ii PERGERAKAN NASIONAL SEJARAH KELAS XI PENYUSUN Prihastuti Anggarwati, S.Pd SMAN 1 Malinau
iii DAFTAR ISI PENYUSUN..................................................................................................................... ii DAFTAR ISI....................................................................................................................iii GLOSARIUM.................................................................................................................. ivPETA KONSEP................................................................................................................ vPENDAHULUAN.............................................................................................................1A. Identitas Modul......................................................................................................... 1B. Kompetensi Dasar..................................................................................................... 1C. Deskripsi Singkat Materi...........................................................................................1D. Petunjuk Penggunaan Modul.................................................................................... 2E. Materi Pembelajaran..................................................................................................2KEGIATAN PEMBELAJARAN.........................................................................................3POLITIK ETIS.................................................................................................................3KARAKTERISTIKPERJUANGANBANGSAINDONESIAMELAWANKOLONIALISMESETELAHTAHUN1908................................................................................................... 5A. Tujuan Pembelajaran.................................................................................................3B. Uraian Materi............................................................................................................ 31. Dipimpin dan Digerakkan Kaum Terpelajar.................................................52. Bersifat Nasional.............................................................................................53. Perjuangan Menggunakan Jalur Organisasi..................................................64. Memiliki Visi dan Misi yang Jelas..................................................................... 6C. Penugasan Mandiri....................................................................................................6D. Latihan Soal...............................................................................................................7E. Penilaian Diri.............................................................................................................8DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................ 9
ivGLOSARIUM Kooperatif : Bersifat kerja sama Moderat : Selalu menghindarkan perilaku atau pengungkapanyang ekstrem Nasional : Bersifat kebangsaan atau meliputi suatu bangsaNon kooperatif : Tidak bersifat kerja sama Pergerakan : Perihal atau keadaan bergerak. Arti lainnyadari pergerakan adalah kebangkitan (untuk perjuanganatau perbaikan) Radikal : Secara mendasar (sampai kepada hal yang prinsip), amat keras menuntut perubahan (undang-undang, pemerintahan) Strategi Pax Neerlandica : : Pendekatan secara keseluruhan yang berkaitandengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, daneksekusi sebuah aktivitas dalamkurun waktuAmbisi Belanda untuk menguasai seluruhNusantaradan membebaskannya dari segala pengaruhdanintervensi negara-negara lain, serta memperluasakses seluas-luasnya bagi pengusaha-pengusahaswasta asing untuk melakukan kegiatan ekonomi di Nusantara, terutama untuk membuka perkebunandan pertambangan.
vPERGERAKAN NASIONAL POLITIK ETIS: 1901 Bersifat Nasional KARAKTERISTIK PERJUANGAN BANGSA INDONESIA MELAWAN KOLONIALISME Perjuangan Menggunakan Jalur Organisasi Memiliki visi misi yangJelas Faktor Internal FAKTOR PENDORONG LAHIRNYA ORGANISASI PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA Faktor Eksternal Dipimpin KaumTerpelajar PETA KONSEP PERIODE NASIONALISMEPOLITIKPERIODE RADIKALPERKEMBANGAN PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA PERIODE AWALPERKEMBANGAN
1Gambar Tokoh-tokoh PergerakanNasionalIndonesia Sumber : donisetyawan.com PENDAHULUAN A. Identitas Modul Mata Pelajaran : Sejarah Kelas : XI Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit (1 Pertemuan} Judul Modul : Pergerakan Nasional Materi : Politik Etis dan Karakteristik Perjuangan Bangsa IndonesiaMelawan Kolonialisme Setelah Tahun 1908 B. Kompetensi Dasar 3.10 Menjelaskan tentang politik etis yang diterapkan di Indonesia 3.11 Menganalisis tentang karakteristik perjuangan Bangsa Indonesia melawankolonialisme setelah tahun 1908 C. Deskripsi Singkat Materi Masih ingatkah kalian dengan tokoh-tokoh pergerakan nasional di atas? Merekaadalah tokoh-tokoh nasional yang berperan penting dalam masa kebangkitan perjuangankemerdekaan Indonesia. Masa Pergerakan Nasional adalah suatu masa bangkitnyarasasemangat persatuan, kesatuan, nasionalisme, serta kesadaran untuk memperjuangkankemerdekaan negara Indonesia. Masa ini ditandai dengan 2 peristiwa penting dalamsejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, yaitu berdirinya organisasi pergerakan pemuda ‘Budi Utomo’ pada tanggal 20 Mei 1908, serta diikrarkannya ‘SumpahPemuda’ pada tanggal 28 Oktober 1928. Pembentukan Budi Utomo. Kemudian disusul dengan terbentuknya SarekatDagang Islam, Indische Partij, Partai Komunis Indonesia, Partai Nasional Indonesiadanorganisasi-organisasi pergerakan nasional lainnya. Dalam perjuangannya, organisasi pergerakan nasional tersebut menempuh strategi tersendiri dalamperjuanganmenghadapi kolonial Belanda. Secara garis besar, organisasi pergerakan nasional
2Bacalah isi modul ini hingga tuntas dan pahamIkuti petunjuk kegiatan belajar yang ada di modul Cek pemahaman kamu melalui kegiatan Evaluasi Kerjakan secara mandiri dan tanpa melihat kunci terlebih dahulu Cocokan hasil pekerjaanmu dengan kunci jawaban yang ada menempuh dua strategi yang berbeda dalam perjuangannya, yakni ada yang menempuhstrategi radikal / non kooperatif, dan adapula organisasi pergerakan nasional yanglebihmenempuh strategi perjuangan dengan cara kooperatif/moderat. Kedua strategi yangditempuh organisasi-organisasi pergerakan nasional tersebut, pada intinya memiliki tujuan perjuangan yang sama, yakni melepaskan diri dari kolonial Belanda, meski caradan strategi yang digunakan untuk mencapai itu berbeda. Nah bagaimana persamaandanperbedaan strategi pergerakan nasional dalam perjuangan kemedekaan Indonesia?Silahkan kamu membaca dan mengikuti alur modul ini. D. Petunjuk Penggunaan Modul E. Materi Pembelajaran Modul ini disusun dalam satu kegiatan pembelajaran yaitu Politik Etis, KarakteristikPerjuangan Bangsa Indonesia Melawan Kolonialisme Setelah Tahun 1908 dandi dalamnya terdapat uraian materi, contoh soal, soal latihan dan soal evaluasi.
3KEGIATAN PEMBELAJARAN PERGERAKAN NASIONAL A. Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan pembelajaran ini, kalian diharapkan dapat menganalisispersamaan dan perbedaan strategi pergerakan nasional serta mengolahhasil informasi dan menyajikannya dalam bentuk cerita sejarah. B. Uraian Materi Sebelum membahas faktor pendorong lahirnya pergerakan nasional Indonesiadanperkembangannya, mari kita terlebih dahulu melihat ciri khas perjuanganbangsaIndonesia melawan kolonialisme, terutama setelah tahun 1908, tepatnya setelahBelanda menerapkan kebijakan Politik Etis. Ayo… pelajari lebih lanjut dalamuraianberikut ini. 1. Politik Etis Gambar: C.T. Van Deventer Sumber : Wikipedia.org Kebijakan atau politki etis mencakup dua bidang, yaitu politik dan ekonomi. Dalambidang politik, para penggagas politik etis menyerukan segera diterapkannyakebijakandesentralisasi. Sementara itu dalam bidang ekonomi, politik etis diterjemahkansebagaiTrias van Deventer. Penderitaan rakyat Hindia Belanda memicu kritik melalui tulisan dari kaumetisyang dipelopori wartawan koran De Locomotief, Pieter Brooshooft (1845-1921), danseorang politikus Belanda, Conrad Theodore van Deventer (1857-1915). Padaintinya, mereka menyatakan agar pemerintah colonial Belanda harus lebih memperhatikannasibkaum pribumi di tanah jajahan dan memiliki tanggungjawab moral terhadapkesejahteraan pribumi. Pada tahun 1887, Brooshooft melalukan perjalanan berkeliling pulauJawa. Terkejut melihat kondisi kehidupan kaum pribumi, ia kemudian menyampaikanimbauan kepada duabelas tokoh terkemuka di Belanda untuk memahami danmemperhatikan “keadaan yang sangat menyedihkan di Hindia Belanda, yangterjadiakibat kebijakan pemerintah Den Haag”. Beberapa tahun kemudian, van Deventer membuat karangan terkenal dalammajalah De Gids (Panduan) pada tahun 1899. Dalam tulisan berjudul “EenEereschuld”(Utang Budi) di majalah tersebut, ia menjelaskan Belanda menjadi makmur danamankarena adanya dana yang mengalir dari tanah jajahan. Jadi, sudah sepantasnyaBelandamengembalikannya. Tokoh humanis yang kelak menjadi anggota parlemendari partailiberal itu juga bahkan mendesak dikembalikannya semua dana hasil keuntunganyangdiperoleh pemerintah Den Haag dari Hindia Timur (Indonesia) sejak tahun 1867.
4Kritik mereka, terutama kritik van Deventer, memengaruhi lahirnya politiketis. Dalam pidatonya pada 17 September 1901, Ratu Wilhelmina dengan tegas menyatakanpemerintah Belanda memiliki panggilan moral terhadap kaumpribumi HindiaBelanda. Orasi Ratu Belanda dalam siding pembukaan parlemen itu kemudian umumdisepakatisebagai momentum kelahiran paham atau aliran etis dalam kancah politik colonial. RatuWilhelmina kemudian menuangkan panggilan moreal tadi ke dalamapa yangkelakdisebut trias van Deventer, yang meliputi : 1. Irigasi Dalam program ini, pemerintah Hindia Belanda melakukan pembangunanfasilitasuntuk menunjang kesejahteraan rakyat. Sarana dan prasarana untuk menyokongaktivitas pertanian serta perkebunan diberikan, meliputi pembuatanwaduk, perbaikan sanitasi, jalur transportasi pengangkut hasil tani, dan lainnya. 2. Edukasi Melalui program edukasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM)danupaya mengurangi angka buta huruf masyarakat dilakukan. Selainitu, mulaidilaksanakan pengadaan sekolah-sekolah untuk rakyat. Akan tetapi, berdasarkanpenjelasan Suhartono dalam Sejarah Pergerakan Nasional dari Budi UtomosampaiProklamasi 1908-1945 (2001:7), hanya laki-laki saja yang boleh mengenyampendidikan kolonial kala itu, sedangkan perempuan belajar di rumah. 3. Emigrasi Program emigrasi diterapkan dalam rangka meratakan kepadatan pendudukdiHindia Belanda atau Indonesia. Pada 1900 saja, Jawa dan Madura telah dihuni oleh14juta jiwa. Melalui kebijakan yang aktif mulai 1901 ini, didirikan pemukiman-pemukiman baru di Sumatera yang disediakan untuk tempat perpindahanrakyat dariwilayah padat penduduk. Awalnya, kebijakan Politik Etis memang terlihat menguntungkan rakyat Indonesia. Akantetapi, dalam perjalanannya terjadi penyimpangan Politik Balas Budi yangdilakukanoleh orang-orang Belanda. Dampak Negatif Dalam program irigasi, upaya pengairan yang ditujukan untuk aktivitas pertaniantidakberjalan mulus. Air yang disalurkan ternyata hanya untuk orang-orangBelanda, sedangkan kaum pribumi seakan dipersulit sehingga menghambat kegiatanGambar Sekolah rakyat Indonesia di Hindia Belanda dalam sejarah Politik Etis. Sumber: wikimedia commons/free
5pertaniannya. Berikutnya, dalam program edukasi, pemerintah kolonial HindiaBelandaternyata punya niatan buruk. Mereka ingin memperoleh tenaga kerja dengankualitasSDM tinggi namun dengan upah rendah. Program edukasi yang awalnya ditujukanuntuksemua golongan, pada kenyataannya didominasi oleh orang-orang kaya ataudarikalangan bangsawan saja sehingga terjadi diskriminasi dalam hal pendidikan. Dampak Positif Meskipun terjadi penyelewengan yang menimbulkan dampak negatif, PolitikEtissetidaknya juga menghadirkan beberapa dampak positif bagi bangsa Indonesia. Diterapkannya Politik Etis memicu lahirnya berbagai organisasi pergerakandanperhimpunan yang bersifat daerah maupun nasional di Indonesia. Beberapadiantaranya adalah Boedi Oetomo, Sarekat Islam, Indische Partij, dan lain-lain. Programedukasi yang diberikan dalam Politik Etis melahirkan kaumterpelajar dari kalanganpribumi. Mereka inilah yang kemudian mengawali era pergerakan nasional denganmendirikan berbagai organisasi yang berjuang melalui pemikiran, pengetahuan, hinggapolitik. 2. Karakteristik Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Kolonialisme setelahtahun 1908 A. Dipimpin dan Digerakkan Kaum Terpelajar Setelah tahun 1908, perjuangan melawan kolonialisme dimotori kaumterpelajarmelalui organisasi-organisasi pergerakan.Sebagian dari mereka memangberasaldari golongan wartawan, namunmerekaadalah orang-orang terdidikdanterpelajar. Munculnya kaumterpelajarpada masa ini tidak terlepasdarikebijakan politik etis pemerintahBelanda. Organisasi-organisasi pergerakantersebutmemiliki karakteristik masing-masing;ada yang bersikap kooperatif-moderat danadapula yang bersikap nonkooperatifradikal. TIGA SERANGKAI - (SUMBER GAMBAR: himapes.com ) B. Bersifat Nasional Setelah tahun 1908, hamper seluruh wilayah Nusantara menjadi satukesatuandalam politik, hukum, pemerintahan, dan berada di bawah kekuasaankolonialismeBelanda. Hal ini memang merupakan cita-cita besar Belanda melalui PaxNeerlandica-nya. Di sisi lain, keberhasilan Pax Neerlandica itu justru mampu menyatukanrakyatIndonesia dalam satu perasaan senasip sepenanggungan. Penderitaanyangdialamisatu daerah tidak lagi dianggap sebagai penderitaan daerah itu semata, tetapi jugapenderitaan seluruh rakyat Indonesia. Hal inilah yang menumbuhkanrasapersatuan dan pada akhirnya melahirkan kesadaran bagi satu bangsa (nation)ataukesadaran nasional. Dengan demikian, kata nasional dalam istilah kesadaran nasional mengacupadakenyataan bahwa seluruh rakyat Indonesia bertekad untuk BersatuberjuangBersama dalam rangka membentuk satu bangsa yang besar. Satu identitaskarenasatu nasib itu diperkuat dengan adanya kata Indonesia untuk merujuksemuawilayah jajahan di Hindia Belanda. Kesadaran berbangsa ini tidak terlepas dari peran kaumterpelajaratau
6cendekiawan. Salah satu factor yang memungkinkan terjadinya hubunganantarcendekiawan dari berbagai daerah adalah Pendidikan, baik di Indonesiasendiri maupun di luar negeri (Belanda). Di tempat-tempat Pendidikan, pelajar-pelajar dari berbagai daerah bertemu serta Bersatu membahas Nasibdanmasadepan Indonesia. C. Perjuangan Menggunakan Jalur Organisasi Setelah abab ke-20 atau yang dikenal sebagai masa pergerakan nasional, bangsaIndonesia tidak lagi berjuang menggunakan senjata tradisional danbersifatkedaerahan. Tapi berjuang menggunakan organisasi yang bersifat modern. Karenaperlawanan yang dilakukan dulu selalu gagal dan dapat diberantas penjajah. Dikutipsitus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), belajardaripengalaman kegagalan perlawanan masa lalu, akhirnya bentuk perjuangandiubahmelalui organisasi dan diplomasi. Di mana organisasi-organisasi yang dibentukitudipimpin para tokoh terpelajar. Penggunaan jalur organisasi dilatarbelakangi kesadaran bahwabangsaIndonesia belum mampu menandingi kekuatan keuangan, persenjataan, sertaorganisasi politik dan militer Belanda. Penggunaan media massauntukmenyuarakan aspirasi dianggap sebagai bagian dari upaya persuasive dandiplomasi. Pada masa ini, kaum terpelajar Indonesia memprakarsai terbitnya banyakmediamassa, seperti koran dan majalah. Melalui media-media mass aitu, paraaktivisorganisasi pergerakan melakukan kritik serta agitasi menentang berbagai kebijakanpemerintah kolonial Belanda. Dengan perjuangan tersebut mampu menyatukan jiwa dan raga untukmelawanserta mengusir penjajah. Ciri perjuangan yang dilakukan setelah abad-20, yakni:Organisasi yang dibentuk bersifat modern. Lebih terarah atau terorganisasi. Bersifatnasional tidak kedaerahan. Dipelopori oleh kaum terpelajar. Pergerakankemerdekaan yang dilakukan dengan menggunakan organisasi lebihteraturdanbergerak diberbaga bidang seperti sosial, politik, budaya, dan pendidikan. Padamasa tersebut banyak paham-paham bermunculan, seperti nasionalismedanpatriotisme. Adanya paham tersebut mendorong lahirnya organisasi modern. D. Memiliki Visi dan Misi yang Jelas, yaitu Indonesia Merdeka Perjuangan sebelum 1908 bertujuan membebaskan daerah masing-masingdaripenguasaan Belanda. Seiring munculnya kesadaran nasional, perjuangansetelah1908 melalui organisasi-organisasi pergerakan diarahkan pada satu visi danmisiyang jelas, yaitu kemerdekaan Indonesia. Organisasi-organisasi ini semulabergerakdi bidang social, budaya dan ekonomi. Perlahan-lahan, seiring tumbuhnyakesadaranberbangsa di kalangan anggota organisasi pergerakan, organisasi-organisasi inikemudian bersikap politis, yaitu memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. C. Penugasan Mandiri a. Karakter perjuangan bangsa Indonesia dalammelakukanperlawanan terhadap kolonialisme sebelumdan sesudahtahun1908 sangat berbeda. Bandingkan dengan mengisi table berikutsehingga terlihat jelas perbedaannya. Karakter perjuangan bangsa Indonesia dalam melakukan perlawanan terhadap kolonialisme sebelum tahun 1908 Karakter perjuangan bangsa Indonesia dalammelakukanperlawanan terhadap kolonialisme sesudah tahun1908
7D. Latihan Soal I. Kerjakan soal-soal berikut dengan memilih salah satu jawaban yang paling tepat! 1. Perhatikan data berikut ini. 1) Bersikap nasional. 2) Bersifat kedaerahan. 3) Bersikap reaktif dan spontan. 4) Dipimpin dan digerakkan oleh kaum terpelajar. 5) Dipimpin oleh raja, bangsawan, atau tokoh agama. 6) Memiliki visi yang jelas, yaitu Indonesia Merdeka. Ciri khas perjuangan bangsa Indonesia melawan kolonialisme setelah tahun1908ditunjukkan oleh nomor… A. 1), 2), dan 3) B. 1), 4), dan 6) C. 2), 3), dan 4) D. 3), 4), dan 5) E. 4), 5), dan 6) 2. Cita-cita politik Belanda yang secara tidak langsung membantu melahirkankesadaran berbangsa serta pada akhirnya mempersatukan rakyat Indonesiadari Sabang sampai Merauke ke dalam satu bangsa adalah… A. Kebijakan pintu terbuka B. Pax Neerlandica C. Politik etis D. Volksraad E. Indie Weerbaar 3. Perhatikan data berikut. 1) Masuk dan berkembangnya paham-paham baru dari Eropa dan Amerika, sepertiliberalisme, demokrasi, dan nasionalisme. 2) Kesuksesan pergerakan nasional di negara-negara lain di Asia-Afrika, seperti Tiongkok, India, Turki, dan Mesir. 3) Penjajahan (kolonialisme) oleh Belanda dan penderitaan ekonomis-politis-sosialyang ditimbulkannya. 4) Kemenangan Jepang atas Rusia dalam perang tahun 1905. 5) Tumbuhnya rasa harga diri sebagai suatu bangsa yang pernah besar. 6) Munculnya kaum terpelajar. Faktor eksternal yang mendorong nasionalisme Indonesia ditunjukkannomor…A. 1), 2), dan 3) B. 1), 2), dan 4) C. 2), 3), dan 4) D. 3), 4), dan 5) E. 4), 5), dan 6) II. Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat. 1. Tuliskan berbagai penyimpangan dalam pelaksanaan politik etis! 2. Kemenangan Jepang atas Rusia dalam perang tahun 1904-1905 menjadi salahsatufactor eksternal yang mendorong lahirnya organisasi pergerakan nasional Indonesia. Menurut Anda mengapa demikian?
8Kunci Jawaban dan Pembahasan Latihan Soal Penugasan Mandiri 1. Berikut ini adalah karakter perjuangan bangsa Indonesia melawan kolonialismesetelahtahun 1908. Bersifat nasional. Dipimpin dan digerakkan oleh kaum terpelajar. Perjuangan menggunakan jalur organisasi. Memiliki Visi dan Misi yang Jelas, yaitu Indonesia yang Merdeka. Karakter perjuangan bangsa Indonesia melawan kolonialisme sebelumtahunn 1908: Perlawanannya bersifat lokal, terjadi di daerah-daerah tanpa adanya koordinasi antardaerah. Tidak menggunakan organisasi, tetapi dilakukan secara berkelompok saja. Dipimpin oleh tokoh masyarakat yang disegani. Mengutamakan kekuatan senjata, namun kalah dari segi persenjataan. Mudah dipecah belah karena kurangnya koordinasi antara pemimpin dan bawahannya. Latihan Soal 1. B 2. B 3. B E. Penilaian Diri Berilah tanda centang pada pernyataan berikut sesuai dengan kondisi yangsebenarnya dengan jujur dan bertanggungjawab! No Pernyataan JawabanYaTidak1 Saya dapat menjelaskan pengertian politik etis. 2 Saya dapat menjelaskan karakteristik perjuangan Bangsa Indonesia melawan kolonialisme setelah tahun 1908. 3 Saya dapat menentukan ciri-ciri perjuangan Bangsa Indonesia melawan kolonialisme setelah tahun 1908. 4 Saya dapat menganlisis persamaan perjuangan Bangsa Indonesia melawan kolonialisme sebelum tahun 1908. 5 Saya dapat menganlisis perjuangan Bangsa Indonesia melawan kolonialisme setelah tahun 1908. Keterangan : - Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran, terutamapada bagian yang masih "Tidak". - Bila semua jawaban "Ya", maka selamat, kamu telah menguasai pembelajarandi modul ini.
9DAFTAR PUSTAKA Alfian, Magdalia, Nana Nurliana Soeyono,Sudarini Suhartono. 2006. Sejarah untukSMA/MA Kelas XI. Program Ilmu Pengetahuan Sosial, Esis : Jakarta Hapsari, Ratna dan M. Adil, 2022, Sejarah Untuk SMA/MA kelas XI. Erlangga : JakartaYudaprinada. Sejarah Politik Etis: Tujuan, Tokoh, Isi, & Dampak Balas Budi. Diakses pada4November 2023 dari http://tirto.id/sejarah-politik-etis-tujuan-tokoh-isi-dampak- balas-budi-gao6 Ari Welianto. Perjuangan Indonesia Sesudah 1908. Diakses pada 4 November 2023. https://www.kompas.com/skola/read/2020/04/01/160000069/perjuanganindonesia-sesudah-1908?page=all