The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ridwanchemistry, 2023-11-24 07:32:30

Makalah Hot Metal Crane

Makalah Hot Metal Crane

1 Disusun Oleh Idul Putra BN 81043073 HOT METAL CRANE PT VALE


2 KATA PENGANTAR Assalamualaikum WArahmatullahi wabarakatu Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena atas berkat dan rahmatNya penulis dapat menyelesaikan ON THE JOB TRAINING di CONVERTER PT.VALE INDONESIA Tbk, serta dapat menyelesaikan penulisan laporan mengenai HOT METAL CRANE ini tepat pada waktunya. Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, baik berupa moril maupun spiritual selama pelaksanaan On The Job Training dan penyusan laporan ini Ucapan kepada Seluruh Karyawan dan staff PT.VALE INDONESIA Tbk di Departemen Process Plant, Sub. Dep. Converter yang telah membimbing dan memberi arahan Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan penyusunan makalah kedepannya. Semoga laporan ini dapat bermanfaat, khususnya bagi para pembaca Sorowako 1 November 2023 Penulis


3 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ………………………………………………………….……..2 DAFTAR ISI………………………………………………………………….………..3 BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang……………………………………………...…………….4 1.2Tujuan………………………………………………………..…..………..4 1.3Batasan Masalah……………………………………………………..…..5 1.4Tempat dan Waktu………………….………………………………..…..5 BAB II PROFIL PT VALE 2.1 Sejarah PT Vale………………………………………………………….6-9 BAB III DASAR TEORI 3.1 Motor………………………………………………………………………10 3.2 Kontaktor………………………………………………………..……..….11 3.3 Relay………………………………………………………….……..….11-15 3.4 Timer..............................................................................................16-18 BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Hot Metal Crane ………………………………….…………….……..19-22 4.2 Bagian utama Hot Metal Crane………………………………………23-26 4.4 Permasalahn Hoist Crane pada rangkain control…………………….26 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan………………………………………………………………..27 5.2 Saran………………………………………………………………...…….27 BAB VI DAFTAR PUSTAKA……………………………...…………………….……28 LAMPIRAN


4 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan majunya teknologi dan untuk lebih menyukseskan visi dan misi PT.VALE INDONESIA.Tbk Menjadi perusahaan sumber daya alam global nomor satu dalam menciptakan nilai jangka panjang melalui kinerja dan kepedulian terhadap manusia dan alam, maka PT.VALE INDONESIA,Tbk terus berupaya melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik agar visi dan misi tersebut bisa tercapai, terutama dari sisi Teknik dan Keamanan, perusahaan berupaya terus melakukan perbaikan agar citranya di masyarakat bisa terangkat sehingga keluhan-keluhan masyarakat selama ini dapat lebih diminimalisir. Perlu pembinaan dan pengembangan manajemen secara berkelanjutan terhadap peningkatan hard dan soft competency agar tujuan yang dicanangkan tercapai sesuai dengan rencana.Dengan dilaksanakannya On The Job Training ini, karyawan dapat mengetahui bagaimana proses alur kerja di Area tersebut. 1.2Tujuan Ada pun tujuan dalam pembuatan laporan ini di harapakan pekerja dapat mengetahui tentang Hot Metal Crane ini yaitu : • Mengenai Hot Metal Crane • Prinsip Kerja Dasar dari Hot Metal Crane 1.3Batasan Masalah • Bagaimana tentang Hot Metal Crane ? • Apa saja bagian bagian Hot metal crane ?


5 1.4Tempat dan Waktu Tempat pelaksanaan OJT ▪ Nama : PT. Vale Indonesia Tbk. ▪ Alamat : Jl. D.Towuti No.44, Sorowako, Kec. Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan 92983 ▪ Departement : Prosess Plant Converter ▪ Waktu : 23 Oktober 2023 – 3 November 2023


6 BAB II PROFIL PT VALE 2.1 Sejarah PT Vale Vale memiliki sejarah yang cukup panjang dalam dunia pertambangan sebelum membeli PT. International Nickel Indonesia (PTI). Vale sebelumnya bernama Companhia Vale do Rio Doce atau CVRD, didirikan pada 1 Juni 1942 oleh pemerintah Federal Brasil. Pada tahun 1997, CVRD diprivatisasi dibawah Brazil Consortium. Sepuluh tahun kemudian tepatnya tahun 2007, CVRD mengubah namanya menjadi Vale. Setahun sebelumnya pemegang saham INCO secara resmi menyetujui pengambilalihan saham oleh Vale, lewat pembelian saham senilai 18,9 miliar dollar AS dan merupakan akuisisi termahal yang pernah dilakukan oleh perusahaan Amerika Latin. INCO Limited bertransformasi menjadi Vale Inco Limited. Selain meproduksi nikel, Vale juga meneliti, memproduksi dan menjual tembaga, batu bara, logam platinum, serta logam mulia. Vale juga aktif di sektor logistik, energi, dan baja. Tepat pada tanggal 24 Januari 2012 PTI resmi berganti nama menjadi PT Vale Indonesia Tbk setelah beroperasi selama 44 tahun di Sorowako. Gambar 2.1 Logo Perusahaan PT. Vale Indonesia Tbk. (Vale) merupakan salah satu produsen utama nikel di dunia. Nikel adalah logam serbaguna yang penting bagi taraf hidup yang semakin membaik dan bagi pertumbuhan ekonomi. Selama lebih dari tiga dekade sejak kontrak karya


7 ditandatangani dengan Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1968, Perseroan telah menyediakan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan, memperlihatkan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat dimana Perseroan tersebut beroperasi, memberikan keuntungan bagi para pemegang saham dan memberi sumbangan yang positif kepada ekonomi Indonesia. Vale menghasilkan nikel dalam matte, yaitu produk setengah jadi, dari bijih laterit di fasilitaspertambangan dan pengolahan yang terpadu dekat Soroako, Sulawesi Selatan. Keseluruhan produksinya dijual dalam Dollar Amerika Serikat. berdasarkan kontrak-kontrak jangka panjang untuk dimurnikan di Jepang.Daya saing Vale terletak pada cadangan bijih dalam jumlah besar, tenaga kerja yang terampil dan terlatih baik, listrik tenaga air berbiaya rendah, fasilitas produksi yang modern dan pasar yang terjamin untuk produknya. Tabel 2.1Komposisi kepemilikan PT. Vale Indonesia Tbk. NO NAMA INVESTOR KEPEMILIKAN 1. Vale Inco Limited (dahulu CVRD Inco Limited 60,80% 2. Sumitomo Metal mining Co. Ltd. 20,09% 3. Masyarakat luas (public Shareholders) 17,93% 4. Vale Inco Japan Limited (dahulu Inco TNCLimited) 0,54% 5. Mitsui & Co.Ltd 0,36% 6. Sojitz Corporation (dahulu Nissho-Iwai,Ltd.) 0,14% 7. Sumitomo Corporation 0,14% Awal cerita PT. Vale Indonesia Tbk. secara khusus dimulai pada tahun 1967, ketika pemerintah Indonesia mengundang sejumlah perusahaan di seluruh dunia untuk mengajukan proposal eksplorasi dan pengembangan kandungan mineral di kepulauan Sulawesi. INCO Limited, kemudian mengirimkan tim ahli geologi ke Sulawesi untuk mengumpulkan data dan menjelaskan kemampuan INCO. Pada Januari 1968, INCO terpilih diantara enam perusahaan yang mengikuti seleksi akhir negosiasi Kontrak Karya dengan pemerintah Indonesia. PT. INCO baru memulai periode komersialnya pada 1978-


8 1986. Saat periode awal itu, PT. INCO telah mengalami kerugian keuangan hingga US$ 416 juta. Walaupun ditahap awal telah diterpa kerugian, PT. INCO tetap giat melakukan penambangan, pengolahan dan pengapalan produk nikel matte ke Jepang. Ini menandakan bahwa PT. INCO serius melakukan upaya penambangan dan pengolahan sumber daya alam. Selanjutnya, di era akhir 1990-an dimulailah tahap ekspansi perusahaan lewat proyek investasi besar guna meningkatkan kapasitas produksi dengan menambah fasilitas pengolahan tanur yang dikenal dengan Fourth Line Major Expansion Project.Melewati pertengahan menuju dasawarsa abad ke-21, ternyata sejarah PT. INCO tidak berhenti begitu saja. Justru ketika INCO Limited (induk perusahaan PT. INCO) di Kanada di akuisisi oleh CVRD (Companhia Vale do Rio Doce) yaitu perusahaan asal Brasil yang merupakan privatisasi dari perusahaan BUMN, kemudian merubah nama menjadi VALE, menjadikan babak baru bagi PT. INCO. Di tahun 2006 INCO Limited di Kanada kemudian merubah nama menjadi VALEINCO dan selanjutnya mengganti menjadi VALE CANADA, membuat perusahaan tambang nikel terbesar di Asia Tenggara ini menjadi satu-satunya perusahaan yang masih memakai nama “INCO” hingga akhir tahun 2011. Menjelang bulan Februari 2012, akhirnya PT. INCO Tbk, turut mengambil bagian dari VALE secara global yang telah beroperasi di 5 benua dan 35 negara dengan mengumumkan rebranding atau penggantian nama perusahaan menjadi PT. Vale Indonesia Tbk. Dalam perjalanan sejarahnya itu, hal yang perlu dicatat adalah bahwa perusahaan ini telah menandatangani perjanjian KK pertama dengan pemerintah pada 27 Juli 1968. Lalu pada 15 Januari 1996, dilanjutkan penandatanganan perjanjian modifikasi dan perpanjangan kontrak awal KK, yang berlaku mulai 1 April 2008 sampai pada 28 Desember 2025 nanti. Adapun luas area penambangan yang menjadi hak konsesi Kontrak Karya (KK) PT. Vale Indonesia Tbk. adalah sebagai berikut: Tabel 2.2 Luas Area Kontrak Karya NO PROVINSI LUAS 1 Sulawesi Selatan 118,386 ha 2 Sulawesi Tengah 36,635 ha 3 Sulawesi Tenggara 35,492 ha


9 TOTAL 190,513 ha Dari tabel sebelumnya dapat terlihat bahwa daerah pertambangan nickel PT. Vale Indonesia Tbk mencakup beberapa daerah di tiga provinsi yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara sudah berkurang dari sebelumnya sekitar 200- an Ha, namun kini hanya mencapai 190,513 Ha yang dapat dilihat secara detail melalui peta wilayah konsesi di bawah ini. Gambar 2.2 Peta Kontrak Karya PT VALE INDONESIA,Tbk


10 BAB III DASAR TEORI 3.1 Motor Gambar Bagian Motor 3.1 Motor listrik 3 phase merupakan seperangkat mesin yang mampu mengubah arus listrik menjadi gaya gerak sehingga bagian rotornya dapat berputar. Untuk dapat menjalankan fungsi ini, mesin dirangkai dengan medan listrik, kemudian antara stator dan rotor memiliki slip. Berbeda dengan 1 phase, motor ini memanfaatkan perbedaan dan fasa sumber untuk menimbulkan gerak Pada motor listrik 3 phase, komponen pembentuk dibedakan menjadi 2, yaitu stator dan rotor. Keduanya memiliki peran penting sehingga motor listrik ini dapat mengubah arus listrik menjadi gaya gerak. Stator Stator berfungsi sebagai stasioner pada rotor. Umumnya, stator terdiri dari 3 bagian, yaitu rangka, inti stator, dan belitan. Rangka terbuat dari bahan baja yang berfungsi untuk melindungi motor. Inti stator berupa lembaran baja yang dilapisi email yang berfungsi untuk mengurangi aus inti. Sedangkan belitan stator terdiri dari 3 belitan dan setiap belitan terdiri dari sekumpulan kumparan yang dihubungkan secara seri.Adanya rangkaian tersebut menyebabkan adanya kutub perfasa yang dibutuhkan pada proses kerja motor listrik 3 phase ini. Belitan stator ini sendiri berfungsi sebagai pembangkit medan magnet. Rotor


11 Rotor merupakan bagian yang berputar pada porosnya. Gerak ini disebabkan adanya medan magnet. Pada motor listrik 3 phase, rotor memiliki 2 tipe, yaitu rotor sangkar dan lilit. Rotor sangkar adalah jenis rotor yang paling banyak digunakan pada motor listrik. Ini karena rotor sangkar bentuknya yang lebih sederhana dan rangkainnya yang relatif singkat. Sedangkan tipe rotor lilit terdiri dari belitan yang banyak dan lebih rumit. 3.2 Kontaktor Gambar Kontaktor 3.2 Kontaktor atau disebut juga relay kontak adalah perangkat listrik yang berfungsi sebagai penyambung dan pemutus arus listrik bolak-balik. Biasanya kontaktor digunakan pada sistem listrik 3 fasa dan untuk menjalankan motor listrik. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut penjelasan dari kontaktor. Dalam kontaktor terdapat beberapa saklar yang dikendalikan secara elektromagnetik. Terdapat beberapa saklar dengan jenis NO (Normaly Open) dan NC (Normaly Close) dan sebuah kumparan. Kontaktor akan berfungsi jika dialiri listrik pada kumparan tembaganya (coil). Ketika coil elektromagnetik kontaktor diberikan sumber tegangan listrik AC maka saklar kontaktor akan terhubung atau berubah kondisinya yang semula NO menjadi NC dan sebaliknya yang awalnya NC menjadi NO. Fungsi Kontaktor Berikut beberapa fungsi kontaktor antara lain. Kontrol komponen secara otomatis Kontrol pencahayaan (penghubung dan pemutus arus ke komponen pencahayaan) Sebagai sakelar transfer dan interlock (transfer switch) Untuk menghubungkan dan memutus daya listrik ke motor, secara umum bagian kontaktor terbagi menjadi tiga macam, yaitu koil, kontak utama, dan kontak bantu. Koil Koil A1 dan A2 pada kontaktor digunakan untuk menggerakan atau mengubah kndisi kontak semula NO menjadi NC atau sebagliknya yang dihubungkan dengan sumber 220 Volt yang dikendalikan melalui push button start atau stop. Kontak utama Kontak utama NO pada sisi atas digunakan sebagai input dari sumber 3 fasa dengan kode Sedangkan pada bagian bawah digunakan sebagai output atau input menuju ke beban (load) dengan kode . Kontak bantu Kontak bantu pada kontaktor memiliki dua kondisi yaitu kontak bantu normally open (NO) dengan kode 13 dan 14 yang berfungsi sebagai kontak pengunci yang bertujuan untuk mengunci


12 kontaktor agar terus bekerja walau perintah bekerja (push button start) sudah dilepas. Kontak bantu normally close (NC) dengan kode 21 dan 22 dapat dihubungkan ke lampu indikator (pilot lamp) sebagai penanda sistem sudah daiktifkan (MCB ON) namun belum dijalankan dengan menggunakan Push Button 3.3Relay Relay adalah Saklar (Switch) yang dioperasikan secara listrik dan merupakan komponen Electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri dari 2 bagian utama yakni Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak Saklar/Switch). Relay menggunakan Prinsip Elektromagnetik untuk menggerakkan Kontak Saklar sehingga dengan arus listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi. Sebagai contoh, dengan Relay yang menggunakan Elektromagnet 5V dan 50 mA mampu menggerakan Armature Relay (yang berfungsi sebagai saklarnya) untuk menghantarkan listrik 220V 2A. Dibawah ini adalah gambar bentuk Relay dan Simbol Relay yang sering ditemukan Gambar Relay 3.3


13 Prinsip Kerja Relay Pada dasarnya, Relay terdiri dari 4 komponen dasar yaitu : 1. Electromagnet (Coil) 2. Armature 3. Switch Contact Point (Saklar) 4. Spring Berikut ini merupakan gambar dari bagian-bagian Relay : Gambar Strukctur Relay 3.4 Kontak Poin (Contact Point) Relay terdiri dari 2 jenis yaitu : ▪ Normally Close (NC) yaitu kondisi awal sebelum diaktifkan akan selalu berada di posisi CLOSE (tertutup) ▪ Normally Open (NO) yaitu kondisi awal sebelum diaktifkan akan selalu berada di posisi OPEN (terbuka) Berdasarkan gambar diatas, sebuah Besi (Iron Core) yang dililit oleh sebuah kumparan Coil yang berfungsi untuk mengendalikan Besi tersebut. Apabila Kumparan Coil diberikan arus listrik, maka akan timbul gaya Elektromagnet yang kemudian menarik


14 Armature untuk berpindah dari Posisi sebelumnya (NC) ke posisi baru (NO) sehingga menjadi Saklar yang dapat menghantarkan arus listrik di posisi barunya (NO). Posisi dimana Armature tersebut berada sebelumnya (NC) akan menjadi OPEN atau tidak terhubung. Pada saat tidak dialiri arus listrik, Armature akan kembali lagi ke posisi Awal (NC). Coil yang digunakan oleh Relay untuk menarik Contact Poin ke Posisi Close pada umumnya hanya membutuhkan arus listrik yang relatif kecil. Arti Pole dan Throw pada Relay Karena Relay merupakan salah satu jenis dari Saklar, maka istilah Pole dan Throw yang dipakai dalam Saklar juga berlaku pada Relay. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai Istilah Pole and Throw : ▪ Pole : Banyaknya Kontak (Contact) yang dimiliki oleh sebuah relay ▪ Throw : Banyaknya kondisi yang dimiliki oleh sebuah Kontak (Contact) Berdasarkan penggolongan jumlah Pole dan Throw-nya sebuah relay, maka relay dapat digolongkan menjadi : ▪ Single Pole Single Throw (SPST) : Relay golongan ini memiliki 4 Terminal, 2 Terminal untuk Saklar dan 2 Terminalnya lagi untuk Coil. ▪ Single Pole Double Throw (SPDT) : Relay golongan ini memiliki 5 Terminal, 3 Terminal untuk Saklar dan 2 Terminalnya lagi untuk Coil. ▪ Double Pole Single Throw (DPST) : Relay golongan ini memiliki 6 Terminal, diantaranya 4 Terminal yang terdiri dari 2 Pasang Terminal Saklar sedangkan 2 Terminal lainnya untuk Coil. Relay DPST dapat dijadikan 2 Saklar yang dikendalikan oleh 1 Coil. ▪ Double Pole Double Throw (DPDT) : Relay golongan ini memiliki Terminal sebanyak 8 Terminal, diantaranya 6 Terminal yang merupakan 2 pasang Relay SPDT yang dikendalikan oleh 1 (single) Coil. Sedangkan 2 Terminal lainnya untuk Coil. Selain Golongan Relay diatas, terdapat juga Relay-relay yang Pole dan Throw-nya melebihi dari 2 (dua). Misalnya 3PDT (Triple Pole Double Throw) ataupun 4PDT (Four Pole Double Throw) dan lain sebagainya.


15 Untuk lebih jelas mengenai Penggolongan Relay berdasarkan Jumlah Pole dan Throw, silakan lihat gambar dibawah ini : Gambar jenis 3.5 Relay Fungsi-fungsi dan Aplikasi Relay Beberapa fungsi Relay yang telah umum diaplikasikan kedalam peralatan Elektronika diantaranya adalah : 1. Relay digunakan untuk menjalankan Fungsi Logika (Logic Function) 2. Relay digunakan untuk memberikan Fungsi penundaan waktu (Time Delay Function) 3. Relay digunakan untuk mengendalikan Sirkuit Tegangan tinggi dengan bantuan dari Signal Tegangan rendah. 4. Ada juga Relay yang berfungsi untuk melindungi Motor ataupun komponen lainnya dari kelebihan Tegangan ataupun hubung singkat (Short).


16 3.4Timer Timer Delay Relay adalah sebagai pensaklaran atau relay yang bekerja berdasarkan ketentuan waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Karena memiliki fungsi tersebut, TDR bisa diterapkan pada rangkaian kontrol yang memiliki sifat otomatis. Contohnya pada rangkaian star-delta yang otomatis. TDR digunakan untuk beban yang berkedip dan lain sebagainya. Relay tersebut juga bisa digunakan untuk instalasi otomatis, contohnya pada ATS. Di sana, TDR bisa mengubah hubungan bintang segitiga pada motor, mengubah arah putaran, dan mengubah kecepatan motor. Semuanya dilakukan secara otomatis. Peralatan kontrol tersebut dapat digabungkan dengan peralatan kontrol lain, diantaranya Magnetic Contactor (MC) dan Overload Relay. TDR dipasang sebagai pengatur waktu untuk peralatan yang dikontrol. TDR digunakan untuk mengatur kapan kontaktor bisa hidup dan mati pada jeda waktu tertentu. Gambar 3.6 Timer Prinsip Kerja Timer TDR Sebelum membahas prinsip kerja, terdapat beberapa items indikator pada bagian timer yang perlu diketahui. Berikut adalah berbagai items indikator tersebut. • Power: Berperan sebagai indikator bahwa suplai tegangan sudah masuk. • Out: Berperan sebagai indikator bahwa keluaran timer kerja (waktu aktual = Set).


17 • A: Mode timer (mode On Delay). • 0-12: Skala timer (dapat diubah). • Sec: satuan waktu dalam second (detik) (dapat diubah dalam satuan jam atau hari). • Jarum Merah: Berperan sebagai indikator set, diubah dengan cara diputar. • Ratings. • Tegangan Kerja: Contohnya, 100-240 Vac / 100-125 Vdc. • Kapasitas Beban: Contohnya, 5 A 250 Vac. • Konsumsi daya: Contohnya, 1,6 Watt (Relay On). Prinsip kerja Timer Delay Relay alias TDR tidak sulit untuk dipahami. Bagian masukkan (input) timer umumnya dinyatakan sebagai koil atau kumparan. Sementara bagian keluaran (output) sebagai kontak NC (Normally Close) / NO (Normally Open). Kumparan timer akan bekerja selama mendapatkan sumber arus. Jika mencapai batas waktu, otomatis timer akan mengunci dan membuat kontak NO jadi NC dan sebaliknya. Ketika timer diberi tenaga atau mendapatkan suplai tegangan, timer mulai menghitung. Ketika jumlah hitungan aktual sama dengan setelan, output timer akan beroperasi. Kontak timer berupa NC & NO. Secara umum prinsip kerja timer persis dengan relay maupun kontaktor, yakni akan ON apabila koil dialiri arus listrik. Perbedaannya, TDR tidak didesain untuk mengunci sendiri seperti relay dan kontaktor magnet. Dalam pemasangannya, TDR harus digandeng dengan kontaktor magnet dan relay (jaga TDR tetap ON). Tipe-tipe TDR Setelah membahas prinsip kerja timer TDR, selanjutnya akan dibahas 3 tipe TDR. Ketiganya adalah timer analog, timer digital, dan timer mekanik. Berikut penjelasan dari ketiga tipe TDR tersebut. 1. Timer Analog Timer analog bekerja dengan menggunakan power bertenaga listrik, sesudah mendapatkan tegangan suplai, ditandai dengan power yang menyala, kemudian akan mulai bekerja menghitung waktu. Dalam masa perhitungan, lampu indikator akan berkedip. Jika waktu sudah tercapai, LED akan menyala terus.


18 2. Timer Digital Timer digital bekerja dengan power tenaga listrik. Jenis digital memiliki cara kerja yang sama dan merupakan pengembangan dari timer analog. Perbedaan digital dengan analog ada pada tampilannya. Timer ini lebih modern dan dilengkapi fitur-fitur penunjang yang membuatnya lebih baik dari timer analog. 3. Timer Mekanik Awal mulanya, timer mekanik bekerja dengan tenaga listrik, selanjutnya bekerja dengan tenaga baterai dalam timer. Timer ini mampu bekerja tanpa adanya suplai tenaga listrik dan dalam keadaan darurat. Mengenai cara kerjanya, timer mekanik memiliki prinsip kerja yang sama dengan timer analog dan digital


19 BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Crane Crane merupakan salah satu pesawat pengangkat dan pemindah material yang banyak di gunakan. Crane juga merupakan mesin alat berat (heavy equitment) yang memilki bentuk dan kemampuan angkat yang besar dan mampu berputar hingga 360 derajat dan jangkauan hingga puluhan meter. Crane biasanya digunakan dalam pekerjaan pekerjaan proyek, pelabuhan, perbengkelan, industri, pergudangan dll. Crane biasanya terdiri atas beberapa jenis crane diantaranya ialah : 1. Tower Crane Gambar Tower Crane 4.1 Tower crane merupakan pesawat pengangkat material/mesin yang biasa digunakan pada proyek kontruksi. Tower crane terdiri dari beberapa bagian yang dapat dibongkar pasang ketika digunakan sehingga mudah untuk dibawa kemana saja. Tower crane biasanya diangkut secara terpisah menggunakan kendaraan (trailer) ke tempat proyek kemudian dipasang kembali di tempat proyek. Dan pemasangan tower crane termasuk cukup lama karena banyak bagian-bagian yang harus dipasang termasuk pembuatan pondasi tower crane.


20 2. Mobile Crane (Truck Crane) Gambar 4.2 Mobile Crane Mobile Crane (Truck Crane) adalah crane yang terdapat langsung pada mobile (Truck) sehingga dapat dibawa langsung pada pada lokasi kerja tampa harus menggunakan kendaraan (trailer). Crane ini memiliki kaki (pondasi/tiang) yang dapat dipasangkan ketika beroperasi, ini dimaksukkan agar ketika beroperasi crane menjadi seimbang. 3. Crawler Crane Gambar Crawler Crane 4.3 Crawler crane merupakan pesawat pengangkat material yang biasa digunakan pada lokasi proyek pembangunan dengan jangkaun yang tidak terlalu panjang. Crane ini memiliki roda-roda rantai (crawler) yang dapat bergerak ketika digunakan dan digunakan


21 pada berbagai medan. Untuk bisa sampai kelokasi crawler crane diangkut menggunakan truck trailer ke tempat lokasi dengan membongkar bagian ‘Boom’ menjadi beberapa bagian kemudian dipasang kembali pada lokasi proyek. 4. Hidraulik Crane Gambar 4.4 Hidraulik Crane Umumnya semua jenis crane menggunkan sistem hidraulik (minyak) dan pheneumatik (udara) untuk dapat bekerja. Namun secara khusus Hidraulik crane adalah crane yang biasa digunakan pada perbengkelan dan pergudangan dll, yang memilki struktur sederhana. Crane ini biasanya diletakkan pada suatu titik dan tidak untuk dipindahpindah dan dengan jangkauan tidak terlalu panjang serta putaran yang hanya 180 derajat. Sehingga biasanya pada suatu perbengkelan/pergudangan terdapat lebih dari satu Crane.


22 5. Hoist Crane Gambar 4.5 Hoist Crane Hoist Crane adalah pesawat pengangkat yang biasanya terdapat pada pergudangan dan perbengkelan. Hoist Crane ditempatkan pada langit-langit dan berjalan diatas rel khusus yang yang dipasangi pada langit-langit tersebut. Rel-rel tadi juga dapat bergerak secara maju-mundur pada satu arah. 6. Jip Crane Gambar 4.6 Jip Crane Jip crane adalah pesawat pengangkat yang terdiri dari berbagai ukuran, jip crane yang kecil biasanya digunakan pada perbengkelan dan pergudangan untuk memindahkan barang-barang yang relatif berat. Jip crane memilki sistem kerja dan mesin yang mirip seperti ‘Hoist Crane’ dan struktur yang mirip ‘Hidraulik Crane’.


23 4.2 Hot Metal Crane Prinsip Kerja Hot Metal Crane di PT Vale : • Membawa Ladle dari proses taping , kemudian Matte di tuang ke tungku pierce smith • Membawa hasil proses Pierce Smith menggunakan Ladle untuk di bawa ke proses Granulasi • Membawa Ladle ke Area pembersian terak matte yang kering 1. Bagian bagian utama Hot Metal Crane : • Main Hoist berfungsi menaikkan dan menurunkan ladle dengan mengaitkan Hook pada kedua pinggir ladle • Auxiliry berfungsi menyeimbangkan ladle dan dibutuhkan saat menuangkan Matte • Troli berfungsi untuk mengarahakan crane ke barat dan ke timur


24 • Bridge berfungsi untuk mengarahkan crane ke utara dan ke selatan • Cabin Operator berfungsi sebagai tempat operator mengoprasikan crane


25 2. Bagian Utama Hoist Crane : • Drum Drum merupakan salah satu bagian hoist crane yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan tali atau rantai. Drum pada hoist crane biasanya terletak di atas mesin dan memiliki beberapa lapisan untuk menghindari gesekan yang berlebihan pada tali atau rantai saat diangkat atau diturunkan. Drum juga dapat dikontrol dengan sistem rem yang terdapat di dalamnya untuk mengatur kecepatan dan mencegah tali atau rantai melorot saat tidak dioperasikan. • Gear Box Gear box merupakan bagian hoist crane yang berfungsi sebagai tempat untung meneruskan putaran dengan mengatur kecepatan terbantung roda gigi yang digunakan • Copling Coopling merupakan bagian hoist crane yang berfungsi meneruskan putran dari poros motor sebelum masuk ke roda gigi • Motor Motor adalah bagian hoist crane yang berfungsi untuk menggerakkan drum dan mengatur kecepatan angkat dan turun beban. Motor pada hoist crane biasanya menggunakan sumber listrik atau hidrolik untuk menggerakkan sistem hoist. Pemilihan motor harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas beban yang akan diangkat. • Sling/Rantai Sling atau rantai merupakan bahan yang digunakan untuk mengangkat beban pada hoist crane. Sling atau rantai harus memiliki kekuatan dan daya tahan yang cukup untuk menahan beban yang diangkat. Pemilihannya harus disesuaikan dengan berat dan jenis beban yang akan diangkat. Selain itu, harus diperiksa secara berkala untuk memastikan kekuatan dan kualitasnya. • Rem Rem adalah bagian hoist crane yang berfungsi untuk mengatur kecepatan dan menghentikan drum saat tidak digunakan. Rem pada hoist crane harus memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan beban saat diangkat dan


26 menurunkan beban dengan aman. Pemilihan rem harus disesuaikan dengan kapasitas dan berat beban yang akan diangkat. • Hook Hook atau kait adalah bagian hoist crane yang berfungsi untuk mengaitkan beban yang akan diangkat. Hook pada hoist crane biasanya terbuat dari baja yang kuat dan tahan lama. Beberapa hook dapat diatur secara otomatis untuk menghindari terjadinya kerusakan atau kegagalan dalam mengangkat beban. • Control Panel Control panel adalah bagian hoist crane yang berfungsi untuk mengatur dan mengontrol hoist crane. Control panel terdiri dari beberapa tombol dan switch yang digunakan untuk mengoperasikan hoist crane. Control panel pada hoist crane biasanya terletak di dalam kabin operator, dan dilengkapi dengan sistem pengaman dan alarm untuk mencegah terjadinya kecelakaan saat mengoperasikan hoist crane. 4.3 Permasalahan yang timbul Hoist Crane pada sistem control Saat posisi down , tapi tidak mau up • Check Kontaktor MH • Check Gear Limit Up • Speed Sensing Switch Saat posisi up , tapi tidak mau down • Check Kontaktor ML • Check Gear Limit Down • Speed Sensing Switch Kecepatan tidak full Speed • Check Accelerasi Resistant • Check Kontaktor 1AH,2AH,3AH,4AH dan RC • Check timer 1TH,2TH,3TH,4TH Bisa up dan bisa down , Namun motor mendengung • Check Connection Motor • Check Power Limit • Check Kontak kit kontaktor MH dan ML • Check tegangan 380v • Check Over load


27 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Hot Metal Crane salah satu alat yang critical di Area Process Plant PT Vale Indonesia, dimana Equiment ini beroprasi 24 jam ,untuk melakukan proses pemurnian Nikkel dimana digunakan di Area Converter. Perawatan dilakukan secara berkala agar equipment ini dapat beroprasi secara berkelanjutan, namun meskipun dilakukan perawatan rutin tidak menutup kemungkinan terjadinya kerusakan pada alat-alat penunjang dari Hot Metal Crane . 5.2 Saran: • Selalu dilakukan review pengetahuan SOP para pekerja lapangan agar lebih aman saat bekerja melakukan Maintenance • Selalu melakukan toolobox meeting diawal kerja . • Bekerja selalu sesuai SOP (Standard Oprasional Prosedur ) • Bekerja Selalu dengan zero energi, saat maintenance part yang mempunyai energi


28 DAFTAR PUSTAKA • https://teknikelektronika.com/pengertian-relay-fungsi-relay/#google_vignette • ilmu-pengetahuan/prinsip-kerja-timer/ • https://synergysolusi.com/indonesia/berita-k3/jenis-crane-dan-fungsinya/


29 LAMPIRAN


30


31


32


33


34


35


36


37


38


Click to View FlipBook Version