BBAAHHAANN AAJJAARR BBAAHHAASSAA IINNDDOONNEESSIIAA FASE B KELAS IV Desi Wulansari
Ciri-ciri Teks Narasi Sesuai dengan definisinya, teks tersebut harus bercerita tentang suatu kejadian, dengan beberapa peristiwa kronologis atau order of events. Selain adanya beberapa peristiwa, teks harus dibumbui masalah atau konflik yang menjadi puncak narasi tersebut, serta struktur teks narasi lainnya. Sebuah narasi harus memiliki unsur-unsur teks (tokoh, latar, alur, tema) yang nanti akan kita bahas bareng. Pengertian Teks narasi adalah jenis teks yang mengisahkan suatu peristiwa berdasarkan urutan waktu (kronologis), yang bisa bersifat fiksi (bersifat imajinasi), maupun nonfiksi. Contoh: Novel, dongeng, atau cerpen terkenal seperti Harry Potter, Laskar Pelangi TEKS NARASI Unsur-unsur Teks Narasi Tema, gagasan pokok pikiran sebuah cerita. Latar, berupa informasi tempat dan waktu kejadian, Alur, merupakan pola penyampaian rangkaian peristiwa, biasanya alur sebuah cerita bisa maju, mundur dan gabungan (maju mundur). Tokoh, atau karakter-karakter dalam suatu cerita. terdapat tokoh protagonis, antagonis, dan tritagonis. Sudut pandang, merupakan arah pandangan dan penyampaian penulis ketika menyampaikan sebuah cerita.
Kaidah Kebahasaan Teks Narasi Kata kerja (verb), tentunya ada berbagai kata kerja digunakan untuk mendeskripsikan apa yang dilakukan oleh para tokoh di dalam cerita. Percakapan langsung (direct speech), seperti dialog antar tokoh atau karakter dalam cerita. Penanda waktu (time signal) dan konjungsi (kata hubung) waktu, ini sangat penting karena teks naratif bersifat kronologis, sehingga membutuhkan penghubung dan informasi urutan waktu. Jenis-Jenis Teks Narasi Narasi Ekspositoris (Informatif): ekspositoris maupun informatif pada hakikatnya bertujuan menyampaikan informasi dengan mengelaborasi sebuah peristiwa dengan jelas. Narasi Artistik: Narasi ini dapat bersifat fiksi maupun nonfiksi, biasanya mengisahkan suatu cerita untuk menghibur serta memberikan pengalaman keindahan (estetik) kepada pembaca. Narasi Sugestif: Menceritakan sesuatu dengan maksud untuk mempengaruhi pembacanya dengan memberi sugesti (pengaruh/pandangan).
LKPD LLEEMMBBAAR KERJA PESERTA DIDIK R KERJA PESERTA DIDIK FASE B KELAS IV Desi Wulansari Kelompok: Nama Anggota: .................................................................... .................................................................... .................................................................... ....................................................................
Tujuan Pembelajaran Melalui mengamati video pembelajaran narasi animasi, peserta didik mempu menyebutkan tokoh dalam cerita narasi dengan benar. 1. Melalui membaca teks narasi, peserta didik mampu menilai sikap para tokoh dalam cerita narasi dengan benar. 2. Melalui diskusi kelompok, peserta didik mampu mengidentifikasi pesan atau amanat dari teks narasi yang disajikan dengan benar. 3. Melalui diskusi dan tanya jawab, peserta didik mampu menghubungkan pesan yang disampaikan dalam cerita ke dalam contoh di kehidupan seharihari dengan benar. 4. Langkah Pengerjaan Tulislah nama kelompok kalian pada kolom yang disediakan. 1. 2. Bacalah teks fiksi “Malin Kundang” dengan seksama. Temukan informasi terkait teks fiksi pada bacaan tersebut! 3. 4. Tuliskan informasi sesuai pertanyaan pada tabel
Alkisah, di pesisir pantai daerah Sumatera Barat, hiduplah seorang ibu bersama anak kesayangannya yang bernama Malin. Sejak suaminya meninggal, Ibu Malin harus berjuang mati-matian untuk menghidupi Malin. Meskipun begitu, ia tetap merasa bahagia karena Malin merupakan anak yang penyayang. Dia juga sangat manja. Malin akan selalu menemani ibunya bekerja menjual ikan. Semakin hari, Malin semakin beranjak dewasa, la merasa sudah saatnya untuk menggantikan ibunya bekerja. Namun, Malin memiliki keinginan lain ketika melihat banyak teman sebayanya bisa kaya raya dalam waktu cepat setelah berjualan di kota. "Mak, Malin ingin merantau ke kota seberang. Malin akan menghasilkan banyak uang untuk Emak dari sana." Ibu Malin sangat terkejut mendengar keinginan putra kesayangannya itu. "Jangan, Malin. Tetaplah di sini bersama Emak. Emak tidak ingin ada hal buruk yang menimpamu jika merantau ke kota. Malin berupaya meyakinkan ibunya bahwa ia akan baik-baik saja di kota. Dengan hati yang gelisah, Ibu Malin melepaskan putranya yang hendak merantau. "Hati-hati di sana ya, Nak. Jangan lupa untuk cepat pulang." Ibu Malin memeluk Malin dengan sangat erat. Dia melambaikan tangan di tepi Pantai Air Manis untuk mengantarkan kepergian Malin. Malin Kundang
"Beberapa lama kemudian, Malin tidak kunjung pulang ke rumah. Bertahun-tahun, ibunyal hanya hidup sendirian. Hingga pada suatu hari, Ibu Malin mendapatkan kabar dari salah satu anak temannya yang juga merantau di kota seberang. Malin sudah menikah dengan putri seorang bangsawan, Bu. Dia tidak mungkin akan kembali ke sini," jelas anak teman Ibu Malin yang baru saja kembali dari kota seberang. "Tidak, Malin pasti akan kembali." Dua bulan kemudian, Istri Malin yang sedang hamil mengidamkan berlibur ke Pantai Air Manis. Karena sangat menyayangi istrinya, Malin mengabulkan permintaan istrinya itu. Di dalam perjalanan, Malin teringat dengan ibunya. Malin merasa malu jika ia harus mengenalkan ibunya kepada istrinya. Saat kapal mereka sudah menepi di pinggir pantai, Ibu Malin yang sedang berjualan ikan melihat anaknya dari kejauhan. la sangat yakin itu adalah Malin. Sang ibu bergegas berlari dan memeluk tubuh Malin. "Lepaskan! Siapa kau?" Ibu Malin terkejut ketika tubuhnya didorong oleh Malin. "Malin, ini aku, ibumu." "Ibu? Apa perempuan lusuh ini ibumu? Kenapa kau berbohong, Malin? Kau bilang kau anak bangsawan sepertiku!" Istri Malin sangat marah menemukan kebohongan Malin yang terungkap. "Tidak, dia bukan ibuku!"
Malin bersikeras tidak mengakui ibunya. la bahkan menarik tubuh istrinya untuk meninggalkan pantai. Ibu Malin merasa sangat sedih sekaligus marah. lapun berdoa kepada Tuhan dan menyumpahi Malin agar dikutuk menjadi batu.. Langit bergemuruh setelah doa itu terdengar. Malin menyesali perbuatan yang ia lakukan kepada ibunya. "Ibu maafkan anakmu yang durhaka ini!" Teriakan Malin sia-sia karena tidak lama setelahnya, kapal Malin terombang-ambing oleh ombak hingga karam dan terpecah. Keesokan paginya, semua orang di Pantai Air Manis terkejut menemukan banyak kepingan kapal yang berserakan. Namun, mereka lebih terkejut saat menemukan batu berbentuk manusia tengah bersujud. Kutukan Ibu Malin menjadi nyata. la menemukan anaknya yang ia kutuk menjadi batu. Ibu Malin menangis dan menyesali ucapannya.
Setelah membaca teks fiksi “Malin Kundang”, diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut bersama teman sekelompokmu! 1. Temukan tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita “Malin Kundang” 2. Uraikan sifat masing-masing tokoh dalam cerita “Malin Kundang” 3. Temukan pesan moral yang terdapat dalam cerita “Malin Kundang” dan tuliskan contoh-contoh perilaku dalam kehidupan sehari-hari yang mencerminkan dari pesan moral tersebut. No. Tokoh Sifat
SOAL EVALUASI Nama : Kelas : No. : Bacalah teks narasi di bawah ini! “Danau Singkarak” Pada zaham dahulu kala, di sebuah taratak kecil di nagari Minangkabau, menetaplah keluarga Pak Buyung. Pak Buyung tinggal di sebuah gubuk kecil di pinggir sawah bersama istri dan seorang putra. Putra pak Buyung masih kecil, la bernama Indra. Sehari-harinya, Pak Buyung bersama istrinya mengumpulkan hasil-hasil hutan dan menangkap ikan. Indra sering membantu kedua orang tuanya ke hutan maupun ke laut. Hal ini membuat bangga kedua orang tuanya. Namun, ada hal yang membuat mereka risau. Dalam sekali makan, Indra dapat menghabiskan setengah bakul nasi dengan lauk beberapa piring. Suatu ketika, musim paceklik datang. Keluarga Pak Buyung pun harus berhemat. Jika tidak ada nasi, mereka makan ubi atau yang lain. Kesulitan mendapatkan makanan membuat mereka hampir berputus asa. "Ayah, aku sangat lapar," keluh Indra. "Kalau lapar, carilah makanan ke hutan atau ke laut!" seru sang Ayah. "Kamu memang masih anak-anak, tapi makanmu banyak." Sang Ibu pun membujuk Indra agar berangkat ke Bukit Junjung Sirih untuk mencari hasil hutan di Bukit. Indra menurut. Sebelum berangkat, ia memberi makan ayam piaraannya yang bernama Taduang. Taduang adalah seekor ayam yang pandai. Setiap Indra pulang, Taduang selalu berkokok menyambut kedatangan tuannya.
Menjelang siang, Indra pulang tanpa membawa hasil. Setelah beristirahat, ia pergi ke laut untuk mencari ikan. Tak lama setelah itu, sang Ibu juga berangkat ke sebuah Tanjung, agak jauh dari tempat India mencari ikan. Sore hari, sang Ibu pulang membawa banyak kerang. Kemudian, kerang itu diolah menjadi makanan. Wah, harum sekali aromanya." puji sang Ayah. "Bu, apakah kerang ini cukup untuk kita makan bertiga? Indra kan makannya banyak." "Apa yang harus kita lakukan, Pak?" tanya sang Ibu. "Bagaimana kalau kita makan diam-diam?" saran sang Ayah. Sang Ibu pun mengangguk. Lalu, keduanya menyantap kerang itu dengan lahapnya. Menjelang malam, Indra pulang. Indra sangat kelaparan. Begitu masuk, ia menuju dapur. Betapa terkejutnya ia ketika melihat kedua orang tuanya tertidur pulas di ruang dapur. Di sekeliling mereka berserakan piring makan, bakul nasi, dan kulit kerang. Alangkah sedihnya hati Indra menyaksikan semua itu. Ia pun berjalan keluar dari gubuknya sambil menangis. Melihat kesedihan Indra, Taduang pun berkokok berkali-kali, lalu mengepak-ngepakkan sayapnya. Beberapa saat kemudian, Taduang terbang ke udara. Indra segera berpegangan pada kaki Taduang. Saat tubuh India terangkat, batu ternpat Indra duduk ikut terangkat dan membesar. Kemudian, batu itu melesat dan menghantam salah satu bukit di sekitar laut. Hantaman itu membentuk lubang memanjang. Dengan cepat, air laut mengisi lubang itu sehingga membentuk aliran sungai. Jawablah pertanyaan dibawah ini sesuai cerita diatas dengan benar! 1.Siapa saja tokoh cerita di atas? 2.Bagaimana sikap tokoh Indra dalam cerita di atas? Menurut pendapatmu, patutkah kita meniru sikap tokoh Indra? jelaskan pedapatmu! 3. 4.Pesan apa yang bisa kita ambil dari cerita tersebut?
TTEERRIIMMAAKKAASSIIHH