CERITA FIKSI
SILAHKAN BACA CERPEN DI BAWAH INI SEBGAI SALAH SATU
CARA MEMBUDAYAKAN LITERASI!
BUAH KEJUJURAN SI PENEBANG KAYU
Dahulu kala, hiduplah seorang penebang kayu di sebuah desa kecil. Dia sangat
menyukai pekerjaan dan sangat jujur. Setiap hari, Si Penebang Kayu pergi ke hutan
terdekat untuk menebang pohon. Dia membawa kayu hasil menebangkan kembali
ke desa, lalu menjualnya kepada para pedagang.
Penghasilannya cukup untuk membeli kebutuhan sehari-hari, dan bahagia dengan
kehidupannya yang sederhana.
Suatu hari, saat menebang pohon di dekat sungai, kapaknya terlepas dari tangan,
dan jatuh ke sungai. Sungai itu begitu dalam sehingga sulit mengambil kapaknya
kembali.
Dia sangat khawatir dan sedih karena hanya memiliki satu kapak dan sudah terjatuh
ke sungai. Di dalam kesedihannya itu, dia berdoa kepada Dewi.
Dia berdoa dengan sungguh-sungguh sehingga Dewi muncul di depannya dan
bertanya, “Ada apa, anakku?”
Penebang kayu kemudian menceritakan tentang kapaknya yang jatuh ke sungai,
dan meminta tolong agar Dewi membantunya mengambilnya kembali.
Sang Dewi memasukkan tangannya jauh ke dalam sungai dan mengambil kapak
perak, lalu bertanya, "Apakah ini kapakmu?" Si Penebang Kayu melihat kapak dan
berkata "Tidak".
Dewi memasukkan kembaki tangannya ke sungai, dan menunjukkan kapak emas
dan bertanya, "Apakah ini kapakmu?"
Penebang kayu melihat kapak itu dan berkata "Tidak". Dewi berkata, “Coba lihat
lagi, ini adalah kapak emas yang sangat berharga, apakah kamu yakin ini bukan
milikmu?”
Penebang kayu berkata, “Tidak, itu bukan milikku. Saya tidak bisa menebang pohon
dengan kapak emas. Itu tidak berguna bagiku".
Sang Dewi tersenyum dan akhirnya memasukkan tangannya ke dalam air lagi dan
mengeluarkan sebuah kapak besi. Kemudian bertanya, “Apakah ini kapakmu?” Kali
ini penebang kayu berkata, “Ya! Ini adalah milikku! Terima kasih!"
Dewi sangat terkesan dengan kejujurannya sehingga dia memberinya kapak besi,
juga kapak emas dan perak sebagai hadiah atas kejujurannya.