The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nazlanurfauzi06, 2023-01-22 05:43:46

MANAJEMEN PEMASARAN

pemasaran

Keywords: Tentang Manajemen Pemasaran

50 TUJUAN DISTRIBUSI 1. Menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen distributor dalam menjalankan kegiatannya, melayani produsen dengan menyalurkan hasil produksinya kepihak konsumen yang membutuhkan. 2. Memecahkan perbedaan tempat Perbedaan tempat dan hasil produksi diatasi oleh pedagang dengan membagi hasil produksi secara merata di tempat yang kelebihan produksi ke tempat yang kekurangan produksi. Misalnya : Produsen dan konsumen yang berbeda tempat dapat menimbulkan perbedaan harga barang yang tinggi. Produsen padi di sentra-sentra produksi padi, harga beras lebih murah dibanding tempat konsumen yang tidak menghasilkan beras. Untuk mengatasi perbedaan harga, pedagang membawa beras dari sentra produksi padi yang harganya lebih murah, ke tempat konsumen sehingga harga beras dapat terjangkau oleh para konsumen. 3. Memecahkan perbedaan waktu Perbedaan waktu ini diatasi oleh para pedagang dengan melakukan pembelian diwaktu panen, kemudian menyimpannya, dan pada waktu dibutuhkan konsumen baru dijual kembali sehingga kebutuhan konsumen tetap terjaga. Dalam hal ini, pedagang telah membantu memperlancar arus barang dan menjaga tingkat harga yang normal. Misalnya : Waktu pada saat barang dihasilkan biasanya tidak bersamaan dengan waktu pada saat barang dibutuhkan, misalnya padi dan gula yang dihasilkan secara musiman, namun dibutuhkan secara terus-menerus oleh konsumen. 4. Seleksi dan kombinasi barang Para pedagang mengatasi perbedaan itu dengan menyediakan bermacam barang dan jasa dalam jumlah dan mutu yang diinginkan para konsumen sesuai daya belinya. Konsumen umumnya membutuhkan beberapa macam barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Karena beragam kebutuhan konsumen ini, maka para pedagang juga harus mampu menyediakan beberapa macam barang dan jasa tersebut sesuai kebutuhan konsumen.


51 TAHAP SALURAN DISTRIBUSI 1. Produsen Produsen adalah pemilik produk yang melakukan penjualan produk ke pihak distributor, sehingga pemilik pun akan memiliki tanggung jawab dalam hal menjamin ketersediaan produknya. Selain itu, produsen juga harus memiliki kesepakatan dengan distributor agar tingkat penyaluran barang bisa terlaksana secara maksimal. 2. Distributor Pihak ini memiliki kegiatan pembelian produk secara langsung dari produsen, dalam menjual produk kepada pihak grosir atau pengecer. Umumnya, distributor tidak hanya memiliki satu produsen saja. Tujuannya agar barang tersebut bisa dijual kembali dengan harga yang lebih murah. 3. Sub-Distributor Sub distributor adalah pihak yang membeli produk dari distributor utama. Umumnya, pengeluaran pada produk seperti sub distributor ini sudah ditentukan oleh distributor utama. 4. Grosir Mereka adalah pengusaha yang melakukan kegiatan perdagangan dengan cara membeli produk dari pihak distributor lalu dijual kembali pada pengecer ataupun pedagang besar 5. Pedagang Eceran Pedagang eceran akan melakukan aktivitas jual beli secara langsung pada konsumen tingkat akhir yang mana umumnya pedagang tersebut akan melakukan komunikasi secara langsung pada konsumen dan konsumen tidak akan menjual kembali barang tersebut kembali. 6. Konsumen Konsumen adalah pembeli tingkat akhir yang menikmati barang ataupun layanan secara langsung dengan tujuan juga kebutuhan pribadinya masing-masing. JENIS-JENIS SALURAN DISTRIBUSI 1. Saluran Langsung Saluran distribusi langsung yakni proses penyaluran yang dilakukan secara langsung oleh produsen kepada konsumen tanpa adanya perantara, contoh kegiatan distribusi langsung adalah petani yang secara langsung menjual hasil panennya kepada konsumen. 2. Saluran Tidak Langsung Saluran distribusi tidak langsung yakni proses penyaluran hasil produksi yang dilakukan melalui perantara (distributor), biasanya jenis distribusi ini dilakukan melalui banyak distributor agar hasil produksi sampai ke tangan konsumen. Adapun contoh kegiatan


52 distribusi tidak langsung yakni pabrik sepatu yang menyalurkan produknya ke beberapa pedagang besar kemudian pedagang besar tersebut menjualnya kembali ke beberapa agen dan barulah agen menjualnya ke konsumen. Contoh jenis saluran distribusi 1. Agen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen Dalam prosesnya, produsen mengandalkan agen untuk menyalurkannya ke pedagangpedagang besar. Setelah itu, pedagang besar akan menjual ke pengecer yang akhirnya sampai ke end-consumer atau konsumen. 2. Produsen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen Secara umum, saluran ini tergolong sebagai pola umum yang kerap terjadi di pasar. Biasanya, produsen akan membuat dan memasarkan barangnya ke pedagang besar. Setelah itu, barang akan sampai ke pengecer dan konsumen. 3. Produsen – Agen – Pengecer – Konsumen Berbeda dengan pola-polasebelumnya, produsen lebih mengandalkan agen untuk menjualnya langsung ke pengecer dan konsumen. 4. Produsen – Konsumen Dalam pola ini, konsumen bisa membeli barang yang diproduksi langsung oleh produsen tanpa melewati tahap apapun. Karena itu, pola ini disebut sebagai distribusi langsung, karena konsumen bisa langsung membeli barang produsen. FAKTOR DISTRIBUSI 1. Pasar Dalam proses menentukan pasar atau pun penyaluran barang produksi. 2. Penentuan barang Sebagai penentu barang, perusahaan harus bisa melihat dari kualitas barang, sehingga barang tersebut bisa dinilai apakah berat ataupun tidak. 3. Penentuan Perusahaan Sebagai suatu penelitian perusahaan tentu akan memberikan kemampuan dalam hal menyalurkan, membeli, dan mengawasi barang sebagai penyediaan barang. Cara Memilih Saluran Distribusi Mempertimbangkan Kompetitor Bisnis Contoh kompetitor mendistribusikan produknya melalui pedagang besar, maka kita bisa mengambil keuntungan melalui penjualan langsung dari media internet, sehingga setiap pelanggan bisa lebih mudah dalam menjangkau produk . Periksa Biaya dan Manfaatnya


53 Saat sudah memutuskan saluran distribusi tertentu, maka akan cukup sulit untuk mengembalikan keputusan tersebut harus lebih berhati-hati dalam mempertimbangkan biaya dan juga manfaat setiap pilihan yang ada. Berilah Peringkat Pada Setiap Pilihan Dalam setiap pertimbangan yang Anda peroleh, maka Anda bisa melakukan pemeriksaan secara detail terkait keuntungan ataupun kelemahan yang tersembunyi di baliknya, menemukan cara yang lebih mampu menghemat anggaran, serta melakukan inovasi lain. Mempertimbangkan secara matang dalam hal memilih saluran distribusi. Jadi, jangan hanya memilihnya karena alasan standar industri atau memilih cara yang paling nyaman untuk Anda. Bab 13 PRODUCT LIFE CYCLE Penemu Teori Product Life Cycle Penemu teori Siklus Hidup Produk adalah seorang ekonomi bernama Raymond Vernon. Pria kelahiran 1 September 1913 merupakan profesor berkebangsaan Amerika Serikat. Teori Siklus Hidup Produk ditemukan pada tahun 1966 Pada tahun 1966 Vernon menerbitkan sebuah artikel, "Investasi Internasional dan Perdagangan Internasional dalam Siklus Produk“. teori ini diambil oleh perusahaan dan mengalami modifikasi sebagai tanggapan. Analisis Vernon tetap benar, khususnya identifikasi tiga keharusan untuk sukses dalam bisnis internasional: inovasi, daya tanggap terhadap berbagai pasar lokal, dan biaya. B. PENGERTIAN PRODUCT LIFE CYCLE MENURUT PARA AHLI Menurut Tjiptono (1998), product life cycle adalah suatu grafik yang menggambarkan riwayat suatu produk, sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar.


54 Menurut Kotler dan Armstrong (2001), product life cycle adalah perjalanan penjualan dan laba suatu produk selama masa hidupnya. Hal tersebut meliputi lima tahap yang berbeda: pengembangan produk, pengenalan, pertumbuhan, kedewasaan, dan penurunan. Menurut Kotler (1988), product life cycle adalah suatu usaha untuk mengenali tahapan yang berbeda dalam sejarah penjualan produk. Jika diartikan secara terpisah, produk berarti barang atau jasa yang kita jual. Life memiliki arti hidup atau kehidupan dan cycle adalah siklus atau putaran. Jika diartikan secara terpisah, produk berarti barang atau jasa yang kita jual. Life memiliki arti hidup atau kehidupan dan cycle adalah siklus atau putaran. Siklus hidup produk adalah tahapan-tahapan atau proses perjalanan dari suatu produk. Adanya siklus produk mampu membantu produsen dalam menetapkan strategi tepat ketika memasarkan produk tersebut. Tak hanya itu, produsen bisa mengambil langkah perpanjangan umur produk dengan peningkatan kualitas dan kuantitas C. TAHAP PRODUCT LIFE CYCLE 1. Tahap Perkenalan Pada tahap ini, produk mlai diproduksi dari bahan baku. Hasil produksi merupakan produk atau barang baru dipasaran. Kemudian mulai dikenal kan kepada masyarakat dengan beragam strategi pemasaran. Tahap pengenalan adalah tentang mengembangkan pasar untuk produk dan membangun kesadaran produk. Biaya Pemasaran tinggi pada tahap ini, karena perlu menjangkau pelanggan potensial. Pada tahap pengenalan, produk masuk ke pasar dan bisnis terlihat mendapatkan pijakan ditangga penjualan dengan cara : Menetapkan merek dan menjamin pasar akan kualitas produk baru. Kebijakan harga rendah awal untuk masuk ke pasar meskipun dengan sedikit persaingan, harga mungkin tinggi pada awalnya untuk menutup biaya pengembangan.


55 Pemilihan model distribusi untuk memasukan produk ke pasar. Promosi produk dengan mengarahkan nya pada kelompok sasaran tertentu seperti forum online. 2. Tahap Pertumbuhan Siklus ini akan menunjukan apakah produk dapat dikembangkan atau justru tidak diterima oleh masyarakat. Salah satu tanda produk berada dalam tahap pertumbuhan adalah semakin banyaknya konsumen produk dan meningkatnya intensitas produksi perusahaan. Tahap ini akan menunjukan apakah produk dapat dikembangkan atau justru tidak diterima oleh masyarakat. Penjualan dan laba akan mengalami peningkatan yang pesat pada pertumbuhan ini terjadi karena konsumen sudah cukup mengenal produk sehingga terjadi peningkatan permintaan. Pesaing akan memasuki pasar dan menjadikan kompetisi semakin padat. Pada tahap pertumbuhan perusahaan akan melihat perkembangan yang mulai terjadi ke tingkat berikutnya dengan : - Menjaga kualitas produk dan menambkan layanan atau dukungan ekstra yang menjadi jelas selama tahap perkenalan. - Menjaga harga pada level yang baik untuk menjaga pertumbuhan penjualan - Meningkatkan distribusi dan mencari cara baru yang lebih cepat untuk memasukan produk. - Kampanye pemasaran ditujukan untuk khalayak yang lebih luas dan untuk meningkatkan total penjualan pasar produk. 3.Tahap Kedewasaan Ditahap ini, biasanya stabil, tanpa penurunan atau peningkatan signifikan. Tapi jika tidak segera memperbarui strategi siklus hidup produk, ditahap ini penjualan perusahaan terancam menurun karena masyarakat sudah terbiasa menggunakan produk tersebut. Tahap kedewasaan merupakan tahap siklus hidup produk pasca pertumbuhan. Di tahap ini, biasanya produk sudah tidak lagi mengalami kenaikan penjualan drastic karena masyarakat sudah terbiasa menggunakan produk tersebut. Pada tahap


56 kedewasaan penjualan akan mendatar, persaingan meningkat sehingga fitur produk mungkin perlu ditingkatkan untuk mempertahankan pendapatan. Untuk melalui tahap ini perusahaan harus : - Menambahkan fitur yang akan membuat produk berbeda dari pesaing yang memasuki pasar. - Pemotongan harga untuk melawan persaingan. - Promosi baru yang bertujuan untuk menunjukan perbedaan antar produk 4. Tahap Penurunan Pada tahap ini produk mengalami penurunan dari segi penjualan karena minat konsumen menurun. Hal ini terjadi karena target pasar mulai bosan atau terjadi perubahan dari segi produk. Pada tahap ini produk mengalami penurunan dari segi penjualan karena minat konsumen menurun. Hal ini terjadi sebab target pasar mulai bosan atau terjadi perubahan dari segi produk, perubahan kebutuhan pelanggan dan persaingan yang tinggi. Perusahaan pada tahap ini memiliki beberapa opsi yaitu : - Mereka dapat memilih untuk menghentikan produk. - Menjual hak produksi ke bisnis lain yang dapat lebih bersaing atau mempertahankan produk dengan menambahkan fitur baru. - Menemukan kegunaan baru untuk produk, atau memasuki pasar baru melalui ekspor . Ini adalah tahap di mana pengemasan akan sering mengumumkan “baru dan lebih baik”. Jika bisnis sudah berada di tahap ini, ada baiknya Anda melakukan: Menjaga produk tetap di pasar tetapi menambah atau menghapus fitur atau menemukan kegunaan baru untuk hal itu. Mengurangi biaya dan produksi serta menyimpannya hanya untuk segmen pasar tertentu. Menghentikan produk atau menjual hak produksi ke perusahaan lain.


57 aktor Product Life Cycle D. Faktor Product Life Cycle 1. Penemuan ilmiah dan kemajuan teknologi. Ilmuwan dapat membuat penemuan mendadak dengan mempertimbangkan, misalnya, bahan yang Anda gunakan dalam produksi. Mirip dengan kasus Teflon, temuan ini mungkin menunjukkan efek berbahaya dari bahan tersebut, yang menggarisbawahi toksisitas produk Anda. 2. Nilai yang bergeser. Gerakan dan pandangan sosial memengaruhi pasar secara massal dan memaksakan persyaratan pada barang-barang konsumen. Misalnya tren produk ramah lingkungan muncul dari postulat para aktivis sosial. Pandangan yang diproklamasikan dan digabungkan oleh konsumen rata-rata mengharuskan produk Anda menyesuaikan dengan keadaan. 3. Pergeseran mode. Apa yang modis dan menjadi tren hari ini mungkin terlupakan atau menjadi tema ejekan besok. Jika Anda bukan seorang inovator, risiko produk Anda akan dianggap ketinggalan zaman akan tumbuh. 4. Munculnya pengganti kompetitif. Alternatif yang lebih murah, dirancang lebih baik, lebih nyaman, dan umumnya lebih menarik untuk produk Anda mungkin muncul begitu saja dan menarik perhatian pelanggan Anda, mencuri pangsa pasar Anda.. 5. Alasan politik. Memburuknya hubungan antar negara dapat menyebabkan penurunan perdagangan atau bahkan penghentiannya. Jika produk Anda ditargetkan ke pasar luar negeri, Anda mungkin kehilangan sebagian besar pelanggan Anda. 6. Stabilitas ekonomi. Krisis ekonomi dapat menyebabkan pemiskinan dan mempengaruhi daya beli pelanggan. Jika hanya sebagian kecil dari basis pelanggan awal Anda yang mampu membeli produk Anda, Anda perlu memikirkan niche alternatif, metode produksi yang lebih murah, dan cara lain untuk menjaga agar produk Anda tetap terjangkau dan diminta.


58 STRATEGI PRODUCT LIFE CYCLE 1. Strategi Peluncuran Cepat (Rapid Skimming) Rapid skimming adalah peluncuran (launching) produk baru dengan harga dan level promosi yang tinggi. Strategi ini dapat diterapkan dengan asumsi sebagian besar target pasar Anda tidak menyadari produk tersebut, harga yang diminta, brand Anda menghadapi persaingan potensial, dan untuk membangun merek. 2. Strategi Peluncuran Lambat (Slow Skimming) Slow skimming adalah peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan sedikit promosi yang dilakukan. Strategi ini dapat diterapkan dengan asumsi ukuran pasar terbatas, sebagian besar target pasar mengenali produk Anda, pembeli bersedia membayar harga tinggi, dan persaingan potensial belum mengancam. 3. Strategi Penetrasi Cepat (Rapid-Penetration) Rapid-penetration adalah peluncuran produk dengan harga rendah dan biaya promosi yang besar. Strategi ini cocok digunakan dengan asumsi target pasar tidak menyadari kehadiran produk, sebagian pembeli peka terhadap harga, adanya persaingan yang kuat, dan biaya produksi yang akan menurun sejalan dengan skala produksi dan pengalaman. 4. Strategi Penetrasi Lambat (Slow-Penetration) Slow-penetration adalah peluncuran produk dengan harga rendah dan promosi yang juga rendah. Gunakan strategi ini dengan asumsi target pasar luas, memiliki kepekaan terhadap harga yang tinggi, dan terdapat beberapa persaingan potensial.


59 Manfaat Product Life Cycle 1. Membantu para pengambil keputusan untuk memahami dinamika produk dan pasar. 2.Sebagai alat pengendali, konsep ini akan membantu perusahaan membandingkan presetasi yang diraihnya dengan produksi sejenis pada periode. Contoh Product Life Cycle Coca-cola. Pada tahapan perkenalan, produk ini mulai dikenal masyarakat pada tahun 1886, sebagai salah satu minuman berkarbonasi. Tentu saja di tahap perkenalan mulai banyak yang mengenal produk yang satu ini. Dengan strategi pemasaran yang tepat, akhirnya coca cola menjadi salah satu produk minuman unggulan. Selanjutnya adalah tahapan pertumbuhan, tahapan yang satu ini coca-cola mulai mendirikan sebuah perusahaan ternama untuk semakin dikenal luas oleh masyarakat.Untuk meminimalisir terjadinya penurunan minat masyarakat, pihak coca cola Kembali mempromosikan minumannya dengan teknik yang lebih agresif dari sebelumnya. Lalu pada tahap pendewasaan, coca-cola mengalami kestabilan dalam produksi serta laba yang didapatkan. Namun akhirnya terdapat pesaing-pesaing baru yang memproduksi minuman berkarbonasi dengan label berbeda dan juga lebih menyempurnakannya. Anggapan bahwa minuman coca-cola menyebabkan dampak yang tidak bagus membuat minat konsumen menjadi bimbang. Pesaing serta harga yang mulai bervariasi tentu membuat produk ini mendapatkan persaingan yang cukup ketat. Lalu pada tahap kemunduran, perusahaan mengalami penurunan laba hingga mencapai 15%. Hal tersebut tentu menjadikan perusahaan untuk Kembali


60 mengoptimalkan strategi pemasaran dengan berbagai cara yang lebih efektif dari sebelumnya, Contoh Setelah Pepsodent diciptakan mereka gencar mengadakan promosi baik di majalah, koran atau televise. Alhasil banyak masyarakat yang tertarik untuk mengkonsumsinya dan puluhan tahun penjualannya stabil karena jangkauan distribusi yang luas. Saingan pepsodent mulai bermunculan seperti Ciptadent, Sensodent dan lain sebagainya. Sehingga penjualan produk mulai menurun. Produsen memutar otak bagaimana caranya agar kembali stabil seperti semula. Diciptakanlah beberapa variasi seperti herbal, white now, sensitive dan masih banyak lagi yang lainnya.Inovasi inilah yang menyebabkan pabrik pepsodent masih berjalan hingga sekarang, nah kira-kira seperti itu siklus hidup produk pepsodent ditengah gempuran para kompetitor.


61 BAB 14 MEMBANGUN KEUNGGULAN KOMPETITIF PEMASARAN MEMBANGUN KEUNGGULAN KOMPETITIF PEMASARAN Kompetitif berhubungan dengan kompetisi (persaingan); bersifat kompetisi (persaingan). Secara umum, Keunggulan kompetitif atau keunggulan bersaing (competitive advantage) adalah kemampuan perusahaan untuk memiliki kinerja yang jauh lebih tinggi dan unggul dibandingkan kompetitor dalam industri sejenis melalui karakteristik dan sumber daya yang dikelola secara maksimal. Keunggulan kompetitif berhubungan dengan manajemen strategis sebuah perusahaan yang sedang dijalankan. Jika seseorang membeli produk kemudian produk tersebut dibandingkan dengan produk pesaing lainnya, namun orang tersebut tetap memakai produk pertama. Maka produk pertama tersebut memiliki keunggulan yang kompetitif dibandingkan dengan produk pesaing. PENGERTIAN KEUNGGULAN KOMPETITIF MENURUT PARA AHLI 1985 : Keunggulan kompetitif adalah tentang bagaimana sebuah perusahaan benarbenar menempatkan strategi-strategi generik ke dalam praktik." (Porter, 1985, p.xv) 2002 : Barney (2002) yang mendefinisikan strategi sebagai teori perusahaan tentang bagaimana bersaing dengan sukses. 2007 : Johnson et al, 2007 disebutkan bahwa sebuah perusahaan atau organisasi mewujudkan nilai pada penggunanya yang terlihat lebih baik serta lebih besar. 2011 : Ketika perusahaan dapat melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan perusahaan saingan atau memiliki sesuatu yang diinginkan perusahaan saingan, maka itu dapat merepresentasikan keunggulan kompetitif (David, 2011, p. 9). Mengapa keunggulan kompetitif itu penting ?? ● Untuk bisnis, keunggulan kompetitif adalah tujuan utama. Tanpa itu, perusahaan akan merasa sulit untuk bertahan hidup secara menguntungkan. Dan mereka selalu berusaha mempertahankan keunggulan ini. ● Bagi konsumen, keunggulan kompetitif berarti produk perusahaan dapat memuaskan kebutuhan mereka. Ketika perusahaan bersaing untuk mendapatkan keunggulan


62 kompetitif, itu meningkatkan pilihan konsumen untuk produk yang lebih murah atau berkualitas lebih baik. ● Bagi investor, perusahaan unggul menawarkan pengembalian yang lebih baik. Mereka memiliki risiko gagal bayar yang rendah karena mereka dapat membayar kembali pinjaman dan bunga. Untuk investor saham atau pemegang saham, kinerja luar biasa diterjemahkan ke dalam dividen yang lebih tinggi, capital gain yang lebih tinggi, atau kombinasi keduanya. A. FUNGSI KEUNGGULAN KOMPETITIF 1. Bagi Perusahaan B. Mampu bertahan dan melakukan persaingan bisnis dengan mewujudkan keunggulan yang kompetitif C. Meningkatkan bargaining power dan posisi yang baik di pasaran. 2. Bagi Konsumen D. Konsumen mendapatkan apa yang di harapkan atau bahkan lebih E. Konsumen merasa puas atas produk yang ditawarkan dan merasa siap untuk menggunakan produk secara berkala. 3. Bagi Investor F. Sebagai alat tolak ukur melakukan penilaian terhadap suatu bisnis G. Untuk menilai perusahaan apakah mampu memberikan keuntungan dari investasi yang dilakukan. TUJUAN KEUNGGULAN KOMPETITIF • Menciptakan kinerja bisnis yang efektif • Memaksimalkan penjualan • Mendapatkan pasar baru • Mempertahankan pelanggan setia STRATEGI MEMBANGUN KEUNGGULAN KOMPETITIF 1. Strategi pertumbuhan Pertumbuhan yang akan dilakukan pebisnis dengan melakukan diversifikasi atau keanekaragaman produk. Contoh : Satu jenis makanan dengan berbagai varian rasa yang ditambahkan. 2. Strategi biaya rendah


63 Pemberian harga yang lebih rendah dibanding dengan produk pesaing yang ada dipasaran. 3. Strategi focus Strategi ini focus pada segmen pasar tertentu dan suatu kelompok masyarakat. Contoh : Produsen mobil mewah. 4. Strategi Aliansi Strategi yang merupakan peran pelengkap yang dilakukan antar pebisnis, konsumen, penyuplai, pebisnis lainnya dan produsen untuk menghasilkan solusi dengan cara praktis dan baru. Contoh : Google mengeluarkan android sebagai system operasi pada handphone. 5. Strategi diferensiasi menghasilkan produk yang memiliki keunikan sehingga mudah dibedakan dari produk sejenis di pasar. Karakteristik pembedanya adalah: prestige dan brand image, teknologi, inovasi, layanan pelanggan, dan jaringan dealer. 6. Strategi inovasi Mengembangkan produk dan membuat produk, contoh : ojek online. TIPS MEMBANGUN KEUNGGULAN KOMPETITIF SEBAGAI STRATEGI BISNIS 1. Kenali dan bangun sumber daya inti yang dimilliki Sumber daya yang dimiliki perusahaan berbeda-beda. Masing-masing bisa berupa asset yang tangible dan intangible. Contoh dari asset yang tangible adalah yang dapat dilihat dan dihitung secara finansial. Seperti bangunan pabrik, jumlah karyawan inti dan pekerja, jumlah armada operasional, luas tanah dan lokasi strategis yang dimiliki, jumlah dana yang dimiliki perusahaan saat awal dibangun, jumlah valuasi yang ditanamkan investor, dan lain sebagainya. Sementara sumber daya yang bersifat intangible seperti daya inovasi, daya saing yang datang dari kemampuan khas yang dimiliki oleh manajemen, reputasi perusahaan yang diperoleh dari kreativitas untuk membangun merek, jaminan sustainabilitas yang didapat dari adanya kemampuan perusahaan untuk membangun kreativitas untuk melakukan variasi jenis produk yang dimiliki, yang kesemuanya dilandasi oleh visi


64 misi dan nilai yang dirumuskan oleh perusahan dengan tepat dan menjadi keunggulan kompetitif yang dimiliki perusahaan. 2. Bangun kemampuan organisasi yang unik dan khusus Setiap pabrik dapat membuat produk. Setiap bagian kualitas dapat menjaga standar. Tapi yang membedakan adalah bagaimana perusahaan berproduksi dan berjalan dengan perbedaan unik yang menjadi inti yang meningkatkan daya saing perusahaan dan memperluas pasar. Hal ini seringkali terletak bukan hanya pada mesin yang canggih dan daya kecepatan produksi semata, bukan juga pada kemampuan memprogram mesin komputer dan robot produksi. Tapi pada kreativitas bagian engineering untuk melakukan inovasi yang terus menerus agar proses operasional produksi dapat berjalan dengan efisien. Juga terletak pada kemampuan tim marketing untuk menemukan peluang yang tidak dapat dilihat oleh orang lain. Ditambah dengan kemampuan bagian sales untuk melakukan pendekatan dan memberikan solusi yang diinginkan oleh konsumen secara tepat dan diatas ekspektasi, hingga skor kepuasan konsumen selalu diatas rata-rata. 3. Miliki ragam pendekatan menghadapi perubahan eksternal Perusahaan dapat terkena badai bisnis kapan saja. Disruptor dapat berasal dari karyawan inti yang kemudian berdiri sendiri mendirikan perusahaan sejenis yang kemudian menjadi competitor yang kuat. Keruntuhan bisnis juga bisa berasal dari badai finansial berupa tuntutan pajak yang timbul saat perusahaan ditemukan tidak memberikan pajak kepada negara dengan tertib. Sehingga perusahaan harus bertahan hidup dengan keadaan yang hampir pailit. Badai bisnis juga dapat muncul dari perselisihan internal yang muncul karena manajemen yang tidak solid, dengan budaya kerja yang toksik. Perusahaan dapat berjalan dengan budaya yang bebas, namun saat tanggung jawab tidak dikerjakan dengan baik, maka tidak ada sustainabilitas yang dapat dihasilkan. 4. Kenali kompetensi inti agar esisien dan efektif Saat suatu perusahaan dapat mengetahui produk unggulan mana saja yang dapat mendatangkan peluang pasar yang besar, dan produk mana yang tidak mendapatkan kesempatan di pasar, fokus kompetisi di pasar dapat dimaksimalkan agar efisien dan efektif.


65 Begitu juga dengan kualitas produksi dan kecepatan proses manufaktur. Saat desain produksi telah dibuat agar ramping dan cepat, maka sumber daya dan waktu yang dihabiskan bisa lebih sedikit, dengan keuntungan maksimal yang dapat dipetik. Anda juga dapat melihat dari tim yang dimiliki, mana yang inovasi dan kreativitasnya menghasilkan daya dorong maksimal dalam penjualan dan membangun reputasi, dan mana yang tidak. Dengan cara ini anda dapat membangun tim solid dengan anggota yang memiliki fokus kerja yang baik namun juga kreatif dan produktif. 5. Kenali kekuatan dan kelemahan sumber daya operasional Apakah ada mesin produksi yang sudah uzur dan sering menghasilkan defect pada produk yang dihasilkan? Adakah suatu bagian di perusahaan yang sering ditemui melakukan kesalahan atau ketidaksingkronan bekerja dengan bagian yang lain? Atau sebab lainnya yang dapat meningkatkan trhreat pada organisasi? Anda dapat melakukan langkah kuratif untuk mendatangkan solusi pada bagian tersebut. Apakah melalui training, atau mekanisme lainnya yang ada di manajemen. Hal yang serupa pun harus dilakukan untuk mengenali kekuatan organisasi. Kenali mana innovator yang hebat di organisasi anda, mana future leaders yang memiliki etos kerja yang ideal. Bagian mana di tim sales dan marketing yang dapat diperbaiki. Serta bagaimana dapat meningkatkan kualitas kerja mesin hingga produk dapat dihasilkan dengan lebih bagus dan lebih cepat, dengan biaya yang lebih sedikit. 6. Temukan peluang pasar yang sesuai strategi kompetitif Diera ekonomi kemasyarakatan atau society 5.0 ini, inovasi sosial menjadi sangat Dipenting. Apa yang dilakukan perusahaan besar saat ini adalah bukan lagi mencari keuntungan semata, tapi lebih jauh dari itu. Mereka berusaha memberikan solusi dari masalah yang ada di masyarakat. Mereka mencari kebutuhan yang terbuka di pasar dan berusaha memenuhi peluang itu. Jauh melebihi kemampuan yang semula hanya bersifat mendasar, perusahaan atau organisasi yang memiliki dua ruh diatas; memberikan solusi dan penyedia kebutuhan, akan mampu berkembang dan bertahan dengan umur panjang. Hal ini bisa dilakukan dengan cara melakukan diversifikasi produk ataupun kreativitas dalam sisi manajemen. Kesemuanya dilakukan dengan semangat inovasi sosial yang kemudian mendatangkan peluang-peluang yang terbuka, dan menghasilkan beragam langkah yang bersifat strategis dan menjadikan manajemen menjadi tangguh dengan kemampuan operasional yang kompetitif.


66 ALAT UKUR DALAM KEUNGGULAN KOMPETITIF Balance Scorecard Dilihat dari 3 Perspektif : 1. Perspektif Keuangan, yaitu berarti perusahaan harus mampu mengelola. 2. Perspektif Konsumen, yaitu berarti loyalitas konsumen terhadap produk peusahaan. 3. Perspektif Internal, yaitu pengukuran kualitas kegiatan bisnis secara internal dan menyeluruh yang dilakukan perusahaan Triple Bottom Line Salah satu sistem utama yang digunakan oleh pebisnis, untuk menilai keuntungan yang diperoleh melalui solusi keberlanjutan perusahaan. Mengukur bisnis menggunakan Triple Bottom Line adalah pengukuran dengan tiga elemen yang meliputi ekonomi, sosial, dan lingkungan Dengan adanya alat ukur yang digunakan maka perusahaan bisa mewujudkan terjadinya keunggulan yang kompetitif. Competitive Advantage Competitive advantage, yaitu jika tindakan perusahaan memberi nilai tambah dan jika hanya ada sedikit perusahaan yang mampu melakukan tindakan sejenis. Competitive Parity Competitive parity, yaitu jika tindakan perusahaan untuk memberi nilai tambah, tetapi cukup banyak perusahaan yang mampu melakukan tindakan PENTINGNYA ANALISIS KEUNGGULAN KOMPETITIF 1. Melakukan pengambilan keputusan untuk melakukan strategi pemasaran yang tepat. 2. Melakukan identifikasi adanya tren dalam market yang lebih berkesinambungan dan jelas. 3. Untuk membuat alat ukur dan tolak ukur bagi pebisnis yang menjalankan perusahaan. 4. Menentukan strategi marketing dengan menetapkan harga. 5. Temukan cara yang baru dalam melakukan komunikasi terhadap pelanggan. Adanya celah pasar yang dapat dimanfaatkan dalam peningkatan penjualan produk


67 CONTOH KEUNGGULAN KOMPETITIF Pada maskapai penerbangan Air Asia, dimana maskapai tersebut menawarkan harga penerbangan rute nasional dan internasional yang rendah atau murah, dimana harga penerbangan tersebut dapat dikatakan sangat berbeda dengan harga-harga yang biasanya ditawarkan oleh maskapai penerbangan lainnya yang biasanya jauh lebih mahal. Hal ini membuat maskapai penerbangan Air Asia mempunya keunggulan dengan menawarkan harga penerbangan yang lebih murah, sehingga dapat bersaing dan lebih unggul dari perusahaan penerbangan lainnya. KESIMPULAN Keunggulan kompetitif berhubungan dengan manajemen strategi sebuah perusahaan yang sedang dijalankan. Suatu perusahaan dikatakan memiliki keunggulan jika mempunyai karakteristik, seperti kompetisi khusus, misalnya memiliki mutu yang baik, mempunyai saluran distribusi yang lebih lancar, penyerahan produk yang lebih cepat, dan memiliki merek produk yang terkenal. Dalam menentukan keunggulan dan produk atau layanan pasti akan melibatkan perusahaan sebagai produsen yang merancang serta menciptakan sebuah produk dan layanan begitu bernilai dan produk itu sendiri yang memiliki nilai lebih dibandingkan dengan produk pesaing. Sebuah perusahaan harus menyusun dan mengembangkan strategi yang baik untuk menjadikan perusahaan tersebut unggul dalam segala aspek. Perusahaan-perusahaan harus memperhatikan kinerja sumber daya manusianya, keuangan agar menjadi lebih baik, dan lebih unggul dari perusahaan lainnya, dalam hal ini maka dibutuhkan adanya keunggulan kompetitif dalam sebuah perusahaan.


68 DAFTAR PUSTAKA Armstrong, Gary dan Philip Kotler. (2015). Pemasaran Sebuah pengantar Keduabelas Edisi. New Jersey: Pearson Education, Inc. Assauri, Sofjan. (2013). Manajemen Pemasaran, dasar konsep, Konsep & Strategi. Jakarta: Rajagrafindo Persada. Belch, George E. dan Michael A. Belch. (2009). Periklanan dan Prommosi, An Perspektif Komunikasi Pemasaran Terpadu , Edisi Delapan . New York: McGraw-Hill Irwin Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller. (2012). Pemasaran Manajen 14E. Baru Jersey: Pearson Education, Inc Buchory, Harru Achmad dan Djaslim Saladin. (2010). Manajemen Pemasaran ( Teori, Aplikasi dan Tanya Jawab). Bandung: Linda Karua Sunyoto, Danang. (2013). Dasar-Dasar Manajemen, Konsep, Strategi dan Kasus. Jakarta: Buku Seru. https://dosenpsikolog.com/pengertian-sikap-menurut-para-ahli https://www.msyarifaj.my.id/persepsi-dan-pengambilan-keputusan-individual/ https://psychology.binus.ac.id/2021/06/17sikap-konsumen-serta-perbedaan-sikap-denganperasaan-attitude-social-psychology/ https://ilmumanajemwn.com/mengetahui-indikator-dan-cara-mengukur-kepuasankerja-karyawan/


Click to View FlipBook Version