The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by salwa chantika, 2020-11-17 09:03:21

Laporan Wawancara Kelompok 3 12-IPA

Laporan Wawancara Kelompok 3 12-IPA

Laporan Wawancara Tugas Apresiasi Karya Musik Orkestra

Inspiration Of A
Professional
Pianist

with Nesca Alma

Kelompok III - XII IPA

Flyer

Flyer

Progress Wawancara

Pembagian tugas & Pembuatan konsep, Hari H wawancara
Menghubungi flyer, dan materi bersama narasumber
narasumber wawancara
Jum’at, 6
Jum’at, 23 28 Oktober-4 November November 2020
Oktober 2020 2020

Sabtu, 31 Kamis, 5
Oktober 2020 November 2020

Konsultasi dengan GR (Gladi Resik)
menghub2ungi Kak bersama narasumber

Charles

Kendala Pada Saat Wawancara

● Persiapan pada saat Gladi Resik kurang maksimal.
● Konsultasi materi wawancara sempat tertunda karena

tidak sesuai dengan format.
● Pada saat hari H ada beberapa pertanyaan yang

sudah dijawab sebelum ditanyakan.
● Ada beberapa anggota yang mengalami kendala di

sinyal, tetapi wawancara tetap berjalan.

CV Nesca Alma

❖ Nesca Alma memulai pendidikan musik

sejak usia 6 tahun

❖ Pada tahun 2008, Nesca mendapatkan

beasiswa dari Fakultas Ilmu Seni

Universitas Pelita Harapan untuk

mendalami musik pertunjukkan.

❖ Setelah lulus dengan nilai “Cum Laude”,

Nesca bekerja di Universitas Pelita

Harapan sebagai asisten dosen dan ❖ Di Jerman, Nesca juga menghadiri secara rutin
beberapa kelas tambahan seperti kelas Alte
juga sebagai pengajar di Musik (Harpshichord), master class piano,
musik kamar dan pengiring vokal.
Konservatorium Musik Jakarta.
❖ Nesca juga pernah mengajar di Sanggar
❖ Setelah itu, Nesca menyelesaikan studi Musicasa, The Resonanz Music Studio dan di
Musik and Arts Academy, Lübeck.
pascasarjana di Hamburger
❖ Saat ini Nesca aktif sebagai direktur akademik
Konservatorium, Jerman di bawah dan pengajar piano di Cavatina Music Center,
Cibubur.
bimbingan Katharina Dieckmann

dengan hasil mit sehr Gutem Erfolg

(dengan kesuksesan yang sangat baik).

Prestasi Nesca Alma

❏ Juara 1 dan juara umum di “X Concorso ❏ Resital Solo “Kling Gut! Symposium on
Musicale Citta’ Di Filadelfia 2018” Kalabria, Sound” di Hamburg University of Applied
Italia Selatan kategori musik kamar. Science, Museum für Kunst und Gewerbe
Hamburg.
❏ Juara 3 di Indonesia Steinway Youth Piano
Competition 2014 Kategori Talentum D. ❏ sebagai pengiring di Telemann-Museum
Hamburg, Hartwig-Hesse Haus am
Klövensteen, Goßlerhaus Blankenese,
Elbschloss Residenz, Evangelisch- Lutheran
Kirche Norderney, Kursana Residenz Wedel
dan di Hochschule für Musik Theater und
Medien Hanover.

Isi Wawancara

1. Sejak kapan Kak Nesca tertarik dengan musik dan kenapa suka dengan musik dan kenapa akhirnya
memutuskan untuk memilih piano?

= Suka musik karena latar belakang orang tua saya suka musik. Sejak kecil, Kak Nesca sudah
mendengarkan musik, sampai akhirnya jadi suka musik. Kak Nesca memilih piano sebagai fokus
utamanya karena sejak umur 6 tahun, Kak Nesca sudah belajar memainkan piano.

2. Bagaimana peran orangtua dalam mendukung minat Kak Nesca?

= Peran orang tua dalam mendukung minat bakat kak nesca hanya sebagai “support system”. Ketika Kak
Nesca merasa “down” dan membutuhkan motivasi, disitulah peran orang tua untuk memberikan
semangat terhadap anaknya supaya berhasil untuk mencapai apa yang dia inginkan.

3. Apa yang membuat Kak Nesca memilih piano sebagai fokus utama kakak?

= Karena saya sudah belajar piano dari sejak kecil sampai sekarang. Dan ternyata kemampuan
terbesarnya di piano.

4. Untuk bisa belajar Piano, apakah bisa langsung belajar alatnya atau harus mempelajari instrument lain
dulu ?

= Sebelum belajar piano kak nesca belajar bernyanyi dan memainkan alat-alat instrumen musik lainnya
dan belajar dengan tekun dan rajin sehingga mendapatkan beasiswa Pendidikan musik. Dan kak nesca
memilih piano selain dari passion sendiri serta menjadi profesi atau pekerjaannya yaitu di dunia musik.

5. Dari CV kak Nesca, kami dapat melihat bahwa perjalanan musik kak Nesca begitu panjang dengan
pengalaman yang luar biasa. Bisakah diceritakan kak, apa yang membuat kakak ingin belajar memainkan
musik dari umur yang sangat muda yaitu 6 tahun?
= Motivasi Kak Nesca untuk mempelajari dunia musik adalah karena beliau suka menonton konser musik,
suka menonton band di tv, sempat ikut vokal grup, dan menjadi pengiring. Titik dimana saya mau menjadi
pemain musik karena ingin semua orang terinspirasi dan termotivasi dari karya-karya yang telah dimainkan
oleh Kak Nesca.

6. Lalu mengapa memilih musik sebagai profesi dan jalan hidup?
= Menurut saya, itu adalah takdir. Karena takdir semua orang berbeda-beda tetapi impian kak nesca yaitu
menjadi penyiar tv. Setelah menekuni semuanya pada akhirnya mengerucut ke satu hal, yaitu musik (piano).
Dan banyak banget kesempatan yang didapat dari semua pengalaman itu, hingga menjadi sebuah profesi.

7. Mengapa Kak Nesca begitu gigih untuk belajar musik yaitu piano sampai berguru kemana-mana, dari
dalam Indonesia yang akhirnya mendapatkan beasiswa di Universitas Pelita Harapan hingga
melanjutkannya di luar negeri dan terkenal di mancanegara?
= Selain mencintai musik dan memiliki rasa tanggung jawab atas diri saya sendiri dan kepada guru-guru
yang telah membimbing saya, saya juga harus gigih dan semangat untuk meraih impian saya. Intinya
memiliki rasa tanggung jawab dan bertanggung jawab kepada negara Indonesia untuk mengembangkan
dan melestarikan musik Indonesia.

8. Sebenernya masterclass itu apa sih? kegunaannya apa? dan kenapa Kak Nesca sampai ke luar negeri
untuk mengejar masterclass ini?
= Masterclass adalah orang-orang yang sudah berpengalaman dalam bidang tertentu. Pada saat itu, Kak
Nesca belajar dari masterclass yang datang dari luar negeri ke Indonesia, di antaranya 5 pianis di slide
yang ada di Indonesia saat itu. Mengapa saya mau belajar dari mereka semua karena untuk menambah
pengalaman, dan menambah wawasan dari guru-guru tersebut. Karena setiap guru itu memiliki hal yang
sangat menarik dan unik, baik dalam segi pengalaman yang berbeda-beda maupun pelajaran yang dapat
diambil dari setiap guru tersebut.

9. Dari yang kami pernah dengar Kak Nesca pernah bekerja sama dengan beberapa paduan suara di
Indonesia seperti The Resonanz Children Choir, UPH Choir dan Di Jerman Kak Nesca juga pernah
memberikan beberapa resital sebagai solois ataupun pianis pengiring seperti di Resital Solo “Kling Gut!
Symposium on Sound” di Hamburg University of Applied Science, Museum für Kunst und Gewerbe Hamburg
dan masih banyak lagi. Gimana sih kesan dan pesan nya selama bekerja sama dengan paduan suara
ataupun rekan–rekan dari berbagai macam negara yang pernah bekerja sama dengan kakak, dan mana
saja yang berkesan untuk Kak Nesca?
= Kesan-kesan orang diluar negeri dan di dalam negeri kalau dilihat secara kerja sama secara musisi
sebenarnya semuanya profesional. Tetapi orang-orang di Indonesia lebih gigih daripada orang di luar
negeri cuma lebih santai. Orang-orang dalam negeri cenderung mengarah ke chemistry, karena sangat
subjektif.

10. Bagaimana persiapan kakak pada saat latihan untuk tampil maksimal saat mengikuti orkestra?
= Sebagai solois secara psikologis akan menjadi pusat sentral dari pertunjukan orkestra tersebut.
Tetapi kalau menjadi pengiring di orkestra, tekanannya tidak sebesar seperti pemain solois. Selama 1
hari dalam 1 projek, latihan minimal 4-5 jam sehari. Persiapan latihannya yaitu, cek fisik piano,
menyiapkan mental untuk tampil seperti mencoba latihan ada orang yang melihat kita yang disebut
(studio class) dan pasti apabila dilihat sama orang lain lebih nervous dibandingkan dilihat teman pada
saat latihan akan lebih baik.

11. Fungsi Piano dalam Orkestra itu sebagai apa kak? apakah di setiap penampilan orkestra harus ada
Piano?
= Tidak harus ada piano, tergantung karyanya, dan tergantung zamannya. Bahkan ada beberapa karya
yang supaya lebih megah kebanyakan tidak memakai piano.

12. Sebagai solois Piano, pertunjukan orkestra mana yang Kak Nesca anggap paling berkesan?
= Pertunjukkan orkestra yang paling berkesan atau unik menjadi solois itu di UPH. Lebih teringat lagi
pada masa Resital kolaboratif UPH karena pada saat itu pertama kalinya Kak Nesca main bersama
orkestra pada tahun 2011.

13. Siapa role model Kak Nesca baik dalam dunia orkestra maupun pianis?
= Role model Kak Nesca adalah guru-gurunya. Menurut Kak Nesca, beliau adalah orang yang humble,
pintar, dan sangat berdedikasi untuk Indonesia.

14. Bisa diceritakan pengalaman Kak Nesca saat mendapatkan juara 1 dan juara umum di “X Concorso
Musicale Citta’ Di Filadelfia 2018” Kalabria, Italia Selatan?

= Menurut Kak Nesca, mengikuti kompetisi tidak diharuskan. Kak Nesca sendiri mengikuti kompetisi untuk
mengukur kelebihan dan kekurangan atau potensi dirinya. Soal mendapatkan juara, itu adalah hadiah
atau bonus untuk pencapaian atas kerja keras kita. Kak Nesca sendiri beranggapan yang sebenarnya
bisa dikatakan sebagai prestasi adalah ketika ia bisa memotivasi orang lain.

15. Apa kunci terpenting dalam berlatih agar bisa menjadi seorang pianis hebat?
= Kunci terpenting dari kesuksesan menurut Kak Nesca yaitu kita harus konsisten, disiplin, berpikiran
terbuka, memiliki sifat objektif, dan yang penting selalu humble.

16. Harapan Kak Nesca tentang musik Piano, musik Orkestra dan pendidikan musik di Indonesia?
= Harapan untuk kedepannya yaitu, musik seperti pop, dangdut, dan lain-lain di Indonesia semakin maju
dan berkembang hingga ke mancanegara. Dan untuk musik orkestra di Indonesia semoga semakin
banyak yang berdedikasi untuk pertunjukan tersebut.

17. Apa pesan dari Kak Nesca sebagai seorang pianis untuk teman-teman yang juga ingin menjadi pianis
handal?
= Intinya mencari potensi diri, ketika sudah tau potensi atau passionnya apa, kemudian ilmu tersebut
dapat dialirkan untuk memotivasi banyak orang.

Kesimpulan

● Orang tua dan guru adalah orang yang paling
berperan untuk mencapai apa yang dicita-citakan.
Dan selalu mendampingi baik di waktu senang
maupun susah. Membimbing dan memotivasi
untuk meraih kesuksesan atau mencapai sebuah
keberhasilan.

● Mencari potensi diri, ketika sudah tau potensi atau
passionnya apa, kemudian ilmu tersebut dapat
dialirkan untuk memotivasi banyak orang.

● Mempunyai rasa tanggung jawab.
● Kunci terpenting dari kesuksesan yaitu harus

konsisten, disiplin, berpikiran terbuka, memiliki
sifat objektif, dan yang penting selalu humble.

Dokumentasi Kegiatan


Click to View FlipBook Version