mereka bisa, mereka sangat asik bermain bersama
sampai Amanda merasakan canda dan tawa
kebersamaan.
Mereka sudah mengetahui perbedaan-perbedaan yang
sudah mereka lihat, saat kembali kerumah yang mereka
tinggali bersama sementara di Wamena.
“Wah, ternyata unik juga perbedaan yang ada di sini”
ucap Amanda
“Iyaa sih, tapi aku baru sebentar kayaknya udah bosen
deh, disini perbedaannya sangat jauh dengan di Jakarta,
kurang cocok denganku” jawab Angelina kepada Amanda,
Amanda yang mendengar omongan sahabatnya yang
seperti itu pun langsung mengingatkannya
“Memang beda Angelina, bosen ga bosen atau suka ga
suka, kita harus tetep ngehargain, sabar dan nikmati saja..
kapan lagi kita tugas di Papua”.
Pada malam hari, mereka pergi ke tempat yang biasa
semua warga berkumpul bersama, mereka berdua
menyaksikan tarian tradisional perang yang
menggunakan pakaian khusus yaitu koteka, Angelina
yang sebelumnya merasa bosan di Papua terlihat sedikit
mulai kagum dengan adat dan budaya Papua.
“Iya Manda, aku salah.. ini tidak seburuk yang
kubayangkan sebelumnya, aku mulai kagum sama adat
yang ada disini” Amanda pun menjawab
40
“Bagus dong kalau begitu.. mau gimana pun, kita
sebagai orang Indonesia harusnya bangga dengan
perbedaan keragaman, kebudayaan adat istiadat, dan
kearifan lokal yang mereka miliki masing-masing”.
Perbincangan mereka yang belajar tentang perbedaan
kebudayaan pun sambil dihidangkan makanan tradisional
Papua yaitu Papeda oleh salah seorang warga.s
“Selamat menikmati hidangannya Kak.." mereka
menikmati hidangan makan malam itu sambil
menyaksikan persembahan dari warga di malam itu, dan
menunggu apa yang akan mereka pelajari tentang Papua
selanjutnya.
41
KELUARGA HITAM PUTIH
Fakhri Fasyin Jitender
Sentra, adalah seorang anak yang suka nongkrong dan
main, dia anak lahir pada keluarga yang memiliki
hubungan antar keluarga yang buruk. Suatu hari Sentra
yang sehabis pulang dari tempat nongkrong bersama
temannya saat malam hari .
”Aduh sangat melelahkan tadi abis jalan-jalan bursama
teman gua butuh istirahat dengan tenang.” Sentra sambil
bergumam.
Setelah beristirahat dikamar, ibunya pun berteriak
“Rumah berantakan sekali tidak ada yang membersihkan
rumah?!.” Tanya Ibu dengan nada yang tinggi.
“Ah apaan si sudah malem juga malah teriak-teriak.”
Ucap Sentra yang sudah tidak peduli di dalam hati.
Setelah itu sentra pun bermain game sampai larut
malam dengan teman-temannya.
“Sentra apa yang telah kamu lakukan dari tadi.” Ibu
yang berteriak memanggil Sentra yang sedang bermain
game. Dengan perasaan yang sudah capek, ibunya pun
tidur untuk beristirahat.
***
42
Keesokan harinya, Seperti biasa Sentra yang sehabis
pulang dari tempat ngumpul bersama teman-temannya
hingga larut malam. Sentra pun langsung segera bergegas
membersihkan badannya dan langsung bermain game
dikamar bersama temannya.
“Sentra apa yang kamu lakukan sejak tadi, turun
sekarang!” sang ibu berteriak memanggil Sentra.
“Sudahlah bu biarkan saja Sentra bermain game, dia
sudah besar, memang apa salahnya dia hanya bermain
game.” Ayah dengan nada yang rendah.
“Dasar anak yang tidak berguna kerjanya hanya bisa
bermain dan keluar-keluar tidak jelas.” Sang ibu yang
kesal dengan Sentra.
Sentra keluar dari kamar dan mendatangi ibunya yang
sedang marah-marah.
“ Emangnya ibu tau apa yang Sentra lakukan selama
ini? Sentra melakukan semua itu hanya untuk
menenangkan pikiran dan ibu juga kerjaan nya hanya bisa
mengomel saja bisa gak ibu berhenti mengomel dan tidak
teriak-teriak saat di rumah.” Ucap Sentra yang sudah
malas dengan ibunya.
Suasana rumah semakin panas saat Sentra pun
memutuskan untuk pergi dari rumah. Dia pun pergi
kerumah sahabatnya yang bernama Owin. Lalu
sesampainya di rumah Owin.
43
“Owin kamu dirumah tidak? buka pintunya!” Sentra
sambil teriak memanggil Owin. Setelah beberapa saat
kemudian Owin pun membuka pintu.
“Eh Sentra ada apa? jarang sekali ke rumah malam-
malam gini.” Ucap Owin
“Saya boleh tidak tinggal beberapa hari di rumah
kamu?” Sentra yang meminta tolong.
Sentra pun menjelaskan apa maksud dari kedatangan
dia dan kenapa dia meminta untuk tinggal di rumah
Owin, dari awal hingga akhir.
“Oh jadi begitu maksud kedatangan kamu Sentra, ya
sudah kamu boleh tinggal disini selama beberapa hari.
Tapi jangan lama-lama nanti bisa yang ada saya bisa
kere.” Ucap Owin.
“Iya santai saja.” Ucap Sentra.
Hari demi hari pun telah terlewatkan begitu saja. Saat
ketika dimalam hari sang Ibu pun menelepon Sentra tapi
tidak diangkat panggilan dari ibunya itu. Sudah berkali-
kali sang ibu menelepon Sentra. Lalu kemudia sang Sentra
pun mengangkat panggilan telepon dari Ibunya itu.
“Sentra anak ku tersayang ayo pulang lah nak.. Ibu rindu
padamu dan Ibu minta maaf karena telah membuat mu
marah dan kecewa, karena tidak memikirkan tentang
44
perasaanmu Sentra.” Sang Ibu menelpon sambil
menangis. Sentra pun langsung menutup telepon itu dari
sang Ibu.
***
Keesokan paginya, Sentra pun memutuskan
untuk pulang ke rumah dan berpamitan dan berterima
kasih kepada Owin karena telah mengizinkan dia untuk
tinggal untuk sementara waktu.
“ Saya pamit dulu ya, terima kasih sudah memberi
tumpangan untuk beberapa hari.” Ucap Sentra.
Lalu saat sampainya pulang ke rumah dan mengetuk
pintu
“tok…tok…tok”.
*Sang Ibu pun membuka pintu.
“Sentra akhirnya kamu pulang, maaf kan ibu ya nak
karna membuat mu pergi dari rumah dan membuat mu
kecewa.” Suara dan tangisan sang ibu.
Sentra pun memaafkan ibunya yang menangis
itu dan Sentra berkata
“Ibu maaf kan Sentra karna telah membuat Ibu sedih
dan menangis, maaf karna telah membentak Ibu.” Ucap
Sentra sambil menangis.
Suasana rumah pun menjadi sedih. Dan, pada akhirnya
mereka pun saling memaafkan satu sama lain. Keluarga
45
yang tadinya sering sekali rebut karena alasan yang tidak
jelas pun jadi saling memaafkan dan mencintai satu-sama
lain.
46
DIHANTUI EKSENTRIK
Fahdan Kazhimi Branti
Gilang aneh. Berapa banyak pun kamu bertanya kepada
seluruh isi sekolah ini jika disuruh untuk mendeskripsikan
Gilang maka dapat diyakini 90% jawabannya adalah ia
aneh.
Aku melihat Ana berjalan melewati lorong sekolah
untuk menuju kelas. Kebetulan aku dan Gilang adalah
satu kelas dan ketika temanku menanyai pertanyaan
tentang Gilang aku pun menjawab dia aneh.
Walau aku sendiri kurang tahu tentangnya walaupun
kami sekelas, tapi tetap saja aku akan menjawab Gilang
aneh. Kalau ditanya mengapa jawabanku adalah karena
semua orang menganggap dia aneh. Aku juga tidak
mengerti karena menurutku dia baik-baik saja.
Hari ini adalah hari kedua dimana aku mencari tahu
jawaban mengapa Gilang disebut aneh. Aku masih tidak
mengerti mengapa Gilang disebut aneh. Sejak tadi pagi
saat kuperhatikan yang dilakukan Gilang adalah sesuatu
yang normal selayaknya aku dan siswa-siswa lainnya.
47
Aku hanya menemukan fakta yang memang dari awal
aku ketahui seperti tidak ada yang mengajak Gilang
berbicara, Gilang hanya terdiam saat guru menjelaskan
dan dia suka menatap lantai atau langit dalam jangka
waktu yang panjang.
Aku menghela nafas panjang. Kadang-kadang teman
sebangkuku suka menatapku dengan tatapan tidak dapat
diartikan ketika aku seharian hanya fokus memperhatikan
Gilang dan alasan mengapa Gilang disebut aneh. Aku
hanya mengangkat bahu ketika ditanya sedang apa. Tidak
mungkinkan aku menjawab aku sedang membuat
penelitian tentang alasan mengapa Gilang disebut aneh.
Teman sebangkuku hanya menjawab
“Awas kerasukan, Jangan melamun.”
Haduh, padahal aku tidak melamun. Aku sedang
membuat penelitian penting yang harus aku lakukan
demi memenuhi rasa penasaran ini. Tidak lucu aku
meninggal dan otakku bertanya jadi mengapa Gilang
disebut aneh? Yah, walau hal itu tidak mungkin lewat di
kepalaku nanti. Pokoknya yang jelas aku penasaran
setengah mati.
Oke setelah berhari-hari mengamati Gilang, aku masih
tidak mengerti letak keanehan Gilang. Aku diam-diam
48
membuat list tentang problabilitas atau kemungkinan-
kemungkinan mengapa Gilang disebut aneh.
Satu…. Karena tidak pernah berbicara.
Hmm. Untuk alasan ini aku tidak terlalu bisa
mengatakan ini adalah aneh mengingat tidak ada yang
mencoba mengajaknya berbicara. Dan… dia juga tidak
pernah mencoba untuk mengajak satu orangpun
berbicara kepadanya.
Dua…. Yang dilakukan Gilang di Sekolah hanya datang,
duduk di kursinya, kemudian pergi.
Oke. Mungkin ini cukup aneh. Ada ribuan kegiatan yang
dapat dilakukan di Sekolah tapi dia tidak pernah
melakukannya. Apa dia tidak pernah merasa ingin pipis?
Atau lapar dan menuju ke kantin? jika itu benar, aku
kagum dengan bagaimana tubuhnya bekerja. Atau… dia
memang tidak suka makan atau pipis di tempat selain
rumahnya? Itu sebuah kemungkinan juga.
Akupun akhirnya bertanya ke pada teman sekelas ku
mereka pun menjawab memang nya ada apa tentang
Gilang?
“Menurut kalian si Gilang itu gimana?” tanya ku kepada
mereka.
49
“Sepertinya dia itu aneh, mungkin karena dia pendiam
atau bagaimana kita juga tidak tahu.” Ucap mereka
Aku pun segera mengakhiri percakapan dan
meninggalkan mereka. Lalu aku pun menuju kantin,
disana aku bertemu Gilang. Ia duduk sendiri sambil
membaca buku, aku beranggapan bahwa dia tidak aneh
hanya pemalu saja. Setelah aku amati dalam waktu yang
lama akhirnya aku beranggapan bahwa Gilang adalah
murid biasa seperti siswa lain hanya saja dia kurang
bersosialisasi dengan lingkungan.
50
KEBUDAYAAN INDONESIA
Fathir Alhafiz
Pada suatu Pagi yang cerah ada seorang anak yang
bernama Asep, Asep adalah Anak yang pinter dalam hal
Agama dan dalam hal kebudayaan, Asep pun memasuki
kelas 9, Asep sudah mempunyai banyak teman.
Hari ini ada pelajaran yang di sukai Asep yaitu
Seni Budaya dan PPKN , Asep pun Sangat gembira ada
pelajaran yang ia sukai, Asep dari rumah mulai
mempersiapkan buku-buku buat hari ini.
“Hore, hari ini ada pelajaran yang saya suka,
saya mau cepat-cepat sampai ke Sekolah.” Kata Asep
Asep pun sampai di sekolah dengan gembira,
Asep senang karena jam pertama adalah pelajaran PPKN
selesai pelajaran PPKN Asep merasa kesal karena Asep
mengetahui kalau kebudayaan nya diclaim oleh negara
tetangga
“Ah kok bisa sih Kebudayaan negara ini diclaim negara
sebelah terus kenapa negara Indonesia nuntut negara
sebelah.“ Kata Asep, Asep pun merasa kesal melihat
kebudaya negaranya diclaim negara sebelah.
Bel istirahat pun berbunyi waktunya istirahat telah tiba
Asep pun keluar dari kelas nya dia pun pergi ke
51
perpustakaan Asep pun bertemu dengan Dani mereka
saling menyapa.
“Halo nama saya Asep.“ kata Asep
“Halo juga nama saya Dani.“ Dani pun menjawab
Mereka pun membaca buku bersama-sama bel pun
berbunyi Mereka pun pergi ke kelasnya masing-masing.
Asep pun pergi ke kelasnya dengan rasa bahagia
Karena Asep mendapatkan teman baru, Asep belajar seni
budaya dia sangat bahagia belajar seni budaya karena
Asep bisa mengetahui seni-seni lukis, sepanjang waktu
Asep tidak sadar kalau bel sudah berbunyi lagi Asep pun
mulai bergegas ke masjid Bersama teman-teman nya,
Asep melihat Doni lagi mencoba bolos buat sholat
dzuhur, Asep pun mencoba menghampiri Doni.
“Doni kamu ngapain disini kamu bolos sholat ya?” kata
Asep
“Males ah saya sholat mending saya disini lebih enak,
kamu saja sana sholat!” doni menjawab.
Asep pun kaget mendengar kata-kata Doni, Asep
merasa kesal karena Doni tidak mau diajak untuk sholat.
Asep pun pergi meninggalkan Doni, sesudah shalat
Dzuhur selesai Asep pun pergi meninggalkan Masjid
untuk menuju ke kelasnya , Tetapi Asep melihat Doni
yang sedang dimarahi oleh guru, Doni pun dibawa
52
keruang bimbingan konseling, Asep pun kaget melihat
Doni dibawa ke ruang bimbingan konseling.
“Duh itu Doni kok bisa masuk bimbingan konseling ya
apa dia ketahuan bolos sholat?” Kata Asep melihat Doni
dibawa keruang bimbingan konseling.
Setelah itu Doni pun keluar dari bimbingan konseling
dengan muka yang melas.
“Doni kamu kenapa kok muka kamu seperti itu?“ Asep
bertanya kepada doni
“Saya ketahuan bolos shalat Dzuhur langsung dibawa ke
bimbingan konseling.” Doni menjawab dengan mata yang
berkaca-kaca.
***
Bel pulang pun tiba Asep bergegas merapihkan buku
pelajarannya, Asep pun pulang dijemput oleh papahnya.
Asep langsung pulang ke rumahnya dia mengunjungi
toko buku untuk membeli buku tentang kebudayaan
Indonesia, Asep pun mendapatkan buku itu dengan
gembira, Asep langsung pergi ke kasir untuk membayar
buku kesukaannya. selesai membayar Asep langsung
berangkat menuju rumah nya. sesampainya Asep di
rumah Asep langsung membereskan buku dan Menganti
baju , selesai nya Asep bersih-bersih badan Asep langsung
masuk ke kamar dan membawa buku yang dia beli.
53
Asep keasikan membaca buku sampai Asep melewatkan
waktu shalat Maghrib dan Isya , Asep pun kaget melihat
jam
“Waduh saya keasikan membaca buku nih sampai
kelewatan sholat maghrib dan Isya.” ucap Asep ketika
melihat jam.
Asep pun langsung bergegas mengambil air wudhu dan
segera shalat Isya, selesainya sholat Isya Asep pun
langsung makan malam bersama keluarganya. Asep
senang melihat menu makannya yang Asep suka, ada
udang, ayam, kangkung, dan lainnya.
Asep pun makan bersama keluarganya dengan sangat
lahap makan nya, selesai makan Asep langsung
melanjutkan membaca buku nya , seiringnya Asep
membaca buku Asep masih sempet mengerjakan pr yang
diberikan di sekolah, Asep membaca buku kebudayaan
Indonesia dengan semangat hingga Asep membaca
hingga malam hari, Asep pun menyelesaikan membaca
buku itu.
Sebelum tidur Asep menyiapkan buku untuk
besok, selesainya Asep menyiapkan buku untuk besok
Asep langsung gosok gigi sebelum tidur, Asep pun tidak
lupa untuk menyiapkan Alarm.
***
54
Pagi pun tiba alarm Asep berbunyi kencang,
Asep pun terbangun dan bersiap-siap buat berangkat
sekolah Asep pun sebelum berangkat ke sekolah sarapan
bersama orang tuanya, selesai sarapan Asep bergegas
mengambil tas dan sepatunya dia tidak lupa untuk
bersaliman dengan orang tuanya. Asep pun berangkat
sekolah, sesampainya Asep di sekolah Asep bertemu
dengan Doni mereka saling bertegur sapa.
“Halo doni!“ ucap Asep
“Halo juga Asep!” jawab Doni.
Mereka saling berpisah ke kelasnya masing-masing.
Asep memasuki kelasnya dengan keadaan senang karena
jam pertama literasi di perpustakaan, Asep pun merasa
senang karena Asep bisa membaca buku yang dia baca
bersama Dani, literasi pun dimulai Asep membaca buku
tentang sejarah munculnya kebudayaan Indonesia.
“Wow, banyak sekali ini kebudayaan Indonesia.” kata
Asep
Bel pun berbunyi tandanya pelajaran kedua mau dimulai
Asep pun langsung menaruh bukunya ke tempatnya lagi .
***
Jam kedua sudah selesai Asep pergi ke kantin bersama
teman-temannya dan Asep pun melihat Doni sedang
membaca buku tentang sejarah kebudayaan Indonesia,
55
Asep pun mendekati Doni dan bertanya “Doni kamu lagi
baca apa?” kata Asep
“Saya lagi baca sejarah kebudayaan nih” Doni menjawab
Mereka pun membaca buku itu bersama sama, bel
masuk pun berbunyi Asep dan Doni pergi ke kelasnya
masing-masing, Asep memasuki pelajaran seni budaya
lagi Asep sangat bahagia karena dia bisa belajar seni lukis
lagi dan mengetahui lukisan apa saja.
Asep pun mendengarkan penjelasan guru dengan baik,
Asep sangat senang karena habis itu ada praktek lukis,
Asep akan melukis sebuah batik dari Indonesia, Asep
mulai melukis dia sangat percaya diri atas lukisannya.
Sesudah selesai, lukisannya Asep adalah lukisan yang
dipilih untuk pameran kelas nya, Asep senang sekali karya
nya disukai banyak orang, dan Asep sudah banyak tahu
apa itu kebudayaan Indonesia dan karya seni Indonesia
juga.
56
DI BANGKU SMP
Muhammad Faris Najmuddin
Namaku Anggi, Berawal dari aku menginjak bangku
SMP, dipagi hari aku bangun dan melakukan aktivitasku
seperti biasa. Jam 07.15, Pembelajaran pun dimulai,
pembelajaranku menggunakan sistem online dan
menggunakan aplikasi microsoft teams. Hari ini adalah
hari pertamaku menginjak kelas 1 SMP, meeting pun
dimulai, hari ini adalah hari dimana masing-masing murid
untuk memperkenalkan diri.
"Oke anak-anak, silahkan kalian memperkenalkan diri
kalian masing masing ya.." ucap pak guru yang
mengajarku saat itu.
Saat perkenalanan diri, setiap siswa memiliki banyak
perbedaaan dari budaya, agama, dan keberagaman
lainnya. Aku terlahir dengan menganut agama kristen,
namun seisi kelas ku sebagian besar menganut agama
islam.
Saat pembelajaran pertama, yaitu pelajaran ips, guruku
memberi perintah untuk membuat kelompok yang
bertujuan untuk mengerjakan tugas kelompok. Kelompok
ku adalah kelompok ke 3, yang beranggotakan 5 orang
yaitu aku, Arzan, Hifal, Rahzan, dan Zayan. Saat kerja
kelompok berlangsung, kami berbagi bagi tugas. Arzan
yang menulis rangkuman. Sedangkan Hifal, dan Rahzan
57
Bertugas untuk mencari rangkuman yang terdapat di
buku paket. Tetapi saat yang lain terbagi tugasnya, hanya
aku yang belum terbagi tugasnya. Dan saat itu aku
bertanya
“Hmmm tugasku ngapain yaa?..” dan saat itu Rahzan
menjawab “Kamu bantu aku mencari hal-hal penting yang
ada di buku paket saja.”
Dan saat itu aku merangkum buku paket. Namun saat
aku merangkum buku, Zayan melihatku dengan tatapan
yang sinis dan mengatakan
“Kamu ngerangkum yang bener ya! jangan sampai salah
merangkumnya.”
Saat itu aku berfikir bahwa Zayan tidak menyukai ku.
Tugas ngerangkum pun sudah selesai, dan bel istirahat
pun berbunyi. Zayan pun mengajak Arzan, Hifal, dan
Rahzan untuk pergi jajan bersama-sama, akan tetapi aku
tidak diajak untuk jajan bersama mereka. Karena Hifal
heran terhadap perilaku Zayan, ia pun bertanya kepada
Razan
“Zan kamu kenapa tidak ajak si Anggi jajan bareng-
bareng sama kita?”
Razan pun menjawab “Tidak, dia kan kristen, biarkan dia
bermain dengan teman-teman yang agamanya sama
dengan dia.”
58
Aku pun mendengar perkataan si Razan, suasana hatiku
bercampur aduk. Kesal, bingung, dan sedih. Hifal pun
menjawab perkataan si Zayan
“Razan kamu gaboleh gitu kita sama-sama berteman,
jadi tidak boleh membeda-bedakan agama dia.”
Zayan pun menjawab ”Sudahlah, mending kita jajan di
kantin saja, si Anggi biarin saja.”
Dan mereka pun jajan di kantin, aku pun sedih karna
ucapan si Zayan, aku sedih karna agamaku berbeda
dengan teman-teman ku yang lainnya. Rata-rata temanku
menganut agama islam, sedangkan aku menganut agama
kristen.
Tidak hanya di kelas, di sekolah pun aku susah
mendapat kan teman karna agama ku yang berbeda
dengan yang lainnya. Dan mungkin faktor yang
membuatku sedikit memiliki teman karena aku memiliki
fisik yang bisa di bilang tidak good looking. Tetapi hal itu
tidak membuatku patah semangat untuk mencari ilmu.
***
Di keesokan harinya, jam pertama untuk pembelajaran
kali ini adalah pelajaran olahraga. Materi pertama adalah
besar yaitu sepak bola. Saat itu guru olahraga
menjelaskan materi lalu mengadakan praktik di lapangan.
Praktik pertama adalah pasing, kedua dribble, ketiga yaitu
shooting.
59
Setelah praktek itu selesai, kita diperbolehkan untuk
bermain sepak bola. 1 tim terdiri dari 7 orang, Aku, Hifal
dan Arzan berada di tim A, Zayan dan Rahzan berada di
tim B. Pertandingan pun dimulai, tim ku menyetak 1 gol
pertama, dan itu membuat Zayan kesal dan marah.
Dan pertandingan dimulai lagi, dan untuk gol kedua di
cetakan oleh Tim A lagi yang berujung skor 2-0. Razan
pun semakin kesal terhadap tim A, saat pertanfingan di
mulai lagi, Zayan tersleding oleh pemain lain dari tim A.
Kaki nya pun mengalami luka dan harus di beri
perawatan. Di saat itu aku langsung bergegas untuk
membawa Zayan ke UKS sekolah.
Saat di UKS Zayan pun diberi pengobatan, dan setelah di
beri pengobatan kaki Zayan pun tertangani dengan baik,
dan luka di kakinya pun sudah di obati dan di perban.
Saat itu Zayan mengucapkan terima kasih kepadaku.
“Gi, makasih ya sudah membawa ku ke UKS dan sudah
membuat kaki ku terobati.” Dan Aku pun menjawab ”Iya
sama-sama Yan, lagian juga emang itu yang seharusnya
dilakukan.”
Setelah kejadian itu, Zayan pun menjadi sadar bahwa
hal yang telah ia lakukan terhadapku. Ia sadar bahwa
walaupun berbeda agama tetapi tetap saling membantu
satu sama lain ketika ada masalah atau kesulitan lainnya.
Zayan pun minta maaf
“Gi, sorry ya sebelum-sebelumnya aku sudah salah
dalam bersikap sama kamu, sebelumnya aku selalu tidak
senang kalau ada kamu, jadi tolong maafin ya.”
60
Dan aku pun menjawab “Iya gapapa Yan, lain kali kalau
berteman jangan memandang agama ya?, itu ga baik
untuk sesama teman, kita berteman tidak boleh
memandang perbedaan dalam hal apapun, apalagi soal
agama kita harus bertoleransi antar sesama umat
manusia.”
Zayan pun sadar akan kesalahannya dan ia tidak
mengalangi hal tersebut lagi. Zayan dan aku pun menjadi
dekat dalam pertemanan, ia sekarang sering mengajakku
untuk bermain dan jajan di kantin saat jam istirahat. aku,
Arzan, Hifal, Rahzan, dan Zayan berteman dengan baik.
Kita sering bermain bersama, dan jajan bersama. Dan
ketika di kelas pun kita sangat dekat.
61
TENTANG PENULIS
Keyla Khairunisa Nurislami, biasa dipanggil
Kekey. Lahir di Cilegon 26 Agustus 2007.
Memiliki hobi nyanyi walaupun ga bagus
bagus amat, cita cita jadi dokter. "Percuma
digenggam kalau menyakitkan, lepas dan
lupakan bergeraklah mencari kebahagiaan".
Instagram: @keylaa.kh
Diana Jesicca Panchishin, biasa dipanggil
Diana, kadang juga Jesi. Lahir di Cilegon, 29
Juni 2008. Hobi saya mendengarkan musik
dan mengedit. “Mulailah menjadi orang
baik dan menunggu kematian datang”.
Instagram: @jesivvu
Khania Putri Inaya, biasa dipanggil
Khania. Lahir di Serang, 02 Maret 2008.
Hobi saya membaca novel fiksi dan
dengerin musik kalau ada waktu senggang.
Cita-cita saya yaitu menjadi perawat.
“kalau kamu bisa, saya juga harus bisa”.
Instagram: @khniaaaaa
62
Fakhri Fasyin Jitender, biasa di panggil
Jitender, sering diledek Tiang berjalan.
Lahir di Cilegon 10 Desember 2008. Moto
hidup saya “Jadilah dirimu yang kamu
mau, jangan apa yang orang lain mau”.
Instagram: @jitenderr0_0
Sophia Truly Fadlika, biasa dipanggil
Truly. Lahir di Cilegon 27 Mei 2008. Hobi
saya mendengarkan musik dan
berolahraga. Instagram: @angieagln
Fahdan Kazhimi Branti, biasa dipanggil
Fahdan. Lahir di Cilegon 31 Mei 2008. Saya
memiliki hobi berolahraga, bermain game,
dan menonton film. Saya juga memiliki
cita-cita yaitu menjadi dokter dan
membuat orang tua senang. Moto hidup
saya “Perbanyak sujud, banyak impian
terwujud”. Instagram: @k4zhimi
63
Fathir alhafiz , biasa dipanggil Fathir.
Lahir di Cilegon, 29 Februari 2008. Hobi
saya bermain bulu tangkis dan sepak bola.
Moto hidup saya “Kejarlah ilmu setinggi-
tingginya, karena kalau ngejar dia, gak tau
kapan luluhnya”. Instagram:
@_fathiralhafiz
Muhammad Faris Najmuddin, biasa
dipanggil Faris. Lahir di Serang, 08 Mei
2008. Hobi saya olahraga, motto hidup
saya adalah “Tetaplah hidup meskipun
yaudahlah mau gimana lagi”.
Instagram: @fariss.sn
64