The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Rangkuman Materi Pelajaran Tema 6 Kelas 5 Oleh Ahmad Syukur

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ahmadsyukur1989, 2022-07-25 02:51:01

Rangkuman Materi Pelajaran Tema 6 Kelas 5

Rangkuman Materi Pelajaran Tema 6 Kelas 5 Oleh Ahmad Syukur

Keywords: Tema 6,Rangkuman Materi,Kelas 5

TEMA 6

A. PPKn
1. Ideologi Pancasila
Ideologi bermakna sebagai semua pandangan, nilai, cita-cita, dan keyakinan yang ingin
diwujudkan dalam kehidupan nyata. Fungsi ideologi sendiri yaitu membentuk identitas/ciri
kelompok atau bangsa. Ideologi mempunyai kecenderungan untuk “memisahkan” kita dari
mereka. Ideologi berfungsi mempersatukan “sesama” kita.

Fungsi Pancasila sebagai Ideologi Negara
1. Menyatukan bangsa Indonesia, memperkokoh dan memelihara kesatuan dan persatuan.
2. Membimbing dan mengarahkan bangsa Indonesia unutk mencapai tujuannya.
3. Memberikan kemauan untuk memelihara dan mengembangkan identitas bangsa Indonesia
4. Menerangi dan mengawasi keadaan, serta kritis kepada adanya upaya untuk mewujudkan cita-

cita yang terkandung di dalam pancasila.
5. Sebagai pedoman bagi kehidupan bangsa Indonesia dalam upaya menjaga keutuhan negara

dan memperbaiki kehidupan dari bangsa Indonesia.

Pancasila sebagai ideologi mempunyai makna sebagai berikut:
1. Nilai-nilai yang tercantum dalam Pancasila menjadi cita-cita normatif penyelenggaraan

bernegara.
2. Nilai-nilai yang tercantum dalam Pancasila merupakan nilai yang disepakati bersama dan oleh

karena itu menjadi salah satu sarana pemersatu (integrasi) masyarakat Indonesia.

Hak, Kewajiban dan Tanggungjawab
Hak adalah segala sesuatu yang harus kita dapatkan dan miliki. Tetapi kita tidak boleh
berlebihan saat menggunakan hak. Penggunaan hak harus tetap bertanggung jawab.

Contoh hak anak :
Mendapat pendidikan, mendapat kasih sayang, hak perlindungan, hak tumbuh kembang, bermain
dengan teman sebaya

Contoh hak warga negara yang tercantum dalam UUD 1945
a. Pasal 27 ayat 1 (memiliki kedudukan yang sama dalam hokum dan pemerintahan)
b. Pasal 27 ayat 2 ( berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak)
c. Pasal 28 (berhak untuk berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat)
d. Pasal 29 ayat 2 ( berhak untuk memilih, memmeluk dan menjalankan agama serta

kepercayaannya)
e. Pasal 30 ayat 1 ( berhak dalam usaha pembelaan negara)
f. Pasal 30 ayat 2 ( berhak mempertahankan wilayah NKRI dari serangan musuh)
g. Pasal 31 ayat 1 (berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran)

Kewajiban adalah segala sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab. Jika
kewajiban tidak dilaksanakan kita akan mendapatkan peringatan dan sanksi.

Contoh kewajiban anak di rumah :
Menghormati & membantu orang tua, mendengarkan nasihat orang tua, menaati aturan di rumah.

Kewajiban warga negara yang tercantum dalam UUD 1945 adalah :
a. Pasal 23 A ( wajib membayar pajak dan retribusi)
b. Pasal 27 ayat 1 ( wajib menaati serta menjunjung tinggi dasar negara, hokum, dan

pemerintahan tanpa terkecuali
c. Pasal 27 ayat 3 ( wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara)
d. Pasal 28 (wajib menghormato hak asasi orang lain)
e. Pasal 30 ayat 1 ( wajib berperan serta dalam emmbela dan mempertahankan kedaulatan

negara dari serangan musuh)
f. Pasal 31 ayat 2 ( wajib mengikuti pendidikan dasar yang sepenuhnya dibiayai oleh negara)
a. Hak dan kewajiban harus dijalankan secara seimbang.

Tanggung jawab adalah keadaan untuk menerima akibat dari perbuatan. Sebagai bangsa
Indonesia kita harus melaksanakan tanggung jawab sesuai dengan UUD 1945. Salah satu
tanggung jawab warga negara Indonesia adalah mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menjaga
persataun dan kesatuan bangsa.

1|Tema 6 Rangkuman Materi Kelas 5 – Ahmad Syukur, S.Pd.

B. Bahasa Indonesia
1. Menulis dan Meringkas
1. Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu
media dengan menggunakan aksara.
2. Ringkasan secara sempit adalah cara efektif dalam penyajian suatu karangan atau bentuk
tulisan lainnya dalam bentuk singkat. Fungsi Ringkasan adalah untuk mengetahui dan
memahami gagasan utama dan tujuan penulis melalui tulisannya seperti buku, artikel, dll
secara keseluruhan dengan cepat dan singkat.
3. Mengarang adalah aktivitas menuangkan ide/ gagasan ke dalam sebuah karya tulis dengan
tujuan tertentu. Proses mengarang diawali dengan mencari ide. Selanjunya yang harus anda
lakukan adalah membuat kerangka karangan, ialah suatu rencana kerja yang berisi garis besar
dari suatu karangan yang akan ditulis.

Cara untuk menyusun kerangka karangan yaitu:
1. Menentukan tema atau merumuskan tema yang jelas berdasarkan suatu topic atau tujuan

yang akan dicapai.
2. Merumuskan pikiran utama atau kalimat utama.
3. Menyusun garis besar pikiran penjelas yang merupakan perincian dari pikiran utama.
4. Meneliti apakah pikiran penjelas berhubungan dengan pikiran utama serta apakah ada

pikiran penjelas yang sama atau sederajat.
5. Menentukan susunan yang paling sesuai dan logis, dan yang tak kalah penting adalah

menggunakan bahasa yang baik, bernalar, menarik, sesuai dengan jenis tulisan.
6. Menuliskan Karangan.

Beberapa hal yang perlu diketahui sebelum menyusun karangan adalah:
1. Tema.
2. Topik.
3. Kerangka karangan.
4. Judul.

2. Teks eksplanasi
Teks eksplanasi merupakan teks yang menjelaskan tentang proses terjadinya atau terbentuknya
suatu fenomena alam atau sosial. Pada teks eksplanasi juga sebuah peristiwa timbul karena ada
peristiwa lain sebelumnya dan peristiwa tersebut mengakibatkan peristiwa yang lain sesudahnya.

Struktur Teks Eksplanasi
1. Pernyataan Umum Berisi tentang penjelasan umum tentang fenomena yang akan dibahas,

bisa berupa pengenalan fenomena tersebut atau penjelasannya. Dalam contoh teks di atas.
Penjelasan umum yang dituliskan dalam teks ini berupa gambaran secara umum tentang
tsunami, mengapa tsunami terjadi, dan bagaimana proses peristiwa tsunami tersebut bisa
terjadi.
2. Deretan Penjelas Berisi tentang penjelasan proses mengapa tsunami bisa terjadi atau tercipta
dan bisa terdiri lebih dari satu paragraf. Deretan penjelas mendeskripsikan dan merincikan
penyebab dan akibat dari tsunami.
3. Interpretasi (Opsional)Teks penutup yang bersifat pilihan, dan bukan keharusan. Teks
penutup yang dimaksud adalah, teks yang merupakan intisari atau kesimpulan dari pernyataan
umum dan deretan penjelas. Opsionalnya dapat berupa tanggapan maupun mengambil
kesimpulan atas pernyataan yang ada dalam teks tersebut.

3. Pokok pikiran
Pikiran pokok adalah ide utama dari sebuah paragraf. Pikiran pokok disebut juga pikiran utama,
gagasan utama atau gagasan pokok. Setiap paragraf memiliki satu pikiran pokok yang merupakan
inti dari pembicaraan yang ada pada paragraf tersebut.
Pikiran pokok dalam suatu paragraf biasanya terdapat di awal, tengah atau akhir paragraf.
Pikiran pokok terdapat dalam kalimat yang paling umum dan biasanya dijelaskan dengan kalimat
lain yaitu kalimat-kalimat penjelas sebagai uraian dari pikiran pokok atau gagasan pokok.

2|Tema 6 Rangkuman Materi Kelas 5 – Ahmad Syukur, S.Pd.

4. Karangan fiksi dan non fiksi
1. Karangan Fiksi yaitu karangan yang berisi kisahan atau cerita yang dibuat berdasarkan
khayalan atau imajinasi pengarang. Fiksi atau cerita rekaan biasanya berbentuk novel, dan
cerita pendek (cerpen). Fiksi ilmiah fiksi ilmu pengetahuan adalah fiksi yang ditulis
berdasarkan ilmu pengetahuan, teori, atau spekulasi ilmiah.
2. Karangan nonfiktif yaitu karangan yang dibuat berdasarkan fakta, realita, atau hal-hal yang
benar-benar dan terjadi dalam keidupan kita sehari-hari. Tulisan nonfiktif biasanya
berbentuk tulisan ilmiah dan ilmiah populer, laporan, artikel, feature, skripsi, tesis, desertasi,
makalah, dan sebagainya.

C. IPA
- Sumber energi kalor : matahari, api, gesekan benda dan energi listrik
- Energi kalor dari matahari dapat menyebabkan perubahan di alam. Contohnya es batu yang ditaruh
di luar ruangan akan mencair (mengubah benda padat menjadi cair)
- Panas dan dingin suatu benda tidak dapat diukur dengan indra peraba. Suhu diukur dengan
thermometer yang satuannya adalah Celsius. Panas dapat berpindah dari satu benda ke benda lain,
sementara suhu tidak dapat berpindah.
- Perpidahan suhu dapat menyebabkan perpindahan kalor. Contohnya saat kita memasak air. Kalor
berpindah dari suhu tinggi ke suhu yang lebih rendah.
- Energi panas dapat menyebabkan benda mengalami pemuaian atau penyusutan. Pemuaian
menyebabkan benda mengalami pertambahan ukuran atau volume sementar penyusutan adalah
perubahan yang menyebbakan benda mengalami pengurangan ukuran atau volume.

Contoh penerapan pemuaian dalam kehidupan sehari-hari :
1. kaca jendela dipasang dengan memberi jarak untuk pemuaian Sehingga terhindar dari pecah.
2. pengisian udara pada ban sepeda tidak diisi terlalu penuh untuk menghindari ban pecah karena

terkena panas.
3. kabel listrik dan telepon dipasang kendur untuk menghindari kabel putus
4. rel kereta api dipasang renggang atau diberi celah agar terhindar dari patah atau menjadi

melengkung saat terkena panas
5. pada thermometer diberi zat cair berupa air raksa atau alcohol Sehingga jika terkena panas

badan, zat cair dalam temometer akan naik.

- Ada tiga cara perpindahan kalor yaitu :
1. Konduksi / hantaran ( perpindahan kalor melalui zat perantara yang berupa benda padat) contoh
: ujung sendok terasa panas jika ujung lainnya terkena panas
2. Radiasi (perpindahan kalor dengan pancaran )contoh : panas matahari , panas api unggun. Panas
dari radiasi akan mudah diserap oelh benda berwarna hitam. Sehingga jika menggunakan baju
berwarna hitam di siang hari akan terasa panas. Sebaliknya jika menggunakan baju hitam di
malam hari, kita akan merasa kedinginan.
3. Konveksi / aliran (perpindahan kalor yang disertai perpindahan zat perantaranya dan terjadi pada
zat cair dan gas) contoh : air dalam panci yang dipanaskan sampai mendidih dan terjadinya
angina darat dan angin laut.

- Berdasarkan sifat menghantarkan panas, bahan dibagi 3 yakni :
1. Konduktor ( bahan yang dapat menghantarkan panas contoh kaca dan logam (besi, aluminium,
dan tembaga)
2. Isolator (bahan yang tidak dapat menghantarkan panas contoh : kayu,kain, dan plastik) Selimut
adalah salah satu contoh isolator. Selimut menjaga agar panas tubuh kita tidak keluar)
3. Semikonduktor ( bahan yang sedikit dapat menghantarkan panas)

D. IPS
- Semua makhluk hidup melakukan interaksi dengan lingkungan alam sebagai sumber
penghidupan.
- Manusia berinteraksi dengan lingkunan alam dilakukan dengan dua cara yakni :
a. Menyesuaikan diri dengan cara mempelajari peristiwa alam (petani menyesuaikan waktu
tanam dengan musim hujan, nelayan memilih waktu berlayar sesuai keadaan cuaca, manusia
menghindari tinggal di daerah yang rawan bencana

3|Tema 6 Rangkuman Materi Kelas 5 – Ahmad Syukur, S.Pd.

b. Memanfaatkan alam sekitar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ( manusia mengolah
sumber daya alam , membangun bendungan untuk mengairi lahan pertanian,dll)

- Interaksi manusia dengan lingkungan alam terkadang membawa dampak negatif seperti
membuang sampah sembarangan dan menebang pohon secara liar akhirnya terjadi banjir, tanah
longsor, dan kebakaran hutan, menggunakan pupuk kimia berlebihan, membuang limbah ke
sungai dll.

- Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Manusia harus menjalin
interaksi dengan lingkungan sekitar baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial.

- Salah satu hasil laut terbesar Indonesia adalah ikan. Kegiatan di pelelangan ikan adalah contoh
interaksi sosial. Pihak yang terlibat di pelelangan ikan adalah : penjual/nelayan, juru lelang,
pedagang ikan, penyedia jasa transportasi.

Kegiatan ekonomi masyarakat umumnya disesuaikan dengan bentang alam seperti :
1. Pegunungan (perkebunan, beternak, mengelola obyek wisata)
2. Dataran tinggi (perkebunan, beternak, mengelola obyek wisata)
3. Dataran rendah ( petani padi, beternak, penambangan, kegiatan industri)
4. Pantai (menangkap ikan, budidaya hasil laut, mengelola obyek wisata)

Permasalahan sosial yang muncul di lingkungan sekitar adalah membuang sampah di sembarang
tempat, pembuangan limbah di sungai, munculnya bangunan liar dan kemacetan lalu lintas, dan
tindak kejahatan.

E. SBdP
- Tangga nada pentatonis adalah tangga nada yang hanya memakai lima nada pokok dengan -
jarak yang berbeda-beda. Tangga nada pentatonis ditemukan pada alat musik daerah seperti :
saron (Jawa), gambang (Jawa), angklung (Sulawesi), kolintang (Kalimantan) dan sasando (Nusa
Tenggara).

Tangga nada pentatonis terbagi menjadi 2 yaitu
a. tangga nada Pelog berkesan gagah dan sacral contohnya pada lagu Gundul Pacul
b. tangga nada slendro berkesan gembira dan lincah contohnya pada lagu Cublak-Cublak

Suweng. Cing Cangkeling

- Pola lantai adalah garis-garis imajiner / khayal yang dilalui oleh seorang penari pada saat
melakukan gerak tari. Pola lantai berfungsi untuk memandu gerak penari dan menambah
keindahan penyajian tari.

Pola lantai terdiri atas 2 bentuk dasar yakni :
a. Pola lantai garis lurus yang dikembangkan menjadi garis horizontal, vertical, dan diagonal

bahkan dapat dibentuk menjadi pola lantai zig zag, segitiga, segi empat, atau segi lima.
b. Pola lantai garis lengkung yang dikembangkan menjadi pola lingkaran, angka delapan, garis

lengkung ke depan, dan garis lengkung ke belakang.

- Formasi tari adalah susunan posisi penari saat menari.
- Gambar cerita adalah gambar yang menceritakan suatu adegan atau peristiwa. Fungsinya untuk

memperjelas isi cerita, memperjelas isi pesan. Gambar cerita biasa ditemukan pada bagian
sampul buku maupun isi

- Teknik pewarnaan pada gambar cerita :
1. Teknik pewarnaan kering ( pensil, krayon, spidol) tidak memerlukan air
2. Teknik pewarnaan basah (cat air, tinta bak, cat minyak) memerlukan air sebagai pengencer.

- Teknik menggambar cerita :
1. Teknik arsir (menggoreskan pensil /spidol berulang-ulang)
2. Teknik blok (menutup gambar dengan satu warna)
3. Teknik sapuan basah (menggunakan cat air dengan sapuan warna yang tipis)

4|Tema 6 Rangkuman Materi Kelas 5 – Ahmad Syukur, S.Pd.


Click to View FlipBook Version