Pemahaman Bermakna ❖ Peserta didik dapat memahami pengertian rasul Ulul ‘Azmi ❖ Peserta didik dapat menganalisis sifat utama rasul Ulul ‘Azmi ❖ Peserta didik dapat menyajikan hasil analisis sifat utama rasul Ulul ‘Azmi C. Pertanyaan Pemantik ❖ Apa yang kamu rasakan bila Nabi kita dihina dan direndahkan ! D. Kegiatan Pembelajaran ❖ Peserta didik memiliki modul pembelajaran ❖ Peserta didik belajar mandiri dan berkelompok ketika kegiatan belajar berlangsung ❖ Peserta didik bertanya jika ada yang kurang dipahami ❖ Peserta didik melaksanakan assesmen E. Assessmen ❖ Tes diagnostik ❖ Assessmen profil pelajar pancasila dengan observasi ❖ Mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik F. Refleksi ❖ Peserta didik dan guru merefleksi kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan Lampiran : - Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) - Assessmen


68 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : Mata Pelajaran : Akidah Akhlak Kelas/ Semester : VIII / 2 Materi Pokok : Keteladanan Rasul Ulul Azmi dan Keistimewaannya Alokasi Waktu : 2 X 25 Menit A. Kompetensi Inti (KI) 1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2 Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. 3 Memahami pengetahuan (faktual, konseptual dan procedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. 4 Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori. B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 1.7 Menghayati sifat utama rasul Ulul Azmi 1.7.1 Menunjukkan perilaku spiritual dari pengalaman belajar sifat utama Rasul Ulul Azmi 2.7 Menunjukan sikap sabar dan tanggung jawab sebagai implementasi mengimani sifat utama rasul Ulul Azmi 2.7.1 Menunjukkan perilaku sosial sabar dan tanggung jawab sebagai implementasi mengimani sifat utama rasul Ulul Azmi. 3.7 Menganalisis sifat utama dan keteguhan rasul Ulul Azmi 3.7.1 Menjelaskan pengertian rasul Ulul Azmi.


69 4.7 Menyajikan hasil analisis kisah keteladan rasul Ulul Azmi 4.7.1 Menyimpulkan kisah keteladanan rasul Ulul Azmi. C. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa dapat memahami perbedaan nabi dan rosul 2. Siswa dapat memahami pengertian ulul azmi 3. Siswa dapat menyebutkan 25 nabi dan rosul serta rosul ulul azmi D. Materi Pembelajaran a.Pengertian Nabi dan Rosul Rasul adalah seorang laki laki pilihan yang menerima wahyu dan diperintahkan untuk menyampaikan kepada umatnya. Sedangkan Nabi adalah seorang lakilaki yang menerima wahyu Allah Swt., tetapi tidak wajib menyampaikan kepada umatnya. Adapun 25 nabi dan rosul yang tertulis dalam Al-Qur’an yaitu : ▪ Nabi Adam a.s ▪ Nabi Idris a.s ▪ Nabi Nuh a.s ▪ Nabi Hud a.s ▪ Nabi Shaleh a.s ▪ Nabi Ibrahim a.s ▪ Nabi luth a.s ▪ Nabi Ismail a.s ▪ Nabi Ishak a.s ▪ Nabi Ya’qub a.s ▪ Nabi Yusuf a.s ▪ Nabi Ayub a.s ▪ Nabi Syu’aib a.s ▪ Nabi Musa a.s ▪ Nabi Harun a.s ▪ Nabi Dzulkifli a.s ▪ Nabi Daud a.s ▪ Nabi Sulaiman a.s ▪ Nabi Ilyas a.s ▪ Nabi Ilyasa a.s ▪ Nabi Yunus a.s ▪ Nabi Zakariya a.s ▪ Nabi Yahya a.s ▪ Nabi Isa a.s ▪ Nabi Muhammad saw b.Pengertian Ulul Azmi Dari 25 (dua puluh lima) rasul yang wajib kita imani, terdapat 5 (lima) orang rasul pilihan yang mendapatkan gelar Ulul Azmi. Kata Ulul Azmi berasal dari bahasa Arab, yaitu: “Ulul” yang artinya orang yang memiliki, dan “Azmi” yang artinya cita-cita yang mantap. Menurut Sirojuddin dalam buku “Ensiklopedi Islam” menyebutkan bahwa Ulul ‘Azmi (ulu al-‘azmi) artinya “orang-orang yang mempunyai kemauan kuat dan teguh. Secara istilah Ulul Azmi berarti rasul-rasul pilihan atau Nabi yang memiliki keteguhan hati,


70 lapang dada dan sabar dalam menghadapi kaumnya yang menentang dirinya dan tidak mau menerima ajaran yang disampaikannya. Adapun rasul-rasul yang termasuk dalam Ulul Azmi adalah: 1. Nabi Nuh As. 2. Nabi Ibrahim As. 3. Nabi Musa As. 4. Nabi Isa As. 5. Nabi Muhammad Saw. E. Metode/Model Pembelajaran 1. Metode Pembelajaran : Ceramah, diskusi 2. Model Pembelajaran : TGT (teams games tournament) F. Sumber/ Media Pembelajaran Sumber Belajar : Buku Akidah Akhlak kelas VIII Media Pembelajaran : Buku pegangan, Kertas HVS G. Karakter Yang Diharapkan 1. Peserta didik percaya diri dan dapat berinteraksi dengan baik 2. Peserta didik menjadi lebih religius H. Langkah-Langkah Pembelajaran No Kegiatan Bentuk Kegiatan Alokasi Waktu 1. Pendahuluan 1. Guru mengucapkan salam dan mengajak peserta didik berdo’a bersama 2. Guru memeriksa kehadiran peserta didik 3. Guru bertanya mengenai materi minggu kemarin yang telah disampaikan , untuk mengingat 5 Menit


71 kembali 2. Kegiatan Inti 1. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan. Mengamati: Membaca dan menyimak ayat tentang iman kepada Rasul Allah Swt Menanya: Secara bergantian melakukan tanya jawab tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Nabi dan Rasul Allah Swt 2. Guru membentuk kelompok yang berisikan 3-4 orang 3. Guru meminta siswa untuk duduk sesuai dengan kelompoknya masingmasing Mengeksplorasi: Membaca buku siswa dan buku sumber materi tentang nabi dan rasul Allah swt Mengasosiasi: - Menelaah dan menghubungkan apa yang didapatkan (setelah tahapan mengeksplorasi) dengan pengalaman yang dimiliki yang berhubungan dengan keteladanan sifat para Rasul Allah Swt 4. Pelaksanaan turnament, setiap kelompok mengambil kartu soal yang telah disediakan 40 Menit


72 5. Guru memeriksa jawaban siswa dan dinilai 6. Kegiatan diulang hingga terjawab beberapa soal 7. Guru menghitung skor untuk setiap kelompok Mengkomunikasikan: Presentasi hasil diskusi tentang keberadaan para Rasul Allah Swt dan pentingnya beriman kepada para Rasul Allah Swt 3. Penutup 1. Peserta didik dengan panduan guru membuat kesimpulan tentang materi ajar yang disajikan selama pembelajaran. 2. Peserta didik diberikan kesempatan berbicara/bertanya/ mengungkapakan perasaannya setelah melaksanakan proses pembelajaran dan menambahkan informasi dari peserta didik lainnya. 3. Guru menyampaikan pesan moral 4. Guru mengajak peserta didik untuk mengakhiri pelajaran dengan berdo’a 5. Guru memberi salam 5 Menit I. Penialaian Hasil Pembelajaran 1. Penilaian Sikap Sosial 2. Pengetahuan (Tugas Kelompok) 3. Keterampilan ❖ Prosedur, teknik, jenis, bentuk penilaian dan intrumen penilaian (terlampir)


73 Refleksi : ➢ Hal-hal yang perlu diperhatikan : ______________________________________________________ ➢ Siswa yang perlu diperhatian : ➢ Hal-hal yang menjadi catatan keberhasilan : _______________________________________________________ ➢ Hal-hal yang harus diperbaiki dan ditingkatkan : _______________________________________________________ Lampiran 1 INSTRUMEN PENILAIAN KOMPETENSI SIKAP SOSIAL Lembar observasi sikap sosial Mata Pelajaran : Akidah Akhlak Kelas/Semester : VIII/ 2 Waktu Penilaian : Selama Kegiatan Berlangsung Sikap Sosial : 1. Menunjukan sikap bekerjasama dalam bermain games 2. Menunjukan sikap religius pada saat berdoa 3. Menunjukan sikap menghormati lawan bicara Rubik Penilaian Sikap Sosial


74 No Nama bekerjasama dalam bermain games Bersikap religius saat berdo’a Menghormati guru saat berbicara Jumlah Nilai (1-4) (1-4) (1-4) 1. 2. 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Rubik : Skor 1, jika kurang Skor 2, jika cukup Skor 3, jika baik Skor 4, jika amat baik Pedoman penskoran : nilai sikap = jumlah skor yang diperoleh : 3


75 Lampiran 2 INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN A. Petunjuk Pengisian Jawablah pertayaan dibawah ini dengan benar! B. Soal No Pertanyaan Bobot 1. Untuk apa Allah mengutus rasul ke dunia ? 20 2. Ada berapa jumlah nabi dan rosul yang tertulis di dalam al-qur’an ? 20 3. Apa perbedaan nabi dan rosul? 20 4. Mengapa ada 5 rosul yang diberi gelar ulul azmi? 20 5. Sebutkan rosul-rosul yang mendapat gelar ulul azmi 20 Rubik penilaian soal tes uraian Indikator Soal Soal Rubik Penilaian Kunci Jawaban Pedoman Penskora n Keteladanan Rasul Ulul Azmi dan Keistimewa annya Untuk apa Allah mengutus rasul ke dunia ? • Untuk menyampaikan wahyu • Untuk menunjukan manusia jalan yang benar 20 Ada berapa jumlah nabi dan rosul yang wajib kita ketahui? 25 20 Apa perbedaan nabi dan rosul? Rasul adalah seorang laki laki pilihan yang menerima wahyu dan diperintahkan untuk menyampaikan kepada umatnya. Sedangkan 20


76 Nabi adalah seorang laki- laki yang menerima wahyu Allah Swt., tetapi tidak wajib menyampaikan kepada umatnya Mengapa ada 5 rosul yang diberi gelar ulul azmi? Karena mereka memiliki ketabahan dan keteguhan hati yang luar biasa ketika berdakwah atau ketika menyampaikan wahyu kepada umatnya 20 Sebutkan rosul-rosul yang mendapat gelar ulul azmi Nabi Muhammad saw, nabi isa as, nabi ibrahim as, nabi nuh as, nabi musa as 20 Lampiran 3 INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN 1. Penialian Keterampilan a. Soal tes lisan siswa diminta untuk menghafal nama-nama 25 nabi dan rasul b. Aspek Yang Dinilai ketepatan dalam menghafal c. Lembar Penilaian Praktik Mata Pelajaran : Akidah Akhlak Kelas/Semester : VIII/dua Materi Pokok : Keteladanan Rasul Ulul Azmi dan Keistimewaannya Waktu Penilaian : Selama Pembelajaran berlangsung No Nama Skor Keterangan 1. 2. 3 4 5 6 7 8 9


77 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Rubik Penilaian Aspek yag Dinilai Butir yang Dinilai Pedoman Penilaian Kemampuan dalam Menghafal Kemampuan Menghafal nama-nama 25 nabi dan rasul Skor 4 = A Skor 3 = B Skor 2 = C Skor 1 = D Nilai akhir = total skor : jumlah butir yang dimiliki


78


79


Click to View FlipBook Version