TUGAS RUTIN
TAKSONOMI ORGANISME TINGKAT RENDAH
(EUBACTERIA)
OLEH :
KELOMPOK I
Dita Aisyah Putri (4201220001)
Elisabeth Cahyasa Gina Ginting (4203220032)
Anita Agustina Lubis (4203520001)
PROGRAM STUDI BIOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
BIOLOGI
2020
EUBACTERIA
Eubacteria berasal dari awalan eu (=sejati) dan bacteria (=bakteri).
Eubacteria (bakteri sejati) merupakan kelompok makhluk hidup yang sehari-hari
kita kenal sebagi bakteri.
Bakteri (Yunani, bakterion = batang kecil) ditemukan pertama kali oleh
ilmuwan Belanda bernama Anthony Van Leeuwenhoek. Leeuwenhoek kemudian
menerbitkan aneka ragam gambar bentuk bakteri pada tahun 1684. Sejak saat itu,
Ilmu yang mempelajari bakteri mulai berkembang. Ilmu yang mempelajari bakteri
disebut bacteriology.
Bakteri merupakan organisme yang paling banyak jumlahnya dan tersebar
luas dibandingkan makhluk hidup lainnya. Bakteri memiliki ratusan ribu spesies
yang hidup di gurun pasir, salju/es, hingga lautan. Baagi manusia, bakteri ada
yang menguntungkan dan ada yang merugikan. Bakteri memiliki ciri yang
membedakannya dengan makhluk hidup lain. Baakteri adalah organisme
uniseluler, prokariot, dan umumnya tidak memiliki klorofil.
Ciri Sel
Ciri sel tubuh bakteri meliputi ukuran, bentuk, struktur dan fungsi.
Ukuran dan bentuk sel
Ukuran tubuh bakteri bervariasi, dan berdiameter 0,12 mikron sampai
yang panjangnya ratusan mikron. Bakteri dapat dilihat dengan menggunakan
mikroskop cahaya dan mikroskop electron. Bkteri yang paling renik adalah
mycoplasma yang berukuran 0,12 mikron. Sebaliknya, bakteri terbesar adalah
Thiomargarita yang berukuran 200 mikron. Bentuk dasar sel bakteri beraneka
ragam, yaitu kokus (bulat), basil (batang), dan spirila (spiral).
1. Bakteri kokus, Memiliki bentuk-bentuk sebagai berikut :
a. Monokokus, yaitu berupa sel bakteri kokus tunggal, contohnya :
Chlamydia.
b. Diplokokus, yaitu 2 sel bakteri kokus berdempetan. Contohnya :
Diplococcus Pneumoniae (penyebab penyakit pneumonia)
c. Tetrakokus, yaitu 4 sel bakteri kokus berdempetan berbentuk segi
empat. Contohnya : Pediococcus Cerevisiae.
d. Sarkina, yaitu 8 sel bakteri kokus berdempetan membentuk kubus.
Contohnya : Thiosarcina Rosea (bakteri belerang)
e. Streptococcus, yaitu lebih dari 4 sel bakteri kokus berdempetan
membentuk rantai. Contohnya : Streptococcus mutans (penyebab
gigi berlubang)
f. Stafilococcus, yaitu lebih dari 4 sel bakteri kokus berdempetan
secara bergerombol seperti buah anggur. Contohnya :
Staphylococcus Aureus (penyebab penyakit radang paru-paru.
2. Bakteri Basil, memiliki bentuk-bentuk sebagai berikut :
a. Monobasil, yaitu berupa sel bakteri basil tunggal. Contohnya
Escherichia coli (bakteri usus besar manusia)
b. Diplobasil, yaitu dua sel bakteri basil berdempetan.
c. Streptobasil, yaitu beberapa sel bakteri basil berdempetan
membentuk rantai. Contohnya Bacillus anthracis (penyebab
penyakit antraks pada hewan ternak)
3. Bakteri spirila, memiliki bentuk-bentuk sebagai berikut :
a. Spiral, yaitu bentuk sel bergelombang. Contohnya Thiospirillopsis
floridana (bakteri belerang)
b. Spiroseta, yaitu bentuk sel seperti sekrup. Contohnya Treponema
pallidum (penyebab penyakit kelamin sifilis)
c. Vibrio, yaitu bentuk sel seperti tanda baca koma. Contohnya
Vibrio cholera (penyebab penyakit kolera)
Struktur dan fungsi sel
Struktur dan fungsi sel dapat dibagi menjadi struktur dan fungsi dasar serta
struktur tambahan. Struktur dan fungsi dasar pada sel bakteri meliputi dinding sel,
membrane plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula penyimpanan.
1. Dinding sel, berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk bakteri.
Bakteri dibedakan atas bakteri gram positif dan bakteri gram negatif.
a. Bakteri gram positif, adalah bakteri yang memiliki dinding sel
dengan lapisan peptidoglikan yang tebal. Bakteri ini akan berwarna
ungu jika diwarnai dengan pewarnaan gram. Contohnya: Neisseria
gonorrheae.
b. Bakteri gram negative, adalah bakteri yang memiliki dinding sel
dengan lapisan peptidoglikan yang tipis. Bakteri ini akan berwarna
merah muda atau merah, jika diwarnai dengan pewarnaan gram.
Contohnya: Propionibacterium acnes
2. Membran plasma, adalah membran yang menyelubungi sitoplasma.
Membran plasma tersusun dari lapisan fosfolipid dan protein. Membran
plasma bersifat selektif permeable dan berfungsi untuk mengatur
pertukaran zat antara sel dengan lingkungannya.
3. Sitoplasma, adalah cairan sel. Sitoplasma bakteri tidak mengandung
banyak organel seperti pada sel eukariotik. Sitoplasma bakteri antara lain
mengandung ribosom, DNA, dan granula penyimpanan.
4. Ribosom, adalah organel yang tersebar dalam sitoplasma. Ribosom
tersusun dari protein dan RNA. Ribosom berfungsi pada sintesis protein
5. DNA, adalah materi pembawa informasi genetik. DNA bakteri berupa
rantai tunggal berbentuk melingkar (nucleoid)
6. Granula penyimpanan, berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan .
Cara hidup
Seperti organisme lainnya, bakteri membutuhkan makanan agar dapat
tumbuh dan berkembangbiak. Berdasarkan cara memperoleh makanan, bakteri
dibedakan menjadi bakteri heterotroph dan bakteri autotroph. Sebagian besar
bakteri adalah heterotroph.
Bakteri heterotroph
Adalah bakteri yang makanannya berupa senyawa organic dari organisme
lain. Bakteri heterotroph terbagi menjadi bakteri saprofit dan bakteri parasite
a. Bakteri saprofit adalah bakteri yang memperoleh makanan dari sisa-sisa
organisme atau produk organisme lain. Misalnya daun yang gugur,
kotoran hewan, susu dan daging. Contohnya: Escherechia coli
b. Bakteri parasit adalah bakteri yang memperoleh makanan dari inangnya.
Inang tempat hidup bakteri adalah tumbuhan, hewan dan manusia.
Contohnya: Mycrobacterium tuberculosis.
Bakteri autotroph
Adalah bakteri yang mampu membuat makanannya sendiri. Bakteri
autotroph dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu :
a. Bakteri fotoautotrof, adalah bakteri yang menggunakan energy cahaya
matahari untuk membuat makanannya. Contohnya: Thiocystis
b. Bakteri kemoautotrof, adalah bakteri yang menggunakan energi kimia
untuk mensintesis makanannya. Contohnya: Nitrosomonas dan
nitrosococcus
Berdasarkan kebutuhan oksigen untuk merombak makanannya agar
memperoleh energi, bakteri dapat dibedakan menjadi:
Bakteri aerob
Adalah bakteri yang membutuhkan oksigen bebas untuk memperileh
energinya.Contohnya: Nitrosomonas, nitrosococcus, dan nitrobacter
Bakteri anaerob
Adalah bakteri yang tidak membutuhkan oksigen bebas untuk memperoleh
energinya. Bakteri anaerob dibedakan menjadi 2, yaitu:
1. Bakteri anaerob obligan, hanya dapat hidup jika tidak ada oksigen.
Contohnya: micrococcus denitrificans
2. Bakteri anaerob fakultatif, dapat hidup jika ada oksigen maupun tidak ada
oksigen. Contohnya Escherechia coli dan lactobasilus
Reproduksi
Bakteri umumnya berkembangbiak secara aseksual (vegetative= tak
kawin) dengan membelah diri. Pembelahan sel pada bakteri adalah pembelahan
binner, yaitu setiap sel membelah menjadi 2. Rekombinasi genetic pada bakteri
dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu:
1. Transformasi, adalah masuknya DNA telanjang kedalam sel bakteri dan
mengubah sifat sel bakteri.
2. Transduksi, adalah pemindahan materi genetik satu sel bakteri ke sel
bakteri lainnya dengan perantara organisme lain yaitu bakteriofage (virus
bakteri)
3. Konjugasi, adalah pemindahan materi genetik secara langsung melalui
kontak sel dengan membentuk struktur seperi jembatan diantara dua sel
bakteri yang berdekatan.
Habitat
Bakteri hidup pada berbagai habitat. Bakteri ditemukan dimana-mana,
misalnya ditanah, air, udara, sisa makhluk hidup dan dalam tubuh organisme lain.
Umumnyaa bakteri hidup pada lingkungan yang lembab atau agak basah, dengan
tempratur 25 – 37 oC.
Klasifikasi Eubacteria
Eubacteria dikelompokkan menjadi 5 filum, yaitu :
1. Proteobacteria, Merupakan kelompok terbesar bakteri, dikelompokkan
menjadi bekteri ungu yang bersifat fotoautotrof atau fotoheterotrof,
proteobacteria kemoautotrof, dan proteobacteria kemoheterotrof. Bakteri
ungu mengandung klorofil yang terdapat pada membrane plasma.
2. Cyanobacteria, sering disebut juga ganggang hijau – biru atau ganggang
lendir. Disebut ganggang hijau – biru karena Cynobacteria memiliki
klorofil seperti halnya ganggang hijau. Disebut ganggang lendir karena
pada bagian luar dinding selnya terdapat lapisan lendir.
3. Sprirochetes, Berbentuk spiral dengan panjang 5-250 mikron. Spirochetes
merupakan bakteri gram – negative. Spirochetes memiliki suatu struktur
unik yang disebut filament aksial. Filamen aksial merupakan semacam
serabut disepanjang tubuh, didalam selubung terluar, tetapi diluar dinding
sel.
4. Chlamydias, Merupakan kelompok bakteri yang memiliki ukuran paling
kecil (0,2 – 1,5 mikron).Bentuk tubuhnya tidak beraturan, hanya dapat
hidup sebagai parasite dalam sel-sel makhluk hidup lain.
5. Bakteri Gram – positif , Beberapa bakteri gram – positif membentuk
endospore (struktur domansi yang bersifat tahan terhadap panas).
Endospora dibentuk ketika lingkungan miskin akan zat makanan. Sel
induk pecah dan endospore dilepaskan.
Macam - macam proteobacteria :
❖ proteobacteria alpha - bersifat patogen bagi manusia dan hewan.
❖ proteobacteria beta - dapat mengubah amonium menjadi nitrit.
❖ Proteobacteria gamma - dapat mengikat N2 di udara.
❖ Proteobacteria delta - bersifat patogen bagi bakteri lain.
Contoh cyanobacteria:
❖ Nostoc
❖ Commune
❖ Anabaena
❖ Ccadae.
Contoh sprirochetes:
❖ Treponema pallidum (penyebab penyakit sifilis),
❖ Borrelia burgdorferi (penyebabkan penyakit Lyme).
Macam - macam chlamydias:
❖ Chlamydia trachomatis, yang menyebabkan penyakit mata trakoma
dan penyakit menular seksual chlamydia;
❖ Chlamydophila pneumoniae, yang menyebabkan pneumonia;
❖ Chlamydophila psittaci, yang menyebabkan psittacosis.
Contoh bakteri gram positif :
❖ Clostridium perfringens
❖ Staphylococcus aureas
❖ Neisseria gonnorrhoaeae
❖ Treponema pallidum
❖ Vibrio cholera
❖ Bacillus subtilis
Keuntungan Eubacteria
1. Sebagai sumber makanan, karena mengandung gizi yang cukup tinggi
terutamanya protein, contoh bakteri
2. Dapat dimanfaatkan untuk pembuatan keju dan mentega, contoh bakteri
Streptococcus dan Streptococcus cremoris.
3. Dapat dimanfaatkan untuk pembuatan obat antibiotik, contoh bakteri
Bacillus subtilis.
4. Dapat membantu menghasilkan obat antibiotik aureomisin, contoh bakteri
Streptomyces aureofaciens.
5. Dapat dimanfaatkan untuk pembuatan nata de coco, contoh bakteri
Acetobacter xylinum.
6. Dapat membantu dalam proses pembuatan yoghurt, conto bakteri
Bulgaricus dan Streptococc Lactobacillus us thermopilus.
Kerugian Eubacteria
1. Menyerang pucuk daun padi, contoh bakteri Xanthomonas oryza.
2. Menyerang tanaman kubis, contoh bakteri Xanthomonas campestris.
3. Penyebab peyakit bengkak pada rahang sapi, contoh bakteri Atinomyces
bovie.
4. Penyebab penyakit lepra, contoh bakteri Penyebab penyakit lepra, contoh
bakteri Mycobacterium leprae.
5. Penyebab penyakit tifus, contoh bakteri Salmonella typhosa.
6. Penyebab pen yakit batuk rejan, contoh bakteri Bordetella pertusis.
Daftar Pustaka
Ambar Dwijayanti, S. U. (2016). Analisis Miskonsepsi Archabaebacteria dan
Eubacteria dalam Buku Biologi SMA Kelas X di Kabupaten Sleman.
Jurnal Pendidikan Biologi Vol.5 No.8, 32-42.
Aryulina, D. C. (2004). Biologi 1, Eubacteria. Jakarta: Erlangga.
Khotimah Fina Nurul, M. F. (2014). Miskonsepsi Konsep Archaebacteria dan
Eubacteria. Edusains Vol.6 No.2, 118-128.
Pentecost, E. (1985). Microgravity Science and Applications Program Tasks.
Washington: National Aeronautics and Space Administration.
Qadri, C. L. (2020). Penggunaan Model Pembelajaran Discoveri Learning untuk
Memudahkan Siwa Memahami Materi Archaebacteria dan Eubacteria.
Jurnal Kinerja Kependidikan Facilities of Educator Career and
Educational Scientific Information, 76-98.
Sunita, B. (2015). Bioprospects of Coastal Eubacteria. Goa: Springer
Internasional Publishing Switzerland.
Turnip, N. H. (2017). Analisis Pemahaman Konsep Siswa Materi Archaebacteria
dan Eubacteria. Jurnal Pelita Pendidikan Vol.6 No.4, 199-203.
Wulandari, P. W. (2017). Pengembangan Suplemen Bahan Ajar Biologi Berbasis
Riset Identifikasi Bakteri Untuk Siswa SMA. Journal of Innovative
Science Education, 155-161.