Ervina BR Simaremare, S.Pd.
NIM: 22228299005
SMA Negeri 3 Palembang
PPG Bahasa Prancis UNY Kategori 1 Tahun 2022
LK 3.1 Menyusun Best Practices
Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star
(Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak)
Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran
Lokasi SMA NEGERI 3 PALEMBANG
Lingkup Pendidikan SMA
Tujuan yang ingin dicapai Penggunaan Media Permainan Ular Tangga Berbasis
TIK dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara
Bahasa Prancis
Penulis Ervina BR Simaremare
Tanggal 16 September 2022
Berbicara merupakan salah satu cara untuk menyampaikan
Situasi: informasi, gagasan, pikiran dan perasaan. Unsur-unsur
Kondisi yang menjadi latar penting yang perlu diperhatikan dalam berbicara yakni
belakang masalah, mengapa adanya penutur, penyimak dan isi pembicaraan. Dengan
praktik ini penting untuk
dibagikan, apa yang menjadi
peran dan tanggung jawab anda menguasai keempat keterampilan bahasa tersebut maka
dalam praktik ini. peserta didik akan lebih mudah untuk berkomunikasi.
Dalam kehidupan sehari-hari orang menilai kemampuan
berbahasa seseorang dari kemampuan berbicaranya.
Seseorang yang lancar atau fasih dalam berbicara maka
kemungkinan besar ia mahir dalam berbahasa. Namun pada
kenyataannya tidak mudah bagi peserta didik untuk
menguasai keempat keterampilan berbahasa tersebut. Hal
itu dikarenakan minimnya minat peserta didik dalam
mempelajari bahasa asing, salah satunya bahasa Prancis.
Ada dua faktor yang memengaruhi peserta didik dalam
menguasai keempat keterampilan tersebut yaitu faktor
internal dan faktor eksternal. Faktor internal mengacu pada
peserta didik itu sendiri, diantaranya kurangnya minat
belajar dan kurang mendukungnya kondisi peserta didik
seperti pasif, takut melakukan kesalahan dan kurang percaya
diri. Selain itu faktor eksternal juga berpengaruh dalam
peningkatan keterampilan berbahasa peserta didik, salah
satunya ialah kurangnya inovasi dalam proses pembelajaran.
Hal ini menjadi salah satu penyebab mengapa kemampuan
berbahasa peserta didik tidak berkembang.. Keterampilan
berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa
yang perlu dikuasai oleh peserta didik dalam penguasaan
bahasa asing. Namun menurut pengamatan dan pengalaman
peneliti di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Palembang,
keterampilan berbicara relatif lebih sukar untuk dikuasai
dibandingkan keterampilan berbahasa yang lain. Hal ini
disebabkan beberapa indikasi yang menunjukkan bahwa
keterampilan berbicara bahasa Prancis peserta didik masih
rendah, diantaranya adaptasi dari bahasa Inggris ke bahasa
Prancis, adanya keterbatasan penguasaan kosakata, takut
melakukan kesalahan dan kesulitan dalam mengembangkan
gagasan. Hal itu memengaruhi singkatnya jawaban yang
diutarakan oleh peserta didik dalam menjawab pertanyaan
yang diberikan oleh pengajar. Proses pembelajaran yang
hanya dilakukan secara satu arah dinilai kurang efektif untuk
pembelajaran. Metode penyampaian materi pembelajaran
yang dilakukan oleh sebagian pengajar adalah ceramah dan
tanya jawab. Hal itu menyebabkan timbulnya rasa jenuh
pada peserta didik karena metode tersebut kurang menarik
perhatian dan kurang menyenangkan. Oleh karena itu dalam
pembelajaran bahasa diperlukan adanya strategi untuk
mengatasi masalah tersebut. Seorang pengajar diharapkan
lebih kreatif dalam penyampaian materi baik dari segi
teknik, metode maupun media agar dapat memotivasi
peserta didik dalam mempelajari bahasa Prancis . Untuk
menjawab tantangan tersebut seorang guru harus mengubah
paradigma pembelajaranya dari yang konvensional menjadi
lebih bermakna. Kurikulum yang sudah dikembangkan saat
ini oleh sekolah-sekolah dituntut untuk merubah pendekatan
pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered
learning) menjadi pendekatan pembelajaran yang berpusat
pada peserta didik (student-centered learning). Hal ini sesuai
dengan tuntutan dunia masa depan anak yang harus
memiliki kecakapan berpikir dan belajar (thinking and
learning skils). Kecakapan-kecakapan tersebut diantaranya
adalah kecakapan memecahkan masalah (problem solving),
berpikir kritis (critical thinking), kolaborasi, dan kecakapan
berkomunikasi. Semua kecakapan ini bisa dimiliki oleh
peserta didik apabila guru mampu mengembangkan rencana
pelaksanaan pembelajaran yang berisi aktivitas-aktivitas
yang menantang peserta didik untuk berpikir kritis dalam
memecahkan masalah. Kegiatan yang mendorong peserta
didik untuk bekerja sama dan berkomunikasi harus tampak
dalam setiap rencana pembelajaran yang dikembangkan.
Berdasarkan semua kecakapan yang menjadi tuntutan
pendidikan abad 21 dan hasil observasi yang dilakukan, guru
menemukan kesenjangan antara harapan kecakapan abad 21
dengan kenyataan yang ada di lapangan yaitu:
1. Guru belum memiliki teknik dan media yang unik serta
disukai oleh peserta didik sehingga pembelajaran cenderung
membosankan yang berdampak pada rendahnya hasil
belajar peserta didik
2. Peserta didik belum terampil mengakses informasi secara
efisien dan efektif, sehingga menghambat keterampilan
berbicara
3. Peserta didik belum terlatih mengutarakan pendapat yang
logis dalam pemahaman yang jelas
4. Peserta didik belum memperlihatkan kemampuan bekerja
secara efektif dengan tim yang berlainan atau kelompok lain
5.Peserta didik belum sepenuhnya bertindak secara
bertanggung jawab untuk menyelesaikan tugasnya baik
tugas individu maupun tugas dalam kelompok
Pada Pelajaran Bahasa Prancis” Metode belajar dengan
menggunakan permainan dinilai lebih efektif dalam
meningkatkan minat peserta didik untuk mempelajari
bahasa Prancis . Metode permainan bisa digunakan sebagai
alternatif pembelajaran bahasa di antaranya dengan
menggunakan permainan yang dapat mengasah kemampuan
psikomotorik dan kognitif peserta didik. Contoh permainan
yang sudah dikenal oleh peserta didik yaitu kartu dan papan,
permainan kata, permainan benar salah dan lain-lain. Media
permainan tersebut dapat menjadi suatu metode belajar
yang menarik untuk pengajaran bahasa Prancis pada materi
Decrire quelqu’un. Media belajar adalah alat bantu dalam
proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Media memiliki peran penting sebagai sarana untuk
mempermudah pengajar dalam memberikan materi kepada
peserta didik. Selain itu media diharapkan dapat
meningkatkan motivasi belajar peserta didik sehingga dapat
membantu proses pembelajaran berjalan baik dan
menyenangkan. Dengan motivasi belajar yang tinggi peserta
didik akan lebih cepat menangkap informasi. Selain itu
peserta didik dapat lebih mudah menerima materi dari apa
yang disampaikan melalui media permainan. Sejalan dengan
hal tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
dengan menggunakan media permainan. Salah satu
permainan yang diduga dapat meningkatkan keterampilan
berbicara pada peserta didik adalah permainan Ular Tangga.
Berbasis TIK
Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan
berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran
menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu
komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi
tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses
komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal.
Media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu
sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju
komunikan. Media pembelajaran adalah komponen integral
dari sistem pembelajaran yang berfungsi sebagai pembawa
informasi dari sumber (guru) menuju penerima (peserta
didik).
Menurut Rayandra Asyhar (2012: 8) Media pembelajaran
dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang dapat
menyampaikan atau menyalurkan pesan dari sumber secara
terencana, sehingga terjadi lingkungan belajar yang
kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses
belajar.
Berdasarkan definisi tersebut, dapat ditarik kesimpulan
bahwa proses pembelajaran sangat memerlukan media yang
inovatif sebagai penyampai pesan yang efektif dari guru
kepada peserta didik. Melihat pentingnya kehadiran media
sebagai alat penyampai pesan dari guru kepada peserta didik
maka penulis atau guru berusaha menggunakan media yang
menarik perhatian peserta didik dan tentunya
menyenangkan sehingga peserta didik mengikuti
pembelajaran dengan gembira.
Oleh karena itu, guru merancang media pembelajaran yang
paling efektif dan praktis digunakan. Media game ular
tangga dipilih untuk dijadikan media berbasis TIK dengan
pertimbangan bahwa peserta didik sangat memerlukan
suasana belajar yang menyenangkan sehingga mereka dapat
menemukan sendiri pengalaman belajarnya.
Dengan bermain proses pembelajaran akan memiliki warna
tersendiri bagi peserta didik dan bahkan bagi guru. Media
game ular tangga berbasis TIK ini adalah hasil modifikasi
dari permainan ular tangga yang sering dimainkan oleh
anak-anak dan bahkan dijadikan media pembelajaran oleh
guru hanya saja penggunaannya masih manual seperti
menggunakan karton maupun kain panel. Berbeda dengan
penggunaan game ular tangga secara manual, penulis dalam
penyajian materi di dalam kelas menggunakan game ular
tangga berbasis TIK atau game ular tangga disajikan ke
dalam bentuk postermywall yang cara bermainnya tetap
menggunakan mata dadu tetapi setiap nomor papan ular
tangga jika diklik melalui whell of spin akan muncul soal
yang harus didiskusikan oleh peserta didik.Ular Penerapan
media ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan
peserta didik dalam keterampilan berbicara bahasa Prancis.
Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
dengan menggunakan media permainan Ular Tangga
sebagai upaya meningkatkan kemampuan berbicara bahasa
Prancis yang dituangkan dalam Best Practice dengan judul
Penggunaan Media Permainan Ular Tangga dalam
Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Prancis
Manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari Best practice
ini adalah sebagai berikut
Tantangan : Bagi Guru
Apa saja yang menjadi tantangan
untuk mencapai tujuan tersebut? Menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam memilih, membuat
Siapa saja yang terlibat, dan menggunakan berbagai teknik dan media serta bahan
ajar dalam penyajian pembelajaran
Peserta Didik
Peserta didik menjadi lebih bersemangat mengikuti
pembelajaran dan lebih mampu mengeksplorasi karakter
unggul yang dimilikinya
Bagi Sekolah
Meningkatkan mutu dan citra lembaga di masyarakat serta
memiliki peserta didik dan guru yang selalu bersinergi untuk
melakukan perubahan ke arah yang lebih baik
Bagi Masyarakat
Keberhasilan sekolah dan guru dalam proses pembelajaran
tentu saja akan memberikan manfaat yang besar kepada
masyarakat dikarenakan semua lulusan atau pun peserta
didik adalah bagian dari masyarakat yang diharapkan
mampu memberikan manfaat bagi lingkungannya.
Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan
tersebut?
a. Ditemukan beberapa peserta didik yang masih gugup
ketika namanya dilempari gagasan dan harus
memberikan tanggapannya dengan alasan takut
salah.
b. Kelas cenderung ribut karena beberapa peserta didik
tidak dapat mengontrol volume suaranya saat
bermain ular tangga.
c. Kelas sangat asyik sehingga membuat peserta didik
cenderung ingin berlama-lama pada tahap kegiatan
pembelajaran tersebut. Dalam hal ini peserta didik
meminta guru untuk memutar ulang kembali video
tersebut.
Faktor Pendukung
a. Kepala sekolah dan teman sejawat yang selalu
mendukung upaya peningkatan kualitas, kreatifitas
dan inovasi pembelajaran.
b. Peserta didik yang selalu membuka diri terhadap hal
baru yang disajikan oleh guru dan ruang kelas yang
nyaman dalam melaksanakan proses pembelajaran
Aksi : c. Tersedianya internet sebagai sumber belajar dan
Langkah-langkah apa yang buku teks Bahasa Indonesia untuk peserta didik
dilakukan untuk menghadapi tersedia memadai
tantangan tersebut/ strategi apa
yang digunakan/ bagaimana d. LCD Projector dan Speaker/pengeras tersedia dalam
prosesnya, siapa saja yang kelas untuk mendukung pembelajaran.
terlibat / Apa saja sumber daya
atau materi yang diperlukan e. Suasana kelas yang tenang pada saat video
untuk melaksanakan strategi ini ditayangkan
Adapun langkah yang harus disiapkan oleh guru dalam
melaksanakan best practice adalah sebagai berikut:
Pra pelaksanaan
a. Mengkaji ulang RPP yang telah disiapkan
sebelumnya
b. Mengkaji proses pembelajaran yang paling menarik
yang pernah dilaksanakan oleh guru di dalam kelas
dan menyusun langkah-langkah pembelajarannya
c. Menentukan media pembelajaran yang akan
digunakan yaitu Media Game Ular tangga berbasis
TIK tentang tokoh atau pun artis terkenal
d. Menyiapkan mata dadu berbasis tik
e. Menyusun RPP yang sesuai dengan media,
pendekatan dan teknik yang akan digunakan
2. Pelaksanaan pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
1. Guru masuk kelas dan membuka pembelajaran
2. Guru menggali informasi dari peserta didik tentang
hal – hal yang mereka ketahui berkaitan dengan
materi tentang menggambarkan ciri fisik dan
karakterseseorang.
3. Guru menjelaskan indikator dan tujuan pembelajaran
4. Guru menjelaskan skenario pembelajaran
Kegiatan Inti
1. Guru meminta peserta didik memperhatikan materi
yg mencirikan sifat dan karakter seseorang (guru dan
peserta didik bertukar informasi)
2. meminta peserta didik untuk bergabung ke
kelompoknya masing-masing
3. Guru menyajikan video berisi ciri fisik dan karakter
seseorang
4. Setelah menyimak video, guru meminta satu orang
perwakilan dari kelompok untuk memutar mata dadu
yang kemudian guru dan peserta didik akan
mengarahkan kursor yang ada di layar LCD ke nomor
yang dimaksud.
5. Peserta didik mendiskusikan hasil putaran yang
terbuka pada nomor soal sesuai dengan hasil lemparan
mata dadu
6. Guru membimbing peserta didik dalam kelompoknya
masing-masing
7. Guru meminta salah seorang peserta didik
mempresentasikan hasil pekerjaan mereka untuk
mewakili kelompoknya
8. Setelah menyelesaikan persentasinya peserta didik
tersebut akan melemparkan gagasannya kepada
anggota kelompok lain dengan cara menunjuk ataupun
dengan menyebutkan nama peserta didik
9. Peserta didik yang disebut namanya bertanggung
jawab menyambut lemparan dengan memberikan
pertanyaan/ tanggapan/ masukan terhadap kelompok
yang telah memaparkan jawabannya
10. Peserta didik yang telah menyambut dan memberi
tanggapan akan melempar lagi pendapatnya kepada
anggota kelompok lain dengan menyebut nama
peserta didik untuk menambahkan atau memberi
tanggapan terhadap kelompok yang telah memaparkan
jawabannya
Kegiatan penutup
1. Peserta didik dan guru melakukan refleksi
2. Guru menginformasikan pembelajaran berikutnya
3. Guru menutup pembelajaran dengan meminta peserta
didik untuk berdoa
4. Pasca Pelaksanaan
a) Pengolahan nilai
b) Penulisan laporan best practice
Refleksi Hasil dan dampak Hasil pembelajaran yang dicapai setelah dengan penggunaan
Media Game Ular Tangga Berbasis TIK adalah sebagai
Bagaimana dampak dari aksi dari berikut:
Langkah-langkah yang 1. Hasil belajar peserta didik jauh melampaui kriteria
ketuntasan minimal yang telah ditetapkan. Hal ini
dilakukan? Apakah hasilnya membuktikan kemampuan berpikir kritis (critical
thinking) dan memecahkan masalah (problem
efektif? Atau tidak efektif? solving) mengalami peningkatan. Peserta didik
mampu menalar dan menyelesaikan permasalahan
Mengapa? Bagaimana respon yang disajikan dalam bentuk soal uraian. Hal ini
adalah bentuk keberhasilan penggunaan Ular Tangga
orang lain terkait dengan strategi berbasis TIK dan ditunjang oleh pemilihan bahan ajar
yang tepat dan menarik.
yang dilakukan, Apa yang
menjadi faktor keberhasilan atau
ketidakberhasilan dari strategi
yang dilakukan? Apa
pembelajaran dari keseluruhan
proses tersebut
2. Keterampilan berbicara peserta didik berkembang
dengan sangat baik jauh melampaui KKM. Hasil
tersebut mencerminkan pengembangan kecakapan
abad 21 communication dan creativity and
innovation yaitu peserta didik mampu memahami,
mengelola, menciptakan komunikasi yang efektif
dalam mengutarakan ide, baik pada saat berdiskusi
dengan teman kelompoknya atau pun ketika
menyambut dan melempar tanggapan atau
gagasannya kepada kelompok lain. Peserta didik juga
mampu mengembangkan, melaksanakan dan
menyampaikan gagasan-gagasan baru serta bersikap
terbuka dan responsif terhadap perspektif yang
berbeda. Pada bagian pengasahan keterampilan ini
juga sekaligus terasah kecakapan abad 21
collaboration, yaitu peserta didik mampu
bekerjasama secara bertanggun jawab, baik dengan
kelompoknya maupun dengan kelompok lain.
3. Nilai – Nilai Karakter yang Tumbuh. Pengembangan
Keterampilan Berbicara melalui penggunaan Ular
Tangga Berbasis TIK terbukti sangat membantu
membangun karakter peserta didik dalam hal berikut:
a. sikap bertanggung jawab menjalankan tugasnya
dalam melempar maupun menyambut tanggapan,
b. sikap percaya diri dalam memaparkan tanggapannya,
c. sikap positif dan kerjasama dalam kelompok rata-rata
peserta didik berada pada kategori sangat baik.
Ada beberapa nilai tambah dari penggunaan teknik dan
media dalam best practice ini adalah:
1. Pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan
mampu menumbuhkan karakter unggul peserta didik
2. Keterampilan berbicara terasah dengan baik karena
setiap peserta didik bertanggung jawab untuk
melempar dan menyambut pendapat ataupun
tanggapan tentang hal yang sedang dibicarakan.
3. Antusiasme peserta didik dalam pembelajaran
mengalami peningkatan sehingga hasil belajar
mereka pun meningkat
Tindak Lanjut dari kegiatan best peactice ini
Tindak lanjut pengembangan keterampilan berbicara
menggunakan Media Ular Tangga berbasis TIK antara
lain sebagai berikut.
1. Penerapan pada materi dan mata pelajaran
yang lain .Media dan teknik ini dapat dengan
mudah digunakan oleh mata pelajaran lain
tinggal menyesuaikan dengan materinya
2. Mengadakan Kegiatan workshop pembuatan
media pembelajaran,dan sekolah dapat
memfasilitasi guru untuk membuat media
pembelajaran yang sama atau pun
menyempurnakan media yang telah ada
3. Melakukan presentasi dan diskusi tentang
strategi dan teknik pembelajaran inovatif di
kalangan guru
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Adapun simpulan best practice yang berjudul
“Penggunaan Media Permainan Ular Tangga
Berbasis TIK dalam Meningkatkan Keterampilan
Berbicara Bahasa Prancis” adalah:
1. Hasil belajar peserta didik melalui
pemanfaatan Media Ular Tangga berbasis
TIK mengalami peningkatan sebagai bukti
berkembangnya keterampilan abad 21 critical
thinking and problem solving
2. Keterampilan berbicara peserta didik
mengalami peningkatan sebagai bukti
terasahnya keterampilan abad 21
a. Communication
Pembelajaran yang dikemas dalam best
practice ini juga meningkatkan keterampilan
berbicara dan melatih peserta didik
mengutarakan pendapat dengan logis
b. Collaboration
Pelaksanaan best practice mampu
mengembangkan kemampuan belajar secara
efektif dengan tim yang berlainan.
c. Creativity and Inovation
Peserta didik mampu menyampaikan
gagasan dan terbuka dengan pendapat lain
yang berbeda dengannya.Pembelajaran
dengan Media Ular Tangga Berbasis TIK ini
mampu menanamkan nilai-nilai karakter
pada peserta didik, terutama nilai tanggung
jawab, percaya diri dan sikap positif serta
kerjasama.
d. Pelaksanaan best practice ini menjadi
motivasi bagi penulis untuk lebih kreatif
dalam menyajikan pembelajaran karena
penulis memperoleh pengalaman bahwa
pembelajaran yang disampaikan dengan
kreatif akan menghasilkan peserta didik yang
lebih gembira dan terbuka pada proses
pembelajaran.
e. Teknik dan media yang digunakan pada best
practice ini dapat digunakan untuk
kompetensi dasar yang lain pada mata
pelajaran bahasa Prancis atau pun pada mata
pelajaran lain.
B. Saran
Bagi Guru
1. Guru sebaiknya memperbaharui pengetahuan
secara terus-menerus sehingga mampu
menciptakan skenario, teknik dan media
pembelajaran yang kreatif dan inovatif.
2. Guru harus mampu menggunakan
multimedia dan internet untuk inovasi
pembelajaran.
3. Pembelajaran bahasa Prancs sebaiknya
mampu memanfaatkan hal-hal yang berasal
dari lingkungan sekitar.
Bagi Peserta Didik
1. Tidak perlu takut salah ketika harus berbicara
di depan kelas (presentasi).
2. Peserta didik tidak perlu malu
mengungkapkan apa yang dipikirkannya
berkaitan dengan informasi yang didengar
atau pun dibaca/dilihat.
3. Gunakanlah video atau pun tontonan yang
mendidik lainnya sebagai sarana untuk
belajar.
4. Dengan menonton video dan bermain peserta
didik dapat memperoleh beberapa
keuntungan sekaligus antara lain terhibur dan
merasa senang, melatih pendengaran, melatih
penglihatan dan memudahkan dalam
menyerap informasi.
Bagi Sekolah
Sekolah hendaknya mengadakan berbagai
lomba yang mendukung pembelajaran
bahasa misalnya lomba pidato, mengarang
cerpen dan membuat video pendek hasil dari
liputan dan wawancara peserta didik dari
lingkungan sekitarnya. Hal ini akan
memotivasi peserta didik untuk terus
meningkatkan kemampuan bahasa Indonesia.