SM : RM50 MPU23052 :
SS : RM45 SAINS TEKNOLOGI DAN
KEJURUTERAAN DALAM
MAJALAH GITA
ISLAM
PENCIPTAAN ALAM
SEMESTA
KANDUNGAN
"The earth has music for those who listen" AUTHOR SPOTLIGHT:
MUHAMMAD ASRI BIN
ISMAN
2
Kandungan
3
Penghargaan
4
Pendahuluan
5 - 7
Proses Penciptaan Alam Semesta
8
Kaitan Islam dengan Penciptaan Alam
Semesta
9 - 10
Pelestarian Alam Semesta
11
Kesimpulan
َخ َلَق اِاْل ْنَس اَن ِم ْن ُّنْط َف ٍة َف ِا َذ ا ُه َو َخ ِص ْي ٌم ُّم ِب ْي ٌن
Ia menciptakan manusi
a dari air benih (setelah
sempurna kejadiannya), tiba-tiba menjadilah ia
seorang pembantah yang terang jelas
bantahannya.
Al-Nahl, ayat 4
MAJALAH GITA | 2
SEPTEMBER 22
MAJALAH GITA
Dari Pena Penasihat,
Assalamualaikum dan salam sejahtera,
PENASIHAT ,PUAN Alhamdulillah, bersyukur kehadrat Allah swt dengan taufik dan
FARIDAH BT. hidayahnya diberi kesempatan untuk memberi sedikit kata-
HUSAIN kata aluan sebagai penasihat dalam penghasilan e-book ini.
Penulisan ini selaras dengan lonjakan Pelan Pembangunan
Pendidikan Malaysia (PPPM-KPT) iaitu menghasilkan bahan
penyelidikan dan penulisan serta bahan ilmiah. E-book ini
merupakan salah satu platform yang terbaik membolehkan
perkongsian hasil penulisan pelajar.
E-book adalah tugasan berbentuk penulisan ilmiah atau kreatif
yang memberi impak kepada pembaca. Dengan terhasilnya e-
book ini diharapkan dapat memberi manfaat dan kefahaman
yang mendalam dalam sesuatu isu yang dikupas. Selain itu, e-
book ini boleh dijadikan sebagai bahan bantu mengajar (BBM)
kepada pensyarah atau pelajar bagi meningkatkan kefahaman
dalam pengajaran.
Tahniah kepada semua pelajar yang telah bertungkus lumus
dalam menghasilkan e-book yang manarik minat pembaca.
Semoga segala usaha yang dibuat mendapat balasan yang
setimpal. Saya berdoa semoga para pembaca mendapat ilmu
yang bermanfaat daripada penghasilan e-book ini.
Editors
MUHAMMAD ASRI MOHD AZRIQ AHMAD
BIN ISMAN SHAUQI BIN ABU FATHULLAH BIN
05DKA21F2003 05DKA21F2050 RUSLAN
05DKA21F2052
MAJALAH GITA | 3
PENCIPTAAN ALAM SEMESTA SEPT 2022 04
PENDAHULUAN
Berdasarkan Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 7, November 2016
Al-Qur'an dan hadis diketahui Para ahli By Muhammad Asri Bin
Isman
astronomi
membahaskan ajaran-ajaran menyatakan bahawa yang
tentang ayat-ayat al-Qur'an dan mengendalikan perilaku
hadis-hadis yang berkaitan benda-benda langit setelah
dengan alam semesta ini. Di kehendak Allah adalah jisim
dalam al-Qur'an, terdapat dalil- jirim (mass of matter) dan
dalil tentang penciptaan alam tenaga (mass of energy) yang
semesta, penjelasan langit dan terkumpul lalu terhasil bumi,
bumi, serta mengetahui betapa sebuah planet yang dingin,
besarnya Keagungan dan memiliki atmosfera dan air
Kekuasaan Allah SWT terhadap (laut), yang sesuai untuk
alam semesta ini. Semenjak kehidupan manusia.
daulu lagi, terdapat
perbincangan pendapat tentang
penciptaan langit dan bumi
menimbulkan teori-teori
tentang proses terciptanya bumi
dan langit. Salah satu teori yang
paling berpengaruh dan paling
mendekati manusia sejagat ialah
teori The Big Bang.
Firman Allah SWT
َخَلَق الَّس ٰم ٰو ِت َواَاْلْرَض ُلاَّٰملِذِْتي ِلّٰلِه َاْلَحْم ُد
َوالُّنْو َر ۗە ُثَّم اَّلِذْيَن َكَفُرْو ا الُّظ َوَجَع َل
ِبَرِّبِه ْم َيْع ِدُلْو َن
"Segala puji bagi Allah yang
telah menciptakan langit dan
bumi, dan menjadikan gelap
dan terang, namun demikian
orang-orang kafir masih
mempersekutukan Tuhan
mereka dengan sesuatu"
MAJALAH GITA | 4
By Mohd Azriq Shauqi Bin Abu
PENCIPTAAN ALAM SEMESTA
SEPT 2022
Di antara ayat-ayat al-Quran yang Pada QS. Hud/11: 7 Allah menegaskan bahawa
berbicara tentang proses penciptaan alam Dialah Sang Pencipta alam semesta (langit
semesta ini adalah sebagai berikut: dan bumi serta segala isinya). Sebelum proses
penciptaan dimulai, Allah telah memiliki,
1. QS. Hud/11: 7 arasy (singgahsana) yang berada di atas air
ketika menciptakan alam semesta. Allah
َوُهَو اَّلِذْي َخَلَق الَّس ٰم ٰو ِت َواَاْلْرَض ِفْي ِس َّتِة َاَّياٍم َّوَكاَن َع ْرُش ٗه menguji manusia siapa yang paling baik
َع ىَل اْلَم ۤاِء ِلَيْبُلَوُكْم َاُّيُكْم َاْحَس ُن َع َم اًل َۗوَلِٕى ْن ُقْلَت ِاَّنُكْم amalnya (dalam memanfaatkan ciptaan-Nya)
َّم ْبُعْو ُثْو َن ِم ْۢن َبْع ِد اْلَم ْو ِت َلَيُقْو َلَّن اَّلِذْيَن َكَفُرْٓوا ِاْن ٰه َٓذا ِااَّل supaya mereka mendapatkan balasan atas
amal perbuatan mereka.12 Pada permulaan
ِس ْحٌر ُّم ِبْيٌن ayat, diawali dengan menyebutkan bahwa
dalam menciptakan alam, langit dan bumi
“Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan memakan waktu selama enam masa, dengan
bumi dalam enam masa, dan adalah rincian: dua hari menciptakan bumi, dua hari
singgahsana-Nya (sebelum itu) di atas air, menciptakan segala isinya, dan dua hari
agar Dia menguji siapakah di antara kamu menciptakan langit dan segala isinya.
yang lebih baik amalnya dan jika kamu
berkata (kepada penduduk Mekah): MAJALAH GITA | 5
“Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan
sesudah mati”, nescaya orang-orang yang
kafir itu akan berkata: “Ini tidak lain hanyalah
sihir yang nyata.”
QS. al-Anbiya‟/21: 30
َاَوَلْم َيَر اَّلِذْيَن َكَفُرْٓوا َاَّن الَّس ٰم ٰو ِت َواَاْلْرَض َكاَنَتا َرْتًقا َفَفَتْق ٰن ُه َم ۗا َوَجَع ْلَنا ِم َن
اْلَم ۤاِء ُكَّل َش ْيٍء َحٍّۗي َاَفاَل ُيْؤِم ُنْو َن
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui
bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu
yang padu, Kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan
dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka
mengapa mereka tidak juga beriman?”
Pada QS. al-Anbiya‟/21: 30 juga menunjukkan bahawa air
(al-ma‟) telah ada sebagai salah satu kondisi terwujudnya
alam semesta. Menurut Madjid Ali Khan dengan mengutip
Abdullah Yusuf Ali mengatakan bahwa Ilmu Biologi
kontemporer menunjukkan semua kehidupan dimulai dari air.
HG. Sarwar dalam bukunya Philosophy of Qur‟an
mengatakan bahawa air adalah komponen terpenting bagi
kehidupan. Hal ini sebagai perluasan yang sangat
mendukung teori kimia fisika. Menurut Hasbi ash-Shiddieqy,
teori penciptaan alam yang dikemukakan oleh ilmu
pengetahuan sesuai dengan teori al-Qur‟an sendiri, seperti
tersebut dalam QS. alAnbiya‟/21: 30. Teori-teori ilmiah yang
sesuai dengan al-Qur‟an:
Pertama, sebelum dijadikan langit dan bumi, hanya MAJALAH GITA | 6
terdapat zarrah-zarrah yang menyerupai kabut dan air
yang menjadi unsur pokok terjadinya alam ini.
Kedua, langit dan bumi mulanya adalah suatu
paduan, kemudian Allah memisahkannya. Lalu Allah
menjadikan udara di antara keduanya yang
menghilangkan panas bumi agar manusia dapat
hidup di atasnya. Udara yang bergerak dan terus
berpindah-pindah itulah yang menyebabkan turunnya
hujan yang membentuk laut dan sungai.
Ketiga, yang dinamakan langit bukanlah planet, tetapi
ruang yang tidak terbatas dan hanya Allah sendiri
yang mengetahuinya dan ruang itulah yang menjadi
tempat beredarnya seluruh bintang-bintang. Dapat
dikatakan bahwa yang dikehendaki dengan tujuh
petala langit ialah “tujuh kelompok gugusan bintang”
yang masing-masing beredar menurut garis edarnya.
QS. Fushshilat/41: 9-12
﴾ َوَجَع َل ِفۡيَه ا41:9﴿ ُقۡل َاـِئَّنُكۡم َلَتۡكُفُرۡوَن ِباَّلِذۡى َخَلَق اَاۡلۡرَض ِفۡى َيۡوَم ۡيِن َوَتۡجَع ُلۡوَن َلۤٗه َاۡنَداًداؕ ٰذ ِلَك َرُّب اۡلٰع َلِم ۡيَنۚ
﴾ ُثَّم اۡس َتـٰۤوى ِاىَل الَّس َم ٓاِء41:10﴿ َرَواِس َى ِم ۡن َفۡوِقَه ا َوٰبَرَك ِفۡيَه ا َوَقَّدَر ِفۡيَه ۤا َاۡقَواَتَه ا ِفۤۡى َاۡرَبَع ِة َاَّياٍؕم َس َوٓاًء ِّللَّس ٓاِئِلۡيَن
﴾ َفَقٰض ٮُه َّن َس ۡبَع َس ٰم َواٍت ِفۡى َيۡوَم ۡيِن41:11﴿ َوِه َى ُدَخاٌن َفَقاَل َلَه ا َوِلَاۡلۡرِض اۡئِتَيا َط ۡوًع ا َاۡو َكۡرًها ؕ َقاَلَتۤا َاَتۡيَنا َط ٓاِئِع ۡيَن
﴾41:12﴿ َوِح ۡفًظ ا ؕ ٰذ ِلَك َتۡقِدۡيُر اۡلَع ِزۡيِز اۡلَع ِلۡيِم ۖ َوَاۡوٰحى ِفۡى ُكِّل َس َم ٓاٍء َاۡم َرَها ؕ َوَز َّيـَّنـا الَّس َم ٓاَء الُّدۡنَيا ِبَم َص اِبۡيَح
“Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua
masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (yang bersifat) demikian itu adalah Rabb
semesta alam” dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia
memberkahinya dan Dia menentukan kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat
masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. Kemudian Dia
menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata
kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka
hati atau terpaksa” keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”. Maka Dia
menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya
dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami
memeliharanya dengan sebaikbaiknya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha
Mengetahui.”
Pada QS. Fushshilat/41: 9-12 Allah menjelaskan bahwa dalam proses penciptaan alam
semesta terdiri dari dua tahap. Pertama, alam semesta diciptakan dalam bentuk asap (dukhan).
Ibnu Katsir menafsirkan dukhan dengan sejenis wap air. Kedua, terpecahnya asap menjadi
berbagai benda langit. Penjelasan ini sama seperti yang diakui oleh kebanyakan pakar
astrofizik saat ini, yakni teori ledakan besar.
Menurut teori ini, puluhan atau mungkin ratusan milion tahun silam terdapat sebuah tumpukan
gas yang terdiri dari hydrogen dan helium yang berotasi perlahan. Kemudian gas pecah dalam
suatu peristiwa yang disebut “ledakan besar” dan selanjutnya membentuk benda-benda langit
yang kini dikenal dengan galaksi. Dalam alam semesta terdapat bermiliar-miliar galaksi,
masing-masing berputar pada paksinya berpadu sedemikian rupa sehingga satu sama lain
tidak berlanggaran.
Pada tahap kedua, galaksi pecah dan menjadi bermilion-milion bintang. Salah satu di antara
bintang itu adalah matahari. Setiap gas yang membentuk bintang pecah sebagai tahap ketiga
untuk membentuk planet-planet yang mengelilingi bintang. Setiap bintang dan planet berputari
sedemikian rupa sehingga tidak ada berlanggaran antara satu dengan yang lain. Semua itu
adalah sunnatullah, tanda-tanda atau hukum Allah atau dalam istilah ilmiah disebut dengan
hukum alam.
MAJALAH GITA | 7
KAITAN ISLAM
DENGAN
PENCIPTAAN
ALAM SEMESTA
by Ahmad Fathullah Bin
Ruslan
Dalam al-Quran, banyak ayat-ayat yang َا َف َغ ْي َر ِد ْي ِن ِهّٰللا َي ْب ُغ ْو َن َو َل ٗه ٓ َا ْس َل َم َم ْن ِف ى
ا ل َّس ٰم ٰو ِت َو ا َاْل ْر ِض َط ْو ًع ا َّو َك ْر ًه ا َّو ِا َل ْي ِه ُي ْر َج ُع ْو َن
berbicara mengenai penciptaan alam
"MAKA MENGAPA MEREKA MENCARI AGAMA YANG LAIN SELAIN
semesta yang diungkapkan dalam bentuk AGAMA ALLAH, PADAHAL APA YANG DI LANGIT DAN DI BUMI
BERSERAH DIRI KEPADA-NYA, (BAIK) DENGAN SUKA MAUPUN
yang bermacam-macam. Al-Quran TERPAKSA, DAN HANYA KEPADA-NYA MEREKA DIKEMBALIKAN?"
(SURAH ALI 'IMRAN, AYAT 83)
menekankan bahawa Allah telah
MAJALAH GITA | 8
menciptakan segala sesuatu, baik yang di
langit mahupun di bumi. Allah pencipta
segala sesuatu, itulah sifat-Nya yang paling
besar dan paling nyata, tidak ada pencipta
selain-Nya. Sebagai pencipta, al-Quran
menyebut sejumlah nama Allah, antara lain
al-Khaliq, al-Bari' al-Mushawwir, dan al-Badi'.
Oleh kerana itu, umat Islam sepakat bahawa
Allah adalah pencipta (al-Khaliq) dan alam
semesta ini adalah ciptaan-Nya (Makhluk).
Al-Quran juga banyak menjelaskan tentang
fenomena alam semesta dan ciptaan-Nya
yang bisa dilihat dengan mata kepala
seperti kejadian siang dan malam, matahari,
bulan dan planet-planet. Meskipun
demikian, informasi tentang penciptaan
alam semesta dalam al-Quran tidak
tersusun secara sistematim seperti yang
dikenal dalam buku ilmiah. Masalah ini tidak
terhimpun pada satu kesatuan, tetapi
diungkapkan dalam berbagai ayat yang
tergelar dalam beberapa surat al-Quran.
Dalam al-Quraan disebutkan bahawa Allah
menciptakan alam semesta tidak hanya
menggunakan kata khalaqa, tetapi juga
menggunakan kata-kata lain seperti ja'ala,
bada'a, fathara, shana', amara, nasya'a dan
bada`a 3 yang arti lahiriyahnya sama tetapi
maksudnya berbeza.
Sebagai umat Islam yang
PELESTARIAN dipertanggungjawabkan untuk melestarikan
ALAM SEMESTA
alam semesta, kita seharusnya mempunyai
by AHMAD & AZRIQ
prinsip dalam melestarikan alam semesta.
Memandangkan kehidupan manusia di bumi ini
sebenarnya turut dikongsi bersama-sama
dengan makhkuk lain seperti jin, haiwan dan
tumbuh-tumbuhan. Mereka turut sama
memiliki hak ke atasnya. Kesemua makhluk ini
ditentukan kehidupannya oleh Allah SWT
dalam keadaan saling memerlukan antara satu
sama lain dalam konsep yang dikenali sebagai
kitaran kehidupan alam. Sebarang pencabulan
hak ke atas makhluk-makhluk lain yang turut
sama mendiami alam ini seperti mencemarkan,
merosakkan, membunuh tanpa keperluan dan
memusnahkan sumber alam akan membawa
kepada ketidak seimbangan alam. Ia akhirnya
tetap akan memberi kesan dan menjejaskan
kualiti kehidupan manusia sebagai salah satu
elemen dalam rantaian kehidupan dinalam ini.
Oleh kerana itu, Islam menegaskan
kepentingan memelihara dan memulihara alam
ini ke atas setiap manusia demi memastikan
kelestarian hidup di alam ini. Sebarang bentuk
pencemaran dan kerosakan ke atasnya dikira
sebagai perbuatan dan maksiat. Namun begitu,
apakah langkah bagi memelihara dan
memulihara alam semesta ini?
"...(IAITU) ORANG YANG MENGINGATI ALLAH SAMBIL BERDIRI
ATAU DUDUK ATAU DALAM KEADAAN BERBARING DAN MEREKA
MEMIKIRKAN MENGENAI PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI
(SERAYA BERKATA): “YA TUHAN KAMI, TIADALAH ENGKAU
MENCIPTAKAN INI DENGAN SIA-SIA. MAHA SUCI ENGKAU,
PELIHARALAH KAMI DARIPADA SEKSA NERAKA."
(SURAH ALI-IMRAN : 191)
MAJALAH GITA | 9
PRIHATIN TERHADAP DARIPADA ABU HURAIRAH
ALAM SEMESTA RA BAHAWASANYA
RASULULAH SAW
Bagi memastikan persekitaran kita
BERSABDA: “BERHATI-
selamat untuk didiami, orang HATILAH KAMU AKAN DUA
awam perlu mengambil berat dan HAL YANG TERLAKNAT”.
PARA SAHABAT
memberi perhatian terhadap
BERTANYA: “APAKAH DUA
kebersihan di dalam dan juga di HAL TERLAKNAT ITU
luar rumah mereka terlebih WAHAI RASULULLAH?”.
BAGINDA MENJAWAB:
dahulu. Ini kerana menjaga “ORANG YANG BUANG AIR
DI TENGAH JALAN ATAU
kebersihan alam sekitar perlu DI TEMPAT MANUSIA
berakar umbi dari rumah. Setiap BERTEDUH”
(HADITH RIWAYAT
anggota masyarakat perlu
MUSLIM)
mempunyai kesedaran yang tinggi
“KAMU (WAHAI UMAT
dalam menjaga kebersihan, MUHAMMAD) IALAH
SEBAIK-BAIK UMAT
misalnya tidak sesuka hati DILAHIRKAN BAGI
membuang sampah ke dalam (FAEDAH) UMAT MANUSIA,
(KERANA) KAMU
longkang dan sistem perparitan,
MENYURUH BERBUAT
kerana ia akan menyebabkan SEGALA PERKARA BAIK
DAN MELARANG SEGALA
sistem saliran tersumbat dan PERKARA SALAH (BURUK
DAN KEJI) SERTA KAMU
akhirnya akan membawa kepada PULA BERIMAN KEPADA
ALLAH DAN KALAULAH
masalah-masalah lain seperti AHLI KITAB (YAHUDI DAN
berlakunya banjir dan sebagainya. NASRANI) BERIMAN
(SEPERTI YANG
KEMPEN KESEDARAN
SEMESTINYA), TENTULAH
Kempen-kempen kesedaran tidak (IMAN) ITU MENJADI BAIK
wajar difokuskan pada waktu- BAGI MEREKA. (TETAPI)
DI ANTARA MEREKA ADA
waktu tertentu semata-mata,
YANG BERIMAN DAN
bahkan ia wajar diteruskan KEBANYAKAN MEREKA
sepanjang masa. Selain itu, ORANG FASIK.”
(ALI IMRAN: 110).
penekanan dan penegasan terhadap
MAJALAH GITA | 10
penggunaan teknologi hijau yang
mampu memelihara dan
memulihara alam hendaklah
ditekankan dalam segenap cabang
kehidupan manusia. Institusi-
institusi agama perlu turut sama
dilibatkan dalam usaha ini seperti
masjid-masjid dan surau-surau.
Alatan penjimatan air dan kitar
semula air wudhuk, penggunaan
mentol lampu jimat tenaga, dan
penggunaan tenaga solar antara
contoh usaha-usaha ke arah
pemeliharaan dan pemuliharaan
alam yang mesti digerakkan
dengan lebih aktif lagi pada masa
hadapan.
KESIMPULAN
Salah satu kemukjizatan
(keistimewaan) Al- Quran yang paling
utama adalah hubungannya dengan
sains dan ilmu pengetahuaan, begitu
pentingnya sains dan ilmu
pengetahuan dalam Al- Quran. Hal ini
sudah dibuktikan pada konsep alam
semesta.
Al-Quran selalu lebih terdepan dari
pada sains, tapi Al-Quran bukan buku
pelajaran sains, tapi Al-Quran
merupakan penuntun bagi umat
manusia dalam mengarungi
kehidupan.
Hal ini sudah dibuktikan pada konsep
alam semesta.
BY Ahmad Fathullah Bin Ruslan
MAJALAH GITA | 11
RUJUKAN
1.AHMAD FUAD AL-AHWANY. AL-FALSAFAH AL-
ISLAMIYYAH. KAIRO: DAR AL-QALAM, 1962.
2. AHMAD MUSTHAFA AL-MARAGHI. TAFSIR AL-
MARAGHI. JUZ 12. MESIR: MUSTAFA AL-BABIY
ALHALABIY, 1974.
3.JURNALIS UDDIN. “TEORI EVOLUSI: SESUAI ATAU
BERTENTANGAN DENGAN AL-QUR‟AN?”. DALAM
MUKJIZAT AL-QUR‟AN DAN SUNNAH TENTANG IPTEK.
JAKARTA: GEMA INSANI PRESS, 1995.
4.M. QURAISH SHIHAB. MEMBUMIKAN AL-QUR‟AN.
BANDUNG: MIZAN, 1997
MAJALAH GITA | 12
SESUNGGUHNYA ALLAH
MENYURUH (KAMU) BERLAKU ADIL
DAN BERBUAT KEBAJIKAN,
MEMBERI BANTUAN KEPADA
KERABAT, DAN DIA MELARANG
(MELAKUKAN) PERBUATAN KEJI,
KEMUNGKARAN, DAN
PERMUSUHAN. DIA MEMBERI
PENGAJARAN KEPADAMU AGAR
KAMU DAPAT MENGAMBIL
PELAJARAN.
AL-NAHL:90
SM : RM50
SS : RM45
MAJALAH GITA