The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Supervisi adalah salah satu tugas pokok kepala sekolah

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by yeyetdaryati62, 2021-03-02 07:43:20

SUPERVISI OLEH KEPALA SEKOLAH

Supervisi adalah salah satu tugas pokok kepala sekolah

Keywords: Tugas Pokok Kepala Sekolah

SUPERVISI AKADEMIK OLEH KEPALA SEKOLAH

YEYET DARYATI

A. Konsep Supervisi Akademik
Salah satu tugas pokok kepala sekolah adalah supervisi kepada guru dan

tenaga kependidikan (Permendikbud Nomor 6 tahun 2018 Pasal 15 ayat (1).
Supervisi yang dilakukan terhadap guru disebut supervisi akademik. Sedangkan
supervisi yang dilakukan terhadap tenaga kependidikan disebut supervisi
manajerial. Pembahasan materi ajar ini lebih menekankan kepada supervisi
akademik yaitu yang dilakukan terhadp guru. Dalam melaksanakan tugas supervise
akademik, kepala sekolah perlu memiliki kemampuan yang mendalam tentang
konsep supervisi akademik.

Konsep supervisi akademik meliputi: pengertian, tujuan, manfaat, fungsi,
prinsip-prinsip, pendekatan, perencanaan, teknik, dan langkah-langkah.
1. Pengertian Supervisi

Banyak para ahli [endidikan yang memberi pengertian tentang supervisi
akademik, diantaranya adalah;

a. Ametembun (1993): “Secara etimologis supervisi terdiri dari dua buah kata
super + vision : Super = atas, lebih, Vision = lihat, tilik, awasi.”
Makna yang terkandung dari pengertian tersebut, bahwa seorang
supervisor mempunyai kedudukan atau posisi lebih dari orang yang
disupervisi, tugasnya adalah melihat, menilik atau mengawasi orang-orang
yang disupervisi.

b. Kimball Wiles (1987): “Supervision is assistance in the development of a
better teaching learning situation”. (Pengawasan adalah bantuan dalam
pengembangan situasi belajar mengajar yang lebih baik)

c. Depdiknas (1994): Pembinaan yang diberikan kepada seluruh staf sekolah
agar mereka dapat meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan
situasi belajar mengajar yang lebih baik

d. Glickman (2007): “Supervisi akademik merupakan serangkaian kegiatan
membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses
pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.

e. Daresh (2001): ”Supervisi akademik merupakan upaya membantu guru-
guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pengajaran.”

Dengan melihat pengertian supervisi akademik dari beberapa ahli pendidikan,
maka secara umum supervisi akademik adalah merupakan bantuan profesional
kepada guru dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran sehingga guru
dapat membantu siswa untuk belajar lebih aktif, kreatif, inovatif, efektif, efisein dan
menyenangkan. Maka, supervisi akademik itu pada dasarnya menitik beratkan
pada pemantauan, pembinaan, dan pembimbingan terhadap kegiatan akademik,
berupa pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas.

Pada konteks pelaksanaan kurikulum 2013, supervisi akademik adalah
merupakan bantuan profesional kepada guru dalam upaya menciptakan proses
pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi
siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,
kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik
serta psikologis siswa. Sasaran supervisi pembelajaran K.13 mencakup
pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dielaborasi.

2. Tujuan Supervisi
Seperti dikatakan Glickmen (1981), bahwa bahwa kegiatan supervisi akademik
adalah bertujuan untuk membantu guru mengembangkan kemampuan
mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan bagi murid- muridnya.
Tujuan Umum:
Tujuan yang paling pokok dalam supervisi pembelajaran adalah bagaimana
guru mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Menurut
Sergiovanni (1987), kegaiatan supervisi akademik bertujuan untuk (a)
Pengembangan Profesionalisme; (b) Pengawasan Kualitas; (c) Penumbuhan
Motivasi. Seperti pada gambar berikut ini.

Pengembangan
Profesionalisme

TIGA TUJUAN
SUPERVISI

Penumbuhan Pengawasan
Motivasi kualitas

Tujuan Khusus
Tujuan khusus supervise akademik adalah untuk mengetahui:
a. Kompetensi guru dalam membuat persiapan atau perencanaan pembelajaran.
b. Ketepatan dalam memilih pendekatan, model, metode, dan teknik pembelajaran

sesuai dengan bahan ajar yang akan disampaikan kepada siswa.
c. Kompetensi guru sebagai tenaga profesional dalam melaksanakan proses

pembelajaran di dalam kelas.
d. Kompetensi guru dalam mengembangkan instrumen penilaian dalam

melaksanakan evaluasi, baik evaluasi selama proses pembelajaran atau
evaluasi hasil belajar.
e. Kemampuan guru dalam memberikan tindak lanjut pembelajaran kepada siswa.
f. Kelengkapan administrasi pembelajaran yang diperlukan dalam rangka
melaksanakan tugasnya sebagai seorang tenaga profesional di bidang
pendidikan.
3. Manfaat Supervisi Akademik
a. Guru yang disupervisi akan mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam

membuat perencanaan pembelajaran.
b. Guru yang bersangkutan dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan

dalam melaksanakan proses pembelajaran di dalam kelas.
c. Guru yang bersangkutan akan mengetahui kelebihan dan kekurangannya

dalam merencanakan dan mengembangkan instrumen penilaian
pembelajaran.
d. Sebagai bahan refleksi guru untuk menambah dan meningkatkan
wawasan serta pengetahuan.
4. Fungsi Supervisi Akademik
Sebagai sumber informasi bagi pengembangan profesionalisme guru
Menurut Pidarta, 1992:
a. Fungsi utama : membantu sekolah yang sekaligus mewakili pemerintah
dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yaitu membantu perkembangan
individu siswa
b. Fungsi kedua yaitu membantu sekolah dalam membina guru agar dapat
bekerja dengan baik

5. Prinsip-Prinsip Supervisi Akademik

a. Praktis, artinya mudah dikerjakan sesuai kondisi sekolah.
b. Sistematis, artinya dikembangan sesuai perencanaan program supervisi

yang matang dan tujuan pembelajaran.
c. Objektif, artinya masukan sesuai aspek-aspek instrumen.
d. Realistis, artinya berdasarkan kenyataan sebenarnya.
e. Antisipatif, artinya mampu menghadapi masalah-masalah yang mungkin

akan terjadi.
f. Konstruktif, artinya mengembangkan kreativitas dan inovasi pendidik dalam

mengembangkan proses pembelajaran.
g. Kooperatif, artinya ada kerja sama yang baik antara supervisor dan

pendidikdalam mengembangkan pembelajaran.
h. Kekeluargaan, artinya mempertimbangkan saling asah, asih, dan asuh

dalam mengembangkan pembelajaran.
i. Demokratis, artinya supervisor tidak boleh mendominasi pelaksanaan

supervisi akademik.
j. Aktif, artinya pendidik dan supervisor harus aktif berpartisipasi. humanis,

artinya mampu menciptakan hubungan kemanusiaan yang harmonis,
terbuka, jujur, ajeg, sabar, antusias, dan penuh humor
k. Berkesinambungan (supervisi akademik dilakukan secara teratur dan
berkelanjutan oleh Kepala sekolah).
l. Terpadu, artinya menyatu dengan dengan program pendidikan.
m. Komprehensif, artinya memenuhi ketiga tujuan supervisi akademik.

Untuk lebih memahami konsep supervisi akademik, kerjakanlah LK 2
(Terlampir) secara inidvidu.

6. Tahapan Supervisi Akademik
Kegiatan supervisi akademik dilaksanakan dengan tahapan/siklus yang
mengikuti alur kegaiatan pelakasanaan pada pengawasan proses
Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses. Alur siklus
tersebut meliputi, pemantauan, supervisi, pelaporan dan tindak lanjut, dengan
kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

a. Pemantauan
Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan,
pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran. Pemantauan dilakukan
melalui antara lain, diskusi kelompok terfokus, pengamatan, pencatatan,
perekaman, wawancara, dan dokumentasi.

b. Supervisi
Supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan,
pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran yang dilakukan melalui
antara lain, pemberian contoh, diskusi, konsultasi.

c. Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran
disusun dalam bentuk laporan untuk kepentingan tindak lanjut
pengembangan keprofesionalan pendidik secara berkelanjutan.

d. Tindak Lanjut
Tindak lanjut hasil pengawasan dilakukan dalam bentuk: a) penguatan dan
penghargaan kepada guru yang menunjukkan kinerja yang memenuhi atau
melampaui standar; dan b) pemberian kesempatan kepada guru untuk
mengikuti program pengembangan keprofesionalan berkelanjutan

7. Pendekatan Supervisi Akademik
Pendekatan yang digunakan dalam melaksanakan supervisi akademik, ada 3,
yaitu sebagai berikut:
a) Pendekatan Langsung (Direktif)
Pendekatan direktif adalah cara pendekatan terhadap masalah yang
bersifat langsung. Supervisor memberikan arahan langsung. Sudah tentu
pengaruh perilaku supervisor lebih dominan.
b) Pendekatan Tidak Langsung (Non-direktif)
Pendekatan tidak langsung (non-direktif) adalah cara pendekatan terhadap
permasalahan yang sifatnya tidak langsung. Perilaku supervisor dalam
pendekatan non-direktif adalah: mendengarkan, memberi penguatan,
menjelaskan, menyajikan, dan memecahkan masalah
c). Pendekatan Kolaboratif
Pendekata koplaboratif adalah cara pendekatan yang memadukan cara
pendekatan direktif dan non–direktif menjadi pendekatan baru. Pada
pendekatan ini baik supervisor maupun guru bersama-sama, bersepakat
untuk menetapkan struktur, proses dan kriteria dalam melaksanakan

proses percakapan terhadap masalah yang dihadapi guru. Perilaku
supervisor adalah sebagai berikut: menyajikan, menjelaskan,
mendengarkan, memecahkan masalah, dan negosiasi.

Adapun salah satu pendekatan supervisi akademik yang
memerlukan diagnosa kekurangan (kelemahan/penyakit) diberikan
perbaikan. Pendekatan ini lebih dikenal dengan pendekatan supervisi klinis.
Supervisi klinis dilaksanakan secara berkesinambungan melalui tahapan
pra-observasi, observasi pembelajaran, dan pasca observasi dengan
memperhatikan gaya kepengawasan.

8. Metode Supervisi Akademik
Metode Supervisi akademik yang biasa digunakan adalah metode langsung
dan metode tak langsung.
a. Metode Langsung
Cara yang ditempuh seorang supervisor baik secara pribadi maupun
kedinasan langsung berhadapan dengan orang yang akan disupervisi baik
secara individual maupun kelompok.
Contoh: observasi proses pembelajaran, ruang guru.
b. Tidak Langsung
Suatu cara di mana seorang supervisor baik secara pribadi maupun
kedinasan menggunakan berbagai media komunikasi dalam berhubungan
dengan orang yang akan disupervisi baik secara individu maupun kelompok.
Contoh: Internet, email, surat, dan papan pengumuman.

9. Teknik Supervisi Akademik
Teknik supervisi akademik terdiri atas dua macam, yaitu teknik supervisi
individual dan teknik supervisi kelompok
a. Teknik Supervisi Individual
Teknik supervisi individual adalah pelaksanaan supervisi perseorangan
terhadap guru, teknik supervisi individual terdiri atas lima macam yaitu
kunjungan kelas observasi kelas, pertemuan individual, kunjungan antar
kelas dan menilai diri sendiri.

b. Teknik Supervisi Kelompok
Teknik supervisi kelompok adalah satu cara melaksanakan program
supervisi yang ditunjukkan pada dua orang atau lebih. Guru-guru yang
diduga sesuai dengan analisis kebutuhan, memiliki masalah atau
kebutuhan atau kelemahan- kelemahan yang sama dikelompokkan atau
dikumpulkan menjadi satu, kemudian diberi layanan supervise sesuai
dengan permasalahan atau kebutuhannya.

10. Indikator Keberhasilan Supervisi Akademik
a.Kemampuan guru meningkat, khususnya dalam kemampuan merencanakan,
melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran.
b. Kualitas pembelajaran menjadi lebih baik, khususnya berkenaan dengan
kemampuan guru mengajar. (Pembelajaran yang berkualitas diharapkan
berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang tinggi)
c. Terjalin hubungan yang kolegial antara supervisor dan guru dalam
memecahkan permasalahan-permasalahan pembelajaran yang dihadapi
guru di lapangan.

B. Perencanaan Program Supervisi Akademik
Supervisi akademik adalah suatu siklus kegiatan yang diawali dari

perencanan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut hasil evaluasi. Salah satu
tahapan siklus kegiatan adalah perencanaan. Perencanan supervisi akademik
adalah suatu proses penyusunan dokumen perencanaan pelaksanaan dan
perencanaan pemantauan dalam rangka membantu guru mengembangkan
kemampuan mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Perencanaan program supervisi akademik dibuat sebagai arah dalam
melaksanakan kegiatan supervisi yang akan dilaksanakan oleh kepala sekolah.
Tanpa perencanaan yang matang kegiatan tidak terarah. Kegiatan yang tidak
terarah akan membawa dampak pada hasil yang kurang sesuai dengan harapan.
Perencanaan program juga dibuat sebagai alat ukur dalam menentukan
keberhasilan suatu kegiatan. Oleh karena itu menyusun perencanaan program
supervisi akademik sangat penting.

Program supervisi dibuat oleh kepala sekolah setiap tahun. Beberapa hal
yang perlu dipersiapkan dalam penyusunan program supervisi, adalah sebagai
berikut:
1. Hasil pelaporan supervisi tahun ajaran yang lalu.
2. Data lengkap guru yang akan disupervisi.
3. Administrasi pembelajaran guru ( Prota, RPP, Bahan Ajar, Buku Nilai, dsb).
4. Instrumen yang akan digunakan (Kepala Sekolah/Supervisor dapat

menggunakan instrumen yang sudah disiapkan atau dapat pula
mengembangkan/mengadaptasi instrumen sesuai kebutuhannya berupa
inventori atau skala)

Perencanaan program supervisi akademik dibuat dengan prinsip-prinsip:
a. objektif
b. bertanggung jawab
c. berkelanjutan
d. didasarkan pada 8 SNP
e. sesuai dengan kondisi atau kebutuhan sekolah.

Sesuai dengan rambu-rambu penyusunan program supervisi tersebut, maka
sistematika program supervisi oleh kepala sekolah minimal meliputi:

No Komponen
1 HALAMAN JUDUL

a. Logo sekolah dan atau daerah
b. Judul: PROGRAM SUPERVISI KEPALA SEKOLAH SD ………….
c. Tahun pelajaran
d. Alamat sekolah
2 KATA PENGANTAR
3 DAFTAR ISI
4 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
- Berisi latar belakang penyusunan

B. Landasan Hukum
- Berisi landasan hukum yang relevan

C. Tujuan

- Berisi tujuan supervisi
D. Ruang Lingkup

- Berisi ruang lingkup supervisi akademik dan manajerial
Meliputi pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan dan tindak
lanjut.

E. Teknik Supervisi
- Berisi teknik supervisi (Individual dan kelompok)

F. Sasaran Supervisi
- Berisi nama-nama guru/personil yang akan disupervisi

G. Waktu Pelaksanaan Supervisi
- Berisi kurun waktu pelaksanaan supervisi

5 BAB II EVALUASI HASIL SUPERVISI TAHUN ................................
Analisis Hasil Supervisi Akademik Tahun .......................
- Berisi analisis/reviu hasil supervisi tahun lalu

6 BAB III PROGRAM SUPERVISI
RENCANA PELAKSANAAN PEMANTAUAN TAHUN ......
A. Program Pemantauan
1. Tahap Perencanaan
- Berisi rencana rencana pemantauan sesuai hasil analisis supervisi
tahun sebelumnya (akademik dan manajerial)
2. Tahap Pelaksanaan
- Berisi tahap pelaksaan pemantauan sesuai hasil analisis supervisi
tahun sebelumnya (akademik dan manjerial)
3. Teknik Monitoring (observasi, wawancara, FGD)
B. Program Supervisi
1. Supervisi Akademik
- Berisi rencana pelaksanaan supervisi akademik dengan teknik
individu dan kelompok
2. Supervisi Manajerial
- Berisi rencana pelaksanaan supervisi manajerial dengan teknik
individu dan kelompok
C. Program Evaluasi, Pemantauan dan Tindak Lanjut.
1. Evaluasi
2. Pemantauan

3. Tindak Lanjut
7 BAB 4. PENUTUP

- Berisi simpulan dari program
8 LAMPIRAN

1. Jadwal Pemantauan
2. Jadwal Supervisi
3. Instrumen Penilaian RPP
4. Instrumen Penilaian pelaksanaan Pembelajaran
5. Rancana Tindak lanjut

Teknik Pemantauan Akademik

SDN……….

Tahun Pelajaran ………………………

No Namam Guru Mengajar Teknik Pemantauan

Kelas

12 3 45

1

…………………………20….

Kepala sekolah

………………………………..
NIP.

JADWAL SUPERVISI AKADEMIK
SDN……….

Tahun Pelajaran ………………………

No Namam Guru Mengajar Hari Tanggal Keterangan
Kelas
12
1 34

…………………………20….
Kepala sekolah
………………………………..
NIP.

C. Instrumen Supervisi
Keberartian nilai dari kegiatan supervisi salah satunya adalah instrumen
yang digunakan, maka penyiapan dan pemilihan instrumen yang baik dan
representatif sesuai kebutuhan menjadi perhatian bagi supervisor (kepala
sekolah).
Adaun contoh-contoh instrument supervisi akademik antar lain:

Contoh Instrumen Supervisi RPP
INSTRUMEN SUPERVISI RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah : .......................................................................
Nama Guru : .......................................................................
Kelas/Semestar : .......................................................................
Tema/SubTema : .......................................................................
Pembelajaran : .......................................................................

Hasil Penelaahan dan Skor Catatan

Komponen Rencana Pelaksanaan 12 3
Pembelajaran (RPP) Tidak Kurang Sudah
Ada Lengkap Lengkap
A. Identitas
1. Nama Sekolah
2. Kelas/Semester
3. Tema
4. Subtema
5. Pembelajaran ke-
6. Alokasi Waktu

B. Kompetensi Inti
C. Perumusan Tujuan Pembelajaran

1. Tujuan realistik, dapat dicapai melalui
proses pembelajaran

2. Relevan antara KI, kompetensi dasar
dan indicator

3. Mencakup pengembangan sikap,
pengetahuan dan keterampilan

4. Mengandung unsur proses dan hasil
pembelajaran.

5. Mengandung Audience Behavior

Condition Degree
6. Karakter siswa secara eksplisit

dirumuskan dalam tujuan pembelajaran
D. Kompetensi Dasar

1. Kompetensi Dasar Sikap Spritual
(KD dari KI-1)

2. Kompetensi Dasar Sikap Sosial (KD
dari KI-2)

3. Kompetensi Dasar Pengetahuan
(KD dari KI-3)

4. Kompetensi Dasar Pengetahuan
(KD dari KI-4)

E. Indikator
1. Indikator dari Kompetensi Dasar
Pengetahuan (KD dari KI-3)
2. Indikator dari Kompetensi Dasar
Pengetahuan (KD dari KI-4)

F. Materi Pembelajaran
1. Materi dikaitkan dengan pengetahuan
lain yang relevan, perkem-bangan
Iptek, dan kehidupan nyata
2. Materi disusun secara sistematis (dari
mudah ke sulit, dari konkrit ke abstrak)
3. Materi menggambarkan keterpaduan
antar mata pelajaran

G. Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Memuat aktivitas penyiapan fisik dan
psikis siswa dengan sapaan, doa dan
pemberian salam
b. Memuat aktivitas penyampaian
kompetensi yang akan dicapai
c. Memuat aktivitas pengaitan materi
pembelajaran dengan materi
pembelajaran sebelumnya
d. Memuat aktivitas pengajuan
pertanyaan menantang untuk
memotivasi
e. Memuat aktivitas penyampaian
manfaat mempelajari materi
pembelajaran
f. Memuat aktivitas penyampaian aspek
yang akan dinilai selama proses
pembelajaran

g. Memuat aktivitas penyampaian
rencana/langkah-langkah kegiatan
(misalnya: kerja individual, kerja
kelompok, diskusi, melakukan
observasi, dll.)

h. Memuat kegiatan penguatan karakter
siswa dalam bentuk kegiatan
brainstorming

2. Kegiatan Inti
a. Memuat rancangan pembelajaran
sesuai dengan kompetensi yang
akan dicapai
b. Memuat aktivitas yang
menumbuhkan partisipasi aktif siswa
dalam mengajukan pertanyaan (apa,
mengapa, dan bagaimana)
c. Memuat aktivitas yang
menumbuhkan partisipasi aktif siswa
dalam mengemukakan pendapat
d. Memuat aktivitas yang
memungkinkan tumbuhnya
kebiasaan dan sikap positif
(nurturant effect)
e. Memuat aktivitas yang
memfasilitasi siswa untuk
mengamati
f. Memuat aktivitas bagi siswa untuk
mengumpulkan informasi
g. Memuat aktivitas bagi siswa untuk
mengasosiasikan data dan informasi
yang dikumpulkan
h. Memuat aktivitas bagi siswa untuk
mengkomunikasikan pengetahuan
dan keterampilan yang diperolehnya
i. Memuat berbagai aktivitas
pengelolaan kelas secara individu,
kelompok, dan klasikal
j. Memuat kegiatan implementasi PPK
berbasis kelas

3. Penutup pembelajaran
a. Memuat aktivitas siswa untuk
menyimpulkan atau merangkum
materi pembelajaran
b. Memuat aktivitas siswa untuk

merefleksi proses dan materi … …
pembelajaran
c. Memuat aktivitas tindak lanjut,
khusus bagi peserta didik yang
membutuhkan pelayanan khusus
diberikan bantuan psiko-edukasi,
dan remedial / pengayaan;
d. Memuat aktivitas siswa untuk
penumbuhan nilai karakter(doa,
menyanyikan lagu wajib, lagu
daerah, menguatkan kembali sikap
spiritual dan sosial)
H. Penilaian
1. Terdapat rancangan intrumen
penilaian
a. Instrumen Penilaian Sikap
b. Instrumen Penilaian Pengetahuan
c. Instrumen Penilaian Keterampilan
2. Terdapat rubrik penilaian
a. Rubrik Penilaian Sikap
b. Rubrik Penilaian Pengetahuan
c. Rubrik Penilaian Keterampilan
I. Media/alat, bahan, dan sumber belajar
1. Memuat jenis media/alat yang akan
digunakan
2. Jenis media sesuai dengan
kompetensi yang akan dicapai
3. Memuat rincian bahan pembelajaran
yang akan digunakan
4. Memuat rencana memanfaatkan
lingkungan sekitar sebagai sumber
belajar
J. Pengintegrasian PPK (Penguatan
Pendidikan Karakter), Literasi,
kompetensi abad 21 (4C) : critical
thinking (kemampuan berpikir kritis),
collaboration (kolaborasi), creativity
(kreativitas) dan communication
(komunikasi); serta HOTS (Higher Order
Thinking Skills)

Jumlah

Skor Sudah lengkap : Semua Item terpenuhi (Skor 3)
Kurang lengkap
Tidak Ada : Sebagian Item Terpenuhi (Skor 2)
Skor Maksimal
Nilai : (Skor 1)

: 55 x 3 = 165

: Skor Perolehan
Skor Maksimal X 100

Komentar :
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

Tindak Lanjut :
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

Guru yang Disupervisi -------------------------------------20….
Supervisor/Kepala Sekolah

--------------------------------- ----------------------------------------

Contoh Instrumen Supervisi Pelaksanaan Pembelajaran

INSTRUMEN SUPERVISI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : .......................................................................

Nama Guru : .......................................................................

Kelas/Semestar : .......................................................................

Tema/SubTema : .......................................................................

Pembelajaran : .......................................................................

ASPEK 1 Hasil Penelaahan dan Skor
Tidak 23
A. Pendahuluan Ada
1. Terdapat aktivitas penyiapan fisik Kurang Sudah Catatan

dan psikis siswa dengan sapaan, lengkap Lengkap

ASPEK 1 Hasil Penelaahan dan Skor
Tidak 23
pemberian salam, doa, dan ice Ada
breaking Kurang Sudah Catatan

2. Menyampaikan tujuan lengkap Lengkap
pembelajaran dan manfaat
mempelajari materi pembelajaran

3. Terdapat aktivitas pengembangan
nilai karakter dan literasi

4. Menyampaikan ruang lingkup
penilaian yang akan dilakukan

5. Menyampaikan rencana aktivitas
pembelajaran yang akan dilakukan
(misalnya: kerja individual, kerja
kelompok, diskusi, melakukan
observasi, dll.)

B. Kegiatan Inti
1. Menguasai materi pembelajaran

dengan seperangkat nilai-nilai
utama karakter, budaya/kearifan
lokal dan mampu mengaitkan materi
dengan kecakapan literasi terkait
dengan kehidupan nyata

2. Menyajikan pembelajaran yang
memadukan antara lain
keterpaduan antarmuatan pelajaran,
keterpaduan antara sikap/nilai
karakter, literasi, pengetahuan, dan
keterampilan serta keterpaduan
muatan pelajaran dengan
tema/mata pelajaran;

3. Menyajikan pembelajaran dengan
menggunakan pendekatan dan
model pembelajaran yang tepat;

4. Memuat aktivitas yang
menumbuhkan partisipasi aktif
siswa dalam mengajukan
pertanyaan (apa, mengapa, dan
bagaimana?) dan menyampaikan
pendapat

5. Memuat aktivitas yang
memungkinkan tumbuhnya karakter

6. Menunjukkan keterampilan
berkomunikasi dalam penggunaan

ASPEK 1 Hasil Penelaahan dan Skor
Tidak 23
media dan sumber belajar Ada
Kurang Sudah Catatan
7. Menumbuhkan partisipasi aktif
peserta didik melalui interaksi guru, lengkap Lengkap
peserta didik, sumber belajar (buku,
model alat peraga, lingkungan).

8. Kegiatan pembelajaran berlangsung
secara sistematis

C. Penutup
1. Menfasilitasi dan membimbing

peserta didik merangkum materi
pelajaran;

2. Menfasilitasi dan membimbing
peserta didik untuk merefleksi
proses dan materi pelajaran;

3. Memberikan umpan balik terhadap
proses dan hasil pembelajaran;

4. Merencanakan kegiatan tindak
lanjut, khusus bagi peserta didik
yang membutuhkan pelayanan
khusus diberikan bantuan psiko-
edukasi, dan remedial / pengayaan;

5. Menyampaikan rencana
pembelajaran pada pertemuan
berikutnya;

6. Menyanyikan lagu daerah yang
sesuai dan patut untuk peserta didik
serta diakhiri dengan doa

D. Penilaian
1. Melakukan penilaian sikap

2. Melakukan penilaian pengetahuan

3. Melakukan penilaian keterampilan

E. Pengintegrasian/penggunaan
PPK (Penguatan Pendidikan
Karakter), literasi, HOTS (Higher
Order Thinking Skills) dan
kompetensi abad 21 (4C) : critical
thinking (kemampuan berpikir
kritis), collaboration (kolaborasi),
creativity (kreativitas) dan
communication (komunikasi).

ASPEK 1 Hasil Penelaahan dan Skor
Tidak 23
Ada
Kurang Sudah Catatan

lengkap Lengkap

Jumlah …… …

Skor Sudah lengkap : Semua Item terpenuhi (Skor 3)
Kurang lengkap
Tidak Ada : Sebagian Item Terpenuhi (Skor 2)

: (Skor 1)

Skor Maksimal : 23 x 3 = 69
Nilai
: Skor Perolehan
Skor Maksimal(69) X 100

Uraian Pembinaan :
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

Tindak Lanjut
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

Guru yang Disupervisi -------------------------------------20….
--------------------------------- Supervisor/Kepala Sekolah
----------------------------------------

Contoh Format

Rencana Tindak lanjut Supervisi Akademik
SDN……….

Tahun Pelajaran ………………………

No Namam Guru Mengajar Hasil, Catatan Tindak Realisasi Saran
Kelas Skor Khusus lanjut Tindak
Lanjut
Kuantitatif Kualitatif

…………………………20….
Kepala sekolah

………………………………..
NIP.

Untuk lebih memahami tentang program supervisI,
1. Diskusikan LK-4a (Penelaahan Program Supervisi/Terlampir) secara kelompok

dengan alokasi waktu 30 menit.
2. Buatlah Program supervisi sekolah saudara sesuai dengan ketentuan, LK-4b

(terlampir)

D. Pelaksanaan Supervisi
Berdasasarkan program yang telah ditetapkan, serta mengacu pada hasil
pemantauan kesiapan guru baik administrasi maupun sikap pisik/pskilogis maka
kepala sekolah selaku supervisor dan guru yang akan disupervisi menyepakati
beberapa hal sebagai berikut:
1. Kesiapan guru yang akan disupervisi.
2. Instrumen supervisi yang akan digunakan.
3. Menghindari pemberian nilai/kategori, disarankan merekam secara deskripsi
semua kegiatan pembelajaran selama proses pengamatan berlangsung.
4. Temuan permasalahan digunakan untuk perbaikan dan peningkatan mutu
pembelajaran.

5. Tidak mengambil alih tugas guru dalam proses pembelajaran.
6. Disarankan untuk tidak melakukan supervisi kepada guru yang belum siap.
7. Mengadakan pertemuan pasca pengamatan untuk menyepakati cara perbaikan

pada kekurangan guru.
8. Melakukan evaluasi dan tindak lanjut. Perilaku apa yang akan diberikan untuk

supervisi lanjutan ( jika ada dan diperlukan).
9. Membuat rekapitulasi hasil supervisi yang befungsi untuk memudahkan

menyusun pelaporan dan tindak lanjut.

Langkah-langkah supervisi akademik dapat digambarkan seperti berikut,

1. Langkah I Pertemuan Pra-pengamatan (Pra Observasi)
Kepala Sekolah berusaha membangun suasana akrab, agar kunjungan tidak
menakutkan bagi guru. Selaku supervisor menjelaskan pada guru kegiatan
spesifik di kelas. Pada pertemuan pertama ini kepala sekolah dan guru dapat
mendiskusikan dan memutuskan hal di bawah:
1) Fokus Observasi,
2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),
3) Pengelolaan kelas,
4) Situasi belajar dan pembelajaran,
5) Suasana kedisiplinan/disipliner kelas,
6) Presentasi pelajaran,
7) Reaksi siswa,
8) Tugas menulis siswa,
9) Penggunaan alat bantu audio visual dan alat bantu pembelajaran lainnya dan

10) Menentukan alat bantu (instrumen) observasi yang akan digunakan ,
Kepala sekolah/supervisor juga menetapkan teknik supervisi yang akan
dilakukan seperti berikut.
1) Duduk dibagian belakang dan memperhatikan.
2) Berjalan mengelilingi kelas dan melihat apa yang dikerjakan siswa?
3) Mencoba memberikan contoh dengan menyajikan sebuah model

pembelajaran.
4) Mengajukan sesi tanya jawab di dalam kelas.

2. Langkah-II Pengamatan ( Observasi)
Selama pengamatan, Kepala Sekolah/Supervisor mencatat butir petunjuk
konstruktif dan positif, yang nantinya akan didiskusikan dengan guru. Pada
tahap ini beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain: (1) tidak
mengganggu proses pembelajaran, (2) tidak bersifat menilai/menghakimi dan (3)
mencatat dan merekam hal-hal yang terjadi dalam proses pembelajaran sesuai
kesepakatan bersama.

3. Langkah-III Analisis hasil pengamatan (observasi)
Kepala Sekolah/Supervisor mengorganisasi data hasil pengamatan.
Kemudian membuat analisis yang menyeluruh/komprehensif pada data yang
ada untuk menafsirkan hasil pengamatan. Berdasarkan analisis, kepala
sekolah/supervisor mengidentifikasi perilaku pembelajaran yang positif, yang
harus dipelihara dan perilaku negatif yang harus dirubah, agar dapat
menyelesaikan/menanggulangi masalah.

4. Langkah-IV Pertemuan setelah pengamatan (Pasca Observasi)
Mengadakan umpan balik. Data yang telah dianalisis ditunjukkan pada guru.
Umpan balik diberikan sehingga guru dapat memahami temuan, mengubah
perilaku yang teridentifikasi dan mempraktekkan panduan yang diberikan.
Penerimaan dan internalisasi merupakan capaian terbaik. Hal ini terjadi apabila
hubungan antara guru dengan kepala sekolah/supervisor dapat digolongkan ke
dalam sifat kooperatif dan kolegalitas yang tidak mengancam. Hubungan yang
bersahabat merupakan hubungan yang banyak manfaatnya. Hubungan mereka
harus menunjukkan berikut.

1) Kepercayaan timbal balik terhadap kemampuannya masing-masing.
2) Kepercayaan/ ketergantungan satu sama lain sebagai bentuk

pertolongan/bantuan konstruktif
3) Pendirian untuk saling bekerja sama menuju tujuan bersama.

Beberapa kegiatan pasca observasi yang dilakukan antara lain sebagai berikut.
1) Melakukan konfirmasi hasil penilaian diri
2) Melakukan klarifikasi temuan/catatan khusus selama observasi

berdasarkan pengamatan maupun informasi dari peserta didik
3) Memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang terlaksana dengan baik
4) Menyampaikan hasil evaluasi hasil supervisi
5) Menggali informasi tentang kesulitan/hambatan yang dihadapi guru atau

peserta didik dalam kegiatan pembelajaran
6) Memberi masukan dan saran untuk mengatasi kesulitan/hambatan serta

perbaikan yang diperlukan
7) Memberikan motivasi untuk terus menindaklanjuti hasil supervisi dan

mendorong peningkatan profesionalisme melalui kegiatan MGMP, seminar,
forum ilmiah, atau pendidikan lanjut
8) Menandatangani secara bersama dengan guru hasil supervisi setelah
dilakukan konfirmasi.

5. Langkah ke-V Evaluasi Hasil Pengamatan
Dari umpan balik kepala sekolah/supervisor dan dukungan pada guru, maka
dapat ditentukan bersama:
1) Perilaku positif pembelajaran yang harus dipelihara.
2) Strategi-strategi alternatif untuk mencapai perubahan yang diinginkan.
3) Kelayakan/kepantasan dari menggunakan kembali metode yang pernah
dilakukan.

E. Laporan Hasil Supervisi
Bentuk pertanggungjawaban kepala sekolah dalam melaksanakansi tugas pokok
supervise adalah membuat laporan. Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan
evaluasi proses pembelajaran disusun dalam bentuk laporan untuk kepentingan
tindak lanjut pengembangan keprofesionalan berkelanjutan (PKB). Laporan hasil

supervisi akademik sedikit-dikitnya memuat (1) Pendahuluan/ Latar Belakang, (2)
Hasil Supervisi, dan (3) Kesimpulan/Penutup.
Berikut adalah salah satu contoh sistematika laporan supervisi akademik yang
lengkap meliputi :
Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I. Pendahuluan
Bab II. Kerangka Pikir
Bab III. Pendekatan dan Metode
Bab IV. Hasil Supervisi
Bab V. Kesimpulan/Penutup
Daftar Pustaka
Lampiran- lampiran ( Rekaman Hasil Supervisi )

F. Tindak lanjut hasil Supervisi
Melaksanakan tindak lanjut hasil supervisi dilakukan sebagaimana tercantum
dalam Permendikbud Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar
Proses yaitu,
1. Penguatan dan penghargaan pada pendidik yang kinerjanya memenuhi atau
melampuai standar.
2. Pemberian kesempatan kepada pendidik untuk mengikuti program
pengembangan keprofesian berkelanjutan.

Cara-cara melaksanakan tindak lanjut hasil supervisi akademik sebagai berikut.
1. Mengkaji rangkuman hasil penilaian.
2. Apabila tujuan supervisi akademik, maka sebaiknya dilakukan penilaian ulang

atau merancang kembali program supervisi akademik pendidik untuk masa
berikutnya.
3. Membuat rencana aksi supervisi akademik berikutnya.
4. Mengimplementasikan rencana aksi tersebut pada masa berikutnya.

Kegiatan pembinaan dapat berupa pembinaan langsung dan tidak langsung.
1. Pembinaan langsung

Pembinaan ini dilakukan terhadap hal-hal yang sifatnya khusus, yang perlu
perbaikan dengan segera dari hasil analisis supervisi.
2. Pembinaan tidak langsung
Pembinaan ini dilakukan terhadap hal-hal yang sifatnya umum yang perlu
perbaikan dan perhatian setelah memperoleh hasil analisis supervisi.

Beberapa cara yang dapat dilakukan kepala sekolah dalam membina pendidik
untuk meningkatkan proses pembelajaran:
1. Mengadakan IHT untuk meningkatkan profesionalisme guru.
2. Mengembangkan teknik pembelajaran yang telah mereka miliki.
3. Memperkenalkan teknik pembelajaran modern untuk inovasi dan kreatifitas

layanan pembelajaran.
4. Meningkatkan ketrampilan berpikir kritis, menyelesaikan masalah dan

pengambilan keputusan.
5. Menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif.


Click to View FlipBook Version