SERBA SERBI
Oleh : Ir Adhi Satriya
Periode: Tahun 1994 sampai Tahun 1998
Pada tahun 1994, PLN berubah bentuk dari Perum
menjadi Persero. Pada saat bersamaan, struktur pasar
ke-tenagalistrikan di dunia yang dipelopori oleh
Inggris (UK), mengalami perubahan dari vertically
integrated utility” menjadi “muli-buyer – multi-seller”
market structure.
Pada struktur pasar ini fungsi penyediaan listrik
dipecah menjadi 4 kelompok usaha, yaitu: Perusahaan
Pembangkit, Perusahaan Transmisi, Perusahaan
Distribusi dan Perusahaan Retail.
Perusahaan Retail memiliki opsi untuk pada saat itu, pada akhir 1995
membuat kontrak jangka pendek atau
jangka panjang pembelian tenaga listrik membentuk 2 Anak Perusahaan
dengan Perusahaan Pembangkit, atau
membeli secara spot market dari bursa Pembangkit yaitu: PT. PLN Pembangkitan
pasar tenaga listrik yang dikelola oleh
Power Pool, atau gabungan dari keduanya. Jawa-Bali I (sekarang menjadi PT.
Dengan struktur pasar demikian, maka Indonesia Power) dan PT. PLN
pasar penjualan tenaga listrik oleh
Perusahaan Pembangkit dan Perusahaan Pembangkitan Jawa Bali II (sekarang
Retail adalah pasar kompetitif, sedangkan
Perusahaan Transmisi serta Perusahaan menjadi PT. PLN Pembangkitan Jawa Bali
Distribusi merupakan perusahaan-
perusahaan yang bersifat “natural atau PJB).
monopoly”.
Sementara itu, Pemerintah bersama
Dengan latar belakang inilah, PLN yang
sudah berubah bentuk menjadi Persero DPR menyiapkan Undang-Undang
Ketenagalistrikan yang baru yaitu, UU
Ketenagalistrikan No.20 Tahun 2002,
untuk membentuk struktur pasar
“multi buyer multi-seller”
menggantikan UU Ketenagalistrikan
No.15 Tahun 1985.
51edisi Okt - Des 2018
SERBA SERBI
Namun oleh gugatan berbagai pihak, beli tenaga listrik kepada PLN oleh Listrik
Swasta (IPP) dilakukan melalui Power
maka Mahkamah Konstitusi Purchase Agreement (PPA) sebagaimana
berlangsung saat ini dengan segala
membatalkan UU Ketenagalistrikan permasalahannya.
Nomor 20 Tahun 2002 tersebut dalam Sementara pada “multi-buyer multi
seller” market structure, seluruh risiko
Sidang Pleno Mahkamah Konstitusi yang investasi yang dilakukan oleh pihak swasta
(IPP) ditanggung sendiri oleh pihak IPP
terbuka untuk umum pada tanggal 14 tanpa memerlukan adanya jaminan apa
pun dari Pemerintah.
Desember 2016, sehingga struktur pasar
tenaga listrik di Indonesia tetap
berbentuk seperti sekarang berupa
“vertically integrated company/utility”.
Sebagai konsekuensinya, maka jual
Periode Tahun 1998 - 1999
Pada masa ini, Indonesia mengalami menghasilkan penghematan biaya
krisis moneter dan krisis ekonomi, produksi listrik dalam waktu singkat
sehingga biaya pokok produksi PLN (Early Wins).
meningkat dengan tajam karena pinjaman
PLN sebagian dalam valuta asing. Program Rasionalisasi Kontrak Listrik
Kewajiban PLN kepada Listrik Swasta (IPP) Swasta disepakati bersama Pemerintah
baik yang sudah beroperasi maupun yang untuk mencari solusi komersial, namun
masih dalam tahap konstruksi segera akan apabila kesepakatan tersebut tidak dapat
membebani keuangan PLN karena kontrak dicapai, maka PLN diijinkan
jual beli listrik dinyatakan dalam mata menggunakan hak hukumnya untuk
uang USD. melindungi kepentingan masyarakat
pengguna listrik serta PLN.
Menghadapi kondisi yang sangat berat
ini, maka PLN dan Pemerintah Namun pergantian Pemerintaahan
merumuskan 3 Strategi dan yang terjadi pada saat itu, tidak
Program Penyelamatan PLN melalui: melanjutkan strategi penanganan yang
dilakukan di masa Pemerintahan
1. Rasionalisasi; sebelumnya (Pemerintahan Presiden B.J.
2. Kontrak Listrik Swasta; Habibie), sehingga program tersebut
3. Restrukturisasi Keuangan, dan tidak berlanjut, dan memilih out-off court
4. Program Efisiensi Perusahaan untuk solution.
52 edisi Okt - Des 2018
SUMBANG SARAN
Harapan Masa Depan
RUPTL (Rencana Umum Penyediaan Kondisi ini perlu disiasati dengan
Tenaga Listrik) pada saat ini masih sebuah ide terobosan yang cerdas
menganut pendekatan Demand Driven (smart idea) melalui pengembangan
Development. ekonomi “menciptakan kebutuhan
listrik” untuk memanfaatkan kedua
Konsep pengembangan ekonomi potensi energi terbarukan berlimpah
seperti ini, menghasilkan pertumbuhan yang masih belum dimafaatkan tersebut
ekonomi dan industri yang terpusat di yang disebut konsep Demand Creation.
Pulau Jawa. Development.
Sementara itu, sumber energi primer Adapun ide terobosan dimaksud,
khususnya tenaga air dan panas bumi adalah menggabungkan rencana
yang sangat besar, berada di luar Pulau pengembangan potensi industri
Jawa (seperti: Sumatera, Kalimantan, unggulan yang kompetitif pada masing-
Sulawesi, Maluku, Papua). Potensi kedua masing daerah dengan memanfaatkan
sumber energi terbarukan di Indonesia potensi tenaga air dan panas bumi
adalah sebagai berikut: Tenaga air sebesar sebagai sumber pasokan tenaga listrik
75.000 MW dan panas bumi sebesar bagi kawasan industri dan kawasan
30.000 MW. ekonomi dengan prasarana terkait yang
direncanakan akan dibangun
Namun demikian, karena masalah (Renewable Energy Based Industrial/
“mismatch” antara lokasi potensi dengan Economic Development, atau disingkat
lokasi demand, maka pemanfaatan kedua REBID/REBED).
potensi energi terbarukan tersebut saat
ini baru mencapai 7% saja, sementara
93% lainnya belum dimanfaatkan.
53edisi Okt - Des 2018
SERBA SERBI
Manfaat yang bisa diperoleh melalui terbentuknya lembaga riset/
sangatlah banyak, antara lain adalah: penelitian yang berkelanjutan.
1. Pengembangan industri dan ekonomi RUKN (Rencana Umum
yang berkelanjutan di beberapa
tempat di Indonesia; Ketenagalistrikan Nasional) sebagai
2. Pembangunan beberapa sentra/ dokumen perencanaan Pemerintah
hubungan untuk berbagai macam
industri; Pusat, seyogyanya memuat rencana
3. Terjadi sinergi kegiatan ekonomi termasuk berbagai kebijakan
sebagai mata rantai industri hingga
pemasarannya; Pemerintah yang diperlukan untuk
4. Menciptakan lapangan pekerjaan dan mengembangkan industri padat energi
pemberantasan kemiskinan;
berbasis energi terbarukan namun,
5. Peningkatan pendapatan negara
(Devisa dan Pajak); dimana hal ini belum tercakup di dalam
6. Terciptanya sentra/hubungan antara RUPTL.
hunian dan kawasan perkantoran yang
terintegrasi; Untuk merelalisasikan ide ini,
7. Pengembangan sumber daya manusia diperlukan koordinasi dan sinergi antar
melalui Gelombang Transmigrasi Era
ke-2, baik untuk skilled labor maupun Kementerian (koordinasi lintas sektoral).
unskilled labor;
Dalam konsep Demand Driven
8. Terciptanya inovasi yang berkelanjutan
Development, koordinasi cukup
dilakukan antara PLN dengan
Kementerian ESDM.
Namun untuk merencanakan REBID/
REBED, institusi Pemerintahan lainnya
perlu dilibatkan untuk dapat
menerapkan konsep Demand Creation
Development.
54 edisi Okt - Des 2018
SERBA SERBI
Dalam konteks ini, BAPPENAS adalah Pemerintah Daerah dan Lembaga
Lembaga Pemerintah yang paling tepat Pemerintah lainnya yang berkaitan
untuk melakukan tugas ini melalui dengan rencana ini.
koordinasi lintas Kementerian yang
terlibat di dalamnya seperti: Kementerian Apabila diperlukan adanya
Perindustrian, Kementerian PUPR, Perundangan serta Regulasi baru untuk
Kementerian Lingkungan Hidup, mewujudkan rencana REBID/REBED,
Kementerian Kehutanan, Kementerian maka dukungan Lembaga Legislatif (DPR)
Pariwisata, Kementerian Pertanian, perlu diikut sertakan untuk
merumuskannya. **
55edisi Okt - Des 2018
SERBA SERBI
Nurani Melayani Hingga Ke Ujung Negeri
Oleh: Vickner Sinaga, IR, MM
Bulan Januari, Februari. Laut begitu dibagi. jaringan distribusi dan
sambungan rumah, kini rapi. Uji sistem,
sunyi. Sepi tanpa transportasi. Pelayaran berhasil dilalui. Selesai 6 bulan sejak
terhenti, pasokan sembako ikut terhenti. tugas itu diberi. Satu bulan lebih dini.
Non sembako apalagi. Akhir Februari, saat Hasil yang melampaui ekspektasi. "Siap
inspeksi, banyak kapal menepi. Ombaknya diresmikan", lapor GM.
tinggi. Kapal itu, rutenya Kupang - Rote.
Bupati akan dampingi. perjalanan
Flashback. Kini ingat... Membangun PLTS panjang itu pun dimulai. Mobil start dari
Raijua, sulit sekali. Pembangkit Tenaga rumah, pukul 4 pagi. Ke Bandara Sukarno
Surya 200 kW, saat itu, sudah selesai. - Hatta. Take off by Garuda pukul 07.00
Material distribusi, siap diangkut ke lokasi. WIB. Terbang dua jam. Landing, di
Tapi, ini, larangan berlayar. Harus bersabar Ngurah Rai, Denpasar.
sampai Februari berlalu. Juga Maret dan
April. Terbang lagi dengan pesawat itu juga.
Landing di Bandara El Tari. Kupang.
Nah. Bulan Mei dan Juni, laut membaik. Makan siang bersama GM dan pegawai.
So, saya kembali. Untuk saksikan listrik
56 edisi Okt - Des 2018
SERBA SERBI
Pukul 15.00 WITA, terbang lagi. nasi Sorgum. Kembali ke Kapal, makin
Pesawat ber mesin tunggal. Penuh, isi 12 malam, ombak makin ganas, hingga 5
penumpang. Selang sejam, mendarat di meter tingginya. Kini juga ada Badai.
SEBU. Ibukota Kabupaten Sabu - Raijua. Speedboat pengawal kadang muncul,
Terima ulos khas NTT dari Ketua DPRD dan kadang hilang dari pandangan. Konon,
Bupati. Naik mobil, ke Dermaga, meniti Selat dengan arus laut paling deras,
sebilah papan, turun ke Kapal. Kapal se Nusantara. Lantai kapal kemasukan
Motor. "Rahmat.Surya". Biasanya untuk air. Tiris kembali, dibuai ombak
membawa barang dan hewan.
Mabuk laut.?. Letih ? So pasti... Salut
Duduk di kursi lipat, lainnya bersandar dan terima kasih, ucap Bupati.
di sisi kapal. Adzan Magrib sudah PLTS 200 kWp, cukup untuk ibu kota
berkumandang, tiga jam di laut Samudera kecamatan itu. Tapi, semua lampu, harus
Hindia. LED. Hemat energi.
Pukul 20.30 WITA, merapat di Pulau Merapat kembali di Sabu sudah pukul
Raijua. Berbatasan dengan Australia. Hm.. dua pagi.Total 22 jam. Lewat. DARAT,
kemana lagi?. Itu diatas bukit. Ada titik UDARA, LAUT. Transportasi CANGGIH,
lampu. Berapa jauh ?. Empat kilometer. KONVENSIONAL sampai TRADISIONAL.
Jalan kaki ?. Bukan. Naik TRUK. Saya dan
Bupati naik di belakang. Selang tiga hari. HP berbunyi. Bang Al
Hilal Hamdi, dulu Komut kami, ucapkan
Tiba dilokasi, lama sekali. Sejam. Jalan Appresiasi. Tim yang solid dengan gigih
dari bongkahan batu. Tak teratur. Belum berhasil terangi Itu Beranda Negeri. Bila
jadi. Ditinggal pergi. Konon, Kontraktor niat suci, badai pun tak bisa
mengaku rugi. Separuh penduduk kota ini, menghalangi.
MISKIN. Bukan karena malas atau kurang
gigih. Tapi, hujan hanya turun 2 bulan Tapi, mimpi belum usai, jangan
setiap tahun. Itupun sesekali. berhenti. Bumi pertiwi itu menanti,
"Nurani melayani". Hingga semua Ujung
Instalasi diresmikan pukul 21.30 s/d Negeri terlistriki (**)
22.30 WITA. Dilanjut makan malam,
57edisi Okt - Des 2018
BENCANA PALU DONGGALA
Bencana alam kembali mengguncang bumi pertiwi Indonesia, setelah
gempa bumi melanda Lombok pada akhir Juli 2018. Kembali bangsa
Indonesia berduka dengan banyaknya korban yang terjadi pada bencana
gempa, tsunami dan benaman lumpur yang melanda Palu Donggala dan
sekitarnya pada akhir September 2018.
Diperkirakan ribuan orang yang tewas, ribuan orang yang hilang dan
ribuan orang yang cedera serta ribuan orang yang mengungsi.
Sampai saat ini belum dapat terdata anggota IKPLN yang berdomisili di
daerah bencana. Situasi masih belum kondusif, penanganan bencana
masih dalam tahap darurat.
Semoga
bantuan moril
maupun mate-
riel dari
seluruh angota
IKPLN dapat
segera ter-
sampaikan
dan mendapat
imbalan yang
berlipat dari
Tuhan Yang
Maha
Pengasih dan
Penyayang,
Aamiin ..
58 edisi Okt - Des 2018
DENGAN INI DIBERITAHUKAN BAHWA :
59edisi Okt - Des 2018