The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by anggitagusa26, 2022-10-20 03:06:55

Dolanan Anak 7B

Dolanan Anak 7B

Permainan Cici Putri dianggap memliki manfaat untuk menstimulasi tujuh kecerdasan
jamak. Ada pula yang menyebutkan delapan aspek kecerdasan jamak. Adapaun kedelapan

aspek kecerdasan jamak tersebut adalah kecerdasan musik, berbahasa, interpersonal,
intrapersonal, logis matematik, spasial, bodi kinestetik, dan natural.

Permainan Tradisional Cici Putri

Permainan tradisional merupakan kekayaan
budaya bangsa yang mempunyai nilai-nilai luhur
untuk dapat diwariskan kepada anak-anak
sebagai generasi penerus yang mengandung
wisdom, memberikan manfaat untuk
perkembangan anak, merupakan kekayaan
budaya bangsa dan merupakan refleksi budaya
dan tumbuh kembang anak.

Permainan Tradisional Anak Betawi Cici Putri
adalah permainan tradisional anak-anak yang
berasal dari DKI Jakarta. Area sebaran
permainan ini berada di sekitar Jabodetabek,
terutama di daerah-daerah dengan budaya
Betawi yang kental seperti kawasan Jagakarsa di
Jakarta Selatan, Rawamangun di Jakarta Timur,
serta Depok dan Tangerang. Cici Putri sendiri
telah masuk dalam Daftar Warisan Budaya
Takbenda oleh Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan sebagai seni tradisi lisan dan
ekspresi. Permainan cuci Putri telah memasuki
budaya yang terancam punah.

Cara Bermain Cici Putri

Cici Putri bisa dimainkan oleh 3-5 orang.
Versi lain mengatakan bahwa permainan cici
putri ini dapat dimainkan antara 4-6 orang.
Pemain biasanya bermain di balkon atau lantai
bale. Anda memainkan permainan ini sambil
duduk di lantai. Pertama, para pemain
menentukan pemimpin permainan. Pemimpin
permainan ini biasanya dipilih menggunakan
hompimpah atau gambreng.

Kemudian para pemain diminta untuk duduk
dan membuat lingkaran. Semua pemain
menunjukkan tangan kanannya dengan
mengacungkan jari telunjuk dan jari tengah. Jari-
jari lainnya terhubung satu sama lain. Kemudian
semua peserta meletakkan tangan kanan mereka
di lantai.

Permainan Cici Putri bervariasi. Pada versi
pertama, permainan dimulai ketika pemimpin
mulai menyanyikan sebuah lagu dengan pemain
lainnya. Sambil bernyanyi, pemimpin akan
menunjuk ke tangan pemain lain satu per satu
sampai lagu berakhir. Sedangkan versi kedua
adalah ketika pemain mendapat gilirannya,
pemain harus menyilangkan satu tangan di atas
bahunya.

Cara Bermain Cici Putri

Giliran selesai sampai semua pemain menerima
bagian mereka. Kemudian semua peserta
memegang tangan mereka di atas bahu mereka.
Pada proses selanjutnya, ketika lagu berakhir,
pemimpin dan peserta akan bertanya dan
menjawab. Ketika datang ke bentuk pertanyaan
dan awabannya adalah:
Tangan Pertama
(Tanya)Ini pintu apa?
(Jawab)Pintu kayu
(Tanya)Kuncinya ke mana?
(Jawab)Kecebur
(Tanya)Kecebur di mana?
(Jawab)Kecebur di kali
(Tanya)Bisa dibuka apa engga?
(Jawab)Engga atau Bisa (pemain melakukan
pilihan)
Tangan Kedua
(Tanya) Ini pintu apa?
(Jawab) Pintu besi
(Tanya) Kuncinya ke mana?
(Jawab) Kecebur
(Tanya) Kecebur di mana?
(Jawab) Kecebur di kali
(Tanya) Bisa dibuka apa engga?
(Jawab) Engga atau Bisa (pemain melakukan
pilihan dalam menjawab)

Cara Bermain Cici Putri

Proses tanya jawab dibagi menjadi dua bagian
berdasarkan tangan yang ditunjukkan. Saat
ditugaskan sebagai tangan pertama, pemain
menjawab pintu kayu. Dalam kasus lain, peserta
menggunakan pintu besi. Ketika pemain
menjawab tidak, tangan silang pemain ditarik
oleh pemimpin permainan. Pemimpin
permainan harus berusaha keras dengan
memegang bahu pemain agar salib terbuka.

Jika pemain menjawab ya, pemain akan
membuka tangannya dengan mudah. Salib
tangan pemain adalah simbol di pintu seperti
pada pertanyaan di atas. Proses tanya jawab dan
pembukaan tangan berlanjut sampai semua
pemain mendapat giliran.

Lirik Lagu Permainan Cici Putri

Lirik 1
Adapun lirik lagu yang dinyanyikan saat lakon
Cici Putri adalah sebagai berikut:
Cici putri dari Cili cilepong,
Ali menekan kesuburan tiga pil,
Ma, Bu Ma, Bu Si… (sebutkan nama pemain yang
diberikan) Bunga apa yang kamu inginkan?
(Jawaban pemain terpilih) Bunga durian
Pulanglah dan dapatkan anak laki-laki yang
keren / Pulanglah anak laki-laki yang keren

Teks Permainan Cici Putri

Lirik 2
gadis kecil
Wim Colli
Mac tidak ada Mac tidak
Katakan … (Nama pemain yang dipilih) Apa yang
Anda inginkan?
(Jawaban pemain yang dipilih) Tanya Dorian
Pulang ke rumah anak laki-laki / ayah itu bagus

Manfaat Permainan Cici Putri

Permainan Cici Putri dianggap memliki
manfaat untuk menstimulasi tujuh kecerdasan
jamak. Ada pula yang menyebutkan delapan
aspek kecerdasan jamak. Adapaun kedelapan
aspek kecerdasan jamak tersebut adalah
kecerdasan musik, berbahasa, interpersonal,
intrapersonal, logis matematik, spasial, bodi
kinestetik, dan natural.













Kelompok 2:
Nama kelompok:

1. Hetillia Anista Kata(2019015078)
2. Firdaus Rizki Egiyandi(2019015069)
3. Florensia Yasinta Surat(2019015123)

Permainan Tradisional Rangku Alu

A. Permainan Tradisional Anak
Kata “permainan” berasal dari kata dasar “main” yang berarti melakukan

suatu perbuatan yang bersenang-senang.Dari pengertian tersebut dapat diartikan
bahawa dalam suatu permainan berarti harus melakukan suatu perbuatan yang
menimbulkan rasa senang dan menyenangkan bagi yang melakukannya. Jika
dalam permainan tidak menimbulkan rasa senang dan menyenangkan, berarti tidak
bisa disebut dengan permainan. Dan yang dimaksud dengan kata “tradisional”
menurut Poerwardarminta (1998 )berasal dari kata “tradisi” yang berarti “adat
kebiasaan turun temurun yang masih dijalankan”. Sedangkan kata “tradisional” berarti
“sikap dan cara berpikir serta bertindak yang selalu berpegang teguh pada norma
dan adat kebiasaan yang ada secara turun temurun”.

Jadi dapat disimpulkan bahwa “permainan tradisional” adalah suatu perbuatan
yang sudah ada sejak jaman dahulu dan dilakukan secara turun temurun yang
menimbulkan rasa senang dan menyenangkan.(Oktaviastuti,2018:61) Biasanya
permainan tradisional dilakukan dalam berkelompok, minimal dua orang anak dan

menggunakan alat permainanyang sederhana dan mudah dicari di lingkungan
sekitar anak. Dalam melakukan permainan tradisional biasanya dilakukan
dengan senang dan gembira hal ini sama dengan permainan tradisional Rangku Alu
yang berasal dari Manggrai, Nusa Tenggara Timur.

B. Permainan Tradisional Rangku Alu
Rangku alu merupakan permainan tradisional yang berasal dari Manggarai,

Nusa Tenggara Timur, permainan ini telah di wariskan secara turun temurun. Menurut
bahasa lokal setempat, rangku berarti menghentakkan dua benda sedangkan alu
merupakan alat tumbuk hasil pertanian yang terbuat dari kayu atau bambu. Permainan
ini diadopsi dari pekerjaan orang dewasa, Pada malam bulan purnama, para orang tua
di Manggarai melakukan pekerjaan tuk telo atau menumbuk hasil tuaian pertanian
secara gotong royong. Sembari menanti orang tua selesai bekerja, anak-anak mengisi
waktu dengan bermain rangku alu.

Meskipun awalnya dimainkan oleh anak-anak, perlahan permainan tersebut
menjadi sebuah perayaan hasil panen pertanian atau perkebunan. Masyarakat dari
berbagai kalangan dan usia berkumpul untuk meramaikan permainan ini. Dalam
permainan Rangku alu, adapun alat yang dipergunkanan seperti bambu yang disusun
dan dimainakan secara di ayunkan seperti menjepit oleh beberapa orang pemain, salah
satu ataupun dua pemain lalu melompat-lompat untuk menghindari jepitan dari bambu
tersebut. Pada zaman dahulu permainan rangku alu ini dimainakan setelah panen raya
pada saat itulah para anak berkumpul memainkan permainan ini.

C. Tujuan Permainan Tradisional Rangku Alu
1. Nilai kesenangan atau kegemberaan, dalam melakukanpermainan tradisional
sangat terlihat jelas anak-anak akan terasa senang dalam melakukannya.
Rasa senang yang timbul saat melakukannya mewujudkan suatu fase
menuju kemajuan. Jika dalam melakukan permainan tradisional belum
muncul rasa senang, berarti anak melakukannya dengan terpaksa dan tidak
benar-benar melakukannya.
2. Nilai kebebasan, dalam melakukan permainantradisional rangku alu biasanya
akan merasa terbebas darisemua tekanan, sehingga akan merasa senang

dan gembira dalam melakukannya. Jika dalam bermain sudah timbul rasa
gembira, maka akan lebih mudah untuk memasukkan hal-hal baru yang
postif dan mendidik untuk anak.
3. Rasa berteman, dalam melakukan permainan tradisional rangku alu biasanya
dilakukan dalam berkelompok, dan dilakukan dengan tema bermainnya.
Sesuatu yang dilakukan bersama teman biasanya akan menimbulkan rasa
senang, bebas, tidak membosankan dan dapat saling bertukarpikiran antar
teman yang satu dengan yang lain. Jika seorang anak mempunyai teman,
anak akan belajar untuk saling mengerti, memahami, menghargai dan
bersosialiasi antara teman yang satu dengan yang lainnya.
4. Nilai demokrasi, dalam suatu pemainan rangku alu setiap pemain dianggap
tidak ada perbedaan antara yangsatu dengan yang lain, tidak memandang
anak orang kaya atau miskin, tidak memandang anak yang pandai atau
bodoh. Semua pemain dianggap sama dan harus bekerja sama dalam
kelompok untuk menjadi sang juara.
5. Nilai kepemimpinan,juga terdapat dalam permainan rangku alu karena
permainan rangku alu dimainkan secara berkelompok berkelompok. Di
manasetiap kelompok memilih salah seorang anggotanya untuk menjadi
pemimpin. Dalam memilih seorang pemimpin, anak-anak harus melihat
anggota yang berkompeten untuk menjadi seorang pemimpin. Pemimpin
dalam kelompok harus mengkoordinasi setiap anggotanya, dan anggota
yang lain akan mematuhi pimpinannya.
6. Rasa tanggung jawab, tujuan utama dalam bermain dalam untuk memperoleh
kemenangan, maka dari itu setiap anggota kelompok harus memiliki rasa
tanggung jawab yang tinggi dalam melakukannya. Jika dalam bermain
memperoleh kemenangan adalah sebuah prestasi yang besar, tentunya semua
anggota akan merasa bangga dan akan berpengaruh pada perkembangan
jiwa anak.
7. Nilai kebersamaan dan saling membantu, dalam permainan tradisional
kebersamaandan saling membantu antar teman akan terlihat jelas. Setiap
anggota kelompok akan saling membantu dan bekerja sama untuk
memperoleh kemenangan. Jika dalam kelompok tidak saling membantu
satu sama lain, maka yang akan didapat adalah kekalahan.

8. Nilai kepatuhan, dalam setiap permainan pasti memiliki peraturan
permainan, dan setiap anggota kelompok wajib mematuhi peraturan tersebut.
Dalam bermain anak dilatih untuk jujur dan mematuhi suatu peraturan
yang berlaku. Jika dalam bermain anak tidak memtauhi pertukaran yang
ada, maka akan dikeluarkan dalam permainan.

9. Nilai kejujuran dan sportivitas, dalam bermain hal yang perlu dilakukan
adalah melatih anak untuk jujur dan sportivitas. Jika dalam bermain ada
yang tidak jujur, maka akan mendapatkan sangsi seperti dikeluarkan
dalam permainan, dikucilkan oleh temannya atau mendapat hukuman
kekalahan.

10. Melatih kecakapan berpikir, dalam bermain anak dilatih untuk berpikir cepat,
cermat dan jeli agar dapat memperoleh kemenangan. Setiap anggota dilatih
untuk berpikir skala luas atau sempit, gerak langkah sekarang dan
selanjutnya baik diri sendiri atau lawannya.

D. Manfaat Permainan Tradisional Rangku Alu
Selain sebagai sarana hiburan permainan Rangku Alu juga bisa menjadi sarana edukasi
dan pembentukan diri. Dalam memainkan permainan ini dapat melatih konsentrasi,
ketangkasan, dan kelincahan dalam bertindak.
1. Konsentrasi merupakan pemusatan perhatian atau pikiran pada suatu hal.
Konsentrasi sangat diperlukan dalam permainan Rangku Alu terutama
konsentrasi antara gerak kaki dan gerak bambu yang dimainkan. Apabila
konsentrasi kita kurang maka kaki akan terjepit bambu.
2. Kelincahan merupakan kemampuan untuk mengubah arah secara cepat tanpa
menimbulkan gangguan pada keseimbangan. Seseorang dikatakan memiliki
kelincahan jika ia dapat bergerak secara cepat sekaligus dapat mengubah arah
secara cepat pula tanpa terganggu keseimbangannya. Dalam permainan ini
kelincahan jelas sangat diperlukan.
3. Ketangkasan jasmani (motor skill fitness) adalah kemampuan untuk melakukan
gerakan-gerakan yang dikoordinir. Dalam hal ini diperlukan keterampilan
tertentu dan kemampuan daya tahan. Pada gerakan yang dikoordinir terpadu
komponen-komponen (unsur-unsur) mempertahankan keseimbangan,
fleksibilitas, ketangkasan, kekuatan, bergerak sekonyong-konyong (agility),
sehingga untuk semua ini diperlukan kekuatan otot dan daya tahan.

E. Alat yang digunakan dalam permainan tradisional rangku alu.
Alat yang digunakan dalam permainan ini sangat sederhana dan mudah didapatkan.
Alat yang digunakan yaitu 4 buah bambu dengan panjang 2 meter.

F. Cara bermain

Cara bermain permainan tradisional rangkul alu:

1. Membagi pemain menjadi 2 kelompok main dan jaga
2. Kelompok jaga menggerak-gerakkan bambu (empat orang berjongkok
membentuk bidang persegi dan memegang dua bambu) sambil menyanyikan lagu
tari tongkat.
3. Kelompok pemain yang mendapat giliran menari sambil menghindari jepitan
bambu. Penari akan masuk dalam bidang persegi dan melompat-lompat sesuai
irama buka-tutup bambu.

Nilai-nilai permainan
Melatih konsentrasi, ketangkasan, dan kelincahan.

Lagu:
tari tongkat pukul-pukul lan lan
yang pukul ganti-ganti an an
ke kiri kanan kanan kiri kanan
di tempat jalan ya jalan

Dolanan Anak Indonesia

SINGKONG
BAKAR

Kelompok 2 :

Reyhan Abdumajid M.(2019015098)

Anggita Gusa B. (2019015042)

Lutfia Rachma (2019015308)

Meyrina Lutfiastuti (2019015314)

Kelas :

7B

SINGKONG BAKAR

Singkong bakar adalah sebuah permainan

tradisional. Di berberapa tempat permainan ini

disebut dengan singkongan dan cilungan.

Berbeda lagi di dareah Punggelan paling ujung

barat berbatasan dengan Purbalingga dikenal

dengan nama kingkongan. Permainan

singkong bakar hampir sama dengan petak

umpet, hanya saja yang membuat beda pada

permainan ini adalah adanya sebuah target

yang harus dirobohkan. Targetnya adalah

sebuah piramida yang disusun dari 3 batang

singkong, sebenarnya gak harus batang

singkong, batang atau tangkai pohon apapun

diperbolehkan. Setiap pemain harus memiliki

senjata masing-masing, biasanya adalah sendal

atau sebatang tangkai kecil.

Sejarah

Permainan tradisional Singkong Bakar

berasal dari Jawa Tengah. Permainan ini

sebenarnya hampir sama dengan Petak Umpet,

hanya saja Singkongan menggunakan alat untuk

memainkannya. Nama Singkong Bakar berasal

dari kata Singkong. Alasan diberi nama Singkong

Bakar yaitu karena permainan tradisional ini

menggunakan batang singkong sebagai salah

satu alat untuk memainkannya. Walaupun

sebenarnya diperbolehkan juga menggunakan

batang pohon lainnya. Batang singkong

dipotong menjadi beberapa bagian kemudian

dibuat menjadi seperti piramid. Namun ada juga

yang menyebut permainan ini dengan

Kingkongan, karena zaman dahulu

penyebarannya hanya melalui mulut ke mulut,

maka terjadilah perbedaan nama. Pada tahun

1900-2000an masih banyak anak-anak yang

memainkannya bersama teman-teman,

sayangnya sekarang ini tidak banyak anak-anak

yang memainkannya. Salah satu penyebabnya

yaitu anak-anak sekarang lebih banyak yang

bermain gadget daripada memainkan

permainan tradisional. Sebenarnya hal ini sangat

berbahaya, permainan tradisional bisa semakin

ditinggalkan seiring semakin canggih dan

menariknya gadget

Alat yang digunakan:

Dalam permainan singkongan sesuai dengan
namanya alat yang digunakan adalah batang
singkong yang disusun menjadi peramid, namun
jika tidak ada batang singkong bisa di ganti
dengan batang ataupun tangkai pohon apapun.

Peraturan Permainan;

Permainan singkongan hampir sama dengan
petak umpet, hanya saja yang membuat beda
pada permainan ini adalah adanya sebuah
target yang harus dirobohkan. Targetnya adalah
sebuah piramida yang disusun dari 3 batang
singkong.

Cara Bermain :

Cara bermain permainan singkong bakar adalah mula-mula harus
menentukan siapa sang pemain penjaga piramid. Caranya dengan
menentukan nomer urut memakai aturan hompimpa untuk
merobohkan piramid yang telah disusun. Setelah itu, dari jarak
tertentu (sesuai kesepakatan) satu-persatu mencoba merobohkan
piramid dengan melempar menggunakan senjata masing-masing.
Yang menjadi penjaganya adalah seorang setelah siapa saja dari
urutan tersebut berhasil merobohkan piramid. Jika urutan pertama
berhasil merobohkan piramid, maka urutan kedua yang menjadi
pemain penjaga.
Setelah piramid roboh, pemain penjaga mulai menyusun kembali
piramid tersebut. Sementara pemain yang lainnya berhamburan
mencari tempat persembunyian. Pemain penjaga harus menemukan
seluruh pemain yang bersembunyi sebelum mereka berhasil
merobohkan piramid tersebut. Yang unik adalah penjaga harus
berlari melompati piramid dan menyebut nama pemain disusul kata
singkong (“Ayu Singkong”) ketika menemukan persembunyian dan
melihat mereka.
Jika piramid telah bisa dihancurkan sebelum seluruh pemain
ditemukan oleh penjaga, geme over, dimulailah lagi permainan
dengan pemain penjaga tetap tidak diganti. Tapi jika sang
penjaga bisa menemukan seluruh pemain dan berhasil
mempertahankan piramid tetap utuh, maka dimulailah lagi
permainan dengan sang pemain penjaga diganti oleh pemain
yang ditemukan pertama kali.

Manfaat Permainan:

kognisi dan konsentrasi anak jakan terlatih.
Ia akan belajar bagaimana cara melempar
gaco agar mengenai tatanan kayu.
Permainan tradisional singkongan memiliki
manfaat holistik untuk melatih kemampuan
motorik, sensorik, matematika, dan interaksi
sosial.
Selain itu manfaatnya juga dapat
menghindarkan anak dari ketergantungan
gadget. Seperti yang diserukan Dr. Tamis-
LeMonda, anak-anak perlu terlibat dengan
obyek nyata. Mereka perlu belajar
menangani berbagai macam benda,
melempar, menjatuhkan, mengambil, atau
membangunnya. Dan hal tersebut tidak bisa
digantikan dengan permainan di gadget.


Click to View FlipBook Version