1
Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan MetodeStar
(Situasi, Tantangan, Aksi,Refleksi Hasil Dan Dampak)
Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan SiswaDalam
Pembelajaran
Lokasi
o SD Cahaya Nur Kudus
Lingkup Pendidikan
Sekolah Dasar
Tujuan yang iingin dicapai
o Meningkatkan Pemahaman literasidan Numerasi Siswa
Penulis
o Wahyu Indah, S.Pd.
Tanggal
o 26 September 2022
Situasi
(Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk
dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini)
Latar belakang masalah dari praktik baik yang saya lakukan dari pembelajaran ini sangat penting
dibagikan karena:
1. Praktik pembelajaran ini bisa memotivasi saya sendiri untuk mendisain pembelajaran yang
kreatif dan inovatif.
2. Praktik pembelajaran ini bisa memotivasi siswa untuk lebih meningkatkan literasi dan
numerasi melalui paktik secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
3. Praktik pembelajaran ini bisa menjadi referensi dan inspirasi guru-guru lain bagaimana cara
mengatasi permasalahan pembelajaran ini.
4. Praktik pembelajaran ini memotivasi orang tua untuk lebih aktif mendampingi putra
putrinya dalam meningkatkan literasi dan numerasi
LK 1.1. Analisis Identifikasi Masalah
Peralihan pembelajaran jarak jauh (PJJ) ke pembelajaran tatap muka (PTM) membuat tingkat literasi
dan numerasi siswa rendah, terjadinya loss literasi dan numerasi pada saat pelajaran jarak jauh
2
mengakibatkan banyak perubahan sikap pada siswa yang berdampak pada pembelajaran. Kurangnya
pemahaman siswa pada isi bacaan atau informasi membuat siswa kurang bisa mengambil
dasar masalah, serta kurang membiasakan anak praktik literasi dan tidak mampu menalar
dan berpikir kritis. Hal ini dapat disebabkan beberapa hal. Oleh karena itu siswa merasa bosan pada
saat pembelajaran di kelas karena terbiasa bermain di rumah pada saat pelajaran jarak jauh.
Perubahan yang terjadi diantaranya :
1. Pembelajaran daring ± dua tahun yang tidak efektif terlihat dari proses pembelajaran yang
dilakukan lebih banyak diserahkan ke orang tua daripada guruitu sendiri.
2. Kurangnya pembiasaan literasi di rumah yang biasa diterapkan disekolah,untuk melatih
siswa membaca dengan seksama.
3. Belum adanya pembiasaan membaca yang konsisten antara sekolah dan orang tua di
rumah, jika di sekolah ada kegiatan literasi dan dan kegiatan membaca secara rutin, di
rumah siswa belum tentu memiliki kebiasaan yang sama.
4. Kurangnya latihan dan praktek literasi dan numerasi yang saya berikan untuk menstimulus
pemahaman siswa memahami isi bacaan dan situasi kehidupan nyata yang berkaitan
dengan angka, membuat siswa belum mampu berpikir kritis. Hal ini terlihat ketika siswa
dihadapkan pada masalah kehidupan nyata yang berkaitan dengan angka atau
menyimpulkan sebuah peristiwa, siswa belum mampu.
5. Pengaruh media sosial dan informasi yang instan, membuat siswa cenderung untuk mudah
mengalihkan atau mencari informasi yang lebih cepat melalui media sosial yang
kebenarannya belum dapat dijamin. Kondisi ini diperburuk dengan kurangnya
pemanfaatan media belajar dan model pembelajaran yang inovatif yang
diimplementasikan guru di kelas, sehingga siswa menjadi mudah bosan untuk mengikuti
pembelajaran.
Peran dan tanggung jawab saya sebagai sebagai seorang pendidik, saya berkewajiban untuk
meningkatkan literasi dan numerasi yang masih rendah pada siswa siswa kelas IV, saya harus bisa
mendampingi, membimbing, memberikan motivasi serta membekali siswa saya dengan praktik
literasi dan numerasi secara rutin dan konsisten, sehingga siswa dapat berubah dan secara pelan
namun pasti mampu meningkatkan literasi dan numerasinya sebagai bekal dalam menjalani
tantangan hidup. Saya juga harus mengembangkan cara mengajar yang kreatif dengan menggunakan
metode, media dan model pembelajaran yang inovatif, sehingga tujuan pembelajaran dan hasil
pembelajaran akan tercapai sesuai dengan harapan.
Tantangan
Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat?
3
LK 1.2.Eksplorasi Penyebab Masalah
Setelah dilakukan identifikasi masalah dan refleksi diri, wawancara guru, kepala sekolah, dan
pakar serta kunjungan ke beberapa siswa, maka beberapa tantangan yang terjadi pada siswa
adalah:
1. Anak mengalami hal yang membosankan ketika bertemu dengan buku dibanding
dengan gadget, hal ini terlihat ketika guru mulai mengajak siswa untuk berliterasi
menemukan dasar masalah pada suatu bacaan, siswa akan dengan cepat searching
google, dan meninggalkan buku.
2. Belum adanya pembiasaan membaca yang konsisten antara sekolah dan orang tua,
sekolah berusaha mengajak siswa untuk terbiasa membaca 15 menit sebelum
pembelajaran, kebiasaan tidak akan berlanjut ketika sudah di rumah.
3. Pengaruh media sosial dan informasi yang instans, membuat siswa dan orang lebih
dimudahkan dan terbiasa untuk menemukan hal yang ingin diketahui menggunakan media
sosial dibandingkan dengan mencari di buku.
Tantangan dari sisi siswa merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya literasi dan
numerasi, sedangkan tantangan dari sekolah dan saya sebagai guru adalah:
1. Ketersediaan buku non akademik untuk meningkatkan literasi yang masih kurang di
perpustakaan sekolah membuat siswa tidak tertarik untuk terbiasa membaca.
2. Saya sebagai guru kurang memberikan contoh dan motivasi kepada siswa untuk memiliki
kebiasaan membaca yang baik, sehingga motivasi membaca pada siswa menjadi rendah.
3. Saya sebagai guru kurang memberikan latihan memahami isi bacaan dan praktek literasi
maupun numerasi di sekolah, terlihat siswa tidak bisa memahami kalimat pada soal
maupun menemukan dasar pada bacaan.
Dari tantangan ini menyebabkan saya harus belajar dan berusaha menerapkan model pembelajaran
yang dapat meningkatkan literi dan numerasi siswa. Adapun pihak yang terlibat untuk tercapainya
tujuan meningkatkan literasi dan numerasi siswa kelas IV adalah sekolah, orang tua dan saya
sendiri sebagi guru.
4
Aksi
Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa
yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau
materiyang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini?
Tingkat literasi dan numerasi yang rendah pada siswa mencapai 80% dari dari jumlah 20
orang siswa, artinya hanya 4 siswa saya yang sudah memiliki pemahaman litersai dan
numerasi, 16 orang siswa tingkat pemahaman literasi dan numerasinya masih rendah. Maka
langkah-langkah yang harus saya lakukan untuk meningkatkan literasi yang rendah pada 16
siswsa saya adalah:
1. Pemilihan Media Pembelajaran
Strategi yang saya digunakan dalam pemilihan media pembelajaran adalah
dengan memilih media pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan materi.
Proses pembuatan media dimulai dari menguasi konsep materi yang akan
dibuat medianya. berupa PPT ataupun video.
Sumber daya yang diperlukan untuk membuat media pembelajaran ini
diantaranya pengetahuan saya menggunaan fitur classroom seperti jambord,
google dox, quizizz.
Strategi yang saya gunakan untuk membangkitkan semangat belajar dan
fokus siswa adalah dengan menggunakan ice breaking serta mindfullness
melalui gambar atau suara.
2. Pemilihan Metode Pembelajaran yang Variatif
Strategi yang dilakukan guru dalam pemilihan metode pembelajaran adalah
dengan memahami karakteristik siswa dan karakteristik materi.
Proses pemilihan metode yang pertama saya lakukan adalah mempelajari:
- apa saja metode-metode pembelajaran yang dapat saya gunakan?
- Apakah metode inkuiri yang saya pilih dapat meningkatkan pemahaman
literasi dan numerasi siswa?
- Apakah metode inkuri sesuai dengan karakteristik siswa saya?
5
Sumber daya yang diperlukan dalam pemilihan metode ini adalah
kompetensi saya sebagai guru dalam menguasai metode pembelajaran yang
saya pilih yaitu metode inkuiri untuk memahami konsep perubahan wujud.
3. Pemilihan Model Pembelajaran
Strategi yang saya lakukan dalam pemilihan model pembelajaran dengan
memahami karakteristik siswa dan karakteristik materi (menggunakan
model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) dan menggunakan
pendeketan STEAM (Science, Tehnologi, Engenering, Art, Matematics).
Pemilihan model yang saya lakukan dengan mempelajari:
- Apa saja model dan pendekatan dalam pembelajaran?
- Apakah model PBL dan pendekatan STEAM mampu mendukung
tingkat pemahaman literasi dan numerasi siswa saya?
- Apakah model PBL dan pendekatan STEAM sesuai dengan kemampuan
dan kebiasaan siswa saya?
Sumber daya yang diperlukan dalam pemilihan model pembelajaran adalah
dengan pemahaman kompetensi saya sebagai guru pada model
pembelajaran PBL dan pendekatan STEAM.
4. Meningkatkan Pemahaman Literasi dan Numerasi Siswa
Strategi yang saya lakukan dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa
adalah merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa,
mengembangkan RPP dengan kegiatan berpusat pada siswa.
Proses pengembangan RPP saya berpusat pada siswa dengan kegiatan
pembelajaran yang saya lakukan yaitu:
- Menyiapkan siswa untuk belajar dengan kondisi yang menyenangkan
melalui emoticon.
- Mengajak anak menyimak dan mengamati media pembelajaran melalui
PPT dan Video.
- Menunjukkan beberapa contoh materi yang ada kaitannya dengan
kehidupan nyata.
- Mengajak anak berkolaborasi dan saling memberikan pendapat.
- Mengajak anak melakukan evaluasi melalui permainan, jambort, quizizz
6
Sumber daya yang saya perlukakan dalam meningkatkan pemahaman
literasi dan numerasi siswa selain kompetensi yang saya miliki dalam
membuat RPP juga menyiapkan hal penting lainya, yaitu:
- Menciptakan ruang belajar yang menyenangkan salah satunya dalam
pembelajaran daring, saya mengoptimalkan penggunaan fitur di google
classroom secara maksimal.
- Pada pembelajaran luring guru mempersiapkan kelas dengan baik mulai
dari kebersihan, keindahan, dan kerapian, sampai penyedian pojok baca
yang dapat digunakan siswa untuk melakukan literasi, menambah
pengetahuan.
Refleksi Hasil dan dampak
Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau
tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa
yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidak berhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa
pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut?
Dampak dari aksi serta langkah-langkah yang dilakukan dirasa hasilnya efektif dan dapat dilihat
dari:
1. Penggunaan PBL (Problem Based Learning), Menggunakan pendekatan STEAM (Science,
Tehnologi, Engenering, Art, Matematics) ini sangat membantu siswa dalam memahami
konsep yang abstrak tentang materi perubahan wujud benda yang ditunjukkan dengan hasil
evaluasi pembelajaran 12 orang siswa mengalami peningkatan pada pemahaman materi
yang saya berikan lebih mudah ditangkap, serta banyaknya pertanyaan yang diajukan siswa
terkait materi karena rasa ingin tahu yang besar. Artinya sudah ada peningkatan 60% dari
jumlah 20 orang siswa sudah naik tingkat pemahaman literasi dan numerasinya.
2. Pemilihan model pembelajaran dan juga kegiatan yang berpusat pada siswa sangat
meningkatkan keaktifan siswa saat proses pembelajaran, yang terlihat melalui antusias kerja
dalam kelompok maupun individu, siswa ingin menyampaikan pendapat dari permasalahan
yang dipecahkan baik melalui percobaan ataupun menarik kesimpulan.
7
Respon siswa terhadap pembelajaran ini sangat antusias, hal ini dapat dilihat pada saat kegiatan
refleksi di akhir pembelajaran siswa mampu memberikan respon yang positif yaitu:
1. Pembelajaran yang dilaksanakan sangat menyenangkan dan media pembelajarannya menarik
dan mudah dipahami, terlihat dari siswa asyik dengan kegiatan menyimak video ataupun
bacaan, mengamati percobaan, mencari dan memecahkan masalah, berdiskusi, dan pada tahap
evaluasi dengan quizizz, siswa sangat menikmati.
2. Pada rencana tindak lanjut banyak siswa yang masuk ke tahap pengayaan dan langkah
selanjutnya yang akan dilakukan dari materi perubahan wujud benda yang dapat diterpkan
dalam kehidupan sehari-hari salah satunya adalah dengan memperhatikan perubahan wujud
benda yang bersifat tetap dan tidak tetap.
Faktor keberhasilan pembelajaran ini juga sangat ditentukan oleh kesiapan dan penguasaan saya
terhadap materi, IT, media pembelajaran, model serta langkah-langkah pada rencana
pembelajaran yang sudah saya buat. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based
Learning (PBL) merupakan pembelajaran student oriented, pembelajaran dirancang
sesuai kebutuhan belajar siswa, motivasi belajar siswa serta profil belajar murid.
Hal yang dilakukan dengan memberikan apersepsi terlebih dahulu diawal
pembelajaran, kemudian masuk ke kegiatan inti dimana siswa mulai menyimak,
mengamati, mencari, berdiskusi serta mengevaluasi hasil temuanya dengan
panduan LKPD untuk bisa berinteraksi dan menuangkan hasil kerjanya. Siswa
diberi kebebasan menyusun karya sesuai kemampuan masing-masing siswa. Selain
itu dalam pembelajaran ini dan dapat mengakomodir gaya belajar siswa baik audio,
visual, maupun kinestetik melalui tayangan vidio, gambar, produk maupun games.
Pembelajaran yang bisa saya ambil dari proses kegiatan ini adalah:
Saya harus lebih kreatif inovatif dalam memilih model pembelajaran serta media pembelajaran
untuk membuat proses pembelajaran yang sesuai saya harapkan. Selain itu saya dapat memahami
bahwa guru merupakan pembelajar sepanjang hayat, yang harus mengembangkan diri dari segi
pemilihan model, metode, maupun sistem penilaian, agar kualitas pendidikan di Indonesia terus
meningkat.
8