The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by danianwar1310, 2024-06-21 00:28:33

Bahan Ajar Teks Berita Kelas 7

Bahan Ajar Teks Berita Kelas 7

Disusun oleh : Dani Anwar Hadi, S.Pd. BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA Teks Berita SMP VII


Elemen Capaian Pembelajaran Membaca dan Memirsa Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual yang dibaca dan dipirsa. Menulis Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif. Berbicara dan Mempresentasikan Peserta didik mampu berdiskusi secara aktif, kontributif, efektif, dan santun. Peserta didik mampu mengungkapkan dan mempresentasikan berbagai topik aktual secara kritis. Tujuan Pembelajaran A1. Melalui percobaan secara berkelompok, peserta didik dapat menyesuaikan (C3) struktur dan unsur ADIKSIMBA dalam teks berita tentang kebudayaan Solo dengan tepat. A2. Melalui pengamatan teks berita yang ditulis dari pemutaran video, peserta didik dapat menentukan (C3) kebahasaan teks berita dengan berani. A3. Setelah mengikuti serangkaian pembelajaran, peserta didik dapat merancang (P4) kerangka teks berita berdasar minat dan kemampuannya dengan kreatif. B1. Melalui diskusi Bersama kelompok, peserta didik dapat memerinci (C4) struktur dan unsur ADIKSIMBA dalam teks berita tentang kebudayaan di Solo dengan tepat dan bertanggungjawab. B2. Melalui pengamatan teks berita yang ditulis dari pemutaran video, peserta didik dapat menelaah (C4) kebahasaan teks berita dengan mandiri. B3. Setelah mengikuti serangkaian pembelajaran, peserta didik dapat merancang (P4) kerangka teks berita berdasar minat dan kemampuannya dengan kreatif. C1. Melalui diskusi bersama kelompok, peserta didik dapat membuktikan (C5) dan merangkai (C6) struktur serta unsur ADIKSIMBA dalam teks berita tentang kebudayaan di Solo dengan kritis. C2. Melalui pengamatan teks berita yang ditulis dari pemutaran video, peserta didik dapat memutuskan (C5) kebahasaan teks berita dengan mandiri. C3. Setelah mengikuti serangkaian pembelajaran, peserta didik dapat merancang (P4) kerangka teks berita berdasar minat dan kemampuannya dengan kreatif. A. Pengertian Teks Berita Teks berita merupakan teks yang di dalamnya berisikan informasi atau peristiwa yang terjadi di seluruh dunia atau sekitaran. Informasi yang termuat di dalamnya berdasar fakta dan faktual, atau peristiwa sesuai dengan kejadian yang ada atau bisa disebut objektif (Subarna dkk, 2021). Rahman (2017) menjelaskan bahwa berita bisa disampaikan melalui lisan seperti televisi, dan secara tulisan seperti media cetak.


B. Tujuan Teks Berita Ditulisnya teks berita bertujuan untuk memberi informasi atau berita yang fakta dan faktual kepada publik/Masyarakat/ khalayak ramai. Informasi tersebut berguna untuk menarik perhatian Masyarakat dan bisa saja mempengaruhi kehidupannya dalam bermasayarakat, berbangsa, maupun bernegara. Teks berita ini tidak bisa lepas dari kehidupan manusia, karena memang berdasar peristiwa yang terjadi di sekitar. C. Jenis Teks Berita Teks berita memiliki dua jenis yaitu teks berita cetak dan digital. 1. Teks berita cetak adalah teks berita yang disampaikan atau berbentuk lembaran kertas. Contoh: Koran dan majalah. 2. Teks berita digital adalah sebuah teks berita yang disampaikan melalaui alat digital/elektronik. Contoh: Tv, radio, artikel di internet, media digital (seperti Kompas.com, Solo Pos, Tribun news, tempo), maupun artikel yang ditemukan di sosial media. D. Struktur Teks Berita Teks berita memiliki struktur yang terdiri dari judul berita, teras/ kepala berita, tubuh/ isi berita, dan ekor berita. Pada umumnya, struktur teks berita ini seringkali disebut dengan struktur piramida terbalik. Aliasan (2024) mengatakan bahwa piramida terbalik menempatkan informasi yang paling penting di paragraf pertama atau bagian utama berita, hal itu membuatn lebih mudah bagi pembaca untuk memahami berita hanya dari paragraf pertama. Berikut struktur teks berita: 1. Judul Berita Setiap teks berita harus mempunyai judul. Judul menjadi bagian penting sebab mewakili inti dan isi dari tulisan yang dibagikan. Umumnya judul terletak di bagian atas suatu berita. Biasanya, judul memuat tentang apa kejadian yang dibahas atau disampaikan. Untuk menarik perhatian dan rasa penasaran pembaca, tulislah sebuah judul yang dapat menarik minat baca pembaca. Contoh: “Solo Batik Carnival 2023 Tetap Berlangsung Meriah meski Tanpa Sambutan Pejabat” 2. Kepala Berita Kepala berita memiliki lingkup pembahasan/informasi yang penting atau lebi besar. Artinya, ada banyak informasi yang dijelaskan di bagian ini. Umumnya, dalam struktur ini mrngandung beberapa unsur, yaitu apa, di mana, kapan, dan


siapa. Di bagian ini pembaca sudah mulai bisa memahami apa berita yang disampaikan oleh penulis. Contoh: “Solo Batik Carnival ke-14 2023 digelar meriah di sepanjang Jl Bhayangkara, Jl Slamet Riyadi, dan Jl Jenderal Sudirman, Solo, Sabtu (8/7/2023) sore. Event tahunan Kota Bengawan itu dibuka tanpa sambutan pejabat.” 3. Tubuh Berita Dalam struktur/tubuh berita ini berisi penjelasan mengenai informasi yang telah disampaikan pada bagian kepala berita. Pada bagian ini, biasanya berisi penjelasan informasi dengan unsur berita mengapa dan bagaimana. 4. Ekor Berita Pada bagian ini biasanya terdapat pula tambahan informasi tentang berita yang sedang dibahas. Sering kali di bagian ini penulis juga menyampaikan identitas penulis. Ekor berita di dalam teks berita bersifat opsional atau tidak harus ada. Penulis bisa memberikannya atau tidak memberikannya. E. Unsur Teks Berita Teks berita memiliki enam unsur yang terdiri dari apa (what), di mana (where), kapan (when), siapa (who), mengapa (why), dan bagaimana (how). Unsur berita tersebut biasa disebut dengan ADIKSIMBA. 1. Apa (What) Unsur ini digunakan untuk menanyakan peristiwa yang sedang dibahas/dibicarakan. 2. Di mana (Where) Unsur ini digunakan untuk menanyakan dimana tempat/ Lokasi perisitiwa terjadi. 3. Kapan (When) Unsur ini digunakan untuk menanyakan kapan waktu terjadinya peristiwa yang ada di dalam berita. 4. Siapa (Who) Unsur ini digunakan untuk menanyakan orang/seseorang yang terlibat dalam suatu peristiwa. 5. Mengapa (Why)


Unsur ini digunakan untuk menanyakan alasan atau yang melatar belakangi peristiwa yang terjadi. 6. Bagaimana (How) Unsur ini digunakan untuk menanyakan cara atau proses terjadinya peristiwa. Bagian ini biasanya diceritakan secara kronologis, sesuai urutan waktu kejadian peristiwa F. Kaidah Kebahasaan Teks Berita Dalam teks berita menggunakan beberapa kaidah kebahasaan. Berikut kaidah kebahasaan teks berita. 1. Bahasa Baku Bahasa baku adalah bahasa yang sudah memenuhi aturan atau kaidah yang berbaku. Pada umumnya bahasa baku digunakan dalam hal resmi. Contoh: Makam yang sepi pada hari-hari biasa itu, berubah ramai (baku) Makam yang sepi pada hari-hari biasa itu, berubah rame (tidak baku) 2. Kalimat Langsung dan Tidak Langsung Kalimat langsung adalah kalimat yang menirukan apa yang diujarkan orang secara cermat. Kalimat langsung ditandai dengan “ “ (petik dua). Sedangkan kalimat tidak langsung adalah kalimat yang digunakan untuk menyampaikan atau melaprkan Kembali ucapan yang pernah disampaikan seseorang tanpa mengutip keseluruhan kalimatnya untuk disampaikan kepada orang lain. Contoh kalimat langsung: “Tetap kita lestarikan tradisi ini dengan tujuan mengirim doa kepada arwah para leluhur, orang tua dan saudara kita semuanya,” kata dia, Senin (4/3).” Contoh kalimat tidak langsung: Menurutnya, tradisi sadranan ini sudah mulai memudar semenjak Covid 2021. 3. Konjungsi/Kata Hubung Konjungsi adalah kata tugas yang berfungsi menghubungkan dua kata atau kalimat. Dalam teks berita, menggunakan konjungsi temporal dan kausalitas. Konjungsi temporal adalah kata hubung yang berkaitan dengan waktu. Sedangkan konjungsi kausalitas Contoh Konjungsi temporal: kemudian, semenjak, lalu, setelah itu. Contoh konjungsi kausalitas: karena, oleh karena itu, maka. 4. Kata Kerja Mental


Kata kerja mental adalah jenis verba yang menerangkan suatu respon/reaksi terhadap suatu kejadian atau aktivitas. Contoh: mengalami, memperhatikan, membicarakan, dan lain-lain. 5. Penggunaan Kata Keterangan Waktu/Tempat, Kata keterangan adalah kelas kata yang memberikan sebuah keterangan kepada kata lain. Dalam teks berita mennggunakan kata keterangan waktu dan tempat. Kata keterangan waktu adalah kelas kata yang memberikan sebuah keterangan atau informasi mengenai waktu, sedangkan kata keterangan tempat adalah kelas kata yang menerangkan sebuah tempat atau lokasi. Contoh: Mereka yang hadir tak hanya masyarakat sekitar. Bahkan ada pula yang datang dari Jakarta, Surabaya hingga kawasan Sumatra. G. Contoh Teks Berita 1. Berdasar Jenisnya a) Berita Cetak b) Berita Digital 2. Berdasar Strukturnya - Judul Berita: 1 Keuntungan Timnas Indonesia Jelang Semifinal Piala AFF U-23 2023


- Kepala Berita: Timnas Indonesia U-23 berhasil lolos dari lubang jarum dan akan berlaga di babak semifinal Piala AFF U-23 2023. Skuad Garuda Muda punya keuntungan dibandingkan Thailand. Timnas Indonesia yang sudah lebih dulu bermain pada Minggu (20/8) harus menanti selama dua hari untuk menentukan kelanjutan nasib mereka. Setelah menyimak hasil-hasil yang ada selama dua hari, Timnas Indonesia U-23 akhirnya ikut memperoleh tiket menuju babak semifinal - Isi Berita: Dengan status sebagai runner up terbaik, Timnas Indonesia bakal menghadapi Thailand yang merupakan juara grup A. Laga ini bakal terasa berat bila mengingat kualitas yang dimiliki oleh Thailand. Namun setidaknya Indonesia punya satu keunggulan yang bisa jadi keuntungan menghadapi laga semifinal. Hal itu adalah terkait waktu istirahat. Laga semifinal akan dimainkan pada Kamis (24/8). Hal itu berarti Indonesia punya waktu bersih istirahat dan bersiap selama tiga hari. Sedangkan Thailand yang masih bermain pada Senin (21/8) otomatis hanya memiliki waktu istirahat dan bersiap selama dua hari. Thailand sendiri memang patut diwaspadai oleh Skuad Garuda Muda. Thailand jadi tim paling subur dengan torehan 10 gol sepanjang fase grup. Walaupun grup A berisi empat tim, jumlah gol Thailand tetap paling tinggi bila merujuk rata-rata gol per pertandingan jika dibandingkan tim lain. Selain ganas di lini depan, Thailand juga sangat solid di lini belakang. Thailand belum pernah memungut bola dari gawang mereka dalam tiga laga yang telah dijalani.


- Ekor Berita: Timnas Indonesia U-23 sendiri sejauh ini terbilang belum tampil meyakinkan. Ramadhan Sananta dan kawan-kawan kalah 1-2 dari Malaysia di laga perdana. Sedangkan di laga kedua, Timnas Indonesia U-23 hanya menang tipis 1-0 lawan Timor Leste. Pemanfaatan peluang Timnas Indonesia U-23 sejauh ini masih kurang maksimal. Alhasil hanya dua gol yang berhasil mereka bukukan. Kedua gol itu sendiri lahir dari kaki Ramadhan Sananta. Daftar Pustaka: Aliasan., Amin Sihabuddin., Neni Noviza., dan Manah Rasmanah. 2024. Literasi Media Digital dan Kompetensi Penulisan Berita. Palembang: Bening Media Publishing Rahman, Taufiqur. 2017. Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan. Semarang: CV. Pilar Nusantara. Subarna, Rakhma., Sofie Dewayani., dan C. Erni Setyowati. 2021. Bahasa Indonesia SMP Kelas VII. Depok: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.


Click to View FlipBook Version