The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Cerpen "STOP PEMBULLYAN TERHADAP MURID BARU" karya kelompok 6 Presisi P5 Tema 2 SMA N 1 Karanganyar

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by opran78, 2022-11-15 06:54:56

Cerpen "STOP PEMBULLYAN TERHADAP MURID BARU"

Cerpen "STOP PEMBULLYAN TERHADAP MURID BARU" karya kelompok 6 Presisi P5 Tema 2 SMA N 1 Karanganyar

STOP PEMBULLYAN TERHADAP
MURID BARU YANG LEBIH PINTAR

Pada suatu hari, di perumahan Jakarta ada keluarga yang sedang
membereskan barang-barangnya karena mereka baru pindah dari
Jayapura. Bristan merupakan anak pertama dari dua bersaudara,
nama adiknya yaitu Bellvany. Mereka pindah ke Jakarta karena
ayahnya dipindahkan kerja, jadinya ia harus pindah sekolah
yang ada di Jakarta yaitu SMP Negeri 69 Jakarta.

Pada saat pertama kali masuk sekolah Bellvany menjadi pusat
perhatian. Bukan karena ia anak baru melainkan karena kulit
dan rambutnya yang berbeda. Sesampainya ia di kelas, teman-
teman sekelasnya melihatnya dengan tatapan aneh sampai
akhirnya ada salah satu teman sekelasnya yang mengajak
kenalan yaitu Jolyn.

“Hai, kenalin nama aku Jolyn. Nama kamu siapa?” tanya
Jolyn kepada Bellvany.

“Hai, Jolyn. Nama aku Bellvany.” sautnya

“Hai, Bellvany. Kalo boleh tau, kamu asalnya dari mana?”
tanya Jolyn sekali lagi karena penasaran.

“Aku asalnya dari Papua, lebih tepatnya Jayapura.” jawab
Bellvany kepada Jolyn.

“Wah…jauh juga ya. Kamu pindah kesini kenapa?” tanya
Jolyn.

“Ehe…iya. Aku pindah kesini karena ayah aku
dipindahkan kerja kesini.” jawab Bellvany.

Semenjak dari situ mereka menjadi sahabat yang sangat dekat.
Mereka melewati waktu bersama sampai hari ulangan akhir
semester datang. Mereka belajar bersama-sama untuk melewati
ulangan dengan baik. Hari terakhir ulangan akhir semester

akhirnya berakhir. Setelah beberapa hari berlalu, nilai hasil
ulangan pun keluar dan Bellvany mendapatkan nilai tertinggi di
kelas nya.

“Selamat temanku…kamu mendapatkan nilai tertinggi.
Setelah ini aku akan menjadi murid mu.” kata Jolyn kepada
Bellvany.

“Bisa aja kamu…nilai aku biasa aja kok.” saut Bellvany.

“Biasa aja dari mana, nilai mu yang tertinggi di kelas.
Jangan merendah untuk meroket ya kamu.” jawab Jolyn.

“Ahahahahaaa…” tawa Bellvany.

Di tengah mereka sedang berbicara dengan asik tiba-tiba ada
teman mereka yang mendadak datang ke tempat mereka, yaitu
Vioxa bersama teman-teman satu geng nya.

“Ooh…jadi kau yang dapat nilai paling tinggi?!” ungkap
Vioxa dengan nada julid.

“Iya…ada apa emangnya?” jawab Bellvany sambil
memberikan petanyaan.

“Masih nanya lagi kenapa. Eh, asal lu tau ya…gara-gara
kamu nilai aku jadi tidak terbagus lagi di kelas ini!!” kata Vioxa.

“Lah…kok kamu nyalahin Bellvany. Bukan salah Belvany
dong kalo kamu nggak dapat nilai terbagus di kelas!!” kata
Jolyn untuk membela sahabatnya.

“Kau diam aja, nggak usah ikut campur.” kata salah satu
teman satu gengnya Vioxa sambil memegang pundak Jolyn.

“Kenapa kamu melakukan ini Vioxa?!” tanya Bellvany

“Masih belum sadar lagi kau…pokoknya kalau kau
medapatkan nilai paling tinggi di ujian berikutnya, aku tidak
akan memaafkan mu!!” ancam Vioxa.

Setelah itu Vioxa dengan teman satu gengnya pun pergi
meninggalkan Bellvany dan Jolyn. Setelah itu, Jolyn langsung
menanyakan keadaan Bellvany.

“Kamu nggak apa-apa kan, Bell?” tanya khawatir Jolyn.

“Aku nggak apa…kamu gimana?” tanya balik Bellvany.

“Aku nggak apa-apa. Si Vioxa itu kurang ajar ya, awas aja
kalo ketemu nanti!!” kata kesal Jolyn.

“Udah, nggak usah dibalas…biarin aja, dari pada tambah
ribut.” kata Bellvany.

“Ya udah deh.” jawab Jolyn.

Pada saat itu Bellvany tidak menganggap ancaman Vioxa serius,
di ulangan berikutnya dia tetap mendapatkan nilai paling tinggi.
Karena Bellvany mendapatkan nilai paling tinggi di kelas,
Vioxa pun langsung menghampiri tempat duduk Bellvany dan
pada saat itu Jolyn sedang tidak masuk sekolah.

“Berani juga kamu nggak mendengarkan perkataanku,
sekarang kamu ikut aku!” kata Vioxa

“Kemana?” tanya Bellvany.

“Udah ikut aja!” kata Vioxa.
Bellvany pun mengikuti Vioxa ke gudang sekolah. Di sana
Bellvany dipukul, disiram, bahkan dilemparin telur oleh Vioxa
dan teman satu geng.

“Ingat ya Bellvany, kalo kamu berani mendapatkan nilai
tertinggi lagi aku akan menghukummu lebih parah dari ini. Ingat
itu!!” kata Vioxa sambil mendorong kepala Bellvany.

Bellvany pun ketakutan dan langsung pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, Bellvany masuk ke kamar nya dengan
diam-diam agar tidak ketahuan oleh orang tua maupun kakak
nya. Sesampainya dia di kamarnya, dia langsung menangis
tanpa suara agar tidak ketahuan oleh orang tuanya. Setelah dia
lebih tenang, dia menyalakan handphone untuk melihat pesan
yang masuk, tetapi yang dia lihat adalah ancaman dari Vioxa
dan teman satu gengnya. Mulai dari situ lah, Bellvany menjadi
tidak fokus pada pelajaran, dia mulai menjaga jarak dari Jolyn,
dan dia pulang lebih cepat dari biasanya. Karena Jolyn melihat
Bellvany bersikap aneh, dia pun pergi kerumah Bellvany untuk
bertemu dengan Bellvany.

“Bell, kamu kenapa akhir-akhir ini sifatnya agak aneh?”
tanya Jolyn khawatir.

“Aku nggak apa-apa kok Lyn. Emangnya sifatku kenapa?”
tanya Bellvany agar tidak ketahuan oleh Jolyn

“Kamu jangan bohong sama aku. Aku tahu lagi kenapa-
kenapa.” kata Jolyn sambil memaksa.

Setelah Bellvany mendengar perkataan Jolyn, dia pun menangis
dan menceritakan semua yang terjadi dan pada saat itu kakak
Bellvany sedang menguping dari luar kamar. Setelah kakaknya
mendengar cerita dari adiknya, dia langsung menerobos masuk
ke kamar adiknya.

“Dek, jadinya selama ini kamu dibully dan diancam sama
temanmu?!” tanya kakaknya Bellvany.

“Eh, kakak…tadi kakak dengar yang aku ceritakan ke
Jolyn?” tanya Bellvany terkejut.

“Iya, aku mendengarnya. Tapi kenapa kamu nggak nagsih
tau ke kakak atau ke ayah bunda?” kata kakaknya Bellvany.

“Aku nggak mau ngerepotin kalian, jadi aku nggak
menceritakannya ke kalian.” kata Bellvany.

“Kenapa kamu melakukan itu. Jika kamu melakukannya
lebih lama, kamu bisa aja berpikir untuk bunuh diri atau
melakukannya. Kalau kamu melakukannya ayah dan bunda pasti
sedih banget, bahkan jika mereka baru mengetahui kalo selama
ini di bully.” ucap kakaknya Bellvany.

“Iya kak, aku minta maaf karena nggak ngasih tau ke
kalian.” sahut Bellvany sambil menahan air mata agar tidak
keluar

“Iya kakak maafin, jangan di ulangin lagi ya…kalau ada
masalah ceritakan, jangan kamu pendam.” kata kakaknya
Bellvany.

“Iya kak.” jawab Bellvany.

Bellvany pun memeluk kakaknya sambil menangis sesegukkan.

“Kalo gitu kita harus ngelaporin Vioxa ke kepala sekolah.”
kata Jolyn.

“Betul, tapi Bellvany harus menceritakan hal ini kepada
ayah dan bunda.” kata kakaknya Bellvany.

“Iya kak.” kata Bellvany.
Bellvany pun menceritakan apa yang dia alami kepada orang tua
Nya. Setelah orang tuanya mendengar cerita Bellvany, mereka
langsung melaporkan Vioxa dan teman satu gengnya ke kepala
sekolah.

“Vioxa, kenapa kamu membully dan mengancam
Bellvany?” tanya kepala sekolah.

“Saya tidak melakukan hal itu, pak” jawab Vioxa

“Kamu jangan berbohong, saya mempunyai bukti.” kata
kepala sekolah.

“Mana buktinya, saya mau lihat.” kata Vioxa dengan nada
nantang.

“Bellvany silahkan masuk.” kata kepala sekolah.

Bellvany bersama dengan ayah, bunda, dan kakaknya masuk ke
dalam kantor kepala sekolah.

“Ini buktinya” kata kepala sekolah.

Vioxa mulai ketakutan, karena dia ketahuan melakukan
pembullyian dan takut dikeluarkan dari sekolah. Dia pun
langsung berlutut di depan Bellvany dan meminta maaf.

“Bellvany, aku minta maaf…tolong maaf kan aku. Aku
takut dikeluarkan dari sekolah.” kata Vioxa.

“Iya saya maafin, tapi kamu jangan mengulanginya lagi.”
kata Bellvany.

“Baik, terima kasih udah maafin aku.” kata Vioxa.

Mereka pun berpelukan dan Vioxa pun menangis.

“BTW….kenapa kamu takut dikeluarin dari sekolah?” kata
kakaknya Bellvany

“Saya takut aku nanti akan dipukul dan dikurung sama
bapak saya.” kata Vioxa.

“Kenapa kamu bilang seperti itu?” tanya ibunya Bellvany.

“Karena ibu saya juga dilakukan seperti itu sama ayah
saya.” kata Vioxa.

“Kenapa ayah kamu ngelakuin hal itu kepada ibu mu?”
tanya ayahnya Bellvany.

“Ayah saya melakukan itu karena saya tidak mendapatkan
nilai tertinggi di kelas.” jawab Vioxa

Setelah mereka mendengar apa yang dikatakan Vioxa, ayah
Bellvany melaporkan ayahnya Vioxa kepada polisi agar ditindak
lanjutkan. Setelah ayahnya Vioxa ditangkap, ibunya Vioxa dan
Vioxa dapat bebas dari kekerasan yang dilakukan ayahnya.
Setelah itu, ayahnya Bellvany menawarkan ibunya Vioxa untuk
menjadi ART di rumahnya dan ibunya Vioxa dan Vioxa dapat
tinggal bersama mereka dan biaya sekolah Vioxa akan di
tanggung sama ayahnya Bellvany, ibunya Vioxa pun
menerimanya dan Bellvany, Jolyn dan Vioxa menjadi sahabat
yang sangat akrab.

TAMAT.

SUMBER REFERENSI:
1. https://www.gurupenyemangat.com/2021/11/cerpen-
tentang-bullying-singkat.html?m=1

2. https://www.menulisindonesia.com/2019/04/contoh-cerpen-
stop-bullying-di-sekolah.html?m=1

3. https://youtu.be/Xc0zAM8ehCM


Click to View FlipBook Version