HAKIKAT IPA
Dan PENGAMATANNYA
Nama : Syaida Wati
Nim : 20231037
Prodi : Pendidikan IPA
Matkul : TIK untuk IPA
Dosen : Khairil Arif, M.Pd.
Topik Buku
01 02
Hakikat IPA Proses Penyelidikan
IPA
03 04
Objek IPA dan bagian- Pengukuran, Besaran
bagiannya dan Satuan
Peta Konsep
Hakikat IPA dan Pengamatannya
Hakikat Penyelidikan Objek IPA Bagian IPA Pengukuran
IPA IPA Besaran
Fisika Satuan
Metode Kimia
Ilmiah Biologi
IPBA
01. Hakikat IPA
Sains merupakan makna alam dan berbagai
fenomena/perilaku/karakteristik yang dikemas
menjadi sekumpulan teori maupun konsep melalui
serangkaian proses ilmiah yang dilakukan manusia.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah ilmu yang
mempelajari segala sesuatu yang berada di sekitar
kita baik yang hidup maupun yang mati
Dalam menemukan konsep-konsep IPA, para ilmuan
melakukan kegiatan penyelidikan ilmiah yang disebut
observasi atau pengamatan. Dari situlah IPA berkembang
melalu penelitian yang dilakukan ilmuan
Penelitian tersebut harus melalui langkah terencana yang
sistematis. Langkah-langkah tersebut lah yang dikenal
dengan istilah metode ilmiah.
Manfaat Mempelajari IPA
Ada banyak manfaat mempelajari IPA. Dengan mempelajari IPA, rasa ingin
tahu dan berbagai sikap ilmiah akan meningkat. Kita akan memahami peran
penting alam dan meningkatkan rasa cinta serta rasa peduli terhadap alam.
IPA akan melatih kita berpikir logis dan sistematis dan menumbuhkan
wawasan akan konsep alam yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Dimana konsep yang ada dalam Ilmu Pengetahuan Alam akan berguna untuk
menjelaskan berbagai peristiwa-peristiwa alam dan menemukan cara untuk
memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari di linngkungan
sekitar. Dengan mempelajari IPA, dapat memberikan pengetahuan sehingga
teknologi dan peradaban manusia semakin meningkat. Yang nantinya akan
berdampak pada kualitas hidup manusia dan kehidupan di bumi.
02.Penyelidikan IPA
Penyelidikan IPA adalah mempelajari apa yang
diselidiki dalam Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Penyelidikan IPA adalah bagaimana cara melakukan
pengamatan dan mempelajari pengukuran sebagai
bagian dari pengamatan.
02. Penyelidikan IPA
Penyelidikan IPA terdiri atas 3 tahap,
yaitu:
1. Pengamatan
Pengamatan atau observasi merupakan
proses mengumpulkan data dan informasi
terkait hal yang akan diselidiki.
Pengamatan dapat dilakukan dengan
bantuan indera maupun alat. Misal Ketika
mengamati perubahan warna larutan
menggunakan indera penglihatan (mata)
seperti gambar di samping.
2. Membuat inferensi
Artinya adalah merumuskan penjelasan
berdasarkan data dan informasi yang telah
dikumpulkan saat pengamatan.
Penjelasan tersebutakan digunakan untuk
menemukan hubunganantar aspek yang diselidiki
dan membuat hipotesis (dugaan sementara)
3. Mengkomunikasikan
Setelah semua penjelasan dirumuskan dengan baik, dan didapatkan sebuah
kesimpulan maka langkah berikutnya adalah mengkomunikasikan hasil
penyelidikan baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
Data-data pendukung yang dapat dikomunikasikan misalnya tabel, grafik,
bagan, atau gambar.
Metode Ilmiah
Dalam penyelidikan IPA, Penelitian harus melalui langkah dan prosedur terencana
yang sistematis agar memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan
secara ilmiah. Langkah-langkah inilah yang dikenal dengan istilah metode ilmiah.
Metode ilmiah adalah proses keilmuan untuk mendapatkan pengetahuan (dari
pemecahan masalah dan mengetahui penyebabnya) secara sistematis sehingga
dapat diperoleh simpulan yang dapat dipercaya (valid).
Langkah-Langkah Metode Ilmiah
1. Melakukan 2. Merumuskan
observasi awal masalah
Observasi dilakukan untuk Merumuskan masalah adalah
mengamati keadaan awal objek kegiatan menemukan dan
penelitian, menganalisis sifat-sifat
menentukan permasalahan yang
objek yang diteliti. akan diangkat dalam penelitian.
3. Membuat 4. Eksperimen 5. Melakukan
hipotesis analisis hasil
(dugaan Eksperimen adalah
melakukan percobaan Analisis hasil
sementara) untuk membuktikan dikembangkan dari
rumusan hipotesis yang
Hipotesis adalah membuat hipotesis, dengan telah dibuat, untuk
rumusan awal (prediksi) mengendalikan variabel- mengetahui apakah
terhadap hasil dari hipotesis yang dibuat
permasalahan yang variabel penelitian. dapat menjelaskan
diangkat. fenomena permasalahan
yang terjadi atau tidak.
Menarik kesimpulan
Langkah terakhir adalah menarik kesimpulan. Setelah hasil
dianalisis dan dihubungkan dengan hipotesis, peneliti dapat
menarik simpulan yang menjelaskan hubungan-hubungan tersebut
dengan singkat dan jelas.
03. Objek dan bagian-
bagian IPA
Objek yang dipelajari dalam IPA adalah seluruh benda
di alam dengan segala interaksinya untuk dipelajari
pola- pola keteraturannya.
Objek IPA dapat berupa benda berukuran sangat
kecil (mikroskopis), misalnya bakteri, virus, dan atom
atau benda yang berukuran sangat besar seperti
lautan, bumi, dan tata surya.
Bagian-bagian IPA
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dikelompokkan menjadi empat bagian sebagai berikut.
1. Fisika
2. Kimia
3. Biologi
4. Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa
1. Fisika
Fisika adalah ilmu yang mempelajari tentang aspek mendasar alam, seperti materi,
energi, gaya, cahaya, gerak panas dan berbagai gejala fisik alam lainnya.
2. Kimia
Kimia adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu mengenai materi dan
perubahannya serta interaksi antar materi yang satu dengan materi yang
lain. Contohnya larutan, zat dan perubahannya, atom, dan sebaginya.
3. Biologi
Biologi adalah cabang IPA yang
mempelajari sistem kehidupan mulai
dari ukuran yang kecil (sel) sampai
dengan lingkungan yang sangat luas
(bioma)
4. Ilmu Pengetahuan Bumi dan
Antariksa (IPBA)
Ilmu Bumi dan Antariksa merupakan cabang IPA yang mempelajari tentang
asal mula bumi, perkembangan dan keadaannya saat ini, bintang, planet dan
berbagai benda langit lainnya.
04. Pengukuran
Pengukuran dapat diartikan sebagai Di dalam melakukan kegiatan
kegiatan mengukur suatu besaran dari pengukuran terhadap suatu benda,
objek atau benda. Pengertian yang terpenting adalah menggunakan
pengukuran tersebut menunjukkan alat ukur yang sesuai dan standar.
bahwa dalam kegiatan mengukur
dibutuhkan alat ukur yang sesuai Syarat pengukuran tersebut harus
dengan besarannya. dipenuhi untuk mendapatkan nilai
ukur yang tepat. Pengukuran yang
Sedangkan mengukur adalah teliti akan menghasilkan nilai yang
membandingkan nilai besaran yang akurat. Semakin tinggi tingkat
diukur dengan alat ukur yang sesuai, ketelitian sebuah alat ukur, maka
misalnya mengukur lebar meja dengan nilai pengukuran semakin baik.
mistar, mengukur kecepatan lari dengan
stopwacth, atau mengukur massa benda
dengan neraca.
Satuan
Satuan adalah pembanding dalam sebuah pengukuran.terdapat dua
jenis satuan, yaitu satuan baku dan tak baku.
Satuan baku adalah satuan yang telah disepakati pemakaiannya
secara internasional atau disebut juga Sistem Internasional (SI).
Syarat satuan baku adalah berlaku internasional, mudah ditiru, dan
tidak berubah. Satuan dalam Sistem Internasional dibagi menjadi
dua sistem, yaitu sistem MKS (meter – kilogram – sekon) dan
sistem CGS (centimeter – gram – sekon).
Satuan tidak baku adalah satuan yang tidak diakui secara
internasional, hanya digunakan pada wilayah tertentu saja.
Sebelum ditemukannya alat ukur, maka penduduk pada jaman dahulu
menggunakan satuan tidak baku untuk pedoman pengukuran. Contoh
satuan tidak baku, antara lain hasta, depa, kaki, lengan, dan tumbak.
Besaran
Besaran merupakan segala sesuatu
yang dapat diukur dan dinyatakan
dengan nilai dan satuan.
Berdasarkan jenis satuannya, maka
besaran dibedakan menjadi besaran
pokok dan besaran turunan.
1. Besaran Pokok
Besaran pokok merupakan besaran
yang satuannya telah didefinisikan
terlebih dahulu, terdiri atas tujuh
besaran.
2. Besaran Turunan
adalah besaran yang
diturunkan dari besaran
pokok. Misalnya : Luas adalah
besaran yang diturunkan dari
besaran pokok panjang,
kecepatan adalah besaran
yang diturunkan dari besaran
pokok panjang dan waktu.
Alat Ukur
Alat ukur (measuring tool) adalah sebuah alat yang tujuan penggunaanya
untuk membantu dalam mengetahui nilai suatu besaran. Alat ukur
digunakan dalam pengukuran sesuai dengan besaran yang akan diukur.
Setiap alat ukur memiliki tingkat ketelitian yang berbeda-beda,
tergantung pada skala yang ada. Semakin kecil skala yang digunakan, maka
alat ukur memiliki tingkat ketelitian yang tinggi.
Penggunaan suatu alat ukur tertentu ditentukan oleh beberapa faktor,
antara lain ketelitian hasil ukur, ukuran besaran yang diukur, dan bentuk
benda yang akan diukur.
Berikut beberapa jenis alat ukur:
Alat Ukur Panjang
1. Mistar
Mistar atau penggaris adalah alat ukur
panjang yang biasa digunakan untuk
mengukur panjang dan lebar benda.
Alat ukur ini memiliki skala terkecil 1 mm
atau 0,1 cm. Mistar memiliki ketelitian
pengukuran setengah dari skala
terkecilnya, yaitu 0,5 mm.
Alat Ukur Panjang
2. Jangka sorong
Jangka sorong sering digunakan untuk
mengukur diameter bola kecil, tebal uang
logam, maupun diameter dalam tabung.
Terdapat dua jenis skala pada Jangka
sorong, yaitu skala utama yang terdapat
pada rahang tetap jangka sorong dan
skala nonius, yaitu skala pada rahang yang
dapat digeser. Tingkat ketelitian jangka
sorong sampai dengan 0,01 cm atau 0,1
mm.
Alat Ukur Panjang
3.Mikrometer sekrup
Mikrometer sekrup adalah alat ukur yang difungsikan
untuk mengukur diameter benda tipis, misalkan plat.
Mikrometer sekrup terdiri atas dua bagian, yaitu
selubung (poros tetap) dan selubung luar (poros ulir).
Skala panjang pada poros tetap merupakan skala utama,
sedangkan pada poros ulir merupakan skala nonius.
Skala utama mikrometer sekrup mempunyai skala dalam
mm, sedangkan skala noniusnya terbagi dalam 50 bagian.
Satu bagian pada skala nonius mempunyai nilai 1/50 ×
0,5 mm atau 0,01 mm. Jadi, mikrometer sekrup memiliki
ketelitian 0,01 mm atau 0,001 cm
Alat Ukur Massa
Alat ukur yang digunakan untuk
mengukur massa adalah timbangan
atau neraca. Berikut macam-
macam neraca
1. Neraca ohaus tiga lengan
Sesuai dengan namanya, neraca
Ohaus tiga lengan mempunyai
lengan berjumlah tiga dan satu
cawan tempat benda. Neraca ini
adalah alat ukur massa yang
memiliki tingkat ketelitian 0,1
gram.
Alat Ukur Massa
2. Neraca digital
Neraca digital merupakan alat ukur
massa yang sering ada di dalam
laboratorium untuk menimbang
bahan yang akan digunakan dalam
praktikum.
Neraca digital mempunyai tingkat
ketelitian lebih besar daripada
neraca Ohaus, yaitu 0,01 gram.
Alat Ukur Massa
3. Neraca analitis dua lengan.
Neraca jenis ini akan banyak terlihat di toko-
toko emas, karena digunakan untuk mengukur
massa emas. Pada neraca analitis dua lengan,
terdapat dua lengan dengan wadah kecil dari
logam untuk menimbang.
Lengan satu digunakan untuk meletakkan
benda/logam yang akan ditimbang, lengan dua
untuk meletakkann bobot timbangan. Neraca
ini memiliki tingkat ketelitian 0,001 gram.
Alat Ukur Massa
4. Neraca pasar
Neraca pasar sering disebut juga
sebagai neraca mekanik meja. Neraca
pasar dimanfaatkan oleh para
pedagang kelontong untuk menimbang
barang dagangan mereka.
Ketelitian neraca pasar sangat
rendah, yaitu 50 gram. Anak
timbangan pada neraca ini adalah 50
gram, 100 gram (1 ons), 200 gram,
500 gr dan 1 kg. Massa yang terukur
sama dengan jumlah massa anak
timbangan yang digunakan.
Alat Ukur Waktu
Alat ukur waktu umumnya adalah jam, arloji, beker, jam pasir, kalender dan
stopwatch
Alat Ukur