1.2.A.6 REFLEKSI TERBIMBING –
Nilai Dan Peran Guru Penggerak
1. Apa saja nilai diri saya? (yang terdapat pada
bagian mulai dari diri)
Setiap manusia pasti ada sisi nilai postif yang dimiliki
yang menjadi ciri khusus. Bahkan Terkadang nilai setiap
individu bisa sama satu dengan seseorang yang lainnya.
Begitu juga dengan saya secara pribadi memiliki nilai-
nilai yang mungkin sama dengan orang lain. Nilai
tersebut selama postif maka akan dipegang teguh. Ada
beberapa Nilai pada diri saya seperti berusaha untuk bisa
memberikan kemanfaatan terhadap orang, saya seorang
yang pekerja keras, selalu ingin mengembangkan diri.
Kemanfaatan tersebut bisa berupa tenaga, waktu dan
ilmu pengetahuan atau mungkin finansial,
2. Apa yang saya rasakan setelah mengetahui nilai
dari Guru Penggerak? Jelaskan!
Setelah mengetahui nilai guru penggerak saya jadi
termotivasi untuk makin menyelami lebih dalam nilai-nilai
dalam guru penggerak. Lebih tersadarkan akan
pentingnya seorang guru penggerak sebagai agen
perubahan yang diharapkan akan memberikan kantribusi
dan mentransformasi pendidikan dengan nilai-nilai positif
agar saya dapat berusaha memperbaiki pola lama dalam
pembelajaran menjadi hal baru sesuai dengan filosofi Ki
Hajar Dewantara menuju merdeka belajar bagi anak
murid saya khusunya di lingkungna sekolah saya ataupun
bagi komunitas dan warga sekitar lingkungan sekolah
saya.
Nilai-nilai guru penggerak tersebut (Mandiri, Reflektif,
Kolaboratif, Inovatif, serta Berpihak pada Murid) pasti
akan menciptakan tatanan kehidupan yang berbudi
pekerti luhur serta berintelektual jika bisa dilakukan oleh
semua orang yang terkait dalam dunia pendidikan. Akan
tetapi kita sebagai guru penggeraklah yang akan merintis
penanaman nilai-nilai tersebut dengan memulai dari diri
sendiri.
3. Apa saja nilai diri Guru Penggerak yang sudah
saya miliki sekarang?
Nilai guru penggerak sebenarnya ada dan sudah dimiliki
oleh saya seperti nilai mandiri dimana dengan nilai ini
saya mampu memunculkan motivasi untuk membuat
perubahan baik untuk lingkungan sekitarnya ataupun
pada dirinya sendiri. Saya termotivasi untuk
mengembangkan diri saya tanpa harus menunggu
adanya pelatihan yang ditugaskan oleh sekolah ataupun
dinas.
Saya juga memiliki nilai reflektif mau membuka diri
terhadap pengalaman yang baru dilalui, lalu melakukan
evaluasi terhadap apa saja hal yang sudah baik, serta
apa yang perlu dikembangkan. Nilai lain yang dimiliki
saya yaitu Berpihak pada murid saya selalu bergerak
dengan mengutamakan kepentingan perkembangan
murid sebagai acuan utama.
Segala keputusan yang diambil didasari pembelajaran
murid terlebih dahulu, bukan dirinya sendiri serta tertuju
pada perkembangan murid, bukan pada pemuasan diri
kita sendiri, maupun orang lain yang berkepentingan.
4. Diantara nilai-nilai yang sudah saya pelajari,
nilai apa yang saya rasa perlu saya kuatkan?
jelaskan!
Kelima nilai guru penggerak, semuanya perlu dikuatkan
karena merupakan keyakinan sebagai standar yang
mengarahkan perbuatan dan standar pengambilan
keputusan terhadap objek atau situasi.
Nilai-nilai tersebut berfungsi sebagai standar bagi
seseorang dalam mengambil posisi khusus dalam suatu
masalah, sebagai bahan evaluasi dalam membuat
keputusan, bahkan hingga berfungsi sebagai motivasi
dalam mengarahkan tingkah laku individu dalam
kehidupan sehari-hari.
5. Apa yang saya rasakan setelah mengetahui
peran dari seorang Guru Penggerak?
Makin tergugah untuk berprilaku yang dapat memberikan
perubahan baik diri saya sendiri maupun terhadap orang
lain. Makin memperhatikan segenap aspek pembelajaran
yang mendukung tumbuh-kembang murid dan mampu
memunculkan motivasi murid untuk belajar, juga
mendidik karakter murid di sekolah serta menciptakan
lingkungan yang berjalan sinergis demi pendidikan
Indonesia.
6. Apa yang bisa saya lakukan (khusus untuk diri
saya) untuk menguatkan peran dan nilai Guru
Penggerak?
Untuk menguatkan nilai dan peran tersebut saya akan
melakukan beberapa langkah antara lain:
Menerapkan ilmu, pengetahuan ketrampilan yang
diperoleh dari hasil pengembangan diri melalui aksi
nyata di kelas.
Mendorong dan mendelegasikan murid
untuk mengikuti berbagai pelatihan kepemimpinan
murid di dalam atau luar lingkungan sekolah.
Motivasi, idealis, dorongan dan kemauan yang kuat
dari diri sendiri Guru Penggerak dalam menjalankan
perannya.
Membuat Komunitas untuk bergerak bersinergis,
berkolaborasi dalam melakukan aksi nyata dalam
menjalankan perannya.
Meminta dukungan penuh dari pihak sekolah dan
warga sekolah lainnya dalam melakukan aksi nyata
transformasi pendidikan di sekolah.
7. Apa yang akan menghambat saya dalam
memperkuat peran dan nilai Guru Penggerak
dalam diri saya?
Beberapa penghambat yang muncul ketika menguatkan
nilai dan peran tersebut antara lain:
Diri Sendiri
Menurunnya Motivasi, idealis, suka menunda-nunda
pekerjaan, dorongan dan kemauan dari diri sendiri
dalam menjalankan nilai dan perannya.
Guru lain
Munculnya gesekan dan konflik dari interaksi yang kita
lakukan. Niat kita sebenarnya sudah bagus yaitu
mengadakan perubahan dan menciptakan iklim
pembelajaran yang berpihak terhadap murid tetapi
terkadang ada saja guru lain tidak mau dan tidak suka
ide perubahan muncul dari orang lain apalagi dari yang
lebih muda.
Kepala sekolah
Ada saja kepala sekolah yang menganggap guru yang
suka perubahan itu dianggap sebagai kompetetor
padahal jika bisa berjalan bersama akan lebih indah. Ada
juga kepala sekolah yang acuh tak acuh terhadap
perubahan-perubahan yang dilakukan guru.
Pemangku kebijakan
Tidak memberikan dukungan terhadap tindakan-tindakan
positif yang dilakukan guru.
Babakan Cianjur, November 2021
Diana Kusmawati., S.Pd.