RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
OPERASI HITUNG PEMBAGIAN PECAHAN
PENDIDIKAN MATEMATIKA DI KELAS RENDAH
Dosen Pengampu :
Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd
Oleh:
KELOMPOK 5
KELAS G/4
1. Anak Agung Istri Dwiasih 1711031032 / 04
2. Kadek Dwiki Perwira Putra 1711031065 / 09
3. Ni Kadek Rosita Dewi 1711031123 / 15
4. Ni Putu Mita Ariska Dewi 1711031159 / 21
5. I Made Mahendra Saputra 1711031201 / 34
JURUSAN PENDIDIKAN DASAR
PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
DENPASAR
2019
RENCANA PELAKSANAKAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : V/1
Materi Pokok : Operasi Hitung Pembagian Pecahan
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 x pertemuan)
A. KOMPETENSI INTI (KI)
KI. 1 : Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya (Religius).
KI. 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli dan
percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru
(Sosial).
KI. 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati
(mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin
tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan
benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat
bermain (Kognitif).
KI. 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis
dan logis dalam karya yang estetis dalam gerakan yang
mencerminkan anak sehat dan dalam tindakan yang mencerminkan
perilaku anak beriman dan berakhlak mulia (Psikomotorik).
B. KOMPETENSI DASAR
3.1 Menjelaskan berbagai bentuk operasi pembagian pada pecahan
C. INDIKATOR
3.1.1 Memahami operasi pembagian pada pecahan biasa.
3.1.2 Memahami operasi pembagian pada pecahan campuran.
3.1.3 Memahami operasi pembagian pada pecahan desimal.
3.1.4 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pembagian pecahan.
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui penjelasan guru, siswa dapat memahami operasi pembagian pada
pecahan biasa dengan benar.
2. Melalui penjelasan guru, siswa dapat memahami operasi pembagian pada
pecahan campuran dengan benar.
3. Melalui penjelasan guru, siswa dapat memahami operasi pembagian pada
pecahan desimal dengan benar.
4. Melalui penjelasan guru, siswa dapat menyelesaikan permasalahan
mengenai operasi pembagian pecahan dengan benar.
E. MATERI
Operasi Pembagian Pecahan
1. Operasi Pembagian Pecahan Biasa
Pembelajaran pembagian pecahan diharapkan berorientasi pada
permasalahan sehari-hari yang kontekstual seperti contoh dibawah ini.
Ani mempunyai 2 meter pita dan akan dibuat bunga-bungaan. Masing-
1
masing bunga-bungaan memerlukan pita 4 meter. Berapa banyak bunga-
bungaan yang dapat dibuat?
Penyelesaian:
Ada 2 m pita yang akan dibuat bunga-bungaan. Setiap kali membuat
1
bunga berarti ada pengurangan 4 m dari 2 m yang ada sampai pita itu habis
digunakan untuk membuat bunga-bungaan. Dapat diilustrasikan sebagai
berikut.
1m 1m 1m 1m 1m 1m 1m 1m
4 4 44 4 4 4 4
Sesuai dengan ilustrasi diatas, masalahnya sekarang dapat ditulis
sebagai berikut : 2 − 1 − 1 − 1 − 1 − 1 − 1 − 1 − 1 = 0. Dalam kalimat
4 4 4 4 4 4 4 4
pembagian dapat ditulis 2 : 1 = 8. Jadi ada 8 bunga-bungaan yang dapat
4
dibuat Ani.
Dari contoh diatas ternyata terdapat pola tertentu sebagai berikut.
a. Operasi Pembagian Bilangan Asli dengan Pecahan Biasa
Contoh soal:
2 : 1 = ….
4
Penyelesaian: 2 merupakan bilangan asli. Agar dapat kita bagi
2 : 1 = ? dengan pecahan maka kita dapat mengubah bentuk
4
2
bilangan 2 kedalam bentuk pecahan menjadi 1.
Sehingga dapat dijabarkan sebagai berikut :
Agar pecahan senilai maka
pembilang juka dikalikan
2 : 1 = 2 = 2 4 = 2 4 = 2 4 = 8 =
1 4 1 1 1 1 1 1 1 1
1 1 4 8
4 4 1 1
Supaya bilangan tidak Supaya penyebut bernilai
bertumpuk maka
penyebut dibuat bernilai 1
1 maka dikalikan
Berdasarkan penyelesaian diatas, apabila bilangan asli dibagi
dengan pecahan biasa maka pembagian berubah menjadi perkalian tetapi
pecahannya dibalik (penyebut menjadi pembilang dan pembilang menjadi
penyebut) atau dalam bentuk umum:
a : = =
a x
Berdasarkan bentuk umum diatas, persoalan dapat diselesaikan dengan:
1 2 4
2:4= 1 =8
b. Operasi Pembagian Pecahan Biasa dengan Bilangan Asli
Contoh soal:
1 : 2 = ….
4
Penyelesaian: 2 merupakan bilangan asli. Agar dapat kita bagi
1 : 2 = ? dengan pecahan maka kita dapat mengubah bentuk
4
2
bilangan 2 kedalam bentuk pecahan menjadi 1.
Sehingga dapat dijabarkan sebagai berikut :
Agar pecahan senilai maka
pembilang juka dikalikan
1 : 2 = 1 = 1 1 = 1 1 = 1 1 = 1
4 1 4 4 2 4 2 4 2 8
2 2 1
1 1 2 1
Supaya bilangan tidak Supaya penyebut bernilai
bertumpuk maka
1 maka dikalikan
penyebut dibuat bernilai 1
Jadi, apabila pecahan biasa dibagi bilangan asli maka pembilang
dari pecahan tersebut tetap sedangkan penyebutnya dikalikan dengan
bilangan asli. Atau dalam bentuk umum dapat ditulis sebagai berikut.
: c =
Berdasarkan bentuk umum diatas, persoalan dapat diselesaikan dengan:
1 : 2 = 4 1 2 = 1
4 8
c. Operasi Pembagian Pecahan Biasa dengan Pecahan Biasa
Contoh soal:
3 : 2 = …
5 7
Penyelesaian:
Agar pecahan senilai maka
pembilang juka dikalikan
3 2 3 = 3 7 = 3 7 = 3 7
5 7 5 5 2 5 2 5 2
: = 2 2 7 =
7 7 2 1
21 Supaya penyebut bernilai
Su1p0aya bilangan tidak 1 maka dikalikan
bertumpuk maka
penyebut dibuat bernilai 1
Apabila pecahan biasa dibagi dengan pecahan biasa maka
pembilang dan penyebut dari pembagi dibalik, serta tanda operasi berubah
menjadi perkalian. Jadi, secara umum dapat disimpulkan bahwa aturan
pembagian pecahan adalah:
: =
Berdasarkan aturan diatas, persoalan dapat diselesaikan dengan:
3 : 2 = 3 7 = 3 7 = 21
5 7 5 2 5 2 10
2. Operasi Pembagian Pecahan Campuran
Contoh Permasalahan:
Bapak membeli minyak tanah sebanyak 30 liter. Bapak hendak
menjual kembali minyak tanah tersebut menjadi beberapa botol yang
masing-masinnya berisi minyak tanah sebanyak 121 liter. Berapa
banyak botol yang bapak butuhkan?
Penyelesaian:
Untuk menjual minyak tanah tersebut, Bapak harus mengisi 11
2
liter minyak kedalam 1 botol. Untuk mengetahui banyak botol yang
dibutuhkan Bapak untuk menjual 30 liter minyak tanah tersebut dapat
dilakukan dengan cara pengurangan berulang sebagai berikut :
30 − 11 −11 − 11 − 112 - … = 0
2 2 2
Dari penjabaran diatas, 30 merupakan bilangan asli dan 121 merupakan
pecahan campuran. Untuk mengoperasikan atau menyelesaikan
permasalahan diatas hal pertama yang dilakukan adalah mengubah
kedua bilangan tersebut menjadi pecahan biasa. Penjelasannya dapat
dilihat dibawah ini :
30
30 1
121 2 1+1 = 3 (kalikan penyebut dengan bilangan asli kemudian
2 2
ditambah pembilang, hasilnya di letakkan sebagai
pembilang dan penyebut tetap)
Sehingga dapat diubah kedalam bentuk kalimat matematika yaitu : 30 :
1
3
2
Penyelesaian:
30 : 3 = 30 x 2 = 60 = 20
1 2 1 3 3
Jadi Bapak membutuhkan 20 botol untuk menjual minyak tanah.
3. Operasi Pembagian Pecahan Desimal
Untuk melakukan pembagian pecahan desimal, dapat dilakukan
juga dengan mengubah pecahan desimal itu menjadi pecahan biasa.
Selanjutnya dilakukan seperti pembagian biasa.
Contoh : Tentukan hasil pembagian 2,4 : 0,3
Penyelesaian:
24
2,4 10
3
0,3 10
Sehingga dapat diubah kedalam bentuk kalimat matematika dan dapat
diselesaikan sebagai berikut.
2,4 : 0,3 = 24 : 3 = 24 x 10 = 240 = 8
10 10 10 3 30
F. PENDEKATAN DAN METODE
1. Pendekatan : Saintifik
2. Metode : Ceramah, Tanya Jawab, Penugasan, Diskusi, dan
Permainan
G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Deskripsi Alokasi
Waktu
1. Guru membuka kegiatan
15 Menit
pembelajaran dengan panganjali
“Om Swastyastu” kemudian
diikuti oleh siswa.
2. Guru mengajak semua siswa
untuk berdoa menurut agama dan
Kegiatan Awal / kepercayaan masing-masing
Pendahuluan dipimpin oleh ketua kelas.
3. Guru melakukan absensi kelas,
untuk mengetahui kehadiran
siswa.
4. Guru memberikan apersepsi
dengan bertanya pada siswa,
"Anak-anak, masih ingat dengan
konsep pembagian?". (Menanya)
5. Siswa diberikan kesempatan
Kegiatan Inti untuk menjawab pertanyaan 40 Menit
yang diberikan oleh guru dengan
pendapat siswa sendiri.
(Mengomunikasikan)
6. Guru mengaitkan apersepsi
dengan materi yang akan
dipelajari siswa yaitu tentang
operasi hitung pembagian pada
pecahan.
7. Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran.
1. Siswa menyimak guru
menjelaskan konsep pembagian
pada pecahan. (Mengamati)
2. Siswa menyimak guru
menjelaskan cara menyelesaikan
operasi hitung pembagian
pecahan biasa, campuran dan
desimal. (Mengumpulkan
informasi)
3. Siswa diberikan kesempatan
untuk bertanya tentang operasi
hitung pembagian pecahan.
(Menanya)
4. Siswa diminta untuk membentuk
kelompok sebanyak 5 kelompok
yang terdiri dari 6 orang siswa.
5. Guru memberikan permainan
kecil dengan meminta perwakilan
dari masing-masing kelompok
untuk mengambil nomor undian
soal.
Kegiatan 6. Siswa mendiskusikan persoalan 15 menit
Penutup yang diberikan guru bersama
kelompok dengan batas waktu
tertentu. (Mengasosiasi)
7. Perwakilan dari masing-masing
kelompok menyampaikan hasil
diskusi. (Mengomunikasikan)
8. Setelah semua soal terjawab
siswa dengan bimbingan guru
mengoreksi semua jawaban.
9. Guru memberikan penguatan
terhadap jawaban siswa yang
kurang tepat.
10. Guru memberikan penghargaan
kepada kelompok yang sudah
menyelesaikan soal dalam diskusi
dengan baik.
11. Guru memberikan kesempatan
kepada siswa untuk bertanya
mengenai materi yang belum
dimengerti.
12. Guru menekankan kembali
mengenai operasi hitung
pembagian pecahan.
1. Guru melakukan penilaian hasil
belajar dengan melakukan
evaluasi tertulis mengenai operasi
hitung pembagian pecahan.
2. Siswa bersama guru
menyimpulkan materi yang telah
dipelajari.
3. Guru memberikan tindak lanjut
berupa penugasan atau pekerjaan
rumah.
4. Guru menutup kegiatan
pembelajaran dengan berdoa.
5. Kegiatan pembelajaran diakhiri
dengan mengucapkan salam
Penutup
“Om Santhi,santhi,santhi Om”
H. ALAT DAN SUMBER BELAJAR
1. Papan tulis, spidol, Lembar Kerja Siswa
2. Buku ajar Matematika kelas V
I. PENILAIAN
1. Teknik Penilaian
a. Penilaian sikap
Penilaian sikap dilakukan untuk menilai sikap spiritual dan sikap
sosial siswa menggunakan observasi
b. Penilaian pengetahuan
Penilaian pengetahuan digunakan untuk menilai pencapaian tingkat
kognitif siswa melalui tes tertulis
c. Penilaian ketrampilan
Penilaian keterampilan digunakan untuk menilai keterampilan
bercerita melalui unjuk kerja.
Instrumen Penilaian dan Pedoman Penskoran
1. Penilaian sikap
a. Rubrik penilaian sikap spiritual
Kriteria Skor
4 3 21
Perilaku Selalu Kadang- Kurang Tidak
Syukur
menunjukan kadang menunjukan bersyukur
Berdoa
sebelum dan rasa syukur menunjukan rasa syukur
sesudah rasa syukur
melaksanakan
pembelajaran Selalu Kadang- Kurang Tidak
Toleransi melakukan doa kadang melakukan doa melakukan
sebelum dan melakukan doa sebelum dan doa sebelum
sesudah sebelum dan sesudah dan sesudah
melakukan sesudah melakukan melakukan
kegiatan melakukan kegiatan kegiatan
kegiatan
Selalu Kadang- Kurang Tidak
bertoleransi kadang bertoleransi bertoleransi
terhadap bertoleransi terhadap terhadap
keberagaman terhadap keberagaman keberagaman
keberagaman
Lembar Penilaian Sikap Spiritual
Perilaku yang Diamati
No Nama Perilaku Syukur Berdoa sebelum Toleransi
1234 dan sesudah
melakukan
1 k2egiat3an 4 1 2 3 4
Skor minimal :3
Skor maksimal ideal : 12
Pedoman Penskoran Sikap Sosial
Nilai = Jumlah skor perolehan x 100
Jumlah skor maksimal
b. Rubrik penilaian sikap sosial Skor
Kriteria
4 321
Tanggung Selalu Kadang- Kurang Tidak
Jawab
bertanggung kadang bertanggung bertanggung
jawab dalam bertanggung jawab dalam jawab dalam
proses jawab dalam proses proses
pembelajaran proses pembelajaran pembelajaran
pembelajaran
Santun Sangat santun Kadang- Kurang Tidak santun
dalam kadang santun dalam dalam
berinteraksi santun dalam berinteraksi berinteraksi
dengan teman berinteraksi dengan teman dengan teman
dengan teman
Menghargai Selalu Kadang- Kurang Tidak
Pendapat menunjukan kadang
sikap saling menunjukan menunjukan menunjukan
sikap saling sikap saling
menghargai sikap saling menghargai menghargai
dalam menghargai dalam dalam
memecahkan dalam memecahkan memecahkan
masalah memecahkan masalah masalah
masalah
Lembar Penilaian Sikap Sosial
Perilaku yang Diamati
Peduli Menghargai
Tanggung Jawab
No Nama
Pendapat
123412341 2 3 4
Skor minimal :3
Skor maksimal ideal : 12
Pedoman Penskoran Sikap Sosial
Nilai = Jumlah skor perolehan x 100
Jumlah skor maksimal
2. Penilaian pengetahuan
Tes yang digunakan adalah essay.
Petunjuk Umum:
Kerjakan soal di bawah ini dengan tepat!
Petunjuk Khusus:
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jawaban yang tepat!
Pertanyaan
No Pertanyaan Rubrik Skor
Penilaian
1 Tina membeli gula pasir 71 kg. a. Jika tepat
2
Gula tersebut akan dibungkus dalam skornya 2
kantong-kantong plastik kecil. b. Jika salah
1 atau tidak 2
menjawab
Setiap kantong plastik berisi 4 kg.
Berapa banyak kantong plastik yang skornya 0
Tina butuhkan?
2 Ibu mempunyai satu botol minum a. Jika tepat
ukuran 1000 ml. Setengah dari botol skornya 2
tersebut terisi air sebanyak 500 ml. b. Jika salah
Kemudian ibu ingin menuangkan air atau tidak 2
2
yang dimilikinya tersebut pada botol menjawab 2
2
ukuran 250 ml. Berapa banyak botol skornya 0
ukuran 250 ml yang terisi oleh air?
3 Paman Dewa membeli 3 1 lusin a. Jika tepat
2
pensil. Seluruh pensil tersebut akan skornya 2
dibagikan kepada beberapa b. Jika salah
keponakannya. Setiap anak atau tidak
mendapat 1 lusin. Berapa banyak menjawab
4 skornya 0
keponakan yang mendapatkan
pensil?
4 Bu Yanto mempunyai 3 kg kacang a. Jika tepat
hijau yang disediakan untuk skornya 2
membuat bubur. Setiap hari Bu b. Jika salah
atau tidak
Yanto memerlukan 1 kg kacang menjawab
2 skornya 0
hijau. Berapa hari kacang hijau
tersebut dapat dibuat bubur oleh Bu
Yanto?
5 Toko grosir kain mempunyai a. Jika tepat
persediaan kain sebanyak 6,5 kodi. skornya 2
Kain tersebut akan disetorkan b. Jika salah
kepada beberapa pelanggannya. atau tidak
menjawab
1 skornya 0
Setiap pelanggan mendapat 4 kodi.
Jika kamu menjadi pemilik grosir,
berapa banyak pelanggan yang
mendapat setoran kain?
Jumlah Skor Maksimal 10
Kunci Jawaban
Uraian
Pedoman penskoran : Nilai = Jumlah skor perolehan x 100
Jumlah skor maksimal
Mengetahui, Denpasar, 08 Maret 2019
Kepala Sekolah, Guru Kelas
() ()