The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

MATERI AJAR RPP AKSI 1 TARI KREASI-DESTI RESNAWATI

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ke3narrow, 2022-12-08 10:48:49

MATERI AJAR RPP AKSI 1 TARI KREASI-DESTI RESNAWATI

MATERI AJAR RPP AKSI 1 TARI KREASI-DESTI RESNAWATI

MATERI AJAR

SENI BUDAYA

TARI KREASI

KELAS IX
SEMESTER 1

DISUSUN OLEH
DESTI RESNAWATI, S.Pd

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas
rahmat dan hidayah- Nya Materi Ajar pada mata Pelajaran Seni
Budaya pada salah satu kompetensi Dasar Seni Tari Yaitu
“Memahami Keunikan Gerak Tari Kreasi Berdasarkan Unsur
Pendukung Tari” dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Materi Ajar ini, penulis susun untuk memenuhi tugas dan
tagihan mahasiswa PPG Dalam Jabatan tahun 2022 Universitas
Syiah Kuala pada tahap Pembuatan rencana aksi 1 yaitu
Penyusunan Materi Ajar.

Materi ajar ini merupakan bahan ajar yang dapat digunakan
dalam belajar mandiri dan sebagai referensi guru dan peserta
didik. Materi ajar ini diharapkan akan membantu dan
memberikan pengalaman belajar yang bermakna untuk
mencapai kompetensi yang dituju secara mandiri.

Penulis ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah
memberikan arahan, bimbingan dan dukungan dalam
penyelesaian penulisan materi ajar ini. Semoga segala
kebaikannya mendapat balasan dari Allah SWT.

Penulis sangat berharap sekali atas kritik dan saran yang
membangun dari para pembaca untuk materi ajar ini, untuk
perbaikan di masa yang akan datang. Mohon maaf atas segala
kekurangan dalam penulisan materi ajar ini. Semoga kita
semua diberi kelancaran dalam melaksanakan semua kegiatan
pembelajaran. Aamiin.

Sukabumi, 26 November 2022





Desti Resnawati, S.Pd

A. PENDAHULUAN

1. Deskripsi Singkat

Selamat pagi, dan salam budaya.

Modul ini merupakan bahan ajar yang dirancang untuk Ananda
gunakan dalam belajar mandiri. Modul ini akan membantu dan
memberikan pengalaman belajaryang bermakna bagi Ananda
untuk mencapai kompetensi yang dituju secara mandiri.

Dalam pembelajaran ini Ananda akan mempelajari materi
pembelajaran seni tari yaitu tentang Keunikan Gerak Tari Kreasi
Berdasarkan Unsur Pendukung Seni tari adalah suatu karya seni
ciptaan manusia yang menyajikan gerakan gerakan indah dari
penari dan biasanya diiringi oleh musik. Aneka ragam tarian bisa
kita temukan di semua daerah, bahkan setiap daerah mempunyai
ciri khas atau keunikan gerak tari yang beragam berdasarkan
daerahnya masing-masing. Manfaat yang bisa kita dapat setelah
mempelajari modul ini adalah sebagai peserta didik (kalian) akan
memahami keunikan gerak tari kreasi berdasarkan unsur
pendukung tari.

2. Relevansi

Mempelajari materi pada modul ini diharapkan peserta didik tidak
hanya menguasai secara tekstual mengenai keunikan tari kreasi
berdasarkan unsur pendukung tari namun melalui pembelajarannya
peserta didik memiliki kemampuan untuk menganalisis keunikan gerak
tari kreasi dan mampu bereksplorasi gerak berdasarkan hasil apresiasi.

A. KOMPETENSI INTI
KI3: Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik
sederhana berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, dan kenegaraan terkait fenomena dan
kejadian tampak mata.
KI 4: Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji
secara kreatif,produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif,
dalam ranah konkret dan ranah abstrak sesuai dengan yang
dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang teori.

B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

1. Peta Konsep

Pembahasan pertama difokuskan kepada pengetian tari kreasi,
jenis tari kreasi, keunikan gerak tari kreasi dan unsur pendukung
tari. Oleh karena itu, unduh dan simaklah baik-baik.

Selanjutnya untuk mempermudan Ananda dalam belajar, mohon
perhatikan hal-hal berikut ini :

Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan pada modul ini,
agar Ananda benar-benar memahami keterkaitan materi yang
dibahas pada setiap bagiannya, dan kemudian dapat
menyimpulkan secara garis besar, inti materi, tujuan
pembelajaran, sehingga mengetahui kemampuan yang
diharapkan dalam modul ini;
Pelajarilah bagian demi bagian dari modul ini, temukan kata-
kata kunci dan berilah tanda agar memudahkan Ananda
dalam mempelajarinya;
Jika masih belum paham, baca dan pelajari sekali lagi agar
Ananda lebih mengerti;
Selesaikan dengan tuntas latihan dan tes formatif yang telah
tersedia dalam setiap kegiatan belajar. Hal ini untuk
mengetahui sejauh mana kemampuan pemahaman Ananda
terhadap materi yang telah dipelajari, dan usahakan tidak
melihat kunci jawaban; dan
Jika masih kurang paham, manfaatkan pertemuan dengan
guru serta teman sekelas untuk mendiskusikan dan
mempraktikkannya.

Melalui pembelajaran ini peserta didik mampu menyimpulkan
keunikan gerak tari kreasi berdasarkan unsur pendukung tari serta
memeragakan ragam gerak tari kreasi dengan baik dan
menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, rasa percaya diri
yang sesuai dengan keadaan lingkungan peserta didik.

a. Pengertian Tari Kreasi
Tari sebagai ungkapan budaya atau ekspesi budaya

masyarakat dimana tari itu tumbuh dan berkembang serta
menjadi daya tarik masyarakat setempat. Tari sebagai ekspresi
budaya, mengkomunikasikan nilai-nilai budaya yang dianut
pendukungnya. Berdasarkan hal tersebut tari memiliki makna
sebagai ungkapan jiwa manusia yang dilahirkan melalui gerak
gerak yang indah, sehingga gerak-gerak tersebut mampu
memberikan kesenangan kepada manusia atau orang yang
menyaksikannya“.

Lalu, Apa itu Tari Kreasi ? Tari kreasi adalah jenis tari yang
koreografinya masih bertolak pada tari tradisional atau
pengembangan dari pola- pola tari yang sudah ada (Tim
Kemdikbud, 2017, hlm. 78). Terbentuknya tari kreasi karena
dipengaruhi oleh gaya tari daerah lain atau negara lain maupun
hasil penciptanya. Tari kreasi mempunyai bentuk
mengekspresikan artistik yang bersifat individual dan lebih
menekankan pada ekspresi dan estetika dari pertunjukannya.
Terbentuknya tari kreasi karena dipengaruhi oleh gaya tari
daerah lain atau negara lain maupun hasil kreativitas
penciptanya.
b. Jenis Tari Kreasi

Tari Kreasi dari berbagai daerah tentunya memiliki keragaaman
dan keunikan yang berbeda dengan daerah yang lainnya.
Perkembangan seni termasuk seni tari terus terjadi secara alami
dan sesuai tuntutan zaman.

Oleh karena itu muncul, muncul keragamaan seni tari baik di
Nusantra maupun mancanegara. Terdapat beberapa tari yang
berpegang pada nilai-nilai tradisi, adapula yang mengusung
modernitas sepenuhnya. Oleh karena itu, jenis tari kreasi dapat
digolongkan menjadi dua yaitu tari kreasi berpolakan tradisi dan
tari kreasi tidak berpolakan tradisi (non-tradisi).

1.Tari kreasi berpolakan tradisi

Tari kreasi berpolakan
tradisi adalah tari kreasi
yang dilandasi oleh kaidah-
kaidah tari tradisi baik
dalam koreografi, musik/
karawitan, tata busana dan
rias, maupun tata teknik
pentasnya, tanpa
menghilangkan esensi tradisinya (Tim Kemidkbud, 2017, hlm. 79).
Salah satu contoh tari kreasi yang berpolakan tradisiadalah Tari
Jipeng dari Kabupten Sukabumi, Saat ini, Tari Jipeng sudah menjadi
ikon budaya Kabupaten Sukabumi dan mulai banyak dipergelarkan
baik dalam suguhan tari perorangan hingga kolosal.

2. Tari kreasi baru tidak berpolakan tradisi (non-tradisi)

Tari kreasi baru non-tradisi adalah tari kreasi yang garapannya
melepaskan diri dari pola-pola tradisi baik dalam hal koreografi
,musik, rias, dan busana maupun tata teknik pentasnya. Salah satu
tari kreasi baru non-tradisi, yaitu tari kontemporer.

https://pelajarindo.com/contoh-tari-kontemporer-2/

Tari Kreasi yang tidak berpolakan tradisi di ciptakan dari
kebebasan berekspresi. Koreografer yang hendak menciptakan tari
kreasi harus banyak melakukan eksplorasi gerak dan Menyusun
gerakan tersebut menjadi pola gerak yang harmonis. Meskipun
bersumber dari kebebasan, gerak yang diciptakan tidak dilakukan
secara serampangan. Setiap gerak harus berpadu, penuh
pertimbangan keindahan dan mebuat pesan yang memiliki fungsi
komunikasi.

Tari kreasi yang tidak berpolakan tradisi tidak memperhatikan
pakem dari tari tradisional yang kaku dan penuh peraturan. Namun,
kekuatan tari kreasi terletak pada kebebasan gerak yang
ditampilkan dengan tegas dan property yang ada di panggung.
Oleh karena itu, istilah panggung dengan kelengkapan yang
mendukung tema tarian dan didukung oleh teknologi berkualitas
tinggi dengan tata cahaya yang baik. Adapun contoh Tari Kreasi
yang tidak berpolakan tradisi adalah tari kontemporer, Hip hop,
break dance.

Tari kreasi berpolakan tradisi dan tari kreasi yang tidak
berpolakan tradisi memiliki persamaan berupa penekanan pada
unsur kreativitasnya. Kreativitas dalam tarian kreasi berarti
menciptakan ragam gerak tari yang terbuka, baik yang berpegang
pada tradisi, maupun lepas dari tradisi.

c. Keunikan Gerak Tari Kreasi

Gerak di dalam tari bukanlah gerak yang realistis, melainkan
gerak yang telah diberi bentuk ekspresif dan estetis. Sebuah tarian
sebenarnya merupakan perpaduan dari beberapa buah unsur,
yaitu wiraga (raga), Wirama (irama), dan Wirasa (rasa). Ketiga unsur
ini melebur menjadi bentuk tarian yang harmonis. Unsur utama
dalam tari adalah gerak. Gerak tari selalu melibatkan unsur
anggota badan manusia. Unsur- unsur anggota badan tersebut di
dalam membentuk gerak tari dapat berdiri sendiri, bergabung
ataupun bersambungan.

Tari kreasi di ciptakan berdasarkan keinginan untuk mengolah,
menciptakan serta mengubah gerakan dasar dalam tarian tradisi
yang telah terlebih dulu diciptakan. Tari kreasi mencerminkan
kebebasan sesuai yang diinginkan oleh penciptanya. Tarian kreasi
cenderung tidak menaati peraturan baku. Hal ini menjadi
kesempatan untuk menciptakan tarian kreasi dengan inovasi
baru. Tari kreasi lahir dalam beragam bentuk. Ada yang diciptakan
secara murni dan ada yang diciptakan sebagai kreasi bentuk yang
telah ada sebelumnya, seperti mengubah tarian tradisional
menjadi kreasi baru.

Adapun contoh keunikan gerak tari kreasi yang berpatok pada
tradisi adalah:

1. Tari Jipeng

Jipeng merupakan salah satu kesenian tradisional di Provinsi
Jawa Barat yang diciptakan dengan mengambil tiga unsur seni,
yaitu tanji/ tanjidor, ketuk tilu/ kliningan, dan topeng (Sandiwara
Sunda). Tahun 1923 merupakan awal dari terbentuknya seni
Jipeng. Kala itu, kesenian yang ada dan kerap dimainkan di
Kasepuhan Citagelar adalah tanji. Biasanya, Seni tersebut kerap
menjadi bagian dari proses kegiatan yang dilakukan di huma dan
sawah milik kasepuhan. Selain berfungsi sebagai hiburan, tanji juga
memiliki fungsi ritual. Suara keras alunan musik tanji juga dapat
mengusir binatang yang mengganggu masyarakat saat
melakukan proses kegiatan di huma dan sawah.

Coba Ananda amati gambar di bawah ini atau silakan
bukatautan Youtube berikut untuk memahami keunikan gerak
tari kreasi!
https://www.youtube.com/watch?v=yyuPLTb7O3s

Dalam struktur pertunjukan panggung, kesenian Jipeng
diawali dengan alunan musik tanji. Tanji dalam struktur
pertunjukan Jipeng selain bersifat musik instrumen juga dapat
digunakan untuk mengiringi penyanyi laki-laki yang disebut Ciput
dan Bancet. Setelah selesai pertunjukan tanji, Seni Jipeng berlanjut
pada sesi ketuk tilu/ kliningan/ jaipong. Biasanya sesi ini lebih
menarik penonton karena lagu dan tari yang menginspirasi
penonton untuk ikut berjoget. Jaipong yang dipergelarkan dalam
kesenian Jipeng ini memunculkan sosok penari Jaipong yang
diiringi dengan musik tanjidor.

d. Unsur Pendukung tari

Tari kreasi adalah hasil kreativitas dari pengembangan satu
atau beberapa elemen sebelumnya yang terdapat pada unsur tari
dasar dan pendukung tari lainnya. Pada proses pembentukan tari
kreasi dengan menggunakan unsur pendukung property perlu
memahami tahapan- tahapan dalam proses pelaksanaannya
serta beberapa hal yang wajib diperhatikan. Hal-hal tersebut
diantaranya sebagai berikut.

1. Gerak

Gerak tari merupakanunsur utama dari tari. Gerak didalam
tari bukanlahgerak yang realistis, melainkan gerak yang telah di
berikanbentuk ekspresif danestetis.

Gerak tari selalu melibatkan unsur anggota badan masnusia.
Gerak dalam tari berfungsi sebagai media untuk
mengkominikasikan maksud-maksud tertentu dari koreografer.
Gerak didalam tari adalah gerak yang indah. Gerak yang indah
adalah gerak yang telah diberi sentuhan seni. Gerak-gerak.
keseharian yang telah diberi sentuhan seni akan meghasilkan
gerak yang indah. Misalnya gerak berjalan, berlari, mencangkul,
menimba air sumur, memotong kayu dan sebagainya. Jika diberi
sentuhan emosional yang mengandung nilai seni, maka gerak-
gerak keseharian tersebut akan tampak lain dan jauh lebih indah.
Gerak terbagi menjadi 2 macam. Ada gerak murni dan gerak
maknawi.

Sebagai bahan untuk dapat menganaliss ragam gerak tari
kreasi silahkan amati video berikut di dalam tautan ini:
https://www.youtube.com/watch?v=yyuPLTb7O3s

2. Iringan Tari

Musik tersusun atas kata, nada, dan melodi yang terangkum
menjadi satu. Bahasa musik dapat dipahami lintas budaya, agama,
suku, ras dan juga kelas sosial. Sedangkan pengertian Iringan atau
musik adalah bagian paling penting dari tarian. Iringan menjadi
pasangan serasi dalam membentuk kesan terhadap sebuah
tarian. Iringan terbagi menjadi 2 yaitu iringan dari dalam diri
penari, atau iringan tersebut di lakukan sekaligus oleh penari dan
iringan dari luar penari atau bisa di sebut juga iringan Internal dan
Eksternal. Contoh iringan internal antara lain ada pada tari saman.
Penari menyanyi sebagai iringan sambal melakukan gerak.
Sementara itu salah satu contoh iringan eksternal ada pada tarian
daerah Jawa Barat yaitu tarian merak. Iringan tari merak
menggunakan gamelan sunda yang di mainkan oleh pemusik, atau
bisa juga melalui tape recorder. Jenis tari tradisional di insonesia
lebih banyak menggunakan iringan eksternal dari pada iringan
internal. Musik iringan tari memiliki fungsi antara lain sebagai
iringan gerak, ilustrasi, dan membangun suasana

3. Properti Tari

Properti adalah semua peralatan yang digunakan untuk
pementasan tari. Properti digunakan untuk memberikan
keindahan dan kesan yang lebih sempurna terhadap tarian.
Properti yang akan digunakan perlu mempertimbangan fungsi,j
enis, dan asas pakai properti dengan benar. Hal ini disebabkan
oleh proporsi penggunakan properti tari secara mendasar yang
dapat menentukan penguasaan keterampilan tari. Properti tari
memiliki banyak ragam dan jenis. Properti yang paling sering
digunakan adalah selendang (sampur), rebana, kipas, tongkat,
payung, cundrik, pedang, mendau, gendang, tombak, panah dan
piring.

https://museumnusantara.com/tari-payung/

4. Tata Busana

Tata Busana dan Kostum adalah unsur pendukung yang
penting, unsur pendukung ini berfungsi untuk menutupi organ
tubuh dan menentukan karakter atau tokoh yang di ciptakan
dalam tarian. Kostum dapat memberikan nilai estetik terhadap
tarian, yaitu melalui desain ruang yang ditimbulkan oleh kostum
itu sendiri. Kostum atau busana tari secara umum terdiri atas
baju, celana, kain, selendang, ikat kepala dan mahkota Kostum
bersifat mutlak untuk sebuah pertunjukan.

Tarian akan sempurna, jika semua unsur pendukung hadir
di dalamnya. Kostum juga berfungsi untuk Memberikan nilai
tambah pada segi estetika dan etika. Tarian yang dibawakan
dengan tata busana yang baik tentunya akan lebih indah dan
menarik untuk disaksikan, serta mendukung tema tarian
sekaligus memperjelas setiap peranan dalam pertunjukan tari.

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbjabar/jipeng-
kesenian-tradisional-dari-sukabumi/

5. Tata Rias

Tata rias dalam tari adalah kegiatan yang berfungsi untuk
mengubah penampilan dan menonjolkan/ menegaskan karakter/
ekspresi penari dengan menggunakan make-up kebagian wajah.
Tata rias merupakan cara atau usaha seseorang untuk
mempercantik diri khususnya pada bagian muka atau wajah,
menghias diri dalam pergaulan. Tata rias pada seni pertunjukan
diperlukan untuk menggambarkan/ menentukan watak diatas
pentas. Tata rias adalah seni menggunakan bahan-bahan
kosmetika untuk mewujudkan wajah peranan dengan
memberikan dandanan atau perubahan pada para pemain di
atas panggung/ pentas dengan suasana yang sesuai dan wajar
(Harymawan, 1993: 134).

6. Tata Panggung

Tata pentas adalah penataan pergelaran tari. Tata pentas
tidak hanya untuk efek artistik, tetapi juga membantu penciptaan
suasana yang berkaitan dengan konsep tari. Penataan pentas
menciptakan setting dengan benda atau lat yang berhubungan
dengan tari.

Pentas atau panggung yang digunakan untuk pertunjukan
terdiri atas dua jenis, yaitu panggung tertutup dan panggung
terbuka. Panggung tertutup disebut prosenium. Dalam panggung
tersebut para penari hanya dapat di lihat dari satu arah pandang.
Panggung tertutup berada dalam suatu ruangan yang disebut
auditorium. Adapun panggung terbuka adalah panggung yang
berada di tempat terbuka atau tidak beratap. Bentuk panggung
ini bermacam-macam, yaitu berbentuk pendopo, arena, halaman
pura, halaman rumah atau lapangan. Dalam panggung terbuka
penari dapat di lihat dari berbagai arah

https://travel.okezone.com/read/2017/06/09/

C. PENUTUP

Rangkuman

Berdasarkan materi yang telah dijelaskan, dapat disimpulkan
bahwa tari kreasi merupakan garapan yang dilandasi oleh
kaidah-kaidah tari tradisi baik dalam koreografinya, musik/
iringan, tata rias, tata busana maupun Teknik tata pentasnya.
Walaupun ada pengembangan , tetap tidak menghilangkan
esensi tradisinya. Jenis tari tradisi terdiri dari 2 yaitu tari tradisi
yang berpijak pada tradisi dan tari tradisional yang berpijak
pada pola non-tradisi. Keunikan gerak tari dapat terlihat dari
motif- motif gerak yang terdapat dari tarian tersebut, serta
keunikan berdasarkan unsur pendukung tari nya. Setiap daerah
memiliki keunikan gerak yang sangat beranekaragam.

Desti Resnawati, S.Pd


Click to View FlipBook Version