The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Kumpulan Cerita Pendek SDN Kaliasin 1

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by irma, 2022-06-08 07:06:24

BARA dan KARYA

Kumpulan Cerita Pendek SDN Kaliasin 1

CITA-CITAKU

Oleh Mahesa Fitrah Ramadhan

Hai perkenalkan namaku Mahesa Fitrah Ramadhan.
Saat ini aku berusia 12 tahun. Aku anak ketiga dari
tiga bersaudara. Aku adalah anak laki-laki satu-
satunya. Aku duduk di kelas 5-A yang bercita-cita
ingin masuk Akpol (Akademi Kepolisian) karena
ingin meneruskan pekerjaan kakekku yaitu sebagai
Polisi.

Saat liburan di desa, aku sering berkomunikasi
dengan kakekku tentang pekerjaannya sebagai
polisi.

“Kakek, apakah untuk masuk akpol kita harus
disiplin?” tanyaku.

Kakek menjawab, ”Iya, untuk menjadi polisi kita
wajib mempunyai sifat disiplin agar ketika ada
perintah dari komandan kita bisa dengan cepat
melaksanakan perintah tersebut.”

Ketika aku mempunyai cita-cita polisi, aku sudah
melatih fisikku dengan rajin berolahraga. Olahraga

39

merupakan salah satu hobiku. Olahraga favoritku
adalah Hockey . Aku sangat suka dengan olahraga
yang membentuk otot.

Temanku juga bertanya, ”Kenapa kamu
mempunyai cita-cita menjadi Akpol?” ujar temanku.

Aku pun menjawab, “Aku memilih cita-cita
tersebut karena aku suka dengan permainan atau
pekerjaan yang membutuhkan strategi.” ujarku.

Aku hampir bertengkar dengan Mama tentang
aku yang ingin menjadi Akpol. Akhirnya Mama
mendukungku. Di saat itu, aku bertanya kepada
Mama.

“Mama, bagaimana jika aku tidak terpilih
menjadi Akpol? Apakah boleh untuk menjadi Atlet
saja?” tanyaku.

Mama pun menjawab, “Wah … ide bagus,
sangat tidak apa-apa.”

Mama pun memperbolehkan aku ganti cita-cita
jika Akpolku tidak tercapai dan diganti menjadi atlet
Hockey. Semua anggota keluargaku juga
mendukung agar bisa meraih cita-cita dan jangan
lupa rajin belajar serta jangan bermalas-malasan.

40

Jika bermalas-malasan dan tidak belajar, cita-cita
sangat susah digapai. Jangan pantang menyerah
untuk meraih cita-cita. SEMANGAT !!!

41

KISAHKU DALAM MERAIH CITA-CITA

Oleh Narendra Khairan RN

Di salah satu kota terbesar kedua di Indonesia,
tinggalah sebuah keluarga kecil bahagia yang
hidup sederhana. Keluarga tersebut terdiri empat
orang anggota keluarga. Pak Surya sebagai
kepala keluarga, Istrinya bernama Ibu Sarah dan
kedua anaknya bernama Akbar dan Athar.

Pak Surya bekerja sebagai karyawan di
salah satu perusahaan swasta, tetapi dua tahun
terakhir tempat Pak Surya bekerja mengalami
kerugian yang mengakibatkan pemutusan
hubungan kerja. Pak Surya pun termasuk dalam
daftar karyawan yang tersebut.

Akbar sebagai anak pertama merasakan
kesedihan karena berpikir ia dan adiknya tidak
akan bisa melanjutkan sekolah.

Akbar pun bertanya ke Ibunya, “Ibu apakah
yang bisa Akbar lakukan untuk membantu Ayah
dan Ibu agar kami bisa melanjutkan sekolah dan
meraih cita-cita Akbar?”

42

Ibu Sarah menjawab “Anakku Akbar, selagi
Ayahmu mencari pekerjaan baru ibu akan menjual
kue buatan ibu.”

Akbar pun menawarkan diri untuk membantu
ibunya memasarkan kue-kue tersebut.

Hari berganti hari, kue buatan Ibu Sarah
yang dipasarkan oleh Akbar semakin banyak
peminatnya dan uang yang dihasilkan lebih dari
cukup untuk membiayai sekolah dan kebutuhan
hidup sehari-hari.

Seiring berjalannya waktu, Akbar pun telah
lulus menjadi seorang Sarjana Ekonomi di salah
satu perguruan negeri terbaik di kotanya.

Tanpa ia sadari secara tidak langsung ia
telah belajar menjadi seorang pengusaha sesuai
cita-citanya. Hal itu terbukti disaat Ayah dan Ibunya
sudah tidak lagi ikut menjalankan usahanya
dikarenakan faktor usia dan sepenuhnya usaha
tersebut dijalankan dan dikelola oleh Akbar.

Usaha kuenya semakin dikenal banyak
orang dan memutuskan untuk membuka beberapa

43

cabang di beberapa kota dan akhirnya ia menjadi
pengusaha sukses.

44

PRAMUGARI CITA-CITAKU

Oleh Neysa Dheandra Miracle

Di sekolah aku sedang mempelajari tentang
bagaimana untuk mencapai cita-cita. Kata guruku
jika ingin mencapai cita-cita kita harus belajar
dengan giat agar bisa meraihnya.

Nah… di sini mimpiku dimulai, batinku.
Pagi ini terasa berbeda, aku bersiap untuk
berangkat ke sekolah dan benar aku lupa kalau hari
ini ada tugas. Bel pun berbunyi.
KRING ….
“Ayo, semua duduk di tempat kalian masing-
masing,” teriak Vina.
Vina adalah ketua kelas, dia adalah sosok
anak yang tegas dan sangat baik hati tetapi banyak
yang tidak suka padanya terlebih lagi Nara.
Ibu Guru pun datang dan berkata “Ayo anak-
anak kumpulkan tugasnya!”
“Bu, Neysa tidak bawa tugas,” ucap Neysa
dengan perasaan takut.

45

“Apa benar Neysa tidak membawa tugas?”
tanya Ibu Guru.

“Maaf Bu, Neysa lupa kalau hari ini harus
mengumpulkan tugas,” Ujar Neysa.

Ibu Guru pun memaafkan kesalahanku.
“Baiklah Ibu maafkan, tetapi jangan diulangi
lagi, katanya kamu ingin meraih cita-citamu
harusnya kamu lebih disiplin dan menjadi yang
terbaik di sekolah agar kamu dapat menggapai cita-
citamu saat dewasa nanti,” nasihat Ibu Guru.
“Iya Bu, Neysa berjanji akan lebih giat belajar
dan disiplin dalam mengerjakan tugas yang Ibu
berikan,” ucap Neysa dengan perasaan menyesal.
KRING ... bel istirahat berbunyi, Nara
menghampiri Neysa hanya untuk mengejeknya
karena Neysa tidak mengerjakan tugas.
“Emang enak dimarahi Ibu Guru” ucap Nara
sambil tertawa.
“Memang aku salah, tapi aku tidak akan
mengulanginya lagi, sudah urusi saja urusanmu
sendiri,” jawab Neysa dengan sedikit kesal.

46

Nara pun pergi, tidak lama kemudian Vina
datang untuk menenangkan Neysa yang sedang
bersedih.

“Sudah Ney, jangan dimasukan ke dalam hati
Nara memang kaya gitu suka ngurusin urusan orang
lain,” ujar Vina sambil mengelus ke punggung
Neysa.

“Terimakasih Vin, kamu memang sahabat
terbaikku,” ucap Neysa.

Sepulang sekolah Neysa langsung
mengganti baju dan langsung bergegas
mengerjakan tugas dari Ibu Guru.

Hari demi hari berlalu Neysa terus belajar
dengan giat. Tibalah waktu ujian semester dan
Neysa pun sudah siap dan semangat menghadapi
ujian tersebut.

Seminggu berlalu, hari pengumuman hasil
ujian semester sudah keluar. Neysa senang saat
melihat hasil ujian semesternya yang sangat
memuaskan. Ibu Guru dan teman-temannya
mengucapkan selamat kepada Neysa.

***

47

Tahun demi tahun berlalu kini Neysa beranjak
remaja, ia mendaftar kuliah penerbangan. Karena
Neysa ingin meraih cita-citanya menjadi seorang
pramugari. Dengan semangat yang tinggi Neysa
terus belajar agar menjadi yang terbaik.

Semester demi semester dilaluinya hingga
Neysa lulus kuliah penerbangan dengan predikat
mahasiswi terbaik. Memang benar usaha tidak akan
mengkhianati hasil, Nesya sekarang sudah bekerja
sebagai seorang pramugari, impian yang dicita-
citakan sejak kecil.

48

AKU INGIN MENJADI AHLI FARMASI

Oleh Queena Aqila Hadi

Namaku Queena, saya anak ke dua dari tiga
bersaudara, tetapi karena kakakku meninggal dunia
ketika kelas tiga SD, sehingga sekarang saya
menjadi anak tertua. Adikku sekarang sekolah di
PAUD ACSC International School, Surabaya.

Sebagai kakak tertua, saya harus menjadi
teladan yang baik buat adikku. Saya harus rajin
belajar dan bekerja keras dalam menggapai cita-
cita setinggi mungkin. Itu semua kulakukan agar
menjadi contoh buat adikku. Dengan demikian
saya berharap agar kelak, saya dan adikku dapat
membahagiakan kedua orang tuaku, dan
membuat bangga keluargaku.

“Dik, kita belajar yang rajin ya,” kataku
pada adikku. dia hanya mengangguk-angguk
mengerti apa yang kukatakan.

Kebetulan orang tuaku berteman dengan Om
Fahri. Beliau adalah peneliti ilmiah dalam bidang

49

biologi dan farmakologi. Kalau mereka berbincang-
bincang, saya ikut mendengarkan. Pembicaraan
mereka sangat menarik perhatianku, terutama saat
membicarakan penemuan obat-obatan.

“Banyak sekali tersedia di nusantara ini untuk
dijadikan, sebagai bahan dasar obat- obatan,” kata
Om Fahri.

“Tapi, kenapa kita tertinggal dari negara
maju?” tanya Ayahku.

“Memang, dalam penelitian ilmiah, kita
tertinggal dari negara maju,” jawab Om Fahri.

Karena itu, timbul keinginan agar dapat
seperti Om Fahri, kelak saya juga ingin ke luar
negeri untuk mendalami ilmu obat-obatan. Saya
bercita-cita untuk menjadi ahli farmasi.

Untuk itu, saya harus bekerja keras,
bertekad serta rajin belajar agar kelak dapat kuliah
di Fakultas Farmasi. Dengan demikian saya dapat
menggapai cita-citaku dan dapat bermanfaat untuk
banyak orang.

Begitu besar keinginanku agar bisa menjadi
seperti Om Fahri, yang bisa melanjutkan

50

sekolahnya sampai ke luar negeri. Saya pun juga
ingin melanjutkan sekolah di negara maju seperti
Jerman dan Jepang untuk mendalami ilmu biologi
atau farmakologi, sesuai dengan cita-citaku.

Saya juga punya Bude seorang dokter
bernama Dr. Prawesty Diah Utami. Sekarang
beliau menjadi seorang ahli ilmu kedokteran,
dibidang mikrobiologi. Kegiatannya sangat
menarik perhatian dan minatku. Beliau seringkali
melakukan penelitian dan percobaan di
laboratorium dan lapangan.

Maka dari itu, saya tergugah dan
bersemangat agar kelak dapat melakukan
penelitian, seperti mereka.

Saya sekarang, mulai belajar bersama Om
Fahri membuat aroma terapi dengan bahan dasar
jelantah minyak goreng. Sangat senang dan asyik
sekali melakukannya, seolah seperti orang ahli di
laboratorium.

“Queen, mulai sekarang harus rajin mencoba-
coba untuk membuat sesuatu. Belajar semacam
itu sangat bermanfaat. Agar kelak dapat

51

melakukan penelitian yang lebih baik, ketika
sudah di perguruan tinggi,” Jelas Om Fahri.

“Dik, ayo bantu kakak!” aku mengajak
adikku ikut terlibat.

Adikku, juga saya libatkan sebisanya,
meskipun kadang-kadang mengganggu. Namun,
saya harus sabar membimbing adikku.

Sebagai anak kelas empat SD, saya harus
rajin belajar dan bekerja keras dalam menjalani
proses belajar yang sebaik-baiknya. Semua itu
kulakukan agar cita-citaku dapat terwujud.

52

IMPIANKU JADI SEORANG DOKTER

Oleh Shafira Kyftalia Abadi

Angan-angan yang diimpikan semua orang
termasuk juga aku. Hem ... sebenarnya sesuatu
yang klise, tapi harus kita perjuangkan dengan niat
dan tekad untuk meraihnya. By the way aku akan
cerita tentang cita-citaku dimana aku bermimpi
menjadi seorang dokter yang kelak bisa jadi
kenyataan.

Papa ... Good Father yang menginspirasiku
untuk menjadi seorang dokter. Di mana suatu saat
pernah datang seorang anak perempuan mengajak
Ayahnya berobat ke klinik Papaku.

“Bagaimana dokter kondisi ayah saya?” tanya
anak perempuan itu setelah Papaku memeriksa
Ayahnya.

Papaku menjawab, “Sepertinya Ayah kamu
menderita penyakit yang serius.”

Anak perempuan itu kembali bertanya, “Sakit
apa sebenarnya ayah saya dokter?”

53

Papaku menjawab, “Sakit kanker tapi jangan
khawatir masih stadium atau tahap awal jadi masih
bisa sembuh asalkan terapi dengan rutin.”

Perempuan itu sangat terkejut mendengarnya
“Lalu, langkah apa yang harus saya lakukan untuk
menyembuhkan ayah saya dokter?” tanya anak
perempuan itu.

“Kamu harus segera membawa ayahmu ke
rumah sakit agar mendapatkan penanganan yang
lebih baik,” jawab papaku.

Seketika ia terdiam karena tau ia tidak
mempunyai biaya untuk berobat kerumah sakit.
Untuk menahan rasa sakit yang dialami Ayah anak
perempuan itu Papaku memberi beberapa resep
obat.

Sebulan sekali anak perempuan itu membawa
Ayahnya kontrol ke klinik dan Papaku dengan sabar
merawatnya. Papaku juga dengan ikhlas ketika ada
pasien yang kurang mampu bersedia membantu
tanpa mengharapkan imbalan apapun.

Karena anak perempuan itu ingin sekali
Ayahnya sembuh, maka dari itu ia terus belajar

54

dengan giat dan tidak lupa juga berdoa sampai bisa
menjadi seorang dokter dan bisa membantu
Ayahnya untuk berobat ke rumah sakit.

Meskipun dari keluarga yang kurang mampu
dan dalam keterbatasan biaya tapi tidak
menghalanginya untuk bisa meraih cita-citanya.
Hingga suatu saat karena kepandaiannya ia bisa
mendapatkan beasiswa dan akhirnya ia berhasil
menjadi dokter.

Dengan bekal itulah kemudian ia bisa
membawa ayahnya ke rumah sakit terbaik untuk
mendapatkan penanganan dan pengobatan yang
Lebih maksimal. Alhamdulillah kondisi ayahnya
semakin hari semakin membaik. Ia sangat bersyukur
karena perjuangannya selama ini membuahkan
hasil.

Memang tidak mudah dan membutuhkan
usaha yang luar biasa khususnya bagi aku yang
mungkin orang memandang tidak akan bisa menjadi
dokter kalau melihat dari segi fisik.

Aku belajar dari anak perempuan itu bahwa
cita-cita harus kita kejar sampai dapat kita raih,

55

meskipun membutuhkan perjuangan yang tiada
lelah.

Aku bersyukur mempunyai keluarga yang
selalu mendukung apa yang menjadi cita-citaku.
Karena sesungguhnya tidak ada yang tidak mungkin
asalkan kita mau memperjuangkan impian itu
sampai terwujud.

Jangan pernah menyerah dan putus asa
dengan segala keterbatasan yang kita miliki.
Percaya diri lah dengan kemampuan yang ada
dalam diri kita. Kekurangan secuil baik itu secara
fisik atau apapun bisa memberikan kelebihan yang
sangat luar biasa asalkan kita mau berusaha dan
berjuang untuk meraih apa yg kita cita-citakan
tentunya juga jangan lupa untuk berdoa.

56

JADI DOKTER

Oleh Tasya Putri Salsabila

"Ayahhhhh …’

Teriakan Ibu membuatku kaget. ada apa
dengan Ayah, batinku berkecamuk.

“Ibu, Ayah kenapa?" tanyaku pada Ibu yang
terduduk sambil menangis.

Kami mendapatkan musibah di mana Ayah
mengalami kecelakaan ketika pulang bekerja.
Benturan keras yang dialaminya mengakibatkan
beliau meninggal dunia saat dalam perjalanan
menuju rumah sakit.

Seluruh keluarga berkabung dan kesedihan
tampak di raut wajah Ibu, bagaimana tidak, ditinggal
oleh sosok Ayah yang menjaga dan penyayang
keluarga

Ayah adalah sosok pekerja keras yang sering
bekerja hingga larut malam. Ayah pernah berpesan

57

kepadaku untuk rajin belajar agar bisa meraih cita-
cita yang aku inginkan.

"Ma, kenapa Ayah pergi begitu cepat
meninggalkan kita," tanyaku pada Mama.

"Sabar ya Nak, mungkin itu sudah kehendak
dari Tuhan,” timpal mama dalam isak tangisnya.

Ayah… suatu saat nanti aku berjanji kepada
Ayah, aku akan menjadi anak yang bisa Ayah
banggakan. Aku akan melanjutkan pendidikanku
untuk menjadi Dokter … batinku

Hari-hari yang ku jalani tanpa ayah
disampingku tidak berjalan lancar. Banyak halangan
dan rintangan yang menerpa kami. Tak henti-
hentinya Mama selalu menasehatiku.

“Kamu harus terus belajar dan raih cita-cita
mu," ucap Mama, sambil mengusap rambutku.

"Iya Ma, aku akan rajin belajar. Akan aku
buktikan ke Ayah, aku bisa meraih cita-cita ku

58

menjadi dokter." Jawabku dengan tegas dan penuh
semangat.

***

Disaat aku dan kakak pergi menuju sekolah,
dalam perjalanan kakakku jatuh tersandung batu
sehingga menyebabkan kakinya terluka.

"Kakak tidak apa-apa, sini aku bantu berdiri
kak," Ucapku.

Aku raih tangan kakak ku dan membantunya
berdiri.

"Tolong dik, aku tadi melamun mikirin Ayah,"
sambil mencoba berdiri.

"Aku antar ke UKS ya kak," sahutku

Akhirnya aku menuntun kakak dan
mengantarkan ke ruang UKS untuk mengobati
lukanya. Selesai merawat luka kakakku, kondisi
kakinya semakin membaik dan aku sangat senang
karena bisa membantu kakak.

59

60


Click to View FlipBook Version