Modul Pembelajaran Biologi
Klasifikasi Makhluk Hidup
Kelas Nama: ______________________
Kelas:_______________________
VII
Semester
Ganjil
[KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP] Modul Pembelajaran Biologi
Peta Konsep
PERKEMBANGAN KLASIFIKASI
MAKHLUK HIDUP
Membahas
Tingkatan Aturan Penulisan Pengklasifikasian Dikotom Perkembangan Sistem
Takson Nama Ilmiah Dan Kunci Determinasi Klasifikasi Makhluk Hidup
Meliputi
Pra-Linnaeus
2 Kingdom
3 Kingdom
4 Kingdom
5 Kingdom
6 Kingdom
7 Kingdom
Kompetensi Dasar
3.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan karakteristik yang diamati
4.2 Menyajikan hasil pengklasifikasian makhluk hidup di lingkungan sekitar berdasarkan
karakteristik yang diamati
1
[KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP] Modul Pembelajaran Biologi
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.2.5 Menyebutkan tingkatan takson makhluk hidup
3.2.6 Melakukan pengklasifikasian dikotom dan kunci determinasi
3.2.7 Menentukan nama spesies menggunakan sistem tata nama ganda
3.2.8 Menguraikan macam-macam sistem klasifikasi makhluk hidup
4.2.2 Membuat mind mapping klasifikasi makhluk hidup berdasarkan sistem
Robert Whittaker
Tujuan Pembelajaran
Melalui diskusi antara peserta didik dan guru tentang power point dan
referensi materi di internet terkait klasifikasi makhluk hidup dengan
menggunakan model pembelajaran Discovery learning, maka peserta didik
mampu:
1. Menyebutkan tingkatan takson makhluk hidu
2. Melakukan pengklasifikasian dikotom dan kunci determinasi
3. Menentukan nama spesies menggunakan sistem tata nama ganda
4. Menguraikan macam-macam sistem klasifikasi makhluk hidup
5. Membuat mind mapping klasifikasi makhluk hidup berdasarkan sistem
Robert Whittaker
Petunjuk Kerja Modul
1. Modul pembelajaran ini dikerjakan setelah pembelajaran selesai dan
dikumpulkan di google classroom sampai waktu 23.59 WIB.
2. Bacalah uraian materi singkat secara bertahap dengan cermat.
3. Gunakan literatur sebagai tambahan informasi dari buku atau sumber lain
yang relevan.
5. Jika ada hal yang belum dipahami silakan tanyakan kepada Guru.
2
[KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP] Modul Pembelajaran Biologi
Pendahuluan
Makhluk hidup di Bumi sangat banyak dan beranekaragam. Oleh karena itu,
diperlukan adanya pengelompokkan berdasarkan ciri tertentu yang dikenal dengan
istilah klasifikasi. Sistem klasifikasi mengenalkan adanya tingkatan kelompok-
kelompoknmakhluk hidup mulai dari kelompok besar, kelompok kecil, hingga tingkat
individu. Tingkatan ini disebut dengan takson.
A. Tingkatan Takson
Tingkatan takson pertama kali dikenalkan oleh Carolus Linnaeus dengan
tingkatan dari tertinggi ke tingkatan terendah. Tingkatan tersebut sebagai berikut:
Bahasa Latin Bahasa Indonesia Bahasa Inggris
Regnum Dunia Kingdom
Divisio/Phyllum Divisi/Filum Divition/Phyllum
Classis Kelas Class
Ordo Bangsa Order
Familia Suku Family
Genus Marga Genus
Species Jenis Species
Urutan ini didasarkan atas persamaan ciri yang paling umum, kemudian makin
ke bawah persamaan ciri makin khusus serta perbedaan ciri makin sedikit. Semakin
tinggi tingkatan takson, maka persamaan ciri yang dimiliki semakin sedikit.
Begitupula jumlah anggotanya, semakin rendah tingkatannya, maka jumlah
anggotanya semakin mengerucut.
B. Aturan Penulisan Nama Ilmiah (Binomial Nomenklatur)
Aturan penulisan nama ilmiah dalam biologi atau sering disebut sebagai
binomial nomenklatur merupakan cara penamaan makhluk hidup dalam bahasa
ilmiah. Aturan penulisan nama ilmiah ini sudah menjadi kesepakatan dunia
internasional. Sistem penulisan nama ilmiah makhluk hidup binomial nomenclature
(sistem tata nama ganda) ditemukan oleh Carolus Linnaeus, dengan nama asli Carl
von Linne. Jasanya dalam ilmu pengetahuan ini membuatnya dikenal dengan
sebutan Bapak Taksonomi Modern.
Tujuan dari pemberian nama ilmiah untuk makhluk hidup adalah untuk
memudahkan pengenalan makhluk hidup. Penamaan binomial (binomial
nomenklatur) juga dapat memudahkan dalam determinasi/menentukan dan
memastikan jenis makhluk hidup. Cara penulisan nama ilmiah makhluk hidup dapat
memudahkan manusia mengenali kelompok suatu makhluk hidup. Sehingga,
seseorang dapat lebih mudah dalam mempelajarinya.
3
[KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP] Modul Pembelajaran Biologi
Berikut ini adalah daftar aturan penulisan nama ilmiah makhluk hidup –
binomial nomenklatur:
1. Nama species terdiri atas 2 kata:
kata pertama merupakan nama genus
kata kedua merupakan penunjuk spesies
2. Huruf pertama penunjuk nama genus ditulis huruf besar
3. Huruf pertama penunjuk spesies digunakan huruf kecil
4. Nama spesies menggunakan bahasa latin
5. Ditulis dengan garis bawah, cetak miring, atau huruf tebal
6. Nama spesies harus ditulis berbeda dengan huruf – huruf lainnya
7. Jika nama spesies tumbuhan terdiri atas lebih dari 2 kata, kata kedua dan
berikutnya harus digabung.
8. Jika nama species hewan terdiri atas 3 kata, kata ketiga tsb bukan nama
spesies.
9. Nama spesies juga mencantumkan inisial pemberi nama tersebut.
Beberapa contoh penulisan nama ilmiah untuk tumbuhan terdaftar sebagai
berikut:
1. Asem – Tamarindus indica
2. Bayam – Amaranthus hybridus
3. Beringin – Ficus benjamina
4. Cocor Bebek – Kalanchoe pinnata
5. Damar – Podocarpus damara
6. Eceng Gondok – Eichornia crassipes
7. Jambu Biji – Psidium guajava
8. Jambu Monyet – Anacardium occidentale
9. Jagung – Zea mays
10. Jeruk Keprok – Citrus nobilis
Beberapa contoh penulisan nama ilmiah untuk hewan adalah sebagai berikut:
1. Angsa – Cygnus cygnus
4
[KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP] Modul Pembelajaran Biologi
2. Anjing – Canis lupus
3. Badak – Rhinoceros sondaicus
4. Banteng – Bos sondaicus
5. Buaya – Crocodylus porosus
6. Cicak – Hemidactylus frenatus
7. Elang – Henicopernis longicauda
8. Gajah – Elephas maximus
9. Harimau – Panthera tigris
10. Jalak Bali – Leucopsar rothschildi
C. Pengklasifikasian Dikotom dan Kunci Determinasi
Bentuk diagram tersebut merupakan contoh kunci dikotom. Kunci
dikotom berisi keterangan yang disusun berpasangan dan menunjukkan ciri
yang berlawanan.
Kunci determinasi merupakan cara atau langkah untuk mengenali
organisme dan mengelompokkannya pada takson makhluk hidup. Kunci
determinasi adalah uraian keterangan tentang ciri-ciri makhluk hidup yang
disusun berurut mulai dari ciri umum hingga ke ciri khusus untuk menemukan
suatu jenis makhluk hidup. Kunci determinasi yang paling sederhana ialah kunci
dikotom. Kunci dikotom berisi keterangan yang disusun berpasangan dan
menunjukkan ciri yang berlawanan.
Data pada diagram kunci dikotom di atas, jika ditulis akan menjadi kunci
determinasi sebagai berikut.
1. a. Tumbuhan yang berspora ...........................................................................2a
5
[KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP] Modul Pembelajaran Biologi
b. Tumbuhan yang tidak berspora ................................................................3a
2. a. Tumbuhan yang berbatang jelas .......................................................Suplir
b. Tumbuhan yang tidak berbatang jelas ...........................................Lumut
3. a. Berbiji tertutup ...............................................................................................4a
b. Berbiji terbuka .......................................................................................Belinjo
4. a. Biji berkeping dua .........................................................................................5a
b. Biji berkeping satu ...............................................................................Jagung
5. a. Berbunga kupu-kupu .........................................................................Kedelai
b. Berbunga terompet .............................................................................Terung
Kunci determinasi merupakan suatu kunci yang dipergunakan untuk
menentukan filum atau divisi, kelas, ordo, famili, genus, atau spesies. Dasar yang
dipergunakan kunci determinasi ini adalah identifikasi dari makhluk hidup
dengan menggunakan kunci dikotom. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
pembuatan kunci determinasi adalah seperti berikut:
1. Kunci harus dikotomi.
2. Kata pertama dalam tiap pernyataan dalam 1 kuplet harus identik, contoh
•tumbuhan berumah satu …
•tumbuhan berumah dua …
3. Pilihan atau bagian dari kuplet harus kontradiktif, sehingga satu bagian
dapat diterima dan yang lain ditolak.
4. Hindari pemakaian kisaran yang tumpang tindih atau hal-hal yang
bersifat relatif dalam kuplet, contohnya panjang daun 4-8 cm, daun besar
atau kecil.
5. Gunakan sifat-sifat yang bisa diamati.
6. Pernyataan dari dua kuplet yang berurutan jangan dimulai dengan kata
yang sama.
7. Setiap kuplet diberi nomor.
8. Buat kalimat pertanyaan yang pendek.
Cara menggunakan kunci determinasi meliputi beberapa tahapan sebagai
berikut:
1. Bacalah dengan teliti kunci determinasi mulai dari permulaan, yaitu
nomor 1a.
2. Cocokkan ciri-ciri tersebut pada kunci determinasi dengan ciri yang
terdapat pada makhluk hidup yang diamati.
3. Jika ciri-ciri pada kunci tidak sesuai dengan ciri makhluk hidup yang
diamati, harus beralih pada pernyataan yang ada di bawahnya dengan
nomor yang sesuai. Misalnya, pernyataan 1a tidak sesuai, maka beralih
ke pernyataan 1b.
4. Jika ciri-ciri yang terdapat pada kunci determinasi sesuai dengan ciri
yang dimiliki organisme yang diamati, catatlah nomornya. Lanjutkan
6
[KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP] Modul Pembelajaran Biologi
pembacaan kunci pada nomor yang sesuai dengan nomor yang tertulis di
belakang setiap pernyataan pada kunci.
5. Jika salah satu pernyataan ada yang cocok atau sesuai dengan makhluk
hidup yang diamati, alternatif lainnya akan gugur.
Sebagai contoh, kunci determinasi memuat pilihan:
1a tumbuhan berupa herba, atau
1b tumbuhan berkayu.
Jika yang dipilih adalah 1a (tumbuhan berupa herba), maka pilihan 1b gugur.
6. Begitu seterusnya hingga diperoleh nama famili, ordo, kelas, dan divisio
atau filum dari makhluk hidup yang diamati.
a. Contoh Kunci Determinasi Pada Tumbuhan :
1 a. Tumbuhan dengan batang tidak sejati ……………………. 2 (bila ya lanjutkan
ke nomor 2)
b. Tumbuhan dengan batang sejati ………………………………. 3 (bila ya lanjutkan
ke nomor 3)
2 a. Pada batang tidak diketemukan pembuluh ……. Lumut daun (bila ya
jawabannya lumut daun)
b. Pada batang terdapat jaringan pembuluh ……………………… 3 (bila ya
lanjutkan ke nomor 3)
3 a. Tumbuhan tidak berbunga ………………………………………….. 4 (bila ya
lanjutkan ke nomor 4)
b. Tumbuhan berbunga …………………………………………………….. 4 (bila ya
lanjutkan ke nomor 4)
4 a. Pada daun terdapat bintik kuning atau coklat………………Tumbuhan paku
(bila ya jawabannya tumbuhan paku)
b. Pada daun tidak diketemukan adanya bintik kuning atau coklat
………………………. 5 (bila ya lanjutkan ke nomor 5)
5 a. Tumbuhan tidak dengan bunga sejati ………………………….. Gymnospermae
(bila ya jawabannya Gymnospermae)
b. Tumbuhan dengan bunga sejati ……………………………………… 6 (bila ya
lanjutkan ke nomor 6)
6 a. Berakar serabut ………………………………………………………… 7 (bila ya
lanjutkan ke nomor 7)
b. Berakar tunggang ………………………………………………………… 8 (bila ya
lanjutkan ke nomor 8)
7 a. Batang berongga ……………………………………………………….. Padi (bila ya
jawabannya padi)
b. Batang tidak berongga ………………………………………………… Jagung (bila ya
jawabannya jagung)
7
[KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP] Modul Pembelajaran Biologi
8 a. Bunga berbentuk kupu-kupu ………………………………….. . Kacang (bila ya
jawabannya kacang)
b. Bunga berbentuk terompet ………………………………………….Terung (bila ya
jawabannya terung)
Sesuai kunci tersebut, maka diperoleh nomor kunci dan nama makhluk
hidupnya sebagai berikut:
Nomor Kunci : 1a – 2a ; nama makhluk hidup : lumut daun
Nomor Kunci : 1b – 3a – 4a ; nama makhluk hidup : tumbuhan paku
Nomor Kunci : 1b – 3b – 4b – 5a ; nama makhluk hidup : Gymnospermae
Nomor Kunci : 1b – 2b – 3b – 4b – 5a – 6a – 7a ; nama makhluk hidup : padi
Nomor Kunci : 1b – 2b – 3b – 4b – 5a – 6a – 7b ; nama makluk hidup : jagung
Nomor Kunci : 1b – 2b – 3b – 4b – 5b – 6b – 7b – 8a ; nama makhluk hidup:
kacang
Nomor Kunci : 1b – 2b – 3b – 4b – 5b – 6b – 7b – 8b ; nama makhluk hidup :
terung
b. Contoh Kunci Determinasi Pada Hewan :
1a Tidak bertulang belakang ……………………………………….. 2 (bila ya lanjutkan
ke nomor 2)
b. Memiliki ruas-ruas tulang belakang ………………………….. 3 (bila ya lanjutkan
ke nomor 3)
2. a. Tubuh lunak, kaki tidak berbuku-buku ………………….. siput (bila ya
jawabannya siput)
b. Tubuh tidak lunak dan berbuku-buku ………………………. 4 (bila ya lanjutkan
ke nomor 4)
3. a. Bergerak dengan sirip …………………………………………… ikan (bila ya
jawabannya ikan)
b. Bergerak bukan dengan sirip ……………………………………. 6 (bila ya lanjutkan
ke nomor 6)
4. a. Bersayap ………………………………………………………………. 5 (bila ya lanjutkan
ke nomor 5)
b. Tidak bersayap ……………………………………………………….. lipan (bila ya
jawabannya lipan)
5. a. Menyusui anaknya …………………………….. mamalia (bila ya jawabannya
mamalia atau kerbau)
b. Tidak menyusui anaknya ………………………………………… 7 (bila ya lanjutkan
ke nomor 7)
6. a. Sayapnya sisik ……………………………………………….. kupu-kupu (bila ya
jawabannya kupu-kupu)
b. Sayapnya lurus …………………………………………………. belalang (bila ya maka
belalang)
8
[KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP] Modul Pembelajaran Biologi
7. a. Mengalami metamorfosis ………………………………………… katak (bila ya
jawabannya katak)
b. Tidak mengalami metamorfosis ……………………………….. 8 (bila ya lanjutkan
ke nomor 8)
8. a. Tidak mengerami …………………………………………………. buaya (bila ya
jawabannya buaya)
b. Mengerami telurnya ……………………………………………….. burung (bila ya
jawabannya burung)
Berdasarkan kunci tersebut, diperoleh nomor kunci dan nama
makhluk hidupnya sebagai berikut:
Nomor Kunci : 1a – 2a ; nama makhluk hidup : siput
Nomor Kunci : 1a – 2b – 4a – 6a ; nama makhluk hidup : kupu-kupu
Nomor Kunci : 1a – 2b – 4b ; nama makhluk hidup : lipan
Nomor Kunci : 1a – 3a ; nama makhluk hidup : ikan
Nomor Kunci : 1b – 3b – 5a ; nama makhluk hidup : kerbau
Nomor Kunci : 1b – 3b – 5b – 7a ; nama makhluk hidup : katak
Nomor Kunci : 1b – 3b – 5b – 7b – 8a; nama makhluk hidup : buaya
Nomor Kunci : 1b – 3b – 5b – 7b – 8b ; nama makhluk hidup : burung
9
[KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP] Modul Pembelajaran Biologi
D. Perkembangan Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup
1. Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup Pra-Linnaeus
Pada masa Pra-Linnaeus, sistem klasifikasi makhluk hidup ini dilakukan
melalui dasar pengamatan ciri-ciri morfologis yang tampak pada suatu makhluk
hidup. Di masa ini, seorang ahli filsafat Yunani, Aristoteles (384 SM - 322 SM),
memiliki peranan besar dalam perkembangan sistem klasifikasi makhluk
hidup. Di masa ini, makhluk hidupp baru diklasifikasikan menjadi dua
kelompok, yakni tumbuhan dan hewan. Meskipun begitu, sebenarnya di masa
Pra-linnaeus ini klasifikasi sudah dilakukan secara merinci, dimana hewan-
hewan diberi nama berdasarkan manfaat yang dimilikinya atau berdasarkan
ciri-ciri yang dimilikinya. Hanya saja orang-orang terdahulu belum menyadari
akan sistem klasifikasi makhluk hidup. Hal unik disini adalah klasifikasi hanya
dilakukan dalam waktu sangat singkat sebab orang hanya mengetahui dan
mengelompokkan makhluk hidup dalam dua kelompok yaitu hewan atau
tumbuhan.
2. Sistem Klasifikasi 2 Kingdom (plantae dan animalia)
Carolus Linnaeus, 1735
Sistem klasifikasi 2 kingdom merupakan awal mula majunya perkembangan
sistem taksonomi. Pada masa ini, dikenal dua istilah kingdom yakni kingdom
animalia (hewan) dan kingdom plantae (tumbuhan). Pada masa inilah ilmuan
bernama C. Linnaeus (asal swedia) berperan besar dalam perkembangan
sistem klasifikasi makhluk hidup. Sistem ini diterapkan pada tahun 1735.
Namun sistem ini dianggap belum sempurna dan masih memiliki beberapa
kekurangan, seperti penggolongan makhluk hidup yang tentunya masih terlalu
umum serta kurang spesifiknya penggolongan tersebut. Akibatnya, terdapat
beberapa jenis makhluk hidup yang tidak dapat digolongkan pada kedua
kingdom tersebut. Meskipun begitu, sistem klasifikasi 2 kingdom dianggap
sebagai cikal bakal atau pengarah utama untuk menuju sistem kingdom
berikutnya.
3. Sistem Klasifikasi 3 Kingdom (protista, plantae, animalia)
Haeckel, 1866
Jika sebelumnya Linnaeus mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2
kingdom, selanjutnya Ernst Haeckel pada tahun 1866 mengklasifikasikan
makhluk hidup menjadi 3 kingdom. Sistem klasifikasi 3 kingdom ini terdiri atas
kingdom animalia (hewan), kingdom plantae (tumbuhan), dan kingdom
protista (organisme bersel satu dan organisme multiseluler sederhana). Awal
mula dimasukkannya protista menjadi salah satu kingdom adalah ketika
makhluk hidup bersel satu mulai ditemukan. Makhluk bersel satu ini dibagi
menjadi 2 filum, dimana filum pertama ialah filum protozoa (penyebutan untuk
makhluk bersel satu yang dapat bergerak) dan filum kedua ialah filum
10
[KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP] Modul Pembelajaran Biologi
thallophyta (penyebutan untuk makhluk bersel satu seperti alga dan bakteri).
Keunikan dari kingdom protista yang baru tersebut adalah memiliki sifat
hewan dan tumbuhan sekaligus.
Namun pada perkembangannya, sistem klasifikasi 3 kingdom ini masih
belum sempurna. Bakteri yang termasuk ke dalam makhluk hidup tidak dapat
dimasukkan diantara kingdom tersebut. Hal ini karena bakteri termasuk
organisme mikroskopis tanpa inti sel. Terlepas dari hal tersebut, sistem
klasifikasi 3 kingdom tentu sudah lebih menunjukkan kemajuan dibandingkan
sistem sebelumnya dimana organisme bersel satu atau multiseluler sederhana
telah memiliki kingdom tersendiri, mengingat organisme tersebut sangat
berbeda dengan hewan maupun tumbuhan.
4. Sistem Klasifikasi 4 Kingdom (monera, protoctista, plantae, animalia)
Herbert Copeland, 1956
Penemuan klasifikasi 4 kingdom dilakukan oleh Copeland dan Whittaker.
Dua ilmuan tersebut sama-sama mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 4
kingdom, namun keduanya memiliki sistem yang berbeda.
Copeland sendiri mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 4 kingdom
berupa kingdom monera, kingdom protoctista, kingdom metaphyta, dan
kingdom metazoa. Adapun Whittaker, ia mengklasifikasikan makhluk hidup
menjadi kingdom animalia, kingdom plantae, kingdom fungi, dan kingdom
protista.
Sistem yang umum digunakan dan menjadi perkembangan selanjutnya
adalah sistem yang dikemukakan oleh Whittaker, dimana terdapat tambahan
kingdom fungi. Fungi sendiri mempunyai karakteristik atau ciri yang hampir
sama dengan tumbuhan, hanya saja memiliki beberapa karakteristik atau ciri
yang berbeda, karena hal tersebutlah dalam perjalanannya fungi dijadikan satu
kingdom tersendiri. Fungi adalah organisme heterotrof yang tidak dapat
mensintesis makanannya sendiri, lain halnya dengan tumbuhan yang mampu
untuk mensintesis makanannya sendiri melalui proses fotosintesis. Jamur atau
fungi tidak dapat melakukan proses pencernaan sendiri seperti tumbuhan.
5. Sistem Klasifikasi 5 Kingdom (monera, protista, fungi, plantae,
animalia) Robert Whittaker, 1977
Kingdom ini dianggap sebagai penyempurna dari sistem klasifikasi
sebelumnya. Namun, klasifikasi ini juga masih dianggap memiliki kelemahan.
Sistem klasifikasi 5 kingdom yang ada dan dipakai sebelumnya belum mampu
mengklasifikasikan kingdom monera yang khas secara tepat. Hal ini terjadi
sebab pada kingdom monera tersebut masih terdapat banyak perbedaan yang
11
[KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP] Modul Pembelajaran Biologi
signifikan diantara anggotanya, seperti dalam hal RNA polymerase, RNA
sequences, Introns, membran lipid, dan lainnya.
Berdasarkan sistem klasifikasi yang dikenalkan oleh R.H. Whittaker, makhluk
hidup dibagi menjadi 5 kingdom yaitu:
a. Kingdom Monera, yaitu kelompok makhluk hidup uniseluler, prokariotik,
dan mikroskopik seperti bakteri dan ganggang hiaju biru.
b. Kingdom Protista, yaitu kelompok makhluk hidup eukariotik dan sebagian
besar uniseluler, tetapi sudah memiliki ciri seperti tumbuhan, hewan, atau
jamur.
c. Kingdom Fungi (Jamur), yaitu kelompok makhluk hidup eukariotik, dan
tidak berklorofil.
d. Kingdom Plantae (Tumbuhan), yaitu kelompok makhluk hidup eukariotik,
multiseluler, berdinding sel yang mengandung selulosa, berklorofil, dan
dapat berfotosintesis (autotrof).
e. Kingdom Animalia (Hewan), yaitu kelompok makhluk hidup eukariotik,
multiseluler,tidak berklorofil, dan heterotrof.
6. Sistem Klasifikasi 6 Kingdom (archaebacteria, eubacteria, protista,
fungi, plantae, animalia) Carl Woese, 1977
Sistem klasifikasi makhluk hidup menjadi 6 kingdom pertama kali
dikemukakan oleh ilmuan asal Amerika bernama Carl Woese pada tahun 1977.
Carl Woese membagi 6 klasifikasi yakni kingdom animalia, kingdom plantae,
kingdom protista, kingdom mycota, kingdom eubacteria, dan kingdom
archaebacteria.
Awal mula dilakukannya klasifikasi 6 kingdom ini adalah karena adanya
penemuan monera archaebacteria di samudera. Ternyata archaebacteria
tersebut memiliki perbedaan dengan kingdom monera lainnya yang merupakan
eubacteria. Berdasarkan penelitian, archaebacteria lebih menyerupai sel
eukariotik. Pada masa ini banyak ilmuan yang pro dan kontra terhadap
pengklasifikasian kingdom monera ada. Terlepas dari itu, terdapat beberapa
ilmuan menganggap bahwa kingdom monera sudah mencakup eubacteria dan
juga archaebacteria sekaligus. Hal ini sebenarnya tetap disetujui banyak pihak
ilmuan dengan alasan bahwa penjelasan mengenai kingdom monera menjadi
lebih spesifik sehingga dapat mempermudah proses penelitian lebih lanjut.
7. Sistem Klasifikasi 7 Kingdom (archaebacteria, eubacteria, protista,
fungi, plantae, animalia) Carl Woese, 1977
Sistem klasifikasi 7 kingdom pertama kali dikembangkan dan dikemukakan
oleh ilmuan bernama Cavalier-Smith pada tahun 1998. 7 kingdom yang
12
[KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP] Modul Pembelajaran Biologi
dimaksud ini mencakup kingdom animalia, plantae, protista, chromista,
eumycota, eubacteria, dan archaebacteria.
Dasar klasifikasi dari sistem ini adalah dua kelas utama makhluk hidup
yakni eukariotik dan prokariotik. Selanjutnya, organisme eukariotik terbagi lagi
menjadi 5 kingdom utuh yaitu animalia, plantae, protista, eumycota, dan
chromista. adapun organisme prokariotik ini terbagi menjadi 2 kingdom utuh
yaitu eubacteria dan archaebacteria.
Dalam klasifikasi 7 kingdom terdapat jenis kingdom baru, yaitu kingdom
chromista. Kingdom chromista mencakup organisme yang berasal dari
kingdom fungi serta protista, terdiri atas oomycota, hyphochytriomycota,
bacillariophyta, xanthophyta, silicoflagellates, chrysophyta, dan phaeophyta.
Beberapa jenis organisme tersebut memiliki perbedaan dengan kingdom
asalnya karena organisme tersebut memiliki klorofil a dan klorofil c. Organisme
yang disebutkan tadi tidak menyimpan makanan sebagai amilum melainkan
dalam bentuk minyak, dan juga perlu diketahui bahwa terdapat keunikan pada
organisme tersebut berupa mampu menghasilkan sel dengan dua flagella yang
berlainan.
Klasifikasi kingdom yang terakhir ini dianggap lebih sempurna dari
klasifikasi sebelumnya sebab sudah mampu mengklasifikasikan berbagai
kingdom yang ada menjadi lebih spesifik.
Kegiatan Mandiri
Setelah mengetahui cukup jelas tentang perkembangan klasifikasi makhluk
hidup, maka buatlah mind mapping tulis tangan mengenai klasifikasi makhluk
hidup berdasarkan sistem Robert Whittaker secara lengkap dan benar! Buatlah
tugas tersebut pada kertas ukuran A4 secara menarik, lalu scan dan kirim melalu
google classwork yang telah tertera pada google classroom!
13
[KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP] Modul Pembelajaran Biologi
Rangkuman
Tingkatan takson dari tertinggi ke tingkatan terendah adalah Regnum/Kingdom → Divisio
(Tumbuhan) / Phylum (Hewan) → Classis → Ordo → Familia → Genus → Species
Kunci determinasi merupakan cara atau langkah untuk mengenali organisme dan
mengelompokkannya pada takson makhluk hidup. Kunci determinasi adalah uraian
keterangan tentang ciri-ciri makhluk hidup yang disusun berurut mulai dari ciri umum
hingga ke ciri khusus untuk menemukan suatu jenis makhluk hidup. Kunci determinasi
yang paling sederhana ialah kunci dikotom. Kunci dikotom berisi keterangan yang disusun
berpasangan dan menunjukkan ciri yang berlawanan
Aturan penulisan nama ilmiah makhluk hidup:
1. Nama species terdiri atas 2 kata:
kata pertama merupakan nama genus
kata kedua merupakan penunjuk spesies
2. Huruf pertama penunjuk nama genus ditulis huruf besar
3. Huruf pertama penunjuk spesies digunakan huruf kecil
4. Nama spesies menggunakan bahasa latin
5. Ditulis dengan garis bawah, cetak miring, atau huruf tebal
6. Nama spesies harus ditulis berbeda dengan huruf – huruf lainnya
7. Jika nama spesies tumbuhan terdiri atas lebih dari 2 kata, kata kedua dan berikutnya
harus digabung.
8. Jika nama species hewan terdiri atas 3 kata, kata ketiga tsb bukan nama spesies.
9. Nama spesies juga mencantumkan inisial pemberi nama tersebut.
Macam-macam perkembangan sistem klasifikasi makhluk hidup:
1. Pada masa Pra-Linnaeus, sistem klasifikasi makhluk hidup ini dilakukan melalui dasar
pengamatan ciri-ciri morfologis yang tampak pada suatu makhluk hidup. Di masa ini,
makhluk hidupp baru diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yakni tumbuhan dan
hewan.
2. Linnaeus mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2 kingdom, yaitu animalia
(hewan) dan plantae (tumbuhan)
3. Ernest Haeckel pada tahun 1866 mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 3
kingdom, yaitu animalia (hewan), kingdom plantae (tumbuhan), dan kingdom protista
(organisme bersel satu dan organisme multiseluler sederhana)
4. Penemuan klasifikasi 4 kingdom dilakukan oleh Copeland dan Whittaker. Dua ilmuan
tersebut sama-sama mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 4 kingdom, namun
keduanya memiliki sistem yang berbeda.
Copeland sendiri mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 4 kingdom berupa
kingdom monera, kingdom protoctista, kingdom metaphyta, dan kingdom metazoa.
Adapun Whittaker, ia mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi kingdom animalia,
kingdom plantae, kingdom fungi, dan kingdom protista.
R.H.Whittaker, ia mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 5 kingdom yaitu
animalia, kingdom plantae, kingdom fungi, protista, dan kingdom monera.
5. Sistem klasifikasi makhluk hidup menjadi 6 kingdom oleh ilmuan asal Amerika
bernama Carl Woese pada tahun 1977. membagi 6 klasifikasi yakni kingdom animalia,
kingdom plantae, kingdom protista, kingdom mycota, kingdom eubacteria, dan kingdom
archaebacteria.
6. Sistem klasifikasi 7 kingdom oleh ilmuan bernama Cavalier-Smith pada tahun 1998. 7
kingdom yang dimaksud ini mencakup kingdom animalia, plantae, protista, chromista,
eumycota, eubacteria, dan archaebacteria.
14
[KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP] Modul Pembelajaran Biologi
Tes Formatif
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!
1. Urutan tingkat takson dari yang tertinggi sampai terendah adalah
a. Kingdom – Divisi/Phylum – Ordo – Classis – Genus – Familia – Species
b. Kingdom – Divisi/Phylum – Classis – Ordo – Familia – Genus – Species
c. Divisi/Phylum – Kingdom – Classis – Ordo – Familia – Genus – Species
d. Divisi/Phylum – Kingdom – Ordo – Classis – Genus – Familia – Species
2. Urutan tingkat takson yang paling tepat pada tumbuhan adalah
a. Kingdom – Divisi– Classis – Ordo – Familia – Genus – Species
b. Kingdom – Divisi– Ordo – Classis – Genus – Familia – Species
c. Divisi – Kingdom – Classis – Ordo – Familia – Genus – Species
d. Divisi – Kingdom – Ordo – Classis – Genus – Familia – Species
3. Urutan tingkat takson yang paling tepat pada hewan adalah
a. Kingdom – Phylum – Classis – Ordo – Familia – Genus – Species
b. Kingdom – Phylum – Ordo – Classis – Genus – Familia – Species
c. Phylum – Kingdom – Classis – Ordo – Familia – Genus – Species
d. Phylum – Kingdom – Ordo – Classis – Genus – Familia – Species
4. Pemberian tata nama ganda diatur dalam Kode Internasional yang disebut
dengan
a. Sistem klasifikasi
b. Binomial nomenklatur
c. Taksonomi
d. Kunci determinasi
5. Padi memiliki nama ilmiah Oryza sativa. Kata Oryza merupakan petunjuk
nama
a. Ordo
b. Familia
c. Genus
d. Spesies
6. Kelompok yang memiliki jumlah individu paling banyak adalah
a. Ordo
b. Familia
c. Genus
d. Spesies
15
[KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP] Modul Pembelajaran Biologi
7. Berdasarkan tabel, unci determinasi makhluk hidup yang tepat untuk gajah
(Elephas maximus) yaitu ….
a. 1a, 2b, 3b, 5a
b. 1a, 2a, 3b, 5a
c. 1a, 2b, 3a, 4a
d. 1a, 2a, 3a, 4a
8. Sistem klasifikasi makhluk hidup pertama kali dipelopori oleh
a. Carolus Linnaeus
b. Lamarck
c. R.H Whittaker
d. Charles Darwin
9. Sistem dua kingdom ini makhluk hidup dikelompokan dalam dua
kelompok besar yaitu
a. Kelompok tumbuhan (kingdom fungi) dan kelompok hewan (kingdom
plantae)
b. Kelompok tumbuhan (kingdom plantae) dan kelompok hewan
(kingdom animalia)
c. Kelompok tumbuhan (kingdom animalia) dan kelompok hewan
(kingdom plantae)
d. Kelompok tumbuhan (kingdom monera) dan kelompok hewan
(kingdom animalia)
10. Siapa orang yang pertama kali menggembangkan sistem lima kingdom
a. Carolus Linnaeus
b. Lamarck
c. R.H Whittaker
d. Charles Darwin
16
[KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP] Modul Pembelajaran Biologi
Kunci Jawaban
Tes Formatif
1. B
2. A
3. B
4. B
5. C
6. D
7. D
8. A
9. B
10. C
Daftar Pustaka
Among Guru. 2018. Contoh Kunci Determinasi (Kunci Dikotom) pada
Hewan dan Tumbuhan di https://www.amongguru.com/contoh-
kunci-determinasi-kunci-dikotom-pada-hewan-dan-tumbuhan/
Gen Sukses Media. 2020. Perkembangan Sistem Klasifikasi Makhluk
Hidup dari Masa ke Masa di https://www.gensuksesmedia.com/-
2020/06/perkembangan-klasifikasi-makhluk-hidup-dari-masa-ke-
masa
Idschool. 2019. Aturan Penulisan Nama Ilmiah – Binomial
Nomenklatur di https://idschool.net/smp/aturan-penulisan-nama-
ilmiah/
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Ilmu Pengetahuan
Alam untuk SMP/MTs Kelas VII Semester 1. Edisi Revisi Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
17