BAHAN AJAR (Materi Ajar-Modul)
Sekolah : SMA Negeri 1 Sukorejo
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : XI- Bahasa/I (Ganjil)
Materi Pokok : Pementasan Drama
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit (2 pertemuan)
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan karuniaNya
modul ini dapat diselesaikan dengan baik. E-modul ini membicarakan tentang pembelajaran drama, yaitu
aspek-aspek yang dievaluasi dalam sebuah pementasan drama yang ditonton secara langsung atau hasil
rekaman pada mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI.
Penulis berharap e-modul ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan
mengenai pembelajaran Drama. Oleh sebab itu, Penulis sangat menghargai adanya kritik, saran dan
usulan demi perbaikan e- modul di masa yang akan datang. Semoga e-modul ini dapat dipahami bagi
siapapun yang hendak mempelajarinya.
Surakarta, 24 Desember 2021
Penyusun
Elvia Nurul Rizki
PENDAHULUAN
Selamat Jumpa Anak-Anak!
Kalian akan memasuki pembelajaran berikutnya yaitu, mengevaluasi pementasan drama yang dilihat
secara langsung atau hasil rekaman. Pembelajaran drama di sini bukan semata-mata bertujuan untuk
mendidik atau mencetak kalian menjadi dramawan atau aktor drama, melainkan lebih ke arah pengalaman
mengapresisasi drama. Dengan pembelajaran drama ini, Kalian mampu meningkatkan minat membaca
atau menonton drama, mampu menghargai karya sastra drama, dan selanjutnya memiliki selera positif
terhadap drama. Melalui pembelajaran drama, Kalian diharapkan mampu memetik pengalaman tentang
kehidupan yang dituangkan pengarang dalam naskah drama karena pada dasarnya naskah drama
merupakan hasil penciptaan dan perenungan terhadap nilai-nilai kehidupan.
Perlu Kalian ketahui bahwa e-modul ini disusun untuk memudahkan kalian mengevaluasi pementasan
drama yang dilihat secara langsung atau hasil rekaman. e-modul ini juga dilengkapi dengan latihan dan
soal untuk mengukur tingkat pemahaman atau penguasaan kalian terhadap materi yang dibahas. Setelah
mempelajari materi di e-modul ini, kalian diharapkan mampu menerapkan sikap, pengetahuan dan
keterampilan berbahasa dalam membangun hubungan dengan masyarakat.
Perhatikan petunjuk berikut ini untuk mempelajari materi yang terdapat di E-modul ini!
1. Bacalah dan pahami E-modul ini dengan baik!
2. Ikuti ketentuan yang berlaku dalam setiap E-Modul khususnya waktu yang disediakan untuk bagian
tertentu!
3. Kerjakan tugas-tugas kalian dengan cermat dan jujur!
4. Jangan melihat kunci jawaban sebelum waktunya!
5. Tingkatkan terus pemahaman kalian.
Tujuan Yang Diharapkan Setelah Mempelajari Modul
Selamat belajar!
MENGEVALUASI PEMENTASAN DRAMA
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
KD: 3.8 Mengevaluasi pementasan drama (langsung atau hasil rekaman).
IPK: 3.8.1 Menyimpulkan fungsi panggung dalam pementasan drama yang dilihat secara langsung atau
hasil rekaman.
3.8.2 Menyimpulkan fungsi dekorasi dalam pementasan drama yang di lihat secara langsung atau hasil
rekaman.
3.8.3 Menyimpulkan fungsi tata lampu dalam pementasan drama yang dilihat secara langsung atau hasil
rekaman.
3.8.4 Menyimpulkan fungsi tata suara dalam pementasan drama yang dilihat atau hasil rekaman.
3.8.5 Menyimpulkan fungsi kostum dalam pementasan drama yang dilihat atau hasil rekaman.
3.8.6 Menyimpulkan fungsi tata rias dalam pementasan drama yang dilihat atau hasil rekaman.
URAIAN MATERI:
Drama adalah merupakan genre (jenis) karya sastra yang menggambarkan kehidupan manusia
dengan gerak. Drama menggambarkan realita kehidupan, watak, serta tingkah laku manusia melalui peran
dan dialog yang dipentaskan. Kekuatan drama, selain dari para tokoh dan wataknya, juga dari alur
ceritanya. Alur cerita yang akrab dengan masyarakat atau mudah dipahami pembacanya atau
penontonnya, maka drama tersebut dapat diterima dengan baik oleh para penikmatnya.
Bahasan kali ini adalah tentang mengevaluasi pementasan drama yang dilihat secara langsung
atau hasil rekaman.. Sebelum dilanjutkan ke materi mengevaluasi pementasan drama, ada baiknya
mengetahui apa saja unsur-unsur yang dievaluasi dalam pementasan drama? Mari kita lihat penjelasan
berikut!
Aspek pementasan drama adalah pertunjukan di atas panggung berupa pementasan cerita tertentu
oleh para pelaku. Pementasan ini didukung oleh: 1) Dekorasi panggung, 2) Tata lampu, 3) Tata
music/suara, 4) Kostum, dan 6) Tata rias. Sedangkan memahami drama berarti memahami jalan cerita
beserta penokohannya khususnya dalam perwatakan. Mengevaluasi pementasan drama dalam ranah
pemeranan tokoh berarti memberikan apresiasi dan penilaian mengenai pemeranan mencakup 1)
Pelafalan, 2) Intonasi, 3) Mimik, 4) Kinesik, dan 5) Penghayatan.
Aspek Pementasan Drama
1. Panggung
2. Dekorasi
3. Tata Lampu
4. Tata Suara
5. Kostum
6. Tata Rias
Berdasarkan table di atas, tidak semua unsur drama akan dibahas sekaligus, tetapi akan disajikan tahap
demi tahap. Pembelajaran kali ini akan membahas tentang fungsi dari aspek pementasan drama.
A. ASPEK PEMENTASAN DRAMA
1. Panggung
Panggung merupakan suatu tempat yang mana menjadi tempat berlangsungnya suatu
pertunjukkan. Pertunjukkan ini merupakan interaksi antara kerja dari sang penulis lakon, aktor,
sutradara, yang mana di tampilkan di hadapan penonton banyak.
Panggung berfungsi sebagai tempat dimana naskah drama dihadirkan. Panggung harus ada karena
berfungsi sebagai tempat pentas. Dengan panggung maka focus pandangan penonton menjadi
terpusat pada panggung. Tentunya paggung dibuat lebih tinggi dari tempat duduk penonton,
sehingga tidak ada lagi penonton yang terhalang pandangannya terhadap pementasan yang
berlangsung. Dalam dunia drama atau teater panggung setidaknya terdapat tiga jenis,
dianataranya: Panggung Arena, Panggung Proscenium, dan Panggung Thrust.
Gambar: pojokseni.com
2. Dekorasi
Dekorasi adalah pemandangan latar belakang yang terhias diatas panggung. Fungsi dekorasi ini
adalah menguatkan naskah drama. Oleh karena itu panggung harus disesuaikan dengan tema dan
naskah drama.
Gambar: docplayer.info
3. Tata Lampu
Salah satu unsur penting dalam pementasan teater adalah tata cahaya atau lighting. Lighting
adalah penataan peralatan pencahayaan, dalam hal ini adalah untuk untuk menerangi panggung
untuk mendukung sebuah pementasan. Sebab, tanpa adanya cahaya, maka pementasan tidak akan
terlihat. Selain untuk menerangi panggung, tata lampu bisa memberi efek alamiah dari waktu,
musim, cuaca, dan suasana. Memberi efek pergantian siang dan malam, misalnya malam hari,
maka lampu dibuat agak redup. Sedangkan siang hari, lampu dibuat terang dan sebagainya.
Lampu juga dapat membantu pemain dalam melambangkan maksud dengan memperkuat
kejiwaan. Lampu juga bisa memberikan variasi yang berubah-ubah.
Gambar: wagers.id
4. Tata Suara
Tata Suara adalah suatu teknik pengaturan peralatan suara atau bunyi pada suatu acara
pertunjukan, pertemuan, rapat dan lain lain. Tata Suara memainkan peranan penting dalam suatu
pertunjukan langsung dan menjadi satu bagian tak terpisahkan dari Tata Panggung dan bahkan
acara pertunjukan itu sendiri. Tata Suara erat kaitannya dengan pengaturan penguatan suara agar
bisa terdengar kencang tanpa mengabaikan kualitas dari suara-suara yang dikuatkan. Pengaturan
tersebut meliputi pengaturan mikropon-mikropon,kabel-kabel,prosesor dan efek suara, pengaturan
konsul mixer, kabel-kabel, dan juga Audio Power amplifier dan Speaker-speakernya.
Gambar: indonesiakaya.com
5. Kostum
Kostum pementasan teater merupakan bahasa visual tersendiri dan salah satu alat komunikasi
pemeran dan penonton (bahasa non ferbal). Kostum adalah pakaian kelengkapan yang dikenakan
pemain dalam pementasan. Oleh karena itu kostum memiliki fungsi menghidupi karakter ajtor
(suku bangsa, usia, status sosial, kepribadian). Kostum juga digunakan sebagai pembeda setting,
artinya kostum dapat membedakan antara satu dengan actor lain. kostum juga sebagai alat bantu
bagi pemain peran, kostum membuat actor merasa nyaman pada setiap posisi yang diperankan.
Gambar: indonesiakaya.com
6. Tata Rias
Tata rias bisa dikatakan seni kosmetika. Artinya untuk menciptakan wajah aktor yang diinginkan
sesuai dengan tuntunan naskah. Tata rias harus memperhatikan tata lampu agar tidak sia-sia.
Kalau adegan dengan lampu redup, usahakan rias agak lebih cerah, kostum juga lebih cerah,
dengan tujuan tokok tetap terlihat penonton. Tata rias bisa juga untuk merias tubuh, Mengatasi
efek lampu, Membuat wajah sesuai dengan peranan yang dikehendaki.
Gambar: pelajarindo.com
B. PEMERANAN TOKOH DALAM DRAMA
Selain dapat mengidentifikasi unsur naskah dan pementasan drama serta dapat
memerankan tokoh dalam drama dengan baik, kalian juga harus dapat mengevaluasi pemeranan
tokoh dalam pementasan drama yang kalian saksikan.
Evaluasi terhadap pemeranan dapat kalian tujukan pada bagian akting yang meliputi
ekspresi dan gerak tubuh; suara yang meliputi volume, artikulasi, intonasi; keluwesan dan
ketepatan karakter yang diperankan, serta penghayatan terhadap isi naskah.
1. Pelafalan adalah cara pengucapan bunyi bahasa. Dalam drama, bunyi-bunyi itu harus terdengar
dengan benar dan jelas sehingga pendengar dapat memahami dialog-dialognya.
2. Intonasi adalah naik turunnya lagu kalimat. Intonasi sangat penting dalam drama. Tidak hanya
membedakan maksud-maksud kalimatnya, tetapi juga dalam menghidupkan drama itu sendiri.
Tekanan/nada berkaitan dengan keras-lemahnya pengucapan kata-kata tertentu.
3. Mimik/ekspresi adalah ekspresi gerak-gerik wajah (air muka) untuk menunjukkan emosi yang
dialami pemain. Ekspresi wajah pemain yang sedang sedih tentu saja berbeda dengan ketika
sedang marah.
4. Kinesik aspek kinesik menekankan pada dialog yang berupa bisikan. Biasanya aspek kinesik
digunakan sebagai dialog dengan pendengar atau penonton, dialog tersembunyi yang tidak untuk
diketahui tokoh lain, dan dialog dengan muatan tema atau karakter tertentu. Pada naskah di atas,
aspek kinesik dapat diterapkan pada ungkapan narator.
5. Penghayatan peran dalam permainan drama merupakan upaya pemain dalam mengekspresikan
karakter serta mimik wajah yang dibawakan oleh pemain, sehingga tema, judul dan pesan dapat
tersampaikan terhadap penonton secara jelas.
C. CONTOH NASKAH DRAMA
BAJU MERAH PUTIH
Terlihat suasana gembira
Ari : “Teman teman... Lihat ini baju kebanggaanku. Baju inilah yang akan kupakai
saat perlombaan besok.”
Sukma : “Wah... masih terlihat bagus sekali ya Ri...”
Ari : “Iya la...baju ini kurawat baik baik ya… Aku jarang memakainya. Aku
memakainya sekali sekali saja pada saat saat tertentu.”
Gilbert : “Itukan baju yang dikasi ayahmu. Pantaslah aku jarang lihat kau pakai baju
itu...”. (Ari pun teringat kepada ayahnya dan suasana menjadi hening)
Gilbert : “Maaf ya, Ri, Bukan itu maksudku..”
Ari : “Ya...Sudahlah gak apa apa. Dengan memakai baju ini aku ingin membuat bangga
ayahku di sana.”
Sukma : “Oh, iya Ri... Aku dengar tahun ini pesertanya sedikit lho...Sekitar lima orang saja.
Gilbert : “Iya ya ... Aku pun bingung kenapa olahraga lari jarang diminati di sekolah. Apa
karena gak sepopuler futsal sama basket.”
Sukma : “Tapi justru malah bagus... Itu bisa jadi peluang buat kalian untuk menang...Lumayan
juga hadiahnya.”
Ari : “Itulah salah satu alasan mengapa aku ingin menjadi atlet lari. Di saat olahraga ini
ditinggalkan aku ingin menjadi orang yang tetap mempertahankan prestasi itu.”
Sukma : “Wah super sekali Ri...”
Gilbert : “Iya, selain gampang olahraga ini juga murah...” Sukma : “Ehh.. ngomong ngomong
Aseng di mana?”
(Tiba tiba sekumpulan preman datang dan mengejar ngejar Aseng) Ari : “Woy! Mau apa
kalian di sini?”
Preman 1 : “Eh, jangan bodoh kau! Jangan sok jadi pahlawan kau sama China tengil ini!”
Gilbert : “Dia sahabat kami!”
Sukma : “ Kalian itu yang tengil! Kerjanya hanya menindas saja...” Preman 2 : “Hehh!
Kami gak ada urusan sama kalian.”
Ari : “Kalau kalian berurusan dengan Aseng, berarti kalian berurusan dengan kami”
Preman 3 : “Heh pikir! Apa untungnya kalian bela si China itu. Udah numpang juga!”
Gilbert : “Emangnya ini tanah nenek moyang kalian.”
Preman 1 : “Sudah... Sudah... kita serbu saja mereka!”
(Suasana berkelahi antara preman dengan Ari dan Gilbert)
(Baju merah putih Ari pun jatuh. Ari dan salah satu preman rebutan baju merah putih Ari)
Ari : “Jangan! Jangan!”
Preman 1 : “Ini baju kau itu haa?! Hahaha.” Ari : “Ja… jangan!”
(Preman itupun merobek baju Ari tersebut)
Ari pun membalas pukulan para preman= preman tersebut. Perkelahian sengit pun terjadi. Dan
akhirnya preman-preman tersebut menyerah kalah dan kabur meningggalkan Ari.
(Ari menangis melihat bajunya yag robek) Ari : “Bajuku! Baju kebanggaanku!” Ari
pulang dengan raut wajah yang tidak bersemangat, Kakak Ari terus memandangi Ari dari
kejauhan sampai akhirnya Ari masuk ke kamarnya.
Kakak Ari : “Adik...(mengetuk pintu). Adik kamu kenapa? (mengetuk pintu lagi) Dik! Kamu itu
laki laki tidak boleh bersifat seperti ini. Kamu tidak mau menuruti kakak?” (Ari membuka pintu)
Ari : “Ari sayang sama kakak.”
Kakak Ari : “Kamu kenapa?” (sambil melihat baju merah putih Ari)
Ari : “Maafkan Ari kak. Tadi Ari berkelahi. Ari harus membela Aseng, dia dikejar
sekumpulan preman yang suka menindas orang-orang nonpribumi.”
Kakak Ari : “Bukannya seharusnya kamu bangga melakukan hal yang benar? Meski berkelahi
bukan jalan satu satunya.”
Kakak Ari : “Apa karena baju ini juga kamu jadi sedih?” Ari : “Kakak tau kan makna
baju itu untuk Ari.”
Ari : “Tiga hari lagi Ari harus ikut lomba lari di sekolah.”
Kakak Ari : “Kamu tau kenyataannya kan?Apa tanpa baju ini kamu
harus meninggalkan cita cita kamu untuk menjadi atlet lari.”
Keesokan harinya. Ari berkumpul dengat teman temannya. Ari terlihat termenung dan berdiam
diri. Di saat itu pula kakak Ari berpikiran untuk menjahit baju merah putih Ari.
HARI PERLOMBAAN TIBA
Di pagi hari
Ari terbangun dan melihat baju merah putih nya telah selesai dijahit oleh kakak Ari. Di teras
rumah Ari
Ari : “Kak…buat apa kakak susah susah menjahitkan baju Ari? Ari kan jadi merepotkan
kakak. Ari sudah putuskan untuk tidak mengikuti perlombaan itu.”
Kakak Ari : “Kakak tidak merasa direpotkan kok. Sekarang kakak harap kamu mandi, ganti
baju dan segera pergi ke sekolah dan ikuti perlombaan tersebut.”
Ari : “Tapi…Ari jadi merepotkan kakak.”
Kakak Ari : “Dek..Kakak berharap baju ini bisa mengembalikan semangat kamu untuk
mengikuti perlombaan itu lagi. Jangan Cuma alm. ayah dan almh. ibu saja yang kamu banggakan
tapi kakak juga.”
Ari : “Baiklah kak...Ari siap siap dulu ya kak.” (Ari berlari menuju sekolah dengan
semangatnya)
Tiba di sekolah
Ari sampai di sekolah dengan terengah-engah.Suasana sekolah masih sepi. Guru Ari :
“Eh, Ari!”
Ari : “Eh, Bapak (sambil menyalam)”
Guru Ari : “Kamu sedang apa? Bukannya pertandingannya masih tiga jam lagi?”
Ari : “Hahh!” (terkejut)
SELESAI.
Contoh cuplikan pementasan drama KERETA KENCANA (W.S RENDRA) OLEH TEATER
LUMBUNG.
https://youtu.be/QbG4h885FTU
LATIHAN 1
Jelaskan fungsi dari aspek-aspek pementasan drama dan masukkan ke dalam format berikut!
No Aspek Pementasan Drama Fungsi
1. Panggung
2. Dekorasi
3. Tata Lampu
4. Tata Suara
5. Kostum
6. Tata Rias
DAFTAR PUSTAKA
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2014. Buku Bahasa Indonesia Ekspresi
Diri dan Akademis Kelas XI.
Suherli, dkk. 2017. Bahasa Indonesia: Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK. Jakarta: Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan.
Yustinah. 2018. Produktif Berbahasa Indonesia SMA/MAK untuk Kelas XI. Kudus: Erlangga.
Poerwadarminta. PASTA Modul Bahasa Indonesia untuk SMK Kelas XI. Sukoharjo: CV. SETI-AJI.
http://naskahdramalengkap.blogspot.com/2015/04/contoh-naskah-drama.4-orang-
perempuan.html#ixzz4AI|ZxX00
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Satuan Pendidikan: SMA Negeri 1 Sukorejo
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Kelas/Semester: XI-Bahasa/Ganjil
Materi Pokok: Pementasan Drama
Alokasi Waktu: 4 x 45 menit ( 2x pertemuan)
NAMA SISWA:
KELAS:
MATA PELAJARAN:
A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENPENCAPAIAN
KOMPETENSI
3.8 Mengevaluasi pementasan drama 3.8.1 Menyimpulkan fungsi panggung dalam
(langsung atau hasil rekaman). pementasan drama yang dilihat secara langsung
atau hasil rekaman.
3.8.2 Menyimpulkan fungsi dekorasi dalam
pementasan drama yang di lihat secara langsung
atau hasil rekaman.
3.8.3 Menyimpulkan fungsi tata lampu dalam
pementasan drama yang dilihat secara langsung
atau hasil rekaman.
3.8.4 Menyimpulkan fungsi tata suara dalam
pementasan drama yang dilihat atau hasil
rekaman.
3.8.5 Menyimpulkan fungsi kostum dalam
pementasan drama yang dilihat atau hasil
rekaman.
3.8.6 Menyimpulkan fungsi tata rias dalam
pementasan drama yang dilihat atau hasil
rekaman.
B. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Setelah peserta didik mengamati tayangan materi mengenai aspek-aspek dalam
pementasan drama, peserta didik dapat menyimpulkan fungsi dari panggung,
dekorasi, tata lampu, tata suara, kostum, dan tata rias.
2. Setelah mengamati tayangan materi mengenai aspek-aspek dalam pementasan drama,
peserta didik dapat memberi penilaian terhadap pelafalan, intonasi, mimic, kinesik,
dan penghayatan tokoh dalam pementasan drama yang dilihat secara langsung atau
hasil rekaman.
C. PETUNJUK PENGGUNAAN
1. Berdoalah sebelum melakukan aktivitas!
2. Tulislah identitas Anda pada kolom yang tersedia!
3. Amatilah materi yang ditayangkan oleh Guru!
4. Catatlah materi-materi penting dalam buku catatan masing-masing!
5. Kerjakan latihan mandiri pada LKPD ini atau bila tempat pengerjaan kurang
6. mencukupi, pengerjaan bisa di kertas terpisah!
7. Tanyakan pada guru jika ada hal-hal yang kurang jelas!
D. LATIHAN MANDIRI
SOAL:
1. Berilah kesimpulan fungsi aspek-aspek pementasan drama berikut:
a. Panggung.
b. Dekorasi.
c. Tata Lampu.
d. Tata Suara.
e. Kostum.
f. Tata Rias.
2. https://youtu.be/yP7w-fg5WYU tonton video pementasan drama pada tautan berikut
dan berilah penilaian pada aspek: a. Pelafalan.
b. Intonasi.
c. Mimik/ekspresi.
d. Penghayatan tokoh.
JAWAB:
1.
2.