PANDUAN
METODE PERAWATAN HOLISTIK
TERAPI FISIK PADA PASIEN COVID 19
STANDART AKREDITASI
RUMAH SAKIT
EDISI 1
PEMERINTAH KABUPATEN BOJONEGORO
DINAS KESEHATAN
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SUMBERREJO
Jl. Raya No. 231 SumberrejoTelp. (0353) 331530
SUMBERREJO BOJONEGORO
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan ridho-
Nya perawatan holistik terapi fisik di Rumah Sakit Umum Daerah Sumberrejo
dapat dibuat. Panduan ini akan dijadikan panduan dalam segenap pegawai RSUD
Sumberrejo dalam memberikan pelayanan yang aman dan bermutu pada pasien.
Pada Kesempatan ini kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak
yang terlibat dalam penulisan Panduan perawatan holistik terapi fisik pada pasien
covid19 di Rumah Sakit Umum Daerah Sumberrejo, sehingga dapat
meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Sumberrejo.
Panduan ini akan terus mengalami perbaikan kedepan seiring dengan
peningkatan pengetahuan Rumah Sakit terhadap kesehatan yang ada, sehingga
kedepan masih perlu adanya perbaikan.
Akhirnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan
Panduan ini, kami sampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi. Semoga
amal kebaikan diterima oleh Allah SWT.
Bojonegoro, 29 Juli 2021
Penulis
i
PEMERINTAH KABUPATEN BOJONEGORO
DINAS KESEHATAN
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
SUMBERREJO
Jl. Raya Sumberrejo No. 231 Telp. (0353) 331530
SUMBERREJO BOJONEGORO
KEPUTUSAN
DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SUMBERREJO
Nomor : 440/ 117 /12202.2/2021
TENTANG
PERAWATAN HOLISTIK TERAPI FISIK PADA PASIEN COVID-19
DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SUMBERREJO
Menimbang : a. Bahwa dalam upaya memberikan pelayanan yang dibutuhkan
Mengingat oleh pasien Covid-19 yang memerlukan Perawatan Holistik
Terapi Fisik
b. Bahwa sehubungan dengan pertimbangan sebagaimana yang
dimaksud huruf(a) diatas, maka perlu ditetapkan kebijakan
Perawatan Holistik Terapi fisik Pada Pasien Covid-19 di Ruang
Isolasi Rumah Sakit Umum daerah Sumberrejo melalui
Keputusan Direktur.
: 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004
tentang Praktik Kedokteran
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009
tentang Rumah sakit
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009
tentang Tenaga Kesehatan;
4. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2014
tentang keperawatan
5. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1239/Menkes/RI/2001
tentang Praktek Perawat;
6. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor129/MENKES/SK/II/2008
tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit
ii
iii
DAFTAR ISI
Sampul Depan ......................................................................................................
Kata Pengantar ................................................................................................... . i
SK Direktur ........................................................................................................... ii
Daftar Isi ............................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1
BAB II RUANG LINGKUP ................................................................................. 3
BAB III TATALAKSANA................................................................................... 5
BAB IV DOKUMENTASI .................................................................................. 6
BAB V PENUTUP................................................................................................ 8
Daftar Pustaka ....................................................................................................... 9
iv
BAB I
PENDAHULUAN
Pengertian holistik adalah komprehensif atau menyeluruh yang terdiri dari
body to body, mind to mind and spirit to spirit atau bisa juga dikatakan secara bio,
psiko, sosial dan cultural (Dossey, 2005). Dari pengertian holistik tersebut dapat
diketahui bahwa pasien adalah manusia yang terdiri dari body, mind and spirit,
pasien yang sehat adalah sehat secara fisik, mental, emosi dan spiritual sehingga
memerlukan pelayanan yang holistik dan berpusat pada kebutuhan pasien. Untuk
mencapai kesehatan dan kesejahteraan seacara holistik terdapat lima dimensi yang
harus diperhatikan:
1. Dimensi fisik: Kemampuan seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-
hari secara umum melakukan kebiasan hidup positif.
2. Dimensi sosial: melakukan kegiatan sosial dan mampu berinteraksi dengan
orang lain. 3. Dimensi emosional : mengekspresiksn emosi dan
mengendalikan stres
3. Dimensi intelektual :kemampuan cognitive untuk belajar.
4. Dimensi spiritual :Terkait dengan keyakinan dalam beberapa hal seperti:
alam, ilmu, agama atau kekuatan yang lebih tinggi yang membantu
manusia mencapai tujuan kehidupan. Meliputi moral, nilai, dan etik yang
dimiliki seseorang (Salbiah, 2006).
Pendekatan holistik keperawatan mencakup intervensi yang berfokus pada
respons pasien yang menyembuhkan orang secara menyeluruh dan membantu
adanya keseimbangan, terapi, dan seni penyembuhan yang dilakukan sendiri
bukanlah esensi dari holisme Konsep Keperawatan Holistik 3 dan kesehatan.
Perawat holistik membantu pasien untuk bertanggung jawab pada kesehatan
pribadi dengan berberan sebagai role model kesehatan yang mengintegrasikan
perawatan diri dalam kehidupan dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Terapi fisik adalah aspek pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan
rehabilitasi fungsional. Tujuannya adalah untuk penanganan kecacatan, cedera
dan gangguan dengan meningkatkan gerakan melalui perbaikan fisik. Terapi fisik
fokus terhadap rancangan teknik untuk memaksimalkan fungsi, pergerakan dan
1
kualitas hidup pasien dengan berbagai kondisi kesehatan. Pada terapi fisik,
kemampuan seseorang dalam melakukan gerakan dinilai, dan tujuan yang nyata
ditetapkan dan disetujui bersama. Prosesnya meliputi mendorong dan melatih
pasien untuk memaksimalkan kemampuan gerakan agar dapat berfungsi
semaksimal mungkin. Pasien, perawat, dokter umum dan ahli terapi semuanya
terlibat dalam praktek terapi fisik. Sehingga Perawatan Holistik terapi fisik
merupakan suatu perawatan dengan cara melakukan kegiatan aktivitas/latihan
fisik yang teratur dalam jangka waktu dan intensitas tertentu.
2
BAB II
RUANG LINGKUP
Ruang lingkup perawatan holistik terapi fisik di RSUD Sumberrejo Bojonegoro
adalah : perawatan ini dilakukan dan berfokus pada pasien covid19 yang memiliki
gejala ringan hingga sedang,terapi ini dilakukan 1x pada pasien atau 1 minggu 2x
kemudian pasien dapat melakukan latihan terapi fisik secara mandiri.
Untuk menentukan perlu tidaknya pasien melakukan perawatan perawatan holistic
terapi fisik harus dilakukan assesmen secara komprehensif agar intervensi yang
diberikan sesuai dengan kebutuhan, kondisi medis, riwayat penyakit, faktor
lingkungan.
Pengkajian
Pengkajian awal meliputi :
1. Pengkajian fisik dan mental yang meliputi :
• Kesadaran : GCS:E4M6V5, total skor GCS harus 15 dengan
kesadaran composmentis
• Tanda vital : Tekanan darah, pernafasan, suhu, nadi,dan saturasi
oksigen
• Hasil observasi dan indikasi :
• Tanda Vital dan kesadaran dalam batas normal,diantaranya yaitu:
o Tekanan Darah 110-140/60-90 mmhg
o Suhu: 36-37
o Nadi; 60-90 x/mnt
3
o Respirasi: 20-24 x/mnt
o Spo2: >95% dengan minimal simple mask<10lpm
2. Pertimbangan klinis : keluhan klinis pada pasien diantaranya seperti
batuk,demam,sesak
3. Pemberian edukasi perawatan holistik terapi fisik pada pasien
4. Kontra indikasi Terapi Fisik:
a) Penurunan kesadaran
b) Hipertensi tidak terkontrol ( >200)
c) Sesak napas (RR >30x/mnt)
d) Pasien gelisah dan tidak kooperatif
e) Riwayat IMA
f) Riwayat setelah latihan kondisi memburuk
g) Hipotensi tidak terkontrol (<90)
h) Nadi pasien > 100
i) Riwayat DM,gula darah > 200
4
BAB III
TATA LAKSANA
3.1 Tata laksana Perawatan Holistik Terapi Fisik secara umum
Secara umum tatalaksana Perawatan Holistik Terapi Fisik secara umum
adalah:
1. Dilakukan terapi fisik pasien dengan melakukan assesmen sebelumnya
2. Melakukan implementasi kegiatan perawatan holistik terapi fisik pada
pasien.
3. Mendokumentasikan asesmen dan implementasi
4. Monitor respon pasien setelah dilakukan perawatan holistik terapi fisik
5
BAB IV
DOKUMENTASI
Pendokumentasian hasil evaluasi setelah dilakukan kegiatan ditulis dalam form
tabel kegiatan perawatan holistik terapi fisik
Untuk lebih jelasnya lihat table dibawah ini :
Jenis pasien Tata laksana Pendokumentasian
Diberi Melakukan kegiatan Mengisi form observasi
perawatan kegiatan perawatan holistik
holistik terapi terapi fisik
fisik
6
Contoh tabel Form observasi Kegiatan Peraw
Nama Pasien :
No RM :
Ruang :
No Tgl/ Hari Tx Status GC Pre Terap
jam rawat o2 c19/CT S
via V N SR
R
TD
7
watan Holistik Terapi Fisik Di Ruang Isolasi
api Fisik Post Terapi Fisik Petugas
R SPO2 ADL TD (TTD)
R
N S RR SPO ADL
2
7
BAB V
PENUTUP
Tindak lanjut dari panduan pelayanan perawatan Holistik Terapi Fisik ini
adalah implementasi di tempat kerja/unit terkait.
Dalam implementasi nanti tidak menutup kemungkinan ada masukan-masukan
untuk perbaikan yang harus ditindaklanjuti sampai pelayanan perawatan ini benar-
benar prima
8
DAFTAR PUSTAKA
Kolegium Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia ( Kolegium
IKFR).2020. Tatalaksana (panduan) Rehabilitasi Untuk Pasien Covid-19.Jakarta.
http://www.alomedika.com/rehabilitasi-paru-pasien-covid19
Medical Scope Journal (MSJ).2021;3(1):83-
89DOI:Http://Doi.Org/10.35790/Msj.3.1.2021.33780
Available from: https://ejournal.unsrat.ac.id/id/index.php/msj.
9
10
11
12