The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ayuwidyasari2003, 2022-12-26 04:07:44

ASAM BASA untuk flipbook nanti

ASAM BASA untuk flipbook nanti

ASAM BASA

Oleh:
Gusti Ayu Widya Sari

KATA PENGANTAR
Puja dan puji syukur saya ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-
Nya lah sehingga makalah ini dapat disusun sapai selesai. Adapun judul dari Buku ini
yaitu “ASAM BASA”.
Pada kesempatan ini, saya ucapkan terimakasih kepada dosen mata kuliah Media
Pembelajaran karena telah mempercayai saya untuk membuat makalah ini. Saya sangat
berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi
pembaca.
Adapun dalam penyusunan makalah ini tentü masih begitu banyak kekurangan dan
kesalahan yang terjadi karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman saya Untuk
itü saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.

Singaraja, 12 Desember 2022

i

DARTAR ISI
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... i
DAFTAR ISI........................................................................................................ ii
ASAM BASA ....................................................................................................... 1
A. Konsep Asamm-Basa................................................................................... 1

1. Teori Asam Basa Arrhenius..................................................................... 1
2. Teori Bronsted-Lowry ............................................................................. 1
3. Teori Lewis .............................................................................................. 2
B. Sifat Larutan Asam Basa ............................................................................ 3
1. Sifat Asam................................................................................................ 3
2. Sifat Basa ................................................................................................. 4
3. Indikator Asam-Basa ............................................................................... 5
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 8

ii

ASAM BASA

Setelah kita mempelajari larutan elektrolit dan non elektrolik di kelas X. Kita
mengetahui larutan elektrolit merupalkan larutan yang dapat menghantarkan listrik.
Larutan ini meliputi larutan asam, basa, dan garam mudah larut. Dalam buku/bab ini
akan dibahas lebih rinci mengenai larutan asam dan basa.

A. Konsep Asam-Basa

Sebelum kita mempelajari lebih lanjut mengenai asam dan basa, terlebih dahulu
konsep asam basa perlu diketahui. Istilah asam berasal dari bahasa latin yaitu acidus
yang berarti cuka, sedangkan basa berasal dari bahasa arab yaitu alkali yang berarti
abu. Untuk mengenal lebihbjauh, berikut teori asam basa dari beberapa teori.

1. Teori Asam Basa Arrhenius.
Teori ini dikemukakan oleh seorang ilmuan asal Swedia, pada tahun 1886 yang

bernama Svante August Arrhenius. Menurutnya, asam dapat didefinisikan sebagai
zat yang menghasilkan ion hidronium (H3O+) atau ion (H+) jika dilarutkan dalam
air. Salah satu reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:

HNO3 + H2O → NO3- + H3O+
Pada reaksi tersebut senyawa HNO3 dalam air dapat melepaskan ion hidrogen
(H+) dan ion H+ tersebut berikatan dengan molekul air (H2O) membentuk H3O+
sehingga akan menambah konsentrasi ion hydronium dalam larutan tersebut.
Sedangkan definisi basa menurut Arrhenius adalah zat dapat ,enghasilkan ion
hidroksida (OH-) dalam air. Contoh senyawanya adalah:

NH3 + H2O → NH4+ + OH-
Kelemahan dari teori ini adalah berlaku hanya berlaku pada larutan senyawa
dengan pelarut air. Teori ini tidak berlaku pada senyawa yang tidak larut air,
senyawa dalam bentuk gas dan padatan yang tidak terdapat ion H+ dan OH-.

2. Teori Bronsted-Lowry
Pada tahun 1923 Johannes Nocolaus Bronsted, Kimiawan dari Denmark, dan
Thomas Martin Lowry, kimiawan dari Amerika Serikat, mendefinisan asam basa
yang menyatakan asam sebagai spesi yang memberikan (donor) proton, sedangkan
basa bertindak sebagai spesi yang penerima (aseptor) proton dalam suaru reaksi
kimia. Teori Bronsted-Lowry melengkapi konsep dari teori Arrhenius. Dalan teori

1

Bronsted-Lowry ion hidroksida (OH-) ini menerima ion hidrogen (H+). Reaksi

yang terjadi sebagai berikut:

HNO3 + H2O → H3O+ + NO3-

Asam Basa Basa konjugasi Asam konjugasi

Pada reasi tersebut dapat dilihat bahwa HNO3 bertindak sebagai asam karena

memberikan proton ke molekul air dan molekul air pada reaksi itu menerima

proton yang sehingga bertindak sebagai basa. Oleh karena itu H3O+ merupakan
asam konjugasi dan NO3- merupakan basa konjugasi dari HNO3.

Teori Bronsted-Lowry memiliki kelemahan yaitu tidak dapat menjelaskan

reaksi asam-basa yang tidak melibatkan transfer proton (H+) seperti pada reaksi

berikut:
Fe2+ + 6H2O → Fe(H2O)62+
AgCl + NH3 → Ag(NH3)Cl.

3. Teori Lewis

Pada tahun 1923 Gilbert N. Lewis, kimiawan dari Amerika Serikat,

mendefinisikan asam-basa berdasarkan teori ikatan kimia. Mnurutnya, asam

adalah penerima (aseptor) pasangan elektron bebas, sementara basa adalah

pemberi (donor) pasangan elektron bebas. Berikut penjelasan asam-basa

nmelalui ikatan antara senyawa NH3 dengan senyawa BF3.

HF HF

+H N B F H NB F
HF
HF

Pada molekul NH3 terdapat tiga pasang ikatan N-H dan satu pasang ikatan

elektron bebas. Elektron tersebut didonorkan ke molekul BF3. Pada molekul BF3

hanya ada tiga ikatan B-F. Sehingga elektron bebas pada moleul NH3 didonorka

ke molekul BF3 membentu suatu ikatan yang disebut ikatan koordinasi. Senyawa

NH3 berperan sebagai donor elektron, sehingga senyawa NH3 termasuk ke dalam

senyawa basa. Sebaliknya, senyawa BF3 berperan sebagai penerima elektron

sehingga senyawa BF3 termasuk ke dalam senyawa asam.

2

B. Sifat Larutan Asam dan Basa
Saat membeli jeruk, pembeli biasanya akan mencicipinya terlebih dahulu.

Beberapa buah jeruk cendrung asam. Hal tersebut dikarenakan jeruk tersebut
mengandung senyawa asam. Senyawa asam mengandung ion H+ yang membuat
jeruk ranay asam.

Sebagian besar buah-buahan mengandung asam organik lemah, seperti asam
sitrat, asam maleat, dan asam tartrat. Mencicipi buah jeruk biasanya dilakukan
untuk mengetahui tingkat keasamannya. Begitu juga dengan larutan asam basa,
kita dapat menegtahuinya dari mencicipinya. Namun tidak diperkenankan
mencicipi secara sembarangan zat-zat disekitar untuk menentukan sifat asm
biasanya. Salah satu yang lebih aman untuk menentukan sifat keasaman larutan
asam basa adalah dengan menngunakan iondikator asam-basa.

Larutan asma basa merupakan larutan elektrolit karena larutan dapat
menghantarkan arus listrik. Selain bersifat elektrolit, larutan asam dan basa
memiliki sifat-sifat lain. Berikut penjelasan mengenai sifat-sifat asam basa
1. Sifat Asam

Sifat-sifat dari larutan asam sebagai berikut:
a. Berasa masam

Rasa asam hanya dapat diketahui melalui uji organoleptic (dicicicpi).
Uji ii hanya berlaku pada makanna yang memiliki sifat asam lemah. Uji ini
tidak boleh diterapkan pada bahan-bahan kimia di laboratorium.
b. Korosif

Sifat ini dapat merusak berbagai benda logam dan nonlogam. Selain itu,
apabila mengenai jaringan tubuh dapat mengakibatkan kerusakan. Sifat
korosif dimiliki oleh asam dalam bentuk larutannya. Hal ini disebabkan
dalam bentuk larutan, asama kana terionisasi membentuk io hidrogen (H+)
sehingga makin bersifat korosif.
c. Dalam air terurai menjadi ion hidrogen (H+) dan sifat asam (ion negatif)
Contoh:
1) Ioniasi HBr

HBr(aq) → H+(aq) + Br-(aq)
2) Ionisasi H2SO4

H2SO4(aq) → 2H+(aq) + SO2-4 (aq)

3

d. Dapat mengubah warna kertas lakmus biru menjadi merah dan pH<7.
e. Dapat bereaksi dengan logam

Contoh:
Zn(s) + 2HCL(aq) → ZnCl2(aq) + H2(g)
f. Dapat bereaksi degan asam karbonat
Contoh:
CaCO3(s) + 2HCL(aq) → CaCl2(aq) + CO2(g) +H2O(l)
g. Dapat bereaksi dengan basa.
Contoh:
H2SO4(aq) + 2NaOH(aq) → Na2SO4(aq) + 2H2O(l)
2. Sifat Basa
Larutan basa memiliki sifat sebagai berikut.
a. Berasa pahit
Rasa pahit pada basa seperti rasa pahit pada sabun. Sabun dibuat dengan
cara mereaksikan basa kuat NaOH atai KOH dengan minyak.
b. Jika mengenai kulit akan terasa licin
Kulit dapat larut dalam buat. Hal ini dapat diamati ketika tangan direndam
dalam air sabun atau detergen. Setelah direndam kulit tangan akan berkerut
dan licin.
c. Bersifat kaustik
Senyawa basa dapat merusak kulit atau bersifat kaustik dan mengakibatkan
rasa gatal.
d. Dapat mengubah kertas lakmus merah menjadi biru dan Ph>7.
e. Dalam air terionisasi menjadi sisa basa (ion logam) dan ion hidroksida (OH-
)
Contoh:
Ionisasi NaOH
NaOH(aq) → Na+(aq) + OH-(aq)
f. Dapat bereaksi dengan asama menghasilkan garam dan air.
Contoh:
NaOH(aq) + HCL(aq) → NaCL(aq) + H2O(l)

4

3. Indikator asam-basa
Ada beberapa senyawa asam-basa yang tidak dapat diidentifikasi dengan cara
uji organoleptic (dicicicpi). Hal ini dikarenakan sifat larutan asam-basa ada
yang bersifat berbahaya. Untuk itu Untuk mengidentifikasi senyawa asam-basa
secara aman dapat menggunakan indicator. Indikator merupakan zat yang
menunjukkan warna berbeda dalam kondisi asam dan basa. Indikator yang biasa
digunakan antara lain kertas lakmus, indicator alami, larutan indicator buatan,
dan indicator dalam bentuk alat.
a. Indikator Asam-Basa Menggunakan Kertas Lakmus
Indikator asam basa-basa menggunakan kertas lakmus dapat silakukan
dengan cara mengamati perubahan warna kertas lakmus ketika bereaksi
dengan larutan.
Ada dua jenis kertas lakmus yaitu kertas lakmus merah dan kertas
lakmus biru.
1) Lakmus merah, jika dicelupkan kedalam larutan asam tidak akan
beruah warna, tetapi jika dicelupkan kedalam larutan basa akan
berubah warna menjadi biru.
2) Kertas lakmus biru jika dicelupkan kedalam larutan asam akan berubah
menjadi merah, tetapi jika dicelupkan kedalam larutan basa tidak akan
berubah warna

Kertas lakmus dibuat dari ektraksi Lichens atau Orchein yang bersifat
asam lemah. Secara sederhana, rumus molekul Orchein ditulis HLit.
Ketika HLit tidak mengalami ionisasi akan menghasilkan warna merah,
sedangkan jika terionisasi akan berubah warna menjadi biru.

b. Indikator Asam-Basa Menggunakan Indikator Almai
Indikator alami dapat diperoleh dari tumbuhan. Indikator ini dibuat

dengan cara mengektraski umbi, buah, atau bunga. Berikut tabel dibawah
ini yang menunjukkan beberapa indicator alami dan perubahan warnanya
dalam suasana asam dan basa.

NO Indikator Warna

5

Asam Basa

1 Kunyit Kuning Jingga kuning
Kuning
2 Bunga sepatu Merah Kuning
Kuning
3 Daun pacar air Merah Hijau Kebiruan
Merah
4 Bunga nusa indah Merah Hijau
Kuning
5 Kubis ungu Merah muda Hijau kemerahan
Coklat tua
6 Umbi bit Biru

7 Bunga mawar merah Merah muda

8 Bunga kana Merah

9 Bungan anggrek Merah muda

10 Bunga Kamboja Coklat muda

c. Indikator Asam-Basa Menggunakan Indikator Buatan
Indikator buatan dapat menunjukkan suatu larutan bersifat asam atau basa
melalui perbuhana warna. Perubahan tersebut menunjukkan kisaran pH
yang diuji. Jadi, indicator buatan lebih akurat daripada insikator alami
karena mampu menunjukkan kisaran pH. Beberapa indicator buatan
berikut trayek pH dan perubahan warnanya disajikan dalam tabel berikut
ini.

No Indikator Trayek pH Warna Yang Dihasilkan dalam

Larutan Asam Larutan Basa

1 Fenolftalein (PP) 8,3 – 10,0 Tidak berwarna Merah Muda

2 Bromtimol BTB) 6,0 – 7,6 Kuning Biru

3 Metil Merah (MM) 4,4 – 6,2 Merah Kuning

4 Metil Oranye (MO) 3,1 – 4,4 Merah Kuning

5 Bromkresol hijau 3,8 - 5,4 Kuning Biru
6 Bromkresil Ungu 5,2 – 6,8 Kuning Ungu
7 Alizarin Kuning 10,1 – 12,0 Kuning Merah

(fenol merah)

6

d. Indikator Asam-Basa Menggunakan Alat Indikator.
Selain menggunakan kertas lakmus, indicator alami, dan indicator buatan,
sifat asam basa suatu zat dapat diidentifikasi menggunakan alat indikato.

7

DAFTAR PUSTAKA
Qurniawati, dkk. 2018. Kimia SMA. Yogyakarta: PT Penerbitan Intan Pariwara
Kiti, Sura. 2003. Kimia 2 Kelas 2 SMU. Klaten: Intan Pariwara

8


Click to View FlipBook Version