51 | S I E N N A ➼ “aku mendapatkannya” jawab Darius seraya mengeluarkan sebuah botol ramuan kecil yang berisi ramuan hitam yang dapat digunakan untuk menarik minat hewan iblis tingkat tinggi ke atas. Untuk apa?, sudah pasti untuk memberi kejutan special kepada keluarga cemara Asterix HAHAHA. Mereka mulai menyebarkan ramuan itu di dekat tenda-tenda perkemahan, tempat dimana para putri beristirahat. Mereka menyebarkan ramuan itu dalam jumlah banyak, padahal dalam buku paduan ramuan itu berbahaya jika kau menuangkannya berlebihan. Bisa jadi yang datang nanti adalah naga?, kita tidak tau bukan. Mereka berdua perlahan berjalan menjauh dari area itu, dan dalam hitungan detik suara langkah bergemuruh terdengar, para hewan iblis tingkat atas mulai menyerbu tempat peristirahatan para putri. “TOLONG!” “ARGH…TOLONG AKU” “AYAH.. TOLONG” Para putri terus berteriak ketakutan, namun anehnya hewan hewan itu hanya menyerang kearah Theria von asterix dan Leticia von asterix. Sebelumnya sienna sempat menaruh sebuah liontin dengan bau bunga yang paling disukai para hewan iblis itu di saku theria dan Leticia. Sienna hanya tersenyum melihat ke arah tempat dimana terjadi keributan itu seraya pergi menjauh. ------------------------------------------------- beberapa saat setelahnya
52 | S I E N N A ➼ Para kesatri menemukan putri pertama dari kekaisaran asterix, Theria Von Asterix yang tak bernyawa dengan keadaan yang mengenaskan. Badannya tersisa setengah, dari kepala hingga perut. Sementara bagian perut kebawah sudah menghilang entah kemana. Yang mereka tau, itu bukanlah hasil tebasan dari sebuah pedang melainkan bekas gigitan seekor hewan yang memiliki gigi yang tajam. Untung saja tadi pangeran Hanzo dari kekaisaran Grisham datang diwaktu yang tepat dan membantu para kesatria untuk membasmi monster yang menyerang. Jika pangeran Hanzo tak datang di waktu itu mungkin banyak korban jiwa telah berjatuhan. Disuatu tempat di dalam hutan, terlihat seorang gadis dan pemuda tengah berbincang bincang di bawah pohon yang rindang. Gadis itu sepertinya tengah kesal, terlihat dari raut wajahnya. “Apa yang terjadi?” Tanya pemuda itu kepada sang gadis yang sedari tadi tak berhenti berhentinya meninju pohon yang ada di sampingnya, sungguh kasihan sekali bukan pohon itu?. “kau tak tau apa yang terjadi?, kau buta dan tuli heh?” jawab gadis itu sinis. Pemuda itu hanya diam tak menjawab seraya melangkahkan kakinya untuk memanjat pohon besar yang berada di belakangnya. “kau melakukannya dengan benar sienna?” Tanya pemuda itu yang ternyata sedang berbicara dengan Sienna Von asterix.
53 | S I E N N A ➼ “kau menyalahkanku Dar?” teriak sienna seraya menatap tajam kepada sang pemuda yang dia panggil dengan nama Darius. Sedangkan yang dituduh hanya bisa mengernyit bingung. Sienna merasa darius tengah menyalahkannya, salahkan darius yang selalu bicara datar, maka dari itu susah untuk menentukan maksud sebenarnya dari pemuda itu. “tidak” darius membalas dengan cepat seraya menggelengkan kepalanya, takut sienna mengamuk. “ck…” sienna mendecih pelan ‘hehe’ sienna bersmirk samar, dengan gerakan cepat sienna menciptakan pedang kesayangannya dengan mana dan dalam sekali tebasan dapat menebang pohon besar itu, yang sialnya darius sedang duduk di atas pohon itu dengan santainya. BRUK…. Darius jatuh dengan gayanya yang take lit sama sekali, belum lagi adegan langka dimana pangeran mahkota yang katanya sangat kuat itu tertindih pohon besar yang ditebang oleh sienna. “hahahaha…” siennapun langsung tertawa terjungkal jungkal menyaksikan adegan yang bagaikan slow motion di depannya ini. Lagi pula dimana lagi dia akan melihat adegan seorang pangeran dengan reputasi tinggi tertimpa pohon HAHA.
54 | S I E N N A ➼
55 | S I E N N A ➼ Next? Acara pemburuan itupun tetap dilaksanakan meskipun seorang putri dari kekaisaran Asterix telah kehilangan nyawanya, yang harus kalian tau bahwa sebenarnya di setiap kekaisaran hanya ada dua pilihan. ‘Membunuh atau dibunuh’ Maka dari itu pembunuhan adalah makanan sehari hari mereka yang termasuk keluarga kekaisaran Kini para pangeran dan putri tengah berkumpul untuk menentukan siapa yang akan menjadi ‘hunt prince’ di perjamuan kali ini. Semuanya mengira jika yang akan memenangkan perburuan ini adalah Arsean, namun saying sekali kali ini Arsean tak turut hadir mengikuti perburuan yang diadakan kekaisaran Grisham ini. Sang ‘hunt prince’ pun di sebutkan, sebuah nama yang membuat semuanya mengernyitkan dahinya bingung. Sedangkan sienna yang tengah duduk santai di kursi khusus itu hanya tersenyum dengan smirk yang indah. Ya. Pemenang kali ini adalah Jeremy Von Asterix, jika kalian bertanya bagaimana Jeremy bisa mengelahkan para pangeran mahkota, maka jawabannya ada pada sienna. Sienna sengaja membuat Jeremy menjadi ‘hunt prince’ disini, dengan begitu akan mempermudah rencananya untuk menarik satu satunya adik perempuannya, Leticia ke lubang kebahagiaan.
56 | S I E N N A ➼ Kali ini Jeremy melangkah menuju tempat dimana seorang gadis cantik tengah berdiri dengan dress indahnya yang berwarna biru langit. “Leticia, maukah kau menerima hewan buruanku dengan suka rela.” tanya Jeremy seraya berlutut romantis dihadapan Leticia yang membuat para putri memekik melihat keromantisan pangeran Jeremy. “A-aku menerimanya.” balas Leticia gugup seraya mengambil pita yang disodor kan oleh Jeremy kepadanya ‘Gotcha! Dia sudah mengambil umpannya’ batin seseorang dengan senyuman kecilnya. Perayaan untuk merayakan keberhasilah ‘hunt price’ dan ‘hunt princess’ pun diadakan di malam hari di hari yang sama. Di hari special ini sienna datang menggunakan gaun hitam yang panjang hingga bisa menyapu lantai dengan gaunnya. Sangan berkharisma dan berhasil mengeluarkan kecantikan Sienna yang alami. “mari kita rayakan keberhasilan Jeremy von Asterix yang tenlah berhasil merebut gelar ‘hunt price’ dari Arsean Von Asterix.” seru sang kaisar Grisham selaku pemilik pesta memulai acara mala mini dengan bersulang anggur yang berharga ribuan emas. Para pangeran dan putri pun berbondong bonding datang kea rah Jeremy seraya mengucapkan sebuah selamat kepadanya dan juga Leticia. Tanpa mereka sadari Leticia dengan lihainya memasukkan sebuah bubuk yang sepertinya adalah obat bius kedalam sebuah wine yang sepertinya akan diantar seorang pelayan kearah tergetnya.
57 | S I E N N A ➼ Dan tanpa Leticia sadari ada seseorang yang melihat semua perbuatannya, dan orang itu hanya diam tak berniat untuk menghentikannya. ‘harus sempurna’ batin Leticia seraya terus menatap kearah gelas yang mulai dibawa seorang pelayan menuju target yang telah ditentukannya. Dan tepat, gelas itu mendarat di tangan yang tepat, dan membuat sebuah senyum smirk Leticia keluar tanpa ia sadari. Saat tergetnya sudah meneguk cairan berwarna merah itu sampai tak tersisa, ia segera bergegas menemuinya, Leticia melangkah maju mendekati pemuda itu yang adalah targetnya. “yang mulia pangeran Vernan, anda tidak apa apa?” Tanya Leticia seraya membantu pemuda itu yang adalah seorang pangeran makhota Grisham. “jangan sentuh aku” ucap pemuda itu tegas seraya menyingkirkan tangan Leticia dari tangannya. “Aku hanya ingin membantu yang mulia” balas Leticia seraya membantunya meninggalkan ruangan itu. Pangeran vernan yang badannya sudah tak berdaya lagi karna obat bius itu pun hanya bisa pasrah tak melawan saat Leticia membawanya ke suatu tempat. “apa semudah ini menjebak pangeran mahkota Grisham” ucap Leticia seraya menatap tubuh seorang pemuda yang sudah tak sadarkan diri di sampingnya. “mari kita bersenang senang malam ini yang mulia” belum sempat Leticia menjalankan aksinya, secara tiba-tiba terdengar langkah kaki seseorang yang tengah jalan memasuki ruangan ini.
58 | S I E N N A ➼ Prok Prok Prok “Jadi begini caramu?, serendah ini?” ucap seorang gadis yang sekiranya seumuran dengan Leticia seraya mengejeknya melalui tatapan matanya yang seakan memandang sebuah kotoran. “kau!” teriak Leticia kaget, pasalnya gadis yang ada di hadapannya adalah gadis yang sepertinya telah ia bunuh kemarin di sungai, bagaimana dia bisa tetap hidup. “kau terkejut heh?, kau sungguh berpikir rencana bodohmu bisa berhasil menjebak kakakku?” Tanya gadis itu yang ternyata adalah adik dari vernan jough grisham, disha jough grisham. Secara tak terduga pangeran mahkota vernan yang ia kira telah pingsan terbius nyatanya kini telah bangun dari tidurnya dan menatapnya tajam. “waktunya pembalasan leticiaku yang cantik” ucap disha dengan senyum mengembang. Argh……. Ampun… Srek…. Duak… Didalam sana dengan sadisnya kedua kakak beradik itu dengan kompak menyiksa Leticia hingga puri ke tiga kekaisaran asterix itu tergeletak tak berdaya dengan menggenaskan. ---------------------------------
59 | S I E N N A ➼ Malam pun berlalu dengan cepatnya, digantikan dengan indahnya sinar matahari pagi. Kabar terkait kematian putri ke tiga kekaisaran asterix telah tersebar, dan hal itu membuat sienna terkejut merasa heran. “Siapa yang membunuhnya?” tanya sienna seraya membanting sebuah vas yang ada di sebelahnya, membuat para pelayan meringis mengingat harga vas itu yang membuat mereka ingin kayang. “Ah yang penting satu penghalang sudah hilang.” lanjut Sienna tak mempermasalahkannya. Sienna pun mulai berganti baju untuk berjalan jalan di sekitar taman dan matanya menangkap seorang pemuda yang tampak taka sing di matanya. Darius, pemuda itu adalah Darius. Sienna pun segera menghampiri pemuda itu dan menyapanya. “Hei Dar, apa kabar?” tanya sienna, tapi anehnya darius bukannya membalas ia malah diam dan terus menatap tajam Sienna. Tanpa aba-aba tangan darius bergerak cepat kearah perut sienna. Jleb.. Tanpa sienna sadari di tangan darius ada sebuah belati yang ikut serta, dan sekarang belati itu tengah menancap dengan indahnya di perut Sienna. Darah mulai menembus keluar, Sienna marah dan menendang darius hingga pemuda itu jatuh tersungkur ke belakang. Saat sienna mulai akan menyerang badannya terasa sakit sekali.
60 | S I E N N A ➼ Darius tersenyum samar, ternyata di belati itu terdapat racun miliknya sendiri, racun mematikan. Dalam hitungan detikpun sienna berhasil kehilangan nyawanya tanpa melawan sedikitpun. -End-