SIMULASI DIGITAL SANIA TIARA pembuatanvideo pembelajaran i
KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan buku tentang pembuatan video pembelajaran secara sederhana Buku ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembautan makalah ini. Untuk itu saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan buku ini. Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki buku ini. Akhir kata saya berharap semoga buku tentang pembuatan video pembelajaran secara sederhana ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca. ii
DAFTAR ISI Judul............................................................................................................................i Kata Pengantar.......................................................................................................ii Daftar Isi..................................................................................................................iii Latar Belakang.......................................................................................................iv BAB 1 Pengenalan Media Pembelajaran Berbasis Video beserta teknik pengambilan gambar.......................................1 A. Pengenalan Media Pembelajaran Berbasis Video..........2 B. Tahapan Pembuatan Media Video Pembelajaran..........5 C. StoryBoard....................................................................................9 D. Teknik Pengambilan Gambar..............................................14 E. Uji Kompetensi.........................................................................21 BAB 2 Pembuatan Video Dengan Pinnancle Studio........................23 A. Pengenalan Pinnancle Studio.............................................24 B. Dasar-dasar Editing, Transisi, dan Suara dengan Pinnancle Studio.....................................................................26 C. Membuat Efek Video dan Audio dengan Pinnancle Studio.....................................................................34 D. Uji Kompetensi........................................................................44 iii
Dunia pendidikan selalu berkembang seiring dengan berkembangnya dunia. Begitu juga dengan sarana dan prasarana pendidikan semakin memadai dan semakin lengkap. Jika dulu sekolah-sekolah menggunakan sarana yang seadanya, sekarang sudah semakin lengkap. Sehingga pembelajaran dapat terlaksana dengan maksimal. Demikian juga media yang dipakai dalam proses belajar mengajar semakin kompleks. Perkembangan teknologi pada akhirnya juga merambah kepada dunia pendidikan. Banyak sekolah yang sekarang memakai teknologi ini untuk memperlancar pembelajaran di sekolah. Teknologi dalam pembelajaran bisa menjadi sarana pembelajaran, metode/media dan sebagai sumber belajar bagi peserta didik. Sebagai sarana teknologi merupakan alat untuk memperlancar pembelajaran. Sebagai metode/media teknologi sebagai inovator agar pembelajaran menjadi lebih menarik. Sedangkan sebagai sumber belajar tekonologi sebagai salah satu penyedia informasi bagi peserta didik. Diantara banyaknya teknologi pembelajaran salah satunya adalah video/film. Sebagai salah satu media, video/film merupakan salah satu tekonologi pembelajaran yang memiliki kelebihan yang cukup baik untuk pelaksanaan pembelajaran. Latar Belakang iv
BAB 1 a. Pengenalan Media Pembelajaran Berbasis Video b. Tahapan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Video c. Storyboard d. Teknik pengambilan gambar Media Pembelajaran Berbasis Video dan Teknik Pengambilan Gambar 1
A. Pengenalan Media Pembelajaran Berbasis Video Salah satu kompetensi profesional yang harus dikuasai guru dengan baik yaitu kemampuan seorang guru dalam mengajar atau menyampaikan materi. Untuk memiliki kemampuan mengajar yang baik seorang guru harus menggunakan metode mengajar yang tepat, efisien dan efektif sehingga siswa dapat menerima, memahami, menguasai, mengembangkan bahan pelajaran, dan tidak jenuh dalam menerima materi. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan media pembelajaran yang interaktif Media adalah alat saluran komunikasi. Kata media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak kata medium. Secara harfiah, media berarti perantara, yaitu perantara antara sumber pesan (a source) dengan menerima pesan (a receiver). Beberapa hal yang termasuk ke dalam media adalah film, televise, diagram, media cetak (printed material), computer, dan sebagainya. Media merupakan alat yang dapat membantu dalam keperluan dan aktivitas, yang dimana sifatnya dapat mempermudah bagi siapa saja yang memanfaatkannya. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat garafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Adanya media dirasakan memang sangat membantu proses belajar menganjar, hal tersebut dikarenakan guru akan mudah dalam kegiatan mengajarnya serta dapat meningkatkan perhatian siswa pada kegiatan belajarnya. 2
Media Pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat menarik perhatian dan minat siswa untuk belajar. Lebih lanjut, Gagne dan Briggs (1975) dalam Arsyad (2013:4) secara eksplisit mengatakan bahwa media pembelajaran mencakup alat-alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi bahan ajar. Dari kedua pengertian tersebut, media merupakan alat yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran. Alat ini dapat berupa alat grafik, visual, elektronik dan audio yang digunakan untuk mempermudah informasi yang disampaikan kepada siswa. Secara umum media pembelajaran memiliki fungsi sebagai berikut: 1. Untuk Menciptakan Pembelajaran Yang Lebih Efektif 2. Menciptakan Situasi Belajar Yang Diharapkan 3. Mempercepat Proses Belajar 4. Meningkatkan Kualitas Dalam Belajar Berdasarkan pernyataan-pernyatan di atas, dapat diketahui bahwa media pembelajaran mempunyai kedudukan penting sebagai salah satu komponen pembelajaran dan unsur lingkungan pembelajaran. Adapun fungsi media pembelajaran secara mendasar adalah untuk menyampaikan materi pembelajaran dari sumber belajar ke pembelajar sehingga materi pembelajaran menjadi lebih jelas dan mudah dipahami. Selain itu, media pembelajaran pun berfungsi untuk mengarahkan proses pembelajaran, membangkitkan motivasi pembelajar, mengurangi verbalisme, dan mengatasi keterbatasan-keterbatasan. Tanpa media, proses penyampaian materi pembelajaran tidak berlangsung secara optimal. 3
Perkembangan teknologi media pembelajaran dikelompokkan ke dalam empat kelompok dapat dilihat di tabel berikut ini. Dalam hal ini, media pembelajaran yang akan dikembangkan adalah media pembelajaran berjenis video. Video berkenaan dengan apa yang dapat dilihat, utamanya adalah gambar hidup (bergerak), proses perekamannya, dan penayangannya yang tentunya melibatkan teknologi. Video dapat diartikan sebagai rekaman gambar hidup yang ditayangkan dan sebagai teknologi, yaitu teknologi pemrosesan sinyal elektronik mewakilkan gambar bergerak. Media video pembelajaran dapat digunakan sebagai penyampai pesan dari pembelajar kepada siswa. Berikut kelebihan dan kelemahan media video pembelajaran dapat dilihat dalam tabel di bawah ini. kelebihan 1. Mengatasi jarak dan waktu 2. Mampu menggambarkan peristiwa-peristiwa masa lalu secara realistis dalam waktu yang singkat 3. Dapat membawa siswa berpetualang dari negara satu ke negara lainnya,dan dari masa yang satu ke masa yang lain proses pengembangan materi 4. Dapat diulang-ulang bila perlu untuk menambah kejelasan 5. Pesan yang disampaikannya cepat dan mudah diingat 6. Mengembangkan pikiran dan pendapat para siswa 7. Mengembangkan imajinasi 8. Memperjelas hal-hal yang abstrak dan memberikan penjelasan yang lebih realistik 9. Mampu berperan sebagai media utama untuk mendokumentasikan realitas sosial yang akan dibedah di dalam kelas 10. Mampu berperan sebagai storyteller yang dapat memancing kreativitas peserta didik dalam mengekspresikan gagasannya Kelemahan 1. Video terlalu menekankan pentingnya materi ketimbang proses pengembangan materi tersebut 2. Pemanfaatan media ini juga terkesan memakan media tidak murah 3. penayangannya juga terkait peralatan lainnya seperti video player, layar bagi kelas besar beserta LCD nya, dan lain lain. Media Pembelajaran 1. Visual 2. Audio 3. Audio-Visual 4. Benda asli atau orang Jenis Media a. Media gambar dan grafis (grafik, chart, peta, diagram, poster, karikatur, gambar mati, photo) b. Media papan (papan tulis, papan flanel) c. Media proyeksi (slide, film strips, transparansi, mikrofilm dan mikrofische) Radio, kaset dan tape recorder Televisi dan video Specimen dan Mocks-up 4
B. Tahapan Pembuatan Media Video Pembelajaran Sebelum membuat video pembelajaran sendiri, luangkan waktu untuk menonton video-video pembelajaran yang telah dibuat oleh orang lain. Kemudian, cermati dengan baik dan berikan penilaian untuk melihat kelebihan dan kekurangan video-video tersebut. Supaya hasil penilaian obyektif, silakan membuat beberapa indikator penilaian video misalnya kualitas gambar, pencahayaan, teknik pengambilan angle, kualitas audio, kualitas editing, penampilan guru dll, Hasil penilaian ini bisa dipergunakan sebagai bekal untuk pembuatan video sendiri. 1. Membuat konsep video yang akan dibuat. Jika itu video pembelajaran, perlu pemahaman yang baik terhadap RPP. Misalnya, apakah video akan dibuat dengan durasi yang sama dengan RPP atau dipadatkan misalnya dipadatkan menjadi 15 menit. 2. Menentukan cara perekaman video Apakah pembelajaran dilakukan secara tatap muka langsung atau dengan media online seperti ZOOM Meeting atau Google Meet. Tipe pembelajaran daring atau luring akan mempengaruhi proses perekaman. Jika mengunakan aplikasi makan proses perekaman bisa dilakukan secara mandiri, tetapi jika tata muka langsung perlu tim yang akan merekam kegiatan mengajar serta persiapan sarana dan prasarana shooting yang lebih kompleks, seperti lampu untuk pencahayaan, mic untuk menghasilkan audio yang berkualitas serta kemampuan pengambilan gambar atau angle yang tepat. 3. Membuat skenario video pembelajaran dari awal sampai akhir. Perlu sekali untuk memahami RPP dan semua perangkat atau materi yang diperlukan dalam proses pembelajaran. 5
4. Proses pengambilan video dengan ZOOM Meeting atau Google Meet. Hasil rekaman Zoom Meeting atau Google Meeting bisa diolah / edit menjadi sebuah video pembelajaran. Jika mempergunakan Zoom Meeting sebaiknya mempergunakan yang Premium supaya tidak dibatasi dengan waktu. Supaya hasilnya maksimal, perlu sekali untuk memahami setiap menu yang ada di Zoom Meeting. Dikarenakan proses pembelajaran ini secara daring, kita perlu memastikan koneksi internet baik supaya lancar dan terputus-putus. Koneksi internet sangat berpengaruh terhadap kualitas rekaman. 5. Proses pengambilan video secara langsung / luring. Untuk merekam proses pembelajaran luring / tatap muka diperlukan persiapan yang lebih kompleks, seperti alat perekam (handphone, kamera, handycam dll), tim perekaman (cameramen), pencahayaan (lighting), suara (audio). Dalam proses pengambilan gambar, cameramen juga harus memahami RPP dan konsep video pembelajaran sehingga tidak asal shoot. Perlu diagendakan briefing sebelum proses pengambilan gambar sehingga seluruh anggota tim memiliki persepsi yang sama. 6. Proses editing. Idealnya proses editing mempergunakan perangkat komputer / laptop yang mumpuni supaya hasilnya maksimal. Namun jika terkendala dengan alat, editing mempergunakan handphone. Hal yang perlu diperhatikan adalah besarnya file yang akan diedit, apakah perangkat Handphone atau laptop masih bisa memproses. Kualitas perekaman sejak awal harus diperhatikan supaya perangkat masih mampu memproses. Dalam proses editing, ada 3 software yang bisa dicoba di komputer / laptop dan 1 software melalui Handphone. 3 Softaware laptop. Dari 4 software untuk pengeditan video, Filmora memiliki interface paling mudah dipergunakan. Kalian bisa melihat tampilan menu dari masing-masing screenshot. 6
1. Wondershare Filmora Wondershare Filmora merupakan salah satu aplikasi pengolah video yang cukup populer. Memiliki fitur / menu yang sangat mudah dipergunakan. Untuk fitur gratis, ada watermarknya. User bisa membeli yang paket premium / berbayar. Di market place seperti Bukalapak, banyak penjual yang menawarkan software premium dengan harga terjangkau. Bisa dicoba, tapi tetap harus hati-hati saat membeli. 2. Openshot Video editor Software ini memiliki menu dan fitur yang sederhana dan merupakan software opensource. Untuk pemula, bisa mencoba software ini 7
3. VSDC Wondershare Filmora merupakan salah satu aplikasi pengolah video yang cukup populer. Memiliki fitur / menu yang sangat mudah dipergunakan. Untuk fitur gratis, ada watermarknya. User bisa membeli yang paket premium / berbayar. Di market place seperti Bukalapak, banyak penjual yang menawarkan software premium dengan harga terjangkau. Bisa dicoba, tapi tetap harus hati-hati saat membeli. 4. Davinci Resolve Software Davinci Resolve memerlukan spek komputer yang tinggi untuk menjalankannya. Untuk versi gratisnya sudah memiliki menu editi yang lengkap. File yang akan diinstakl cukup besar, hampir 2.4 GB. Tidak salah untuk mencoba aplikasi ini jika memiliki perangkat komputer yang speknya tinggi. 8
C. StoryBoard A. Pengertian Storyboard Storyboard adalah sebuah desain sketsa gambar yang disusun secara berurutan sesuai dengan naskah cerita yang telah dibuat. Dengan pembuatan storyboard sendiri, maka pembuat cerita atau naskah dapat menyampaikan pesan atau ide dengan lebih mudah kepada orang lain. Dengan membuat cerita yang tersusun rapi, maka penonton dapat menangkap maksud dan tujuan dari cerita tersebut. Sehingga pesan dan dari content creator tersebut dapat tersampaikan dan dapat mempengaruhi orang tersebut sesuai dengan naskah yang dibuat. B. Tujuan membuat storyboard Sejarah singkat dari pembuatan storyboard sendiri dimulai pada tahun 1930. Dimana, untuk pertama kali dibuat oleh Studio Walt Disney dengan mulai berkembangnya revolusi buku komik yang terbentuk sketsa cerita. Tujuan sebenarnya dari pembuatan sebuah storyboard adalah sebagai berikut: 1. Sebagai sebuah panduan untuk pihak yang terlibat dalam penyusunan naskah. Mulai dari sutradara, produser, penulis cerita, kameramen, hingga lighting. 2. Untuk dapat memvisualisasikan ide yang dirancang oleh pembuat film. 3. Sebagai alat untuk dapat mengkomunikasikan ide atau gagasan dalam suatu film. 4. Untuk dapat menjelaskan alur atau jalannya narasi cerita 5. Untuk menjelaskan proses pergantian, perpindahan setiap frame atau elemen, serta berperan dalam pengaturan waktu atau timing pada setiap sequence. 9
C. Fungsi Storyboard Di dalam pembuatan alur naskah, juga tersusun atas beberapa ide dan konsep kreatif yang dituangkan ke dalam sebuah gambar. Berikut ini merupakan beberapa fungsi yang dimiliki oleh storyboard. 1. Digunakan untuk menggambarkan alur cerita secara garis besar mulai dari awal, pertengahan, hingga akhir. 2. berguna juga untuk proses perencanaan awal pembuatan sebuah film. 3. digunakan untuk memudahkan dalam membuat dan memahami alur cerita atau naskah dalam suatu film. D. Manfaat Storyboard Berikut ini beberapa penjelasan dari manfaat storyboard adalah sebagai berikut: 1. Untuk mempermudah dan mempercepat dalam proses pembuatan sebuah film. Baik film pendek, pembelajaran, animasi, video pendek, dan lain sebagainya. 2. Menunjukkan segi artistik dan estetika dari pembuatan film atau video. 3. Dapat digunakan sebagai pengingat mengenai alur cerita apabila animator mengalami permasalahan teknis. 4. Mempermudah orang lain dalam memahami alur cerita dengan lebih jelas dan cepat. 5. Memperlihatkan mengenai beberapa tata letak visual dalam setiap adegan yang dijalankan. E. Komponen Storyboard Setelah memahami tujuan, fungsi dan manfaat yang dimiliki oleh storyboard, selanjutnya kita akan membahas mengenai beberapa komponen penyusun dari storyboard. Berikut ini merupakan beberapa komponen yang terdapat dalam sebuah template desain sketsa: 1. Judul Komponen pertama adalah judul, yang mana didalamnya berisi tentang judul, adegan, episode, dan halaman. Komponen judul sangatlah penting sebagai konsep dasar pemahaman penonton untuk mengetahui tema atau topik dalam suatu film atau naskah. 10
2. Sub judul Komponen kedua berisi tentang penjelasan setiap adegan, lokasi, waktu, urutan, serta panel desain. Fungsi dari sub judul ini untuk memudahkan dalam menjabarkan topik judul, sehingga penonton dapat lebih mudah untuk mengetahui setiap bagian film dengan lebih detail. 3. Visual Komponen ketiga berisi tentang gambaran setiap adegan yang memuat elemen seperti gambar, teks, foto, grafis, dan elemen visual yang lain. Setiap elemen tersebut merupakan penyusun dalam bagian visual sketsa. 4. Audio Komponen keempat berisi mengenai uraian audio untuk melengkapi nama dari file musik atau rekaman. Serta, efek suara (SFX) yang akan dimainkan di layar masing – masing. 5. Dialog Komponen yang kelima, berisi detail pergerakan dari kamera (angle), serta beberapa adegan dialog yang dilakukan. Untuk dialog sendiri, bersifat opsional dan menyesuaikan dengan kondisi dari topik bahasa yang dirancang. 6. Properti Komponen yang keenam, berisi tentang penjelasan terkait artistik, durasi / timing, perlengkapan tambahan, serta properti pendukung pembuatan desain. F. Tahapan Pembuatan Storyboard Setelah kamu memiliki ide atau gagasan untuk sebuah video pembelajaran, langkah selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah mengembangkan storyboard. Langkah-langkah untuk membuat storyboard adalah sebagai berikut: 1. Membuat timeline Struktur adalah hal utama dalam pembuatan storyboard. Langkah pertama, buatlah urutan kejadian atau cerita di video kamu. Kamu bisa menggunakan urutan mulai dari pembuka, rumusan masalah, solusi, dan yang terakhir adalah call to action. 11
2. Menentukan scene utama Tentukan dan tekankan poin-poin penting dalam video kamu. Biasanya, yang terpenting dalam suatu video adalah pesan yang ingin kamu sampaikan kepada penonton. Pesan ini berkaitan dengan tujuanmu membuat video tersebut. Pada intinya, tentukan bagian mana yang dinilai mampu memikat penonton dan mendorong mereka untuk mengambil tindakan nyata. 3. Menambahkan detail pada setiap scene Kamu perlu menentukan pendekatan seperti apa yang ingin kamu pakai. Pendekatan yang sederhana, fokus pada animasi, atau yang lain. Usahakan agar penonton mudah untuk menangkap pesan yang ingin kamu sampaikan. 4. Menulis naskah/script video Naskah dalam video dapat berbentuk dialog, pengisi suara, atau juga bisa kombinasi keduanya. Script yang kamu buat harus memuat semua kata yang diucapkan di video. Dalam setiap kotak adegan, kamu perlu menuliskan script-nya masing-masing. 5. Memilih alat/tools untuk membuat storyboard Storyboard bisa kamu buat secara manual maupun menggunakan alat/tools yang sudah tersedia. Jika kamu memilih membuat storyboard secara manual, kamu membutuhkan pena, spidol, pensil warna, dan kertas. Sedangkan apabila kamu memilih menggunakan alat bantu, kamu bisa memanfaatkan beberapa opsi seperti : a. Microsoft PowerPoint atau Google Slides, b. Adobe Illustrator dan Adobe InDesign c. Adobe Photoshop Sketch d. Amazon Storyteller atau Storyboard That e. Storyboarder, Canva, Plot, Boords, atau Storyboard Pro 12
6. Membuat sketsa Di fase ini, kamu akan menggambar karakter dan latar belakang yang kamu gunakan. Kamu tidak harus cakap dalam menggambar karena sekarang ini banyak tools yang mendukung menyertakan gambar orang dilengkapi ekspresi, gaya, dan latar belakang yang menunjang. 7. Memberikan catatan detail pada setiap adegan Kamu perlu menambahkan catatan untuk orang yang akan mengerjakan video. Catatan tersebut dapat berupa pencahayaan yang diinginkan dan sudut pandang kamera (camera angle). 8. Lakukan tahap pengujian dan revisi Sebelum video dirilis, kamu dapat melakukan beberapa tahap review dan revisi. Hal ini dilakukan agar video yang diproduksi nantinya adalah versi final dan sesuai dengan yang diharapkan. 13
D. Teknik Pengambilan Gambar Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan perangkat Sebelum melakukan shooting sebagai berikut: 1. Penguasaan terhadap perangkat kamera yang akan digunakan. Sebaiknya mengikuti aturan penggunaan yang tertulis pada manual book. Pahami kelebihan kekurangannya 2. Setelah paham dengan seluk beluk kamera, pahami juga adegan apa dan teknik yang bagaimana yang diinginkan. 3. Membuat breakdown peralatan yang akan digunakan seperti baterai, mikrofon, kabel, extension,dll. 4. Pastikan baterai dalam kondisi prima dan penuh, dan semua fasilitas di kamera berjalan dengan baik Dalam kegiatan produksi video/ film, terdapat banyak jenis kamera yang digunakan. Pembagian jenis kamera video/ film dibedakan atas media yang digunakan untuk menyimpan data (gambar & suara) yang telah diambil. Seperti halnya pada fotografi, gambar yang telah diambil disimpan pada gulungan film. Namun pada kamera jenis ini, disamping gulungan film juga terdapat pita magnetik untuk menyimpan data suara. Dalam 1 detik pengambilan gambar, dibutuhkan sekitar 30 frame film. Adapun jenis film yang digunakan adalah film positif (slide), dimana untuk melihat isinya harus dicuci terlebih dulu di laboratorium film dan diproyeksikan dengan menggunakan proyektor khusus. Kamera jenis ini menyimpan data gambar dan suara pada pita magnetik. Secara umum terdapat 2 jenis kamera: a. Analog (AV) Data yang disimpan sebagai pancaran berbagai kuat sinyal (gelombang) pada pita kamera perekam. Macam kamera jenis ini antara lain VHS, SVHS, 8mm, dan Hi-8. 14
b. Digital (DV) Kamera perekam video digital menyimpan data dalam format kode biner bit per bit yang terdiri atas rangkaian 1 (on) dan 0 (off). Jenis kamera ini antara lain mini DV, dan Digital 8. Secara umum bagian-bagian kamera video terdiri atas: 1. Baterai untuk catu daya 2. Tempat kaset 3. Tombol zoom 4. Tombol Recorder 5. Port Output video / audio (bisa berupa analog ataupun digital) 6. Cincin Fokus 7. Jendela preview (View Fender) 8. Mikrofon 9. Tombol kontrol cahaya 10.Tombol Player (untuk memainkan kembali video). 11. Terminal DC input. Selain itu juga banyak terdapat fasilitas-fasilitas tambahan yang berbeda antara kamera satu dengan kamera lainnya. Fasilitas itu antara lain lampu infra merah untuk pengambilan gambar pada tempat yang gelap, edit teks langsung dari kamera, efek-efek video lain, slow motion, dan masih banyak lagi. Pengambilan gambar terhadap suatu objek dapat dilakukan dengan lima cara: 15
16
Ukuran gambar biasanya dikaitkan dengan tujuan pengambilan gambar, tingkat emosi, situasi dan kondisi objek. Terdapat bermacam-macam istilah ditunjukkan sebagai berikut. 1. Extreme Close Up (ECU/XCU) Pengambilan gambar yang terlihat sangat detail seperti hidung pemain atau bibir atau ujung tumit dari sepatu. 2. Big Close Up (BCU) Pengambilan gambar dari sebatas kepala hingga dagu. 3. Close Up (CU) gambar diambil dari jarak dekat, hanya sebagian dari objek yang terlihat seperti hanya mukanya saja atau sepasang kaki yang bersepatu baru. 4. Medium Shot (MS) Pengambilan dari jarak sedang, jika objeknya orang maka yang terlihat hanya separuh badannya saja. 5. Knee Shot (KS) Pengambilan gambar objek dari kepala hingga lutut. 6. Full Shot (FS) Pengambilan gambar objek secara penuh dari kepala sampai kaki. 7. Long Shot (LS) Pengambilan secara keseluruhan. Gambar diambil dari jarak jauh, seluruh objek terkena hingga latar belakang objek. 8. Medium Long Shot (MLS) Gambar diambil dari jarak yang wajar, sehingga jika misalnya terdapat 3 objek maka seluruhnya akan terlihat. Bila objeknya satu orang maka tampak dari kepala sampai lutut. 9. Extreme Long Shot Gambar diambil dari jarak yang sangat jauh, yang ditonjolkan bukan objek lagi tetapi latar belakangnya, dengan demikian dapat diketahui posisi objek tersebut terhadap lingkungannya 17
Gerakan kamera juga akan menghasilkan gambar yang berbeda, oleh karena itu gerakan kamera dibedakan dengan beberapa istilah sebagai berikut. 1. Zoom In atau Zoom Out Kamera bergerak menjauh dan mendekati objek dengan menggunakan tombol zooming yang ada di kamera. 2. Panning Gerakan kamera menoleh ke kiri dan ke kanan dari atas tripod 3. Titing Gerakan kamera ke atas dan kebawah. Tilt Up jika kamera mendongak dantlit down jika kamera mengangguk 4. Daily Kedudukan kamera di tripot dan di atas landasan rosanya. Daily In bergerak maju dan Daily Out jika bergerak menjauh 5. Follow Gerakan kamera mengikuti objek yang bergerak 6. Crane Shot Gerakan kamera yang dipasang di atas roda crane 7. Fading Pergantian gambar secara perlahan. Fade In jika gambar muncul dan Fade Out jika gambar menghilang serta cross fade jika gambar 1 dan 2 saling menggantikan secara bersamaan 8. Framing Objek berada dalam framing shot. Frame in jika memasuki bingkai dan Frame out jika keluar bingkai. Teknik pengambilan gambar tanpa menggerakkan kamera, jadi cukup objek yang bergerak. 9. Walk In Objek bergerak mendekati kamera 10. Walk Out Objek bergerak menjauhi kamera Teknik ini dikatakan lain karena tidak hanya mengandalkan sudut pengambilan, ukuran gambar, gerakan kamera dan objek tetapi juga unsur-unsur lain seperti cahaya, properti dan lingkungan. Rata-rata pengambilan gambar dengan teknik-teknik ini menghasilkan kesan lebih dramatik 18
1 Backlight Shot Teknik pengambilan gambar terhadap objek dengan pencahayaan dari belakang. 2. Reflection Shot Teknik pengambilan yang tidak diartikan langsung ke objeknya tetapi dari cermin/air yang dapat memantulkan bayangan objek. 3. Door Frame Shot Gambar diambil dari luar pintu sedangkan adegan ada di dalam ruangan 4. Artificial Framing Shot benda misalnya daun atau ranting diletakkan di depan kamera sehingga seolaholah objek diambil dari balik ranting tersebut 5. Jaws Shot Kamera menyorot objek yang seolah-olah kaget melihat kamera. 6. Framing With Background Objek tetap fokus di depan namun latar belakang dimunculkan sehingga ada kesan indah. 7. The Secret Of Foreground Framing Shot Pengambilan objek yang berada di depan sampai latar belakang sehingga menjadi perpaduan adegan. 8. Tripod Transition Posisi kamera berada di atas tripod dan beralih dari objek satu ke objek lain secara cepat. 9. Artificial Hairlight Rambut objek diberi efek cahaya buatan sehingga bersinar dan lebih dramatik 10. Fast Road Effect Teknik yang diambil dari dalam mobil yang sedang melaju kencang 11. Walking Shot Teknik ini mengambil gambar pada objek yang sedang berjalan. Biasanya digunakan untuk menunjukkan orang yag sedang berjalan terburu-buru atau dikejar sesuatu 19
12. Over Shoulder Pengambilan gambar dari belakang objek, biasanya objek tersebut hanya terlihat kepala atau bahuya saja. Pengambilan ini untuk memperlihatkan bahwa objek sedang melihat sesuatu atau bisa juga objek sedang bercakap 13. Profil Shot Jika dua orang sedang berdialog, tetapi pengambilan gambarnya dari samping, kamera satu memperlihatkan orang pertama dan kamera dua memperlihatkan orang kedua. 20
uji kompetensi 1. Alat-alat grafis, photographis, atau elektronis untuk menangkap, memproses , dan menyusun kembali informasi visual atau herbal, disebut dengan : a. Handphone c. Komputer e. Storyboard b. Media d. Kamera 2. Berikut ini merupakan persiapan yang diperlukan untuk melakukan proses pengambilan video secara langsung, kecuali : a. Alat perekam c. Pencahayaan e. Audio b. Tim perekam d. Internet 3. Sebuah desain sketsa gambar yang disusun secara berurutan sesuai dengan naskah cerita yang telah dibuat, disebut dengan : a. Patung c. Lukisan e. Storyboard b. Media d. Foto 4. a. Sebagai panduan untuk pihak yang terlibat dalam penyusunan naskah b. Untuk dapat memvisualisasikan ide yang dirancang pembuat film c. Untuk dapat menjelaskan alur atau jalannya narasi cerita Kalimat diatas merupakan ............... dari Storyboard a. Pengertian c. Fungsi e. Komponen b. Tujuan d. Manfaat 5. Berisi detail pergerakan dari kamera, serta beberapa adegan yang dilakukan. Merupakan pengertian dari komponen storyboard, yaitu : a. Judul c. Visual e. Dialog b. Sub judul d. Audio 21
6. Sudut pengambilan dari arah bawah objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat jadi lebih besar merupakan pengambilan gambar yang disebut dengan : a. Bird eye view c. High angle e. Low angle b. Eye level d. Frog eye 7. Gambar yang diambil dari jarak yang sangat jauh, yang ditonjolkan bukan objek lagi tetapi latar belakangnya merupakan ukuran gambar yang disebut dengan : a. Extreme close up c. Medium shot e. Knee shot b. Full shot d. Extreme long shot 8. Pergantian gambar secara perlahan merupakan gerakan gambar yang disebut dengan : a. Fading c. Framing e. Zoom b. Follow d. Daily 9. Teknik pengambilan yang tidak diartikan langsung ke objeknya tetapi dari cermin atau air yang dapat memantulkan bayangan objek, disebut dengan : a. Backlight shot c. Reflection shot e. Jaws shot b. Walking shot d. Door frame shot 10. Teknik yang pengambilan kamera menyorot objek yang seolah-olah kaget melihat kamera, disebut dengan : a. Backlight shot c. Reflection shot e. Jaws shot b. Walking shot d. Door frame shot 22
BAB 2 a. Pengenalan pinancle studio b. Dasar-dasar editing, transisi, dan suara dengan pinancle studio c. Membuat title, efek video dan audio dengan pinancle studio Pembuatan Video dengan Pinnancle Studio 23
A. Pengenalan Pinancle Studio Pinnacle studio merupakan salah satu aplikasi/software populer yang dalam pembuatan (editing) sebuah digital video baik di kalangan pemula dan profesional. Pinancle studio merupakan software editing yang dinilai memiliki fasilitas editing, variasi serta efek khusus yang lengkap Selain itu software ini memiliki kemudahan pemakaian Pinancle Studio Plus versi 93 merupakan pengembangan dan versi standarnya. Pinnacle Studio versi 9 Sejumlah fitur tambahan melengkapi versi terbaru ini seperti Mult-track editing atau overlay, efek picture-in-picture Chroma key, Fast/Slow Motion, animated slideshow (pan & zoom) dan Photo editing. Aplikasi editing video ini dikenal paling ringan, jika dibandingkan dengan aplikasi sejenis, seperti Ulead Video Studio, Adobe Premier dan sebagainya. Selain itu, aplikasi ini dikenal dengan kemudahan penggunaan dan kelengkapan fitur yang telah terintegrasi penuh dalam pembuatan sebuah video yang menarik. Kebutuhan minimum komputer yang digunakan untuk aplikasi ini juga tidaklah tinggi, yakni antara lain: a. Processor minimum 4, 1 GHz b.Harddisk minimum DDR 1GB c. Sistem operasu windows XP/7/8 d. Monitor IDE 120GB 7200RPM, atau menggunakan harddisk tipe SCI, Standar 17" atau 21' resolusi minimal 1024x768 px Aplikasi ini dipilih dalam mengolah dan mengedit video hasil syuting untuk keperluan educator, profesional, videographer, dan pemula. 24
A. Area Kerja Pinnancle Studio Berikut area kerja dari aplikasi Pinnacle Studio Versi 12 : 1. Tombol Switch Tombol switch terdiri atas tiga bagian: Capture, Edit, dan Make Movie. Ketiga bagian ini adalah alur pembuatan sebuah video yang dimulai dari pengambilan/penangkapan gambar video dari camcoder (format *.avi atau *.mpeg) (capture) kemudian mengolahnya (edit), dan terakhir rendering atau pembuatan video hasil olahan yang akan menjadi video final baik berupa file maupun disimpan dalam sebuah VCD/DVD (make movie) 2. Album Bagian ini adalah tempat penyimpanan video yang akan diolah, transisi, teks, gambar, suara, template, dan lain- lain. Anda tinggal mengklik icon yang ada di sebelah kiri bagian album untuk memilih bahan yang akan diolah di dalam jendela movie 3. Jendela Movie atau Timeline Pada bagian ini adalah tempat anda meletakkan video sumber yang akan diolah, kemudian selanjutnya mengedit (memperpanjang atau memotong video sumber), dan menambah transisi, suara, title, dan lain lain sehingga membentuk serangkaian video yang utuh 4. Jendela Preview Bagian dimana anda dapat memainkan video, sumber, transisi, maupun video hasil olahan 25
B. Dasar-dasar Editing, Transisi, dan Suara dengan Pinnancle Studio A. Dasar Dasar Editing 1. Membuka Hasil Capture 1. Klik tombol edit 2. Folder lokasi tempat file video sumber 3. Klik tombol play untuk memainkan isi video baik dari file video yang dipilih, dari album ataupun dari jendela movie/timeline 2. Scene Scene adalah serangkaian adegan-adegan yang terdapat dalam satu produksi video yang saling menyambung membentuk satu cerita utuh. 26
Beberapa adegan dikelompokkan menjadi satu scene. Scene akan terbentuk otomatis sesuai dengan saat pengambilan gambar dengan camcoder. Anda bisa melakukan pengelompokan scene secara manual berdasarkan saat pengambilan gambar maupun berdasarkan waktu dan tanggal pengambilan gambar, dengan cara klik Album > Detect Scenes by Video Content atau Detect Scenes by Shooting Time and Date. Setelah pengelompokkan menjadi scene : Jika ingin menampilkan file video maupun scene secara thumbnail maupun tampil dengan informasi yang lebih detail mengenai urutan scene dan durasi scene dengan mengklik icon (yg dipanah) atau menu view > scene view atau comment view 27
3. Transisi dan Trimming a. Mengaktifkan Jendele Timeline Pinnacle studio menyediakan tipe tampilan (view) dalam jendela editing selain storyboard, yakni timeline. Timeline menyusun clip berdasarkan baris sesuai dengan tipe clip. Cara mengaktifkan jendela adalah klik menu view > timeline. Cara lainnya dengan mengaktifkan tombol timeline view. b. Mengaktifkan Zoom dalam Timeline Pinnancle menyediakan fungsi zoom dalam timeline, sehingga kita dapat melihat klik-klip yang diimport lebih jelas untuk bagian tertentu. Jika ingin melakukan zoom clip, arahkan kursor mouse pada baris waktu timeline sehingga kursor berubah menjadi simbol jam, kemudian klik dan geser ke arah kanan. Sedangkan jika ingin zoom mengecil, maka dengan menggeser ke arah kiri timeline. c. Memberikan Transisi Transisi adalah sebuah efek dalam pinnancle studio yang dapat diberikan ketika terjadi perpindahan dari sebuah clip video ke clip video yang lain agar hasil video menjadi lebih menarik dan variatif. 28
Berikut langkah-langkah pemberian transisi pada video : 1. Pada album, aktifkan tab show transitions. 2. Pilih jenis transisi yang diinginkan. Misal kita akan memberikan transisi dissolve pada saat perpindahan klip pertama ke dua, maka kita klik drag dan drop ke antara kedua clip tersebut. 3. Ulangi langkah sebelumnya untuk memberikan transisi diantara clip kedua dan ketiga. 4. Jika ingin mengganti transisi Dissolve dengan transisi lainnya, kita tinggal melakukan langkah yang sama (langkah 2) kembali. Transisi yang baru akan mengganti transisi yang lama secara otomatis. 5. Jika ingin menghapus transisi yang sudah diberikan, klik transisi yang ingin dihapus pada channel video dan klik tombol delete. 4. Memotong Clip Clip video yang telah dimasukkan ke dalam scene dapat kita potong jika clip video tersebut terlalu panjang atau ada adegan yang tidak diperlukan. Pinnancle studio menyediakan fitur untuk memendekkan clip secara langsung sehingga menampilkan bagian tertentu dari clip tersebut saja. Cara 1 : a. Jika ingin memendekkan durasi clip pertama, klik, tahan, dan tarik clip kedua ke arah kiri timeline (mendekati clip pertama). b. Lepas sesuai dengan durasi clip pertama yang diinginkan. Misalnya, clip pertama sebelumnya memiliki durasi sampai 4 detik. Jika ingin memendekkan clip pertama menjadi sekitar 1,5 detik, maka clip kedua digeser ke kiri sampai dengan detik 1,5 ( Perhatikan gambar dibawah) 29
Cara 2 : a. Cara kedua menggunakan video toolbox yang akan aktif dengan cara double klik clip yang akan dipendekkan sebanyak dua kali sehingga muncul jendela video toolbox. b. Cara lainnya dengan klik menu toolbox>Modify clip properties. c. Geser time scrubber kiri dan kanan untuk memotong bagian clip yang tidak dibutuhkan. Misalnya pada clip di gambar ini, durasi awal adalah 28 detik. Setelah time scrubber kiri dan kanan digeser, maka clip akan mulai dimainkan pada detik ke scrubber kiri dan kanan digeser, maka clip akan mulai dimainkan pada detik ke-21 dan berhenti pada detik ke-23. 5. Suara a. Menonaktifkan dan Menghapus Channel Audio Clip video terdiri menjadi dua channel yaitu channel video dan audio. Channel video berupa visual dan channel audio berupa suara yang terekam saat proses shooting. 30
Apabila kita ingin menghilangkan suara yang ikut terekam saat proses shooting, ada dua cara, yakni yang pertama dengan mengaktifkan tombol mute yang terletak di bagian paling kanan pada channel audio. Cara kedua terdiri dari dua langkah, yakni : 1. Mengaktifkan tombol kunci pada channel video. 2. Klik channel audio yang diinginkan, kemudian tekan tombol delete. b. Memberikan efek suara Pada pinnacle studio menyediakan beberapa clip suara yang siap dipakai ke dalam komposisi video, seperti suara hewan, tangisan bayi, tepuk tangan, dan sebagainya. Berikut langkah-langkah pemberian efek suara siulan pada video: a. Klik tab show audio files pada bagian kiri album. b. Buka folder Human. c. Klik file SexyWhistle, kemudian drag dan drop file suara tersebut pada trock sound effect di dalam timeline. d. Jika ingin memberikan efek suara di luar dari file yang diberikan oleh Pinnacle studio, setelah tab show audio files kita aktifkan, maka kita dapat memilih file suara yang diinginkan dari komputer dengan mengklik bagian pada nomor 2 (di gambar bawah). Format file suara yang didukung pinnacle studio adalah wav, mp3, dan avi. 31
c. Mengatur Volume Clip Langsung Pada bagian ini, kita dapat mengatur volume clip suara membesar atau mengecil per bagian, sehingga didapat hasil komposisi video yang suaranya dapat diatur sesuai dengan jalan cerita yang lebih menarik. Berikut langkah-langkah mengatur volume clip pada video: a. Klik kanan mouse baris pada channel audio yang akan diatur. b. Pilih Select Volume Display (pastikan tercentang). c. Klik chanel audio dan dekatkan mouse pada channel audio sampai cursor mouse berubah menjadi speaker-panah. d. Pada channel audio akan muncul garis berwarna orange. Jika ingin mengeraskan suara maka garis tersebut di tarik ke atas, dan juga sebaliknya. 4. Menambah Musik Latar Pinnacle studio menyediakan beberapa musik latar yang siap dipakai ke dalam komposisi video. Pinnacle studio mengelompokkan 8 kategori jenis lagu, yakni Classical, Electronica, Ethnic, Film/TV, Folk/Traditional, Inspirational, Jazz/Blues, Novelty, dan World. Berikut langkah-langkah pemberian musik suara pada video: a. Sebelum memilih musik latar, pastikan channel audio dalam keadaan mute. b. Klik menu Toolbox > Generate Background Music. c. Pada jendela Background Music, pilih Film/TV > Dreamscape > The Visitor. d. Klik Preview untuk memainkan lagu yang dipilih. Setelah memilih lagu yang diinginkan, klik tombol Add to Movie. 32
5. Merekam Langsung Pinnacle Studio memiliki fitur merekam suara langsung seperti komentar dan dubbing pada video yang dibuat. Untuk melakukan tahap ini, pastikan perlengkapan mic telah siap. Berikut langkah-langkah merekam suara langsung pada video: a. Pastikan video telah berada di channel video timeline. b. Klik menu toolbox > Record Voice-over. c. Klik tombol Record saat anda mulai merekam suara anda. d. Klik tombol stop untuk menghentikan proses recording. 33
A. Membuat Efek Video dengan Pinnancle Studio 1. Auto Color Correct Auto Color Correct adalah efek yang dipergunakan untuk memperbaiki keseimbangan warna secara otomatis. Di dalam mengatur setting efek Auto Color Correct Anda dapat mengatur kecerahan warna dengan mengatur nilai Brightness. Berikut adalah contoh hasil pengaplikasikan auto collor correct 1. Buka program Pinnacle Studio 12. 2. Anda buka file yang ingin anda edit. 3. Masukan clip scene 1 ke dalam timeline. 4. Klik menu Toolbox |Add Video Effects 5. Setelah itu tampil jendela Efek Video seperti gambar di atas, anda pilih standard RTFX dalam grup category. dalam grup effect anda pilih auto collor effect. Klik OK c. Membuat efek video dan audio dengan pinancle studio 34
6. Perhatikan gambar diatas. Ubah nilai brightness= 13 7. Tutup jendela efek video 8. Klik tombol play pada jendela preview 2. Stabilize Fungsi dari efek ini adalah sebagai penstabil untuk meminimumkan efek goncangan atau getaran hasil shooting. Kemampuan efek ini sama seperti terdapat di dalam fasilitas bawaan camcorder, yaitu image stabilizer. a. Buka program Pinnacle Studio 12. b. Buka file yang ingin di edit c. Masukan clip scene 1 ke dalam timeline d. Klik menu Toolbox |Add Video Effects. 35
e. Setelah itu tampil jendela Efek Video seperti Gambar (di bagian 1). Anda pilih standard RTFX dalam grup Category. Dalam grup Effect Anda pilih Auto Stabilize. Klik OK. f. Tutup jendela efek video g. Klik tombol play dalam jendela preview 3. Speed Speed adalah efek video yang memungkinkan Anda mempercepat playback clip dengan menghilangkan beberapa frame. a. Buka program Pinnacle Studio 12. b. Anda buka file MemakaiJilbab.avi. c. Masukan clip scene 1 ke dalam timeline. d. Anda buka file SesudahMakeUp.avi. e. Masukan clip scene 1 ke dalam timeline f. Selanjutnya dalam timeline Anda pastikan dua clip yang baru saja dimasukan tersebut masih dalam keadaan terpilih, apabila tidak maka pilih dengan mengklik satu persatu. Gunakan bantuan tombol CTRL untuk pemilihan ganda. g. Klik menu ToolBox | Add Video Effects h. Perhatikan Gambar diatas. Anda pilih Standard RTFX dalam grup Category. Dalam grup Effect anda pilih Speed. Klik OK. 36
i. Perhatikan Gambar diatas. Anda ubah nilai Speed=500. j. Tutup jendela Efek Video. k. Klik tombol Play dalam jendela preview 37
Selain efek video, Pinnacle Studio 12 juga menyediakan efek audio yang dapat di aplikasikan pada clip suara atau clip video yang ada channel audionya. 1. Equalizer Equalizer adalah efek audio yang memberi keleluasaan Anda mengatur bentuk output suara dikontrol dari treble dan bass. a. Buka program Pinnacle Studio 12. b. Anda aktifkan tab Show sound effects c. Anda pilih kategori sound effects Human. Kemudian pilih BabyCrying. Seperti pada gambar di atas d. Masukan sound effects Baby Crying ke dalam timeline pada baris sound effect track. e. Klik menu Toolbox | Add Audio Effects. B. Membuat Efek Audio dengan Pinnancle Studio 38
f. Setelah itu tampil jendela Efek Audio seperti Gambar diatas. Anda pilih Studio Plus Audio Effects dalam grup Category. Dalam grup Effect Anda pilih Equalizer. Klik OK. g. Perhatikan Gambar dibawah. Anda pergunakan preset standar. Buka combo presets. Kemudian dari daftar pilihan Anda klik Telephone. h. Tutup jendela Efek Audio. i. Klik tombol Play dalam jendela preview 2. Reverb Reverb adalah audio yang mensimulasikan kesan Anda sedang memainkan suara pada area atau ruang tertentu. a. Buka program Pinnacle Studio 12. b. Anda aktifkan tab Show sound effects c. Anda pilih kategori sound effects Human. Kemudian pilih BabyCrying. d. Masukan sound effects BabyCrying ke dalam timeline pada baris sound effect track. e. Klik menu Toolbox | Add Audio Effects. f. Setelah itu tampil jendela Efek Audio. Anda pilih Studio Plus Audio Effects dalam grup Category. Dalam grup Effect Anda pilih Reverb. Klik OK. 39
g. Perhatikan Gambar diatas. Anda pergunakan preset standar suara seperti dimainkan dalam gua. Buka combo presets. Kemudian dari daftar pilihan Anda. Klik Cavern. h. Tutup jendela Efek Audio. i. Klik tombol Play dalam jendala Preview 40
Smartmovie adalah sebuah tool dalam Pinnacle Studio 12 yang berfungsi membuat sebuah komposisi video otomatis dari template yang disediakan. SmartMovie dapat secara otomatis menambahkan transisi dan title awal dan ending secara otomatis sesuai dengan tema template yang Anda pilih. Menggunakan Smartmovie Anda dapat secara cepat membuat sebuah komposisi video tanpa perlu repot menyusun transisi dan membuat title sendiri. Menggunakan bantuan SmartMovie anda membuat komposisi otomatis secara cepat dan praktis. Cara menggunakan SmartMovie dalam Pinnancle studio 1. Buka program Pinnacle Studio 12. 2. Anda buka file pertama yang ingin diedit.. 3. Masukan clip scene 1 ke dalam timeline. 4. Anda buka file kedua. 5. Masukan clip scene 1 ke dalam timeline. 6. Anda buka file ketiga. 7. Masukan clip scene 1 ke dalam timeline. 8. Klik menu Toolbox | Generate Background Music. 9. Perhatikan diatas. Anda pilih lagu tipe Sinfonia Suite - Notturno. Klik tombol Add to Movie. 10. Klik menu Toolbox | Create SmartMovie. C. Menggunakan SmartMovie 41
11. Perhatikan gambar diatas. Anda buka combo template SmartMovie, kemudian Anda pilih Simple dan Elegant. 12. Anda ganti teks pembuka dan penutup seperti gambar diatas 13. Selanjutnya Anda klik tombol Create SmartMovie. 14. Hasil pembuatan SmartMovie tampil seperti gambar di bawah 15. Klik tombol Play dalam jendela Preview. 42
D. Menyimpan File Output dalam AVI Salah satu bentuk file output video yang cukup umum dan universal adalah AVI (file video standar Microsoft). Keunggulan file video format AVI adalah dukungan luas dari banyak software aplikasi. Namun demikian file AVI menuntut ruang penyimpanan yang besar. Untuk mengatasi ruang penyimpanan yang besar, biasanya file AVI disimpan dalam bentuk terkompresi, atau lebih dikenal dengan istilah codec (compression-decompresion). 1. Buka program Pinnacle Studio 12. 2. Anda buka file project hasil komposisi video yang telah anda buat. 3. Aktifkan tab Make Movie. 4. Perhatikan Gambar diatas. Anda pilih File Type AVI. 5. Kemudian Anda klik tombol Create file. 43
uji kompetensi 1. Tombol yang terdiri atas tiga bagian : capture, edit, dan make movie disebut dengan tombol : a. Switch c. Timeline e. Camera b. Album d. Preview 2. Bagian ini merupakan tempat penyimpanan video yang akan diolah, transisi, teks, gambar, suara, template, dan lain- lain. Yaitu : a. Switch c. Timeline e. Camera b. Album d. Preview 3. Serangkaian adegan-adegan yang terdapat dalam satu produksi video yang saling menyambung membentuk satu cerita utuh, disebut dengan : a. Capture c. Transisi e. Audio b. Scene d. Visual 4. Pinnacle studio menyediakan tipe tampilan (view) dalam jendela editing selain storyboard, yakni : a. Switch c. Timeline e. Camera b. Album d. Preview 5. Efek yang dipergunakan untuk memperbaiki keseimbangan warna secara otomatis disebut dengan : a. Stabilize c. Auto collor e. Speed b. Zoom d. Rotate 6.Sebagai penstabil untuk meminimumkan efek goncangan atau getaran hasil shooting. Merupakan fungsi dari : a. Stabilize c. Auto collor e. Speed b. Zoom d. Rotate 44
7. Efek audio yang memberi keleluasaan Anda mengatur bentuk output suara dikontrol dari treble dan bass, disebut dengan : a. Equalizer c. Reverb e. Stabilize b. Rotate d. Speed 8. Yang berfungsi membuat sebuah komposisi video otomatis dari template yang disediakan, yaitu : a. Storyboard c. Smartmovie e. Pinnancle studio b. Equalizer d. Reverb 9. Audio yang mensimulasikan kesan Anda sedang memainkan suara pada area atau ruang tertentu, disebut dengan : a. Equalizer c. Reverb e. Stabilize b. Rotate d. Speed 10. Dibawah ini merupakan area kerja pinnancle studio, kecuali : a. Tombol switch c. Album e. Capture b. Timeline d. Jendela preview 45