The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by muhtaromhuda56, 2022-12-20 07:53:58

Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 1.4

Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 1.4

Pendidikan Guru Penggerak
Angkatan 7

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan-Modul 1.4

Model Driscoll

Muhtarom Huda
SDN Model Terpadu Bojonegoro

CGP Kabupaten Bojonegoro


Model Driscoll


What ? Model Driscoll DeysaknrigpstiePrjeardisitiwa

Modul 1.4 mempelajari materi Budaya Positif yang meliputi disiplin positif dan nilai-nilai kebajikan
universal, teori motivasi, hukuman , dan penghargaan, keyakinan kelas, kebutuhan dasar, lima
posisi kontrol dan segitiga restitusi. Materi ini sangat menarik untuk diterapkan di kelas yang
dimulai dari pembiasaan disiplin positif di kelas.
Penerapan ini sya awali dengan membuat keyakinan kelas dengan cara meminta murid untuk
bercurah pendapat, dari beberapa pendapat murid kemudian saya kerucutkan menjadi nilai-nilai
kebajikan dalam keyakinan kelas, misalnya tanggung jawab, saling menghormati, menjaga
ketertiban, dan percaya diri. Disaat saya mulai menerapkan keyakinan kelas tersebut ternyata
saya melihat anak-anak banyak yang tidak mematuhi keyakinan tersebut, misalnya saat saya
mengajar ada yang yang bermain game dengan HPnya, hal ini tentunya mengganggu
kenyamanan dalam Proses belajar Mengajar.


What ? Model Driscoll DeysaknrigpstiePrjeardisitiwa

Reaksi saya saat itu sebenarnya ingin marah karena mereka melanggar keyakinan
kelas yang sudah disepakati bersama, yaitu tanggung jawab. Namun, saya teringat
pada materi yang sudah kami diskusikan pada forum diskusi bersama CGP lain dan
fasilitator tentang penerapan disiplin positif yang harus ditumbuhkan dalam diri anak
secara terus menerus gar muncul motivasi intrinsik dalam diri murid. Melarang murid
dengan kalimat negatif apalagi dengan marah-marah bukan merupakan solusi,
seharusnya yang kita lakukan adalah menumbuhkan motivasi intrinsik pada diri murid
dengan sebuah pembiasaan dan keteladanan. Dengan keteladanan yang baik, murid
akan meniru kita dengan sendirinya. Jadi, akan terbentuk budaya positif di kelas
maupun di sekolah.


So What? Model Driscoll PeristAiwnaaliysaisndgatreirjadi

Akhirnya, saya bertekad untuk membiasakan nilai tanggung jawab diri dan lingkungan
dengan cara sebelum masuk kelas, bagi yang membawa HP harap dikumpulkan di meja
guru, dengan tujuan yang sebelumnya sudah saya jelaskan ke murid . Mereka juga saya ajak
untuk peduli atau bertanggung jawab terhadap lingkungan misalnya sewaktu menggunakan
lab TIK maupun Musholla maka mereka harus menjaga kebersihan lab TIK dan musholla,
jika meminjam mukena, juga harus dikembalikan ke tempatnya. Pembiasaan ini tentunya
saya lakukan secara berkala dan terus menerus agar menjadi sebuah kebiasaan yang positif.
Perasaan saya tentunya sangat senang karena saya dapat menerapkan ilmu yang saya
peroleh dari Pendidikan Guru Penggerak di kelas saya, dan tentunya lebih bersabar jika
menghadapi murid yang melakukan pelanggaran.


So What? Model Driscoll PeristAiwnaaliysaisndgatreirjadi

Perubahan yang terjadi pada diri saya setelah mempelajari materi Modul 1.4 Budaya Positif
dan menerapkanya di kelas adalah cara pandang saya terhadap murid saya berubah, dulu
saya berfikir murid yang melanggar itu karena mereka adalah anak yang tidak patuh.
Ternyata murid yang melanggar peraturan itu karena ada kebutuhan dasar yang ingin
mereka penuhi, misalnya seperti mereka bermain game di HP ketika pembelajaran
berlangsung, berarti mereka ingin kita perhatikan, mereka sebenarnya juga butuh
berekspresi , butuh kesenangan, dan ingin menunjukkan kemampuannya dalam tegnologi.
Jadi, sekarang jika ada murid yang melanggar keyakinan kelas yang sudah disepakati
bersama, maka saya akan mendekati murid tersebut dan mengajak diskusi dengan model
segitiga restitusi dan menempatkan diri sebagai manajer.


Now What? Model Driscoll PeTriisntdiwaak lyaannjugttderajraidi

Tindak lanjut yang saya lakukan setelah mempelajari modul 1.4 Budaya Positif adalah
dengan membuat program disiplin positif di kelas saya yang saya beri nama "Program
Budaya Tanggung Jawab". Tanggung jawab yang saya tanamkan di sini adalah tanggung
jawab diri dan lingkungan. Dengan program ini saya berharap murid-murid menjadi terbiasa
dan paham akan tanggung jawab yang mereka laksanakan sebagi murid. Di sini saya
mengajak murid untuk belajar dan memahami tanggung jawabnya, misalnya ketua kelas
saya beri tugas untuk mengumpulkan HP temanya di meja guru sebelum dimulai
pembelajaran. Ketik mereka berada di Lab TIK dan musholla mereka punya tanggung jawab
untuk menjaga kebersihan dan mengembalikan mukena yang dipinjm ke tempatnya. Selain
itu membiasakan budaya tanggung jawab terhadap tugas piket yang telah disepakati
bersama.


Now What? Model Driscoll PeTriisntdiwaak lyaannjugttderajraidi

Pelaksanaan program kebajikan budaya tanggung jawab ini saya lakukan ecara terus
menerus setiap hari. Setiap minggu kami buat rekapan bagi yang sudah maupun belum
melaksanakan Program tersebut. Harapanya dengan program kebajikan yang saya terapkan
di kelas, dapat menjadi bekal bagi mereka unuk terbiasa menerapkan sikap tanggung jawab
diawali dari tanggung jawab diri dendiri dan pada akirnya tanggung jawab terhadap
lingkungan sekitarnya.
Program kebajikan ini juga saya sosialisasikan kepada rekan sejawat di sekolah saya untuk
diterapkan di kelasnya masing-masing.
Untuk melakukan sosialisasi atau diseminasi kepada guru-guru tentunya saya meminta izin
dan dukungan dari Bapak Kepala Sekolah agar program kebajikan yang saya terapkan di
kelas dapat menjadi program kebajikan sekolah.


Terima kasih

"Perubahan adalah titik awal untuk menuju petualangan yang
lebih menyenangkan."


Click to View FlipBook Version