Apakah kamu Belum. Bisakah
pernah mendengar kamu untuk
tentang Kerajaan
Sumedang Larang memberi tahu ku?
?
Okay. Aku akan Siap !
memberi tahu mu.
Simak baik-baik ya!
KERAJAAN SUMEDANG LARANG
Kerajaan Tembong Prabu
Sunda Galuh Agung Aji Putih
Sumedang
Larang
Kerajaan Sumedang Larang berasal dari perpecahan
Kerajaan Sunda Galuh yang bercorak Hindu. Awalnya
kerajaan Sumedang Larang Bernama Tembong Agung, didirikan
oleh Prabu Aji Putih pada abad ke-8 atas perintah Prabu
Suryadewata. Pusat Pemerintahannya berada di Citembong
Karang yang sekarang termasuk wilayah Kabupaten Sumedang.
Prabu Prabu
Tajimalela Aji Putih
"Insul Medal. Insun
Madangan"
Prabu Aji Putih mewariskan takhta kepada putranya yang
bernama Prabu Tajimalela. Saat naik takhta Prabu Tajimalela
mengubah nama kerajaan yang semula Tembong Agung menjadi
Himbar Buana. Beliau juga pernah berkata “Insun Medal, Insun
Madangan” yang artinya “Aku dilahirkan, aku menerangi.”
Sumedang sendiri berasal dari kata Insun Madangan yang
kemudian berubah pengucapannya menjadi sun madang, dan
selanjutnya berubah menjadi Sumedang.
Pertengahan Abad-16
Ratu
Pucuk Umun
Pada pertengahan abad-16, mulai hadir corak Agama Islam
mewarnai pemerintahan Kerajaan Sumedang Larang. Ratu Pucuk
Umun yang kala itu memerintah telah memeluk Islam beserta
suaminya yang bernama Pangeran Santri yang bergelar Ki Gedeng
Sumedang.
Ratu Prabu
Pucuk Umun Geusan Ulun
Ketika kepemimpinan Ratu Pucuk Umun baru saja digantikan
oleh putranya Pangeran Angkawijaya yang bergelar Prabu
Geusan Ulun, Kerajaan Pajajaran runtuh akibat serangan
Kesultanan Banten. Setelah itu, itu Kerajaan Sumedang Larang
mendeklarasikan diri sebagai penerus Kerajaan Pajajaran yang
berdaulat penuh. Di bawah kepemimpinan Prabu Geusan Ulun
Kerajaan Sumedang Larang mencapai puncak kejayaannya, dengan
wilayah kekuasaan hampir seluruh Jawa Barat kecuali daerah
kekusaan Kesultanan Banten dan Cirebon.
Prabu Prabu
Geusan Ulun Suriadiwangsa
Ketika Prabu Geusan Ulun turun takhta pada 1601,
kekuasaan jatuh ke tangan putranya yang Bernama
Prabu Suriadiwangsa. Beliau adalah raja terakhir
Kerajaan Sumedang Larang, karena pada 1620 wilayah
kekuasaanya jatuh ke Kesultanan Mataram. Setelah itu
status kerajaan berubah menjadi kabupaten dan pangkat
raja turun menjadi adipati (bupati).