LUMUT DAUN
Dosen Pengampu:
Dr. Ashar Hasairin, M.Si & Salwa Rezeqy, M.Pd
Disusun Oleh :
Kelompok 1
Anita Agustina Lubis (4203520001)
Dita Aisyah Putri (4201220001)
Elisabeth Cahyasa Gina Ginting (4203220032)
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2021
PENGERTIAN
Lumut sejati atau disebut juga Lumut daun atau Bryopsida juga nama lainnya
yaitu Musci adalah anggota tumbuhan tidak berpembuluh dan tumbuhan berspora
yang termasuk dalam superdivisi tumbuhan lumut atau Bryophyta. Lumut daun
merupakan tumbuhan lumut yang paling terkenal.
Hamparan lumut daun terdiri dari satu tumbuhan lumut daun yang tumbuh
dalam kelompok yang padat, sehingga satu sama lainnya bisa saling menyokong dan
menguatkan. Hamparan ini memiliki sifat seperti karet busa yang bisa menyerap dan
menahan air. Contoh lumut daun adalah Sphagnum sp. (lumut gambut), Bryum sp.
(hidup di tembok atau batuan yang lembab), dan Aerobrysis longissima (hidup
sebagai epifit di hutan).
Tubuh lumut daun bisa dibedakan menjadi rizoid, batang, dan daun. Rizoid
merupakan deretan sel yang memanjang atau filamen seluler, menyerupai akar pada
tumbuhan tingkat tinggi. Melalui rizoid ini, lumut daun dapat melekat pada benda
tempat hidupnya, misalnya saja pohon, dinding, atau bebatuan. Sementara,
fotosintesis banyak terjadi pada bagian atas rizoid yang menyerupai batang atau daun.
Namun perlu diingat, jikalau bentuk batang, daun, maupun akar (rizoid) lumut daun
tidak sama persis strukturnya dengan tumbuhan vaskuler.
Lumut ini disebut sebagai lumut sejati, karena bentuk tubuhnya seperti
tumbuhan kecil yang memiliki bagian akar (rizoid), batang, dan daun. Lumut ini
merupakan kelompok lumut terbanyak dibandingkan lumut lainnya, yaitu sekitar 10
ribu species. Habitatnya yang amat luas, dapat tumbuh di atas tanah-tanah gundul dan
secara periodik mengalami masa kekeringan, bahkan di atas pasir yang bergerak pun
dapat tumbuh. Dapat tumbuh juga di antara rumput-rumput, di atas batu-batu cadas,
batang dan cabang pohon, di rawa-rawa, tetapi di dalam air jarang ditemukan. Karena
habitatnya sangat luas, maka tubuhnya pun mempunyai struktur yang bermacam-
macam.
KLASIFIKASI
Kingdom – Plantae
Divisi – Bryophyta
Kelas – Bryiopsida
Ordo – Bryopceales
Famili – Bryopceae
Genus – Bryopsida
Spesies – Bryopsida sp
REPRODUKSI LUMUT DAUN
Pada lumut daun, alat-alat kelaminnya terkumpul pada ujung batang atau
ujung cabang-cabangnya, dan dikelilingi oleh daun-daun yang letaknya paling atas.
Ada lumut daun yang bersifat banci atau berumah satu, yaitu jika terdapat anteridium
dan arkegonium, sedangkan yang bersifat berumah dua jika kumpulan anteridium dan
arkegonium terpisah tempatnya. Apabila anteridium ini sudah masak, maka akan
membuka pada ujungnya, hal ini terjadi karena sel-sel dinding yang letaknya di ujung
menjadi berlendir dan mengembang sehingga kutikulanya pecah.
Hal tersebut juga terjadi pada arkegonium yang sel telurnya telah siap untuk
dibuahi. Pada arkegonium, tepi bagian dindingnya terbuka dan akan membengkok ke
luar dan berbentuk seperti corong, Apabila ada hujan, air ini sangat membantu
spermatozoid menuju sel telur, dan sel telur ini menghasilkan sakarose untuk menarik
spermatozoid dan gerakannya disebut sebagai gerak kemotaksis. Setelah terjadi
pembuahan, akan terbentuk zigot, selanjutnya akan berkembang menjadi embrio
kemudian berkembang menjadi sporofit.
Karena sporofit yang ada di dalam arkegonium terus tumbuh membesar dan
memanjang, maka arkegonium lama kelamaan akan robek dan akan membentuk
tudung (kaliptra) pada bagian atas sporofit. Bagian atas sporofit ini akan terus
membesar dan membentuk kapsul/sporangium. Kapsul yang telah masak
memperlihatkan susunan yang khusus, yaitu berbentuk seperti tabung silindris dan
pada puncaknya mempunyai penutup yang disebut operculum, di bawah operculum
terdapat gigi peristom jika dalam keadaan lembap akan menutup sehingga spora tidak
bisa keluar. Apabila keadaan kering atau kapsul sudah masak, maka gigi peristom
akan membuka menghadap ke luar dan operculum terlepas sehingga spora akan
keluar.
Gigi peristom juga mempunyai tangkai yang disebut seta. Seta ini akan mengangkat
kapsul ke atas, sehingga spora yang akan dikeluarkannya mudah tertiup angin dan
tersebar ke mana-mana. Spora tersebut bila jatuh pada tempat yang cocok akan
tumbuh menjadi protonema, tumbuh tunas-tunas, dan menjadi tumbuhan lumut.
(Sumber : https://penjaskes.co.id/reproduksi-lumut-terlengkap/ )
CARA BERKEMBANG BIAK ASEKSUAL
1. Beberapa lumut daun yang mempunyai batang meryap memebentuk cabang-
cabang yang tegak. Bila bagian yang tua mati, maka cabang-cabang tadi dapat
memnjadi individu baru yang jumlahnya lebih banyak.
2. Pada pangkal batang lumut dapat terbentuk beberapa tunas yang tumbuh menjadi
cabang-cabang. Bila cabang tersebut terpisah dari batang pokok, maka dapat
membentuk individu baru.
3. Pembentukan stolon dari pangkal batang. Stolon tersebut dapat bersisik atau tidak,
dan tumbuh merayap atau di bawah permukaan tanah.Kemudian ujung dari tiap
stolon dapat tumbuh tegak seperti tumbuhan induknya.
4. Protonema primer yang berasal dari perkecambahan satu spora dapat membentuk
beberapa tunas untuk kemudian tumbuh menjadi tumbuhan lumut yang berdaun.
5. Protonema terputus-putus menjadi banyak protonema yang lebih pendek,
akhirnya masing-masing potongan akan memebentuk tunas tumbuhan lumut.
6. Tumbuhan lumut mempunyai daya regenerasi yang besar setiap bagian dari
tumbuhan lumut baik batang, daun maupun protonema dalam kondisi lingkungan
yang sesuai dapat berkembang menjadi benang-benang yang hijau seperti
ganggang, bercabang-cabang dan dinamakan protonema sekunder. Melalui tunas-
tunas yang timbul dari protonema sekunder tersebut dapat membentuk individu
yang lebih banyak.
7. Melalui pembentukan umbi (tuber) pada protonema atau pada rizoid yang
sekaligus sebagai cara untuk mempertahankan diri terhadap perubahan
lingkungan yang tidak menguntungkan.
8. Pada lumut daun juga dapat dibentuk kuncup (gemma), misalnya pada ketiak
daun.
9. Lumut yang tumbuhnya merayap pada waktu kekeringan bagian ujungnya masih
dapat bertahan. Bila lingkungan tidak lagi kering maka dapat tumbuh kembali
dengan jumlah individu yang lebih banyak.
10. Apospori
Gametofit dari lumut daun umumnya dibedakan dalam 2 tingkatan, yaitu:
a. Protonema yang terdiri dari benang-benang yang bercabang dan berwarna hijau.
Pada beberapa marga protonema dapat berbentuk lain. Protonema dapat
dibedakan atas protnema primer dan protonema sekunder.
b. Gametofora yang berbatang dan berdaun, dan seperti juga pada protonema,
gametofora juga mempunyai rizoid. Gametangium terkumpul pada ujung batang
atau cabang, dan dikelilingi oleh daun- daun yang letaknya paling atas.
Anteredium dekelilingi oleh daun-daun perigonium, dan arkegonium dikelilingi
oleh daun-daun periketium. Daun daun tersebut kadang-kadang mempunyai
bentuk dan susunan yang khusus dan dinamakan juga periantum.
Sporogonium terdiri atas kaki, seta dan kapsul. Bagian kaki seperti pada lumut
hati dan lumut tanduk merupakan bagian yang masuk ke dalam jaringan gametofit dan
berfungsi sebagai haustorium. Sedang seta atau tangkai sporogonium umumnya
panjang dan berwarna kuning agak coklat atau agak merah. Kemudian bagian kapsul
ini yang sudah mempunyai pembagian yang lain dari lumut hati.
Kapsul spora lumut daun dapat dibedakan menjadi bagian-bagian sebagai berikut:
1. Apofise yang merupakan penggelembungan ujung seta.
2. Kotak atau teka di mana di dalamnya dibentuk spora. Pada golongan yang telah
maju dindingnya terdiri dari jaringan-jaringan epidermis, jaringan air dan
jaringan yang sel-selnya kaya kloroplas. Di dalam kotak spora terdapat kolumela
yang letaknya sentral, dan arkespora hanya membentuk spora saja, jadi tidak
terbentuk elatera.
3. Tutup atau operculum, ini tidak selalu ada pada llumut daun. Antara tutup dan
dinding kotak terdapat annulus.
4. Gametofit tumbuh tegak atau merayap
5. Berkembang dari protonema
6. Mempunyai daun, batang dan rhizoid multiseluler
7. Daun hanya terdiri dari satu lapis sel dengan rusuk tengah, tersusun spiral atau
melingkari batang.
8. Arkegonium membentuk kalipra yang menempel diatas kapsul
9. Kapsul bagian bawah fotosintetik dan mempunyai stomata
10. Kapsul mempunyai kolumela, pecah dengan gigi-gigi peristom, tidak dijumpai
adanya elater.
11. Tangkai (seta) bertambah panjang secara perlahan selama perkembangan kapsul.
Kuat dan biasanya berwarna
12. Contoh : Polytrichum, Rhizogonium, Rhodobryum, Leucobryum, Hypopterygium,
Hypnodendron, Pogonatum, Macromitrium, Spagnum.
GAMBAR LUMUT DAUN
( Sumber : https://bungabunga.co.id/lumut-daun/ )
CIRI - CIRI UMUM
a. Pada tubuh lumut dapat dibedakan antara sporofit dan gametofitnya
b. Gamet-gametnya dapat berkembang di dalam suatu struktur yang disebut dengan
gametangium
c. Tumbuhan lumut hidup di tempat yang basah atau lembab dan terlindung dari
cahaya matahari. Habitat tumbuhan lumut ini yaitu terestrial (darat), teduh dan
tempat yang lembab.
d. Pada permukaan luar tubuh berlilin untuk menahan masuknya air kedalam.
e. Pada tumbuhan lumut gametofitnya lebih dominan daripada sporofitnya.
f. Pralihan dai Thallophyta (tidak dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun )
dan Cormophyta (dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun)
g. Lumut belum memiliki berkas pembuluh sejati atau jaringan pengangkut air dan
makanan tidak dapat dibedakan menjadi xylem dan floem.
h. Mempunyai akar rizoid yang berarti akar semu
i. Tumbuhan lumut belum mempunyai jaringan pengangkut, maka air masuk ke
tubuh lumut secara imbisisi. Lalu setelah air masuk ke ubuh lumut ,kemudian
didistribusikan ke bagian-bagian tumbuhan, baik secara difusi, dengan gaya
kapilaritas, maupun dengan aliran sitoplasma.
j. Mengalami metagenesis (pergiliran keturunan)
k. Bersifat multiseluler
l. Dinding sel pada tumbuhan lumut tersusun atas selulosa
m. Sel pada tumbuhan lumut bersifat eukarotik
n. Dinding sel pada tumbuhan lumut tersusun atas selulosa
o. Daunnya tersusun atas selapis oleh lapisan lilin, yang memiliki fungsi untuk
menahan masuknya air dan mengurangi penguapan
p. Hidup secara berkoloni yaitu secara berkelompok (menggerombol).
(Sumber : https://www.dosenpendidikan.co.id/lumut-daun )
HABITAT LUMUT DAUN
Lumut daun dapat tumbuh di tanah-tanah gundul yang secara periodik
mengalami kekeringan, di atas pasir bergerak, di antara rumput-rumput, di atas batu
cadas, batang pohon, di rawa-rawa, dan sedikit yang terdapat di dalam air.
Kebanyakan lumut ini tumbuh di rawa-rawa yang membentuk rumpun atau bantalan
yang dari tiap-tiap tahun tampak bertambah luas sedangkan bagian bawah yang ada
dalam air mati berubah menjadi gambut yang membentuk tanah gambut. Jenis tanah
ini bermanfaat untuk menggemburkan medium pada tanaman pot dan dapat
dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Karena habitatnya sangat luas, maka tubuhnya
pun mempunyai struktur yang bermacam-macam.
Di daerah kering, badan lumut ini dapat berbentuk seperti bantalan, sedangkan yang
hidup di tanah hutan dapat berbentuk seperti lapisan permadani. Lumut di daerah
lahan gambut dapat menutupi tanah sampai beribu kilometer.
Lumut ini hampir tidak pernah mengisap air dari dalam tanah, tetapi justru banyak
melindungi tanah dari penguapan air yang terlalu besar. Lumut daun merupakan
tumbuhan yang berdiri tegak, kecil, dan letak daunnya tersusun teratur mengelilingi
tangkainya seperti spiral.
CONTOH SPESIES LUMUT DAUN
1. Andreaea petrophila
Tumbuh di atas tanah-tanah gundul yang periodik mengalami kekeringan, bahkan
diatas pasir yang bergerak pun dapat tumbuh. Dapat ditemui di antara rumput-rumput,
di atas batu-batu cadas, pada batang dan cabang pohon,di rawa-rawa, tetapi jarang di
dalam air.
2. Funaria hygrometrica
Sporogoniumnya mempunyai satu tangkai yang elastis, disebut seta. Kaliptra melebar
seperti perut dan berguna sebagai penimbunan air bagi sporogonium yang masih
muda. Gigi peristom tipis seperti selaput, berasal dari satu lapis sel sporogonium. Gigi
mempunyai garis-garis melintang dan bersendi. Masuk dalam kelompok Eubryales
acrocarpi.
3. Sphagnum fimbriatum
Spora bersifat fototrop positif, banyak bercabang-cabang, dan terlihat seperti hifa
cendawan yang berwarna hijau. Alat kelamin terkumpul di ujung batang atau cabang,
dan dikelilingi oleh daun-daun yang letaknya di paling atas. Hidup di tempat-tempat
berawa-rawa dan membentuk rumpun atau bantalan, pada bagian bawah yang ada di
dalam air mati dan berubah menjadi gambut.
4. Polytrichum commune
Biasanya hidup di tempat lembab dan sedikit basah. Tangkai tegak dan bercabang-
cabang. Bentuk sporangium bulat lonjong. Kaliptra adalah ujung spora yang menutupi
sporangium. Kapsul adalah tangkai yang mendukung arkegonium dan antheridium.
Filoid adalah bagian lumut yang menyerupai daun.
PERAN LUMUT DAUN
a. Memiliki peran dalam ekosistem sebagai penyedia oksigen, penyimpan air
(karena sifat selnya yang menyerupai spons).
b. Bisa digunakan sebagai ornament tata ruang.
c. Spagnum sebagai pembalut atau pengganti kapass, jika Spagnum ditambahkan ke
tanah dapat menyerap air dan menjaga kelembaban tanah.
MANFAAT
Lumut ini dipercaya bisa digunakan sebagai bahan obat, meski masih diperlukan
penelitian lebih lanjut, termasuk uji klinis. Secara tradisional lumut dari marga
Usnea dipakai untuk obat diare atau sakit perut dengan cara direbus. Sementara
dari marga lumut spagnum dikenal sebagai obat penyakit kulit dan mata.