Teori Masuknya Agama dan Kebudayaan Hindu Budha di Indonesia Oleh : Retno Puspitosari
Tujuan Pembelajaran • Peserta didik mampu mengidentifikasi teori-teori masuknya agama dan kebudayaan Hindu dan Buddha di Indonesia • Peserta didik mampu menganalisis teori-teori masuknya agama dan kebudayaan Hindu dan Buddha di Indonesia • Peserta didik mampu mengevaluasi teori-teori yang mempengaruhi masuknya agama dan kebudayaan HindhuBudha di Indonesia
Langkah-langkah Dalam Pembelajaran Snowball Throwing • Guru membentuk siswa berkelompok, lalu memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi teori masuknya agama dan kebudayaan Hindu dan Budha di Indonesia. • Guru memberikan kesempatan kepada masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya untuk menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya. • Guru kemudian memberikan masing-masing siswa satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok. • Kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut siswa meremas dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ± 5 menit. • Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian. • Kemudian guru meminta salah seorang wakil dari masing-masing kelompok untuk maju ke depan kelas dan membacakan jawaban soal. • Setelah selesai presentasi siswa kembali duduk dan berganti siswa yang lain untuk maju ke depan kelas membacakan soal dan jawaban pada bola kertasnya.
Indonesia menjadi salah satu wilayah yang mendapat pengaruh kebudayaan HinduBudha sejak sekitar abad ke4 dan ke-5 M. Salah satu bukti berkembangnya HinduBudha adalah adanya kerajaan bercorak Hindu-Budha di Indonesia pada awal Masehi. Kerajaan Hindu-Budha yang berdiri pada masa itu, seperti Kerajaan Kutai, Tarumanegara, Mataram Kuno, dan Sriwijaya.
•Masuknya budaya Hindu-Buddha ke Indonesia, karena banyak pedagang yang singgah di Indonesia sebagai wilayah yang strategis. •Adanya perdagangan internasional yang terjadi di Indonesia, membuat munculnya beberapa teori tentang masuknya HinduBuddha.
Ada lima teori yang menjelaskan proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha ke Indonesia. 1. Teori Brahmana • Brahmana adalah kasta yang memahami kitab Weda. Mereka bertanggung jawab untuk menyebarkan agama Hindu. • Teori milik J.C. Van Leur ini menyebutkan bahwa saat itu golongan Brahmana memang diundang para penguasa Nusantara. • Buktinya, ada beberapa prasasti di Indonesia yang menggunakan bahasa sansekerta dan huruf pallawa, bahasa yang juga digunakan di India. • Sansekerta merupakan bahasa kelas tinggi dalam kebudayaan Hindu karena tidak semua orang bisa membaca dan menulisnya.
Kelebihan Teori Brahmana : Kaum Brahmana merupakan golongan yang paling tahu dan paham terkait ajaran agama Hindu. Selain itu, temuan sejarah terkait prasasti di Indonesia yang menggunakan bahasa Sansekerta dianggap sama dengan bahasa yang digunakan di India. Bahasa Sansekerta merupakan bahasa kelas tinggi dalam kebudayaan Hindu dan tidak semua orang mampu membaca atau menuliskannya. Karena hanya golongan Brahmana yang menguasai bahasa Sanskerta, sehingga golongan inilah yang kemungkinan besar menyebarkan agama Hindu di Indonesia.
Kelemahan Teori Brahmana : Selain bukti keakuratannya, ada juga yang membantah bahwa teori Brahmana tidak pas jika direlevansikan dengan penyebaran agama Hindu di Indonesia. Hal itu berkaitan dengan ajaran Hindu kuno yang menyebut bahwa kaum Brahmana dilarang untuk menyeberangi lautan dan meninggalkan tanah airnya. Apabila hal itu terjadi, maka mereka akan kehilangan hak atas kastanya sebagai seorang Brahmana.
2. Teori Ksatria R.C. Majundar berpendapat bahwa munculnya kerajaan Hindu di Indonesia disebabkan oleh peranan kaum ksatria atau prajurit India. Para prajurit India diduga mendirikan koloni-koloni di kepulauan Indonesia dan Asia Tenggara pada umumnya. Namun, teori ksatria yang dikemukakan oleh R.C. Majundar tidak didukung oleh data yang memadai. Selama ini belum ada bukti arkeologis yang menunjukkan adanya ekspansi prajurit India ke Indonesia.
• Kelebihan Teori Ksatria Semangat berpetualang kaum ksatria. Kaum Ksatria bersemangat untuk berpetualang dan menaklukan daerah lain.Semangat ini umumnya dimiliki oleh para Ksatria (keluarga kerajaan) · Ksatria diimingi hadiah setelah memenangkan pertarungan perebutan kekuasaan. Banyak ksatria melarikan diri dan mendirikan kerajaan baru di Indonesia. Pada abad ke-5, banyak para ksatria yang melarikan diri karena peperangan diIndia. Para ksatria yang berasal dari keluarga kerajaan mendirikan kerajaan baru diIndonesia. (menurut J.L. Moens)
Kelemahan Teori Ksatria Para ksatria Tidak mengusai bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa. Tidak ditemukan prasasti sebagai bukti penaklukan kerajaan India.
3. Teori Waisya • Teori milik N.J. Krom berpendapat bahwa penyebaran HinduBuddha dilakukan oleh golongan pedagang (Kasta Waisya) • Sumber daya alam Indonesia yang berlimpah, membuat para pedagang atau golongan Waisya tertarik mengunjungi Indonesia. • Seiring berjalannya waktu, para pedagang itu mulai menetap di beberapa wilayah Indonesia dan mulai menyebarkan agama. • Agama ini disebarkan dengan berbagai cara, seperti pernikahan, hubungan dagang, atau interaksi dengan penduduk setempat. • Tak hanya membawa barang-barang dagangannya, pedagang itu juga membawa adat dan kebiasaan dari negaranya.
Kelebihan Teori Waisya • Banyaknya sumber daya alam di Indonesia. Hal ini membuat para Waisya (kelompok pedagang) tertarik untuk bertransaksi jual beli di Indonesia. • Pada saat itu, kebanyakan pedagang yang datang ke Indonesia berasal dari India yang merupakan pusat agama hindu, sehingga ketika mereka berdagang, mereka juga menyebarkan ajaran agama Hindu dan Buddha. • Faktor perdagangan merupakan faktor penting.Teori ini mudah diterima oleh akal sebab dalam kehidupan, faktor ekonomi menjadi sangat penting dan perdagangan merupakan salah satu bentuk dalam kegiatan berekonomi. Sehingga melalui kegiatan perdagangan dirasa akan lebih mudah untuk berhubungan dengan orang dari berbagai daerah. Adanya bukti yang menunjukkan bahwa terdapat perkampung an para pedagang India di Indonesia yang disebut Kampung Keling yang terletak di beberapa daerah diIndonesia seperti di Indonesia bagian Barat (Sumatera)
Kelemahan teori Waisya: Para Pedagang yang termasuk dalam kasta Waisya tidak menguasai bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa yang umumnya hanya dikuasai oleh kasta Brahmana. Motif para pedagang datang sekedar untuk berdagang.
4. Teori Sudra • Teori oleh Van Faber ini mengemukakan masuknya agama HinduBuddha ke Indonesia dibawa oleh orang berkasta Sudra. • Golongan Sudra merupakan orang yang tidak berkesempatan mendapat pendidikan yang layak sehingga pemahamannya rendah. • Dalam agama Hindu, kasta Sudra termasuk kasta paling rendah, yang terdiri dari pemulung, pengemis, budak, dan lainnya. • Menurut Van Faber, orang India banyak dipekerjakan sebagai buruh dan budak sehingga kehidupan mereka jauh dari kata baik atau layak. • Salah satu alasan kasta Sudra datang ke Indonesia adanya keinginan mengubah nasib supaya bisa hidup lebih baik. • Selain itu, golongan Sudra juga berjasa dalam menyebarkan ajaran agama Hindu di Nusantara melalui perkawinan
Kelebihan Teori Sudra Teori Sudra mempunyai kelebihan dimana kaum Sudra dari India berpergian demi mendapat kehidupan yang lebih baik dan layak. Pasalnya, kasta sudra merupakan golongan tersisih sehingga perginya mereka dari India adalah hal nyata. Golongan sudra mampu berpergian sebagaimana golongan ksatria yang kalah perang di India dan memutuskan meninggalkan India demi membentuk kerajaan baru. Tersisihnya kaum sudra dijelaskan dalam teori yang dikemukakan Von Faber.
Kelemahan Teori Sudra Salah satunya yaitu golongan Sudra tidak menguasai agama Hindu dengan lebih mendalam. Pasalnya, golongan satu ini tidak begitu memahami dan menguasai agama Hindu bahkan sampai ke seluk beluknya. Selain itu, golongan satu ini juga tidak begitu paham mengenai bahasa Sanskerta yang digunakan dalam kitab Weda, yaitu kitab suci agama Hindu. Maka dari itu, sangat kecil kemungkinan bahwa kaum sudra lah yang menyebarkan agama Hindu di Nusantara.
5. Teori Arus Balik • Teori milik F.D.K Bosch mengemukakan bahwa masuknya pengaruh Hindu-Buddha ini dilakukan oleh bangsa Indonesia. • Masuknya agama Hindu-Buddha disebarkan orang Indonesia sendiri yang telah berkunjung ke India merupakan Teori Arus Balik. • Dalam teori ini dijelaskan bahwa masyarakat Indonesia tidak hanya menerima pengetahuan agama Hindu dari orang-orang yang datang. • Akan tetapi, mereka juga aktif mengejar pengetahuan di tanah asal agama Hindu-Buddha, yakni India. • Setelah itu, mereka kembali ke Tanah Air untuk aktif membagikan agama dan kebudayaan Hindu-Buddha kepada masyarakat. • Nah, itulah beberapa teori yang menjelaskan proses masuknya HinduBuddha ke Indonesia.
Kelebihan Teori Arus Balik Teori arus balik punya kelebihan dalam segi keefektifan. Seperti yang kita tahu, teori arus balik meyakini bahwa kunci persebaran agama Hindu di Indonesia dimulai oleh rakyatnya sendiri. Mereka datang langsung ke India untuk mempelajari agama Hindu. Kemudian, setelah ilmunya terkumpul, orang-orang yang sudah belajar tadi akan kembali ke Indonesia untuk menyebarkan ajaran Hindu di sini. Dengan begitu, proses penyebaran jadi lebih mudah. Sebab, proses komunikasi lebih lancar karena menggunakan bahasa yang sama. Di samping itu, mereka lebih paham akan kondisi sosial, adat, dan budaya di Indonesia.
Kelemahan Teori Arus Balik Di samping punya kelebihan, ada satu kelemahan yang membuat teori arus balik kurang diyakini. Saat itu, orang-orang Indonesia dinilai tergolong kelompok yang sifatnya pasif. Makanya, teori arus balik yang mengatakan bahwa mereka belajar agama HinduBuddha ke India tampak kurang akurat.
Kesimpulan Teori masuknya agama dan kebudayaan Hindu Budha di Indonesia adalah adanya 5 teori yang menjelaskan proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu Budha di Indonsia : 1. Teori Brahmana (dibawa oleh kaum Brahmana) 2. Teori Ksatria (dibawa oleh kaum Ksatria/ Prajurit) 3. Teori Waisya (dibawa oleh para pedagang) 4. Teori Sudra (dibawa oleh rakyat biasa/budak) 5. Teori Arus Balik (dibawa oleh orang Indonesia sendiri, orang Indonesia belajar ke India kemudian kembali ke Indonesia dan menyebarkan agama dan kebudayaan Hindu Budha Indonesia).
Dari kelima teori mengenai masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha ke Indonesia, teori Brahmana merupakan teori yang paling kuat. Hal ini disebabkan karena sebagai berikut. Kasta-kasta selain Brahmana tidak diperbolehkan untuk menyebarkan agama Hindu. Semua aktivitas pengajaran hanya boleh dilakukan oleh kaum Brahmana.
Dan kasta yang paling rendah dalam agama Hindu adalah Teori Sudra, golongan Sudra tidak menguasai seluk beluk ajaran agama Hindu sebab mereka tidak menguasai bahasa Sanskerta yang digunakan dalam Kitab Suci Weda.
Adapun Materi Bisa Dilihat Di Link Berikut : 1. Link materi tentang Teori Masuknya Agama dan Kebudayaan Hindu Budha di Indonesia : https://repositori.kemdikbud.go.id/21618/1/X_Sejarah Indonesia_KD-3.5_Final.pdf 2. Link video youtube materi tentang Teori masuknya Agama dan Kebudayaan Hindu Budha di Indonesia : a. https://youtu.be/LLSiIwHbUas b. https://www.youtube.com/watch?v=pf1kg2iw7xg c. https://www.youtube.com/watch?v=cfPY4mmypwM 3. Materi sejarah 5 Teori masuknya Agama dan Kebudayaan Hindu Budha di Indonesia : https://bobo.grid.id/read/083802234/5-teori-masuknya-agama-danbudaya-hindu-buddha-ke-indonesia-materi-ips?page=all 4. https://id.scribd.com/document/395408421/Kelebihan-Dan-Kelemahan-TeoriMasuknya-Agama-Hindu
TERIMAKASIH